Gelar Adat “Arya Patih Laga Yudha Negara” Untuk Pangdam IX Udayana
Dalam konteks budaya masyarakat adat Sasak, berharap kelak Pangdam dapat melestarikan budaya Sasak yang menjadi salah satu kekayaan budaya nasional
LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc beserta istri menyambut kedatangan Pangdam IX Udayana, Mayor Jendral TNI Kurnia Dewantara beserta Istri dan rombongan di Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid, didampingi oleh Unsur Forkopimda Provinsi NTB, Wakil Bupati Lombok Tengah dan unsur Forkompimda kabupaten Lombok Tengah, Senin (20/07/20)..
Pangdam IX Udayana mendapat penganugrahan gelar adat Sasak yang mempunyai makna dalam konteks berbangsa dan bernegara Pangdam sebagai penjaga kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah Nusa Tenggara.
Dan dalam konteks budaya masyarakat adat Sasak, berharap kelak Pangdam dapat melestarikan budaya Sasak yang menjadi salah satu kekayaan budaya nasional.
Kegiatan ini diawali dengan pemasangan pakaian adat Sasak oleh Majelis Adat Sasak dan kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan piagam penghargaan kepada Pamgdam IX oleh Wakil BupatiLLombok Tengah yang didampingi oleh Ketua Majelis Adat Sasak.
Pangdam IX Udayana menyampaikan rasa terimakasih kepada majelis adat Sasak atas penganugerahan gelar yang diberikan dan menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB.
“Mudah – Mudahan kehadiran saya di NTB ini bisa membawa damai, bisa membawa keberkahan, dan bisa membawa keamanan dan ketertiban bagi masyarakat khususnya masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Usai menerima jamuan yang telah disediakan, Pangdam IX udayana beserta rombongan meninggalkan Bandara menuju Makorem 162 Wira Bhakti untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.
AYA/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Senin, 20 Juli 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang
Protokol kesehatan dan pencegahan inharus terus diterapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar ditekan dan hentikan
MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Praya a mengkonfirmasi, ada tambahan 18 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.
Lalu Gita Aryadi
Siaran pers hari Jum’at (17/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 229 sampel dengan hasil 185 sampel negatif, 26 sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (20/7/2020) sebanyak 1.777 orang, dengan perincian 1.124 orang sudah sembuh, 98 meninggal dunia, serta 555 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi
Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.
TAMBAHAN 18 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KEMATIAN BARU 2 (DUA) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 1760, an. Tn. LR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1761, an. Tn. FS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1762, an. An. MAS, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1761. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1763, an. Ny. SR, perempuan, usia 38 tahun, ber-KTP Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1761. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1764, an. Ny. N, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1765, an. Ny. AM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1733. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1766, an. Ny. N, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1767, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1768, an. Tn. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1769, an. Tn. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1770, an. Ny. UA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1771, an. Tn. AF, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1772, an. An. IH, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1773, an. Ny. F, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1691. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1774, an. An. ZAF, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1691. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1775, an. An. GZA, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1691. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1776, an. Tn. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 1777, an. An. HM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut:
Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1751 yang semula diumumkan berusia 45 tahun, penduduk Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong, pasien sesungguhnya berusia 29 tahun, penduduk Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah dan dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1759 yang semula diumumkan penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, bahwa pasien sesungguhnya berdomisili di Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Hari Senin terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :
Pasien nomor 871, an. Tn. I, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
Pasien nomor 1092, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 1117, an. Ny. HF, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 1151, an. Tn. K, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Tembeng Putik, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 1182, an. Ny. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1210, an. Tn. P, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 1237, an. Tn. MSZ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 1319, an. Tn. S, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1382, an. Tn. MN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1396, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 1457, an. Tn. IAM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Jember, Jawa Timur;
Pasien nomor 1458, an. Tn. NH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Banyuwangi, Jawa Timur;
Pasien nomor 1527, an. Ny. KH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien nomor 1582, an. Tn. H, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Hari Senin ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :
Pasien nomor 1776, an. Tn. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
Pasien nomor 1777, an. An. HM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada pederita Covid-19 beserta keluarganya.
“Covid-19 bisa disembuhkan dan tidak menular jika penderitanya melakukan isolasi diri secara ketat, baik di rumah sakit maupun di tempat-tempat yang telah ditentukan,” katanya.
Menurutnya, protokol kesehatan dan pencegahan inharus terus diterapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar ditekan dan hentikan.
“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.
AYA/Rr
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.
Gubernur Ingin 500 Motor Listrik Semarakkan HUT Kemerdekaan
Setelah dibuat industri permesinan, selanjutnya Gubernur meminta agar dilanjutkan dengan industri mesin perkakas
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturahim dari IKM Permesinan dan Asosiasi pengusaha dan Pengrajin Logam (ASPPEL) NTB. di ruang kerja, Senin (20/07/20)
Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini sangat antusias mengajak para IKM lebih banyak berproduksi untuk menciptakan alat
Pertemuan yang dihadiri juga oleh guru-guru SMK ini diminta untuk membuat 500 motor listrik yang akan dipamerkan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.
“Kalau 17 Agustus nanti bisa bikin 500 dan kita pamerkan di STIP, ke Anggota Dewan dan Bupati agar kesadarannya itu muncul untuk membeli mesin ini daripada dari luar. Oleh karena itu jangan protes atau demo,” jelasnya.
Setelah dibuat industri permesinan, selanjutnya Gubernur meminta agar dilanjutkan dengan industri mesin perkakas.
Sehingga setelah dibuat kedua mesin ini, NTB dapat menciptakan sepeda, motor bahkan mobil sendiri. Pada kesempatan ini juga Bang Zul ingin menyamakan presepsi bahwa jangan mencari keuntungan yang berlebih.
“Jangan sampai teman-teman ini di awal-awal, belum apa-apa sudah ingin untung besar mumpung ada kesempatan. Tidak apa-apa untung kecil tapi berkesinambungan daripada untung besar, tapi kehilangan kepercayaan,” pesan Bang Zul.
Melanjutkan arahannya, Bang Zul mengingatkan kepada OPD terkait untuk membantu dan melayani pengusaha baik dari segi izin, lokasi bahkan mengarahkan jika kekurangan biaya. Sehingga pengusaha dapat berbisnis memiliki lingkungan yang nyaman.
“Jadi STIP adalah lokasi yang kita pilih supaya kalau tidak ada tempat pakai, kalau tidak ada mesin pinjam dulu, kalau tidak ada uang coba disitu. Nah itu yang disebut dengan STIP. Kita bikin teman-teman kaya, mampu, besar dan lain sebagainya,” tutur Bang Zul.
Kepala UPTD STIP, Muhammad Khairul Ihwan melaporkan aosiasi mana saja yang hadir, Ia juga melaporkan bahwa ada 12 IKM yang sudah mulai bekerja dan mulai hari ini akan dipercepat untuk pembuatan 500 unit mesin.
Nazar Susan, ST selaku Ketua ASPPEL NTB sangat bersemangat dengan program industrialisasi ini, begitu tercetus industrialisasi untuk IKM ini baginya luar biasa dan ini merupakan peluang untuk berkembang menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
“Harapan kita, kita ingin berkenalan dan mensukseskan industrialisasi, kapan lagi kita punya peluang untuk berkembang menjadi tuan rumah di daerah kita sendiri.
AYA/HmsNTB
Pimpinan Lima Institusi Negara Kunjungi NTB
Rombongan sekitar 50 orang tersebut juga akan melihat secara langsung potensi budidaya lobster dan kesiapan provinsi NTB dalam persiapan Pemilukada serentak tahun 2020
MATARAM.lombokjournal.com — Pimpinan dari 5 Institusi Negara, mulai dari Menkopolhukam, Mendagri, Kapolri, Panglima TNI, dan Wakil Ketua DPD RI direncanakan berkunjung ke Provinsi NTB, Selasa (21/07/20)
Mereka hadir untuk mengecek perkembangan penanganan Covid-19, hingga kemajuan ITDC berkaitan dengan persiapan MotoGP di Provinsi NTB.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat persiapan kunjungan pimpinan 5 Institusi negara yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy,S.Sos, MM dengan para Kabag dan Kasubag Lingkup Biro Humas dan Protokol, Minggu, 19 Juli 2020.
“Acara besok InsyaAllah sangat-sangat penting. Salah satu kegiatannya adalah melihat secara langsung perkembangan penanganan covid-19 di provinsi NTB,” ujar kandidat doktor Universitas Airlangga ini.
Di NTB sendiri, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 19 Juli 2020 mencapai 1.725 orang, sembuh sebanyak 1.095 orang dan meninggal dunia 94 orang.
“Dari seluruh kabupaten/kota di NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih berada dalam zona merah,” tambah mantan Komisioner KI NTB ini.
Menurut Najamuddin, rombongan sekitar 50 orang tersebut juga akan melihat secara langsung potensi budidaya lobster dan kesiapan provinsi NTB dalam persiapan Pemilukada serentak tahun 2020.
“Agendanya cukup padat, mulai dari sinergitas berbagai program penanganan medis dan non medis terkait pandemi Covid-19, kesiapan provinsi NTB dalam persiapan Pemilukada serentak, progres ITDC berkaitan dengan MotoGP hingga potensi budidaya lobster di NTB,” terangnya.
Apalagi, lagi Indonesia khususnya NTB akan menjadi tuan rumah Event bergengsi di dunia yaitu MotoGP. Saat ini, lokasi sirkuit Mandalika yang berkonsep Street Circuit, dengan panjang lintasan 4,33 KM tersebut pembangunannya masih terus berjalan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, kabupaten Lombok Tengah, NTB.
“Perkembangan konstruksi sirkuit Mandalika sampai dengan bulan Juli 2020 telah mencapai 47,28 persen, masih ada 52,72 persen, yang harus diselesaikan,” tambahnya
Pemerintah Provinsi NTB sudah sangat siap kedatangan Menkopolhukam beserta rombongan lainnya di, mulai dari penyambutannya pada pukul 11.00 WITA di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hingga kepulangannya nanti.
“Alhamdulillah provinsi NTB sudah sangat siap menyambut kedatangan Menkopolhukam bersama rombongan lainnya besok ini,” tutupnya
AYA/HmsNTB
Pelacakan Masif dan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan, Kunci Tekan Penyebaran Corona
Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat keputusan tentang perpanjangan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan hingga bulan Desember
MATARAM.lombokjournal.com — Rapat rutin terkait evaluasi penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berlangsung di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB, Senin (20/07/20).
Dalam rapat evaluasi itu, Wagub kembali mengajak semua pihak terus meningkatkan sinergi dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Selain itu ditekankan, pelacakan masif dan disiplin protokol kesehatan disebutnya menjadi kunci yang dapat menekan penyebaran pandemi yang satu ini.
“Kesiapan kita untuk semakin preventif dalam menangani penyebaran Covid-19 ini, kita tahu bahwa kuncinya ada dua. Pertama, tracing (pelacakan) yang masif dan kedua, protokol Covid-19,” jelasnya.
Rapat kali ini diikuti pula oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Provinsi NTB, Direktur RSUD Provinsi NTB, Kepala Satuan Pol PP Provinsi NTB dan Kepala BPBD Provinsi NTB.
Umi Rohmi sapaan akrabnya, juga menyinggung kesiapan sarana prasarana yang disebutnya tak kalah pentingnya.
Untuk itu, fasilitas kesehatan yang ada haruslah dapat dimaksimalkan dan ditingkatkan ketersediaannya.
“Sehingga proteksi kita terhadap sarana prasarana baik itu ruangan, alat, rapid, APD, nakes ini menjadi konsen yang betul-betul harus dalam keadaan selalu siap dan tersedia,” ujar Umi Rohmi.
Terkait pelacakan, Ia meminta agar Dinas Kesehatan dan pihak terkait dapat melaksanakan secara masif ke tempat-tempat yang memang berpotensi penularan virus corona.
Dengan melakukan ini, sumber penyebaran pandemi Covid-19 dapat diatasi secara cepat dan tepat.
“Khusus pasar, agar tracingnya sangat masif dan serius dilakukan,” tegasnya.
Insentif bagi tenaga kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi dalam laporannya menyampaikan perkembangan kasus Covid-19. Terhitung 19 Juli 2020, kasus positif Covid-19 di NTB sebanyak 1.759 kasus.
Untuk pasien sembuh mencapai 1.110, sedangkan yang meninggal sebanyak 96 orang.
Selain itu, Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat keputusan tentang perpanjangan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan hingga bulan Desember.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para nakes yang terus berjuang menangani pandemi Covid-19.
“Sudah keluar SK Menteri Kesehatan, bahwa insentif tenaga kesehatan itu diperpanjang sampai dengan Desember,” ungkapnya.
Wakil Gubernur mengajak OPD-OPD dan pihak terkait bersama-sama dalam menekan angka kematian yang diakibatkan Covid-19.
