Pelabuhan Teluk Nara Dibuka Kembali, Diresmikan Bupati Najmul Akhyar

Dibukanya  kembali Dermaga Teluk Nara, setelah sekitar 10 bulan ditutup

PEMENANG.lombokjournal.com

Menyongsong era kenormalan baru dan percepatan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU), Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pengoperasianal kembali pelabuhan Teluk Nara di dermaga pelabuhan setempat, Selasa (08/12/20).

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar merasa bersyukur dapat melakukan satu langkah yang memiliki makna bagi besar untuk perputaran perekonomian dentan pengoperasian kembali Perlabuhan Teluk Nara.

“Menjadi salah satu entri poin kita menuju tiga gili, untuk itu maka dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan acara ini,” imbuhnya.

Dijelaskan bupati, pengoperasian kembali dermaga ini dengan tujuan dalam rangka terus mempersiapkan diri menuju era normal baru, sebagai bagian dari perjalanan pandemi Covid-19 yang sedang dialami masyarakat KLU.

“Maka dengan kita operasikan kembali pelabuhan Teluk Nara ini terjawabklah apa yang diinginkan masyarakat kita selama ini”

Dikatakan, ketika Pemda KLU melakukan langkah-langkah membatasi aktivitas masyarakat dengan tujuan menekan angka Covid-19. Disadari banyak hal-hal yang dilakukan yang mungkin tidak semua menguntungkan masyarakat.

Dari sudut pandang kesehatan, langkah yang diambil Pemda melalui gugus tugas menguntungkan masyarakat, tetapi secara ekonomi memang merugikan. Sebab ada penurunan down great terhadap masyarakat.

Pemda sendiri merasakan betul bagaimana virus Covid ini memaksakan untuk berubah dalam segala hal.

“Pertumbuhan ekonomi melemah, bahkan angka kemiskinan kita sempat meningkat 0,2 persen disaat kita mengalami persoalan yang berat. Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Bahkan kita sangat bersyukur saat ini pertumbuhan ekonomi kita cukup membaik bahkan melebihi sebelum bencana covid. Ini hal-hal yang patut kita syukuri. Perekonomian masyarakat Lombok Utara stabil,” terang bupati.

Hajat membuka kembali pelabuhan merupakan langkah nyata pempersiapan menuju era kenormalan baru.

Di sektor ekonomi, kata bupati, pariwisata menjadi salah satu faktor utama perhatian pemda di samping sektor-sektor yang lain.

Pasalnya, sektor pariwisata menjadi penggerak serta pengungkit sektor ekonomi lainnya. Diyakininya ketika sektor pariwisata bergerak pertanian, UKM, dan peternakan menemukan pasarnya, sehingga pasar pariwisata bisa disebut big market KLU.

“Harapan saya berikutnya nanti kita melakukan pertumbuhan ekonomi yang penting,” terangnya lagi.

Bupati Najmul juga menjelaskan di Bangsal pasar holtikultura sudah siap untuk beroperasi dan tinggal mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk mau menanamkan investasi di pasar hortikultura.

Dengan harapan pasar holtikultura nantinya akan dapat memutus perpanjangan mata rantai ekonomi, sehingga masyarakat di tiga Gili bisa belanja di pasar hortikultura.

“Tiga Gili menjadi perhatian serius kita karena segala yang kita lakukan saat ini sebagai entri poin kita masuk ke tiga Gili,” tutup Sekjen APKASI itu.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Maret Asmara S.Sos menyampaikan mengoperasikan kembali Dermaga Teluk Nara karena kurang lebih sudah 10 bulan ditutup.

Penutupan itu, sambung Maret, sesuai dengan surat Gubernur NTB tanggal 20 Maret 2020 tentang penutupan sementara penyeberangan menuju tiga Gili.

“Selama 10 bulan kita di Kabupaten Lombok Utara menindaklanjuti surat Gubernur dengan membentuk satgas di bawah BPBD dalam rangka bencana darurat Covid-19,” tuturnya.

Selama satgas bertugas, sebutnya, bisa menekan angka penularan covid-19 dengan hasil bisa dihentikan. Dapat dilihat terakhir sudah sampai zero kasus. Akan tetapi ia meminta semua pihak tetap menjalankan protokol Covid-19.

