Humas NTB Jelaskan Capaian Gubernur Terkait Aset Pemprov Gili Trawangan

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB telah membuktikan komitmen yang tinggi dalam problem yang sudah bermula sejak 1995

MATARAM.lombokjournal.com

Komitmen menuntaskan problem tata kelola aset milik Pemprov NTB yang tak terselesaikan selama puluhan tahun, dibuktikan Gubernur Zulkieflimansyah. Pemprov NTB mulai mengambil sikap yang serius terkait problem itu.

“Justru di era Gubernur Bang Zul ini kita mencapai kemajuan baru dalam penuntasan polemik aset Pemprov NTB di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Sebuah kemajuan yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Sabtu (05/12/20).

Untuk diketahui, Pemprov NTB memiliki aset tanah seluas 65 hektare di Gili Trawangan Lombok Utara. Sesuai perjanjian kontrak produksi Nomor 1 Tahun 1995, aset tersebut dikerjasamakan dengan PT. GTI dengan jangka waktu kerja sama selama 70 tahun. Sayangnya, nilai royalti yang diperoleh Pemprov dari kontrak panjang ini hanya sebesar Rp 22,5 juta per tahun.

Seiring berjalannya waktu, nilai sewa dalam kontrak itu dipandang sudah sangat tidak sepadan dengan nilai aset tersebut. Apalagi, di lahan milik Pemprov NTB tersebut telah berdiri bangunan permanen untuk aktivitas bisnis, seperti hotel, kafe, rumah makan, bar, dan restoran.

Berbagai pihak telah mendorong agar kontrak sewa lahan itu ditinjau kembali karena dinilai sangat merugikan Pemprov NTB. Namun, sejak 1995 hingga sekarang, tidak ada kemajuan berarti yang dicapai untuk menuntaskan problem ini.

Di era Gubernur Zulkieflimansyah, Pemprov NTB meraih capaian yang tidak pernah dicapai sebelumnya. Yaitu, dengan adanya penandatanganan Surat Kuasa Khusus (SKK) bantuan hukum non litigasi atas lahan Pemprov NTB oleh Gubernur NTB dan Kejati NTB.

Penandatanganan dilakukan usai meninjau keberadaan aset tersebut, Senin (23/11/20) lalu.

“Dengan adanya SKK tersebut, Kejati NTB kini memiliki dasar untuk melakukan kajian terkait penyelesaian aset Pemprov NTB di Gili Trawangan,” ujar Najamuddin.

Selain itu, Pemprov NTB juga telah berkomitmen untuk terus membangun koordinasi dengan KPK dan Asdatun Kejati NTB untuk menemukan solusi terbaik dalam pengelolaan Aset daerah di Gili Trawangan yang masih dikuasai oleh pihak ketiga.

Pemprov NTB juga telah berkomitmen untuk memberikan data dan informasi yang dibutuhkan guna menuntaskan persoalan aset ini melalui jalan terbaik.

Najamuddin menegaskan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini justru telah membuktikan komitmen yang tinggi dalam problem yang sudah bermula sejak 1995 ini.

“Adanya SKK ini dan komitmen-komitmen kita dalam prosesnya, adalah kemajuan yang belum pernah dicapai oleh Pemprov NTB selama ini,” kata Bang Najam.

Menurutnya, capaian itu harusnya menjadi catatan positif.

Bukan sebaliknya, hal itu jangan dibingkai untuk mendistorsi capaian yang sudah diperoleh Pemprov NTB, tegasnya.

Rr/HmsNTB

 

 




Meriah dan Berwarna, Pawai Budaya Tutup Kampanye SALAM di Kota Mataram

Konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan

MATARAM.lombokjournal.com

Masa kampanye terakhir Pilkada Kota Mataram, Sabtu (05/12/20) menjadi titik klimaks bagi pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Sejak pagi, atraksi flashmob SALAM Dua Jari dan pawai lintas budaya dilakukan ratusan relawan SALAM di sepanjang jalan utama Kota Mataram, dari Ampenan hingga Cakranegara.

Aksi simpatik ini menyedot perhatian warga masyarakat Kota Mataram. Selain menunjukan kecintaan mereka pada pasangan SALAM, kegiatan ini juga mempererat nilai-nilai persatuan dalam keberagaman di Kota Mataram.

Pawai budaya SALAM menampilkan pasangan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat seluruh etnis yang ada di Kota ini.

“Sangat menarik, dan kita sebagai warga Kota Mataram cukup simpati dengan kegiatan kampanye SALAM ini,” kata Hendra, warga Cakranegara, Kota Mataram.

Hendra bersama istri dan dua anaknya, menyempatkan diri melihat flashmob, dan menunggu iring-iringan konvoi pawai budaya SALAM di kawasan Cakranegara , Kota Mataram.

Menurutnya, konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan.

Dukung Pilkada Sehat

Ketua Tim Pemenangan SALAM , Eko Anugraha Priyanto mengatakan, sepanjang aksi di Ampenan hingga Sweta , tim relawan SALAM juga membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

“Kami prioritaskan untuk kampanyekan Pilkada Sehat, agar 9 Desember nanti Pilkada di Kota Mataram berjalan baik, aman, dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Eko

Menurut Eko, kampanye hari terakhir ini benar-benar di luar dugaan. Paket SALAM ternyata sudah sangat populer di kalangan warga masyarakat Kota Mataram.

