Kecamatan Ampenan, Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Mataram

Perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup menghawatirkan

MATARAM.lombokjournal.com – Kecamatan Ampenan mencatat rekor tertinggi dalam jumlah kasus Covid-19 di Kota Mataram. Jika dilihat dari sebaran per kelurahan, Rembiga menjadi kelurahan dengan jumlah kasus tertinggi di Mataram.

Dan Kota Mataram menjadi daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Nusa Tenggara Barat

Gugus Tugas Provinsi NTB B melansir data hingga 5 Juli 2020, Kecamatan Ampenan mencatatkan sebanyak 148 kasus Covid-19.

Kecamatan Mataram berada di posisi kedua dengan 110 kasus, Selaparang 108 kasus, Cakranegara 85 kasus, Sekarbela 77 kasus dan Sandubaya 68 kasus.

Jika dilihat dari sebaran kasus per kelurahan di Kota Mataram, Kelurahan Rembiga di Kecamatan Selaparang, menjadi daerah yang paling menghawatirkan, dengan 36 kasus.

Jumlah ini menempatkan Kelurahan Rembiga sebagai kelurahan dengan jumlah kasus terbanyak di Kota Mataram.

Setelah Rembiga, kelurahan lain yang juga mencatatkan jumlah kasus tertinggi adalah Pejeruk dengan 32 kasus, Cakranegara Barat dengan 31 kasus, Ampenan Tengah dengan 26 kasus, serta Turida dan Mataram Barat yang masing-masing mencatatkan 20 kasus.

Hingga 5 Juli 2020, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Kota Mataram telah mencapai 597 kasus.

Dari angka tersebut, sebanyak 220 orang masih dalam perawatan alias belum sembuh, 341 orang (57,1 persen) telah sembuh dan sebanyak 36 (6,0 persen) orang meninggal dunia.

Berdasarkan laporan kasus 23 Maret s.d 5 Juli 2020, angka Effective Reproduction Number (Rt) Covid-19 di Kota Mataram berada di angka 1,17. Rasio kasus per 100.000 penduduk  mencapai 122,45.

Laju penambahan kasus dari tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2020 juga tercatat di angka 17,26 per 100.000 penduduk.

Masih  zona merah

Indikator-indikator membuat ibukota Provinsi NTB ini masih berstatus sebagai zona merah Covid-19.

Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. dr.Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT menilai, perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup menghawatirkan.

Ia mengatakan, untuk mengendalikan penambahan jumlah kasus Covid-19, tidak hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab. Masyarakat juga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Karena penularan virus ini dari orang ke orang melalui droplet.

“Penularan melalui bicara, bersin dan meludah, sehingga risiko menularkan dari satu orang ke orang lain itu cukup tinggi, terutama jika masyarakat tidak menjalani protokol kesehatan itu,” terangnya.

Untuk mengendalikan pandemi ini, tak ada pilihan lain selain harus menjalankan protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh pemerintah dan WHO, yaitu rajin mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan dalam jumlah banyak.

Kesadaran masyarakat

“Masyarakat harus punya kesadaran, harus punya komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan tersebut. Jika tidak menjalankan protokol kesehatan, jumlah kasus yang ada sekarang ini akan terus meningkat,” ujar dr Hamsu.

Tidak hanya kasus Covid-19 yang akan meningkat, juga puncak dari kasus ini juga berpotensi akan semakin lama jika masyarakat tidak disiplin.

Jika ini terjadi, dampak yang muncul yaitu masyarakat akan terpuruk dalam jangka waktu yang panjang, perputaran roda ekonomi akan terganggu, juga aktivitas ibadah, sosial dan aktivitas pendidikan juga terganggu.

Menurutnya, masyarakat harus kembali sadar bahwa Covid ini masih mengancam. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti di Malaysia dan Singapura, sekarang kasusnya sudah menurun sehingga penyebarannya sudah terkendali.

Namun di Indonesia dan juga di NTB kasusnya justru semakin meningkat.

“Sekarang sudah melebihi angka 74 ribu se-Indonesia, dan prediksinya akan sampai 100 ribu kasus baru dia akan turun. Kalau bisa sih jangan sampai kita mencapai angka prediksi itu ya,” ujar dr Hamsu.

Sementara di Provinsi NTB berdasarkan hasil modelling yang pernah dibuat beberapa waktu lalu, di akhir Juli ini NTB akan ada dua ribuan kasus Covid.

“Maunya sih kita sama-sama berjuang, sama-sama menjalankan protokol Covid agar lebih sedikit jumlah kasusnya, lebih sedikit korban kematian, sehingga aktivitas kita ke depan akan lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dr Hamsu juga menyinggung soal munculnya narasi yang menganggap remeh virus corona ini atau bahkan ada yang tidak mempercayai Covid-19 ini.

Baginya, ini merupakan narasi yang naif karena Covid-19 sudah menjadi pandemi yang sudah terjadi di semua belahan dunia dengan  12,2 juta kasus. Bahkan di negara semaju Amerika Serikat sekalipun jumlah Covid-nya sudah di angka 2,5 juta kasus dengan 100 ribu angka kematian.

