Ini Strategi Calon Bupati Idola, H Masrun Wujudkan Lombok Tengah Mendunia

CaBup Idola,  H. Masrun Prioritaskan Peningkatan Ekonomi dan SDM Kepariwisataan LoTeng

lombokjournal.com

LOTENG ;    Visi menjadikan Lombok Tengah mendunia bukan hal yang mustahil jika digarap serius dengan partisipasi semua pihak termasuk masyarakatnya.

Bakal Calon Bupati Lombok Tengah Idola, H Masrun, SH menilai Lombok Tengah sudah memiliki modal utama  mewujudkan cita-cita mendunia, yakni potensi pariwisata didukung keindahan panorama alam maupun wisata kulturalnya.

Sehingga tidak salah jika  kawasan The Mandalika telah ditetapkan  sebagai salah satu dari lima destinasi superprioritas di Indonesia.

“Potensi sumber daya alam kita luar biasa. Keindahan alam yang dipadukan oleh ragam kekayaan seni dan budaya, maka sangat pantas dikenal dunia, ” kata Masrun sembari menambahkan kawasan The Mandalika  sedang ditata dan  dikembangkan menjadi pintu masuknya, Jumat (17/07/20).

Ia mengatakan, pesona  alam dan ragam kekayaan seni budaya Lombok Tengah sudah menjadikan daerah ini tujuan destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan, bahkan jauh sebelum KEK Mandalika dikembangkan.

Saat ini keberadaan The Mandalika semakin membuka peluang bagi daerah ini untuk lebih maju di sektor kepariwisataannya.

Masrun menambahkan, peningkatan kapasitas masyarakat seiring dengan pembenahan destinasi lain di lingkar KEK Mandalika akan membuat kesempatan berkembangnya perekonomian masyarakat semakin terbuka luas.

Apalagi sejatinya, masih banyak bentangan pantai lainnya yang tak kalah indah di sekitar KEK Mandalika.

“Mandalika bisa menjadi core ikon pariwisata Lombok Tengah, di mana investasi bisa berkembang di kawasan wisata berkelas internasional itu. Sementara kawasan penyangga akan menjadi pelejit peningkatan ekonomi masyarakat, dan bisa membuka kesempatan investasi bagi pengusaha domestik dan lokal yang ada,” bebernya .

Ia mencontohkan, bagaimana Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang saat ini sudah mampu melejitkan potensi pariwisatanya.

“10 tahun lalu, Banyuwangi seolah bukan apa-apa. Tapi coba lihat sekarang, daerah ini punya lebih dari 100 agenda atraksi wisata tiap tahun yang mampu mengundang ribuan wisatawan untuk datang. Ini sangat inspiratif,” ujarnya

Desa Wisata Modern

Masrun bertekad membangun dan mengembangkan kawasan penyangga KEK Mandalika sebagai destinasi-destinasi alternatif dengan konsep Desa Wisata modern.

Setiap Desa akan memiliki sarana amenitas berupa homestay, dan masyarakatnya akan menyuguhkan atraksi seni budaya sesuai potensi masing-masing Desa.

“Tugas kita sebagai pemerintah mengundang investor untuk membangun proyek dan investasi besar, sementara di lain sisi kita mensupport pembangunan di tingkat Desa secara optimal. Saya pikir konsep ini akan lebih baik dan tepat sasaran,” katanya.

Ke depan dengan adanya The Mandalika dan terbangunnya banyak destinasi alternatif, maka Lombok Tengah juga bisa mulai berkreasi membangun wisata buatan dan atraksi yang banyak seperti Banyuwangi di Jawa Timur.

Menurut Calon Bupati yang didukung PKB ini,  dengan pembangunan pariwisata maka sektor lain pun akan tergenjot naik. Misalnya sektor pertanian.

Ia mengurai kebutuhan bahan baku makanan di perhotelan akan membutuhkan banyak suplai yang membuka peluang bagi pertanian dan peternakan juga perikanan di Lombok Tengah.

“Kalau pariwisata terbangun optimal, wisatawan banyak datang, hotel membutuhkan banyak suplai bahan makanan, maka pertanian, peternakan dan perikanan kita akan bisa memanfaatkan peluang itu. Karena masalah kita selama ini kan ketersediaan pasar,” katanya.

Selain itu, sektor jasa dan perdagangan lainnya juga akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Jasa transportasi, travel agent, dan penyedia kuliner dan kerajinan juga akan turut bertumbuh.

“Jadi slogan Lombok Tengah mendunia ini bukan visi yang utopia.  Semua potensi untuk meraih itu kita miliki, tinggal bagaimana melakukannya dengan program dan tahapan-tahapan yang tepat dan terukur,” tegasnya.

Me




Prabowo Tanda-tangani SK Dukungan Partai Gerindra Untuk Pilkada NTB

Prabowo Subianto juga menyampaikan salam hormat kepada para Cakada Partai Gerindra se Provinsi NTB

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Pemetaan kekuatan politik dan siapa saja calon yang bakal maju dalam Pilkada di tujuh daerah Kab/Kota di NTB semakin terlihat jelas.

Apalagi setelah Partai besutan Prabowo Subianto itu, yaitu Partai Gerindra telah memutuskan arah dukungannya di tujuh Pilkada NTB.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menyampaikan,  Ketum/KDP Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menyetujui dan menanda-tangani tujuh Surat Keputusan (SK) tentang calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang akan didukung dan diusung Partai Gerindra dalam tujuh Pilkada Kab/Kota di Provinsi NTB.

HBK mengatakan, tujuh SK tersebut sudah diterima pihaknya, Kamis (16/07/20) malam, dan rencananya akan diserahkan ke masing-masing Cakada pekan depan.

HBK bersama istri, Ny Hj Dian Bambang Kristiono

“Alhamdulillah, pada hari Kamis malam, 7 (tujuh) SK tentang siapa-siapa yang didukung dan diusung Partai Gerindra di Pilkada Kab/Kota se Provinsi NTB sudah saya terima langsung dari Bapak Ketum/KDP Partai Gerindra, Bapak H. Prabowo Subianto. Ins yaa Allah dalam minggu depan SK2 tersebut sudah bisa diserah-terimakan kepada para Cakadanya,” kata H. Bambang Kristiono (HBK), yang didampingi isteri tercintanya Hj Dian BK,  Jum’at (17/07/20) melalui keterangan pers tertulisnya di Jakarta.

HBK mengatakan, Ketum/KDP Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto juga menyampaikan salam hormat kepada para Cakada Partai Gerindra se Prov. NTB.

Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan itu menitipkan pesan agar para Cakada yang akan berkompetisi merebut suara dan kepercayaan rakyat terus turun ke bawah, mendengarkan aspirasi masyarakat pemilih, dan merealisasikannya setelah terpilih nantinya.

“Dengan telah keluarnya SK2 Pilkada ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih serta penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh Partai Koalisi Pendukung, yang telah menjatuhkan pilihannya untuk berjuang bersama-sama Partai Gerindra. Mudah-mudahan kita bisa bekerj-asama dengan baik, mampu menjaga soliditas dan kekompakan, sehingga mampu memenangkan perhelatan Pilkada2 iini,” tegasnya.

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok ini menjelaskan, seluruh SK untuk tujuh Cakada di tujuh Kab/Kota di NTB ini sudah sesuai dengan rekomendasi Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Provinsi NTB yang disampaikan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tugas saya untuk satu tahap ini sudah selesai, mengawal dan memastikan bahwa apa yang menjadi aspirasi dan suara arus bawah, berupa hasil seleksi Desk Pilkada Partai Gerindra Prov. NTB, semuanya diterima oleh DPP Partai Gerindra, tidak ada satupun yang berubah,” tutur HBK

HBK juga mengungkapkan, kecuali di Kab. Lombok Tengah, calon Wakil Bupati yang sebelumnya Ferdy berubah menjadi H. Nursiah, karena Ferdy belakangan mundur dari pencalonan.

Sehingga Cakada yang diusung Partai Gerindra adalah H. Lalu Pathul Bahri (petahana/ Wabup Kab. Loteng) dan H Nursiah (Sekda Kab. Loteng).

Menurut HBK, untuk Pilkada Kabupaten Lombok Tengah, sampai saat ini, yang sudah berkomitmen untuk berjuang bersama Partai Gerindra adalah PKB, Nasdem dan Partai Berkarya.

“Sudah cukup satu perahu, dengan jumlah kursi 17. Dan saya juga mendengar, in syaa Allah, dalam beberapa hari ke depan ada Partai-partai lain yang akan ikut memperkuat barisan. Tapi paling tidak, posisi saat ini calon yg didukung/diusung Partai Gerindra bersama Partai koalisinya, untuk Kab. Loteng ini sudah aman,” ujarnya.

Sementara itu untuk Pilkada Kab. Sumbawa Besar, kuat dugaan Partai Gerindra berkoalisi ramping dengan PAN. Konon SK Rekomendasi dari PAN untuk Kab. Sumbawa Besar  sudah terbit.

Me




Kampanye Berita Baik dari Bakohumas Sampai di KSB

Diharapkan hadirnya Bakohumas ini, koordinasi dapat terjalin semakin baik. Badan ini bisa menjadi wadah saling mengingatkan serta saling melengkapi

KSB.lombokjournal.com –   Kampanye berita baik yang dirangkai dengan konferensi pers terkait penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III, berlansung di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jum’at (17/7/20).

Sebelumnya, Badan Koordinasi Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) NTB berkunjung ke Kabupaten Sumbawa pada Kamis (16/7/20).

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, kampanye ini merupakan dukungan terhadap Gugus Tugas Covid-19 di NTB dalam menangani pandemi.

Silaturahim Bakohumas ini juga bertujuan mengajak media massa maupun lembaga penyiaran agar terus menyampaikan berita baik, untuk NTB menuju tatanan baru.

Najamuddin Amy

Najamuddin mengatakan, pihaknya berharap agar media di KSB terus menyebarkan kabar baik untuk masyarakat.

Begitu juga media lainnya diharapkan tetap memberikan informasi kepada masyarakat pentingnya mengikuti protokol kesehatan. Untuk menghindari Covid-19 seperti selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan, physical distancing, dan menghindari berkerumun.

“Bantuan dari teman-teman media menjadi sangat penting. Peran media juga penting dalam rangka penanggulangan dampak sosial ekonomi, penanggulangan Covid dan penyaluran JPS Gemilang,” katanya.

Informasi yang berpotensi menganggu kondusivitas daerah atau mengganggu pembangunan daerah, patut menjadi perhatian bersama.

Informasi yang penting di masa Covid-19 ini adalah informasi yang bisa membangun semangat masyarakat untuk terus berkarya sekaligus menjaga diri dari Covid.

Diharapkan hadirnya Bakohumas ini, koordinasi dapat terjalin semakin baik. Badan ini bisa menjadi wadah saling mengingatkan serta saling melengkapi.

Ketua KPID NTB Yusron Saudi mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan Bakohumas yang terus mengkampanyekan berita baik untuk NTB.

Program ini mengajarkan bagaimana membangun spirit dan memperkuit imun masyarakat melalui berita baik.

“Saya dari KPID sendiri sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi inspirasi dari Gubernur kita, UKM kita yang merosot di masa pandemi, dengan adanya banyak berita baik, maka semakin baik perkembangan kehidupan ekonomi masyarakat kita,” kata Yusron Hadi.

Turut hadir dalam silaturahim tersebut, Sekretaris Dinas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat, Ahmad Zaini, perwakilan Polres KSB, Humas Kominfotik KSB, dan puluhan jurnalis media cetak, online, dan elektronik KSB.

AYA/HmsNTB




Inilah Inovasi Sepeda Listrik “Matric-B” Kota Bima

Sepeda listrik lain yang masih menggunakan baterai kering, Matric-B menggunakan baterai lithium yang memiliki daya baterai yang panjang dan bisa diganti

KOTA BIMA.lombokjournal.com —  PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Bima, yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB, berinovasi dengan sepeda listrik.

Inovasi ini muncul menyusul hadirnya motor listrik dari Sumbawa, sepeda listrik Le-Bui dari pulau Lombok.

Sepeda listrik dari Kota Bima ini mengusung konsep vintage chopper electric bike, maka lahirlah sepeda listrik “Matric-B”. Matric-B merupakan singkatan dari ”Mbojo Electric – Bicycle”.

Manager PLN UP3 Kota Bima, Maman Sulaeman mengatakan, saat ini di pasaran sudah banyak ditemukan sepeda listrik yang terlihat seperti sepeda pada umumnya atau tidak terlihat aerodinamis.

Untuk itu, Tim PLN UP3 Bima berinovasi agar sepeda listrik ini dapat menarik perhatian masyarakat.

Mengingat tim yang tergabung dalam proses pembuatan sepeda listrik ini adalah anak muda, maka terpilihlah gaya klasik modern yang berbeda dengan sepeda listrik yang ada di pasaran.

Matric-B yang memiliki daya 1000 watt ini, berbeda dengan sepeda listrik lain yang masih menggunakan baterai kering. Matric-B menggunakan baterai lithium yang memiliki daya baterai yang panjang dan bisa diganti.

Selain itu, lampu dari Matric-B menggunakan LED sehingga aman jika digunakan pada malam hari.

Ia mengatakan proses pembuatan sepeda listrik ini memakan waktu tiga bulan, untuk memastikan uji kelayakan peralatan dan termasuk bahan-bahan yang akan digunakan seperti casing dan baterai.

“Setelah diuji beberapa kali, didapatkanlah prototipe sepeda listrik seperti ini yang kita namakan “Matric-B”. Ini memang butuh waktu tiga bulan supaya kita bisa mewujudkan yang kita inginkan mulai dari desain awal sampai proses akhirnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, mengingat misi dari Pemerintah Provinsi NTB yang ingin menciptakan NTB yang akrab dengan teknologi dan industri, maka Pemprov NTB mendukung program-program seperti ini dan mengajak masyarakat untuk terlibat baik dari segi pembuatan maupun pemakaian.

“Harapan kami, IKM yang ada di Bima-Dompu bisa ikut mensukseskan. Karena nanti bisa lebih memasarkan dan juga lebih banyak yang merasakan memanfaat sepeda listrik ini,” terangnya.

Maman berharap, dapat segera membina IKM dan UMKM di daerah ini. Ke depan Ia juga menginginkan agar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota Bima agar mulai memberikan pelatihan kepada IKM tersebut.

“Sehingga saat ada tambahan pesanan produk, jadi bukan hanya PLN Bima yang mengerjakan, cukup mitra binaan saja yang mengerjakan. Kita cukup masalah uji akhir maupun diperakitan kelistrikannya,” harapnya.

Terakhir, Maman mengajak masyarakat khususnya generasi muda Bima dan Dompu untuk bersemangat menciptakan produk-produk yang bisa mengharumkan nama daerah baik di provinsi maupun di seluruh Indonesia.

“Sehingga nama daerah kita bisa dikenal luas di seluruh NTB dan seluruh Indonesia. Kita yakin masyarakat Mbojo bisa mewujudkan ini dan kita dukung sama-sama program dari Pemerintah Provinsi NTB menuju NTB Gemilang,” tutupnya.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME menyampaikan apreasiasinya kepada PLN UP3 Bima atas keberhasilannya menciptakan Matric – B.

Matric B dapat menjadi peluang usaha di Bima.

“Dengan bermitra dengan IKM lokal setempat, pemasaran produksinya melalui E-Catalog, industri ini pasti akan menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Nuryanti.

Nuryanti juga berharap agar seluruh pihak, terus membangun ekosistem penggunaan kendaraan listrik.

Terus berinovasi untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik untuk menyambut event MotoGP pada tahun 2021.

“Harapan kami, dapat dilakukan transfer knowledge ke IKM NTB, baik berupa pelatihan, transfer ilmu dan transfer teknologi supaya Matric – B bisa masuk dalam industrialisasi skala kecil,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Islamic Center

Akan dibangun pedestarian sepanjang 150 meter, penanaman kembali rumput seluas 300 meter persegi dengan sumur bor, agar kawasan taman tersebut tetap hijau sepanjang waktu

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang terbuka hijau, Jumat (18/07/20), di kawasan Islamic Center (IC).

Wagub Ummi Rohmi

Pemerintah Provinsi NTB didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) segera membangun ruang terbuka hijau (taman) di kawasan IC.  Demgan demikian, Masjid Raya Hubbul Wathan IC akan menjadi ikon wisata religi kebanggaan NTB akan makin indah.

Peletakan batu pertama itu dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Dr. Ir. Harry Santoso Sungkary, MH.

Selain itu juga ikut hadir Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh.Faozal, S.Sos, M.Si, Asisten I, II dan III Setda NTB, serta para perangkat daerah lainnya.

Dalam ruang terbuka hijau tersebut akan dibangun pedestarian sepanjang 150 meter, penanaman kembali rumput seluas 300 meter persegi dengan sumur bor, agar kawasan taman tersebut tetap hijau sepanjang waktu.

Taman IC juga akan dipercantik dan dirimbunkan dengan penanaman 60 pohon Tabebuya dan Ketapang kencana.

Kemenparekraf RI juga memberikan bantuan berupa 20 titik lampu ramah lingkungan bertenaga solar sel, sejumlah kursi dan meja taman, trotoar, hingga tempat sampah untuk mendukung program zero waste yang digaungkan Pemprov NTB.

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi tersebut kembali menegaskan moto pariwisata NTB yakni, wisata yang berkesinambungan dengan pelestarian lingkungan.

Merujuk pada kekayaan destinasi wisata alam NTB yang telah diakui di kancah nasional dan internasional. Dengan ditetapkannya Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai Geopark Unesco dan akan disusul oleh Geopark Nasional Gunung Tambora.

Hal tersebut juga sejalan dengan misi NTB Gemilang, yakni mewujudkan NTB yang Hijau, Asri, dan Lestari yang diperkukuh adanya program unggulan zero waste. Sehingga prinsip-prinsip tersebut harus diterapkan pada setial pembangunan di wilayah NTB.

“Program unggulan zero waste yang merupakan cerminan NTB hijau, asri dan lestari ini tidak boleh terlepas dari pembangunan di NTB,” pesan Wagub.

Ummi Rohmi juga menambahkan, Pariwisata NTB juga tetap harus menerapkan konsep CHS (Clean, Health, Safety) di tengah pandemi Covid-19.

Agar masyarakat bisa tetap berwisata namun tetap terlindungi dari ancaman covid-19.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, DR. Ir. Harry Santoso Sungkary, MH, mengungangkapkan kebanggaannya terhadap Provinsi NTB yang menerapkan program zero waste dan Misi NTB Hijau Asri dan Lestari pada bidang pariwisatanya.

Harry berharap dengan memiliki Wakil Gubernur yang merupakan lulusan Tehnik Kimia, pengolahan sampah di NTB bisa berjalan baik. Sehingga NTB dapat dijadikan contoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Saya harap lombok bisa menjadi percontohan oleh daerah lain dengan menerapkan program zero waste,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh.Faozal, S.Sos, M.Si juga menjelaskan, Taman IC ini direncanakan rampung pada bulan November mendatang. Taman ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan juga akan dilengkapi juga dengan kawasan e-craft serta menara yang akan dibuka kembali untuk umum.

“Semoga taman ini akan semakin mempercantik Islamic Center,” kata Faozal.

AYA




Jelang Musda X Golkar NTB, Persaingan Ahyar dan Suhaili Makin Panas

Tidak tertutup kemungkinan kandidat calon Ketua Golkar NTB tidak hanya Ahyar dan Suhaili, bisa saja muncul nama baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan

MATARAM.lombokjournal.com — Persaingan Walikota Mataram TGH Ahyar Abduh dan Bupati Lombok Tengah Suhaili FT untuk merebut kursi Ketua Golkar NTB makin panas.

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar NTB yang akan dihelat di Kabupaten Lombok Tengah. Kamis, (16/07/2020), kubu Ahyar mengklaim dukungan dari Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Kubu Suhaili sebaliknya, mengklaim dukungan dari delapan DPD II Golkar NTB.

Berubahnya susunan kepanitiaan Musda, yang semula Ketua Panitia Hj. Bq. Isvie Rupaeda digantikan H. Achmad Puaddi FT.  Puaddi tak lain adalah adik kandung Suhaili.

H Achmad Puaddi FT, SE

Perubahan itu terjadi hanya beberapa hari jelang terselenggaranya Musda.

Selain itu, hal lain yang tak kalah panas adalah munculnya pernyataan Misbach Mulyadi selaku Ketua Harian DPD I Golkar NTB yang menilai ‘terlalu naif’ bagi DPD II Golkar NTB ketika tak memberikan dukungan bagi Ahyar.

Mengenai pergantian susunan kepanitiaan beberapa hari jelang Musda, Isvie yang juga sekretaris DPD I Golkar NTB menyampaikan, perganian itu tidak ada sangkut pautnya dengan persaingan Ahyar dan Suhaili.

Ia mengatakan, keputusan pergantian susunan Ketua Panitia ke Puaddi itu murni kebijakan partai. Selain alasan efisiensi, juga karena adanya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan susunan kepanitiaan yang terlalu gemuk.

“Panitia tidak diganti, hanya dikurangi untuk memenuhi standar Covid. Masak panitianya 40. Bagaimana masuk ruangan,” ujar Isvie.

Terkait makin panasnya persaingan antara Ahyar dan Suhaili dinilai Ketua DPRD NTB ini sebagai fenomena yang biasa dalam dunia politik.

Tetapi untuk keputusan akhir akan tetap dihasilkan melalui mekanisme Musda yang akan berlangsung.

“Kalau soal tekhnis nanti kan kita bicara saat Musda,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan kandidat calon Ketua Golkar NTB tidak hanya Ahyar dan Suhaili, bisa saja muncul nama baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan.

Hal yang disebutnya sebagai konskuensi dari dinamisme politik yang saat ini tengah berlangsung di tubuh partai peninggalan orde baru tersebut.

“Namanya politik sekali lagi selalu ada perkembangan dinamis,” jelasnya.

Terpisah, Puaddi selaku pengganti Isvie sebagai Ketua Panitia Musda X DPD I Golkar NTB saat dikonfirmasi wartawan terkait pergantian susunan kepanitiaan tersebut memilih bungkam.

Senada dengan Puaddi, Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 NTB yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB Drs. H. Abdul Hafid, juga memilih bungkam saat ditanya wartawan terkait panasnya persaingan Ahyar dan Suhaili.

Hafid hanya menjawab setiap pertanyaan wartawan tentang panasnya persaingan Ahyar dan Suhaili tersebut dengan tersenyum.

Untuk diketahui Musda X DPD I Golkar NTB akan diselenggarakan di hotel Novotel kawasan Kuta Mandalika Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 21-23 Juli 2020 mendatang.

Ast




Penyaluran JPS Gemilang Tahap III, Disambut Antusias Masyarakat Dompu

Program JPS Gemilang tak hanya membantu masyarakat kecil yang terdampak, tetapi juga memberdayakan IKM dan UMKM lokal

DOMPU.lombokjournal.com — Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III hari ini disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Dompu, Kamis (16/07/20).

Masyarakat Kabupaten Dompu sangat antusias dengan diterimanya JPS Gemilang tahap ketiga ini, karena sangat membantu mereka dalam meringankan kebutuhan sehari-hari.

Berpusat di Kantor Desa masing-masing, Program JPS Gemilang tak hanya membantu masyarakat kecil yang terdampak, tetapi juga memberdayakan IKM dan UMKM lokal yang sempat menurun penghasilannya karena Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Hj. Sri Susana mengungkapkan,  Pemeritah Kabupaten Dompu selalu memberikan pelatihan kepada pelaku IKM dan UMKM agar produk yang dihasilkan terjamin.

Ia juga sangat mengapresiasi program JPS Gemilang, karena program ini merupakan salah satu keberkahan bagi masyarakat Dompu yang sempat mengalami penurunan pemasukan di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Dengan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi ini, kami mencoba merangkul teman-teman IKM dan UMKM di Kabupaten Dompu ini, untuk diberdayakan sambil kami memberikan pembinaan-pembinaan sesuai dengan kriteria agar produk dari usaha mereka dari segi higienis, mutu dapat terjamin,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi NTB melalui JPS Gemilang ini, lanjutnya, ikut membantu memasarkan produk lokal unggulan kabupaten/kota di NTB.

“Harapan kami ke depan program ini dapat berlanjut, karena masyarakat masih sangat membutuhkan. Dengan program JPS Gemilang ini, mudah-mudahan kabupaten/kota juga dapat mengikuti program cerdas ini sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita,” tutupnya.

Sekretaris Desa Matua, Kecamatan Woja mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyalurkan bantuan JPS Gemilang dari tahap awal hingga ketiga ini. Besar harapannya akan ada bantuan-bantuan lainnya yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat setelah ini.

“Sekali lagi kami atas nama Pemerintah dan Masyarakat Desa Matua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Nursina, salah seorang warga yang telah merintis usaha kuenya selama 5 tahun, mengaku sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Setelah adanya bantuan dari pemerintah untuk ikut terlibat dalam menyediakan sembako dalam program JPS Gemilang. Menurutnya, JPS Gemilang sangat membantu usahanya yang sempat menurun.

“Saya sangat terbantu sekali, karena pandemi ini saya sempat mengeluarkan satu pegawai saya. Saya berharap program ini dapat berlanjut dan melibatkan kami dalam program JPS Gemilang ini,” jelasnya.

Senada dengan itu, pemilik IKM “Ori Coffee”, Ori Muhdar mengatakan dengan adanya program JPS Gemilang ini sangat membantu dan bermanfaat karena dapat membangkitkan IKM dan UMKM. Selain itu juga dapat menarik kembali pekerja harian yang sebelumnya dirumahkan karena pandemi Covid-19.

“Kami sangat terbantu karena produk-produk kami seperti kopi ini diakomodir dalam produk JPS Gemilang dan didistribusikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Fitriani, salah seorang warga penerima bantuan JPS Gemilang mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB atas bantuan serta perhatian yang diberikan pemerintah selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Dompu yang telah memberikan bantuan ini, semoga ini bermanfaat bagi kami dan keluarga,” katanya

AYA/HmsNTB

 




Musda X DPD I Golkar NTB di Lombok Tengah, Bukan Intervensi Suhaili

Isvie menegaskan jika dipilihnya Lombok Tengah murni karena kondisi pandemi Corona yang sedang mewabah di Kota Mataram

MATARAM.lombokJournal.com — Sekretaris DPD I Golkar NTB H. Bq. Isvie Rupaeda menegaskan,  dipilihnya hotel Novotel yang berlokasi di Mandalika Lombok Tengah sebagai lokasi diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar NTB, bukan karena desakan H. Suhaili FT selaku ketua partai yang juga Bupati Lombok Tengah. Kamis, (16/07/20).

Kebijakan menjadikan Lombok Tengah sebagai lokasi Musda X Partai Golkara NTB sebagai respon atas kondisi pandemi Covid-19 yang semakin mewabah di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Kita tahu kota Mataram dan Lombok Barat daerah episentrum Covid-19. Daerah yang sedikit hijau (Lombok Tengah), saya kira ini. Lombok Timur fasilitas hotelnya tidak memadai,” katanya.

Seperti diketahui, Musda X DPD I Golkar NTB sedang menjadi sorotan mengingat dua tokohnya yakni TGH Ahyar Abduh yang saat ini menjadi walikota Mataram dan Suhaili FT yang adalah Bupati Lombok Tengah, sedang berebut untuk meraih kursi ketua Golkar NTB.

Terkait hal itu, Isvie menegaskan jika dipilihnya Lombok Tengah murni karena kondisi pandemi Corona yang sedang mewabah di Kota Mataram.

Ddan fasilitas pendukung kegiatan seperti hotel yang memadai adanya di Lombok Tengah.

Hal tersebut sekaligus menepis anggapan jika ketentuan tersebut untuk mendukung Suhaili dan melemahkan pihak Ahyar.

“Musda itu kan kita ingin aman dan nyaman. Musda itu kan (Lombok Tengah) dekat dengan bandara. Saya kira itu,” ujarnya.

Terkait nama yang menjadi rekomendasi DPP dijelaskan Isvie dengan mengatakan bahwa gerakan politik selalu dinamis.

Termasuk juga dalam penentuan Ketua DPD I Golkar NTB. Untuk itu, pihaknya tetap menunggu keputusan pada saat Musda nanti.

“Kalau soal tekhnis nanti kan kita bicara saat Musda. Namanya politik sekali lagi selalu ada perkembangan dinamis,” terangnya.

Ast




Demonstran Datangi Kantor DPRD NTB Tolak Omnibus law RUU Cipta Kerja

Menuntuk DPRD NTB menolak Omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja

MATARAM.LombokJournal.com — Puluhan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat NTB Menggugat mendatangi kantor DPRD NTB, Kamis, (16/07/20).

Aksi itu untuk menyampaikan tuntutan agar wakil rakyat Udayana melayangkan surat gugatan ke Pemerintah Pusat, untuk menolak Omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Dalam orasinya, perwakilan aksi menyatakan, selama ini pemerintah dan DPR selaku wakil rakyat telah membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Terbukti dengan dibahas dan akan disahkannya Omnibus law RUU Cipta Kerja, yang menurut mereka hanya menguntungkan investor dan semakin menjepit masyarakat kelas pekerja.

“Musuh kita adalah pengusaha internasional. Tugas kita adalah menggerakkan gerakan rakyat. Musuh rakyat adalah kapitalisme,” ucap seorang perwakilan aksi.

Hadir menemui para demonstran anggota DPRD NTB dari Komisi I yang bidang kerjanya meliputi hukum dan perundang-undangan Raihan Anwar, SE., MM.

Dalam pemaparannya, Raihan menyampaikan akan meneruskan apa yang menjadi tuntutan para demonstran ke pimpinan dewan yang kemudian dibahas bersama untuk kemudian dilanjutkan ke pusat.

Ia pun menerangkan, informasi yang menyatakan hari ini, Kamis (16/07/2020) DPR-RI akan mengesahkan RUU Omnibuslaw adalah kabar bohong.

“Sebelumnya saya sampaikan, tidak ada pengesahan RUU Omnibuslaw hari ini. Itu hoax,” jelasnya.

Raihan juga menyampaikan, jika DPRD NTB tetap pada tugas dan fungsinya sebagai perwakilan rakyat NTB.

Ia menjelaskan, apa pun yang menjadi aspirasi masyarakat, selama itu ditujukan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat, akan tetap didukung.

“Atas nama pimpinan dan seluruh rekan-rekan DPRD provinsi NTB saya ucapkan terima kasih atas kunjungan adik-adik dan kawan-kawan yang membawa misi yang mulia mengawal kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Perwakilan demonstran yang terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan meminta Raihan selaku perwakilan DPRD NTB menandatangani surat perjanjian untuk merespon pemerintah, dengan mengirimkan surat penolakan disahkannya Omnibus law RUU Cipta Kerja.

Untuk diketahui Omnibus law RUU Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah tak hanya mendapat penolakan dari masyarakat NTB. Hampir semua serikat buruh hingga mahasiswa di Indonesia ramai-ramai menyatakan penolakan disebabkan pasal-pasal di dalam RUU Cipta Kerja yang terdiri atas 79 undang-undang dan 11 klaster dianggap bermasalah.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 16 Juli 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

 Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis (16/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 136 sampel dengan hasil 93 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (16/7/2020) sebanyak 1.669 orang, dengan perincian 1.065 orang sudah sembuh, 86 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid19.

TAMBAHAN 21 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 11 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1649, an. Tn. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1650, an. Ny. IW, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1651, an. Ny. JW, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1652, an. Tn. AST, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1653, an. Ny. NWS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1654, an. Tn. MM, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1655, an. Ny. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1656, an. Ny. F, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kelayu, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1657, an. Ny. K, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1658, an. Ny. UH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1659, an. Tn. IBM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1137. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1660, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1213. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1661, an. Ny. J, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1662, an. Ny. A, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1663, an. Ny. S, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1664, an. Ny. NWY, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1665, an. Tn. WA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1666, an. Ny. JDA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1667, an. An. NLH, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1668, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1669, an. Tn. RG, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;

Hari Kamis terdapat penambahan 11 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1052, an. Tn. N, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1188, an. An. RNWU, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1191, an. Tn. DB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1218, an. Ny. BJDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1247, an. Tn. TAR, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1343, an. Ny. IAKA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1352, an. Tn. SM, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1369, an. Ny. SR, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1373, an. Ny. F, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 1406, an. Ny. ED, perempuan, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Lebak, Banten. Pasien berdomisili di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 1449, an. Tn. DS, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1520, an. Tn. AK,laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Bedil, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Haian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menyapaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan virus Covid-19.

Dengan cara tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya. Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita

AYA/Rr

 Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 081802118119.