Samsul Akhirnya Percaya, JKN-KIS Jamin Biaya Berobatnya

Banyak penduduk Indonesia yang sudah tertolong oleh program JKN-KIS

MATARAM.lombokjournal.com

Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) semula diragukan oleh Samsul Hadi Setiawan (30).

Samsul masih tidak percaya, dengan iuran yang sedikit, Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan akan menjamin segala pengobatan seluruh masyarakat. Namun, rasa tidak percayanya terjawab saat Samsul mengalami sakit gigi.

Di temui tim jamkesnews saat berkunjung ke salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kota Mataram, Samsul mengaku dirinya telah mendapatkan manfaat yang dihadirkan oleh Program JKN-KIS.

Ia tak sungkan untuk bercerita tentang pengalaman saat berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ketika ia mengalami infeksi pada gigi yang membuat Samsul tidak kuat menahan rasa sakit tersebut sehingga memutuskan untuk segera berobat.

“Tiga minggu yang lalu saya sempat mengalami rasa sakit pada gigi geraham, saya tidak kuat untuk menahan rasa sakit itu, karena tidak kuat untuk menahan rasa sakit itu, saya langsung berobat ke Puskesmas Mataram, karena saya memang terdaftar di sana, setelah ditangani oleh dokter gigi, ternyata saya mengalami infeksi pada gusi gigi,” ungkap Samsul.

Penyebab dari infeksi pada gusi gigi yang dialami Samsul Hadi karena terdapat gigi berlubang dan tidak mendapatkan perawatan serta penanganan segera, sehingga menyebabkan infeksi dan harus dilakukan operasi pencabutan gigi.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat mendengar hal tersebut tidak ada rasa khawatir tentang biaya operasi pencabutan gigi, karena sebagai peserta dengan status aktif, sehingga seluruh biaya pelayanan kesehatan yang ia peroleh sepenuhnya dijamin program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS, semua biaya mulai dari awal konsultasi, resep obat hingga operasi pencabutan gigi ditanggung penuh BPJS Kesehatan, saya tidak mengeluarkan biaya sepeserpun,” ujarnya.

Ia pun berharap agar Program JKN-KIS tetap ada di negara Indonesia karena telah banyak penduduk Indonesia yang tertolong oleh program mulian ini.

“Manfaat besar telah saya rasakan, saya harap pogram JKN-KIS semakin dipercaya masyarakan,” tutupnya pada tim Jamkesnews.

dh/yn/Jamkesnews




Tak Seluruh Peserta BPJS Kesehatan Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Keputusan tak memberikan vaksin kepada seluruh peserta PBI karena vaksinasi tidak harus dilakukan kepada seluruh masyarakat

MATARAM.lombokjourna.com

Program penyuntikan vaksin Covid-19 gratis hanya diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan tanpa penyakit penyerta (komorbid).

Hal itu diungkapkan Juru bicara Program Vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi bahwa yang divaksin yang tidak ada comorbid.

“Yang divaksin itu yang enggak ada comorbid, kan tidak semua orang divaksin. Cakupan vaksinasi minimal 67 persen,” ujar Siti ketika seperti dikutip Tempo.com, Selasa (08/12/20).

Terhitug mulai akhir November 2020, terdapat 96,51 juta orang yang terdaftar di segmen penerima bantuan iuran (PBI) atau mencakup 43,26 persen dari total peserta BPJS Kesehatan yang mencapai sebanyak 223,06 juta.

Namun, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) belum menyebutkan berapa jumlah peserta PBI tanpa comorbid.

Siti menjelaskan, keputusan tak memberikan vaksin kepada seluruh peserta PBI karena vaksinasi tidak harus dilakukan kepada seluruh masyarakat.

Peserta PBI tanpa comorbid menjadi salah satu lapisan masyarakat yang dipilih pemerintah untuk vaksinasi, beserta beberapa segmen lainnya.

“Sekarang untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu. Sasaran program pemerintah pertama adalah tenaga kesehatan, kedua pelayan publik, dan ketiga kelompok rentan termasuk pelaku ekonomi dan PBI,” ujar Siti yang juga Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan.

Rr/Tempo.co




MotoGP Masuk Calender of Event NTB  2021

Disarankan, agar dilaksanakan event promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan kedalam beragam paket wisata

MATARAM.lombokjournal.com

Gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP,  menjadi agenda pariwisata NTB tahun 2021.