“Penutupan tiga Gili ini sangat berdampak pada masyarakat dan pengusaha. Berdasarkan itu kami memohon supaya demaga ini bisa dibuka kembali” pungkas mantan Kalaksa BPBD KLU ini.

Serangkaian acara berjalan khidmat dan lancar, diakhiri dengan pelepasan fast boat oleh bupati disaksikan hadirin.

Kegiatan itu dihadiri para asisten dan Kepala OPD lingkup Pemda KLU, Kasat Polairud, Iptu MS Artana, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Heru Supriyadi SH, Camat Pemenang Suhadman S.Sos, Kepala Desa Malaka H Akmaludin Ichwan SAp MM dan undangan lainnya.

 

api




Tempat Pengolahan Sampah, BUMDes Sengkol Manfaatkan Lalat Tentara Hitam

NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah pekerjaan  mudah, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini

LOTENG.lombokjournal.com –

Tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) diuncurkan di Dusun Kekale, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (08/12/20).

Saat meluncurkan tempat pengoahan sampah itu, Wagub menyebut, BUMDes Sengkol sebagai pelopor dalam pemanfaatan BSF ini.

BSF adalah jenis lalat yang bisa memberikan banyak manfaat bagi manusia. Khususnya dalam mengurai sampah organik.

Dalam alur kehidupannya, BSF yang awalnya berupa belatung, akan mengonsumsi material yang bersifat organik. Karenanya, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk menekan jumlah limbah organik yang menjadi masalah serius di berbagai daerah di NTB.

BSF sangat lahap dalam mengonsumsi sampah organik. Diperkirakan, 10.000 larva BSF sanggup menghabiskan 1 Kg makanan organik dalam 24 jam.

Jika satu betina BSF dapat menghasilkan 500 telur, maka hanya dibutuhkan 20 ekor betina yang bertelur untuk menghasilkan 10.000 larva untuk mereduksi 1 Kg sampah organik setiap hari.

Kemampuan alamiah dalam BSF inilah yang kini mulai diadaptasi di NTB. Dan hadirnya tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan BSF tersebut sangat diapresiasi oleh Wagub.

Wagub menilai, ini merupakan cerminan tekad besar dalam memaksimalkan pengelolaan sampah.

Menurut Wagub, NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini.

“Alhamdulillah, Sengkol bisa dikatakan sebagai desa pertama yang BUMDesnya mengolah BSF. Ini akan berhasil kalau kita konsisten, maka dari itu jangan sampai tidak serius,” jelas Wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengaku bersyukur, banyak orang yang peduli terhadap lingkungan dan ingin memperjuangkan hal tersebut.

Salah satunya, Desa Sengkol yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan sehingga hal ini mampu terwujud dengan baik.

“Ini adalah awal membuktikan bahwa dari desa bisa menyuarakan satu pesan yang luar biasa kepada dunia bahwa sampah itu bisa dikelola menjadi berkah bukan menjadi musibah,” tutur Umi Rohmi.

Terakhir, Umi Rohmi mengajak untuk membuktikan bahwa pilot project ini bisa berhasil dan mampu untuk menginspirasi tempat-tempat lain di NTB bahkan di Indonesia.

“Insya Allah kalau kita mau bergerak bersama, tidak ada yang tidak bisa. Ini tidak sulit tapi bukan sesuatu yang tidak akan terealisasikan dengan baik selama kita kawal bersama,” katanya.

Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya berharap Pemerintah Provinsi NTB dan semua pihak terkait mampu memberikan dukungan dan bantuan untuk berkarya khususnya pada program BSF agar berjalan dengan lancar.

“Tentunya ini adalah langkah kecil bagi kami untuk bisa membangun dan membantu harapan Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan NTB bebas sampah,” tuturnya.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Asisten II, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD dan Dukcapil Provinsi NTB serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Rr/HmsNTB

 




Kompetisi BPJS Visualthon 2020, Kembangkan Inovasi Digital

MATARAM.lombokjournal.com  –

Generasi milenial yang ahli di bidang teknologi informasi (TI) ditantang untuk menyalurkan ide terbaiknya demi kemajuan teknologi di bidang pelayanan kesehatan

Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pihaknya menyadari pengadopsian teknologi di bidang jaminan pelayanan kesehatan sangat penting.

