Komisi I DPRD NTB Pertanyakan Urgensi Raperda Covid-19

Semua aturan yang berkaitan dengan Covid-19 sudah ada

MATARAM.LombokJournal.com — Ketua Komisi I DPRD NTB yang membidangi hukum dan perundang-undangan, Syirajuddin, SH mempertanyakan urgensi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Covid-19 yang diajukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Kamis (16/07/2020).

“Ini Raperda target. Tidak urgen,” jelasnya kepada wartawan.

Menurutnya, Raperda Covid-19 tidak diperlukan, selain karena tidak mendesak juga tidak dibutuhkan Pemprov NTB, karena sudah ada peraturan yang mengatur persoalan penanganan pandemi virus Corona.

“Masih ada Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan), PP (Peraturan Pemerintah),” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB melalui Wakil Gubernur (Wagub) Hj Siti Rohmi Djalilah menyampaikan akan mengusulkan Raperda Tentang Penanganan Covid-19 kepada DPRD Provinsi NTB.

Langkah tersebut diambil karena Pemprov membutuhkan Peraturan Daerah yang lebih jelas dan lebih tegas, yang nantinya bisa digunakan sebagai payung hukum untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Kita sudah melihat bagaimana masyarakat kita mengabaikan protokol Covid-19 dengan sanksi yang seolah disepelekan” terang Rohmi.

Terkait pernyataan itu, Syirajuddin yang juga anggota Bapemperda DPRD NTB itu menegaskan, semua aturan yang berkaitan dengan Covid-19 sudah ada.

Tinggal bagaimana daerah menerapkan aturan tersebut. Jika pun ada yang mendesak, bukan pembahasan Raperda, melainkan penerapan peraturan yang sudah ada untuk sebanyak-banyaknya memberi manfaat bagi masyarakat NTB.

“Masih ada Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan), PP (Peraturan Pemerintah), tinggal diaplikasikan. Ini untuk apalagi? Nanti jika setiap ada wabah bikin Perda, mau berapa ribu Perda? Raperda ini kan pakai duit,” katanya.

Ast




Bakohumas Ajak Awak Media di Sumbawa Sampaikan Kabar Baik

Kabar baik di masa pandemi ini sangat perlu dikabarkan kepada masyarakat

SUMBAWA.lombokjournal.com – Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Nusa Teggara Barat  menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan konferensi pers terkait Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Kabupaten Sumbawa, Kamis (16/07/20.

Rakor tersebut diikuti Awak Media dan Lembaga Penyiaran Kab.Sunbawa, perwakilan dari TNI dan Polri,  para admin web dan medsos Diskominfotik, Bagian Humas Protokol Setda Kab.Sumbawa, serta unsur Camat dan Forum Kepala Desa setempat.

Kegiatan ini sebagai dukungan terhadap Gugus Tugas Covid-19 di NTB.

Rakor dan konferensi pers itu juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan Berita Baik untuk Nusa Tenggara menuju New Normal.

“Kabar kabar baik itu harus kita saling mengabarkan, kabar baik itu dapat meningkatkan imun kita,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol NTB, Najamuddin, S. Sos., MM, saat memberi sambutan di Rakor tersebut.

Najamuddin menjelaskan, kata-kata baik, kabar-kabar baik merupakan penyembuh serta bentuk kasih sayang kita terhadap orang lain. Karenanya, kabar baik terutama di masa pandemi ini sangat perlu dikabarkan kepada masyarakat.

Berita berita baik untuk kenormalan baru NTB ini telah dikampanyekan selama sebulan terakhir. Najamudin mengaku, ini pertama kampanye ini dilakukan di Pulau Sumbawa.

Kegiatan yang terselenggara di Aula Madilaoe ADT lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini, Ia mengutarakan rasa bahagianya dapat berjumpa langsung dengan para awak media di Sumbawa.

Tidak hanya itu, Najamuddin juga meminta agar sinergi antar pemerintah dengan media dapat terus berjalan terutama dalam mengkampanye berita-berita baik di NTB.

“Salah satu yang menjadi tugas kita bersama itu adalah bagaimana Sumbawa ini bisa bercerita atau bicara baik tentang kabar kabar yang harus disampaikan terkait dengan penanganan Covid-19 di Sumbawa maupun di Provinsi,” jelasnya.

Najamuddin berharap agar silaturahmi tersebut menjadi peningkat imunitas. Dan menjadi berkah bagi semua, menjadi peningkat imunitas dan menambah kasih sayang di antara semua pihak.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak keluar memberikan solusi kepada masyarakat melalui berita berita baik terkait dengan penangan Covid-19 di tempat kita masing masing.  Terima kasih atas kebersamaan TNI dan Polri, Forkopimda Provinsi dan Kabuparen, juga semua pihak termasuk awak media yangg turut sukseskan penyaluran JPS tahap I dan II,”  katanya.

Meningkatkan imun masyarakat

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori menyampaikan, memberikan kabar kabar baik bagi masyarakat ini sangat perlu dalam meningkatkan imun masyarakat.

“Pak karo ini sosok yang luarbiasa, saya kagum sekali dengan beliau, sepak terjangnya beliau dari organisasi sampai dengan di pemerintahan,” ujarnya.

Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah memiliki standar yang sama.

“Kami di Sumbawa, penanganan ini sudah melaksanakan dengan serius,”ungkapnya.

Terkait dengan, JPS Gemilang, stabilitas ekonomi, pihaknya telah mendeteksi semua pelaku ekonomi yang terpapar Covid-19 di Sumbawa.

Ia mengajak seluruh rekan rekan media bersama menyatukan frekuensi dalam mengabarkan kabar baik kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Yusron Saudi mengapresiasi upaya yang dilakukan Biro Humas dan Protokol Prov. NTB.

“Ini kali pertama yang dilakukan dengan mengajak KPID KPID NTB untuk menyapa bersama teman teman media, kami antusias sekali,” ungkapnya.

Pihaknya juga kini sedang mengadakan lomba yang menarik yakni, bagaimana kita berupaya bersama untuk mengabarkan berita baik ke masyarakat. Ia mengajak rekan rekan media turut berpartisipasi dalam giat itu.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Jadi Rujukan Strategi Penguatan UMKM/IKM

Sekarang intervensi kebijakan dan program pemberdayaan UMKM/IKM di NTB didukung oleh pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — JPS Gemilang Provinsi NTB yang melibatkan UMKM/IKM dan menggunakan produk-produk lokal, disebutkan secara khusus oleh Presiden RI, Joko Widodo sebagai contoh dan diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Asisten II Setda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah MM, M.TP menyampaikan itu saat mewakili Gubernur NTB sebagai Keynote Speaker, pada Seminar Ekonomi Kreatif, dengan tema mendorong wirausaha muda NTB bersaing di Tingkat Nasional, di Hotel Aston, Kamis (16/07/20).

Seminar untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda dan pelaku UKM/IKM di Provinsi NTB itu, setelah melihat Program JPS Gemilang Pemerintah Provinsi NTB yang menggunakan Produk lokal sehingga UMKM NTB tetap bertahan di tengah pandemi Covid19 ini.

“Keputusan Bapak Gubernur meluncurkan Produk-Produk lokal untuk dibagikan kepada masyarakat dalam Program JPS ini adalah langkah yang berani, justru karena pandemi ini bapak dan ibu kita mengambil langkah berani, agar kelak mereka bisa mandiri dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Ridwan Syah.

Ridwan Syah juga menjelaskan, sekarang intervensi kebijakan dan program pemberdayaan UMKM/IKM di NTB didukung pemerintah.

Di antaranya, dengan memberikan kemudahan pembiayaan modal bagi UMKM pada Bank NTB Syariah dan merancang Peraturan Gubernur NTB tentang pemberdayaan UMKM NTB.

Melihat peluang

Dalam Kesempatan yang sama, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, selaku Ketua Dekranasda NTB menyampaikan, pandemi Covid-19 ini memaksa kita mengubah perilaku, menyesuaikan diri, melihat peluang di era kenormalan baru ialah teknologi dan internet of things.

Hj Niken mengaku bersyukur, anak-anak muda NTB bisa mencari peluang dan melihat peluang. Hal ini tentunya harus didukung oleh pemerintah.

“Disamping itu, kita juga harus mengkampanyekan bela produk kita sendiri secara massif dan kita benar-benar harus memiliki kesadaran untuk bisa konsisten memakai produk-produk kita,” katanya.

 

Seminar ini diinisiasi oleh Pojok NTB, dan menghadirkan 100 peserta, terdiri dari para pelaku industri Kreatif, Pelaku UKM/IKM dan wirausaha pemula dari berbagai organisasi di NTB.

AYA/HmsNTB

 




Diminta Jadi Penasehat GENPI Lombok-Sumbawa, Wagub Menyanggupi  

GENPI diminta berpartisipasi mensosialisasikan secara masif guna menekan penurunan angka positif Covid19 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyanggupi permintaan pengurus Generasi Pesona Indonesia (GENPI) yang memintanya masuk dalam jajaran Dewan Penasehat GENPI Lombok-Sumbawa.

Tanggapan Wagub disampaikan langsung setelah Ketua GENPI Pusat, Siti Chotijah S.IP MA mengungkapkan permintaannya dalam silaturahim di ruang tamu Wakil Gubernur, Kamis (16/07/20).

Saat itu Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu mengingatkan GENPI, agar berpartisipasi dalam sosialisasi secara masif guna menekan penurunan angka positif Covid19 di NTB, khususnya di desa-desa.

Para wisatawan dan petugas yang menjaga tempat pariwisata juga diharapkan dibekali pengetahuan yang baik tentang penerapan protokol Covid19.

“Bukan menakuti, tapi selalu waspada, jaga kebersihan dan jaga kesehatan. Terwujudnya pariwisata sehat, bersih dan ramah lingkungan itu kita inginkan,” kata Umi Rohmi

Dosen Hamzanwadi itu juga berpesan kepada seluruh masyarakat NTB, agar penerapan protokol Covid menjadi payung yang harus ditaati bersama.

Kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas yang utama yang harus diutamakan

Adanya Covid19 ini merupakan ujian untuk melakukan proteksi diri akan berbagai bahaya penyakit. Tidak ada solusi lain yang bisa dilakukan selain disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid19.

“Ayo Maskerisasi diri dan tingkatkan disiplin, karena vaksinnya belum ditemukan”ajaknya.

Promosi pariwisata indonesia digital

Sebelumnya, Ketua Siti Chotijah S.IP MA mengatakan, GENPI Lombok-Sumbawa akan membentuk pengurus baru dan sudah menyebar di Indonesia sebanyak 34 provinsi Se-Indonesia dan 92 kabupaten/kota.

Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0015693.AH.01.07 Tahun 2018, tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Generasi Pesona Indonesia Nasional.

“Kami berkunjung ke kantor Ibu, selain bersilaturahim, tetapi menginginkan Ibu jadi pembina di kepengurusan Genpi Lombok-Sumbawa,” kata Mbak Jhe sapaan akrabnya.

Lanjutnya, Komunitas yang masuk dalam unsur pentahelix pariwisata akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan, media ini harus tetap didukung.

Menurutnya, ketika GENPI terus didukung, maka akan menunjang kemajuan sektor pariwisata di NTB.

“Genpi ini tujuannya promosi pariwisata indonesia secara digital. Bagaimana menciptakan crowd digital sehingga mampu mendorong orang untuk travelling,” tutupnya

AYA/HmsNTB

 




Wagub NTB Minta Anggota DPD RI Juga Serukan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan

Pesan Wagub, saat mengedukasi masyarakat harus dengan cara-cara yang sejuk. Dan menyampaikan bukti bahwa Covid-19 ini berbahaya

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, minta dukungan anggota DPD RI, TGH. Ibnu Halil, S.Ag, M.Pd.I dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

Permintaan dukungan itu disampaikan saat kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu mengadakan audiensi dengan Pemerintah Provinsi NTB, terkait penanganan Virus Corona (Covid-19), Kamis (16/07/20).

Kedatangan anggota DPD RI, TGH. Ibnu Halil, S.Ag, M.Pd.I, disambut langsung Wakil Gubernur di ruang kerjanya.

Wagub minta banyak dukungan dari semua kalangan, juga pada senator asal NTB tersebut, dalam menekan penyebaran Covid-19 di provinsi NTB.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus punya suara sama, menyampaikan kepada masyarakat, Covid-19 ini berbahaya dan tetap menjalani protokol kesehatan.

“Tugas kita, membuat masyarakat paham. Jangan sampai, ada masyarakat menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujar Wagub.

Umi Rohmi menilai, penerapan protokol kesehatan sesungguhnya tidak terlalu susah. Masker harganya cukup terjangkau, bahkan banyak dibagikan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, menjaga jarak dan mencuci tangan juga gratis. Intinya hanya membutuhkan kemauan.

“Kasihan Nakes kita, ketika kita semua bisa tidur nyenyak, mereka berjibaku seharian membantu menyembuhkan masyarkat,” tambah Wagub.

Umi Rohmi Ketika berpesan, saat mengedukasi masyarakat harus dengan cara-cara yang sejuk. Dan menyampaikan bukti bahwa Covid-19 ini berbahaya.

Setelah beberapa kali turun ke pasar, masyarakat rata-rata mau dan tidak keberatan menjalankan protokol kesehatan.

“Kita bantu nakes kita. Kasihan, mereka rela jauh dari keluarga, setengah mati berjuang memakai APD. Itu semua dilakukan demi kesehatan kita semua,” tambah Umi Rohmi.

Cucu pahlawan nasional ini melanjutkan, di tengah pandemi Covid-19 ini semua harus tetap semangat, tetap jalani protokol kesehatan, konsisten dalam mengingatkan masyarakat.

“Tidak hanya nakes, ada TNI, Polri, Satpol PP, kasihan mereka semua, menjalankan tugas seharian,” tutup Wagub.

Dianggap virus biasa

TGH. Ibnu Halil dalam kesempatan tersebut menyampaikan laporannya kepada Wagub NTB. Dikatakannya, masyarakat saat ini banyak yang menganggap Covid-19 ini hanya virus biasa.

“Banyak masyarakat kita menganggap Covid-19 ini virus biasa, bahkan ada masyarakat menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujarnya.

Insya Allah, lanjut TGH. Halil, DPD RI konsisten menyampaikan sesuai arahan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat supaya tetap menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Insya Allah kami istikamah, mengedukasi masyarakat, itu semua, demi daerah kita tercinta,” tambahnya.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS yang hadir pada kesempatan itu, menyampaikan bahwa tenaga kesehatan perlu disemangati. Psikologis mereka harus dijaga. Jangan sampai tenaga kesehatan kita menyerah.

“Nakes kita sangat lelah, kita harus pandai-pandai semangati psikologis mereka, kalo tidak, mereka bisa nyerah,” ujar Dirut RSUD singkat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, S.PA yang juga ikut mendampingi wagub, minta seluruh pihak untuk terus menyemangati, menjaga mental tenaga kesehatan untuk tetap semangat di garda terdepan.

“Mental tenaga kesehatan kita perlu dijaga, mereka juga punya keluarga, bisa saja mereka nyerah kalo kita menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujar Kadikes menanggapi laporan TGH. Ibnu Halil.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan itu, lanjut Kadikes, mendatangkan hikmah. Misalnya, dengan banyaknya penerbangan yang ditutup, langit pun menjadi lebih cerah.

Karenanya, ia menyerukan agar semua pihak tetap mendukung penerapan protokol kesehatan ini.

“Masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan tanpa harus mengeluarkan uang jutaan rupiah,” katanya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 15 Juli 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang

Penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus dilakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 27 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Rabu (15/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 561 sampel dengan hasil 500 sampel negatif, 31 sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19, paien sembuh 27 orang, tidak ada kasus kematian baru.

Dijelaskan, adanya tambahan 30 (tiga puluh) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 27 (dua puluh tujuh) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/7/2020) sebanyak 1648 (seribu enam ratus empat puluh delapan) orang, dengan perincian 1054 (seribu lima puluh empat) orang sudah  sembuh, 85 (delapan puluh lima) meninggal dunia, serta 509 (lima ratus sembilan) orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF Covid-19, PASIEN SEMBUH 27 ORANG

Kasus baru positif tersebut,yaitu :

  1. Pasien nomor 1619, an. Tn. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1620, an. Tn. IMP, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1621, an. Tn. SS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1622, an. Tn. CW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1623, an. Tn. M, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1624, an. Ny. SK, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1625, an. An. ARB, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1626, an. Tn. DSH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1213. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1627, an. Tn. M, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1213. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1628, an. Tn. AN, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1629, an. Tn. NRS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1630, an. Tn. TH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1631, an. Tn. ZEW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1632, an. Ny. NY, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1504. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1633, an. Ny. DF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1634, an. Ny. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1635, an. Tn. PJ, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1636, an. Tn. MRE, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk ber-KTP Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien berdomisili di Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1637, an. Tn. MSD, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1638, an. Tn. VHS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1639, an. Tn. AW, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1640, an. Tn. PBM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1641, an. Ny. F, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1642, an. Tn. IM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit.Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1643, an. Ny. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1644, an. Ny. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1645, an. Ny. N, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gontar, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1646, an. Tn. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1647, an. Tn. MDHMN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1648, an. Tn. A, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik.

Hari ini terdapat penambahan 27 (dua puluh tujuh) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu

  1. Pasien nomor 839, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 861, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 906, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 913, an. Ny. AFB, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 930, an. Tn. I, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru,Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 955, an. Ny. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 999, an. An. RR, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1060, an. Ny. NKSS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1098, an. Ny. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1121, an. Ny. V, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1122, an. Tn. HB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1124, an. Tn. ABK, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1140, an. Ny. END, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1178, an. Tn. N, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1238, an. Tn. B, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1249, an. Tn. NDN, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Bandung, Jawa Barat;
  17. Pasien nomor 1279, an. Tn. IGRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Tabanan, Bali;
  18. Pasien nomor 1281 an. Nn. NANA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Surabaya, JawaTimur;
  19. Pasien nomor 1303, an. An. MGAW, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Karang Panas, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1345, an. Ny. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 1427, an. Ny. P, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tanak Gadang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 1444, an. Ny. WDSM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 1465, an. Tn. INS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 1510, an. Ny. ZH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 1542, an. Tn. ADW, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Semarang, Jawa Tengah;
  26. Pasien nomor 1565, an. Tn. AY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  27. Pasien nomor 1570, an. Tn. HZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak, penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus dilakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi.

“Sangat penting kita bersama mengambil tindakan tegas untuk memastikan kedisiplinan masyarakat dan seluruh pihak dalam mematuhi protokol pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protokol kesehatan pada semua area publik, termasuk pada area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar,” katanya.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Dalam Penyerapan dan Realisasi APBD, Provinsi NTB Juara 2

Saat ini belanja dan penyerapan dan realisasi APBD NTB menduduki posisi nomor dua yaitu sebesar 44 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi NTB meraih prestasi APBD terbaik kedua setelah DKI Jakarta,  penyerapan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD).

Selain itu, penggunaan produk UMKM dan IKM lokal NTB di JPS Gemilang juga telah menginspirasi banyak daerah lain di Indonesia.

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pun menyatakan, NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang patut dijadikan rujukan dalam tata kelola keuangan dan kebijakan daerah selama masa pandemi ini.

“Khusus tentang JPS, JPS Gemilang Provinsi NTB yang menggunakan produk-produk lokal disebutkan khusus oleh Presiden untuk diikuti dan dicontoh oleh provinsi-provinsi lain,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah usai mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden dan Para Menteri serta seluruh Gubernur di Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/07/20).

Menurut Gubernur Zul, saat ini belanja dan penyerapan dan realisasi APBD NTB menduduki posisi nomor dua yaitu sebesar 44 persen.

Catatan NTB ini hanya berselisih tipis dari DKI Jakarta di posisi pertama, yaitu 45 persen.

“Provinsi-provinsi lain bahkan ada yang masih 5 persen! Jadi selamat kepada Bu Wagub, Pak Sekda dan para Asisten serta para pimpinan OPD yang sudah sangat bekerja keras. Kita Alhamdulillah sudah berada di track yang benar!” seru Gubernur Zul.

Selain dua prestasi membanggakan tersebut, Gubernur Zul juga menyebutkan adanya sejumlah catatan penting yang harus menjadi perhatian jajarannya.

Pertama, ia menyerukan agar percepatan belanja pemerintah terus digeber. Hal ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang masih mengkhawatirkan.

“Di kuartal kedua ekonomi Indonesia pertumbuhannya mengalami kontraksi – 4,3 persen. Agar kita selamat maka pertumbuhan ekonomi kita harus meningkat dan segera positif. Untuk itu, satu-satunya cara adalah dengan mempercepat belanja pemerintah,” kata Bang Zul.

Bang Zul memerintahkan jajarannya agar pengadaan barang, tender dan lainnya harus selesai bulan Agustus 2020.

Hal ini dimaksudkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi agar positif. Ia juga menyerukan bahwa aparat Kejaksaan, KPK, Polisi dan LKPP siap membantu kebijakan percepatan ini.

Bang Zul menegaskan, semangat ini harus ditularkan ke semua Kabupaten dan Kota agar belanja pemerintah, tender dan lain-lain bisa selesai paling telat September untuk kabupaten/kota.

“Provinsi harus punya instrumen dan mekanisme untuk memaksa kabupaten/kota mengikuti ritme ini,” ujarnya.

Bang Zul menegaskan, untuk penanganan Covid-19, memang tidak mudah. Dan kesulitan ini juga dirasakan oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Untuk itu, dalam rapat terbatas bersama Presiden juga disepakati empat hal yang harus dilakukan.

Hal pertama adalah menekan dan mengurangi jumlah kematian. Kedua, meningkatkan jumlah pasien positif yang sembuh. Ketiga, menekan jumlah yang terpapar sakit. Dan keempat, mengenakan sanksi bagi yang melanggar protokol Covid-19.

AYA/HmsNTB




Pemda KLU Apel Siaga Tiga Pilar, Untuk Tekan Covid-19 dan Songsong Lomba Kampung Sehat

Tiga pilar dihajatkan sebagai unsur penggerak masyarakat agar bergerak secara simultan

TANJUNG.lombokjournal.com – Pemerintah Daerah Lombok Utara bersinergi dengan jajaran TNI-Polri menyelenggarakan Apel Tiga Pilar, Rabu (15/07/20).

Dalam apel tiga pilar ini, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansah, SH dan Dandim 1606/Lobar diwakili oleh Danramil Tanjung Kapten Zainul.

Bupati Lombok Utara membacakan amanat Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K, MH, mengatakan apel tiga pilar itu digelar sebagai upaya konslidasi bagi semua pihak dalam rangka pemberantasan penyebaran pandemi virus corona.

Apel tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan guna menekan penyebaran wabah Covid-19.

Selain itu, untuk menyongsong Lomba Kampung Sehat secara serentak 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Salah satu strategi memberantas dan memutus rantai Covid-19 adalah implementasi kegiatan kampung sehat,” kata Bupati Najmul.

Pasalnya, kegiatan kampung sehat berbagai upaya untuk menekan sekaligus memberantas penyebaran virus corona, yang ditempuh melalui empat aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, keamanan, serta informasi dan kelembagaan.

Aspek-aspek itu kalau dijalankan secara tertib dan kontinyu, diyakini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan Covid-19 sebagai musuh bersama. Di samping itu juaga meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan wabah pandemi global tersebut.

“Menjamin efektifitas kelangsungan kampung sehat dapat terlaksana dengan baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, maka pelaksanaan program tersebut diperlombakan,” jelas Bupati Najmul Akhyar.

Sekjen Apkasi ini menyampaikan, kegiatan kampung sehat sejatinya gerakan masyarakat dalam memberantas dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan domisili masing-masing.

“Kegiatan kampung sehat bukan hanya bertumpu pada pemerintah, tapi gerakan masyarakat dalam bentuk aksi kolektif,” katanya.

Tiga pilar dihajatkan sebagai unsur penggerak masyarakat agar bergerak secara simultan.

Kata Bupati Najmul, unsur pengerak tersebut dijalankan oleh TNI-Polri dan Pemda KLU terdiri dari Kepala Desa, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Ketiga pilar itu merupakan unsur pemerintahan paling dasar dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ditambah dengan unsur pendukung lainnya baik dari kecamatan maupun kabupaten.

Kesadaran masyarakat

“Target gerakan kampung sehat dilombakan adalah timbulnya kesadaran masyarakat dalam menciptakan sistem pertahanan di lingkungan masing-masing,” terang Najmul.

Meretas pandemi Covid-19 melalui pendekatan Lomba Kampung Sehat dengan motor penggerak sinergitas 3 pilar dan komponen masyarakat.

Hal ini diharapkan, dapat memberi pemahaman yang utuh terkait betapa pentingnya makna kampung sehat. Yakni dalam pengertian steril, ekonomi produktif, hiegynis, aman dan tangguh untuk mengikuti pola NTB (nurut tatanan baru).

Kata Bupati Najmul, pola nurut tatanan baru dengan menerapkan sejumlah standar baru dalam kehidupan sehari-hari, antara lain menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman.

Kenyataannya, pola hidup di atas sudah ditinggalkan oleh masyarakat kita. Padahal saat ini kita masih hidup di tengah pandemi virus Corona.

“Pada kesempatan ini saya ajak semua pihak mari tingkatkan kembali pelaksanaan nurut tatanan baru melalui tiga hal di atas,” jelas bupati.

Pola NTB harus diterapkan secara masif dan konsisten seraya mengimbau, semua elemen bersedia menjadi “Pejuang Covid-19 Kabupaten Lombok Utara”, dengan senantiasa mengikuti tiga norma nurut tatanan baru.

Bupati Najmul berpesan kepada Babinsa, Babinkamtibmas, dan Kepala Desa agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Lalu menumbuhkan keyakinan bahwa apapun yang kita lakukan untuk membangun keamanan adalah bernilai ibadah,” pesannya.

Ia meminta ketiga pilar menyiapkan diri mengamankan dan menyukseskan gelaran Pilkada 2020 yang aman dan damai di seluruh wilayah gumi Tioq Tata Tunaq.

Di samping itu, ketiga pilar juga mesti berperan aktif dalam menyosialisasikan penolakan dan menangkal paham radikalisme dan aksi terorisme. Serta memelihara lingkungan berdasar kesadaran dan tanggungjawab setiap warga, dengan menggotong asas dan prinsip standar protokol kesehatan Covid-19.

“Mari bersama kita laksanakan lomba kampung sehat agar masyarakat kita punya jiwa kemandirian dan kemampuan guna menyelesaikan permasalahan di wilayahnya,” ajak bupati.

Kegiatan apel tiga pilar itu dihadiri Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH para Asisten, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa. Sementara para peserta dari unsur TNI-POLRI, Pol PP, Dishub serta PMI KLU.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Penyerahan Stiker Kampung Sehat kepada perwakilan Kades, Babinkamtibmas, Babinsa serta penempelan langsung stiker masing-masing randis.

sid




Virtual Geotourism Festival 2020; Inovasi Mengundang Wisatawan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti

MATARAM.lombokjournal.com —  Festival Geowisata Virtual pertama di Indonesia dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, hari Rabu (15/04/20) di Pendopo Wakil Gubernur.

Event Virtual Geotourism Festival 2020 ini membuktikan, di masa pandemi Covid-19, pariwisata NTB masih mampu menghadirkan inovasi, dan warna tersendiri dalam mengundang wisatawan meskipun melalui media virtual.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup besar pada perekonomian, terutama pada usaha pariwisata.

Pandemi yang telah menimpa seluruh negara di dunia ini telah mengakibatkan sektor pariwisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan Festival Geowisata Virtual ini.

“Pemerintah Nusa Tenggara Barat sangat berharap bahwa Festival Geowisata 2020 akan menjadi salah satu dari banyak cara untuk mempromosikan potensi geowisata kami,” ucapnya.

Mewakili Pemprov NTB, Umi Rohmi yang juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kepala Bappeda Provinsi NTB, mengucapkan terima kasih atas perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kementerian Parekraf telah memberikan dukungan tanpa henti untuk menjadikan NTB tujuan wisata kelas dunia berikutnya.

Begitu juga dengan Komunitas Geopark Lombok Rinjani, yang disebutnya telah berkontribusi besar dalam mempromosikan serta menjaga kelestarian di Rinjani.

“Kehormatan bagi provinsi kami untuk menjadi bagian dari festival yang luar biasa ini dan kami berharap bahwa melalui acara ini kami juga akan dapat mempromosikan potensi pariwisata kami dan produksi industri bisnis kecil kami di NTB,” tambahnya.

Umi Rohmi juga menekankan, pariwisata dan pelestarian alam merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan.

Untuk itu, pengembangan pariwisata haruslah dibarengi dengan pelestarian alam juga.

“Pariwisata itu harus dengan pelestarian alam, tidak bisa tidak,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya pandemi Covid-19 menurutnya telah memberikan pembelajaran pada sektor pariwisata.

Destinasi pariwisata ke depan diharapkan mampu menyediakan pariwisata yang bersih, sehat dan aman dengan memperhatikan pelestarian lingkungan.

Geopark, Destinasi yag Diminati

Sebelumnya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ir. Rizki Handayani Mustofa menjelaskan, Geopark ke depan akan menjadi suatu destinasi yang sangat diminati pada era adaptasi kebiasaan baru.

Karena itu, Geopark Rinjani diharapkan dapat dijaga serta dilestarikan dengan sebaik-baiknya.

“Ini merupakan suatu aset bagi NTB untuk tetap kita lestarikan dan yang paling penting adalah kedepan ketika kemudian kita terus kembangkan Rinjani ini untuk menjadi destinasi pariwisata, kita jangan lupakan masalah-masalah pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Rizki mengapresiasi kegiatan Geowisata Virtual tersebut karena sesuai dengan keadaan saat ini. Ia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti.

“Salut sekali, dari yang sebelumnya offline, kemudian menjadi online seperti saat ini. Ini merupakan suatu inovasi dimana teman-teman ternyata tidak berhenti, adanya pandemi tidak menjadikan mereka setop, adanya pandemi terus membuat mereka berinovasi, sehingga festival tetap dijalankan,” jelasnya.

Tak hanya itu, keterlibatan anak-anak muda NTB terhadap pariwisata diharapkan mampu meningkat dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini. Sehingga, rasa cinta dan bangga akan Geopark Rinjani maupun pariwisata lainnya dapat terus tumbuh di hati anak-anak muda NTB.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Odo R. M. Manuhutu menyambut baik terselenggaranya Virtual Geotourism Festival. Kegiatan ini dinilai sebagai salah satu upaya recovery sektor pariwisata selama masa pandemi, khususnya di Provinsi NTB.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa pandemi Covid-19 bukan suatu halangan untuk kita terus bekerjasama dalam membangun negeri, terutama yang erat kaitannya dengan pengembangan Geowisata dan Geopark di Indonesia,” tutur Odo.

Ia pun meminta keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan serta mengelola pariwisata di NTB dan juga di Indonesia pada umumnya. Begitu pula dengan produk-produk dari pelaku usaha yang diharapkan dapat dipromosikan melalui kegiatan ini.

“Kegiatan Virtual Geotourism Festival ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan ruang dan peluang bagi para kelompok dan pelaku sektor pariwisata untuk dapat mempromosikan produk-produknya,” tutupnya.

Event Virtual Geotourism Festival ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 15 dan 16 Juli 2020.

AYA/HmsNTB




Aksi Massa AIR Di Kantor Gubernur, Tuntut Pemprov Perhatikan Nasib Petani

Mendesak Pemprov NTB memberikan langkah kongkrit untuk membantu petani agar tidak terjadi gagal panen

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Indonseia Raya (AIR) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur NTB, Rabu (15/07/20).

Ketua AIR NTB, Hamzanwadi  memaparkan tuntutannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang hingga saat ini dinilai kurang memperhatikan Nasib petani yang ada di Provinsi NTB.

Terlebih disaat musim kemarau sudah banyak petani yang gagal panen, karena kurangnya Pasokan Air untuk pertanian .

“Kami menggelar aksi ini tujuannya agar pemprov NTB bis mendengarkan keluhan yang para petani rasakan selama ini,” tegasnya

Hamzanwadi minta Pemprov NTB memberikan langkah kongkrit untuk membantu petani agar tidak terjadi gagal panen.

“Kalau bisa dari Pulau Sumbawa sampai ke Lombok  pemerintah membangun Dam, Embung dan lain sebagainya, untuk menamoung air saat musim kemarau terjadi agar para petani tidak mengalami kerugian lagi,”  tegasnya

Ia menegaskan, bila Pemprov tidak merespon tuntutan Aliansi indonesia Raya (AIR) maka pihaknya meminta agar Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk  mundur dari jabatannya .

“Sudah mundur saja karena gagal  menciptakn suAsana yang baik  bagi petani, begitu juga bagi ekonomi  di NTB ini,” katanya.

Menurut Hamzanwadi, hingga saat ini Sudah ada petani yang dirugikan ada bebrapa puluh hektare yang lahan teramcam gagal.

“Jika pemprov tidak bertindak akan terjadi banyak petani yang mengalami gagal panen,”cetusnya

Sementara itu Asisten l Bidang Pemerintahan  Provinsi NTB, Hj. Bq.Eva Nurcahyaningsih menjelaskan akan meminta kepada stakeholder terkaif agar memberikan solusi untuk.menangani masalah yang dihadapi para petani ini.

“Nanti saya komuniksikan dengan dinas Pertanian yang berhak menjawab  karena pihak pertanian yang lebih paham atas kejadian ini,” katanya.