Sejumlah warga yang menonton bahkan tak segan ikut menyanyikan lagu SALAM Dua Jari, dan jingle-jingle kemenangan SALAM.

“Alhamdulillah, kecintaan masyarakat Mataram kepada SALAM bisa kita lihat dengan nyata di penutupan kampanye ini. Inshaa Allah, Selly-Manan akan memimpin Kota Mataram 5 tahun ke depan,” tukasnya.

Merawat Kebhinnekaan Kota Mataram

Pawai budaya yang dilakukan SALAM di hari terakhir kampanye, bukan tanpa pesan.

Koordinator pawai budaya SALAM, Nyanyu Ernawati mengatakan, konvoi menggunakan sejumlah kendaraan roda tiga ini dilakukan untuk menunjukan bahwa SALAM akan memimpin dan sekaligus melayani semua warga masyarakat Kota Mataram.

Pasangan muda-mudi yang dirias menggunakan pakaian adat dari sejumlah etnis di Kota ini, juga diambil dari pemuda-pemudi di tiap kawasan berbeda.

Pakaian adat yang ditampilkan antara lain, adat Sasak Lombok, Sumbawa dan Bima (Sasambo). Kemudian adat Bali, Jawa, Sumatera, Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor-NTT), Makassar – Bugis dan juga adat keturunan Tionghoa.

“Ini menunjukan apapun latar belakang agama, etnis dan budayanya, masyarakat Kota Mataram akan dilayani oleh SALAM ke depan,” katanya.

Tim pemenangan SALAM, Made Slamet mengatakan, flashmob akbar dan pawai budaya lintas etnis dilakukan SALAM sebagai penutup masa kampanye Pilkada agar masyarakat bisa memahami bahwa Pilkada Kota Mataram adalah wadah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan riang gembira.

Namun, hingar bingar Pilkada tetap harus mengedepankan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pun dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan,” ujar  Made Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram.

Sementara itu disela-sela konvoi pawai budaya,  tim parade budaya roda tiga viar dan Ambulance Gudek SALAM juga membagikan masker kepada warga dan pengendara di beberapa sudut kota Mataram .

“Ini salah satu bentuk komitmen SALAM dalam mendukung Pilkada Sehat sekaligus mengedukasi warga kota Mataram agar tetap memakai masker diera pandemi ini,” ujar Larasati, dara manis yang memakai baju adat Sumbawa.

Menang Bermartabat dan Melayani Masyarakat

Konvoi pawai budaya dilepas oleh Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dari kediamannya di kawasan Jalan Panji Masyarakat, Kekalik, Kota Mataram.

Sambutan masyarakat nampak antusias ketika pasangan Selly-Manan pun ikut turun menyapa.

Selly Andayani melambaikan tangannya penuh cinta pada masyarakat yang dilintasi. Begitu juga dengan TGH Abdul Manan yang menggunakan kendaraan berbeda.

Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kampanye penutup SALAM menghadirkan hak yang berbeda, untuk menggugah kesadaran bersama masyarakat tentang keberagaman yag harus terus dirawat di Kota Mataram.

“Kita lakukan hari ini dengan menampilkan pakaian adat dan budaya semua etnis yang ada di Kota Mataram. Kota ini adalah miniatur Indonesia yang multi agama, multi etnis dan multi golongan, tetapi tetap rukun dan bersatu. Itulah wujud nyata empat pilar kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Selly Andayani.

Menurutnya, flashmob SALAM dan pawai budaya juga menunjukan bahwa pasangan Selly-Manan hadir untuk melayani masyarakat.

Kepada para relawan,Selly juga mengingatkan untuk selalu menanamkan dalam hati semangat melayani masyarakat.

“SALAM hadir untuk melayani masyarakat. Tanamkan dalam hati bahwa kita ini adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan hati yang tulus ikhlas, demi Mataram yang berkah dan cemerlang,” tandasnya.

Selly menegaskan, SALAM ingin meraih kemenangan di Pilkada Kota Mataram dengan cara-cara terhormat dan bermartabat. Ia meminta tim pemenangan dan para relawan untuk sama-sama berjuang dengan cara-cara yang sehat dan jujur dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

“SALAM ingin menang secara terhormat dan bermartabat. Dengan cara-cara yang jujur. Karena dengan begitulah kita mendapat legitimasi yang kuat dari masyarakat Kota Mataram,” tegasnya.

Langkah Akhir Benar-benar Tak Terbendung

Flashmob akbar dan konvoi pawai budaya SALAM di Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 menjadi langkah akhir dari langkah panjang SALAM selama masa kampanye PIlkada Kota Mataram.

Sepanjang kampanye cukup banyak gerakan SALAM yang mampu menginjeksi kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram yang Madani, Berkah dan Cemerlang.

Gaya kampanye blusukan dan langsung mengaplikasikan program membuat Selly-Manan menjadi pemimpin yang tanpa sekat dengan masyarakat.

Rara Wazira, salah seorang relawan yang selalu mendampingi Selly Andayani saat blusukan, menceritakan potongan kesan bangganya.

“Sering kita sampai terharu bercampur bangga ketika bunda Selly turun ke masyarakat. Bunda tidak segan membersihkan wajah lansia dengan tisu dan memasangkan masker. Bahkan suatu ketika beliau juga menyuapkan makanan ke lansia yang ditemui. Ini pemimpin yang luar biasa perhatiannya, saya merinding kalau ingat,” kata Rara yang diamini oleh relawan tim 12 blusukan SALAM seperti Hj Nurjanah,  Haji Zakir,  Haji Adi Karang Genteng, Hitman , TGH Fikri,  Rozi Copok , dan lain-lain.