Muhamad Iqbal Annas Maruf

BPJS Kesehatan bekerja sama dengan KUMPUL menginisiasi ajang bertajuk “BPJS Visualthon 2020” guna menciptakan inovasi digital.

Hal ini tidak terlepas dari adanya perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang serba mobile dan digital.

Kompetisi ini diharapkan memberikan solusi bagi dan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Dengan demikian, meski di tengah pandemi saat ini, harapannya generasi milenial yang ahli di bidang teknologi informasi (TI) dapat berkontribusi untuk menyalurkan ide terbaiknya demi kemajuan teknologi di bidang pelayanan kesehatan,” ungkapnya keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (08/12/20).

Iqbal mengatakan, kompetisi ini dimaksudkan pula untuk menggali kreativitas dan inovasi melalui pengolahan dan visualisasi data.

Tujuannya suapaya dapat menghadirkan solusi yang dihadapi BPJS Kesehatan dalam pengelolaan data terkait pelaksanaan Program JKN-KIS.

Hal tersebut BPJS Kesehatan lakukan sebagai upaya memprioritaskan kepuasan dan kenyamanan para peserta program JKN-KIS dalam mengakses layanan kesehatan.

Program ini ditujukan untuk developer, data scientist, praktisi TI, maupun kalangan umum, baik individu atau tim.

“Jadi bagi Anda warga negara Indonesia yang memiliki minat pada data intelligence, passion pada pengolahan data dengan approach yang kreatif dan inovatif, silakan mengikuti BPJS Visualthon 2020,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Melalui tahapan Hackathon dan Final Demo Day, para peserta akan ditantang untuk membangun dashboard dengan visual data terbaik, kreatif, dengan fitur dan kegunaan yang tepat dan menarik.

Tiga visualisasi data terbaik akan mendapatkan hadiah menarik dari BPJS Kesehatan.

Peserta dapat berpartisipasi dengan maksimal tiga orang atau sendiri, dan mendaftar di BPJS Visualthon 2020. Pendaftaran dibuka mulai Jumat-Senin, 4-14 Desember 2020 melalui laman visualthon2020.bpjs-kesehatan.go.id.

Rr




Terdaftar Sebagai Penerima Bantuan Iuran, Tak Ada Perbedaan Layanan untuk Berobat

 Bedanya hanya terletak pada jumlah tempat tidur saat rawat inap saja

MATARAM.lombokjournal.com

Tak ada perbedaan layanan meski terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Itu berarti, bagi peserta PBI di kelas III tidak mengurangi manfaat dari penggunaan kartu JKN-KIS yang diperoleh saat berobat.

Jadi bagi peserta PBI jangan sampai salah mengerti, semua pelayanan dan manfaat yang didapatkan tetap sama saja alias tidak ada perbedaan layanan dengan segmen peserta lain, bahkan dengan kelas yang lebih tinggi.

Kalau toh ada perbedaan, hanya terletak pada jumlah tempat tidur saat rawat inap saja. Inilah yang dialami oleh Bagus Permana (30) saat mengantarkan istrinya yang melahirkan.

Bagus yang merupakan warga LIngkugan Sayang-sayang, Kecamatan Caranegara adalah seorang Bapak dari satu orang anak dan bekerja sebagai pengemudi/sopir truk di sebuah perusahaan ekspedisi.

Bagaimana pun, dengan pekerjaan sopir yang penghasilannya hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari mengaku sangat bersyukur dalam hal pengobatan saat keluarganya sakit mendapat perhatian oleh pemerintah dengan diberikan kartu JKN-KIS.

Berbekal kartu itu bisa digunakannya untuk berobat jika sakit di kemudian hari. Dan benar saja, ketika istrinya melahirkan dan anaknya sakit, kartu itu sangat membantu berhemat dengan keuangannya yang terbatas.