Event MotoGP 2021 ini diluncurkan bersamaan dengan agenda resmi pariwisata lainnya di NTB, seperti pementasan dan atraksi budaya sepanjang 2021.

Lalu Gita Aryadi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, ketika melaunching Calendar of Event 2021, di Hotel Lombok Astoria, Kamis (10/12/20) mengatakan, persiapan sarana dan prasarana gelaran MotoGP terus dilakukan sampai dengan final.

Menurut Miq Gite, sapaan akrab Sekda, dalam menyambut event ini, selain memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah dalam situasi kondusif,  hal yang tak kalah pentingnya adalah tentang pengendalian pandemi Covid-19.

Sosialisasi, persiapan lokasi dan penerapan sertifikat CHSE akan mempengaruhi minat wisatawan untuk datang ke MotoGP dan berwisata di NTB.

“Harapannya, calender of event pariwisata 2021 ini dapat dijadikan referensi kegiatan bagi calon wisatawan sebagai salah satu usaha promosi,” ujar Miq Gita dalam kegiatan launching Calendar of Event 2021 dan Business Gathering pelaku pariwisata.

Miq Gita mengatakan, informasi tentang jadwal event, pementasan budaya dan atraksi budaya dapat memiliki dampak signifikan untuk meningkatkan angka lama tinggal dan angka kunjungan wisatawan.

Hal ini akan  berkontribusi pada pendapatan NTB dan negara yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Business gathering juga bagian yang sejalan dengan program pemerintah untuk pengendalian Covid-19.

Bagaimana membangkitkan ekonomi rakyat melalui pariwisata dengan mulai membuka tempat wisata namun juga sarat terobosan ditengah sulitnya orang bepergian.

Ia menyebut, saat ini Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat  saat ini masih dalam zona risiko rendah (zona kuning) Covid 19. Harapannya agar dapat hijau sebelum gelaran MotoGP sehingga tidak ada lagi yang membatasi pergerakan orang.

Ia melanjutkan, kebijakan pemerintah, relaksasi pajak, JPS dan lain lain juga menjadi upaya pemprov sebagai apresiasi komitmen pelaku pariwisata dalam melakukan terobosan-terobosan di tengah pandemi ini.

Taufik Hidayat, Deputi Bidang Pemasaran Regional 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, pariwisata adalah yang paling terdampak Covid-19 karena tak ada pergerakan (traveling) orang.

Melihat berbagai hal yang dilakukan oleh Pemprov NTB untuk berusaha  membangkitkan pariwisata, Taufik Hidayat memberikan apresiasi . Ia menitipkan pesan, agar dilaksanakan event promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan kedalam beragam paket wisata.

Pihak kementerian juga bekerjasama dengan beberapa travel agent besar seperti Traveloka dan Blibli yang siap membantu pemasaran secara online di 22 negara.

“Kementerian memang belum melakukan direct promotion ke negara-negara lain tentang gelaran MotoGP karena perbatasan masih ditutup. Kita maksimalkan dulu dengan promosi online dengan perusahaan yang memiliki jaringan global,” jelas Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menegaskan, MotoGP sebagai event internasional yang akan digelar di Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus itu telah dapat dipastikan jadi digelar sesuai jadwal  musim balapan MotoGP pada 2021.

NTB sendiri optimis, seluruh persiapan sarana dan prasarana dapat mendukung gelaran tersebut.

Kata Faozal, launching calendar of event ini juga dirangkai dengan business gathering pariwisata nusantara yang dihadiri oleh seluruh stakeholder industri pariwisata.

“Ini adalah upaya untuk memproyeksikan apa yang harus dikerjakan dan dipersiapkan menyambut tahun 2021 dengan seluruh event yang telah terjadwal”, ujar Faozal.

