Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning

Kapori dan Pangima TNI serentak meluncur 7.024 Kampung Tangguh Nusantara

LOTIM.lombokjournal.com — Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si serta Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P meluncurkan Kampung Tangguh secara virtual di Desa Wisata Kembang Kuning,  Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (09/07/20).

Kampung Tangguh merupakan program khusus Kapolri dan Panglima TNI dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan dan sosial ekonomi itu. Di NTB, kampung tangguh tersebut bernama Kampung Sehat (Steril,Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri, Tangguh).

Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning itu serentak dengan peluncuran 7.024 Kampung Tangguh Nusantara yang diakukan Kapolri dan Panglima TNI.

Hadir saat peluncuran tersebut Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,SH.,M.Han, Bupati Lombok Timur H.Sukiman Azmi, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Melibatkan masyarakat

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si mengawali peluncuran itu berdialog terkait progres serta dampak adanya Kampung Tangguh Nusantara yang dibentuk di provinsi seuruh Indonesia.

Diharapkan. kampung tangguh yang dilaunching banyak melibatkan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19.

“Harapan kita, seluruh masyarakat hingga ke tingkat RT/RW ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Kita optimis, jika di tingkat RT sudah tangguh. Maka, Indonesia tangguh,” ujar Kapolri.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya mengatakan, panen raya yang digelar hari ini menjadi bukti kesungguhan TNI/Polri mendukung pemerintah dalam rangka ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita semua merasakan dampaknya. Kita semua dituntut untuk terus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Panglima.

Sesuai Instruksi Presiden, pihaknya diminta turut membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan. Pasalnya, stabilitas pangan berkaitan erat dengan kondisi sosial Indonesia.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri serta masyarakat luas atas dukungannya terhadap Kampung Tangguh Nusantara yang di launching hari ini,” tutupnya.

Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH mengatakan, di era pandemi Covid-19 ini ketahanan pangan  menjadi faktor penentu.

Masyarakat harus tetap bisa makan, perekonomian masyarakat pun kita harap terus menggeliat. Tapi, di sisi lain protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh seluruh masyarakat.

“Kita bangga di tempat ini kita sudah siap panen ikan lele, ikan nila dan padi, jumlahnya pun cukup besar. Ini semua kita persembahkan untuk mendukung ketahanan ekonomi yang ada di Lombok Timur, khususnya di desa wisata Kembang Kuning. Kita bersyukur, di tengah pandemi Covid-19 ini , perekonomian di NTB tetap survive,” kata Kapolda.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur Provinsi NTB diberikan Kapolda dan Danrem seperti Pol. M. Iqbal dan Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sangat aktif dan kompak di masa pandemi ini.

“Kita syukuri, di tengah masa sulit ini, kebersamaan antara pemerintah dan jajaran TNI/Polri tetap terjaga. Alhamdulillah, ini anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Mari kita jaga kebersamaan ini hingga masa mendatang,” ujar Wagub.

Menurutnya, berkat kekompakan semua pihak, perekonomian NTB di masa pandemi ini semakin membaik.

Namun demikian, “pekerjaan rumah” berupa edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol Covid-19 harus terus dilakukan.

“Faktor paling sulit adalah mengedukasi masyarakat. Dalam edukasi pun perlu cara-cara dan lompatan-lompatan baru, kampung sehat ini salah satu cara terbaik mengedukasi masyarakat dalam mencegah penularan covid-19,” ujar wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Dikatakan, dengan adanya peluncuran Kampung Tangguh Nusantara dengan mengambil lokasi di NTB menjadi penyemangat baru di tengah pandemi Covid-19.

Sektor pertanian dan peternakan akan terus digeliatkan untuk mendukung daya tahan ekonomi.

“Alhamdulillah pertanian kita di NTB masih bagus, peternakan terus berjalan, aspek-aspek perekonomian pun terus meningkat di masa sulit seperti saat ini. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memudahkan seluruh ikhtiar kita semua,” kata Umi Rohmi.

Desa wisata Kembang Kuning

Di bagian akhir kegiatan, Wakil Gubernur didampingi Kapolda NTB, Danrem, Bupati Lombok Timur memakai topi, sepatu hingga sarung tangan untuk melakukan panen raya padi, panen ikan  dan melihat Industri kreatif UMKM desa wisata Kembang Kuning.

Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu desa wisata andalan Provinsi NTB.

Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini memiliki sejuta keindahan yang memesona. Tak hanya indah, keramahan masyarakat, kekompakan pemuda serta aktivitas masyarakat yang masih tradisional melengkapi keindahan desa tersebut.

Tak heran kemudian di tahun 2019 lalu, desa dengan jumlah penduduk 2.122 jiwa (610 KK) ini berhasil menjadi juara pertama lomba Desa Wisata Tingkat Nasional kategori desa berkembang.

Di tengah pandemi Covid-19 ini pun, desa wisata Kembang Kuning semakin berbenah. Tempat cuci tangan sangat mudah ditemukan. Bahkan, desa ini menjadi kawasan wajib masker.

Prestasi yang membangggakan itulah yang membuat desa wisata Kembang Kuning menjadi lokasi launching Kampung Tangguh Nusantara.

AYA/HmsNTB




Tertinggi Kasus Positif Covid-19, Kota Mataram Jadi Sorotan

Pemerintah Kota Mataram harus lebih aktif memutus matarantai penyebaran virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com – Kota Mataram tertinggi kasus positif Covid-19 dibanding kabupaten/kota lain se Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Provinsi NTB sendiri menyoroti sekaligus memberi perhatian khusus yang tak beranjak sebagai zona merah dalam peta pandemi Covid-19.

I Gde Putu Aryadi, Kepala Dinas Kominfotik NTB mengingatkan masyarakat khususnya warga Kota Mataram agar tidak meremehkan COVID-19.

“Jangan remehkan virus corona. Contoh di Mataram ini kan tertinggi, nyaris semua titik atau zona dalam status merah. Hubungan interaksi sosial harus diwaspadai,” ujarnya, Kamis (09/07/20) di Mataram.

Menurutnya, Pemerintah Kota Mataram harus lebih gesit dan aktif melakukan berbagai upaya pencegahan dalam memutus matarantai penyebaran virus Corona di Ibu Kota Provinsi NTB.

“Pola pengawasan, edukasi, sosialisasi, pembinaan dan peningkatan kewaspadaan ini yang penting dan harus lebih digalakkan,” katanya.

Ia menghimbau masyarakat jangan abai dengan protokol pencegahan/kesehatan COVID-19. Pemkot Mataram diharapnya lebih aktif dalam melakukab sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat.

“Jangan abai, dan jangan pula meremehkan hal ini (corona virus), karena COVID ini cukup berbahaya. Mari tetap menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbau Gde.

Disisi lain, mantan Irbanus Inspektorat NTB itu mengambil sisi baik atau hikmah di balik pandemic virus Corona.

Dia mengatakan, pandemic virus Corona Covid-19 mengajarkan semua pihak kembali memandang pentingnya kesehatan.

“Bisa dikatakan, mungkin saja COVID ini peringatan dari Tuhan dan mengajak kita semua mampu membangkitkan tradisi menjaga kesehatan. Contoh, dulu saja setiap kita mau masuk rumah harus cuci kaki dan tangan baru kemudian kita masuk ke dalam rumah,” kata Gde.

“Jadi hal-hal baik inilah yang perlu dicermati. Pentingnya hidup bersih dan sehat,” imbuh Kadis Kominfotik NTB itu.

Mengingat sejumlah kabupaten/kota di NTB cukup baik dalam menangani penyebaram Covid-19, ia pun memberikan apresiasi atas hal itu.