Haji Zakir Turide menambahkan, di beberapa lokasi kampanye blusukan, banyak juga masyarakat yang langsung menyambut dengan nyanyian SALAM dua jari, meski di wilayah tersebut bukan basis Selly-Manan dan belum pernah dikunjungi.

“Inshaa Allah, tinggal selangkah lagi SALAM akan memenangkan Pilkada Kota Mataram ini. 9 Desember nanti akan mencatat sejarah ini,” tukas pria humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini.

Me




Ketua TP-PKK NTB Dikunjungi Grand Finalis PR Ambassador 2020

Terpancar aura bahagia Hj. Niken dapat bertemu dengan para Finalis

MATARAM.lombokjournal.com

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mendapat kunjungan Sepuluh Grand Finalis Duta NTB Ambassador 2020  di pendopo Gubernur NTB, Jumat (04/12/20).

Kegiatan pencarian duta ini dalam rangka menyosialisasikan berbagai macam visi dan misi NTB Gemilang beserta program-program unggulannya.

Finalis PR Ambassador ini telah menyisihkan kurang lebih 69 peserta lain. Pertama Tahap Administrasi, Kedua Tahap Audisi Pertama, Ketiga Tahap Audisi Kedua dan Terakhir Grand Final. Hingga saat ini, peserta yang akan melanjutkan final pada enam Desember mendatang bersisa sepuluh (10) orang peserta.

Sebelum menuju babak final, peserta telah menjalani masa karantina selama sepuluh hari. Kegiatan selama karantina diisi dengan kunjungan ke Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, seperti kunjungan ke Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas LHK dan ITDC Mandalika.

Tak hanya ke Perangkat Daerah, para peserta PR Ambassador juga bertemu dengan Wakil Gubernur NTB, Sekda NTB dan terakhir ditutup pada siang hari ini bertemu dengan Isteri Gubernur NTB, Hj. Niken.

Pada pertemuan tersebut, terpancar aura bahagia Hj. Niken dapat bertemu dengan para peserta.

“Alhamdulillah senang sekali bisa bertemu finalis ambassador, saya sebagai isteri Pak Gubernur senang melihat generasi muda di NTB yang keren-keren”, ungkap Hj. Niken.

Hj. Niken menjelaskan tugas-tugasnya sebagai isteri Gubernur.

“Saya diberi tugas sebagai Ketua PKK NTB, Ketua Dekranasda, Ketua Forikan, Ketua ICSB dan tugas lainnya dan hal-hal yang mengenai pemberdayaan perempuan dan keluarga yang menjadi concern saya,” tuturnya.

Menurut Ketua TP. PKK NTB, saat ini hal penting yang sedang dibangun bersama adalah membangun sumber daya manusia. SDM adalah investasi terbaik, juga selaras dengan Gubernur NTB, pendidikan menjadi perhatian yang sangat penting.

Tahun 2026 NTB akan menikmati bonus demografi, generasi saat inilah yang akan menjadi pemain penting. Artinya sekarang saat ini investasi terbaik adalah SDM.

Bagaimana agar SDM di NTB mendapatkan pembinaan, pendidikan dan pengembangan terbaik. Hal ini dimulai dari keluarga, masa balita adalah masa awal investasi yang paling penting.

Penting diperhatikan perkembangan anak sejak dini, dari Paud-Dewasa, semakin banyak memberikan kesempatan untuk anak berkembang, pasti akan menghasilkan generasi yang berkualitas dan PR Ambassador menjadi agennya.

“Keterbatasan adalah jalan bagi kita untuk mencari solusi, semua akan menjadi pioneer di bidang masing-masing dan Insya Allah kalian jadi PR Ambassador ini bisa paham apa yang dilakukan pemprov. Kita sangat punya harapan kepada anda semua untuk pembangunan NTB Gemilang kedepannya,” kata .

Sambil berbincang santai, para peserta saling berdiskusi bersama Hj. Niken dan diselingi dengan sesi foto bersama.

Rr/HmsNTB

 

 

 

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 04 Desember 2020, Bertambah 27 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 66 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Jika kita lengah dan menyepelekan penyebaran virus ini,  akan makin lama keluar dari kondisi yang menyebabkan seluruh aktivitas kehidupan manusia berjalan tidak optimal

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (04/12/20) Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs Lalu Gita Aryadi menjelaskan, telah diperiksa  sebanyak 247 sampel dengan hasil 217 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19, 66 pasien sembuh, dan tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 66 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kum’at (04/12/20) sebanyak 4.853 orang, dengan perincian 4.162 orang sudah sembuh, 258 meninggal dunia, serta 433 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 27 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 66 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4827, an. IGBART, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan CakranegaraTimur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  2. Pasien nomor 4828, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Wora, Kecamatan Wera,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 4829, an. AAP, laki-laki, usia 10 bulan, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4830, an. AM, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Desa Tolotangga, KecamatanMonta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 4831, an. ED, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 4832, an. DWP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  7. Pasien nomor 4833, an. AP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Malayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  8. Pasien nomor 4834, an. A, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  9. Pasien nomor 4835, an. AP, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  10. Pasien nomor 4836, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753 dan 4754. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  11. Pasien nomor 4837, an. T, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  12. Pasien nomor 4838, an. RR, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  13. Pasien nomor 4839, an. KU, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 4840, an. A, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 4841, an. MJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 4842, an. ND, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  17. Pasien nomor 4843, an. SM, perempuan, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  18. Pasien nomor 4844, an. SM, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  19. Pasien nomor 4845, an. AH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 4846, an. YY, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 4847, an. AD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Ijuk, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  22. Pasien nomor 4848, an. Z, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  23. Pasien nomor 4849, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 4850, an. A, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  25. Pasien nomor 4851, an. S, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  26. Pasien nomor 4852, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  27. Pasien nomor 4853, an. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa.