Sementara secara nasional, angka positif Covid-19 sudah mencapai 74 ribu dengan 3.535 angka kamatian per tanggal 11 Juli kemarin.

“Jadi alangkah naifnya kalau kita tidak percaya dengan Covid ini,” katanya.

Selanjutnya jika ditinjau dari segi ibadah, kebijakan menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi selama beberapa bulan kata dr Hamsu mengindikasikan bahwa virus ini memang membahayakan.

“Kalaupun sekarang dibuka, itupun dengan menjaga jarak. Dari segi ilmiah kita buktikan, dari segi agama juga terbukti dari yang menjadi rujukan kita dalam beribadah,” terangnya.

Lalu kapan pandemi ini akan berakhir di NTB? Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali modeling yang disesuikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Misalnya pada saat dilakukannya pembatasan penerbangan dan transportasi laut dari dan menuju NTB beberapa bulan lalu, pihaknya mengeluarkan hasil modeling yaitu puncak Covid-19 di NTB diprediksi akan terjadi akhir Juli ini dengan 2 ribuan kasus.

“Namun jika kita melihat kesadaran masyarakat seperti ini, bisa jadi puncaknya akan bergesar lagi dengan kasus yang lebih banyak lagi. Modeling itu sifatnya dinamis. Jika kita lakukan pemodelan sekarang mungkin akan naik lagi atau bisa mundur lagi puncaknya. Ini memang tergantung dari kesadaran masyarakat untuk mencegah atau menjalankan protokol kesehatan itu,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Siswa di Mataram Mengisi Libur Panjang Corona dengan Bermain Layangan Unik

Bermain layangan unik dipilih sebagai alternatif mengisi waktu liburan selain supaya tidak terus-menerus diam di rumah, juga karena dirasa baik sebagai media menyalurkan kreativitas

MATARAM.lombokjournal.com — Menghilangkan bosan terus-menerus di rumah, beberapa pelajar di Kota Mataram memilih mengisi waktu dengan menerbangkan layangan.

Uniknya, bentuk layangan yang mereka terbangkan tak seperti layangan pada umumnya yang berbentuk belah ketupat (layangan adu), melainkan berbentuk menyerupai burung merpati, burung naga, dan lain-lain, Sabtu, (11/07/20).

Siang itu, puluhan remaja usia sekolah terlihat sibuk bermain layangan di salah satu sudut tanah lapang Taman Budaya Provinsi NTB.

Ada yang sibuk mengamati layangan yang terbang jauh, ada yang sibuk memperbaiki layangan yang rusak, ada juga yang sibuk berbagi tugas: sebagai penarik benang dan sebagai pemegang layangan yang hendak diterbangkan.

Kepada lombokjournal.com Salah seorang yang bernama Made menyampaikan, untuk mengisi waktu libur yang cukup panjang mereka bermain layangan di tempat itu hampir setiap hari. Selain lapang, tempat itu dipilih karena tak banyak dilewati bentangan kabel listrik.

“Luas di sini. Enak,” jelasnya.

Made yang juga siswa salah satu sekolah menengah atas di Mataram itu menjelaskan, mereka yang ada di tempat itu masih berstatus pelajar.

Ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan juga sekolah menengah atas seperti dirinya.

Bermain layangan unik dipilih sebagai alternatif mengisi waktu liburan selain supaya tidak terus-menerus diam di rumah, juga karena dirasa baik sebagai media menyalurkan kreativitas.

Dijelaskan ada berbagai jenis layangan yang sedang mereka terbangkan. Beberapa jenis yang disebutkan Made antara lain jenis Gelepuk yang berbentuk burung hantu, Raja Naga yang berbetuk kepala naga dan layangan lainnya yang menyerupai burung merpati.

“Ini namanya Raja Naga, yang itu Gelepuk,” ujarnya sembari menunjuk ke arah salah satu layangan yang sedang terbang.

Ada juga keinginan Made dan teman-temannya untuk tampil mengikuti lomba yang biasanya diadakan di kawasan pantai Loang Balok.

Sayangnya, keinginan mereka terpaksa harus dipendam dulu mengingat situasi pandemi virus Corona saat ini menyebabkan acara apa pun yang mengumpulkan masa dalam jumlah besar akan dilarang pemerintah.

“Covid ini, ndak ada jadinya lomba,” tuturnya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 11 Juli 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, seluruh masyarakat diajak agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang. Kasus kematian baru 3 (3) orang.

Lalu Gita Ariadi

Siaran pers hari Sabtu (11/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak sebanyak 181 sampel dengan hasil 134 sampel negatif, 17 sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13 orang, kasus kematian 3 (tigqdua) orang.

Dijelaskan, engan adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 13 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (11/07/20) sebanyak 1.548 orang, dengan perincian 967 orang sudah sembuh, 80 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” KATA Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, DAN 3 (TIGA) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1485.a, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1520, an. Tn. AK, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Bedil, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1521, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1522, an. Ny. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1523, an. Tn. IGAKS, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1524, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi bai k;
  7. Pasien nomor 1525, an. Tn. RH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1526, an. Ny. FDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1527, an. Ny. KH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1528, an. Tn. MR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1529, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19 ;
  12. Pasien nomor 1530, an. Ny. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1531, an. Tn. IWKP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1532, an. Tn. MB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan PagutanBarat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1533, an. Tn. MU, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1534, an. Ny. MSD, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1535, an. Ny. H, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 1536, an. Tn. IKP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Mantang,Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1537, an. Tn. GP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1538, an. Tn. TB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Bertais,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1539, an. Ny. NNP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1540, an. Tn. LSQ, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1541, an. Tn. AK, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1542, an. Tn. ADW, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Semarang, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1543, an. Ny. SK, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1544, an. Ny. N, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1287. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1546, an. Ny. NH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1547, an. Tn. PB, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1548, an. Ny. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap jumlah kasus baru positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 10 Juli 2020 yakni sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif, sebenarnya adalah 39 kasus baru positif Covid-19.

Pasien nomor 1485 an. Ny. DES perempuan, usia 27 tahun, yang diumumkan tanggal 10 Juli 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 1253 yang sudah diumumkan pada tanggal 1 Juli 2020. Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 1485 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru hari ini, yakni pasien nomor 1485.a, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1517 yang semula diumumkan berdomisili di Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, bahwa alamat pasien sesungguhnya di Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Sabtu terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah     pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

  1. Pasien nomor 798, an. Tn. MR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 879, an. Ny. NKNA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 970, an. Ny. KIMD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Suranadi,Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 985, an. Tn. WS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 1027, an. Ny. DAN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1028, an. Tn. AMS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1030, an. Tn. MR, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1044, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1056, an. Tn. AA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan MataramTimur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1129, an. Ny. ABN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Gowa, Sulawesi Selatan;
  11. Pasien nomor 1217, an. Ny. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1268, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1286, an. Ny. WCA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu

  1. Pasien nomor 1529, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1530, an. Ny. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1535, an. Ny. H, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

Lalu Gita menjelaskan, hingga saat ini Covid-19 di NTB telah menyebabkan 80 orang meninggal dunia. Korban meninggal tersebut terdiri dari 46 orang di Kota mataram, 23 orang di Kabupaten Lombok Barat, 4 orang di Kabupaten Lombok Tengah, 2 orang di Kabupaten Lombok Timur dan 2 orang di Kabupaten Lombok Utara. Pasien meninggal juga terjadi di Kabupaten Dompu, KSB, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing telah meninggal 1 orang.

Dikatakan, untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut kita lakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru  dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan.

Yakni secara ketat mematuhi protokol kesehatan pada seluruh aktivitas, dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak saat berkunjung ke pusat-pusat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kantor dan aktivitas sosial lainnya, sering-sering mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga pola hidup bersih dan sehat, tetap optimis dan semangat.

“Serta lindungi kelompok rentan terutama anak-anak, orang lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit komorbid, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas diluar rumah,” kata Lalu Gita.

Ia mengajak seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB, khususnya di Kota Mataram dan Lombok Barat, juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, agar memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Mengunduh Aplikasi Mobil JKN, Bisa Daftar Pengobatan ke Faskes I Secara Online

“Melalui menu ‘Lokasi’ di Mobile JKN, kamu bisa melihat RS terdekat yang ada di sekitarmu beserta kontaknya. Selain itu, terdapat fitur “map” yang tersambung dengan Google Maps”

MATARAM.Lombokjournal.com  — Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat bisa mendaftar online jika ingin berobat ke fasilitas kesehatan tingkat 1 atau RS rujukan lanjutan.

Akun resmi Twitter Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan menyebutkan Informasi ini.

Para peserta disebutkan bisa mengambil antrean online melalui fitur “Pendaftaran Pelayanan” di Mobile JKN.

“Melalui fitur ini, sekarang kalian tidak perlu menunggu lama-lama lagi di fasilitas kesehatan,” demikian dikutip dari akun twitter @BPJSkesehatanRI.

Namun sistem antrean online ini baru bisa dilakukan untuk faskes yang sudah terintegrasi dengan antrean online.

“Jika belum, maka belum bisa mendaftar antrian online dari mobile JKN. Terima kasih,” demikian penjelasan BPJS Kesehatan.

Cara pendaftaran pelayanan via online itu  sebagai berikut :

  1. Buka aplikasi mobile, pilih pendaftaran pelayanan
  2. Pilih poli yang akan didatangi
  3. Pilih kapan tanggal akan berobat
  4. Pilih jadwal praktek dokter
  5. Klik kolom daftar pelayanan
  6. Selanjutnya akan akan muncul nomor urut, jam dan tanggal waku berobat Anda

BPJS Kesehatan menjelaskan, melalui fitur ini para peserta tidak perlu menunggu lama-lama lagi di fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan mendorong para peserta untuk mengunduh aplikasi Mobil JKN agar lebih mempermudah pencarian rumah sakit terdekat.

“Buka aplikasi Mobile JKN aja! Melalui menu ‘Lokasi’ di Mobile JKN, kamu bisa melihat RS terdekat yang ada di sekitarmu beserta kontaknya. Selain itu, terdapat fitur “map” yang tersambung dengan Google Maps,” dikutip dari cuitan i Twitter @BPJSKesehatanRI.

BPJS Kesehatan menyarankan para peserta untuk bisa melihat lokasi beserta nomor kontak RS tersebut. Untuk rujukan dan antrean online di rumah sakit, peserta bisa menggunakan menu ‘Pendaftaran Pelayanan’.

Rr/BPJS Kesehatan




Prinsip Akuntabilitas, Mendasari BPJS Kesehatan Dalam Penyelenggaraan JKN-KIS  

BPJS Kesehatan juga membangun ekosistem teknologi informasi  yang mengintegrasikan layanan untuk peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, layanan perbankan, dan operasional kantor cabang di seluruh Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan menyelenggarakan program JKN-KIS berdasarkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

Kebijakan yang diambil itu merupakan komitmen badan hukum publik dalam mengimplementasikan tata kelola yang baik atau good gobernance.

Karena itu, dengan prinsip tata kelola yang baik berhasil membawa BPJS Kesehatan meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) 6 kali secara berturut-turut sejak tahun 2014 sampai dengan 2019.

BPJS Kesehatan juga memperoleh predikat sangat baik melalui assesment oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 2018.

Lebih dari itu, BPJS Kesehatan pun menjadi salah satu dari 50 instansi paling patuh 100 persen dalam hal penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2020.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso mngatakan, saat ini menjadi tantangan adalah bagaimana seluruh stakeholder yang ada dalam ekosistem Program JKN-KIS juga dapat menerapkan tata kelola yang baik untuk keberhasilan program ini.

“Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020 mengenai Tata Kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Melalui Perpres tersebut diharapkan makin mematangkan sistem tata kelola yang berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan JKN,” katanya, Jumat (10/07/20).

Teknologi dan sistem informasi

Menurut Kemal,  BPJS Kesehatan memanfaatkan penerapan teknologi dan sistem informasi secara end-to-end dan terintegrasi dalam penerapan tata kelola yang baik,

Misalnya, dimulai dari proses rekrutmen peserta, pengumpulan iuran hingga pengajuan dan pembayaran klaim.

Sistem yang digunakan adalah berbasis aplikasi web dan juga aplikasi mobile yang datanya dikelola secara terpusat di Data Center BPJS Kesehatan.

“Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi juga berperan sebagai enabler yang mampu memangkas aktivitas birokrasi yang dirasa rumit namun tetap transparan dan memenuhi aspek good governance,” kata Kemal.

Ditambahkan, BPJS Kesehatan juga membangun ekosistem teknologi informasi  yang mengintegrasikan layanan untuk peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, layanan perbankan, dan operasional kantor cabang di seluruh Indonesia.

Contohnya, dalam proses pendaftaran peserta, sistem BPJS Kesehatan telah terintegrasi dengan beberapa stakeholder, kaitannya terhadap validasi data seperti Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Sosial dan lainnya.

Dengan adanya integrasi by system tersebut, maka integritas dan validitas data dapat dipertanggungjawabkan dan  akuntabel.

Dalam pengelolaan iuran, sistem BPJS Kesehatan juga telah terintegrasi dengan lembaga keuangan seperti bank, perusahaan financial technology (fintech), serta lebih dari 694 ribu kanal pembayaran Payment Point Online Bank (PPOB). Mulai yang ada di kota hingga ke pelosok desa, termasuk pembayaran secara online melalui berbagai situs atau aplikasi e-commerce.

Bahkan saat ini, peserta JKN-KIS dapat melakukan pembayaran secara mobile melalui aplikasi Mobile JKN.

Keamanan aset data

BPJS Kesehatan juga bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk memastikan keamanan aset data dalam Program JKN-KIS terjamin serta adanya pelindungan informasi dan transaksi elektronik.

Kemananan data juga mencakup data perorangan yang spesifik, kompleks dan bervariasi, seperti riwayat kesehatannya, rekam medik, pernah berobat ke mana saja juga dimiliki BPJS Kesehatan karena berkaitan dengan verifikasi pembayaran klaim.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan RI, Yustinus Prastowo, mengungkapkan tantangan pengelolaan JKN, khususnya bagi milenial tentang kecepatan pada layanan. Pemanfaatan teknologi informasi akan mendukung hal tersebut.

“Apa yang dikembangkan BPJS Kesehatan, mitra kerja sudah sangat baik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi informasi. Milenial tidak akan hengkang, pelayanan lebih cepat dan praktis, sehingga kesadaran dan gotong royong bagi semua kalangan masyarakat akan terbangun,” kata Yustinus.

Yustinus menekankan gotong royong seluruh masyarakat ini sangat penting. Ia mencontohkan, misalnya untuk pelayanan cuci darah.

Menurutnya, rata-rata pasien cuci darah dalam 1 tahun mengakses 55 kali pelayanan, jika diasumsikan dalam 1 kali akses membutuhkan biaya sekitar Rp 1 juta, maka dalam setahun biaya yang dikeluarkan untuk 1 pasien cuci darah Rp 55 juta.

Jika dibandingkan dengan iuran yang disetorkan, misalnya kelas 3 diakumulasi selama 1 tahun hanya membayar iuran Rp 306.000. Jika peserta ada di kelas 1, hanya menyetorkan Rp 1,8 juta untuk biaya pelayanan cuci darah sebesar Rp 55 juta.

Deputi Pengawasan Bidang Polhukam PMK BPKP, Iwan Taufiq Purwanto, mengatakan, dukungan teknologi informasi diperlukan misalnya untuk menjaga data peserta valid, mempermudah akses layanan kesehatan, pembayaran iuran, juga jika diperuntukan untuk hal pengawasan.

“Ini sejalan dengan salah satu yang menjadi rekomendasi kami adalah terkait dengan data kepesertaan yang harus diupayakan dilakukan cleansing data, serta optimalisasi penagihan iuran peserta PBPU. Kami pun mendorong tata kelola bagi mitra BPJS Kesehatan juga harus dioptimalkan,” kata Iwan.

Rr/BPJS Kesehatan




Disiapkan100 Beasiswa untuk Mahasiswa di Kampus Swasta

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan beasiswa kepada 100 mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta.

Beasiswa itu diprioritaskan bagi kampus yang memiliki jurusan langka/unik dan sangat dibutuhkan oleh daerah untuk percepatan potensi spesifik yang dimilikinya.

Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah didampingi Sekda NTB, H.L. Gita Ariadi mengungkapkan itu saat menerima silaturahmi sejumlah Rektor Perguruan Tinggi swasta, di ruang kerjanya, Jum’at (10/07/20).

Beasiswa yang ditawarkan, khusus untuk kampus yang memiliki jurusan-jurusan unik, dan diharapkan mampu mendorong dan memberikan kontribusi besar bagi daerah sesuai dengan potensi obyektif yang ada di NTB.

Doktor Zul mencontohkan, di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ditawarkan untuk jurusan pertambangan khusus bagi orang Dompu.

Asumsinya untuk 5-6 tahun kedepan ketika Sumbawa Maining tambang beroperasi di Dompu,  tidak ada lagi keributan karena tidak dilibatkannya masyarakat lokal untuk mencicipi manfaat ekonomi dari aktivitas tambang tersebut.

“Bersahabat dengan investasi adalah kejernihan pemerintah daerah untuk menyiapkan SDM sejak dini, agar tidak menjadi penonton didaerahnya,” kata gubernur.

Kampus-kampus yang lain, Persyaratannya adalah harus memiliki jurusan yang spesifik yang diandalkan dan punya potensi pengembangan diwilayah tersebut.

“Universitas Sumbawa misalnya mempunyai keunggulan, satu-satunya pergurung tinggi swasta yang memiliki jurusan Peternakan maka butuh beasiswa untuk mahasiwanya sehingga melahirkan SDM handal dibidang peternakan,karena pengembangan wilayah peternakan cukup memadai disana,” tuturnya.

Diakuinya dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola kampus sehingga mampu memenuhi kebutuhan kekinian dan jauh kedepan.

“Kalau hanya diberikan bantuan, kampus hanya biasa-biasa saja, tidak ada tantangannya,” ujar Gubernur Zul.

Ia mengakui, mengelola kampus swasta tidaklah mudah. Tapi dibutuhkan  manajemen yang handal.

Gubernur sempat menceritakan pengalaman panjangnya mengelola kampus swasta.  Sehingga Dr. Zul sangat memaklumi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pengelola kampus swasta, yang jauh beda dengan kampus negeri.

Diharapkan kepada Pemda Kabupaten/Kota juga ikut mencari cara supaya dapat berkontribusi juga pada perguruang tinggi swasta di daerahnya masing-masing.

100 mahasiswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. H. Aidy Furqan menjelaskan  bantuan yang akan diberikan kepada perguruan tinggi ada dua, yaitu bantuan sosial dan beasiswa.

Sesuai Pergub No. 2 tahun 2020  tentang bantuan beasiswa, Aidy Furqon menyebut 2 jenis beasiswa yaitu beasiswa umum untuk mahasiswa luar negeri dan beasiswa miskin tapi berprestasi bagi seluruh perguruan tinggi di NTB.

Beasiswa ini diberikan maksimal kepada 100 mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki jurusan tertentu, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan mekanismenya.

“Apabila jumlah beasiswa untuk 100 orang mahasiswa itu belum tercapai , maka pemenuhan kapasitas selanjutnya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga mencapai 100 mahasiwa,”katanya.

Sedangkan kriteria kampus yang menerima beasiswa miskin dan berprestasi adalah kampus yang membuka prodi atau jurusan yang mendukung pembangunan daerah dan jurusan atau prodi harus berakreditasi.

“Disamping kebijakan dan otonomi kampus yang akan menetukan syarat mahasiswa yang akan memperoleh beasiswa tersebut,” ucap Kadis Dikbud.

Beasiswa miskin ini dibagi lagi menjadi 3 jenis, beasiswa miskin berprestasi,  beasiswa stimulant, dan beasiswa afirmasi.

“Semua kampus di NTB dapat mengusulkan mahasiswanya sesuai aturan yang ada,” kata Aidy Furqan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor dan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas NU, Universitas Hamzanwadi, Universitas NW, Universitas Sumbawa, Universitas Cordova KSB dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 10 Juli 2020, Bertambah 40 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian Baru

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang.  Tidak ada kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (10/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 229 sampel dengan hasil 176 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 40 sampel kasus baru positif Covid-19. Pasien sembuh 13 orang,  Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 40 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (10/7/2020) sebanyak 1.519 orang, dengan perincian 954 orang sudah sembuh, 77 meninggal dunia, serta 488 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 40 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu:

  1. Pasien nomor 1480, an. Ny. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1481, an. Tn. TY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1482, an. Tn. DHS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1483, an. Ny. BVJM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1484, an. Tn. LAS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1485, an. Ny. DES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1486, an. Tn. IC, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1487, an. Ny. MP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1488, an. Tn. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1489, an. Ny. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1490, an. Ny. RI, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1491, an. Tn. MADS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patjudengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1492, an. Tn. AH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengankondisi baik;
  14. Pasien nomor 1493, an. Ny. TS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1494, an. Ny. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1495, an. Tn. IGDJ, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1496, an. Tn. Z, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1497, an. Tn. HH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1498, an. An. AST, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1500, an. Tn. SS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1501, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1502, an. Tn. HB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1503, an. Ny. U, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1504, an. Tn. AZ, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1505, an. Tn. HS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1506, an. Tn. AH, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1507, an. Ny. IANP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1508, an. An. NIH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1509, an. Tn. IGAA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1510, an. Ny. ZH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1511, an. Tn. SN, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1512, an. Ny. ERI, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 1513, an. Tn. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1351. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 1514, an. Ny. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 1515, an. Ny. P, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  37. Pasien nomor 1516, an. Tn. AM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  38. Pasien nomor 1517, an. Ny. DMDP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  39. Pasien nomor 1518, an. Tn. BSP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  40. Pasien nomor 1519, an. Ny. IK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Hari Jum’at terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 721, an. Tn. G, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 814, an. Ny. RA, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1006, an. Tn. ET, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1015, an. Ny. F, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1105, an. Tn. IEY, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1170, an. Tn. LSA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1172, an. An. AKPA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1250, an. Ny. SN, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1272, an. Ny. R, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 1293, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 1294, an. Tn. KA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 1323, an. Tn. DZ, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 1332, an. Tn. AH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 1349, an. Tn. K, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Dipermaklukan bahwa pasien nomor 1446, an. Ny. EA, perempuan, usia 49 tahun, pendudukber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, bahwa yang bersangkutan berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh unsur pemerintah daerah se-Nusa Tenggara Barat yang telah berperan aktif dan tetap fokus pada penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 




Silaturahmi Bersama Gubernur, Pengrajin Gitar Lokal Merasa Termotivasi

Kata Gubernur Zul, tugas seorang pemimpin harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai kalangan dan bisa meringankan beban masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. selain aktif bersilaturahmi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), juga aktif mengunjungi dan berdialog secara langsung bersama Kepala Desa hingga para pelaku usaha di NTB.

Tradisi yang terus dijaga oleh Bang Zul ini menuai banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya pelaku usaha gitar di Lombok timur. Wirahadi (30) mengaku senang sekali bisa kembali bertemu Gubernur NTB.

Menurutnya, dukungan dari Gubernur NTB menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19.

“Saya kangen dengan pak gubernur. Dulu beliau pernah ke Lombok Timur melihat langsung usaha gitar kami, sekarang saya datang langsung ke dinas perindustrian memperkenalkan gitar baru saya,” ujarnya saat menghadiri acara pembinaan ASN oleh gubernur NTB bertempat di dinas perindustrian provinsi NTB, Jumat, 10 Juli 2020.

Di hadapan Gubernur dan ASN Dinas Perindustrian, Wirahadi menceritakan proses jatuh bangun pada saat membuat gitar.

Dalam ceritanya, selama pembuatan gitar, banyak sahabat yang menertawakannya. Bahkan, dukungan dari orang terdekat pun tidak didapatkan.

“Banyak sekali prosesnya, diolok hingga ditertawakan pernah saya rasakan,” tambahnya.

Alumni MA NW Pancor Ini melanjutkan, saat membuat gitar pun, sering sekali gitar yang dibuat tidak sesuai dengan keinginan dan pesanan pembeli.

“Beberapa kali gitar yang saya buat tidak sesuai dengan pesanan, pernah juga saya buat gitar suaranya sangat jelek. Tapi, itu semua tidak menyurutkan semangat saya untuk terus membuat gitar,” tambahnya.

Wirahadi mengungkapkan, sekarang penjualannya sudah menyasar pasal internaisonal. Terhitung, sudah 30 gitar dijualnya ke Malaysia, Brunai hingga Singapura.

“Alhamdulillah, melalui teman-teman Facebook, beberapa gitar sudah saya jual di berbagai negara,” tutupnya.

Bangga dikunjungi gubernur

Di tempat terpisah, Masriadi, Kepala Desa (Kades) Semaya, kecamatan sikur, kabupaten Lombok Timur juga mengaku bangga dan senang sekali dikunjungi langsung oleh gubernur yang didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB tersebut.

Menurutnya, kunjungan ini merupakan anpengalam baru dan bisa menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ini pengalaman baru, menyampaikan aspirasi secara langsung kepada gubernur NTB merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya saat ditemui pada saat silaturahmi Gubernur NTB bersama Kades se-Lombok Timur, hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 lalu.

Gubernur Zul yang saat itu didampingi langsung oleh Kepala OPD. Jadi, para Kades bisa langsung menyodorkan proposal sesuai aspirasi yang telah terserap di desa masing-masing.

“Keluhan jalan, ada kadis PU, keluhan bantuan masjid, ada kepala biro kesra. Alhamdulillah langsung kami sodorkan proposal kepada kepala dinas dihadapan pak gubernur,” tambahnya

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, silaturahmi harus terus dilakukan dengan siapapun. Karena, tugas seorang pemimpin harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai kalangan dan bisa meringankan beban masyarakat.

“Tugas kita sederhana saja, perbanyak silaturahmi dan sedekah kepada siapa pun. Dengan begitu, hidup kita lebih tenang. Saya yakin, semua urusan juga pasti diselesaikan dengan mudah,” ujar Bang Zul.

Jangan sampai, lanjut Bang Zul, ada masyarakat yang datang jauh-jauh, menghabiskan waktu, menghabiskan uang dan tenaga untuk bersilaturahmi kepada pemimpinnya. Tapi, pemimpinnya sendiri tidak bisa menemuinya.

“Saya berdialog dan silaturahmi langsung bersama ASN, kepala desa, petani, nelayan serta masyarakat lainnya dengan niat sederhana. Saya hanya ingin dekat dengan masyarakat dan menyerap aspirasi mereka secara utuh,” tambah Bang Zul.

AYA/HmsNTB

 




Dukung Kampung Sehat, Sekda KLU dan Forkopimda Panen Raya Padi di Jenggala

Diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton

TANJUNG.lombokjournal.com — Pemerintah Daerah Lmbok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar panen raya padi Cherang di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis, (09/07/20)..

Panen raya padi Cherang,  selain bertujuan penyediaan kebutuhan pangan kegiatan ini untuk mendukung dan mewujudkan kampung sehat di Kabupaten Lombok Utara menyongsong tatanan New Normal.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KLU Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.Sos, MT, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Kepala OPD, Camat Tanjung Samsul Bahri, dan Kepala Desa Jenggala Fahrudin.

Sekda H Suardi bersama Frkopimda

Usai memanen, Sekda H. Suardi menyampaikan, komoditi padi yang dipanen cukup bagus seraya mengharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.

Panen padi itu merupakan gerakan yang mengajak semua lapisan masyarakat guna menata kampung sehat. Konsep kampung sehat diluncurkan untuk menciptakan tatanan lingkungan steril dari corona dan tumbuhnya ekonomi yang produktif di kampung-kampung.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengajak para petani untuk menanam komoditi tanaman yang mampu menunjang ekonomi seperti padi dan tanaman lainnya.

“Padi di Lombok Utara khususnya di Desa Jenggala ini hasilnya bagus dan bisa mencukupi kesediaan pangan. Insya Allah kita tidak bergantung suplai pangan dari luar,” kata Sekda, H Suardi.

Diterangkan Sekda, menanam komoditi tanaman yang ramah lingkungan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam. Membuat suasana batin menjadi tenang, sehat, imunitas kuat, dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

“Dengan kampung sehat, lingkungan kampung kita jadi asri dan tangguh dalam berbagai persoalan yang dihadapi. Saya berpesan mari bersama-sama mewujudkan kampung kita menjadi sehat, asri dan tangguh,” pesan Suardi.

Tidak mengkhawatirkan pangan

Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan mengungkapkan, pada intinya pertahanan itu bukan saja identik dengan ketahanan terhadap musuh.

Tapi, salah satu bentuknya juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat tidak mengkhawatirkan pangan, lantaran dapat tercukupi untuk beberapa bulan dijamin tidak kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah menuturkan tujuan jangka pendek kampung sehat adalah mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Penyebaran wabah Covid -19 bisa dicegah ketika kondisi masyarakat bersih, sehat, tangguh, dan siap secara fisik.

“Kesiapan masyarakat secara fisik terlihat jika pangan terpenuhi, sehingga gizi dan imunitas mereka naik dan potensi terkena virus pun rendah,” kata Kapolres

Dalam jangka panjang, masih kata Ferry, kampung sehat bisa dilanjutkan kelangsungannya kendati Covid-19 berakhir.

“Keberlangsungan program kampung sehat ini bisa dilanjutkan nantinya tidak semata-mata antisipasi penyebaran Covid, tapi untuk ketahanan pangan agar tetap asri, harmoni dan keamanan masyarakat terjamin,” terang Kapolres AKBP Ferry Jaya.

Ditambahkan Kapolres, kampung sehat saat ini tengah memasuki akselerasi kesiapan masing-masing desa, dengan tolak ukur memiliki pos kesehatan, memiliki rumah isolasi mandiri, dan pola penyelesaian permasalahan secara musyawarah.

Di lain pihak, Plt. Kepala DKPP KLU Ir. Hermato menjelaskan, ketersediaan pangan di Lombok Utara merujuk data beras hasil panen padi bulan Apri sampai Juli sekitar 9800 H.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton.

“Mengacu jumlah penduduk Lombok Utara sekitar 239 ribu jiwa disandingkan dengan hasil panen pada periode April-Juli, maka kebutuhan pangan kita bisa tercukupi,” pungkasnya.

sid




Disayangkan, Pernyataan Dikes Lobar ‘Lepas Tangan’ Pemberian Fasilitas Kesehatan Untuk Warganya

TGH Hasmi Hamzar menilai, pernyataan yang dilontarkan Made Ambaryati selaku Kepala Dinas tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Hj Made Ambaryati mengambil sikap ‘lepas tangan’ dalam hal pemberian fasilitas kesehatan, Jum’at, (10/07/2020).

Sikap itu diambil Made Ambaryati, atas peristiwa pengambilan paksa jenazah yang dinyatakan positif Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Kota Mataram oleh warga Dusun Eat Mate, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat beberapa waktu lalu. .

Seperti dikutip  radarlombok.co.id, sikap tersebut diambil Kepala Dikes Lobar menyusul aksi pelanggaran protokol Kesehatan Covid-19 oleh masyarakat Dusun Eat Mate yang memilih tidak mentaati protokol Kesehatan Covid-19.

Selain itu, sikap masyarakat yang menyatakan mereka tidak percaya dengan adanya Covid-19 membuat Made Ambaryati geram.

Sikap tak percaya adanya Covid-19 itu dinyatakan warga dengan penandatanganan surat pernyataan yang disaksikan langsung Camat Gunung Sari dan Kepala Desa Mekar Sari.

“Kami lepas tangan, biarkan saja, kan mereka tidak percaya ada Covid-19,” kata Made Ambaryati dikutip dari radarlombok.co.id.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi V DPRD NTB yang salah satu tugasnya menaungi bidang kesehatan TGH Hazmi Hamzar, menyampaikan ketidaksepakatan atas pernyataan Kepala Dikes Lobar tersebut.

Menurut Hazmi, salah satu tugas pokok pemerintah, dalam hal ini Dikes Lobar, adalah melayani masyarakat.

Karena itu, pernyataan yang dilontarkan Made Ambaryati selaku Kepala Dinas tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Jangan kita terlalu cepat putus asa, lepas tangan segala macam,” ujarnya.

Dijelaskan, hal yang luput dari perhatian pemerintah adalah informasi mengenai Covid-19 yang tidak sampai ke masyarakat secara langsung oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 NTB.

Informasi yang tidak sampai itu membuat masyarakat menjadi bingung yang pada akhirnya menyebabkan mereka bertindak melanggar aturan.

“Sosialisasi itu belum merata kepada masyarakat harus dipahami itu. Kalau masyarakat sudah mengerti tidak akan begini ini barang ini,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Hazmi meminta agar komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat termasuk dalam pemberian pelayanan kesehatan, tidak boleh berhenti, hanya karena suatu kejadian yang sangat mungkin disebabkan oleh informasi yang tidak sampai.

Sebab jika komunikasi buruk terus terjadi akan memicu keadaan yang makin kacau.

“Ya dimana-mana kan, di Sulawesi kayak apa garang masyarakatnya, selesai juga dengan pendekatan,” pesannya.

Kepala Dikes Lobar Hj Made Ambaryati yang dikonfirmasi lombokJournal.com untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai tindakan seperti apa yang nantinya diambil Dikes Lobar untuk menangani persoalan tersebut, tidak memberi jawaban pasti.

Ia hanya menjawab singkat, “Ibu sedang rapat.”

Ast