Antara Syafruddin dan IDP, Nasdem Kabupaten Bima Tunggu Hasil Survey

Sudah menjadi prinsip partai Nasdem Kabupaten Bima untuk tetap mengutamakan dukungan terhadap figur yang memiliki peluang menang lebih banyak

MATARAM.lombokJournal.com — Dukungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nasdem Kabupaten Bima untuk Bakal Calon (Balon) Bupati untuk Indah Damayanti Putri (IDP) dalam Pilkada Kabupaten Bima masih menunggu hasil survey ulang.

“Kita survei ulang. Dilakukan dua lembaga survei,” ujar Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bima Raihan Anwar, SE.,MM kepada wartawan, Sabtu, (18/07/20).

Dijelaskan, berdasar hasil survei elektoral sebelumnya, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Nasdem NTB telah memberi dukungan untuk IDP.

Tetapi Syafruddin selaku Ketua Dewan Pertimbangan DPD Nasdem Kabupaten Bima menggugat keputusan itu, dengan dalih hasil survei yang dilakukan polltrakcing di mana IDP Unggul secara elekroral pada bulan Maret lalu, dianggap telah kadaluarsa.

Sehingga tidak lagi bisa dijadikan rujukan untuk Pilkada bulan Desember nanti.

“Dia (Syafruddin) minta dilakukan survei ulang,” kata Raihan.

Raihan juga menyatakan, pihaknya menerima gugatan Syafruddin tersebut karena menghormati posisinya selaku kader Nasdem.

Kendati demikian, pihaknya menolak jika Nasdem Kabupaten Bima disebut mengutamakan kader ketimbang figur lain.

Menurutnya, hal tersebut harus dilihat sebagai penghormatan partai kepada kader yang masih ingin menguji ulang nilai elektoral teranyar.

“Tidak ada ketentuan harus mengusung kader. Ketentuannya adalah menang kalah yang dilihat dari hasil survei,” papar Raihan.

Diterangkan, sudah menjadi prinsip partai Nasdem Kabupaten Bima untuk tetap mengutamakan dukungan terhadap figur yang memiliki peluang menang lebih banyak.

Selain sebagai mekanisme politik partai, hal tersebut sebagai upaya partai mengakomodasi kehendak mayoritas masyarakat di Kabupaten Bima.

“Jika mau dukung kader, untuk apa ada survey. Langsung tunjuk saja,” katanya.

Ast




Ketua Bawaslu Lombok Tengah, Abdul Hanan, Melapor Balik Tuduhan Menikahi Istri Orang

Dalam kacamata seorang lawyer, ada upaya pembunuhan karakter terhadap Abdul Hanan, mengingat saat ini posisi Abdul Hanan adalah seorang pejabat negara

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah, Abdul Hanan dilaporkan atas tuduhan menikahi seorang perempuan bernama Baiqiatussolihah. Perempuan tersebut sebelumnya masih berstatus istri dari Raden Faozi.

Raden Faozi bersama pengacara melaporkan Abdul Hanan atas tuduhan menikahi perempuan yang berstatus istri sahnya.

Sementara Abdul Hanan yang dikonfirmasi terkait tuduhan tersebut dengan tegas membantahnya.

Abdul Hanan melalui kuasa hukumnya, Yudi Sudiyatna, SH, mengatakan telah diberi kuasa  untuk menanggapi laporan tersebut.

“Saudara AH (Abdul Hanan) sudah berikan kuasa ke kita. Jadi kita sudah mempersiapkan langkah-langkah hukum menanggapi laporan si pelapor ini,” katanya, Jumat (17/07/20).

Yudi bersama tim pengacara lainnya antara lain Wahidjan, SH, Amri Nuryadin, SH, Dwi Soedarsono, SH , dkk akan melakukan pelaporan balik terhadap laporan yang dilayangkan oleh Raden Faozi dan pengacaranya.

“Kita akan melakukan tindakan hukum dengan melaporkan pihak-pihak terkait atas tuduhan dan laporan terhadap AH adalah fitnah belaka,” ungkap Wahidjan, SH.

Ia mengatakan telah melakukan investigasi terhadap dugaan pernikahan antara Abdul Hanan dan Baiqiatussolihah.

Dari hasil investigasi pada keluarga perempuan, pernikahan tersebut tidak pernah terjadi. Sehingga, pengacara menyimpulkan tuduhan tersebut adalah fitnah.

“Kita dari tim juga sudah melakukan investigasi termasuk menemui keluarga si perempuan ini dan memang tidak pernah terjadi pernikahan antara AH dan si perempuan itu,” tegas Wahidjan, SH.

Sementara itu dalam kacamata seorang lawyer, Yudi melihat dan menduga ada upaya pembunuhan karakter terhadap Abdul Hanan, mengingat saat ini posisi Abdul Hanan adalah seorang pejabat negara.

“Unsur pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter terhadap AH, karena kita tidak bisa lepaskan bahwa hari ini AH adalah pejabat negara, secara institusi juga sudah sangat merusak. Oleh karena itu kita mengambil tindakan tegas,” imbuhnya.

Tim penasehat hukum Abdul Hanan juga akan melaporkan penasehat hukum Raden Faozi ke dewan kehormatan organisasi advokat tempat mereka terdaftar.

Itu karena pengacara Raden Faozi telah secara subjektif mengunggah berita-berita terkait dugaan pernikahan tersebut ke akun Facebooknya. Padahal, dugaan pernikahan tersebut telah dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Termasuk pada penasehat hukum pelapor ini. Kita laporkan ke dewan kehormatan organisasi advokat yang bersangkutan, karena di satu sisi dia bertindak sebagai jurnalis. Di Facebook dia masukan berita terkait dan sangat subjektif. Seharusnya saat dia menyerahkan perkara ke penegak hukum harus dihormati juga,” tegasnya.

Terakhir, Yudi meminta aparat penegak hukum mengusut aktor intelektual atas dugaan fitnah pernikahan tersebut.

“Kita akan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut aktor intelektual dari fitnah terhadap AH ini. Kami yakin dari analisa kami ada aktor intelektual,” imbuhnya.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 18 Juli 2020, Bertambah 31 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 5 (lima) orang

Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 31 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 19 orang, kasus kematian 5 (lima) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (17/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 153 sampel dengan hasil 111 sampel negatif, 11 sampel positif ulangan, dan 31 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 19 orang, kasus kematian 5 (lima) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 31 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan 5 (lima) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (18/7/2020) sebanyak 1.725 orang, dengan perincian 1.097 orang sudah sembuh, 94 meninggal dunia, serta 534 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Menurutnya, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 31 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, KEMATIAN BARU 5 (LIMA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1695, an. Tn. MW, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1696, an. Tn. N, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1697, an. Tn. DI, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1698, an. Tn. SAP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1699, an. Ny. WW, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1700, an. Tn. EBP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1701, an. Tn. ARH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1702, an. Ny. YY, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1703, an. Tn. IGPW, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1704, an. Tn. LSJ, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1705, an. Ny. F, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  12. Pasien nomor 1706, an. Tn. PH laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1707, an. Tn. LDI, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  14. Pasien nomor 1708, an. Tn. B, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  15. Pasien nomor 1709, an. Tn. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1710, an. Ny. GAA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1711, an. Ny. D, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1712, an. Ny. ENWA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1504. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1713, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1714, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1565. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1715, an. Tn. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1716, an. Ny. BA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1717, an. Tn. AM, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah Terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1401. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1718, an. Ny. R, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1719, an. Ny. M, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1720, an. Ny. S, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1721, an. Tn. SA, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1722, an. Tn. AIS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1723, an. Tn. AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Banyuwangi, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1724, an. Tn. I, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta. Pasien merupakan pelaku perjalan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  31. asien nomor 1725, an. Tn. FB, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk ber-KTP di Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1687 yang semula diumumkan berjenis kelamin perempuan, bahwa pasien sesungguhnya berjenis kelamin laki-laki.

Hari Sabtu terdapat penambahan 19 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1123, an. Ny. HS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1157, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1165, an. Tn. ZK, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1171, an. Ny. CSV, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1276, an. Ny. DPAP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1393, an. Tn. MTA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Senteluk,Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1402, an. Ny. AR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 1403, an. Tn. A, laki-laki, usia 86 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 1404, an. Ny. RK, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 1430, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1471, an. Tn. MT, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1472, an. Ny. H, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1515, an. Ny. P, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1516, an. Tn. AM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1536, an. Tn. IKP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  16. Pasien nomor 1539, an. Ny. NNP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1551, an. Tn. MFR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1575, an. Tn. KRP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1624, an. Ny. SK, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 5 (lima) kasus kematian baru, yaitu

  1. Pasien nomor 1562, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1705, an. Ny. F, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1706, an. Tn. PH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  4. Pasien nomor 1707, an. Tn. LDI, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  5. Pasien nomor 1708, an. Tn. B, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Bunda Niken Serahkan Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumbawa

Bantuan berupa olahan makanan bakso ikan, 10.000 ribu ekor ayam peliharaan dan beberapa bantuan paket lainnya

SUMBAWA.lombokjournal.com — Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE,M.Sc bersama rombongan PKK Provinsi NTB menyerahkan bantuan masyarakat yang terdampak Covid-19 di NTB di Kabupaten Sumbawa di Aula Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (18/07/20).

Ketua TP. PKK NTB terus bersinergi bersama pemerintah daerah membantu, sebelumnya menyerahkan bantuan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), hari Jumat.

Bunda Niken menyampaikan, kehadirannya di kabupaten Sumbawa dalam rangka silaturahim dan menyapa TP. PKK Kabupaten Sumbawa.

“Walaupun Covid-19 sudah menyapa selama empat bulan, Insya Allah PKK tak surut semangatnya untuk memberi perhatian kepada warga disini,” ungkapnya.

Pemberian bantuan ini adalah stimulan bagi masyarakat, untuk mendorong agar IKM selaku produsen agar tetap produktif dalam koridor Nurut Tatanan Baru.

Bantuan yang diberikan adalah berupa olahan makanan bakso ikan, 10.000 ribu ekor ayam peliharaan dan beberapa bantuan paket lainnya.

Dengan adanya pemberian bantuan ayam ini, Bunda Niken berharap ayam-ayam petelur tersebut dapat menghasilkan telur dan diberikan kepada anak dan keluarga, sehingga bisa memenuhi asupan gizi tiap harinya.

Bunda Niken juga menambahkan mudah-mudahan dengan silaturahim ini bisa memberi semangat dan Lasqi Kab. Sumbawa semakin maju, dan lebih banyak perhatian dari para pengurus agar kesenian kasidah dapat terus dilestarikan.

“Untuk para pengrajin kami juga tahu selama pandemi tentu semakin sedikit wisatawan yang hadir, tahun lalu kami sudah mengangkat tenun Sumbawa pada ajang bergengsi di Jakarta, akan lebih baik jika disini dilestarikan lagi tenunnya, lebih halus bahan dan harganya lebih terjangkau”, tambah Bunda Niken.

Ketua TP. PKK NTB mengatakan bahwa JPS Gemilang NTB merupakan pembelaan bagi UKM lokal agar bisa berdaulat di tanahnya sendiri.

“Dengan membeli barang di masyarakat kita, pak Gubernur memiliki keberanian untuk membeli langsung untuk UKM kita dan membagikannya ke masyarakat kita, ada 4300 UKM yang mengisi produk JPS Gemilang, semoga ini bisa membawa semangat untuk tetap bergiat bekerja, dan tetap istiqomah dalam kondisi sehat,” pungkasnya.

Ketua TP. PKK NTB yang saat itu diwakili Wakil Ketua II TP. PKK Kabupaten Sumbawa, Irine Silviani Wirawan mengatakan dalam sambutan yang dibacakan, sangat mengapresiasi kunjungan kerja ketua TP. PKK NTB yang dirangkaikan dengan penyeranan bantuan hari ini.

Selain meringankam beban keluarga penerima, juga sangat relevan dengan semangat yang kita gelorakan untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera di tengah pandemi Covid-19.

“Saya berharap peran tim penggerak PKK yang menyentuh kehidupan keluarga dan masyarakat secara langsung, dapat diarahkan dan diberdayakan secara lebih optimal,” tegasnya.

Turut hadir, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Peternakan, TP. PKK Kab Sumbawa, Perwakilan Pengrajin dan Lasqi Kab. Sumbawa.

AYA/HmsNTB

 




Membangun Industri Peternakan di NTB, Dimulai Bangun Kandang 100.000 Pullet

Dari 100.000 pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati mengajak beberapa Kepala Dinas Provinsi NTB beserta TP-PKK Provinsi menanam padi di lembah Olat Maras, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (18/07/20).

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul melanjutkan perjalanan ke acara peletakan batu pertama pembangunan kandang 100.000 pullet atau ayam yang siap bertelur, di kawasan Olat Maras yang tidak jauh dari lokasi penanaman padi tadi.

Hadirnya industrialisasi ini untuk memenuhi kebutuhan telur di Nusa Tenggara Barat terlebih di pulau Sumbawa.

“Investasi itu hanya mungkin kalau kita hanya memaknai kehadiran kita sebagai pelayan masyarakat dalam pengertian sebenarnya, jadi Gubernur dan Kepala Dinas itu bukan bos, akan tapi hadir untuk betul-betul hadir melayani kebutuhan masyarakatnya,” ungkap Bang Zul.

Gubernur meminta agar peminjaman di bank termasuk bank NTB Syariah, tidak mempersulit investor atau masyarakat dalam pemberian pinjaman pembiayaan untuk menggairahkan perekonomian di NTB.

Hal ini perlu dilakukan terlebih dalam masa pandemi seperti ini, yang tidak memungkinkan untuk bergantung pada sektor pariwisata.

“Pariwisata tumbuh dan pulih itu, kemungkinan tahun depan baru bisa menggeliat, oleh karena itu OJK bisa mengingatkan Bank NTB untuk menggiatkan ekonomi kita,” ujar Bang Zul.

Bang Zul berharap agar apa yang dilakukan saat ini menjadi langkah awal untuk perekonomian dan peternakan NTB melesat cepat.

“Bulan ini seratus ribu, mudah mudahan segera sampai sejuta, ini tanah luas tinggal dipakai saja,” harapnya.

Peternakan ini nantinya, akan memunculkan industri-industri baru di NTB.

“Perjalanan panjang memang harus selalu dimulai dengan langkah pertama dan apa yang kita lakukan ini, mungkin kita menjadi saksi sejarah,” ujarnya.

Bang Zul menyampaikan rasa terimakasihnya atas terealisasinya industrialisasi dan peletakan batu pertama ini diharap menjadi pemicu awal hadirnya industrialisasi dan juga peternakan yang hebat dan modern di NTB.

Mata rantai industrialisasi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani menuturkan, langkah yang diambil oleh pemerintah ini telah dinantikan sejak lama.

Sebab dengan menggeliatkan peternakan ayam petelur di NTB terlebih di Pulau Sumbawa maka kedepan permasalahan inflasi di NTB tidak akan terjadi lagi.

“Ini gebrakan yang sangat luar biasa saya rasakan. Kita sangat bangga memiliki pak Gubernur yang sangat inspiratif, sehingga persoalan NTB insyaAllah akan selesai,” ungkapnya.

Ia mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Provinsi atas perhatian dan gebrakan-gebrakan yang menjawab segala persoalan NTB.

Pada kesempatan itu, Direktur Samawa Farm, Maksum Jatmiko menyampaikan rasa syukurnya. Dan  yang dilakukan hari ini, merupakan satu mata rantai dari industrialisasi pertanian dan perternakan di Provinsi NTB.

“Industrialisasi itu rantainya disusun sedemikian rupa, jadi mulai dari pembangunan irigasi, pemitraan, pabrik benih, dryer besar, sampai dengan perindustrialisasi sampai pada ujungnya ada farm telur, penjualan telur, kemudian titik akhirnya loss swasembada telur,” ungkapnya.

Dari 100.000 pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi yang pihaknya targetkan di NTB dalam tiga tahun kedepan.

Lebih jauh, menjadi bagian dalam pengembangan perekonomian melalui industrialisasi ternak, Ia mengakui bahwa pihaknya merasa bangga dan terhormat.

“Kami sangat bangga dan terima kasih dukungannya pak gubernur atas semua ini bisa terjadi dan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, InsyaAllah pekan depan kita sudah memulai prosesnya untuk pembangunan seratus ribu pullet,” tutupnya.

Pada giat ini turut juga mendampingi, Kepala Dinas Peternakan dan dan Kesehatan Hewan Prov. NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Ketua Otoritas Jasa Keuangan NTB, Direktur Bank NTB Syariah dan Direktur Samawa Farm.

AYA/HmsNTB




Wagub; Protokol Kesehatan Harus Diperketat di Destinasi Wisata

Para stakeholder diajak terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di daerah pariwisata

LOBAR.lombokjournal.com – Destinasi wisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena itu merupakan salah satu cara mencegah penularan COVID-19.

“Kita tidak boleh bosan dengan protokol covid, karena sarat kita untuk hidup aman dan produktif adalah dengan menerapkan protokol di kehidupan kita pada masa pandemi ini,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah di Tawun, Sekotong, Lombok Barat, Sabtu (18/07/20).

Hal itu disampaikan Wagub saat peresmian sekaligus pembukaan tempat wisata itu, bersamaan dengan program BISA (bersih Indah Sehat dan Aman) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) untuk mendorong desa-desa di NTB.

“Hal ini membuktikan, Kemenparekraf sangat memperhatikan wilayah kita ini,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Karena itu ia minta seluruh pihak menjaga spot-spot wisata di NTB, baik dari segi kebersihannya maupun keamanannya agar wisatawan tetap nyaman datang ke NTB.

“Harus benar-benar kita bersyukur dengan cara menjaga keindahan dan kelestarian alam agar pariwisata kita berkembang dengan baik,” kata Umi Rohmi.

Dikatakan, keamanan di objek wisata menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk perkembangan pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata di desa-desa, dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

“Tidak akan mungkin desa wisata itu akan dikunjungi kalau desa tersebut tidak aman tidak sehat,” ujarnya.

Umi Rohmi mengajak para stakeholder untuk terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di daerah pariwisata.

Protokol kesehatan diperketat di spot-spot wisata agar tidak terjadi penyebaran di spot wisata tersebut, hal itu dilakukan untuk menghindari munculnya asumsi-asumsi negatif terhadap pariwisata di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal yang juga hadir menyampaikan, Dermaga Tawun ini adalah dermaga yang digunakan untuk penyebrangan menuju 14 gili di Lombok Barat.

Dermaga yang memiliki luas lahan satu hektar lebih ini, pembangunannya dimulai minggu depan. Dilengkapi beberapa bangunan mulai dari fasilitas ruangan untuk check in hingga shelter bagi pengunjung.

Untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar, dermaga ini menyiapkan kios-kios yang berjejer rapi, digunakan oleh masyarakatuntuk berjualan serta dilakukannya pembenahan di beberapa titik di dermaga Tawun ini.

Prinsip protokol CHSE

Direktur Kelembagaan, Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Pahlevi dalam sambutannya berperan, agar setiap destinasi wisata menerapkan sistem prinsip protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan  yang diistilahkan sebagai CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

Dengan adanya sistem CHSE ini, diharapkan kepercayaan wisatawan terhadap tempat-tempat wisata di NTB ini dapat meningkat, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan.

“Provinsi NTB, khususnya kabupaten Lombok Barat ini saya yakin dengan komitmen ibu Wagub dan bapak bupati, bisa mencapai itu,” ujar Pahlevi.

Pahlevi berharap, program BISA dari Kemenparekraf ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi para pelaku pariwisata di NTB.

Acara tersebut diakhiri dengan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai dekat dermaga, untuk menghindari terjadinya abrasi dan memperindah dermaga tersebut. Agar wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lombok Barat sebelum menyebrang ke Gili.

Turut hadir dalam acara tersebut, Para Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun, para Kepala OPD Lingkup Kabupaten Lombok Barat, Forkopimda Lombok Barat serta para pelaku pariwisata di Lombok Barat.

AYA/HmsNTB




Alumni ITS Diajak Wagub Mengakselerasi Pembangunan NTB

Peluang dari program pembangunan NTB begitu banyak yang dapat diekspos oleh alumni ITS untuk mensuport di semua lini pembangunan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak para alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, khususya asal NTB, ikut mengakselerasikan program-program pembangunan di Provinsi NTB.

“Banyak sekali program unggulan yang sedang kita perjuangkan. Maka sangat mungkin dilakukan oleh teman-teman alumni ITS untuk membantu kita,” ajak Wagub saat membuka Webinar dengan tema “Peluang dan Tantangan Investasi di NTB untuk alumni ITS Serta Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, di pendopo Wagub, Jumat (17/07/20).

Alumni ITS yang berasal dari NTB sudah banyak. Mereka memiliki keahlian sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing.

Sehingga dinilai sangat tepat untuk membantu pemerintah dalam mempercepat terwujudnya Visi-Misi NTB Gemilang.

Wagub menjelaskan, salah satu program unggulan yang sedang diperkuat oleh Pemerintah NTB yaitu program industrialisasi.

Program ini telah terbukti mampu dilakukan oleh anak-anak NTB. Hal itu dapat dilihat dari potensi mereka yang berhasil menciptakan berbagai bentuk produk-produk lokal. Seperti pembuatan motor listrik, sepeda listrik dan masih banyak lagi karya-karya hebat lainnya.

“Itulah mengapa kita sangat konsen serta optimis agar bagaimana proses nilai tambah dapat dilakukan oleh kita sendiri melalui program industrialisasi,” jelas Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Wagub juga mengatakan bahwa produk pertanian, perikanan dan lain-lainnya semaksimal mungkin akan diolah terlebih dahulu di NTB sebelum diekspor ke daerah lain.

Artinya bukan bahan baku atau barang mentah yang dibawa ke luar, tetapi sudah dalam bentuk kemasan yang sudah melewati proses olahan. Sehingga nilai tambah yang didapatkan memiliki dampak yang luar biasa bagi masyarakat itu sendiri.

Peluang-peluang dari program pembangunan NTB begitu banyak yang dapat diekspos oleh alumni ITS untuk mensuport di semua lini pembangunan di NTB.

“Kami ingin menghargai hasil-hasil yang diberikan oleh anak-anak NTB. Karena potensi yang mereka miliki sangat luar biasa,” puji Wagub NTB

Banyaknya program unggulan NTB saat ini, tentu sangat membutuhkan bantuan dari semua stakeholder untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah alumni ITS dengan bidang keilmuannya masing-masing.

“Peran Alumni ITS kami harapkan dalam pendampingan serta kerja sama dengan pemerintah Provinsi NTB untuk bisa mensukseskan program-program unggulan ini,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan webinar tersebut diantaranya, Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Muhammad Rum, MT, Kepala SDG ITS, Dr. Agnes Tuti, Msc serta puluhan alumni ITS NTB lainnya.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Didesak Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa, yang Ekonomi Keluarganya Terdampak Covid-19

Dalam rapat Komisi V DPRD NTB dengan para rektor,  akan didata berapa banyak mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah

MATARAM.lmbokjournal.com —  Salah satu aspek yang paling merasakan ganasnya dampak pandemi Covid-19 selain aspek kesehatan dan aspek ekonomi adalah aspek pendidikan.

Khususnya aspek pendidikan tinggi, banyak dari mahasiswa di NTB tidak mampu membayar uang kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Hj. Bq. Isvie Rupaeda menyampaikan, Jumat, (17/07/2020), telah melakukan koordinasi dengan rektor seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di NTB.

Koordinasi dilakukan guna mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar memberikan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa yang orang tua/walinya mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pasti kalau DPR jelas mendorong jangan sampai ada putus kuliah karena Covid,” ujar Isvie kepada wartawan.

Dijelaskan, bentuk komitmen tersebut dibuktikan DPRD NTB, beberapa waktu lalu komisi V DPRD NTB yang membidangi persoalan pendidikan mengundang semua rektor PTN dan PTS yang ada di provinsi NTB guna membahas permasalahan tersebut.

Beberapa poin yang dibahas dan disepakati untuk ditindaklanjuti ke Pemprov NTB adalah pemberian bantuan pembiayaan kuliah mahasiwa.

Saat ini, pihak DPRD NTB sendiri tinggal menunggu diserahkannya dokumen berisi daftar nama-nama mahasiswa yang nantinya menerima bantuan.

“Dalam rapat komisi V dengan para rektor kita minta datanya dulu berapa banyak sih mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah. Kan kita tidak tahu mana mahasiswanya,” terangnya.

Ditegaskan, pihak DPRD selaku mitra PTN dan PTS akan mengawal penuh permintaan perguruan tinggi di NTB tersebut dengan memastikan Pemprov segera realisasikan dana bantuan.

“Kita sudah bahas dan masih menunggu data dari universitas untuk kita bicara lebih lanjut dengan pemerintah provinsi,” katanya.

Perlu diketahui, setelah DPRD lakukan pertemuan dengan para rektor, digelar beberapa aksi demonstrasi mahasiwa dari lintas perguruan tinnggi di depan kantor DPRD NTB menuntut anggota dewan segera realisasikan hasil pertemuan mereka dengan para rektor tersebut.

Salah satu yang paling anyar adalah demonstrasi pada hari Kamis (16/07/20). Saat itu, beberapa mahasiswa bahkan ‘menodong’ salah seorang perwakilan DPRD yang menemui mereka dengan membuat kesepakatan tenggat waktu keputusan pencairan dana bantuan.

Jika Pemprov tidak merealisasikan bantuan tersebut pada tenggat waktu yang ditetapkan, para demonstran mengancam akan melakukan aksi dengan masa yang jauh lebih besar.

Ast




Di Sumbawa Barat,  Bunda Niken Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

 Semua pihak diajak bersama-sama membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM

 KSB.lombokjournal.com – – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE,M. membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kediaman Bupati KSB, Jum’at (17/07/20) siang itu, Ketua TP-PKK yang akrab disapa Bunda Niken ini menyampaikan apresiasinya kepada Pemda KSB dalam upayanya menurunkan angka Covid-19.

“Kami sampaikan salam dari Bapak Gubernur. Tentu saja kondisi saat ini merupakan  sebuah hasil dari segala upaya yang sungguh-sungguh” jelasnya.

Dampak dari Covid-19 tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi berdampak juga ada ekonomi masyarakat.

TP-PKK ikut menyalurkan bantuan untuk membantu masyarakat terutama di kalangan ibu-ibu di tengah pandemi.

Bantuan tidak hanya disalurkan melalui TP-PKK, tapi juga melalui Lasqi dan Dekranasda.

Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak dan dukungan terhadap ibu-ibu di NTB.

“Kami menyalurkan beberapa bantuan untuk menanggulangi dampak ekonomi dari Covid itu. Kami atas nama Pemerintah Provinsi memberika bantuan untuk ibu ibu,” imbuhnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket gemarikan sebanyak 150 paket, paket bantuan sosial Lasqi sebanyak 80 paket untuk pelaku seni, paket bantuan sosial Dekranasda sebanyak 141 paket dan bantuan unggas untuk 7 keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil yang memiliki masalah gizi.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Niken mengajak semua pihak untuk bersama-sama membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM di NTB.

“Kami juga berharap agar Pemda KSB terus memberikan perhatiannya kepada pelaku usaha kecil dan menengah sehingga mereka terus berkembang,” katanya.

Membantu UMKM dan IKM lokal

Bupati KSB, Dr. H. W. Musyafirin, mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh TP-PKK Provinsi NTB maupun TP-PKK KSB dalam rangka menanggulangi dampak ekonomi akibat Covid ini.

Ia juga meminta agar semua pihak turut bekerja dan membantu aktivitas UMKM dan IKM lokal agar terus berkembang di masa pandemi ini.

“Saya minta tolong ini bagaimana kita kembangkan, karena terbukti hanya UMKM yang mampu bertahan dari cobaan apapun,” pintanya.

Menurutnya, menggeliatnya UMKM dan IKM nantinya akan berdampak juga pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu andalan NTB.

“Melalui momentum ini, saya ingin bagaimana Dekranasda dengan produk-produk unggulannya itu bisa kita kembangkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengemukan bahwa KSB memilki beberapa program bantuan pada masyarakat yang terdampak pandemi.

“Jadi berapapun paket itu, kita akan tambah dia. Sama halnya dengan JPS Gemilang senilai dengan 250 ribu, kita subsidi dia lagi 350 ribu sehingga menjadi nilainya menjadi 600 ribu,” ucapnya.

Jadi semua paket yang diterima oleh masyarakat KSB yang terdampak Covid bernilai Rp 600 ribu.

Sementara itu Ketua TP-PKK KSB Hj. Hanipah Musyafirin, S.IP  melaporkan bahwa TP-PKK KSB dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini terus mendampingi dan melakukan kegiatan yang meningkatkan semangat ibu-ibu di daerah ini.

Pemberian sembako juga disalurkan oleh TP-PKK KSB dan secara langsung turun ke pusat-pusat keramaian untuk memberikan edukasi terkait protokol Covid-19.

“Kami juga sudah membagikan 500 paket sembako ke 8 kecamatan dan 2.000 masker ke 8 kecamatan. Begitu juga kecamatan-kecamatan dan kelurahan meneruskan hal ini dengan membuat masker sendiri dan membagi kepada Masyarakat,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 17 Juli 2020, Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (17/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 255 sampel dengan hasil 180 sampel negatif, 50 sampel positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 13 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (17/7/2020) sebanyak 1.694 orang, dengan perincian 1.078 orang sudah sembuh, 89 meninggal dunia, serta 527 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 25 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1670, an. Ny. FRS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1492. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1671, an. Ny. JH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1417. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1672, an. Ny. HS, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1673, an. Ny. IS, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1674, an. Ny. NASS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1534. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1675, an. Tn. R, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1676, an. Tn. MJN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1552. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1677, an. Tn. MRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk ber-KTP Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien berdomisili di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1678, an. Tn. Z, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1679, an. Tn. A, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1680, an. Tn. SRP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1681, an. Tn. AR laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1682, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lingkar Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1683, an. Tn. T, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1684, an. Tn. IWP, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1685, an. Ny. W, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1686, an. Tn. IDGL, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1687, an. Ny. JS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1371. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1688, an. Tn. MAM, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1689, an. Ny. J, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1690, an. Ny. NMCR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1691, an. Tn. B, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1692, an. Ny. S, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  24. Pasien nomor 1693, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
  25. Pasien nomor 1694, an. Ny. NM, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari Jum’at terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1089, an. Tn. Z, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1094, an. Tn. IGP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1100, an. Tn. B, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1228, an. Tn. AM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1231, an. Ny. NA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kabupaten Pati, Jawa Tengah;
  6. Pasien nomor 1260, an. Ny. AJ, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1261, an. Ny. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1399, an. Ny. YH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1408, an. Tn. MH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Batu Dawe, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1416, an. Tn. F, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1466, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1490, an. Ny. RI, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1553, an. Tn. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1692, an. Ny. S, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 1693, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1694, an. Ny. NM, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menekankan, protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan.

Agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

“Kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita terus

memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi..

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.