Rangkaian event pariwisata Lombok – Sumbawa 2021 sebagai berikut ;

  1. Festival Pesona Bau Nyale Februari – Maret 2021
  2. Festival Pesona Tambora April 2021
  3. Festival Lawata
  4. Teka Tambora
  5. Tambora Chalenge
  6. Festival Pesona Khazanah Ramdhan April – Mei
  7. IRON MAN Juli 2021
  8. Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2021 Agustus – September 2021
  9. Mataram Carnival
  10. Pekan Pesona Gumi Selaparang
  11. Festival Senggigi
  12. Gili Tramena Festival
  13. Festival Moyo
  14. L’ETAPE September 2021
  15. MotoGP Oktober 2021
  16. Festival Taliwang 20 November 2021
  17. Accomodation & Tenun Festival Lombok Sumbawa Desember 2021.

ikp@diskominfotik_ntb




BPJS Kesehatan Terima Recognition Award Dari ASSA

Aplikasi Moniks sangat berguna dalam memantau kerjasama untuk menentukan kebijakan

MATARAM.lombokjournal.com

ASEAN Social Security Association ( ASSA) memberikan Recognition Award kepada BPJS Kesehatan.

Penghargaan itu diberikan dalam acara 37th ASSA Board Meeting yang digelar National Social Security Fund (NSFF) Kamboja secara virtual. Penyerahannya dilakukan oleh Chairman ASSA 2019–2020, Omar Mohd Dali kepada BPJS Kesehatan.

Penghargaan ini diperoleh atas inovasi BPJS Kesehatan dalam menciptakan aplikasi “One Stop Apps: Monitoring of Strategic Cooperation Implementation” atau Aplikasi Monitoring Kerja Sama Strategis (Moniks).

Selain Indonesia, acara penghargaan virtual tersebut juga dihadiri sejumlah negara ASEAN, diantaranya Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Laos.

Memantau kemitraan strategis

Aplikasi Moniks  berfungsi untuk memantau secara real-time semua kemitraan strategis BPJS Kesehatan. Kemitraan strategi situ mulai dari institusi, kementerian, dan lembaga nasional maupun internasional.

Kantor Cabang BPJS Kesehatan mencatat pelaksanaan kerja sama di aplikasi Moniks secara kontinu.mulai dari jumlah kerja sama, kemajuan implementasi kerja sama, hingga early warning system masa berakhirnya kerja sama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam keterangan tertulisnya menjelaskan kemitraannya.

BPJS telah menjalin kemitraan dengan beberapa institusi internasional untuk terus mengoptimalkan kerja sama Kesehatan.

Beberapa diantaranya, adalah National Health Insurance Service (NHIS) Korea Selatan, Japan International Cooperation Agency (JICA), The Health Insurance Review and Assessment Service (HIRA) Korea Selatan, Sosyal Güvenlik Kurumu (SGK) Turki, dan International Social Security Association (ISSA).

“Sampai Oktober 2020, BPJS kesehatan telah menjalin 135 kerja sama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri,” kata Fachmi Idris dalam keterangannya, Rabu (09/12/20).

Fachmi juga menuturkan, aplikasi Moniks sangat berguna dalam memantau kerjasama untuk menentukan kebijakan.

“Penghargaan dari ASSA ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi agar pengelolaan Program JKN-KIS bisa lebih optimal,” imbuhnya.

Rr/bpjs kes




Bocah Penderita Hidrosefalus di KLU Dapat Kursi Roda dari Gubernur

KLU..lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, meringankan beban keluarga kurang mampu dengan memberi kursi roda untuk Baiq Ulan Rahman (5) bocah penderita Hidrosefalus asal Rt 1 Dusun Sanggar Sari, Desa Sigarpenjalin Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Kursi roda baru itu dibawa langsung oleh Staf Dinas Sosial Provinsi NTB, Muhammad Hizam S.ST, Koordinator PKH NTB, Nurhasim, didampingi Kasi Jamsos Dinas Sosial dan PPA Lombok Utara, Nisanim. Lalu, ada Korkab PKH dan Pendamping PKH Lombok Utara, Kamis (10/12/20) siang.

Mendapat kiriman kursi roda, membuat kaget pasangan Suami- istri Lalu Fathur Rahman (33) – Nihayah (29) orang tua dari Baiq Ulan Rahman.

Nihayah menceritakan perjalanan perjuangan penyembuhan untuk anak perempuan kesayangannya. Ia yang merupakan salah seorang peserta Penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Kemensos) RI, melahirkan Ulan akrab disapa puteri keduanya yang lahir pada tanggal 12 Februari 2015.

Penyakit anaknya mulai muncul ketika usia empat bulan. Gejala awal, ada benjolan yang timbul di sekitar area pusar. Akibatnya, kondisi tubuh bocah itu lemas dan mulai mengurangi keceriannya.