Hari Jum’at terdapat 66 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3403, an. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3882, an. A, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3926,an. IH, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3935, an. MA, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Monta Baru, kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  5. Pasien nomor 3943, an. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3988, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3989, an. A, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4008, an. APL, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4012, an. NND, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4013, an. SN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4017, an. TRM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4099, an. TSK, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4102, an. SN, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4103, an. AO, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4104, an. YR, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4150, an. SN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4177, an. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 4219, an. A, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kaleo, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima;
  19. Pasien nomor 4228, an. I, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  20. Pasien nomor 4246, an. Z, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  21. Pasien nomor 4413, an. A, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 4415, an. RS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  23. Pasien nomor 4416, an. SFK, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Lewi Rato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  24. Pasien nomor 4417, an. APW, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  25. Pasien nomor 4418, an. Y, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  26. Pasien nomor 4474, an. SRN, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur
  27. Pasien nomor 4475, an. M, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 4476, an. AWSN, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  29. Pasien nomor 4498, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima;
  30. Pasien nomor 4521, an. SM, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  31. Pasien nomor 4522, an. SN, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  32. Pasien nomor 4524, an. II, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  33. Pasien nomor 4525, an. RF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  34. Pasien nomor 4527, an. IW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  35. Pasien nomor 4549, an. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  36. Pasien nomor 4550, an. H, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  37. Pasien nomor 4564, an. NF, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  38. Pasien nomor 4565, an. B, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Oi Fo’o, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  39. Pasien nomor 4566, an. I, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  40. Pasien nomor 4567, an. RA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  41. Pasien nomor 4569, an. DA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  42. Pasien nomor 4575 an. ZH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  43. Pasien nomor 4576 an. NRB, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima;
  44. Pasien nomor 4577 an. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima;
  45. Pasien nomor 4631, an. IF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  46. Pasien nomor 4637, an. HES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  47. Pasien nomor 4639, an. I, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  48. Pasien nomor 4641, an. SBM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Senayan, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  49. Pasien nomor 4642, an. HW, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  50. Pasien nomor 4643, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  51. Pasien nomor 4644, an. MK, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  52. Pasien nomor 4645, an. N, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  53. Pasien nomor 4658, an. RM, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  54. Pasien nomor 4668, an. SB, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  55. Pasien nomor 4669, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  56. Pasien nomor 4705, an. R, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  57. Pasien nomor 4706, an. VAS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  58. Pasien nomor 4707, an. UK, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu;
  59. Pasien nomor 4708, an. ND, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  60. Pasien nomor 4709, an. AP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  61. Pasien nomor 4710, an. NM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  62. Pasien nomor 4711, an. SY, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  63. Pasien nomor 4712, an. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  64. Pasien nomor 4713, an. FSA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  65. Pasien nomor 4714, an. SY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  66. Pasien nomor 4715, an. NW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Lalu Gita Aryadi mengajak, agar semua tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan  ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

“Covid-19 masih harus terus kita waspadai. Jika kita lengah dan menyepelekan penyebaran virus ini, maka kita semua akan semakin lama keluar dari kondisi yang menyebabkan seluruh aktivitas kehidupan manusia berjalan tidak optimal,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Pelecehan Seksual Jurnalis, AJI Desak Polisi Menindak Tegas Pelaku

Rasa trauma serta dampak lain dialami korban harus menjadi pertimbangan aparat kepolisian memberi hukuman kepada pelaku

MATARAM.lombokjournal.com

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram melalui ketuanya Sirtupillaili, mengecam tindakan pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan yang bekerja di salah satu media online, di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dilakukan oleh SR.

Sirtupillaili mendesak aparat kepolisian segera menindak tegas pelaku.

Kronologis kejadiannya, korban berinisial D, tanggal 18 November lalu berolahraga di Jalan Nyiuh Bubut, di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung. D yang adalah Pimpinan Redaksi di media online sedang berolahraga lari.

Pukul 17.30 Wita, korban D melihat seorang laki-laki yang adalah pelaku pelecehan seksual melintas menggunakan sepeda motor. Rupanya, pelaku yang kini tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di NTB itu berhenti di tikungan dan berpura-pura memperbaiki headset.

Korban yang sempat mencurigai gerak-gerik pelaku lantas menggenggam erat Gawai pintar miliknya untuk diamankan.

SR lalu menghidupkan sepeda motornya dan semakin mendekati korban dari arah belakang . Saat itu, korban D tidak sempat menoleh ke belakang dan tiba-tiba pelaku langsung meremas bagian dada korban.

Bukannya kabur setelah melakukan pelecahan, pelaku malah ingin kembali mengulangi aksi kejahatannya. Korban yang panik kemudian berteriak sehingga menyebabkan pelaku kabur.