“Kita juga mengapresiasi beberapa daerah yang sudah mampu menekan penyebaran virus Corona. Untuk itu, mari tetap kita bersama terus bersama menyikapi hal ini dengan kompak,” kata Gde.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 08 Juli 2020, Bertambah 29 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 12 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Masyarakat dihimbau benar-benar menerapkan secara disiplin protokol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional

 MATARAM.lombokjournal.com –  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh  12 orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Rabu (08/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 195 sampel dengan hasil 147 sampel negatif, ampel positif ulangan, dan 29 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 12 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (08/07/20) sebanyak 1.443 orang, dengan perincian 926 orang sudah sembuh, 75 meninggal dunia, serta 442 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 29 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 12 ORANG, DAN 1 (SATU) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebutyaitu :

  1. Pasien nomor 1415, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian barudi Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1416, an. Tn. F, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1417, an. Tn. REP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1418, an. Tn. GMZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1419, an. Ny. NKSBW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1420, an. Tn. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1421, an. Tn. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1422, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
  9. Pasien nomor 1423, an. Tn. K, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1424, an. Tn. MN, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1425, an. Ny. NJ, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik
  12. Pasien nomor 1426, an. Ny. B, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1427, an. Ny. P, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tanak Gadang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1428, an. Ny. R, perempuan, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1429, an. Tn. MM, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geriya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1430, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1431, an. Ny. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1432, an. Ny. SR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1433, an. Ny. LO, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1434, an. An. HAH, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1435, an. Ny. HA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1436, an. Ny. P, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1437, an. Tn. MY, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1438, an. Tn. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1439, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk ber-KTP Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1440, an. Ny. BSD, perempuan, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1441, an. Tn. EAP, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1442, an. Tn. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1442, an. Tn. IPY, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik.

Hari Rabu terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 840, an. Ny. NA, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 932, an. Ny. HS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 935, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Maros, Sulawesi Selatan;
  4. Pasien nomor 963, an. Tn. YS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 1046, an. Tn. IWB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1102, an. Tn. J, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1138, an. Ny. CFR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Surabaya, Jawa Timur;
  8. Pasien nomor 1147, an. Ny. BNR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 1199, an. Ny. SR, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1235, an. Ny. SH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1239, an. Ny. RR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 1240, an. Tn. ZZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1422, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau seluruh masyarakat benar-benar menerapkan secara disiplin protokol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional.

“Dengan cara selalu mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta tidak berlamalama di dalam pasar,” katanya.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmiGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.Layanan

 Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Aset Pemkab Lobar Yang Bermasalah, Disoroti Anggota Dewan NTB Asal Lobar

Jika ada kerjasama yang condong merugikan daerah kerjasama-kerjasama tersebut harus ditinjau ulang bila perlu tidak dilanjutkan

MATARAM.lombokbarat.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Propvinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) II Lobar – Lotara, H. Muhammad Jamhur minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar untuk melakukan pendataan ulang semua aset daerah yang menjadi kewenangan Pemkab Lobar.

Hal tersebut disampaikan Jamhur melihat pesoalan aset di Kabupaten Lobar yang terus-menerus bermasalah.

Dan yang membuatnya jengkel adalah permasalahan tersebut bukan persoalan baru, tapi menjadi persoalan berulang yang tak kunjung menemukan solusi dari tahun ke tahun, bahkan sejak ia masih menjabat anggota DPRD Lobar beberapa periode silam.

“Saya lelah teriak-teriak di Lobar itu. Sampai lelah kita teriak tapi ndak didengarkan,” katanya. Rabu, (08/07/20).

Dijelaskan Jamhur, persoalan aset daerah di Lobar akan selesai jika Pemkab Lobar mengambil sikap tegas.

Ia menilai selama ini ketidaktegasan Pemkab Lobar lah yang memunculkan celah bagi oknum tak bertanggung mempermasalahkan aset yang ada, baik dengan cara diklaim sepihak atau dengan melakukan kerjasama yang condong merugikan daerah.

“Lemah sekali dia (Pemkab Lobar). Jangan ada yang main-main, ndak boleh sama sekali,” katanya.

Menurut Jamhur, selain wajib melakukan pendataan ulang, juga harus meninjau kembali semua kontrak kerjasama daerah kaitannya dengan aset yang melibatkan pihak ke tiga.

Jika ada kerjasama yang condong merugikan daerah kerjasama-kerjasama tersebut harus ditinjau ulang bila perlu tidak dilanjutkan.

Hal itu juga berlaku terhadap aset yang selama ini dikelola diam-diam oleh perorangan dengan tidak menyetor hasil pengelolaan aset pada pemerintah.

“Ini aset negara. Harus digunakan untuk sebanyak-banyaknya kepentingan rakyat. Untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Boleh siapa pun yang kelola tapi melalui prosedur yang benar,” katanya.

Hilangnya Buku Catatan Aset

Hilangnya buku kuning yang di dalamnya berisi semua catatan aset Kabupaten Lobar dan diduga dikuasai oknum mantan pejabat, menurut Jamhur, sangat mengherankan.

Peristiwa yang membuatnya sedih dan malu sebagai warga Lombok Barat. Pasalnya, sistem birokrasi sekelas kabupaten yang hirarkinya lengkap dari hulu ke hilir dalam mengurus sistem pemerintahan, bisa kecolongan dengan membiarkan catatan berharga dikuasai satu orang.

Hal yang disebut Jamhur memperlihatkan tidak seriusnya pemerintah mengelola aset daerah.

“Ini negara pak. Kita bukan urus rumah tangga. Makanya ada yang namanya kearsipan. Kalau dikatakan hilang, masuk akal ndak?” herannya.

Ia n menduga ada yang ‘tidak beres’, sebab ada lembaga yang khusus menangani persoalan aset.

Hal yang membuat Jamhur meragukan kinerja lembaga pengelola aset Pemkab Lobar selama ini.

“Ini urusan negara. Makanya ada yang namanya kearsipan dan sebagainya. Apa tanggung jawab negara. Mereka yang punya Tupoksi itu juga digaji oleh negara” katanya.

Ditambahkan, salah satu tugas yang dibebankan negara pada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Lobar, adalah menjaga harta negara yang salah satunya berupa aset, baik aset yang diam seperti tanah maupun aset lain yang bergerak.

Karenanya Pemkab Lobar ‘jangan main-main’ lagi dalam mengurus aset.

“Harus ada niat yang sungguh-sungguh Pemkab Lobar bagaimana mempertahankan aset ini. Karena kalau aset kita dikelola dengan baik akan menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi maaf ya, ada juga yang tidak terdeteksi,” terangnya.

Untuk diketahui, dari catatan LombokJournal.com yang diperoleh dari berbagai sumber berita, selain hilangnya buku catatan aset, Pemkab Lobar juga dihebohkan emberitaan digugatnya aset berupa lahan Kantor Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar, oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan tersebut.

Menurut Jamhur, ini menambah daftar buruknya kinerja Pemkab Lobar dalam mengelola aset daerah.

Ast




Dekranasda Bantu Sembako Pengrajin Terdampak Covid-19

Disarankan agar pengrajin memanfaatkan waktu selama pandemi Covid yang berlangsung kurang selama hampir empat bulan ini, untuk berkarya di rumah dan meningkatkan kualitas produk kerajinan

LOTIM.ombokjournal.com — Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi NTB, membantu sembako kepada pengrajin yang terdampak Covid-19 di Kantor Sekretariat Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Rabu (08/07/20).

Saat penyerahan bantuan itu, Hj Niken didampingi Pengurus Dekranasda Provinsi dan Pengurus Dekranasda Kabupaten Lombok Timur.

Hj. Niken mensemangati parapengrajin dan pelaku UMKM agar tetap memberikan dedikasi yang terbaik.

Diserukan, agar pengrajin memanfaatkan waktu selama pandemi Covid yang berlangsung kurang selama hampir empat bulan ini, untuk berkarya di rumah dan meningkatkan kualitas produk kerajinan.

“InsyaAllah setelah selesai Covid-19 pasti akan ada kebutuhan untuk kain yang lebih bagus, apalagi yang biasa menggunakan tenun seperti ASN dan kita harus memberikan barang yang kualitasnya bagus,” jelasnya.

Hj. Niken kemudian mengajak pengrajin dan pengurus Dekranasda tetap meningkatkan kualitasnya menjadi lebih baik, lewat pelatihan kepada pengrajin untuk membuat kemasan menarik.

“Barang-barang yang dijual keliatan lebih baik, bisa menjadi peluang untuk Dekranasda Kabupaten Lombok Timur berkerja sama dengan pengrajin kemasan agar sama-sama saling membantu,” tutur Hj. Niken.

Hj. Niken berharap pengrajin yang telah melebarkan sayapnya ke kancah nasional dapat mempertahankan pelanggannya.

Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Nurhidayati, S.ST, M.PH, mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Provinsi NTB yang membantu kepada pengrajin Kabupaten Lombok Timur.

Ia juga memberi semangat kepada pengrajin untuk tetap berkarya dan berinovasi di tengah masa pandemi dimana sangat mempengaruhi perekonomian.

“Terima kasih kepada Dekranasda Provinsi NTB yang telah memberikan semangat kepada para pengrajin dan memberikan motivasi dalam bentuk paket sembako tersebut,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Mencari Pimpinan Birokrasi yang Rendah Hati 

Pimpinan di birokrasi diharapkan dapat memberikan contoh baik kepada bawahannya, selalu humanis dan tidak melupakan silaturahmi antara atasan dan bawahan untuk meningkatkan kekompakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB menerapkan cara baru dalam menyaring pejabat-pejabat dalam birokrasi di NTB ini, antara lain yang jadi pemimpin birokrasi bukan yang ingin dihormati berlebihan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan pemimpin-pemimpin di birokrasi perlu mengadopsi nilai-nilai baru tersebut.

“Ada nilai baru yang ingin kita tanamkan, siapa pun yang ingin jadi pemimpin di era kita ini bukan orang yang ingin dihormati berlebihan, bukan orang yang ingin mendapatkan fee dari proyek yang lebih besar,” tegas Gubernur saat melakukan pembinaan ASN di Kantor Dispora Provinsi NTB, Rabu (08/07/20).

Gubernur Zu menghendaki pimpinan birokrasi yang memiliki kerendahan hati untuk berkorban lebih banyak demi mewujudkan NTB Gemilang.

Hal ini dilakukan untuk menghindari persaingan yang tidak sehat di antara ASN.

Bang Zul ini menuturkan, netralitas ASN juga menjadi perhatian penting, mengingat netralitas tersebut juga berpengaruh terhadap kinerja ASN.

“Orang yang baik dan pintar di NTB ini tidak bisa menemukan posisi yang pas karena ketika Pilkada dia tidak netral. Ini yang menjadi masalah kita, jadi ASN netral itu penting,” terangnya.

Bang Zul mencoba mengubah pola tersebut agar birokrasi dapat berjalan dengan lancar dan tepat agar cita-cita NTB Gemilang dapat terwujud.

Ia menambahkan, pimpinan di birokrasi diharapkan dapat memberikan contoh baik kepada bawahannya, selalu humanis dan tidak melupakan silaturahmi antara atasan dan bawahan untuk meningkatkan kekompakan.

“Alangkah baiknya jika di lingkungan tempat kerja kita jadi nyaman dan menyenangkan, penuh kekeluargaan, sehinggah seperti rumah kedua buat kita semua,” tuturnya.

Bang Zul mengatakan, sudah saatnya pemimpin belajar menjadi manusia. Ia berharap, kedatangannya ini menjadi contoh untuk para pemimpin yang ada di birokrasi dalam mengelola organisasi dengan cara silaturahmi rutin seperti ini.

“Kata orang bijak, manusia bisa terbang karena belajar dari burung, bisa berenang karena belajar dari ikan. Sudah saatnya kita belajar jadi manusia, cukup dengan salam dan senyuman,” pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan saat melanjutkan pembinaan ASN di DP3AP2KB Provinsi NTB

AYA/HmsNTB




Pengembangan Motor Listrik, Gubernur Zul Ajak BPR  Ambil Peluang

BPR NTB harus mengambil peran dalam pengembangan karya-karya besar anak-anak NTB, seperti cold storage tenaga matahari, sepeda listrik dan mobil listrik

MATARAM.lombokjournal.com – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusa Tenggara Barat (NTB) diajak mengambil peluang dalam pembiayaan pengembangan motor listrik di NTB.

Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menerima Tim Konsolidasi Perubahan PD BPR NTB menjadi Bank BPR NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (08/07/20).

Saat itu Gubernur Zul didampingi Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah dan Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTB.

“Bayangkan kalau ini menjadi kendaraan di desa-desa di NTB dan ASN kita di provinsi, peluang pembiayaannya sangat besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak keuntungan yang akan didapatkan dengan pengembangan sepeda listrik ini di NTB.

“Kita tidak beli bensin, lingkungan kita tidak polusi, dan tidak ribut karena tidak bersuara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga meminta Tim Konsolidasi untuk segera merampungkan perubahan PD BPR NTB ke Bank BPR NTB.

Ketua tim konsolidasi Lalu Arwan Wijaya dan anggota diminta segera merampungkan perubahan ini pada Agustus 2020.

“Kalau ada kendala, baik dengan OJK dan lainnya segera konsultasi dengan saya,” pintanya.

Sebelumnya, gubernur menunjukkan kepada tim kehebatan Sepeda Listrik NgebUTS yang merupakan karya anak NTB. Bang Zul juga memberikan kesempatan kepada Ketua Tim dan rombongan untuk menjajal kehebatan sepeda listrik itu.

Selain sepeda listrik, lanjutnya, anak-anak NTB juga sudah bisa menciptakan cold storage tenaga matahari dan mobil listrik.

“Walaupun masih ada kekurangan, namun terus mengalami penyempurnaan, learning by doing,” tuturnya.

Menurutnya BPR NTB harus mengambil peran dalam pengembangan karya-karya besar anak-anak NTB, seperti cold storage tenaga matahari, sepeda listrik dan mobil listrik.

Selain itu BPR NTB juga harus menjadi bagian dalam memajukan UMKM di NTB. Hadirnya BPR NTB ini, maka kedepan tidak boleh ada lagi istilah-istilah bank subuh.

“Layani masyarakat kecil, UMKM kita, bukan hanya untuk orang kaya saja,” tegasnya.

AYA/HmsNTB




Hj Niken; Qasidah Bisa Menguatkan Sosialisasi Penanganan Covid-19

Adanya wabah Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia

LOTIM.lombokjournal.com —  Tantangan bagi Lembaga Seni dan Qasidah Islam (Lasqi) untuk menguatkan nilai-nilai islam dan dakwah Islam dapat tersebar kepada masyarakat.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sebagai Ketua Umum DPW LASQI NTB mengatakan itu, ketika menghadiri pelantikan LASQI Kabupaten Lombok Timur dan  menyerahkan bantuan kepada pelaku seni, di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur, Rabu (08/07/20).

“Tentu saja menjadi tantangan bagi pengurus Lasqi, bagaimana kaum muda bisa melihat seni dan qasidah Islam tersalurkan melalui Lasqi,” ujar

Hj. Niken mengatakan, dengan adanya Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia.

Hal ini mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, salah satunya pada aspek ekonomi. Dengan kondisi seperti saat ini,  tidak mematahkan semangat pekerja seni untuk tetap berkarya dan memberikan semangat kepada masyarakat.

“Para seniman tetap membuat sebuah karya atau lagu qasidah yang memberikan semangat kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan dari pemerintah. Seperti mengikuti protokol kesehatan, memiliki jiwa optimisme dan pesan-pesan dakwah yang lain,” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken meminta agar Lasqi Lombok Timur berperan tidak hanya dalam qasidah tradisional saja, tetapi juga dapat berperan dalam qasidah kolaborasi yang melibatkan seni musik dan seni tari.

Sehingga para seniman musik tradisional khas Lombok Timur bisa dikreasikan dan menjadi sebuah pertunjukan yang unik dan khas bagi Lombok Timur.

“Kita bisa menunjukan kepada para wisatawan yang datang, bahwa inilah wisata halal itu termasuk pertunjukannya, tariannya, lagu-lagu bersifat dakwah dan tentu saja kita semua memiliki kekhasannya,” tutupnya.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi SJ menyampaikan hal senada, Lembaga qasidah harus dibudayakan, mengingat qasidah adalah seni yang bernafaskan Islam.

Para pengurus Lasqi yang baru dilantik diminta melakukan regenerasi, sehingga bukan hanya orang tua namun anak-anak muda Lombok Timur juga dapat berkontribusi dan mengenal seni qasidah.

“Supaya mata memandang senang, telinga mendengar indah. itu yang kita inginkan supaya melatih putra-putri kita yang ada ini supaya ibu-ibu PKK mengintervensi anak-anak kita ini,” harapnya.

Ia menyampaikan agar masyarakat terbiasa hidup dalam pandemi Covid-19 ini, namun harus waspada dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dan makan-makanan yang bergizi.

“Sehingga kita tidak tertular dengar virus corona ini,” jelasnya.

Ketua DPD Lasqi Lombok Timur mengaku bangga dengan anggota Lasqi Lombok Timur, meskipun di usia yang tidak muda lagi bukan menjadi hambatan untuk terus berkreasi dan berperan serta dalam membangun masyarakat.

“Kepada para pengurus, saya mengajak untuk terus bersemangat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan beserta saling menghargai satu sama lain bahwa keberhasilan kita adalah keberhasilan Lombok Timur,” katanya.

AYA/HmsNTB




Penanganan Kasus Covid-19 di Kota Mataram, Wagub Inspeksi ke Pusat Keramaian

Kunci penanganan  wabah Covid-19 ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten

MATARAM.lombokjournal.com — Penanganan kasus Covid-19 di Kota Mataram masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih, setiap hari selalu ada warga Mataram yang positif Covid-19.

Hal itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi NTB. Segala upaya digalakkan, termasuk menyambangi langsung tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Mataram.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambangi pasar tradisional yakni Pasar Cakra dan Pertokan sekitarnya, Rabu  (08/07/20).

Wagub melakukan aksi lanjutan untuk mendorong peningkatan disiplin penerapan protokol Covid-19 di Kota Mataram.

Sebelumnya, Wagub mengunjungi beberapa pasar tradisional Kebon Roek, Pasar Dasan Agung dan Pasar Cemara mensosialisasi penanganan Covid-19.

Dikatakan,  daerah-daerah di Kota Mataram ini tidak dapat disama-ratakan. Kondisinya tergantung bagaimana aparat yang bertugas.

“Jadi tadi keliatan disini saat kita keliling itu bisa dibilang 95% memakai masker,” ujarnya.

Meski demikian, Wagub mendorong agar kontrol terus dilakukan, sehingga disiplin dapat terus berjalan.

“Ini sudah disiplin, tapi tetap disambangi supaya tetap seperti ini, mudah mudahan, kalau semua kita seperti ini, insyaAllah kita bisa sama sama melewati wabah ini,” ungkap Wagub.

Ummi Rohmi terlihat bersemangat meninjau pasar Cakra dan pertokoan sekitarnya, dan menegaskan bahwa kunci dari wabah ini ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten.

Apabila ketiga kunci itu dapat dijalankan, perekonomian di NTB bisa segera pulih.

Wagub meminta Kepala Pasar terus melakukan inspeksi tiap hari, secara persuasif.

“Disampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan untuk siapa siapa, tapi ini untuk mereka, keluarganya dan lingkungannya,” kata Wagub.

Wagub membagikan masker sembari meminta para pedagang dan para pengunjung pasar yang tidak memakai masker agar tetap memakai masker.

Bagi pengunjung atau pedagang yang mengenakan masker, Ummi Rohmi mengingatkan agar terus menjaga kesehatannya sembari mengacungkan jempol.

Camat Cakranegara, Muhammad Erwan mengemukakan, Kelurahan Cakra Timur satu satunya kelurahan yang di Kecamatan Cakranegara telah menjadi zona hijau.

“Memang awal-awal ada kasus 1, tapi secara KTP dia merupakan warga Praya, sehingga untuk yang warga kami yang berada di Kelurahan Cakra Timur sementara tidak ada kasus,” ungkapnya.

Sejak awal, pihaknya sudah memberlakukan warga pendatang wajib lapor dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, sehingga lansia dan balita diimbau untuk diam di rumah.

Untuk pengamanan pasar, pihaknya trus melakukan koordinasi dengan Kepala Pasar.

“Saya bersama pak Kapolsek, Danramil sejak awal sudah memberikan imbauan kepada pasar bahwa masuk pasar wajib pakai masker, jika ditemukan maka tidak boleh masuk,” ungkapnya.

Pihaknya juga sejak awal telah membuat imbauan untuk mengatur pusat perkantoran, pusat pertokoan, mengajak juru parkir dan pedagang kaki lima untuk bekerja sama dalam penerapan protokol Covid-19.

AYA/HmsNTB




Danrem 162/WB Pantau Protokol Covid-19 Di Pasar Pagutan

Kegiatan ini juga dilakukan oleh Kodim dan Koramil jajaran Korem 162/WB sesuai dengan instruksi dan petunjuk dari Pimpinan

MATARAM.lmbokjournal.com – Penyebaran covid-19 di wilayah Kota Mataram  cenderung mengalami peningkatan angka positif yang cukup tinggi.

Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi NTB memberi perhatian khusus untuk Kota Mataram. Khususnya dalam penerapan protokol kesehatan, agar dilakukan lebih serius dan ketat.

Terkait itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, melakukan gowes sekaligus memantau dan mengecek penerapan Protokol kesehatan covid-19 di Pasar Pagutan Kota Mataram, Rabu (08/07/20).

Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar dan Kapolresta Mataram mengecek pelaksanaan penerapan Protokol Covid-19 bagi masyarakat berbelanja atau pedagang.

Mulai dari penyiapan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak pedagang maupun pembeli, penggunaan masker dan pelaksanaan sosialisasi melalui alat pengeras suara.

Di sela-sela kegiatan Brigjen Rizal Ramdhani mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka membantu Pemerintah prov NTB, khususnya Pemkot Mataram, untuk menekan penyebaran covid-19 di kota Mataram. Agar kasus positif tidak terus meningkat.

Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat kota Mataram dari covid-19 melalui pendisiplinan penerapan protokol covid-19.

“Sampai saat ini kota Mataram masih zona merah, maka kita harus terus menggugah kesadaran masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan, sehingga berlahan bisa menjadi kuning ataupun hijau,” pungkas Danrem.

Menurutnya, jika masyarakat sudah disiplin, insyaAllah pada era new normal nanti masyarakat kita akan tetap aman dari Covid-19,  selanjutnya pembangunan di segala bidang menuju NTB Gemilang dapat terwujud.

Brigjen Rizal Ramdhani juga mengatakan, kegiatan ini juga dilakukan oleh Kodim dan Koramil jajaran Korem 162/WB sesuai dengan instruksi dan petunjuk dari Pimpinan. Untuk melakukan pendisiplinan terhadap masyarakat guna membantu Pemerintah Daerah mencegah penyebaran Covid-19.

AYA