Provinsi NTB Gelar Apel Tiga Pilar, Upaya Tekan Penyebaran Covid-19

Sinergi bersama Forkopimda dan Forkopimcam se-Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan upaya, kewaspadaan dan, perjuangan memutus mata rantai Covid19

MATARAM.lombokjournal.com – “Saya mengajak Walikota Mataram dan Bupati Lombok Barat agar tetap menghimbau masyarakatnya untuk terus menekan Covid19 ini,” ajak Dr. Zul sapaan akrab Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menjadi Pembina Apel Tiga Pilar di Lapangan Bumi Gora, Selasa (14/07/20).

Apel ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB terus menekan angka penyebaran Covid19 di NTB.

Gubernur Zulkieflimansyah

Dengan kurva penyebaran yang belum melandai, khususnya di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diperlukan ikhtiar seluruh pihak untuk mempercepat penanganan pandemi.

Menurut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Covid-19 sudah menemukan bentuk dan cara lain dalam penularannya.

Karena itu, kewaspadaan dan kedisiplinan akan protokol Covid19 akan  ditingkatkan.

Apel dengan tujuan sinergi bersama Forkopimda dan Forkopimcam se-Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan upaya, kewaspadaan dan, perjuangan memutus mata rantai Covid19.

Sebagai pembina Apel, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah mengajak kepada seluruh peserta apel bahwa menekan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat merupakan  tanggungjawab bersama.

Sinergi dan strategi yang tepat untuk menekan penyebaran Covid19 di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat harus segera ditunaikan.

“Inisiasi ini adalah wujud kepedulian kami akan bahaya Virus Corona,” kata gubernur.

Langkah serius

Senada dengan Gubernur Zul, Kapolda NTB Muh. Iqbal mengatakan, inisiasi ini adalah langkah serius dalam menekan penyebaran Covid19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat.

Inisiasi ini sengaja digelar sebagai ajakan untuk protokol Covid19 tetap ditingkatkan.

“Ayo terus berupaya dalam menekan penularan Covid19, karena saya rasa ini upaya baik untuk kebaikan kita semua,” katanya.

Komandan Resort Militer (Danrem 162/WB), Brigjen Ahmad Rizal Ramdani mengatakan, sesuai dengan perintah operasi Hesti di bawah perintah Pangdam, pihaknya akan terus berupaya memutus matarantai penyebaran Covid19 di NTB.

Perlu ada sinergitas antara Stake Holder yang ada diseluruh NTB untuk penyelesaian ini semua.

“Kami tidak akan pernah lelah untuk melakukan penyelesaikan Covid19 di NTB,” tutupnya

Setelah apel digelar, dilaksanakan foto bersama sebagai langkah awal sinergi penanganan penyebaran Covid-19.

AYA




JPS Gemilang, Turunkan Angka Penyebaran Covid-19 Sekaligus Atasi Dampak Sosial Ekonomi

Pemprov NTB mengambil peluang dengan menghadirkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang berisi produk-produk lokal  untuk membantu IKM dan UMKM

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi Covid-19  menyebabkan terganggunya aktivitas sosial, ekonomi hingga pendidikan, namun di saat yang sama pandemi ini melahirkan berbagai peluang baru khususnya pada industri menengah kecil.

Dibutuhkan akselerasi ekonomi di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah yang sebelumnya terkena bencana alam seperti Provinsi NTB.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat tampil sebagai pembicara dalam webinar Government Roundtable Series Covid-19 New, New and Post NTB, dengan tema  “NTB : Akselerasi Pemulihan Ekonomi” yang berlangsung, Senin (13/07/20).

Selain menurunkan angka penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB juga berupaya mengatasi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya. Sehingga pandemi ini tidak memunculkan masalah baru seperti kelaparan dan kemiskinan.

“Sehingga nanti jika kita tidak hati-hati, kita akan selamat dari virusnya tetapi akan sengsara karena ekonomi kita yang tidak bergerak dan menghasilkan malapetaka yang jauh lebih besar,” jelas Gubernur Zul.

NTB yang sangat bergantung pada sektor pariwisata memerlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk menghindari lambatnya pergerakan ekonomi.

Hal ini dapat berdampak pada peningkatan angka pengangguran, kemiskinan dan bahkan berakibat pada persoalan lainnya.

Namun Pemprov mengambil peluang dengan menghadirkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang berisi produk-produk lokal  untuk membantu IKM dan UMKM NTB.

“Kami mengambil jalan yang cukup terjal untuk membuat JPS Gemilang dalam bentuk non-tunai. Jika dalam bentuk tunai, menurut pengalaman kami, masyarakat hanya tenang sejenak tetapi tidak untuk membeli komoditas melainkan untuk pulsa, bahan bakar dan lain-lain,” terangnya.

Gubernur Zul mengatakan, program ini membangkitkan semangat dan rasa percaya diri masyarakat NTB khususnya para pelaku usaha.

Sebelumnya  banyak konsumen yang membeli barang dari Pulau Jawa bahkan dari luar negeri, tetapi kini masyarakat mulai bangga menggunakan produk-produk lokal.

“Masker bisa kita bikin sendiri, Alat Pelindung Diri bisa kita bikin sendiri dan banyak produk-produk yang lain. Apalagi tema besar dalam pemerintahan kami salah satunya adalah industrialisasi,” tutur Bang Zul.

Industrialisasi ini lanjut tidak identik dengan pabrik-pabrik besar. Sering juga masyarakat menyalahartikan, industrialisasi tidak memperhatikan sektor pertanian, perikanan dan peternakan.Padahal sejatinya, industrialisasi menekankan pada nilai tambah.

“Jadi tetap prioritasnya diberikan kepada pelaku peternakan, perikanan dan pertanian, tetapi sekarang produknya diolah dan bergeser pada manufacturing. Oleh karena itu, produk pertanian bisa diolah di sini sehingga proses industrialisasi ini menemukan akselerasinya.” ujarnya.

Bang Zul berharap UKM di NTB dalam tiga bulan ini dapat terus belajar menggunakan teknologi dan melakukan inovasi sehingga pasarnya bukan hanya di NTB melainkan dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

“Jadi kami sudah coba mengajak para dinas-dinas kabupaten/kota di NTB untuk bersama-sama, misalnya pada pengadaan beras. Jadi NTB ini berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan masing-masing kabupten/kota untuk memilih UKM yang ada di daerah masing-masing,” katanya.

Founder and Chairman MarkPlus.Inc, Hermawan Kertajaya mengatakan, adanya Government Roundtable Series ini mendekatkan hubungan dengan masyarakat. Diharapkan dengan adanya seminar ini dapat mengetahui bagaimana penyebaran akselerasi ekonomi di NTB.

Hermawan mengungkapkan kepada sekitar 300 partisipan yang mengikuti seminar online tersebut, bahwa transformasi digital di NTB tidak main-main.

“Kita akan bersama-sama bagaimana digital transformation di NTB lebih baik kedepannya tanpa menghilangkan persatuan, ini yang penting,” jelasnya.

Dampak gempa lebih berat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Achris Sarwani mengungkapkan bahwa NTB belum terdampak dari sisi ekonomi oleh Covid-19 ini.

NTB masih bisa tumbuh 3,19 pesen di quarter 1, dibandingkan tahun sebelumya yang hanya tumbuh 1,70 persen.

NTB berada di angka yang lebih tinggi dari angka nasional yang berada pada angka 2,97 persen.

Selanjutnya Achris menjelaskan dampak gempa lebih berat dibandingkan dengan dampak dari Covid-19.

“Karena kita terkena secara fisik dan kita juga harus menyelesaikannya secara fisik,” terangnya.

Achris melanjutkan, Bank Indonesia fokus memperkuat sektor produksi dan industri pengolahan, sehingga mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dan bernilai tambah yang lebih tinggi melalui proyek dan investasi yang didorong dan dipermudah masuk ke NTB.

“Sekaligus sebagai proses menyiapkan perbaikan kapasitas ekonomi lokal untuk menyongsong era aktivitas ekonomi dapat berjalan normal kembali di masa depan,” katanya.

Seminar online ini juga diikuti oleh beberapa Kepala Daerah, seperti Walikota Mataram, Bupati Lombok Barat, Bupati Lombok Utara dan Bupati Sumbawa Barat.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 13 Juli 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Hingga saat ini Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam zona merah dengan jumlah terkonfirmasi positif masing-masing 716 orang dan 362 orang. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal yakni 48 orang di Kota Mataram dan 23 orang di Kabupaten Lombok Barat

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (13/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 175 sampel dengan hasil 142 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/7/2020) sebanyak 1.592 orang, dengan perincian 1.013 orang sudah sembuh, 82 meninggal dunia serta 497 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid19.

TAMBAHAN 21 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1572, an. Ny. RA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jawa Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1573, an. Ny. MAJ, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1574, an. Tn. IMAJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1575, an. Tn. KRP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1576, an. Ny. NA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1577, an. Tn. SPAI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kota Medan, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1578, an. Ny. AF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1579, an. Tn. PRM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1580, an. Tn. KBM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1581, an. Ny. WI, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1582, an. Tn. H, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1583, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1584, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1585, an. Tn. DR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1584. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1586, an. Tn. PW, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1587, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1588, an. Tn. LW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1589, an. Tn. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1590, an. Tn. FS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1591, an. Tn. MSF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1592, an. Tn. DJB, laki-laki, usia 71 tahun, Warga Negara Belanda. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Hari Senin terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 552, an. Tn. SUJ, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 746, an. Ny. H, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 799, an. Ny. ES, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kopang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 823, an. Ny. UA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 857, an. Ny. M, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 958, an. Ny. Z, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 972, an. Ny. SS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 989, an. Ny. IL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1014, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 1076, an. Tn. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Malang, Jawa Timur;
  11. Pasien nomor 1144, an. Tn. KS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 1177, an. Tn. DGAAP, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1192, an. Ny. MF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1195, an. Tn. SA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1198, an. Ny. MPM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1229, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1230, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1258, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1270, an. Tn. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 1291, an. An. KMA, perempuan, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1329, an. Tn. PK, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1400, an. Ny. CH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 1401, an. Ny. VN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 1479, an. Ny. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1559, an. Tn. LH, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam zona merah dengan jumlah

terkonfirmasi positif masing-masing 716 orang dan 362 orang. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal yakni 48 orang di Kota Mataram dan 23 orang di Kabupaten Lombok Barat.

“Penanganan wabah Covid-19 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat harus kita lakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi, sehingga dua daerah ini dapat keluar dari zona merah,” katanya.

Menurut Lalu Gita, salah satu hal yang perlu diterapkan bersama adalah kedisiplinan menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protokol kesehatan pada semua area publik.

Bukan saja oleh masyarakat, tetapi juga semua pihak termasuk, area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar.

“Toko-toko atau pusat perbelanjaan dan area publik yang tidak mematuhi protokol Covid-19 harus ditutup. Begitu juga di pasar-pasar, jika tidak memakai masker tidak boleh berjualan dan juga berbelanja,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Bunda Niken Jadi Ketua ICSB NTB, Siap Kembangkan UMKM

Diharapkan keberadaan ICSB dapat mendorong peningkatan jumlah dan kualitas UMKM di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc dilantik sebagai Ketua International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB periode 2020-2022.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden ICSB Indonesia Dr. Jacob Silas Mussry secara virtual, Senin (13/07/20).

ICSB merupakan organisasi internasional berpusat di Washington, Amerika Serikat. ICSB sebagai organisasi nonprofit membantu pengembangan kewirausahaan di Tanah Air bersama empat pilar pendukungnya, terdiri dari akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku bisnis.

Pada pelantikan pengurus tingkat Provinsi NTB, Jacob mengajak stakeholder terkait untuk bersama-sama membina pelaku UMKM agar bisa lebih kompetitif.

Dia mengatakan, jumlah UMKM di Indonesia saat ini sangat besar, tetapi tak sebanding dengan tingkat daya saing UMKM itu sendiri, baik lokal maupun internasional.

“Organisasi ini kami harapkan bisa memberikan kontribusi yang strategis kepada UMKM agar mereka lebih kompetitif,”  kata Jacob dalam sambutannya secara virtual.

Untuk mengembangkan UMKM, ICSB fokus pada pendidikan, penelitian, pertukaran ide, membangun dan mengembangkan kapabilitas usaha. Menurutnya, dengan mengembangkan kapabilitas usaha, UMKM di Indonesia semakin kompetitif.

“Saya berharap, ICSB hadir menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah di Provinsi NTB, meski dalam kondisi sulit (Covid-19-red) menyerah bukanlah pilihan,” tutup Jacob

Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sebagai Ketua ICSB Provinsi NTB terpilih mengatakan, UMKM harus didukung dan dikembangkan.

Sebab UMKM begitu penting dalam menyerap tenaga kerja, sangat strategis dalam perkembangan ekonomi di wilayah, dan menopang perekonomian nasional.

“Kami mengajak semua para pelaku UKM untuk bergandengan, saling membantu, saling mendukung dalam rangka membangkitkan pelaku usaha di NTB,” ujar bunda Niken.

ICSB merupakan organisasi baru di NTB. Pengurus ICSB NTB akan belajar lebih cepat, lebih banyak dan lebih giat guna mengembangkan UMKM di Provinsi NTB.

Ia  yakin, UMKM merupakan salah satu kunci keberhasilan NTB.

“Kami yakin, UMKM yang tangguh, UMKM yang unggul merupakan kunci NTB Gemilang,” ujarnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimanysah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICSB Wilayah Provinsi NTB.

Diharapkan, pengurus dan anggota yang tergabung dalam ICSB memberi peran strategis dalam hal Roadmap pengembangan kewirausahaan secara holistik di NTB yang melibatkan semua pihak, dan menjadi payung organisasi UKM daerah.

Gubernur Zul berharap keberadaan ICSB dapat mendorong peningkatan jumlah dan kualitas UMKM di NTB.

“Sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan pendampatan dan kesejahteraan masyarakat,” harap gubernur.

Pengurus ICSB Indonesia wilayah Provinsi NTB periode 2020-2022;

  1. Ketua : Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah,SE.,M.Sc
  2. Sekretaris Jendral : Indah Purwati Ningsih,SE
  3. Wakil Sekretaris Jendral : Ryan Pinasti Rahajeng,SE
  4. Bendahara : Dra. Dwi Endah Setyorini
  5. Wakil Bendahara : Hj. Dwi Anggraini,ST
  6. Wakil Koordinator Bidang Akademi dan Riset : Dr. Muhammad Ali
  7. Direktur Pengembangan : Sayuk Wibawati
  8. Wakil Koordinator Bidang Hubungan Pemerintah dan Penyelarasan Program : Hj.Nuryanti,SE.,MM
  9. Direktur Kerjasama Program : Muh. Nur Rahmat, SE
  10. Wakil Koordinator Bidang Pemberdayaan Komunitas : Hj.Dra. Bau Intan
  11. Direktur Pemberdayaan Pemuda : Dr.H.Lalu Burhan, M.Sc
  12. Direktur Pengembangan Netizen : H.Ricky Hartini Putra,SE
  13. Wakil Koordinator Bidang Hubungan Perusahaan Swasta : Ir. Lindawati Angkawijaya,MM
  14. Direktur Hubungan Perusahaan : Henny Soepiantoro
  15. Direktur Hubungan Perusahaan BUMN : Bayu Adityo,SH

AYA/HmsNTB




Demo di Tengah Pandemi, Massa Kesal Tak Ditemui Anggota DPRD NTB

Selain meminta pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, mereka juga menghimbau anggota DPR fokus laksanakan tugas dan fungsi melayani rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang

MATARAM.lombokJournal.com — Di Tengah Pandemi virus Corona, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi NTB Menolak Rancangan Undang-Undang Ideologi Pancasila  (RUU HIP), melangsungkan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD NTB tanpa ditemui satu pun anggota parlemen Udayana. Senin, (13/07/20).

Merekapun menyesalkan sikap anggota dewan, dengan menyebutnya tak menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat seperti yang diamanatkan undang-undang.

“Sering kami melaksanakan aksi di sini, kami tidak pernah yang namanya ketemu sama anggota DPRD itu. Sedangkan tuntutan kami harus didengar oleh pihak DPR itu,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap), Raden Riko Agustian.

Dijelaskan, anggota DPRD selaku wakil rakyat harusnya menjembatani semua lapisan masyarakat menyuarakan aspirasinya ke pemerintah.

Tetapi selama ini, Riko menyebut DPRD tidak peduli dengan hal itu. Hal tersebut semakin terbukti dengan tak hadirnya satu pun dari anggota parlemen untuk menemui mereka.

Padahal menurutnya, tujuan utama digelarnya aksi agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung ke anggota DPRD NTB.

“Sedihnya, kan tujuan kita Ketua DPR,” terangnya.

Dalam tuntutan aksi yang diserahkan perwakilan aksi ke Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH., MH disebutkan, selain meminta pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, mereka juga menghimbau anggota DPR fokus laksanakan tugas dan fungsi melayani rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH., MH selaku perwakilan DPRD NTB menyampaikan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sekretariat DPRD NTB tidak memiliki tugas dan fungsi lain, selain melayani kepentingan anggota DPRD NTB.

Pihaknya menyatakan akan menjembatani para mahasiswa dalam menyampaikan tuntutan mereka ke Ketua DPRD NTB.

“Menyambung lidah adek-adek semua kepada pimpinan dan anggota dewan,” kata Mahdi.

Mahdi juga menjelaskan bahwa apa pun yang menjadi aspirasi mahasiswa akan tetap didengar oleh Ketua DPRD NTB.

Untuk diketahui, dari pantauan lombokjournal.com di gedung DPRD NTB jalan Udayana, tak satu pun terlihat kendaraan anggota dewan terparkir.

Selain itu, hingga aksi demonstrasi berakhir tak satu pun dari anggota DPRD NTB terlihat memasuki kawasan gedung parlemen NTB tersebut.

Ast




Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Kepala Desa Loyok mengaku senang Desa Loyok dapat dijadikan lokasi peluncuran JPS Gemilang Tahap III

LOTIM.lombokjournal.com — Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III hari ini resmi diluncurkan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan paket JPS Gemilang Tahap III tersebut di Kantor Desa Loyok Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Senin (13/07/20).

JPS Gemilang Tahap III ini pun menjadi penutup pemberian bantuan terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Namun, Pemprov NTB berjanji akan terus memberikan bantuan stimulus lainnya kepada masyarakat.

Setelah JPS Gemilang Tahap III disalurkan, Pemprov akan fokus mengembangkan UKM/IKM agar semakin maju dan berkembang.

Penyaluran JPS Gemilang dari Tahap I hingga Tahap III juga mendapat respon beragam dari masyarakat.

UKM/IKM yang merasakan dampak perekonomian yang diakibatkan pandemi Covid-19 dapat terbantu berkat terobosan dari Pemprov NTB.

Perbaikan kualitas serta data penerima menjadi acuan bahwa penyaluran JPS Gemilang berjalan lancar dan sukses.

Begitu pula yang dirasakan oleh masyarakat Desa Loyok. Warga penerima bantuan mengapresiasi seluruh jajaran Pemprov dalam penyaluran JPS Gemilang hingga sampai ke Tahap III tersebut.

Kepala Desa Loyok, M. Rosyidi, S. Sos.I mengaku senang Desa Loyok dapat dijadikan lokasi launching JPS Gemilang Tahap III. Mewakili warganya, Ia berterima kasih atas kunjungan jajaran Pemprov ke Desa Loyok hari ini.

“Harapan kami kepada masyarakat, semoga dengan JPS Gemilang ini semangat untuk hidup, semangat untuk kerja bisa ditingkatkan,” ucapnya.

Kunjungan Wagub Ummi Rohmi juga dinilai telah memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan bisa kembali ke desa kami dalam rangka memberikan motivasi, semangat bagi para pengrajin kami di Desa Loyok,” tambahnya.

Winda Safitri, salah seorang warga penerima bantuan JPS Gemilang mengucapkan terima kasih kepada Pemprov atas bantuan serta perhatian yang diberikan selama masa pandemi Covid-19.

“Saya Winda Safitri penerima JPS Gemilang tahap III, mengucapkan terima kasih banyak-banyak kepada Pemerintah Provinsi NTB dan kepada Wakil Gubernur yang telah hadir langsung ke Desa Loyok, semoga ini bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Hal yang sama diucapkan oleh Badaruddin, yang mengaku senang dapat berjumpa langsung dengan Wakil Gubernur di desanya sendiri.

Ke depan, Ia berharap kunjungan seperti ini akan lebih sering dilakukan.

“Terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur, yang telah hadir ke Loyok semoga menjadi penyemangat kami semua disini,” tuturnya.

Sebelumnya, Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengajak masyarakat untuk mencintai dan menghargai produk lokal buatan NTB. Sehingga, UKM/IKM selepas pandemi Covid-19 usai dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

“Mari kita tingkatkan produktifitas, tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita, tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” pintanya.