Dalam siaran persnya, Ketua AJI Mataram, Sirtupillaili mengecam tindakan kekerasaan seksual yang dialami D, jurnalis media online di Lombok Utara tersebut. Aparat kepolisian diminta menindak tegas pelaku.

“Kekerasaan seksual terhadap jurnalis tidak bisa kami tolerir,” tegas Sirtu. Jum’at (04/12/20).

Sirtu memandang jurnalis perempuan rawan mengalami pelecehan maupun kekerasaan seksual baik di tempat kerja, di tengah liputan maupun di lingkungan tempat tinggal.

Untuk itu, ia mengingatkan jurnalis perempuan membekali diri agar terhindar dari perbuatan pelecEhan maupun kekerasaan seksual. Minimal saat menjalankan tugas sebagai jurnalis tidak jalan seorang diri.

Terlepas dari itu, pelaku yang telah diamankan oleh Polres Lombok Utara itu harus tetap diproses secara hukum.

“Ini sudah tindakan pidana dan harus diproses secara hukum,” terangnya.

AJI tidak menginginkan kasus kekerasaan seksual terhadap jurnalis perempuan kembali terjadi.

Koordinator Divisi Perempuan dan Kaum Marjinal AJI Mataram, Atina menambahkan, korban memang tidak dalam menjalankan tugas saat pelecehan seksual berlangsung.

Meski demikian, korban dan perempuan manapun tidak layak mendapatkan pelecehan seperti itu.

Selain mengalami pelecehan seksual, korban juga mendapatkan tindakan kekerasaan seksual karena bagian dadanya terasa sakit.

“Lebih dari itu lagi, psikis korban pelecehan seksual sangat rentan,” tambah Atina.

Rasa trauma serta dampak lain dialami korban harus menjadi pertimbangan aparat kepolisian memberi hukuman kepada pelaku.

“Korban sekarang merasa tertekan dan malu,” ungkapnya.

Menurut Atina, korban menghadapi kasus tersebut seorang diri. Terlebih lagi D mengetahui jika pelaku tidak ditahan karena pasal yang dikenakan adalah pasal 281.

Kini, korban merasa khawatir dan tidak nyaman dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

AST




Forum Pimpinan Daerah-Pimpinan Media, Humas KLU Gelar Diskusi ‘Sinergi Membangun Daerah’

Forum diharapkan jadi katalis antara Pimpinan Media dengan Pemerintah Daerah

MATARAM.lombokjournal.com

Tema diskusi ‘Sinergi Membangun Daerah’ dipilih Humas dan Protokol Setda KLU, menandai jalinan kerjasama harmonis Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan beberapa media masa di NTB, dalam Forum Pimpinan Daerah dan Pimpinan Media.

Diskusi dengan moderator Kabag Humas dan Protokol, Mujaddid Muhas itu,  diformat dalam acara silaturahmi,  berlangsung di Hotel Amarvati, Malaka Pemenang Barat, Lombok Utara, Kamis (03/12/20) siang.

H. Agus Talino

Hadir sebagai narasumber Pelaksana Tugas (PLT) Bupati KLU H. Sarifudin, Penjabat Sekretaris Daerah KLU, H. Raden Nurjati dan wartawan senior yang juga pimpinan harian Suara NTB H. Agus Talino.

Dalam pengantarnya, Sarifudin menyampaikan, beberapa hal terkait dengan capaian pembangunan di KLU selama kurun waktu kepemimpinannya. Termasuk menyampaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) di KLU yang ia harapkan pengerjaannya dilanjutkan oleh pemimpin KLU mendatang.

PR tersebut diantaranya angka kemiskinan yang masih tinggi dan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak proporsional dengan beban kerja, sehingga berdampak pada pendayagunaan tenaga kontrak yang justru membebani anggaran daerah.

“ASN 2600, kontrak 3800. Idealnya memiliki ASN di struktural maupun fungsional, idealnya 4000 ASN,” terang Sarifudin.

Raden Nurjati yang berbicara selepas Sarifudin memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program-program yang menjadi program prioritas daerah yang musti mendapat sokongan anggaran, termasuk menurunnya estimasi pendapatan daerah disebabkan dua bencana beruntun yang menimpa KLU, yakni gempa bumi dan pandemi Covid-19.

“Pendapatan daerah kami mengalami banyak penurunan dibandigkan tahun-tahun sebelumya,” kata Nurjati.

Angka kemiskinan NTB

Agus Talino sebagai narasumber yang notabene mewakili perusahaan media lebih menekankan, bagaimana cara seorang pemimpin daerah dalam menjalankan roda organisasi pemerintahannya.

Pemimpin soyogyanya memiliki kemampuan istimewa. Ia menggambarkan bagaimana pada salah satu forum yang pernah dihadirinya di Jakarta, ia mendapat pemaparan bagaimana luar biasanya Gubernur NTB periode sebelumnya, Dr. TGH. Zainul Majdi, MA dalam menurunkan angka kemiskinan di NTB.

“Secara teori, sekedar mengapung, ikan mati juga bisa mengapung. Jadi, pemimpin itu harus ada sesuatu yang luar biasa,” terangnya memberi perumpamaan.

Terkait dengan sinergi membangun daerah sebagai tema, Agus menyampaikan bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa dikerjakan tanpa adanya kerjasama. Begitu pula dengan pembangunan di KLU. Harus selalu terjalin kerjasama yang harmonis antara pemerintah dengan media. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya profesionalisme masing-masing pihak dalam bekerja.

Agus mengingatkan, media yang diajak bekerjasama haruslah yang profesional. Untuk itu, pemerintah tidak boleh disalahkan jika tidak memilih jalin kerjasama dengan media yang tak memenuhi unsur profesionalisme.

“Kalau potensi KLU luar biasa. Tapi masih hanya potensi. Baru bisa berfaedah kalau sudah dikerjakan bersama. Termasuk kerjasama antara Pemda denga masyarakat pers,” paparnya.

Pada sesi diskusi, ada beberapa pimpinan media yang mengajukan saran, pendapat dan komentar. Beberapa di antaranya terkait kemiskinan di KLU yang berbanding terbalik dengan kekayaan alamnya.

Juga muncul pertanyaan bagaimana strategi Pemerintah Daerah menjawab tantangan pariwisata di masa pandemi, termasuk belum optimalnya pengelolaan pariwisata yang belum berbanding lurus dengan kekayaan potensi pariwisatanya. Juga muncul isu dampak pernikahan dini terhadap peningkatan kemiskinan di Lombok Utara.

Salah seorang peserta diskusi, memberikan masukan pentingnya menjadikan potensi kebudayaan sebagai tonggak perekonomian daerah, dengan penerbitan Perda yang mendukung praktek ekonomi berbasis budaya.

“Brem Bayan bisa jadi salah satu sumber pendapatan. Kalau Miras lokal dilarang beredar, kenapa minuman keras luar bebas beredar. Padahal sama-sama haram tetapi yang lokal diinjak-injak,” terang H. Adil dari Lombok Post.

Kegiatan silaturahmi Pimpian Daerah dan Pimpinan Media yang berlangsung di hotel Amarsvati itu  merupakan kegiatan ketiga dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Menurut Mujaddid Muhas, yang dikenal dekat dengan kalangan media, kegiatan forum itu diharapkan jadi katalis antara Pimpinan Media dengan Pemerintah Daerah.

Untuk menunjang hal tersebut, maka peserta yang diundang pun cukup lengkap dengan menghadirkan pimpinan media elektronik, cetak dan media online.

“Forum sudah tiga kali berjalan. Diinisiasi oleh Humas Protokol Setda KLU atas saran dari beberapa pimpinan media,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas.

AST




Komoditi NTB Segera Meluncur ke Pasar Global

Persiapan pelepasan ekspor serentak dilakukan Menteri Perdagangan

MATARAM.lombokjournal.com

Presiden RI Joko Widodo melepas ekspor produk Indonesia secara serentak di beberapa provinsi di seluruh Indonesia secara virtual dari Jakarta,  Jumat (04/12/ 20).

Persiapan pelepasan ekspor serentak yang bertajuk “Pelepasan Ekspor ke Pasar Global” dilakukan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto secara terpusat dari PT Bumi Menara Internusa, Lamongan, Jawa Timur.

Salah satu provinsi yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Provinsi NTB. Dan NTB mengekspor sebanyak 8 kontainer (20 feet) diekspor Kopi Robusta oleh UD. Berkah Alam dengan nilai US.$ 508.000,00  ke negara tujuan Korea Selatan, dan Ekspor Rumput Laut Kering (Sargassum sp) oleh PT. Panorama Laut Indah.

Juga diekspor sebanyak 12  kontainer (20 feet) dengan nilai US.$ 77.840,00 ke negara tujuan Tiongkok, yang dilepas secara simbolis dalam kegiatan Pelepasan Ekspor ke Pasar Global.

Selain itu, melalui transportasi udara, tercatat 2 komoditi yaitu Mutiara Bulat diekspor ke Australia oleh PT. Autore Pearl Culture sebesar 57,54 Kg dengan nilai US.$ 556.093,33. dan vanili kering diekspor ke USA oleh UD. Rempah Organic Lombok sebesar 605 Kg senilai US.$  86.210.

Pelepasan Ekspor dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi NTB, yang dihadiri oleh Stafsus Menteri Perdagangan Bidang Kerjasama dan Perjanjian Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Alexander Yahya Datok dan Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah beserta jajarannya.

Dan pelepasan ekspor secara simbolis itu akan dipimpin oleh Presiden RI secara virtual di 14 kota terpilih.

Wakil Gubernur mengatakan, momen ini adalah momen kebangkitan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19 yang bias menyerap produk-produk lokal.

“Ini sangat luar biasa, di masa pandemi ini justru harus berlipat-lipat lagi untuk meningkatkan ekspor kita,” terang Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi.

Umi Rohmi mengatakan,  ini merupakan suatu langkah konkret oleh Kementerian Perdagangan RI dan Pemerintah Daerah dalam upaya peningkatan ekspor non tambang.

Kegiatan ini sekaligus memotivasi pelaku usaha di daerah untuk tetap meningkatkan ekspor di masa sulit, meningkatkan peran UKM ekspor, menjaga pelanggan setia serta mendorong peningkatan investasi dan menumbuhkan ekonomi nasional di tahun 2021 mendatang.

“Sekarang kita butuh bersama-sama bergotong royong bagaimana supaya ekspor kita maksimal,” ungkapnya.

Ke depan, diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan aktivitas ekspor di daerah NTB, yang diindikasikan oleh peningkatan nilai ekspor yang signifikan dan penambahan variasi jenis komoditas yang diekspor secara langsung dari Provinsi NTB.

Presiden pangkas birokrasi yang menghambat

Sebelumnya, Presiden RI, Ir. Joko Widodo mengatakan, sudah saatnya melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki dan mempermudah sistem administrasi dalam birokrasi yang dirasa cukup panjang.

“Satu persatu persoalan yang menghambat kerja ekspor, kita cermati kita carikan solusinya, regulasi yang rumit, sudah saya sampaikan segera kita sederhanakan, prosedur birokrasi yang menghambat, segera kita pangkas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepada pihak yang memiliki kewenangan perdagangan luar negeri untuk segera mempercepat perjanjian-perjanjian ekonomi dengan negara lain yang memiliki potensi untuk ekspor barang Indonesia.

Ia juga mengingatkan, agar kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial belak. Namun dilanjutkan dengan program-program lainnya yang dapat meningkatkan nilai ekspor produk-produk Indonesia.

“Terakhir saya menginginkan agar kegiatan pelepasan ekspor seperti ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi menjadi momentum yang berkelanjutan, menghasilkan nilai ekspor yang terus meningkat,” tutupnya.

Rr/HmsNTB

 

 




Pemprov NTB Ajukan Raperda Tentang Rencana Pembangunan Industri

Perencanaan pembangunan industri yang komprehensif dan foKus, sehingga  arah pembangunan industri di Provinsi NTB dapat berjalan efektif dan efisien, dan smampu mencapai sasarannya

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menghadiri Rapat Paripurna masa persidangan III tahun 2020, di Ruang Rapat Gedung DPRD NTB, Jumat (04/12/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Rapat Paripurna tersebut dalam rangka penjelasan Badan Pembentukan  Perda terhadap 6 (enam) buah raperda prakarsa DPRD Provinsi NTB, Penjelasan Gubernur NTB terhadap 1(satu) buah raperda prakarsa Gubernur NTB tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTB tahun 2020-2040, serta saran dan pendapat Badan Pembentukan Perda terhadap 1 (satu) buah raperda Prakarsa Gubernur NTB tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTB tahun 2020-2040.

Dalam kesempatan itu, Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, Raperda yang diajukan merupakan tuntutan kebutuhan dinamika pembangunan daerah di Provinsi NTB.

Dan alasan yang mendasari diajukannya raperda tersebut karena industrialisasi berpotensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

Selain itu, untuk menciptakan iklim bisnis yang positif, membangun citra dan identitas daerah, mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan. Serta menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu daerah dan memberikan dampak sosial yang positif.

Umi Rohmi menjelaskan, beberapa poin penting terhadap raperda di antaranya, yakni peran pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor industri ke depan dilakukan secara terencana serta disusun secara sistematis dalam suatu dokumen perencanaan.

Dan dokumen perencanaan tersebut harus menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan industri dan  pengembangan wilayah.

Dengan demikian, Provinsi NTB telah memiliki peta panduan pengembangan industri unggulan Provinsi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI tentang peta panduan (road map) pengembangan industri unggulan Provinsi NTB.

Kemudian panduan tersebut diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan industri provinsi.

“Dalam RTRW Provinsi NTB, arahan pengembangan industri di NTB adalah dibentuknya kawasan agroindustri dan pengembangan industri kecil dan menengah di kawasan yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi NTB,” katanya.

Menurut Umi Rohmi, Provinsi NTB memiliki potensi industri yang cukup besar. Dan dapat dilihat dari perkembangan kegiatan industri dan perdagangan dari tahun ke tahun yang semakin meningkat dan minat investor yang tinggi.

Memperhatikan potensi yang ada, perlu dilakukan perencanaan pembangunan industri yang komprehensif dan foKus. Agar arah pembangunan industri di Provinsi NTB dapat berjalan efektif dan efisien serta mampu mencapai sasarannya.

Selain itu, penyusunan perencanaan pembangunan industri ini juga merupakan amanat UU nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian.

“Maka sudah selayaknya pemerintah Provinsi NTB menyusun kebijakan mengenai pembangunan industri yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan terkini di NTB,” ungkapnya.

Wagub berharap semoga proses pembahasan raperda ini dapat berjalan lancar kedepannya dan berguna bagi pembangunan di NTB.

“Semoga dalam pembahasannya nanti dapat berjalan dengan lancar, sesuai harapan kita bersama untuk secara sungguh-sungguh meningkatkan kualitas pembangunan di daerah kita tercinta di NTB,” tutupnya.

Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Provinsi NTB, H. Makmun mengatakan pembangunan industri mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah dan berkembangnya sektor industri diharapkan dengan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pengurangan kemiskinan.

Selanjutnya H. Makmun menyampaikan bahwa raperda tersebut telah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dan dapat dibahas pada tingkat selanjutnya.

Rr/HmsNTB

 




Gubernur Serahkan 200 Sapi untuk Mendukung Food Estate di Labangka

Dari 40 ekor masing-masing kelompok tersebut, 20 ekor sapi pejantan penggemukan, 18 sapi indukan dan 2 ekor pejantan

SUMBAWA.lombokjournal.com

Sebanyak 200 sapi diserahkan kepada lima kelompok tani di kawasan Labangka, Sumbawa, Jumat (04/12/20).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan sapi itu untuk mendukung program 1000 sapi Labangka Food Estate.

Food Estate merupakan program Pemerintah Pusat. Di Indonesia, hanya lima daerah yang dapat, dari lima daerah tersebut, NTB mendapat dua proyek, pertama di Pujut Kabupaten Lombok Tengah, kedua di Labangka, Sumbawa.

“200 sapi ini merupakan awal yang baik, kedepan, jumlahnya akan terus bertambah,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Kata Bang Zul, ke depan Labangka akan menjadi seperti ‘kabupaten sendiri’. Semua kebutuhan ada di Labangka. Semua tanaman pangan, peralatan pertanian, hingga ternak akan dibantu. Kemudian, tambah Bang Zul, semua ternak hingga jagung akan diolah di Labangka.

“Semua ternak dipotong disini, kulit dan tulangnya diolah disini, itu semua harapan kita semua, agar industri hadir di Labangka,” tambah Bang Zul.

Kepada masyarakat, Bang Zul berpesan, seluruh bantuan tersebut harus dijaga, dirawat. Labangka harus menjadi contoh untuk kecamatan di seluruh Indonesia.

“Jangan sampai bantuan ini menjadikan kita lupa terhadap kewajiban kita semua, meskipun punya banyak sapi, ibadah harus jadi yang utama,” tegas Gubernur

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan, 1000 ekor sapi akan diturunkan di Labangka.

Namun, karena akhir tahun, untuk sementara 200 sapi yang diturunkan. Sisanya akan diberikan pada tahun 2021 mendatang.

“800 ekor akan dikirim tahun 2021 mendatang,” ungkap Ir. Hj. Budi Septiani.

Dari 40 ekor masing-masing kelompok tersebut, lanjutnya, 20 ekor sapi pejantan penggemukan, 18 sapi indukan dan 2 ekor pejantan. Untuk penggemukan akan memanfaatkan limbah-limbah pertanian pada saat panen tiga kali.

Selain itu, Pemprov juga telah menyiapkan bantuan 7,2 Ton Konsentrat untuk setiap kelompok untuk proses penggemukan.

“Selain bantuan sapi, Pemprov telah menyiapkan konsentrat untuk proses penggemukan, serta masing-masing kelompok diberikan mesin pemotong pakan,” tutupnya.

Selain itu, Ketua Kelompok Banyu Urip, Pitraturrahman mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Gubernur NTB. Ia menuturkan, sinergi pemerintah pusat dan Pemprov NTB benar-benar dirasakan pada Food Estate Labangka tersebut.

“Alhamdulillah, kami dari salah satu kelompok penerima bantuan sapi sangat berterimakasih kepada Gubernur dan pemerintah pusat,” ungkap pria berisi 32 tahun tersebut.

Lalu Hamullah, Ketua Kelompok Karya Makmur mengaku bantuan tersebut menambah perekonomian masyarakat. Karena menurutnya, ia tidak pernah bermimpi dapat membeli sapi. Tapi kenyataannya, ia bersama anggota kelompoknya mendapat bantuan sapi dari pemerintah.

“Mimpi untuk beli sapi pun tidak pernah, kami sangat bersyukur dalam bantuan sapi, tentu bantuan ini mampu menopang perekonomian kami,” ungkapnya penuh bahagia.

Distribusi ternak sapi tersebut juga dirangkaikan dengan Bimtek Pakan. Nama-nama kelompok penerima bantuan sapi Labangka Food Estate. 1. Karya Makmur, 2. Sabalong Samalewa, 3. Banyu Urip, 4. Hidayah, 5. Taman Kerti.

Rr/HmsNTB




TP PKK NTB Dukung Partisipasi Aktif Perempuan Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan Daerah

Paradigma terhadap para penyandang disabilitas sudah berganti menjadi subjek dan bagian dari pembangunan bangsa

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan,  setiap penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang beragam.

Keterampilan dan kreativitas yang mereka miliki merupakan potensi yang sangat penting untuk terus dikembangkan.

“Penyandang disabilitas harus diikutsertakan dalam seluruh aspek  pembangunan,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrabnya, saat mengisi Talkshow di TVRI NTB pada Kamis (03/12/20).

Talkshow bertema “Peran Organisasi Perempuan dalam Mendukung Partisipasi Aktif Perempuan Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan” itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, PLAN Indonesia hingga perwakilan dari wirausaha disabilitas.

TP PKK sendiri, lanjut Bunda Niken telah berupaya memberikan pendidikan dalam pengasuhan anak yang berkebutuhan khusus. Bagaimanapun kondisi seorang anak, ia adalah karunia Tuhan yang harus dijaga.

“Kami di PKK Provinsi NTB, tidak menganggap disabilitas sebagai kekurangan. Sebagai warga negara, kita semua memiliki hak yang sama,” tambah Bunda Niken yang juga ketua Dekranasda Provinsi NTB tersebut.

Kini, paradigma terhadap para penyandang disabilitas sudah berganti menjadi subjek dan bagian dari pembangunan bangsa. Terlebih, sejak terbitnya sembilan peraturan turunan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 pada periode 2019-2020, maka Presiden Joko Widodo sangat mengharapkan keterlibatan penyandang disabilitas dan seluruh pihak terkait dalam proses pembangunan di Indonesia.

“Sesama anak bangsa, kita semua harus mampu mewujudkan tercapai-nya masyarakat yang dapat mengakomodasi perbedaan dan menghargai keberagaman,” kata Bunda Niken.

Rr/HmsNTB