Secara jujur ia mengaku, sebelum terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS, untuk berobat untuk dirinya sendiri ia harus berhutang untuk membeli obat yang ukuran dirinya cukup mahal.

Tapi sekarang ia merasa lega, pemerintah dengan program JKN-KIS sangat membantu pengobatan orang seperti dirinya, yang sebelumnya merasa betapa mahanya biaya yang dikeluarkan saat sakit.

“Coba saja, wakttu istri saya melahirkan di rumah sakit umum Provinsi. Bagaimana saya harus mencari uang, karena dokter mengharuskan istri saya menjalani operasi cesar. Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur, yang semula saya sempat khawatir harus menyediakan biaya yang mahal, ternyata semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan,” tutur Bagus di rumahnya di Sayang-sayang, Minggu (06/12/20).

Bagus berkali-kali mengucapkan syukurnya,  dengam menjadi peserta program JKN-KIS tersebut seluruh pengobatan keluargaya, istri dan anaknya, ia tidak harus berhutang kiri-kanan seperti sebelumnya. Semua biaya berobat keluarganya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Bagaimana dengan pelayanan selama di rumah sakit, ia tidak mengalami kesulitan apa-apa, tidak ada bedanya dengan sebelum ia memiliki kartu yang dikeluarkan BPJS Kesehatan itu. Semua lancar dan baik-baik saja. Di rumah sakit para perawatnya sangat membantu, memberitahu apa yang harus dilakukan. Dan ia sangat senang karena ia melihat istrinya merasa nyaman.

Semula Bagus sempat khawatir, sebab menurut informasi dari orang-orang, kalau kita menggunakan kartu BPJS Kesehatan, biasanya dipersulit saat di rumah sakit. Ternyata cerita seperti itu sama sekali tidak benar.

“Tadi siang anak saya baru keluar dari rumah sakit, selama dua hari rawat inap kami dilayani sangat baik di rumah sakit. Dan sekali lagi saya bersyukur, teryata saya tidak menggeluarkan uang sama sekali untuk pengobatan anak saya itu,” cerita Bagus.

RW/Rr




Food Estate di Labangka, Jadi Prioritas Kementan 

Kelompok ternak yang memperoleh bantuan ini adalah mereka yang sudah lama bergelut di bidang peternakan dan kelompok ternak ini sudah terdaftar secara resmi

MATARAM.lombokjoural.com  –

Program Food Estate di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian (Kementan), karena prospek berkembangnya yang bagus.

Salah satu program Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yaitu bantuan 1000 ekor sapi. Namun untuk tahap awal, baru terealisasi 200 ekor sapi sesuai dengan anggaran yang muncul di APBN Perubahan 2020.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan, Kementan sangat mendukung program Food Estate di Labangka ini.

Ia pun mengawal program ini jangan sampai tidak terealisasi. Karena sudah menjelang akhir tahun, sehingga Kementan ingin program ini dipercepat.

Terlebih ada pula program lain di Labangka yaitu pelaksanaan pengolahan pakan ternak untuk mendukung Food Estate.

“Anggarannya muncul di APBNP 2020 di akhir Otober. Kontraknya per tanggal 24 November sehingga kita distribusikan secara bertahap, kita juga akan melaksanakan program 1000 desa sapi yang di Loteng,” kata Hj. Budi Septiani, Selasa (08/12/20).

Ia mengatakan, dirinya langsung menyerahkan bantuan sapi-sapi tersebut ke lima kelompok ternak yang ada di Labangka.

Kelompok ternak yang memperoleh bantuan ini adalah mereka yang sudah lama bergelut di bidang peternakan dan kelompok ternak ini sudah terdaftar secara resmi. Artinya bukan kelompok yang baru terbentuk ketika Food Estate diprogramkan.

“Kami tidak pernah bicara masalah politik, saya sendiri yang turun, sedikitpun kami tidak menyentuh itu. Kita semata-mata ingin merealisasikan program kegiatan kita. Kalau tidak direalisasikan, nanti bisa-bisa di blacklist oleh pusat,” kata Kepala Dinas.

Untuk diketahui, program Labangka Food Estate ini lahir dari ketertarikan Kementan dengan potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki oleh Labangka.

Kepala Dinas sendiri yang melakukan presentasi di Ditjen PKH tahun 2019 lalu sehingga akhirnya Dirjen PKH Kementan mendukung labangka ini menjadi kawasan Food Estate.

Dikaitkan masalah politik

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, program pemerintahan di masa Pilkada memang cukup rentan dikaitkan dengan masalah politik oleh kelompok-kelompok tertentu.

Namun Pemprov NTB tetap berupaya melaksanakan tugas, wewenang dan fungsinya dengan baik secara berkelanjutan tanpa melihat momentum tertentu.

Terlebih jika melihat program Labangka Food Estate, hal tersebut justru merupakan program dari pemerintah pusat yang anggarannya turun di akhir tahun. Pemprov NTB juga bekerja didampingi oleh KPK agar tidak salah dalam mengambil keputusan pada aspek-aspek kebijakan atau hal yang menyangkut teknis.

“Di NTB kita bekerja didampingi KPK agar terhindar dari korupsi. Terima kasih kepada KPK yang selalu bersedia mendampingi kami dalam bekerja,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka mendukung program 1000 sapi Labangka Food Estate Kabupaten Sumbawa, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah telah menyerahkan 200 sapi kepada lima kelompok tani di kawasan Labangka tanggal 4 Desember 2020.

Food Estate sendiri merupakan program pemerintah pusat. Di Indonesia, hanya lima daerah yang memperoleh program tersebut, termasuk NTB. Provinsi NTB sendiri mendapat dua proyek, pertama di Pujut Kabupaten Lombok Tengah, kedua di Labangka, Sumbawa.

“200 sapi ini merupakan awal yang baik, ke depan, jumlahnya akan terus bertambah,” ungkap Gubernur saat menyerahkan sapi-sapi tersebut.

Ke depan, semua kebutuhan ada di Labangka, mulai dari tanaman pangan, peralatan pertanian, hingga ternak akan dibantu. Kemudian, semua ternak hingga jagung akan diolah di Labangka, sehingga industri hadir di Labangka.

Kepada masyarakat, Gubernur berpesan agar seluruh bantuan tersebut harus dijaga dan dirawat. Labangka harus menjadi contoh untuk kecamatan di seluruh Indonesia.

Rr/HmsNTB




Wujudkan Kamtibmas, Aparat TNI Polri Banjir Dukungan Masyarakat

Gerakan Rakyat Bela TNI Kota Mataram juga meminta aparat TNI Polri agar mengusut tuntas pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan Covid 19

MATARAM.lombokjournal.com

Puluhan elemen pemuda yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bela TNI Kota Mataram menggelar deklarasi sebagai bentuk dukungan moral kepada aparat TNI Polri dalam upaya menjaga Kamtibmas di tengah masyarakat.

Koordinator Gerakan Rakyat Bela TNI Kota Mataram Basir Hamdi, dalam paparannya menyampaikan dukungan pada kerja-kerja aparat TNI Polri.

Menurutnya, Kamtibmas di tengah pelaksanaan Pilkada serentak mutlak diwujudkan. Tanpa dukungan masyarakat, rasanya sulit terwujud.

“Gerakan Rakyat Bela TNI Kota Mataram mendukung penuh upaya TNI-Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia,” ujarnya saat deklarasi, Selasa (08/12/2020) di Kota Mataram.

Di samping itu, salah satu poin dalam deklarasi tersebut ialah menolak konten ceramah yang berbau SARA dan provokatif. Konten ceramah yang seperti itu jauh dari nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Menentang segala bentuk ceramah provokatif yang berpotensi mengganggu Kamtibmas dan berpotensi memunculkan perpecahan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Gerakan Rakyat Bela TNI Kota Mataram juga meminta aparat TNI Polri agar mengusut tuntas pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan Covid 19 agar diusut dan mendapat hukuman sesuai peraturan berlaku.

“Gerakan Rakyat Bela TNI Kota Mataram mendukung penuh upaya Satgas Penanganan Covid Pusat dalam penanganan Covid19 di Indonesia,” sambungnya.

AYA (*)




Anak Terlantar Viral di Medsos, Gubernur Beri Perhatian Serius

Rehan sendiri tinggal di kakek dan neneknya dalam pengasuhan yang tidak layak

MATARAM.lombokjournal.com

Seorang yang sehari-hari bekerja mengangkat batu emas, Rayhanun (15) yang biasa dipanggi Rehan, di Kabupeten Sumbawa Barat (KSB), diberikan perhatian khusus lantaran masuk dalam kategori anak terlantar.

Menurut Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) untuk Kabupaten Sumbawa Barat, Zakariah,  memberikan penjelasan terkait dengan kondisi Rayhanun yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak.

Rehan tinggal di RT 012/RW 006 Dusun Jembatan Kembar, Desa Senayan Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat.

Ayah Rehan sudah meninggal dunia dan hanya memiliki ibu. Namun kini ibu Rehan yang bernama Rohan,i sudah menikah lagi dan hidup bersama suaminya. Rehan sendiri tinggal di kakek dan neneknya dalam pengasuhan yang tidak layak.

“Kondisi tempat tempat tinggal Rehan sangat tidak layak huni. Kakek dan neneknya masih berstatus sebagai warga Lombok Timur sebenarnya, dan belum mengurus surat pindah. Kakek dan nenek Rehan sudah tinggal di Sumbawa Barat selama kurang lebih 5 tahun,” tutur Zakariah, Selasa (08/1220).

Rehan merupakan anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK) kategori anak terlantar. Keseharuan Rehan sempat viral di medsos facebook, karena dalam usia yang masih belia bekerja mengangkat batu emas di sekitar  tempat tinggalnya.

Rehan menjadi buruh angkut batu emas karena ia dan neneknya tidak punya uang untuk membeli beras. Anak ini hanya mampu sekolah sampai tigat SD yang diselesaikannya tahun 2019.

“Dia masih mau melanjutkan pendidikan,” cerita Zakaria.

Aksi cepat tanggap pekerja sosial

Tiindakan penelusuran yang dilakukan oleh Sakti Peksos yaitu kunjungan ke tempat tinggal kakek dan nenek Rehan untuk assesment kasus.

Setelah Peksos berkunjung ke tempat tinggal anak dan menanyakan prihal pendidikannya, Rehan siap melanjukan pendidikan di YPA (Yayasan Peduli Anak) Mataram.

“Kami berkunjung juga ke tempat ibu Rehan untuk menjelaskan kelanjutan pendidikannya. Kita melengkapi berkas untuk melanjutkan pendidikan Rehan dan tentunya berkoordinasi dengan pihak Desa,” kata Zakariah.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah mengapresiasi aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi NTB, Dinas Sosial KSB, serta tim yang langsung turun ke desa-desa setelah mendapatkan kabar adanya warga yang sangat butuh perhatian pemerintah.

“Setelah dapat info ada adik kita yang putus sekolah dan hidup di bawah standar hidup yang layak di Poto Tano, tim langsung bergerak. Kalau ada keluhan atau apapun bisa disampaikan ke fb NTB Care. Insya Allah tim akan dengan senang hati untuk menindaklanjuti,” kata Gubernur Zul.

Rr/HmsNTB

 




Sambut Tahun Baru, Destinasi Wisata Diminta Siap dengan Perketat Penerapan Prokes

Pelaku pariwisata di NTB sudah siap menyambut tamu yang akan berlibur ke NTB dengan berbagai penawaran

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meminta pelaku pariwisata mempersiapkan diri di tahun baru 2021 karena diprediksi akan banyak wisatawan yang ingin melewatkan momen tahun baru untuk menikmati keindahan alam NTB.

Hal ini disampaikan Gubernur pada acara Accomodation Expo dan Tenun Festival Lombok Sumbawa 2020 yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall, Senin (7/12/2020) malam.

“Sekarang saya banyak diminta agar NTB menyiapkan diri betul-betul untuk tahun baru, karena dengan Covid-19 ini, banyak sekali orang di berbagai kota besar di Indonesia jenuh dengan Covid-19 dan ingin berlibur menyongsong tahun baru (di NTB),” ungkapnya.

Wisatawan pastinya ingin berlibur dengan aman dan nyaman tanpa dihantui ancaman virus Covid-19. Karena itu, pelaku pariwisata diminta memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes) di setiap destinasi.

“Wisatawan tentunya ingin berlibur di tempat-tempat yang mampu menentramkan sekaligus bisa aman secara kesehatan,” tutur Bang Zul.

Menurut informasi, prioritas utama para wisatawan berlibur di Bali, namun di Pulau Dewata cukup serius dengan pandemi Covid-19. NTB khususya Lombok, menjadi pilihan terbaik. Tentu hal ini menjadi peluang besar untuk pariwisata NTB.

“Mudah-mudahan NTB dapat menyajikan pariwisata secara aman dari kesehatan, ini momentum yang pas yang sangat baik, namun kita harus tetap patuh protokol Kesehatan,” kata Gubernur mnekankan.

Sudah siap

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, Anita Ahmad mengatakan, pelaku pariwisata di NTB sudah siap menyambut tamu yang akan berlibur ke NTB dengan berbagai penawaran.

“Di masa ini, kami memberikan harga-harga yang spesial, kami berharap hotel-hotel kami di NTB ini bisa terisi,” terang Anita.

Acara inimenjadi salah satu usaha untuk membangkitkan kembali pariwisata NTB, tentunya dengan menyajikan berbagai tawaran menarik untuk wisatawan.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati dalam kesempatan tersebut menyampaikan, NTB siap menyapa para wisatawan dengan berbagai kerajinan khas Lombok dan Sumbawa.Khususnya tenun-tenun yang selama ini menjadi primadona wisatawan.

“Kegiatan hari ini tentu saja menjadi bagian dari upaya kita untuk menyiapkan daerah kita untuk menjadi alternatif solusi bagi para turis dari seluruh Indonesia, dan  kekayaan budaya tenun tidak habis-habisnya untuk digali,” terangnya.

Bunda Niken  mengatakan, ada 104 peserta yang mengikuti acara ini, dan 40 persen di antaranya adalah anak-anak muda yang kreatif.I

Menurutnya, anak-anak muda yang menjadi juara dalam acara expo ini akan diberikan hadiah berupa beasiswa untuk sekolah desainer.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pemasaran Kemenparekraf, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, dan beberapa Kepala OPD lingkup Provinsi NTB.

Rr/HmsNTB




Bertambahnya Bale Pakan Ikan,  Usaha Perikanan Diharapkan Jadi Sandaran Masyarakat

Produktivitas usaha perikanan air tawar bisa didorong dengan maksimal

LOBAR.lombokjournal.com

NTB memiliki prospek tinggi untuk mengembangkan industri perikanan, pertanian dan kelautan.

Penting bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat terus meningkatkan potensi yang dimilikinya, sehiNgga ke depan usaha perikanan diharapkan jadi sandaran masyarakat.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakannya saat vmeresmikan Bale Pakan Ikan Mandiri sekaligus membuka pelatihan pembuatan pakan ikan tingkat Provinsi NTB, di Batu Kumbung hari Senin (07/12/20).

“Maka dari itu, bidang perikanan, pertanian dan kelautan ini betul-betul harus bisa kita jadikan sandaran masyarakat NTB di masa yang akan datang,” kata Wagub.

Dijelaskan, produktivitas menjadi kunci utama. Dan produktivitas usaha perikanan air tawar bisa didorong dengan maksimal sambil menyiapkan cara untuk mengolah sebagai proses hilirisasi.

“Sehingga produknya baik, banyak dan mencukupi kebutuhan di NTB bahkan bisa diekspor ke luar,” harapnya.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi itu berharap, peserta pelatihan dapat berperan besar mengajak wirausaha dan masyarakat NTB untuk lebih produktif dan meningkatkan penghasilan di masa pandemi Covid-19.

“Kerja keras dan keseriusan itulah kuncinya. Saya sangat yakin dengan bapak, ibu dan adik-adik di depan saya. Mari kita buktikan bahwa ekonomi kita itu bisa berdaya, karena potensi dan kerja keras kita,” jelas Umi Rohmi penuh semangat.

Umi Rohmi berharap agar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB fokus dan melihat program yang menyentuh masyarakat, serta memiliki produktivitas yang tinggi sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Memberikan income yang baik bagi masyarakat, itulah yang harus diperjuangkan. Selamat berjuang

Bale Pakan Ikan dukung industri perikanan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Yusron Hadi melaporkan, Bale Pakan Ikan Mandiri yang diresmikan saat ini merupakan salah satu dari enam  Bale Pakan Ikan yang terdapat di NTB, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Ke depan, Bale Pakan Ikan itu dihajatan untuk mendukung sentra pengembangan industri perikanan budidaya.

“Selama ini kita memproduksi benih kemudian mengembangkan varitas unggulan daerah, Insya Allah ke depan pada pembudidaya ikan akan dikawal melalui sentra ini untuk mengembangkan produksinya,” jelasnya.

Menurutnya, produksi ikan budidaya menyerap hampir 60 persen biaya pakan. Oleh karena itu jika hal tersebut bisa diatasi, NTB akan meningkatkan produktivitas dan keuntungan pembudidaya juga semakin baik.

Disamping itu juga, pada kesempatan tersebut diberikan bantuan peralatan pengolahan perikanan bagi para pengolah perikanan di NTB.

“Semua ini adalah rangkaian dari upaya kita dalam membangun industrialisasi dari sektor perikanan budidaya,” katanya.

Dalam kesempatan itu Umi Rohmi menyerahkan bantuan peralatan bagi pengolah produk perikanan, seperti sarana pengasapan ikan dan sejumlah peralatan lain kepada kelompok masyarakat.

Rr/HmsNTB




Meninjau Sirkuit Mandalika, Wamen BUMN Bersama Gubernur Pakai Motor Listrik

Sepeda motor listrik tersebut hasil karya anak SMK dan UKM di Provinsi NTB

LOTENG.lombokjournal.com

Sepeda motor listrik tersebut hasil karya anak SMK dan UKM di Provinsi NTB menuai pujian dari Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Ia mengaku senang bisa menaiki motor listrik karya anak muda NTB.

“NTB ini sempurna, punya alam yang indah, keberagaman sangat terjaga, hingga memiliki karya yang sudah mendunia,” ungkap Tiko sapaan akrab Wamen usai meninjau Sirkuit Mandalika bersama Gubernur H Zulkieflimansyah, Senin (07/12/20).

Tiko mengatakan, dalam waktu dekat, kesempurnaan NTB semakin nyata karena event-event bergengsi akan hadir di NTB, salah satunya MotoGP.

Menurutnya, kehadiran event tersebut sangat menguntungkan Indonesia, khususnya Provinsi NTB. Ia berharap, MotoGP mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kan keren jadinya, kalau penonton MotoGP ataupun para pembalap menggunakan Motor Listrik karya NTB untuk pergi berwisata,” sanjung mantan Dirut Bank Mandiri tersebut.

Di hadapan Gubernur dan Dirut ITDC, Tiko optimis, MotoGP akan terlaksana tepat waktu, untuk itu, ia meminta pembangunan terus dilakukan, bukan hanya di sirkuit, tapi di daerah penyangga juga harus tetap diperhatikan.

“Kita harus siapkan Sirkuit Mandalika ini dengan sebaik-baiknya. Di sekeliling sirkuit, penonton bisa langsung melihat bukit, laut, hingga danau, ini menjadi sirkuit paling indah,” tutupnya.

Gubernur Zulkieflimansyah, yang juga ikut mengelilingi Sirkuit Mandalika dengan motor listrik mengaku bangga dengan kreativitas yang telah dibuktikan oleh anak-anak muda NTB.

“Tugas kita menyediakan ruang seluas-luasnya, apapun kreasi masyarakat, kita dukung,” tegas Bang Zul, sapaan akrab Gubernur.

Kepada Wamen Tiko, Gubernur menyampaikan bahwa, sepeda motor listrik tersebut hasil karya anak SMK dan UKM di provinsi NTB, karya tersebut sudah menyasar pasar Internasional.

“Ini karya anak-anak SMK dan UKM lokal kita bang, sudah banyak yang beli hingga ke Luar Negeri,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB