Wagub Tegaskan, Keterbukaan Informasi Harus Terus Ditingkatkan

Kerja keras menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Provinsi NTB yang digelar kembali  tahun ini, yang dinisiasi oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB, merupakan penghargaan dan apresiasi kepada Badan Publik.

Anugera bagi Badan Pubik yang dinilai berhasil memberikan pelayanan yang informatif kepada masyarakat iu berlangsung Senin (07/12/20) di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur.

Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, didampingi Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB kepada Badan Publik yang sukses memperoleh nilai tertinggi dalam kualifikasi informatif.

Wagub mengaku bangga melihat partisipasi Badan Publik yang begitu meningkat dari tahun lalu. Hal ini disebutnya semakin mengukuhkan Provinsi NTB sebagai daerah yang terbuka dari sisi informasi.

“Ini menunjukkan kita sungguh-sungguh paham, bahwa seluruh apa yang kita kerjakan, masyarakat harus tahu, masyarakat harus paham. Sehingga, kalau masyarakat tahu dan paham, masyarakat akan ikut berkontribusi untuk mensukseskan program-program kita,” tutur Wagub.

Dikatakan, Provinsi NTB yang beberapa waktu berhasil meraih predikat informatif tingkat di nasional harus menjadi dorongan untuk meningkatkan keterbukaan informasi di masa-masa mendatang.

Untuk itu, Wagub meminta Badan Publik yang masih dalam kualifikasi menuju informatif agar semakin meningkatkan kualifikasinya menjadi informatif.

“Saya sangat berharap, yang menuju informatif, apalagi yang menggawangi program-program unggulan ini harus tahun depan itu wajib informatif,” harap Wagub.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengatakan bahwa kerja keras menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Keterbukaan informasi menjadi suatu modal penting dalam mewujudkan NTB yang gemilang. Dengan kemauan dan tekad yang sungguh-sungguh, Ia yakin hal tersebut dapat terealisasikan.

“Insya Allah, dari hari ke hari, keterbukaan informasi di NTB ini semakin baik,” pungkasnya.

Masukan pada Badan Publik

Sebelumnya, Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB, Ir. Ajeng Roslinda Motimori menjelaskan,  kegiatan kali ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Hal ini juga guna memberikan masukan kepada Badan Publik untuk perbaikan implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) telah berlangsung dari bulan September sampai dengan bulan November lalu.

Badan Publik yang di Monev tahun ini berjumlah 104 Badan Publik, yang terdiri dari 44 Badan Publik OPD Provinsi NTB, 10 Badan Publik Kabupaten/Kota, 20 Badan Publik SMA/SMK Negeri, 11 Badan Publik Desa, 10 Badan Publik Puskesmas dan 4 Badan Publik BUMD.

“Monitoring Keterbukaan Informasi Publik NTB Tahun 2020 dilakukan melalui tahapan pengisian kuesioner, pengisian kuesioner, verifikasi kuesioner melalui data dan website masing-masing Badan Publik,” jelasnya.

Sementara untuk Monev Keterbukaan Informasi NTB tahun ini ditekankan pada empat indikator penilaian. Indikator tersebut antara lain, pengembangan website media online, pengumuman informasi publik, pelayanan informasi publik dan penyediaan informasi publik.

Dalam laporannya Ajeng mengungkapkan, tingkat partisipasi Badan Publik mengikuti monev meningkat dari tahun lalu. Terhitung, dari 104 Badan Publik yang dimonev sebanyak 80,7 persen mengikuti proses Monev.

“Tingkat partisipasi tahun ini adalah yang tertinggi dibandingkan tahun 2019 yang hanya diikuti oleh 59 Badan Publik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Badan Publik untuk OPD, kabupaten/kota dan sekolah meningkat 100 persen. Begitu juga dengan tingkat sengketa yang menurun dibanding tahun lalu. Di tahun 2019, tercatat ada 29 perkara sengketa dan berhasil menurun menjadi 7 sengketa di tahun 2020.

“Komisi Informasi harus bahu-membahu dengan PPID Utama, bagaimana berita keterbukaan informasi juga tergambar oleh penghargaan yang diberikan oleh Komisi Informasi Pusat kepada Provinsi NTB sebagai Badan Publik informatif nasional selama dua tahun berturut-turut,” lanjutnya.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi pada suksesnya kegiatan Keterbukaan Informasi Publik di tahun ini.

“Kami ucapkan selamat, semoga anugerah ini menjadi motivasi bagi bapak ibu untuk terus meningkatkan kualitas implementasi keterbukaan informasi publik di NTB,” tutupnya.

Badan Publik yang berhasil meraih predikat informatif di tahun ini, untuk Badan Publik Kategori OPD adalah Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, yang berhasil menduduki peringkat pertama dengan nilai tertinggi dan mendapatkan kualifikasi informatif.

Biro Humas kemudian disusul sejumlah OPD yang juga berhasil meraih predikat serupa.

Sedangkan untuk Kategori Kabupaten/Kota berhasil diraih oleh Kabupaten Lombok Barat, disusul Kabupaten Lombok Tengah, Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk Kategori Sekolah, SMA Negeri 5 Mataram berhasil meraih nilai tertinggi kemudian disusul oleh SMK Negeri 1 Lembar, SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dan SMK Negeri 1 Taliwang.

Terdapat pula Kategori Puskesmas yang berhasil disabet oleh Puskesmas Cakranegara. Begitu juga dengan Desa Barabali yang berhasil meraih nilai tertinggi untuk Kategori Desa.

Rr/HmsNTB




UMKM Difasiitasi Agar Memiliki Perizinan Tunggal

UMKM penting miliki legalitas, agar memudahkan UMKM  mendapatkan berbagai program bantuan dari pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com

Melalui Dinas Koperasi dan UKM, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), agar dapat meningkatkan kapasitas dan produktifitasnya.

Termasuk agar dapat memiliki berbagai perizinan tunggal UMKM.

Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Perizinan tunggal tersebut antara lain, perizinan berusaha, standar nasional Indonesia dan sertifikat jaminan produk halal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, M.H. menegaskan, Pemerintah siap membantu, dan telah memberikan berbagai akses dan kemudahan bagi UMKM, agar bisa melengkapi kelengkapan legal dan izin usahanya.

“Sebanyak tiga item  yang harus diperhatikan UMKM yaitu izin usaha, sertifikasi halal dan standarisasi, Pemerintah selalu memberikan kemudahan perijinan bagi usaha mikro maupun usaha kecil,” tutur Wirajaya dalam Webinar bertajuk ‘Legalitas UMKM’.

Kegiatan webinar itu disaksikan oleh Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah secara virtual, di Pendopo Gubernur NTB, Senin,(07/12/20).

Wirajaya menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM juga telah menyiapkan fasilitator yang siap mendampingi dan membantu UMKM, saat akan mengakses dalam melakukan pengurusan izin usaha melalui Oline Single Submition.

“Kami siap membantu ketika teman – teman UMKM atau UMK  mengalami kendala dalam mengakses sistem OSS,” jelas Wirajaya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi NTB per 2018 yang dirilis di Website Diskop UKM NTB, saat ini tersebar 648.987 UMKM diseluruh wilayah NTB. Terdiri dari Usaha Mikro 582.647, Usaha Kecil 62.952, Usaha Menengah 2.974 dan Usaha Besar 414.

Ketua Umum Bhayangkari Indonesia Fitri Idham Aziz mengungkapkan bahwa pentingnya setiap UMKM memiliki legalitas, sehingga memberikan kemudahan bagi UMKM agar mendapatkan berbagai program bantuan yang dilaksanakan pemerintah.

“Secara hukum mengurus legalitas banyak manfaatnya, mendapatkan kepastian hukum perihal usaha, mendapatkan pendampingan dari banyak pihak dan kemudahan dalam mengakses permodalam,” tutur Fitri.

Dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Bhayangkari Provinsi NTB ini, turut hadir secara virtual Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat, Ny. Ninda M. Iqbal, Penyuluh Hukum Ahli Muda Indraswati, S.H., M.AK dan Baiq Hartati, S.H, M.H.

IKP@diskominfotik_ntb




Soal Penangkapan Edhy Prabowo, HBK : Pelajaran Berharga Untuk Seluruh Kader

Partai Gerindra sangat menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com

Petinggi Partai Gerindra H. Bambang Kristiono, SE (HBK) angkat bicara terkait penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh petugas KPK, terkait dugaan korupsi eksport Benih Bening Lobster (BBL) beberapa waktu lalu.

HBK sebagai Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra mengatakan, penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh petugas KPK sangatlah disesalkan, sangat disayangkan.

Selanjutnya HBK menghimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra di seluruh Indonesia, untuk tetap tenang, tegar dan tidak terpengaruh dengan peristiwa ini.

Ia menegaskan, hal ini bisa terjadi kepada siapa saja, terutama kepada para pejabat publik yang khianat, yang tidak mampu memegang amanah pimpinan dan rakyatnya.

“Peristiwa seperti ini menurut hemat saya bisa terjadi kepada siapa saja, utamanya kepada mereka yang tidak amanah dalam menjaga kepercayaan pimpinan juga rakyatnya, terlebih dalam kehidupan masyarakat yang sudah berbalut materialisme seperti sekarang ini,” ujar HBK, Minggu (06/12/20)

HBK menegaskan, Partai Gerindra sangat menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kita juga percaya bahwa KPK akan bertindak benar, adil dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas serta kewenangannya dalam melakukan penindakan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bagaimanapun, kita semua sebagai rakyat Indonesia masih sangat berharap kepada KPK untuk tetap eksis dalam penegakan hukum dan keadilan ditengah-tengah kehidupan rakyat kita,”  paparnya

HBK mengatakan, peristiwa ini sebaiknya dijadikan pelajaran yang sangat berharga, bahwa para pejabat publik itu sebaiknya harus selalu bermawas diri, waspada dan amanah dalam menjaga kepercayaan pimpinan serta rakyat kita dengan sebaik-baiknya.

Sebab jika tidak, mereka akan sangat rentan terjerumus kepada perilaku tindak pidana korupsi.

“Memang berat untuk menjadi seorang pemimpin di era seperti sekarang ini, dimana godaannya sangat menyilaukan mata, pikiran, juga hati kita,”  imbuh HBK.

Tertangkapnya Edhy Prabowo oleh KPK, menurut HBK sangat pahit dirasakan oleh seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra. Terlebih Partai Gerindra sedang mengalami trend kenaikan elektabilitas dan kepercayaan publik yang semakin meningkat.

“Beberapa saat sebelum peristiwa penangkapan sdr. Edhy Prabowo, Partai Gerindra telah dinilai publik sebagai Partai yang paling bersih dari tindak pidana korupsi. Kita sebagai kader dan pengurus Partai Gerindra harus mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa ini, bahwa kepercayaan pimpinan, kepercayaan rakyat, bukanlah warisan dari nenek moyang yang bisa kita pergunakan dan kita manfaatkan dengan sesuka hati,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Selanjutnya, anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini meminta dan mengimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra NTB untuk tetap bersemangat, bekerja keras, dan terus berjuang bersama rakyat.

“Hendaknya kita tetap bersemangat, dan fokus mensukseskan agenda2 besar Partai kita yg salah satunya adalah memenangkan semua Pilkada di NTB pada tahun 2020 ini,” ujarnya.

Menurut HBK, peristiwa penangkapan terhadap Edhy Prabowo mengindikasikan bahwa perjuangan Partai Gerindra ke depan akan semakin berat dan semakin sulit.

“Tapi kita tidak boleh berkecil hati karena tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh sdr. Edhy Prabowo sejatinya adalah perilaku perorangan, perilaku individu, yang menjadi urusan dan tanggung-jawab pribadinya sendiri, tidak ada kaitannya dengan kita (Partai Gerindra),” tegasnya.

HBK menegaskan, Partai Gerindra sangat anti terhadap praktik tindak pidana korupsi.

Bagi Partai Gerindra, perilaku korupsi adalah penghianatan terhadap nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Manifesto Perjuangan Partai, dan peristiwa penangkapan terhadap sdr. Edhy Prabowo tidak patut dijadikan contoh karena telah mengajarkan hal-hal buruk kepada seluruh kader.

“Selama kita menjadi bagian dari perjuangan Partai ini, tidak pernah sekali pun, Partai ataupun pimpinan tertinggi Partai mengajarkan kita untuk berperilaku korupsi, menghianati cita-cita luhur perjuangan Partai sehingga mencederai hati segenap rakyat yang kita wakili,” jelas HBK.

Menurutnya, yang selalu menjadi instruksi dan arahan Partai juga pimpinan tertinggi Partai sampai saat ini adalah, bagaimana segenap kader Gerindra itu harus sanggup bekerja keras, konsisten menjaga dan mempertahankan kehormatan serta komitmen perjuangan Partai.

Serta menjadi contoh dan tauladan dalam dharma bakti dan pengabdiannya kepada seluruh elemen masyarakat yang diwakili.

“Partai maupun pimpinan tertinggi Partai selalu mengajarkan kepada kita untuk sanggup menjadi pejuang-pejuang Partai yang selalu rela berkorban dan bekerja keras untuk kemaslahatan, keadilan, dan kemakmuran rakyat, bukan mencuri apalagi merampok uang rakyat. Tapi biarlah, siapa yang menabur angin, Ia jualah yang akan menuai badai,” kata HBK.

Ia juga meminta kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra NTB untuk segera close case atau tutup buku dalam menanggapi peristiwa penangkapan Edhy Prabowo oleh petugas KPK.

Selanjutnya memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya di depan hukum.

“Kita memahami bahwa dampak lanjutan dari peristiwa ini akan sangat menyulitkan perjuangan Partai kita ke depan, persepsi publik kepada kita telah berubah akibat peristiwa ini. Jadi wajar, apabila para pimpinan Partai kemudian menjadi marah dan merasa dikhianati,” tegas HBK.

“Tetapi kita juga harus tetap yakin dan percaya, bahwa tidak semua kader dan pengurus Partai Gerindra itu brengsek, karena masih lebih banyak kader dan pengurus Partai Gerindra yang baik-baik di dalamnya,” kata HBK.

Me




Wagub Sampaikan Kuliah Umum untuk Alumni Teknik Kimia ITS

Umi Rohmi mengatakan politik membutuhkan sosok yang memiliki idealisme yang baik, memiliki kemampuan berpikir yang baik dan butuh sosok yang mencintai rakyat, daerah dan negaranya

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi keynote speaker pada kuliah umum online yang diselenggarakan oleh Alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Minggu (06/12/20).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Chemical Engineer is A Leader by Nature”.

Wagub NTB adalah salah satu alumni terbaik ITS angkatan 27 yang mengawali karirnya di bidang pertambangan pada salah satu perusahaan tambang kelas dunia.

Wagub pada kesempatan tersebut mengatakan, sejak kecil selalu ditanamkan oleh kedua orang tuanya, untuk selalu bersyukur dalam menjalani segala sesuatu dan melihat dari sisi positifnya.

“Jadi jangan menghargai segala sesuatu dari menterengnya atau dari titlenya. Tapi dilihat dari manfaatnya,” jelasnya.

Hampir 10 tahun terjun di dunia tambang membuat Wagub nyaman dan menikmati pekerjaan tersebut.

Namun, ketika sang adik Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal TGB terpilih sebagai Gubernur NTB tahun 2008, membuatnya berputar haluan untuk meninggalkan pekerjaan profesionalnya dan bertanggung jawab untuk melanjutkan yayasan pendidikan yang dimiliki oleh sang keluarga.

“Sehingga saya diberikan nasihat dan pemahaman oleh keluarga, sekarang sudah saatnya saya untuk berbuat untuk masyarakat,” ceritanya.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut mengaku setelah menjadi Wakil Gubernur dan masuk ke dalam dunia pemerintahan, Ia merasakan peran besar dalam menentukan arah kebijakan dan menentukan nahkoda NTB.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT karena diletakkan pada posisi ini bukan karena posisinya, tetapi karena apa yang bisa saya kontribusikan untuk daerah yang saya cintai ini khusunya untuk Indonesia,” tuturnya.

Di akhir, Umi Rohmi mengatakan politik membutuhkan sosok yang memiliki idealisme yang baik, memiliki kemampuan berpikir yang baik dan butuh sosok yang mencintai rakyat, daerah dan negaranya. Selain itu, yang terpenting adalah sosok yang ingin bekerja sama dengan banyak pihak.

“Tidak hanya sekedar menyuruh tetapi juga mau berpikir, waktu demi waktu dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Kerja keras untuk bisa membawa daerahnya menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.

Rr/HmsNTB

 

 

 




Pemuda Lombok Tengah Tolak Ceramah Provokatif Rizieq Shihab

Ceramah-ceramah HRS yang provokatif sangat berpotensi memunculkan perpecahan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia

PRAYA,lombokjournal.com

Puluhan pemuda di Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah, menolak ceramah-ceramah provokatif yang kerap dilontarkan Habib Rizieq Shibab (HRS).

Hal demikian disampaikan Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah saat menggelar deklarasi menolak ceramah HRS yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami menentang segala bentuk ceramah HRS yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,  dan berpotensi memunculkan perpecahan di tengah masyarakat,” jelas Koordinator Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah, Saiful Darmawan, Minggu (6/12).

Di samping itu, pihaknya mendukung penuh upaya TNI-Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara. Aparat tidak perlu ragu dalam menindak segala bentuk ujaran kebencian di depan publik.

“Karena masyarakat bersama kalian dalam menghadapi para pemecah belah bangsa,” jelasnya.

Selain itu pihaknya berpandangan, ceramah-ceramah HRS yang provokatif sangat berpotensi memunculkan perpecahan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Termasuk menuntut agar pihak-pihak yang melanggar protokol Covid 19 pada momen kepulangan HRS agar diusut dan mendapat hukuman sesuai peraturan berlaku.

“Mendukung penuh upaya Satgas Penanganan Covid Pusat dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” demikian kata Saiful Dermawan menambahkan.

Aya (*)

 

 




Tingkat Kepuasan Peserta JKN-KIS Meningkat dari Tahun ke Tahun, Itu Hasil Survei

Kepuasan peserta pun sejalan dengan kebijakan penyesuaian iuran Program JKN-KIS yang diiringi dengan berbagai upaya peningkatan pelayanan

MATARAM.lombokjournal.com

Angka kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun2016 angka kepuasan peserta JKN sebesar 81 persen, kemudian naik  86,1 persen pada 2017. Angka ini naik lagi menjadi 86,2 persen pada 2018, kemudian tahu 2019 hasilnya 89,7 persen.

Penjelasan itu disampaikan Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan Arief Syaefuddin melalui keterangan persya yang diterima media, Jumat (4/12/20).

“Indeks kepuasan peserta ini mengacu pada top two boxes, di mana hasil survei diambil dari jumlah peserta yang menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelayanan BPJS Kesehatan,” ujar Arief.

BPJS Kesehatan melakukan survei kepuasan peserta JKN-KIS, yang dilakukan dilakukan pihak ketiga pada 2019 dan dirilis tahun 2020. Jumlah responden yang dilibatkan dalam survei tersebut sebanyak 5.094 responden yang tersebar di 13 Kedeputian wilayah BPJS Kesehatan.

Hasil dari Survei ini, indeks kepuasan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengalami peningkatan dari 86,9 persen pada 2018 menjadi 93,2 persen pada 2019. Di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) meningkat dari 86,8 persen tahun 2018 menjadi 90,4 persen pada 2019.

Arief menyebut, baik dari aspek rawat jalan maupun rawat inap, kepuasan peserta di rumah sakit mengalami peningkatan yang signifikan.

Artinya, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan membuktikan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan layanan kepada peserta JKN-KIS.

BPJS Kesehatan juga melakukan survei oleh tim internal, melibatkan Kantor Cabang dan petugas BPJS SATU! di rumah sakit untuk mengetahui customer feedback terhadap pelayanan rumah sakit,” imbuhnya.

Hal itu dilakukan untuk memetakan dimensi apa saja yang sudah baik dan perlu dipertahankan, serta apa saja yang perlu ditingkatkan. Survei ini dilakukan di semua rumah sakit di Indonesia.

Arief menyebut, meningkatnya kepuasan pesertapun sejalan dengan kebijakan penyesuaian iuran Program JKN-KIS yang diiringi dengan berbagai upaya peningkatan pelayanan.

Peningkatan layanan selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan. Kini, alih-alih mendatangi Kantor Cabang, peserta JKN-KIS lebih memilih menggunakan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (Vika), hingga Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).

“Kunjungan ke kantor cabang berkurang dengan adanya layanan digital. Animo masyarakat terhadap layanan digital BPJS Kesehatan luar biasa,” sebutnya.

Diterangkan, angka tersebut mengalami peningkatan dengan pesat karena aksesnya lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan di mana saja.

“Ke depan, pascapandemi Covid-19, layanan digital ini akan tetap berjalan dan dikembangkan lagi mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata Arief.

Titik Krusialnya di Faskes

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, titik krusial pelayanan BPJS Kesehatan berada di fasilitas kesehatan (Faskes).

Karena itu, dibutuhkan dukungan dari faskes mitra BPJS Kesehatan untuk memberikan layanan terbaiknya.

“Dalam hal ini, saya ingin menyorot pelayanan publik dan hak-hak konsumen, mulai dari product knowledge yang perlu ditingkatkan agar masyarakat sebagai peserta JKN-KIS paham fungsi dan manfaat program tersebut,” jelasnya.

Setelah itu, baru dilakukan peningkatan infrastruktur, sumber daya manusia seperti ketersediaan dan ketersebaran dokter spesialis, serta implementasi proses bisnis yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

 Inang JS/Kps.com

 




Gerai Angkasa Fair 2020, Gairahkan Semangat Pelaku UMKM

Diharapkan pelaku usaha hingga pengrajin NTB ke depan dapat turut ambil bagian pada berbagai event internasional yang akan hadir di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Gerai Angkasa Fair 2020 dengan tajuk “Angkat Karya Anak Bangsa, Bangkitkan UMKM NTB” dibuka Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Sabtu 05/12/20).

Kegiatan ini merupakan inisiasi PT Angkasa Pura I sebagai Upaya pemulihan ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Berjejer rapi, sebanyak 40 Stand UMKM binaan PT Angkasa Pura menyemarakkan kegiatan ini. Tak hanya itu, kegiatan ini turut pula dimeriahkan dengan fashion show, talkshow dan acara menarik lainnya.

Hj. Niken mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi PT Angkasa Pura yang berkat kontribusinya berhasil memberikan semangat baru bagi pelaku usaha hingga pengrajin untuk kembali produktif.

“Alhamdulillah pada siang hari ini kita sudah membuka kegiatan Gerai Angkasa Fair 2020 yang bertujuan untuk menggairahkan kembali semangat para teman-teman UKM di NTB terutama sebagai pemanasan kita menghadapi event yang besar di tahun depan yaitu MotoGP 2021,” ucap Hj Niken.

Dikatakan, ia bersyukur karena Pemerintah Pusat terus memberikan perhatian kepada pelaku usaha dengan mengadakan berbagai pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka selama pandemi ini.

“Kita tetap melaksanakan kegiatan tersebut sampai nanti teman-teman siap untuk menyongsong event tersebut dengan produk-produk yang tentu saja lebih baik dan Insya Allah mudah-mudahan bisa diserap oleh pasar MotoGP 2021,” terang Hj. Niken.

Ia pun berharap seluruh pelaku usaha hingga pengrajin NTB kedepannya dapat turut ambil bagian pada berbagai event internasional yang akan hadir di NTB. Sehingga, pemulihan ekonomi bahkan kesejahteraan dapat diraih oleh masyarakat NTB.

General Manager PT Angkasa Pura I BIZAM Lombok, Nugroho Jati menyadari betul bahwa pandemi Covid-19 telah begitu dirasakan dampaknya oleh seluruh sektor perekonomian hingga aspek-aspek sosial yang ada di dalam masyarakat. Namun, hal ini disebutnya bukan menjadi alasan untuk pasrah begitu saja.

“Meskipun demikian, harus ada upaya dari Pemprov dan Pemda hingga UMKM itu sendiri untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dan juga pemulihan perekonomian,” ujar Nugroho.

Kegiatan yang berhasil dilaksanakan pada hari ini juga dikatakannya tak lepas dari suksesnya NTB menangani pandemi Covid-19. “Itulah sebabnya kami mendapat kepercayaan dari Angkasa Pura Pusat untuk menyelenggarakan Gerai Angkasa Fair 2020 ini,” ungkapnya.

Mewakili PT Angkasa Pura, Ia berkomitmen penuh dalam mendukung pemerintah daerah dalam memajukan UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung MotoGP 2021 dan mengekspor kedepannya produk-produk NTB,” harapnya.

Pembukaan Gerai Angkasa Fair 2020 ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB bersama GM PT Angkasa Pura I.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 05 Desember 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 31 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Virus Covid-19 berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin pada protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Sabtu (05/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 194 sampel dengan hasil 179 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, 31 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 31 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (05/12/20) sebanyak 4.867 orang, dengan perincian 4.192 orang sudah sembuh, 259 meninggal dunia, serta 416 orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 14 ORANG POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 31 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4854, an. FBH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  2. Pasien nomor 4855, an. SY, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  3. Pasien nomor 4856, an. M, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jati Baru;
  4. Pasien nomor 4857, an. RU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  5. Pasien nomor 4858, an. AAW, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4753. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  6. Pasien nomor 4859, an. LP, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  7. Pasien nomor 4860, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  8. Pasien nomor 4861, an. TV, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  9. Pasien nomor 4862, an. J, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4478. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  10. Pasien nomor 4863, an. LHA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  11. Pasien nomor 4864, an. FS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  12. Pasien nomor 4865, an. IMS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  13. Pasien nomor 4866, an. DMMZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  14. Pasien nomor 4867, an. MR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram.

Hari ini terdapat 31 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3618, an. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3847, an. IAM, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3849, an. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3850, an. RA, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3928, an. BRA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Tiwu Galih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 3951, an. R, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4087, an. AS, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4089, an. SA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4244, an. R, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Teruai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 4301, an. MG, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 4385, an. MIB, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 4448, an. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 4449, an. MFSZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 4493, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  15. Pasien nomor 4494, an. PS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  16. Pasien nomor 4495, an. SN, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 4496, an. SW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  18. Pasien nomor 4497, an. KK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  19. Pasien nomor 4555, an. LEP, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 4605, an. SAP, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4607, an. ADK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4608, an. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 4634, an. AM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4652, an. AJ, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa
  25. Pasien nomor 4653, an. JOM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  26. Pasien nomor 4663, an. HP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  27. Pasien nomor 4664, an. SLAP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  28. Pasien nomor 4665, an. SA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  29. Pasien nomor 4666, an. HM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  30. Pasien nomor 4693, an. KA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  31. Pasien nomor 4722, an. YF, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Dipermaklumkan bahwa pasien nomor 3969, an. M, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram yang diumumkan sembuh pada tanggal 2 Desember 2020, bahwa sebenarnya pasien tersebut meninggal dunia.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3969, an. M, lakilaki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak pernah menganggap remeh bahaya Covid-19. Virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin pada protokol kesehatan.

“Langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurutnya, tiap orang wajib menjaga dirinya dan orang-orang di sekitarnya dengan menerapkan 3M dan 1T. Yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Gubernur NTB Raih Penghargaan, Dinilai Sukses Membina Perpustakaan

  Pemprov NTB bersama kabupeten/kota berupaya meningkatkan literasi dan kegemaran membaca

MATARAM.lombokjournal.com –

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI,  karena Gubernur dinilai telah memberikan dedikasi dalam membina dan mengembangkan Perpustakaan dan kegemaran membaca di Provinsi NTB.

Pernghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando tersebut, merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan Perpusnas terhadap Gubernur NTB.

Selama ini Gubernur memberikan andil dalam pengembangan perpustakaan di daerah. Selain itu,  Pemprov NTB bersama kabupeten/kota berupaya meningkatkan literasi dan kegemaran membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip NTB Dr. Manggaukang Raba mengatakan, ada 10 kriteria penilaian Perpustakaan Nasional sehingga muncul penghargaan untuk Gubernur NTB.

Salah satu kriteria yaitu sudah semakin gencarnya perkembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di NTB. Ada empat kabupaten di daerah ini yang sudah mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi yaitu Kabupaten, Bima, Kabupeten Lombok Utara, KSB, dan Kabupeten Lombok Tengah.

“Ada juga indikator berupa prestasi yang diperoleh NTB dalam dua tahun terakhir. NTB tahun 2019 lalu juara 1 dan tahun ini dapat juara 3 Lomba Perpustakaan. Kita selalu dapat prestasi setiap tahun, sehingga itu yang dinilai,” kata Manggaukang Raba, Sabtu (05/12/20).

Ia mengatakan, selain kriteria tersebut, kriteria penyebarluasan informasi kegiatan Perpustakaan Daerah melalui media massa dan media sosial secara aktif dilakukan. Anggaran untuk Perpustakaan di NTB baik di Pemprov maupun di kabupeten/kota melalui APBD masing-masing daerah selalu terjadi peningkatan.

“Kriteria lainnya yaitu jumlah pustakawan yang merata di seluruh kabupaten/kota di NTB. Karena banyak daerah di luar NTB yang tak memiliki pustakawan yang merata,” ujarnya.

Kriteria lainnya yaitu adanya inovasi yang dibuat oleh sejumlah daerah di NTB telah memberikan dampak yang positif bagi masyakarat dalam hal peningkatan literasi.

Rr/HmsNTB




Lembaga Amil Zakat Berperan Penting Menekan Angka Kemiskinan

LAZ Dasi NTB diminta meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya

 LOBAR.lombokjournal.com –

Lembaga Amil Zakat (LAZ), terlebih LAZ Dasi NTB berperan penting dalam menekan angka kemiskinan di NTB. Sebab LAZ memiliki pemahaman dan kesadaran lebih terhadap kebutuhan masyarakat.

Karena untuk mengatasi dan menentukan masalah yang utama yang dihadapi masyarakat, harus betul-betul menyatu dengan masyarakat.

“Memahami suasana batin dan denyut nadinya, sehingga apa yang disampaikan menjadi betul-betul kebutuhan dan keinginan masyarakat,” ujar Gubenur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Kerja 2020, LAZ Dasi NTB, di Montana Premier Senggigi, Sabtu (05/12/20).

Menurut Gubenur, memberi bukan hanya untuk mendapatkan pahala atau mensejahterakan orang lain semata, tapi dengan memberi kita juga mendapat sebuah kebagian dan kepuasan tertentu dalam diri seseorang.

“Orang sekarang, untuk mengatasi setres, menghampiri ketenangan, mencicipi kebahagian itu dianjurkan untuk lebih banyak memberi,” ucapnya.

Dengan memperbanyak memberi, menghadirkan senyuman pada orang lain, maka tingkat kebahagian seseorang akan lebih tinggi pula.

“Ini juga harus ditangkap oleh teman-teman Dasi, semua donatur itu hanya didoain dapat pahala saja, donatur ditepukin tangan saja, it’s not enough, musti ada hubungan psikologis, sehingga orang yang mendonasikan kekayaan hartanya kepada Dasi, dia juga merasakan kepuasan batin,” ujarnya.

Tugas yayasan, tugas Direktur dan para staf lanjut Gubernur, supaya meningkatkan perasaan ini, sehingga bukan hanya menjadi kewajiban, bukan hanya karena ditakut-takuti neraka, tapi seseorang itu menyumbang karena ia butuh.

“Sekarang harus dibalik, digali sedemikian rupa, sehingga mereka dengan memberikan donasi itu bukan karena di SMS, tapi karena dia punya kebutuan menyalurkan hartanya, untuk mensucikan kekayaannya, untuk kepuasan spiritualitasnya sendiri,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur  meminta kepada LAZ Dasi NTB, untuk juga meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya. Yakni dengan memberikan pendidikan atau besiswa, sehingga kedepan kualitas LAZ Dasi NTB semakin meningkat.

“Jadi, Dasi jangan sungkan-sungkan untuk mengirimkan stafnya untuk mengupgrade capacity, sekolah lagi supaya dapat link yang baru, ilmu yang baru, sehingga Dasi itu bisa menjelma menjadi organisasi  yang bukan hanya menolong orang NTB, tapi menolong orang Indonesia dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh dunia,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Direktur LAZ Dasi NTB, Tarsito berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan para donatur, atas bantuan dan dukungannya, sehinga LAZ Dasi NTB dapat menyalurkan bantuan-bantuan tersebut, setiap harinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lebih jauh, Tarsito menjelaskan bahwa pada tahun 2020 ini, penerima manfaat dari LAZ Dasi NTB sebanyak 440.167 orang. Selain itu, LAZ Dasi NTB memiliki lima program yakni, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah. “Lima program inilah yang akan kami terus kembangkan,” imbuhnya.

Yanti, Salah seorang pelaku usaha Oleh-oleh telur asin, merupakan salah satu penerima manfaat  dari LAZ Dasi NTB. Yanti menuturkan bahwa lembaga tersebut, telah banyak memberikan manfaat, terlebih pada usaha miliknya.

“Banyak manfaat yang saya dapatkan dari pelatihan LAS Dasi NTB, terimakasih saya ucapkan kepada LAZ Dasi NTB dan para donatur,” ujarnya.

Rr/HmsNTB