Hingga sontak, inisiatif keluarga untuk memeriksa di Rumah Sakit di Mataram, bekal BPJS Gtatis dari Provinsi, biaya pemeriksaan dimudahkan.

Meski demikian dalam perjalan waktu, benjolan itu merambat hingga ke ubun kepalanya. Sehingga kepala adik dari  Baiq Nia Rahma Lestari itu membengkak.

Lantas, karena kondisinya cukup menguatirkan, ada saran dari tenaga medis agar  bocah malang itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi Sanglah Denpasar-Bali, untuk Mendapatkan penanganan serius.

Waktu terus berjalan, Nihayah mendaptkan informasi diagnosa medis,  bahwa anaknya diserang penyakit hidrosefalus. Akhirnya anaknya dipasang selang untuk memudahkan dan mencairkan dugaan benjolan yang menyerang area kepalanya.

Kemudian mereka kembali ke Lombok Utara, dalam keadaan demikian. Selanjutnya menunggu mukjizat yang kemudian hadir tak disangka menyembuhkannya untuk kembali normal. Sembari melakukan kontrol dan meminum obat sesuai saran tenaga medis.

“Atas perhatian Gubernur NTB dan Kepala Dinas Sosial Provinsi, saya atas nama keluarga menyampaikan terimakasih. Kursi roda telah diterima untuk meringankan kondisi anak saya, ” ungkapnya dengan mata berbinar.

Ia berharap, suatu saat, jika ada biaya yang memungkinkan. Akan kembali ke RSUP Denpasar, untuk mengontrol kembali. Saat ini belum bisa berbuat apa- apa, hanya hidup dengan bantuan sosial PKH untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Sebab, sejak virus Corona melanda, ia dan suaminya yang berprofesi sebagai buruh hanya mengangur di rumahnya.

Gubernur NTB, melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik, S.Sos, MH mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat di media sosial, Pemerintah Provinsi melalui Dinsos Provinsi akan berusaha maksimal untuk merespon kondisi sosial warga yang belum sempat disentuh kebijakan.

“Kursi roda untuk ananda tercinta Ulan merupakan bagian kami untuk memberikan atensi. Sekiranya, kursi roda ini dapat memudahkan dan meringankan beban keluarga, minimal dalam membantu kesehariannya mengurus ananda Ulan. Semoga Ulan lekas sembuh dan bisa hidup ceria seperti anak seusianya. Aamiin,” katanya.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 10 Desember 2020, Bertambah 34 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif baru menandakan Covid-19 nyata dan masih harus diwaspadai

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi ada tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Kamis (10/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 146 sampel dengan hasil 99 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 34 sampel kasus baru positif Covid-19, 14 pasien sembuh, tidak ada kasus kematian.

Dengan adanya tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (10/12/20) sebanyak 4.964 orang, dengan perincian 4.276 orang sudah sembuh, 263 meninggal dunia, serta 425 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Tambahan 34 Kasus Baru Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4931, an. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4932, an. DS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sabedo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4933, an. A, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas Barat;
  4. Pasien nomor 4934, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, KecamatanSumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4935, an. YS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4936, an. LK, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4937, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4938, an. LJS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4939, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  10. Pasien nomor 4940, an. RK, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas,Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  11. Pasien nomor 4941, an. A, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  12. Pasien nomor 4942, an. DRM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  13. Pasien nomor 4943, an. HA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  14. Pasien nomor 4944, an. F, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  15. Pasien nomor 4945, an. I, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Buer;
  16. Pasien nomor 4946, an. GS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  17. Pasien nomor 4947, an. AH, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  18. Pasien nomor 4948, an. N, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  19. Pasien nomor 4949, an. MI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  20. Pasien nomor 4950, an. MR, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, KecamatanLabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  21. Pasien nomor 4951, an. N, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 4952, an. KN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 4953, an. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 4954, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  25. Pasien nomor 4955, an. R, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 4956, an. BF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Dr. R. Soedjono Selong;
  27. Pasien nomor 4957, an. A, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  28. Pasien nomor 4958, an. DAP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  29. Pasien nomor 4959, an. EJW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  30. asien nomor 4960, an. LA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  31. Pasien nomor 4961, an. SH, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  32. Pasien nomor 4962, an. RK, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  33. Pasien nomor 4963, an. AL, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  34. Pasien nomor 4964, an. H, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;

Hari Kamis ini terdapat 14 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3341, an. RAP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 3690, an. IPP, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Bangsal, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 3710 an. RS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3721, an. MBA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 3751, an. MN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 3753, an. YU, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 3755, an. MAM, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 3962, an. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 4112, an. MP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kabupaten Tegal, Jawa Tengah;
  10. Pasien nomor 4130, an. FR, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Tenga, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 4229, an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 4247, an. N, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 4482, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4768, an. I, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif baru menandakan Covid-19 nyata dan masih harus diwaspadai.