Penyaluran bantuan JPS Gemilang ini pun diawali dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian esok hari, Selasa (14/07/2020) disusul oleh Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

BACA JUGA:

Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS Gemilang Tahap III yakni sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UKM/IKM dan juga kelompok usaha lainnya.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS

LOTIM.lombokjournal.com —  Masyarakat diajak mencintai dan menghargai produk lokal buatan Nusa Tenggara Barat.

Jika masyarakat menghargai produk lokal, maka para pelaku usaha IKM/UKM juga akan semakin berkembang.

Sehingga para pelaku usaha dalam daerah setelah pandemi Covid-19 berlalu, dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan itu saat  meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Desa Loyok, Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (13/07/20).

Wagub mengharapkan adanya peningkatan produktifitas.

“Tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita. Tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” kata wagub.

Dikatakan, paket dalam JPS Gemilang III berisi produk-produk yang dibuat oleh UKM dan IKM lokal. Hal ini dilakukan untuk mendorong UKM/IKM lokal agar terus berkembang di tengah pandemi.

“PR berikutnya, ke depan harus kita ciptakan pasar, kita harus kerja keras agar kualitas semakin bagus dan harga semakin bersaing,” kata Umi Rohmi.

Wagub kembali mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan.

Modal kesehatan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi masyarakat. Desa wisata seperti Desa Loyok, kata Wagub, harus bebas dari Covid.

Sebab Desa Loyok menjadi salah satu desa wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kita harus bisa menjaga desa kita agar tetap sehat, tidak ada yang kena Covid-19, dengan begitu, jika masyarakat di desa sehat maka orang tidak akan takut dan merasa aman untuk datang ke desa ini,” kata Ummi Rohmi.

Ditekankan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan ketat agar masyarakat desa Loyok terhidar dari wabah Covid-19.

Agar masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan, aparat desa diminta terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan ini.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus disiplin, kalau mau sehat kita ikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tutur wagub.

Disampaikan terimakasih seluruh pihak yang ikut serta menangani pandemi dan dampak yang ditimbulkan baik dari Pemda, Pemerintah Desa, Forkompinda dan pihak terkait lainnya.

Menghidupkan UKM/IKM Lotim

Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi mengatakan, JPS Gemilang dari Pemprov NTB ini sangat membantu Kabupaten Lombok Timur dalam menangani dampak pandemi.

Program ini bukan hanya memberikan bantuan dalam bentuk sembako, namun juga telah menghidupkan UKM/IKM yang ada di Lombok Timur.

“Terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Lombok Timur ini,” tuturnya.

Ia berharap Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB pada umumnya segera pulih agar kondisi sosial dan perekonomian masyarakat dapat normal kembali.

Untuk diketahui, jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS.

Sedangkan produk-produk yang ada dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Untuk penerima manfaat di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM yang terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

BACA JUGA: Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

AYA/HmsNTB




Rocky Gerung ‘Angkat Topi’ untuk Kasatreskrim Kabupaten Loteng

Rocky berharap, apa yang dipraktikkan Priyono dicontoh oleh semua aparat kepolisian dalam menghadapi sebuah perkara hukum

MATARAM.LombokJournal.com — Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lombok Tengah AKP Priyono Suhartono mendapat apresiasi dan dukungan luas, kaena menolak laporan seorang anak yang ingin memenjarakan ibu kandungnya hanya gara-gara permasalahan sepeda motor.

Salah satu yang memuji aksi Priyono adalah tokoh nasional Rocky Gerung yang menyatakan dirinya ‘angkat topi’ untuk tindakan Priyono tersebut. Minggu, (12/07/20).

“Pak polisi saya apresiasi, angkat topi,” katanya dikutip dari akun youtube Rocky Gerung Official.

PRocky yang sedang duduk bersama Hersubeno Arief menerangkan, aksi Priyono menolak laporan tersebut sebagai tindakan seorang polisi baik. Ia ingin menjelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia, mengenai substansi kepolisian sebagai lembaga yang berisikan warga sipil yang diberi hak oleh negara untuk memegang senjata.

Karena keistimewaan hak tersebut, sudah menjadi kewajibannya memberi rasa aman dengan menyediakan fasilitas perlindungan hukum bagi warga sipil yang ‘tersisih’ dalam mendapat keadilan.

“Dia menyuapi rakyat sehingga rakyat mengerti bahwa tidak semua delik itu harus diproses di depan hukum. Polisi yang bijak ya seperti itu,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Rocky, tindakan Priyono telah mencerminkan fungsi polisi sebagai pengayom dan pendidik masyarakat dalam menegakkan keadilan hukum yang berlaku.

Rocky berharap, apa yang dipraktikkan Priyono dicontoh oleh semua aparat kepolisian dalam menghadapi sebuah perkara hukum, sebab polisi yang baik harus mengajarkan masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua ‘delik’ harus diproses di hadapan hukum yang berlaku.

“Itu tindakan keperwiraan sebetulnya. Dia menjalankan dwifungsi, fungsi dia sebagai Polri dan fungsi dia sebagai manusia berbudi,” ujar Rocky.

Selanjutnya, hal utama yang harus ada dalam diri seorang polisi adalah sikap kebayangkaraan yang dalam pengertian Rocky harus meliputi kerelaan mencari keadilan untuk warga masyarakat, dengan kesadaran menjunjung tinggi nilai luhur kemanusiaan.

“Kebayangkaraan itu dasarnya adalah perlindungan terhadap mereka yang tersisih di dalam upaya mencari keadilan, jadi bukan kriminalisasi justru, tapi humanisasi,” terangnya.

AKP Priyono Suhartono memang tengah viral   karena videonya yang menolak laporan Mahsun, seorang anak yang mau mempidanakan ibu kandungnya beredar luas di media sosial.

Priyono sendiri mengaku meski tidak dibenarkan secara hukum karena menolak laporan masyarakat, ia terpaksa mengambil sikap tersebut karena iba oleh reaksi ibu kandung pelapor.

Ast




JPS Gemilang Tahap III Mulai Didistribusikan Hari Senin, 13 Juli 2020, Libatkan 4.673 UMKM/IKM

Penerima manfaat, di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM, terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah akan meluncurkan paket JPS Gemilang Tahap III, hari Senin tanggal13 Juli 2020, di Kantor Desa Loyok Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Pemprov NTB akan menyalurkan paket bantuan tersebut ke kabupaten/kota se-NTB.

Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III telah rampung dipersiapkan oleh pemerintah Provinsi NTB.

Ini juga komitmen Pemprov untuk menyalurkan bantuan tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas paket bantuan serta pemberdayaan atau pelibatan IKM/UMKM sebanyak mungkin.

Asisten II Setda Provinsi NTB Ir. H. Ridwansyah, MM, M. TP, mengatakan persiapan penyaluran paket bantuan itu sudah rampung 100 persen dan siap untuk disalurkan ke masyarakat.

“Persiapan JPS Gemilang tahap III sudah 100 persen,” ungkapnya.

  1. Ridwansyah menyampaikan, penyaluran bantuan JPS Gemilang tersebut diawali dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian Selasa 14 Juli 2020, disusul oleh Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu Bima dan Kota Bima.

Jumlah penerima tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Penerima manfaat, di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM, terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan semangat pemberdayaan IKM/UMKM  dalam produk JPS yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB dalam Program JPS Gemilang, tetap menjadi konsep penyediaannya pada tahap ketiga tersebut.

Gubernur Zul menekankan, agar produk-produk yang disediakan dalam JPS Gemilang tahap III tersebut merupakan produk yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita jangan terlena dengan tahapan penyelenggaraan JPS tahap I dan II, tetapi harus mengawal tahap III lebih baik,” kata Gubernur Zul didampingi Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Evaluasi JPS tahap II dan persiapan JPS III di Mataram belum lama ini.

Gubernur Bang Zul juga meminta agar melibatkan banyak UMKM dan IKM lokal di NTB. Sehingga produk yang diberikan juga lebih bervariasi dengan hasil produk yang banyak melibatkan masyarakat untuk bekerja.

Keterlibatan UMKM dan IKM  di JPS Gemilang tahap I dan II, dinilainya, sudah mampu melatih mereka untuk terus menyiapkan produk yang berstandar untuk dipasarkan secara umum.

Gubernur menekankan JPS Gemilang Tahap III harus detail dan dipastikan tidak ada masalah. JPS Gemilang lanjutnya tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi. Akan tetapi sekaligus langkah untuk membangkitkan UMKM dan IKM agar berkembang.

Meski yang terakhir, baginya JPS tahap III justru merupakan awal kebangkitan pertumbuhan ekonomi NTB.

“Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Bantuan JPS diharapkan menjadi pemicu peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM. Dengan produksi skala lebih besar bisa menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menegaskan semangat awal pemberdayaan UMKM dan IKM merupakan roh dari JPS Gemilang ini.

“Tentunya UMKM maupun IKM ini yang akan banyak melibatkan masyarakat untuk menggerakan ekonomi kita,” kata Wagub Rohmi.

Pandemi Covid-19 memberikan sisi positif kepada masyarakat kita. Disamping mengajarkan untuk terapkan berperilaku sehat, namun membangkitkan pemberdayaan UMKM/IKM di sisi ekonomi. “Ini yang harus benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Wagub mememinta agar penyaluran JPS Gemilang tahap III, dipersiapkan dan direncanakan dengan matang sebelum disalurkan kepada masyarakatlumnya juga, Assisten II Setda Provinsi NTB, H. Ridwan Syah memaparkan tentang penyaluran JPS tahap II yang sudah berjalan lancar.

Pembagian wilayah kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal dan bertanggungjawab terhadap penyaluran JPS di Kabupaten/Kota se-NTB telah berjalan lancar dan efektif, sehingga semua persoalan dan kendala dapat dihindari.

“Rencananya melihat kebutuhan masyarakat, ada beberapa produk yang nantinya diganti, namun akan dilihat situasi dan keadaan produk tersebut, baik itu ketersediaan dan kebutuhan masyarakat, sehingga lebih bervariasi,” tutupnya.

Persiapan tahapan proses JPS Gemilang tahap III akan terus dikoordinasikan dengan berbagai rakor dan evaluasi, sehingga menghasilkan keputusan yang matang sebelum didistribusikan.

Keberhasilan penyaluran JPS tahap II ini tentu berkat kerjasama yang baik antara OPD Lingkup Pemprov, Kab/Kota, TNI, Polri dan Kejaksaan, termasuk juga dengan para Mitra dan UMKM/IKM serta para pihak lainnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 12 Juli 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat terus bertambah, masyarakat dihimbau agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Minggu (12/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 226 sampel dengan hasil 186 sampel negatif, 17 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (12/7/2020) sebanyak 1.571 orang, dengan perincian 989 orang sudah sembuh, 81 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 23 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 1549, an. Ny. P, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Medain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 1550, an. Ny. F, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1551, an. Tn. MFR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1552, an. Tn. KS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1553, an. Tn. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1554, an. Ny. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  6. Pasien nomor 1555, an. Ny. RAF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1556, an. Ny. MJR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1557, an. Ny. UR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1558, an. Tn. IND, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1559, an. Tn. LH, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1560, an. Ny. HS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1561, an. Ny. N, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1468. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1562, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1563, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1564, an. Tn. AS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1565, an. Tn. AY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1566, an. Tn. SM, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1567, an. Ny. NNK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1568, an. Tn. UK, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1569, an. Ny. RA, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1570, an. Tn. HZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1571, an. Ny. AA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1546 yang semula diumumkan penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1547 yang semula diumumkan penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Hari Minggu terdapat penambahan 22 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 391, an. Ny. DWY, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 776, an. Ny. B, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 792, an. Ny. SA, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 836, an. Tn. M, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 866, an. Ny. NNP, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 867, an. Ny. EP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 919, an. Tn. TWPN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1068, an. Tn. TS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 1070, an. Tn. MF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1080, an. Ny. R, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1109, an. Ny. LI, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1158, an. By. MMJAF, laki-laki, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1164, an. Tn. SM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1216, an. An. KDAP, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1236, an. Tn. IWDA, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1313, an. Ny. BOVW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 1314, an. Tn. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Boyolali Jawa Tengah;
  18. Pasien nomor 1317, an. Tn. AKD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Depok, Jawa Barat;
  19. Pasien nomor 1320, an. Ny. HF, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1347, an. Tn. IKR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1348, an. Tn. LM, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1432, an. Ny. SR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1554, an. Ny. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan,  angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, kami mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

“Untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut kita lakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan,” kata Lalu Gita Aryadi.

Yakni secara ketat mematuhi protokol kesehatan pada seluruh aktivitas. Selalu menggunakan masker, menjaga jarak saat berkunjung ke pusat-pusat  keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kantor dan aktivitas sosial lainnya, sering-sering mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Ia menghimbau masyarakat, untuk lindungi kelompok rentan terutama anak-anak, orang lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit komorbid, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas di luar rumah.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.