“Masyarakat pun diharapkan agar selalu disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Dengan sinergi dan kekompakan, pandemi ini diyakini akan dapat diatasi dengan baik di NTB,” kata Wagub.
AYA/HmsNTB
Wagub Sampaikan Empat Buah Raperda Provinsi NTB
MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan penjelasan terhadap empat buah rancangan Perda, pada Rapat Paripurna Pertama DPRD Provinsi NTB masa persidangan II, Senin (20/07/20).
Dikatakan, keempat buah Raperda yang diajukan merupakan tuntutan kebutuhan dinamika pembangunan daerah di Provinsi NTB.
Keempat Raperda dimaksud yakni, pertama; Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Kedua; Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2019, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019-2023.
Ketiga; Raperda tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, keempat; Raperda tentang penyelenggaraan kearsipan.
“Di tengah menyebarnya kasus covid-19 dan masih ditemukannya berbagai jenis masalah kesehatan penyakit menular di Provinsi NTB, tentu akan berdampak terhadap peningkatan angka kesakitan bahkan kematian, serta menimbulkan dampak sosial, ekonomi maupun penurunan produktivitas sumber daya manusia. karenanya dibutuhkan kesigapan daerah yang lebih progresif dalam mengatasi penyebaran penyakit menular,” ungkapnya.
Ditambahkan, perencanaan pada pembangunan daerah memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mendorong perkembangan daerah.
Melalui perencanaan yang baik, pembangunan daerah akan dapat berjalan efektif dan efisien serta mampu mencapai sasarannya, ujarnya.
Sedangkan urgensi pada Raperda perumahan dan kawasan permukiman bagi masyarakt dinilai harus layak dalam lingkungan yang sehat, aman serasi dan teratur, sehingga perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab Pemerintah Daerah untuk memenuhinya.
“Tata kelola arsip adalah sesuatu yang penting, karena arsip merupakan dokumen monumental, identitas dan jati diri daerah sebagai bahan dalam pengambilan kebijakan pemerintah, pembangunan dan pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Wagub
Melengkapi dokumen RPJMD
Juru Bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi NTB, H. Makmun, Menyampaikan saran dan pendapatnya terkait empat buah Raperda Prakarsa Gubernur tersebut.
”Dengan catatan melengkapi dokumen RPJMD yang termuat dalam lampiran karena merupakan satu kesatuan dalam rancangan Peraturan Daerah,” ungkapnya.
Terkait Raperda tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan pemukiman dan Raperda tentang penyelenggaraan kearsipan telah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Perundang Undangan yang berlaku dan akan dibahas pada masa sidang berikutnya.
”Mengingat pentingnya Raperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan telah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Perundang Undangan yang berlaku agar kiranya dapat dibahas dengan tiga buah Raperda usul Prakarsa Gubernur Nusa Tenggara Barat yang saat ini sudah berada di tingkap Pansus atau di tingkat dua pembahasan sebuah Raperda,” ujarnya mengakhiri sambutannya.
AYA/HmsNTB
Terdampak Covid-19, Pariwisata NTB Bertumpu pada Wisatawan Lokal
Di tengah keterbatasan mendatangkan wisatawan dari luar, justru ada peluang menggeliatnya pariwisata NTB oleh wisatawan lokal
MATARAM.lombokjournal.com — Kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) untuk menekan penyebaran Covid-19, membuat tak leluasanya akses ke luar masuk NTB.
Hal itu memaksa pelaku pariwisata tak bisa berbuat banyak untuk menggaet wisatawan dari luar. Sebagai pilihannya, memaksa pelaku pariwisata menjadikan wisatawan lokal dari dalam NTB sebagai tumpuan terakhir.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Mohammad Faozal menyampaikan itu saat ditemui LombokJournal.com di ruang kerjanya, Senin (20/07/20).
“Hari ini kita hanya berpikir mesin pariwisata kita ini bisa hidup dulu. Mesin hidup ini darimana? Dari menggerakkan (wisatawan) lokal ini dulu,” ujarnya.
Menurutnya, menggerakkan wisatawan lokal menjadi penting, selain karena pertimbangan kesehatan, juga melihat terbatasnya kemampuan ekonomi calon wisatawan dari luar daerah. Kondisi ini sebagai konsekwensi mandeknya perputaran ekonomi global karena Covid-19.
“Orang tidak seleluasa pada masa normal. Orang akan terikat protokol kesehatan dan uang nggak banyak,” katanya.
Menariknya, di tengah keterbatasan mendatangkan wisatawan dari luar, Faozal justru melihat peluang menggeliatnya pariwisata NTB oleh wisatawan lokal.
Terbukti saat ia melakukan kunjungan kerja ke salah satu kawasan wisata di Lombok Barat , Faozal melihat langsung wisatawan lokal banyak yang menginap di salah satu hotel di kawasan tersebut.
“Waktu saya ke Sekotong, ke Sun Dancer, banyak dari Cakra, dari Mataram, menginap di sana,” terangnya.
Ia menyatakan hal tersebut bisa jadi catatan menarik agar pelaku wisata di NTB kembali berbenah meski segmen pasar mereka tidak seluas waktu kondisi normal.
Untuk kegiatan pariwisata berbasis virtual yang diselenggarakan pemerintah NTB beberapa waktu lalu, diakui Faozal hanya untuk kepentingan pemasaran. Harapannya, wisatawan yang saat ini tidak bisa berwisata secara langsung akan datang waktu kondisi kembali normal.
“Itu membangun imajinasi. Promosi online kita untuk membangkitkan semangat berwisata pada masa normal,” paparnya.
Ast
Adakan Rapat, Tak Perlu Ada Hidangan
Mulai hari ini hilangkan kebiasaan menghidangkan makanan, minuman di ruang rapat, Baru berlaku hari ini di kantor Gubernur
MATARAM.lombokjournal.com — Masih tingginya Kasus Covid-19 dan terus bertambah tiap hari, tak hanya terjadi di kluster pasar. Justru penularan Covid-19 di lingkungan kantor disebut paling tinggi.
Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Daerah NTB, H Lalu Gita Aryadi di Mataram, Senin (20/07/20).
Mengikuti arahan dari Juru bicara Presiden Achmad Yurianto pada Minggu (19/07/20) kemarin, dalam konfrensi persnya terkait Update Covid.
Sekda menegaskan, jika mengadakan rapat di kantor pemerintahan agar waktu rapat dipersingkat menjadi kurang lebih satu Jam. Dan ini yang penting, tidak diadakannya Jamuan atau snak saat rapat berlangsung.
Sekda menyatakan ,Jangan sampai epicentrum Covid-19 ada dikantor- kantor. Untuk menghindarinya harus dipastikan kalau rapat yang hadir adalah orang yang tidak sakit .
“Yang bagus imunitasnya, perlu ada termogan untuk mengecek suhu peserta rapat,yang sakit jangan ikut rapat. Serta presentasi jangan lama tapi singkat padat, jelas, diupayakan tidak lebih setengah jam atau satu jam. Jangan lupa selalu gunakan masker, karena selalu gunakan masker makan tidak boleh makan minum dalam rapat,” tegas Sekda.
Sekda menjelaskan, alasan tak boleh menghilangkan kebiasaan menyediakan hidangan apa pun selama rapat atau pertemuan berlangsung, sebab akan memberikan kesempatan orang yang hadir untuk membuka masker.
“Upayakan tidak ada hidangan makan dan minum apapun selama rapat, sehingga semua tidak berkesempatan membuka masker,” tegasnya.
Sekda kembali menekankan, mulai hari ini hilangkan kebiasaan menghidangkan makanan, minuman di ruang rapat, Baru berlaku hari ini di kantor Gubernur.
“Nanti kita akan sosialisaikan ke kantor- kantor pemetintahan yang ada di NTB,” kata Sekda.
AYA
Kemenkopolhukam dan Rombongan Kunjungi NTB, Tinjau Kesiapan Pemilukada
Rombongan Kemekopolhukam RI ke NTB akan didampingi Mendagri, Panglima TNI, Kapolri Wakil Ketua DPD RI dan juga anggota DPD RI dapil NTB
MATARAM.lombokjournal.com — Rombongan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkpolhukam) RI akan mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Selasa (21/07/20).
Kunjungan rombongan Kemenkopolhukam itu untuk meninjau kesiapan penyelenggaraan Pemilukada di NTB.
Hal ini disampaikan oleh sekertaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Aryadi usai menggelar ralat kesiapan penyambutan Mentri besok pada Senin (20/7)
Lalu Gita Ariyadi menjelaskan, kedatangan rombongan Kemenkopolhukam RI, Luhut Bimsar Panjitan ke ntb adalah dalam rangka meninjau kesiapan penyelenggaraan pemilukada serentak yang dilaksanakan di 7 kabupaten kota di NTB.
“Selain itu kedatangan rombongan menkopolhukam ke juga dalam rangka meninjau perkembangan dan penanganan covid-19 NTB,” tegasnya.
Kedatangan rombongan Kemekopolhukam RI ke NTB akan didampingi Mendagri, Panglima TNI, Kapolri Wakil Ketua DPD RI dan juga anggota DPD RI dapil NTB yang ada di Mataram.
DiJeLaskan Gita Ariyadi, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah di hadapan rombongan Menkopolhukam akan memaparkan bagaimana situasi kabupatrn/kota yang akan mengadakan Pilkada serentak.
Termasuk skenario penegakan protokol Covid-19, serta upaya pemerintah NTB dalam memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.
Seperti diketahui selama pandemi Covid-19, Pemprov NTB meluncurkan program bantuan jaring pengaman sosial yang diperuntukkan untuk warga terdampak Covid-19 di NTB.
“Pada program JPS Gemilang ini Pemprov NTB melibatkan ratusan UKM-IKM di NTB sebagai upaya dalam menggerak ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19 ,” kata Gita.
AYA
UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 19 Juli 2020, Bertambah 34 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang
Covid-19 bisa disembuhkan dan tidak menular jika penderitanya melakukan isolasi diri secara ketat, baik di rumah sakit maupun di tempat-tempat yang telah ditentukan.
MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Praya Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 34 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.
Siaran pers hari Jum’at (17/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 147 sampel dengan hasil 100 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 34 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 13 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (19/7/2020) sebanyak 1.759 orang, dengan perincian 1.110 orang sudah sembuh, 96 meninggal dunia, serta 553 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.
Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.
TAMBAHAN 34 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, KEMATIAN BARU 2 (DUA) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 1726, an. Tn. IGNGYP, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1727, an. Ny. P, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1728, an. Tn. APB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1729, an. Ny. E, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1730, an. Tn. DPTS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1731, an. Ny. M, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1732, an. Tn. LM, laki-laki, usia 85 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1733, an. Tn. LAK, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1734, an. Tn. AKP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1735, an. Ny. TS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1736, an. Tn. M, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Kekere, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1737, an. Tn. SM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 1738, an. Tn. BBD, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1739, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1740, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1685. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1741, an. Tn. WH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk ber-KTP Blitar, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1742, an. Nn. FL, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1556. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1743, an. Ny. IK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1556. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1744, an. Tn. M, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk ber-KTP Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1745, an. Ny. WA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk ber-KTP Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1746, an. Tn. N, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1747, an. An. E, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid- 19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1748, an. Ny. K, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1749, an. Ny. NH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1750, an. Ny. F, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1751, an. Ny. BDI, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1752, an. Tn. PPW, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1753, an. Ny. SR, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1754, an. Ny. YEA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1755, an. Ny. SM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 1756, an. Tn. BFA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1757, an. Tn. H, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1758, an. Tn. INAS, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
Pasien nomor 1759, an. An. IGBGA, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dengan kondisi baik.
Hari Minggu terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :
Pasien nomor 815, an. Tn. MI, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 891, an. Ny. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 971, an. Tn. BR, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
Pasien nomor 1134, an. Ny. IS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 1287, an. Ny. NKDP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 1290, an. Ny. AA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
Pasien nomor 1295, an. Tn. R, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 1318, an. Tn. LHA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 1424, an. Tn. MN, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
Pasien nomor 1437, an. Tn. MY, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1451, an. Ny. NNP, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
Pasien nomor 1467, an. Tn. ADB, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien nomor 1675, an. Tn. R, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.
Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu
Pasien nomor 1737, an. Tn. SM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1755, an. Ny. SM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Sekda NTB sebaga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada pederita Covid-19 beserta keluarganya. Ditegaskan, Covid-19 bisa disembuhkan dan tidak menular jika penderitanya melakukan isolasi diri secara ketat, baik di rumah sakit maupun di tempat-tempat yang telah ditentukan.
“Kita semua harus kompak melaksanakan seluruh protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Pada saat yang sama juga bisa memberikan dukungan moril maupun materil kepada penderitanya berserta keluarganya agar saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19 dapat segera sembuh, dan keluarganya yang melaksanakan karantina mandiri juga bisa melaksanakannya dengan patuh dan disiplin,” kata Lalu Gita Aryadi .
AYA/Rr
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id,
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.