Dikatakan, hari ini tambahan pasien positif baru terkonfirmasi Covid-19 didominasi di Pulau Sumbawa.

“Diharapkan contac tracing terhadap pasien positif baru ini dapat berjalan baik dan maksimal, agar peyebaran virus ini segera dapat ditekan dan terkendali,” kata Lalu Gita..

Masyarakat  dihimbau senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusatpusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bunda Niken Dorong Masyarakat Olah Produk Potensi Laut Ekas  

Para pemuda di daerah Ekas diminta aktif menata pantai Ekas menjadi destinasi pariwisata terbaik

LOTIM.lombokjournal.com

Ketua PKK Provinsi NTB yang juga menjabat sebagai Ketua Forikan NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati meminta masyarakat untuk melakukan pengolahan terhadap potensi laut Ekas, Kamis (10/12/20).

Pengolahan terhadap potensi laut ini pastinya akan mendatangkan lapangan pekerjaan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, senada dengan program unggulan NTB yakni industrialisasi.

“Biasanya kita menjualnya langsung, selain lobster, entah mutiaranya, entah kerangnya, entah ikannya. Itu bisa kita olah dulu sebelum dijual, hal tersebut dapat mendatangkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” terangnya.

Bunda Niken, sapaan akrabnya, mengatakan, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara melakukan pengolahan terhadap hasil laut.

Selain hasil laut, keindahan alam di pantai Ekas ini sangat luar biasa dengan pantai putihnya serta pemandangan perbukitan yang mengelilingi pantai tersebut.

Bunda Niken mendorong para pemuda di daerah tersebut untuk aktif dalam menata pantai Ekas menjadi destinasi pariwisata terbaik.

“Nanti Pokdarwis bisa menjadi pioner dalam penataan wisata di pantai ini, yang utama adalah kebersihan tempat ini,” serunya.

Keindahan alam dan potensi laut ini, lanjutannya, tidak lain adalah pemberian dari tuhan yang maha esa yang senantiasa harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemaslahatan bersama.

Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mengkonsumsi ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak untuk menghindari stunting, gizi buruk dan yang lainnya mengingat anak-anak adalah masa depan bangsa.

“Jangan lupa kita tetap mengkonsumsi ikan sebagai nutrisi yang penting, jangan dijual semua, tapi sisakan untuk dikonsumsi,” pesannya.

Salah seorang  penggiat lingkungan, Yuli Ekawati mengatakan, kegiatan sosialisasi gemar makan ikan terus dilakukan di beberapa daerah.

Bahkan melalui perusahaannya, CV Tria Astoria Tirta Buana, rutin berbagi makanan kepada masyarakat dalam bentuk sajian makanan ikan untuk memenuhi gizi anak, ibu hamil dan lansia.

Ia mengatakan, butuh dukungan penuh untuk memberikan pengetahuan, meningkatkan SDM masyarakat dalam mengembangkan wisata di pantai ekas ini.

“Perusahaan kami mau besar bersama masyarakat, di sini kami membuat lembaga pelatihan kerja, mulai dari pelatihan memasak hingga membuat taksi nelayan,” kata Yuli.

Ia berharap dengan usaha tersebut, daerah ini dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal oleh masyarakat luas.

Rr/HmsNTB




Komitmen Pemprov untuk Percepat Target Administrasi Kependudukan di NTB

Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menguatkan tata kelola data kependudukan di daerah agar tersinkronisasi dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si MEWAKILI Gubernur NTB membuka  virtual meetingkegiatan Inovasi Pelayanan Adminduk di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (10/12/20).

Sekda NTB menyampaikan apresiasi kepada Dinas PMDK Dukcapil dan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) atas kegiatan yang telah dilakukan dan minta agar sinergi dari kedua belah pihak mempercepat pencapaian target cakupan administrasi kependudukan di NTB.

Sebab, tata kelola data kependudukan yang akurat merupakan salah satu kunci keberhasilan berbagai program pembangunan.

“Pemprov NTB berkomitmen terus melakukan terobosan yang mengarah pada tertib administrasi kependudukan, sehingga dapat memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas hukum ,” ujarnya.

Miq Gita, sapaan akrab Sekda NTB menyampaikan pentingnya akurasi data kependudukan serta koordinasi yang baik dalam memperoleh sumber data kependudukan.

Dan Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menguatkan tata kelola data kependudukan di daerah agar tersinkronisasi dengan baik.

“Saya berharap kepada Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB selaku Leading Sector yang membidangi, terus mengoptimalkan perannya dalam mengawal dan memastikan terpenuhinya penyelenggaraan data kependudukan dan catatan sipil di wilayah provinsi NTB,” ungkapnya.

Sekda NTB mengungkapkan kesadaran masyarakat desa untuk memiliki dokumen kependudukan tergolong minim, dan perlu ditingkatkan melalui sosialisasi berkelanjutan.

Diharapkan ke depan dapat merubah paradigma masyarakat desa yang terkesan menyepelekan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan.

“Kita memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, memang bukan tugas mudah untuk diwujudkan, namun dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota, serta stakeholder terkait lainnya maka saya yakin semua tantangan ini akan dapat kita hadapi dan tuntaskan dengan baik,” kata Miq Gita.

Atasi Bencana

Unit Manager Bagian Kerjasama Pembangunan Kedutaan Besar Australia, Astrid Kartika, sebelumnya mengapresiasi kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, yang dinilai tangguh dan berkomitmen.

Dalam masa kepemimpinan Gubernur Zul, Provinsi NTB dilanda dua cobaan yang sangat besar.

Pertama, saat awal kepemimpinan NTB dilanda bencana alam gempa bumi 7.SR yang merenggut ratusan korban jiwa dan merusakkan bangunan perumahan, perkantoran, tempat ibadah dan infrastruktur ekonomi dan sebagaiya. Kedua, adalah bencana non-alam yang dialami juga oleh Indonesia dan dunia yaitu pandemi Covid-19.

Dari kedua tantangan besar tersebut, Provinsi NTB berkat kerja keras Gubernur NTB dan seluruh jajarannya, kini NTB mampu mengatasi tantangan tersebut. ,

Misalnya progres pembangunan kembali rumah yang hancur akibat gempa bumi sudah mencapai sekitar 94 persen. Dan saat pandemi Covid-19, Provinsi NTB dengan model JPS GEMILANG mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

Ketepatan pemberian bantuan menjadi kunci keberhasilan JPS GEMILANG.

KOMPAK  bersama Pemerintah Daerah NTB, khususnya di empat (4) kabupaten (Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima) dan Mitra KOMPAK yaitu PUSKAPA-UI, telah menyusun model penjangkauan layanan adminduk, yang memudahkan dan mendekatkan layanan ke mayarakat.

 

Kemudian, Astrid menjelaskan pelayanan ini diprioritaskan oleh Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil untuk memberikan layanan adminduk bagi masyarakat miskin dan rentan yang tidak dapat menjangkau pusat layanan, yang intinya memberi kemudahan bagi masyarakat.

Model penjangkauan ini dinamakan Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa atau LABKD.  LABKD membantu Pemerintah Desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan (perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia) akan layanan adminduk.

LABKD mendukung program prioritas Kemendagri untuk menjangkau penduduk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Model LABKD yang didorong KOMPAK bersama Mitra Puskapa dan Pemerintah Daerah menawarkan solusi atas tantangan penjangkauan kelompok rentan dan mendorong pembaharuan data.

Untuk menyediakan layanan administrasi kependudukan yang menjangkau wilayah desa serta mendorong percepatan pelayanan publik. Pemerintah  bekerjasama dengan KOMPAK melakukan Inovasi yaitu Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa (LABKD).

Dalam kesempatan  sama, Kepala Dinas PMD Dukcapil NTB, Dr. H. Azhari memaparkan materi dengan judul Peran Provinsi NTB Dalam Mendorong Inovasi Percepatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Adminduk Melalui LABKD.

Kemudian H. Azhari menyampaikan, LABKD adalah penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan di desa dengan menggunakan kewenangan yang dimiliki oleh desa.

Dan program ini digunakan untuk mengatasi permasalahan jarak, biaya dan prosedur rumit.

Lebih lanjut Kepala Dinas PMD Dukcapil menjelaskan, LABKD memiliki 2 komponen penting yaitu Petugas Pencatatan Kependudukan di Desa (PPKD) dan Kelompok Kerja Adminduk (Pokja Adminduk) dan kegiatan lendataan penduduk ink merupakan salah satu kegiatan mencapai SDG’s Desa.

Dalam pertemuan via daring tersebut, salah satu narasumber Muhammad Cholifihani, Direktur Kepedudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan, LABKD sebagai strategi pelaksanaan Perpres 62/2019 tentang AKPSH.

Kepala Dinas DPMD Dukcapil NTB, dan paparan lainnya juga turut disampaikan dari LABKD di empat Kabupaten/Kota. Yaitu, melalui Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Timur, Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Utara, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumbawa, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bima.

Rr/HmsNTB

 




Partai NasDem Kota Mataram Ucapkan Selamat atas Kemenangan Paket HARUM

Berdasarkan persentase quick count tanggal 9 Desember 2020, pukul 16.10 Wita, kemenangan paket HARUM sebanyak 34,36 persen

MATARAM.lombokjournal.com

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Kota Mataram, mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburahman (HARUM), yang memenangkan Pilkada Kota Mataram tahun 2020.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Mataram, Lalu Fatahillah Prawiranegara menyampaikan, ucapan selamat atas paket HARUM itu mengacu hasil survey sampling dilakukan internal Partai.

Berdasarkan persentase quick count tanggal 9 Desember 2020, pukul 16.10 Wita, dengan jumlah suara sampling sebanyak 25.611 orang, mendapatkan hasil persentase kemenangan paket HARUM sebanyak 34,36 persen.

Disusul paket Hj Putu Selly Handayani – TGH Abdul Manan (SALAM) sebanyak 31, 43 persen, selanjutnya pasangan paket MUDA sebanyak 22,39 persen dan paket BARU sebanyak 9,84 persen.

“Angka itu didapat dari 103 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan total TPS se-Kota Mataram sebanyak 725 TPS,” ungkapnya, Rabu 9 Desember 2020, di Kantor DPD Partai NasDem Kota Mataram.

Berdasarkan hasil referensi sampling tersebut, dan tidak mendahului Nasib yang ditentukan Allah SWT, dirinya mengucapkan selamat atas kemenangan paket HARUM untuk Pilkada Kota Mataram.

“Dengan hasil referensi, dan tanpa mendahului nasib, selamat atas kemenangan HARUM. Semoga kota Mataram semakin maju, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram,” kata Fatahillah.

Aya (*)




Gubernur Nyoblos di TPS 02 Lingkungan Pusaka, Masyarakat Dimbau Berdemokrasi dengan Gembira

Paslon diminta bisa menerima hasil Pilkada tersebut dengan lapang dada

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah didampingi Istri Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan hak suaranya di TPS 02 Lingkungan Pusaka, Kelurahan Pejanggik, Kota Mataram, Rabu (09/12/20).

Usai menggunakan hak pilihnya, Gubernur menghimbau masyarakat untuk melaksanakan pesta demokrasi tersebut dengan riang gembira, tidak saling menjatuhkan serta memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani yang diyakini mampu membangun daerah.

“Pilkada ini pesta demokrasi, kita harus riang gembira, jangan sampa  karena Pilkada persaudaraan dan silaturrahim kita terputus,” ungkap Bang Zul.

Kepada seluruh paslon yang berkompetisi di tujuh kabupaten/kota di NTB, Bang Zul berpesan agar bisa menerima hasil Pilkada tersebut dengan lapang dada. Bagaimanapun hasil Pilkada ini, itu adalah pilihan masyarakat.

“Harus siap menang, harus siap kalah, bagaimanapun hasilnya, kita harus berlapang dada, itu semua bukan satu-satunya jalan untuk membangun daerah,” ungkap Bang Zul.

Tak lupa, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh petugas keamanan. Menurutnya, petugas keamanan, Linmas, TNI, Polri menjadi salah satu garda terdepan dalam mengamankan kontestasi Pilkada tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh petugas keamanan, Polisi, TNI, KPPS serta petugas lainnya yang telah berkorban dalam mensukseskan Pilkada di daerah kita tercinta,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB