2000 Lebih Mesin Siap Dukung UMKM Terus Tumbuh

Gubenur berharap UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah menjaga “dapur” UMKM NTB tetap mengepul dengan program JPS Gemilang, kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan memproduksi sekitar 2000 permesinan yang akan mendukung UMKM lokal terus bertumbuh.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat membuka Kegiatan Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi dan Covid-19 Provinsi NTB, Kamis, (23/07/20) Golden Palace Hotel Mataram.

Doktor Zul mengilustrasikan kondisi perekonomian NTB saat ini seperti seseorang ketika berhadapan dengan binatang buas di suatu tempat.

Maka orang tersebut akan menggunakan seluruh tenaga dan kekuatan dalam dirinya secara spontan untuk lari dan menyelamatkan diri.

Tembok yang tingginya 3 meter saat diloncati pada keadaan normal sulit dilompati. Namun saat binatang buas mengejar, tembok itu akan mampu lewati, karena tekanan dan kekuatan kekuatan tersembunyi dalam diri kita.

Ilustrasi tersebut, dijelaskan Doktor Zul cukup menggambarkan UMKM di NTB, yang selama 3 tahun belakangan bertubi-tubi diterpa bencana.

Sehingga Doktor Zul berharap, musibah yang dialami seumpama menjadi binatang buas yang memacu UMKM untuk melewati segala rintangan. Dalam artian, bangkit bekerja dan terus berinovasi mengembangkan produknya.

“Pandemi Covid-19 tidak bisa kita hindari, tetapi bisa kita hadapi!” pungkasnya.

Lebih jauh Gubernur lulusan Universitas Strathclyde Glasgow tersebut menjelaskan, sebelumnya Program JPS Gemilang sudah berani memberdayakan UMKM. Diakuinya harga produk dan kualitas masih di bawah produk pabrikan. Namun hal tersebut menjadi hal yang wajar dalam merintis industrialisasi.

Sehingga dibutuhkan langkah awal untuk memberikan motivasi dan semangat dalam meretas jalan kedepannya.

Ke depan Doktor Zul berharap UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB. Sepeda listrik, motor listrik, dan berbagai produk kebanggan anak daerah diharapkan dapat terus maju menembus pasar dunia.

Momentum perhelatan akbar Motor GP di Mandalika tahun 2021, sepeda listrik buatan NTB akan ditampilkan saat acara besar dunia itu.

“Kita bayangkan Valentino Rossi dan ribuan penonton dari berbagai belahan dunia, menggunakan sepeda listrik saat event itu, betapa bangganya kita” jelas Gubernur Zul

Gubernur turut mengapresiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM UNRAM) yang telah berperan menjadi mentor para UMKM.

“Tugas LPPM UNRAM sebagai mentor yang mendampingi UMKM. Harus mampu membangkitkan spirit dan memberi cambukan untuk UMKM agar dapat bangkit berlari dan terus berkarya,” tutup Doktor Zul.

Membangkitkan semangat dunia usaha

Deputi Rehabilatasi dan Rekonstruksi BNPB Ir. Rifai M. BA mengapresiasi langkah Gubernur NTB dalam pemberdayaan UMKM, sehingga mampu membangkitkan semangat agar dunia usaha bangkit. Termasuk memproduksi Sepeda Listrik buatan putra daerah.

“Luar biasa pasca gempa bumi dan di tengah pandemi covid-19, NTB mampu bangkit dengan cepat, menggerakan ekonomi kerakyatan sebagai langkah awal meningkatkan nilai dan prodak UMKM lokal,” kata Rifai.

Kegiatan Temu Bisnis tersebut juga menghadirkan salah satu narasumber Kordinator International Council for Small Bussiness NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Menurutnya berdasarkan data Kemenkop RI, sektor UMKM menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah lesunya ekonomi global.

Terbukti UMKM berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 60,34 persen, menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen, juga berkontribusi terhadap nilai ekspor sebesar 14,17 persen, serta mencatat nilai investasi sebesar 58,18 persen jelas Bunda Niken sapaan akrabnya

Menurut Ketua Dekranasda NTB ini, di Provinsi NTB ada 645 ribu unit UMKM NTB dan mampu  menyerap 1,695 jt pekerja. Begitupun IKM ada 96.205 unit dan menyerap 259,14 rb pekerja  NTB.

“Ini artinya UMKM/IKM sangat berpeluang menjadi  produsen komoditi kebutuhan masyarakat  yg sblmnya dipasok dari luar daerah/impor,” kata Bunda Niken sapaan akrabnya.

Bunda Niken juga mengingatkan para  UMKM agar tetap produktif dengan NTB (Nurut tatanan Baru). Yaitu tetap produktif disertai dengan penerapan SOP Protokol Kesehatan Covid-19.

Turut hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor IV Unram, Perwakilan pimpinan Bank-Bank di NTB, Para Kepala Perangkat Daerah dan 24 UMKM hasil binaan LPPM Unram.

@diskominfotik_ntb

 




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 23 Juli 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Kasus kematian 5 (lima) Orang

Ditekankan hal terpenting, agar kita  beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kammis (23/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah sebanyak 268 sampel dengan hasil 205 sampel negatif, 35 sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 16 orang,  kasus kematian 5 (lima) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 16 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis  (23/7/2020) sebanyak 1.850 orang, dengan perincian 1.162 orang sudah sembuh, 103 meninggal dunia, serta 585 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 16 ORANG, KEMATIAN BARU 5 (LIMA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1823, an. Ny. HS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asyifa dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1824, an. Ny. MBS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1644. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asyifa dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1825, an. Ny. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1826, an. Ny. MHN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  5. Pasien nomor 1827, an. An. ASP, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1828, an. Ny. DA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1829, an. Ny. N, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1830, an. Ny. AS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerahterjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1831, an. Ny. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1832, an. Ny. ER, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Sadia,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkitCovid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat inidirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1833, an. Tn. F, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1834, an. Tn. IGM, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1835, an. Tn. A, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk berdomisili di Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1836, an. Ny. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1837, an. Tn. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1838, an. Ny. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1248. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1839, an. Ny. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1840, an. An. QRR, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1395. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1841, an. Ny. R, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1395. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1842, an. Nn. SA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1843, an. Ny. BDW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1844, an. Ny. IH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  23. Pasien nomor 1845, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukanatalaksana Covid-19;
  24. Pasien nomor 1846, an. Ny. BS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1847, an. Ny. PAP, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1622. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1848, an. Ny. Z, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik; dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1849, an. Tn. LW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1850, an. An. AAM, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Hari Kamis terdapat penambahan 16 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 942, an. Ny. SH, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1135, an. Tn. FR, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1209, an. Tn. M, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1234, an. Tn. RK, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1328, an. Ny. NPCPD, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1340, an. Ny. UR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1370, an. Tn. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1398, an. Ny. MK, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1478, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  10. Pasien nomor 1531, an. Tn. IWKP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1543, an. Ny. SK, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1572, an. Ny. RA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1573, an. Ny. MAJ, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1653, an. Ny. NWS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1667, an. An. NLH, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1682, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lingkar Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 5 (lima) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1748, an. Ny. K, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1826, an. Ny. MHN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1834, an. Tn. IGM, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  4. Pasien nomor 1844, an. Ny. IH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  5. Pasien nomor 1845, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

Ditekankan hal terpenting, agar kita  beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di tengah pandemi ini.

“Tidak boleh ada stigma negatif jika ada diantara warga kita atau tetangga yang terkonfirmasi positif. Mereka semua harus kita bantu dan berikan motivasi agar cepat sembuh, seraya kita semua tetap disiplin menjaga kesehatan sesuai protokol yang telah ditetapkan,” Lalu Gita Aryadi..

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Melalui Pendampingan, Semangat Berkarya UMKM Pascagempa Terus Terpacu

Kata Gubernur, para pelaku UMKM diuji untuk dapat bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat di masa sulit  sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan kelompok UMKM yang terdampak bencana gempa bumi di NTB tahun 2018 mengikuti acara ” Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi” yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Kamis (23/07/20).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan LPPM Universitas Mataram.

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Ir. Rifai, M.B.A, Koordinator International Council For Small Business NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Wakil Rektor IV Universitas Mataram, Perwakilan Bank Indonesia, Pimpinan Bank NTB Syariah dan Pelaku Bisnis yang ada di Mataram.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E.,M.Sc.

Gubernur Zul membahas kebangkitan UMKM pasca bencana alam gempa bumi dan saat pandemi Covid-19..

“Tiap musibah itu adalah opportunities, oleh karena itu kami gunakan sebagai kesempatan untuk meretas jalan baru, mengambil jalan tidak biasa, kita tidak mendistribusikan bantuan dalam bentuk yang tunai, tetapi dibagikan komoditas yang diproduksi lokal,” ungkapnya.

Gubernur mengapresiasi adanya pendampingan UMKM oleh Universitas Mataram dan BNPB yang mampu membimbing dan mendorong UMKM menjadi lebih baik, bersaing sehingga UMKM NTB memiliki kemampuan kompetisi dan menghasilkan produk yang berkualitas.

“Kita sekarang bisa membangun motor listrik itu bukan sekedar gagah-gagahan, bukan sekedar mimpi apalagi pencitraan tetapi ingin mengubah mindset masyarakat kita. Jangankan masker dan kue kering, motor listrik saja kita bisa bikin,sekali NTB ini bisa merakit mesin, InsyaAllah industrialisasi sudah terletak pondasinya”, kata Bang Zul, sapaan akrabnya.

Bang Zul menyampaikan, industrialisasi bukan hanya memerlukan pabrik atau produknya, tetapi juga hubungan antar manusianya.

Menurutnya, suatu Universitas akan berkembang jika industrinya juga berkembang. Oleh karena itu Bang Zul mengajak Universitas Mataram untuk ikut andil dan berperan langsung dalam industrialisasi di Provinsi NTB.

“Banyaknya orang yang memiliki kompetensi di Unram mampu membimbing UMKM kita ini, sehingga betul-betul NTB ini memiliki kesadaran bahwa bersama kita bisa dan apa yang dilakukan di tempat lain bisa kita lakukan di daerah kita tercinta,” jelas Bang Zul.

Ekonomi tetap tumbuh

Selanjutnya Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Ir. Rifai, M.B.A dalam forum ini menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB  tidak hanya melawan dampak ekonomi dan sosial pasca gempa.

Rifai meilai, Pemprov NTB memiliki visi yang luar biasa dan kerjasama antara pemerintah daerah, pengusaha, media , perguruan tinggi, agar pertumbuhan positif ekonomi tetap berlangsung.

Dalam laporan Panitia Penyelenggara, Dr. Sitti Hilyana menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNPB yang telah membantu para UMKM melalui pendampingan dari Universitas Mataram.

Pendampigan itu mertujuan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana melalui pilot project di 4 kabupaten, 17 desa, 21 kelompok dengan 8 komoditi unggulan.

Hasil yang diperoleh dinilai memuaskan setelah dua tahun pasca gempa gumi dan bisa menjadi salah satu solusi pengembangan pemasaran serta bentuk dari dukungan pemerintah daerah terhadap ekosistem kreatif di Provinsi NTB.

Dikatakan, tujuan dari kegiatan temu bisnis ini sebagai media apresiasi berbagai informasi yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. Serta meningkatkan motivasi dan semangat berkarya UMKM.

“Terutama yang baru bangkit dari tekanan akibat bencana gempa bumi dan yang terakhir yang sangat penting adalah temu bisnis ini adalah ruang silaturrahmi sorta membangun jejaring antara institusi, komunitas serta antar masyarakat secara umum.” ujarnya.

Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU pembelian produk antara UMKM dengan pelaku Bisnis dan dilanjutkan dengan diskusi tentang “Motivasi Maju UKM Terdampak Bencana di Masa Pandemi Covid-19”.

AYA/HmsNTB




Pekerja Pariwisata Dirumahkan Tanpa Pesangon, Wakil Rakyat Minta Dispar Desak Pengusaha

Amggota Komisi II DPRD NTB minta Dinas Pariwisata jangan berapologi, diminta terapkan regulasi yang ada, paksa perusahaan pariwisata menunaikan tanggung jawabnya memberi pesangon pekerja yang dirumahkan

MATARAM.lombokjournal.com — Di sektor pariwisata, pihak yang paling merasakan dampak langsung ‘tiarapnya’ pariwisata NTB karena Covid-19 – selain pengusaha pariwisata – adalah pekerja pariwisata.

Saat ini ribuan dari mereka terpaksa dirumahkan. Sedikit yang menerima pesangon, sebagian besar tanpa mendapat bekal apa pun.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, H. Lalu Mohammad Faozal yang dimintai keterangan oleh LombokJournal.com terkait hal itu menyampaikan jika pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Selain karena perusahaan pariwisata tak memiliki  pemasukan, tak adanya asosiasi yang menaungi sebagian besar pekerja pariwisata di NTB membuatnya kesulitan memaksa perusahaan untuk menunaikan tanggung jawabnya.

“Begini, pelaku pariwisata kayak guide misalnya, kan ndak punya dia, korporasi juga nggak ada. Rentan,” katanya.

Dijelaskan, ada regulasi yang sebetulnya menjadi payung hukum pekerja pariwisata dalam menuntut haknya ke perusahaan. Tetapi hal tersebut sulit diaplikasikan selain karena tak adanya asosiasi yang menaungi para pekerja, juga karena dampak pandemi Covid-19 tak hanya menimpa para pekerja pariwisata tapi juga para pengusahanya.

Diakui, hal yang paling mungkin dilakukan pekerja pariwisata untuk saat ini adalah tetap “survive” sampai kondisi kembali normal dan geliat pariwisata NTB kembali hidup.

“Kita memberikan fasilitasi kepada teman-teman untuk meningkatkan kapasitas diri di unit-unit lain sembari kita berharap recovery kita ini segera pulih,” paparnya.

Dispar Jangan Berapologi

Muhammad Akri

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD NTB yang salah satu bidang kerjanya menaungi pariwisata, Muhammad Akri meminta Dinas Pariwisata tak terlalu banyak berapologi , dann lekas melakukan pendataan kepada semua pekerja pariwisata yang dirumahkan, dan segera diberikan bantuan.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat posisi para pekerja pariwisata sedang sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Segera. Harus ada alternatif di Dinas (Pariwisata) itu untuk menanggulangi yang di PHK, dirumahkan. Kasihan kita lihat itu,” jelasnya.

Mengingat lemahnya posisi pekerja pariwisata untuk mendapat hak dari perusahaan, pihaknya juga meminta Dinas Pariwisata segera turun tangan.

Terapkan regulasi yang ada, paksa perusahaan pariwisata menunaikan tanggung jawabnya memberi pesangon pekerja yang mereka rumahkan.

“Apa bener dia jalankan regulasinya sama perusahaan-perusahaan ini. Dinas harus melihat ini” tandasnya.

Ast




Calon Bupati Idola, Akan Perjuangkan Petani Tembakau Lombok Tengah

Tata kelola kemitraan dengan swasta, serta tata kelola sistem perniagaan tembakau masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat petani tembakau, termasuk di Lombok Tengah

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH;  Tembakau virginia bisa dibilang emas hijau dari pulau Lombok.

Mengisi lebih dari 75 persen kebutuhan tembakau virginia nasional, tembakau Lombok juga kesohor sebagai produk tembakau virginia terbaik kedua setelah negeri samba, Brazil.

“Selain itu beberapa penelitian sudah membuktikan, Lombok ini, tembakau virginia bisa tumbuh subur dalam budidaya. Ini menunjukan bahwa tanah Lombok sangat berkah,” kata Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun, Kamis ( 23/07/20 ).

Lombok salah satu dari sangat sedikit tempat yang menjadi lahan tembakau jenis Virginia. Karena itu,  Lombok memiliki potensi luar biasa.

Lombok Timur dan Lombok Tengah menjadi dua wilayah terbesar penghasil tembakau virginia.

Disebut emas hijau, karena selain bernilai ekonomis tinggi, proses budidaya tembakau virginia juga membuka banyak lapangan kerja.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB menyebutkan, komoditas ini mampu menyerap 400 Hari Kerja Orang (HKO) dalam setiap hektar lahan tanam.

Para petani bekerja sejak proses pembibitan, pengolahan,  panen, hingga pascapanen (penjualan).

Dalam semusim tanam, komoditas tembakau virginia bisa menjadi rezeki bagi tak kurang dari 36 ribu keluarga petani di NTB khususnya pulau Lombok.

Selain itu, kontribusi tembakau virginia terhadap perekonomian daerah di NTB cukup besar. Dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12, NTB mendapatkan sekitar Rp295 Miliar lebih sebagai daerah penghasil tembakau.

Dana itu kemudian didistribusi ke daerah Kabupaten/Kota sesuai porsi produksi masing-masing.

Tata kelola tak memihak petani

Hanya saja, menurut Masrun, emas hijau tembakau virginia belum seindah namanya bagi para petani dan buruh tani di sektor ini.

Tata kelola kemitraan dengan swasta, serta tata kelola sistem perniagaan tembakau masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat petani tembakau, termasuk di Lombok Tengah.

Hal ini yang membuat para petani tembakau seolah tengah mengadu “nasib baik” setiap kali musim tanam tiba.

Sesekali harga sangat tinggi, namun saat ditanam dalam jumlah banyak, terjadi over produksi dan harga terjun bebas alias anjlok.

Untung bisa dalam sekejab, demikian juga rugi. Bisa dalam hitungan singkat.

“Maka tak heran kalau dari dulu banyak kisah Haji Mako atau yang Alhamdulillah bisa berhaji dengan hasil tembakau. Tapi ada juga kisah tragis petani seteres dan berupaya bunuh diri karena merugi,” kata Masrun.

Karena itulah  Calon Bupati yang didukung PKB ini  menilai,  perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan tata kelola pertembakauan di NTB, termasuk di Lombok Tengah.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menyebutkan, luas areal tanam rata-rata di NTB tercatat 22 ribu – 25 ribu hektare. Lombok Tengah termasuk daerah kedua terbesar setelah Lombok Timur.

Pemasaran hasil produksi juga sangat terbuka karena sejumlah perusahaan produsen rokok nasional dan mancanegara mengambil produk ini. Belasan di antaranya dengan pola kemitraan dengan petani, dan sebagian lainnya membeli lepasan.

Jadi penengah perusahaan dan petani

Haji Masrun mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani pemerintah daerah harus bisa berinovasi dengan program dan kebijakan yang menjadi penengah kebutuhan perusahaan swasta dan petani tembakau.

Selain merumuskan harga dasar tembakau setiap masa panen, juga bisa mengatur aturan bagi perusahaan swasta untuk melindungi petani.

“Sehingga kita tidak terlalu khawatir over produksi. Kalau perusahaan mitra tak membeli melebihi kuotanya, petani bisa jual ke perusahaan lain yang tidak bermitra langsung dengan petani,” ujarnya.

Haji Masrun menilai, pembagian alokasi dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) di Lombok Tengah juga kurang maksimal.

Data menyebutkan, dari jumlah DBH-CHT yang diteria Provinsi NTB sebesar Rp295 Miliar. Sebagian besar masuk ke Pemprov NTB sebanyak Rp88,6 miliar.

Sisanya untuk Lombok Timur Rp54,3 miliar, Lombok Tengah Rp48,2 miliar,  Lombok Barat Rp15,5 miliar, dan daerah lain seperti Bima Rp9,7 miliar, Dompu Rp5,2 miliar,  Kota Bima Rp2 miliar dan Sumbawa Barat Rp3 miliar.

Dana yang masuk ke daerah Lombok Tengah juga tidak seluruhnya disalurkan kembali untuk pembinaan dan kesejahteraan petani tembakau. Namun dialokasikan juga untuk kebutuhan daerah lainnya.

“Ke depan masalah DBH-CHT ini harus kita perjuangkan. Karena amanah dalam permen itu jelas, sekitar 60 persen harus kembali ke petani,” tegasnya.

Pembinaan untuk petani dan kelompok tani menurut Masrun sangat penting. Sebab, tembakau merupakan tanaman semusim. Sehingga para petani bisa mengelola keuangan mereka dari hasil panen musim ini, sambil menyisihkan untuk kebutuhan musim tanam selanjutnya.

“Jangan sampai emas hijau ini, justru memiskinkan petani,” imbuhnya.

Tembakau Virginia Ikon Mendunia

Calon Bupati Idola  dengan slogan Lombok Tengah Mendunia ini menilai, komoditas tembakau virginia bisa menjadi ikon ekowisata dan eduwisata yang menarik jika digarap dan dikemas apik.

Para wisatawan bisa menikmati hamparan tembakau dan berinteraksi dengan petani, saat musim tembakau tiba sejak Juni hingga akhir tahun.

Ini pengalaman mahal bagi para wisatawan yang menikmati rokok, namun belum pernah melihat langsung bagaimana tembakau dihasilkan dari tangan-tangan petani Lombok Tengah.

Akan muncul kreativitas ekonomi misalnya dengan memproduksi miniatur rokok bermerk sebagai oleh-oleh kerajinan dari Lombok Tengah.

“Semua butuh inovasi dan kreasi. Tembakau virginia ini bisa membuat Lombok Tengah makin mendunia. Ke depan bisa seperti Brazil, dimana perkebunan tembakau menjadi destinasi wisata khusus, untuk eduwisata dan ekowisata. Tidak ada yang mustahil,” tukasnya

Yang terpenting bagi Haji Masrun, adalah bahwa segala potensi yang ada di daerah Lombok Tengah harus benar-benar dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Terkait up date Konstelasi Pilkada Serentak Lombok Tengah , rumors yang beredar yakni telah terjadi komunikasi intensif dan masiv antara petinggi PKB NTB dengan orang kuat PKS NTB. Hal ini terkait rencana beberapa partai lainnya yang masuk dalam aliansi taktis ini.

Me




Diuji Gempa dan Pandemi, Tapi UMKM di NTB Tetap Eksis Berkat Intervensi Pemerintah

Syae’un dari UKM Putri Rinjani dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang sebelumnya hanya memiliki 8 karyawan, namun ketika JPS Gemilang muncul karyawannya bertambah menjadi 15

MATARAM.lombokjournal.com — Dampak bencana gempabumi dua tahun silam telah merusak aset-aset produksi hampir di seluruh sektor.

Dampak  signifikan dari bencana gempa tersebut mengakibatkan lumpuhnya aktivitas UMKM, menganggu kehidupan ekonomi masyarakat yang juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membantu UMKM melalui pendampingan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Dengan kerjasama tersebut, dua tahun pasca gempa, kelompok yang mendapatkan pendampingan, menunjukan peningkatan yang baik.

Hal tersebut mencuat dalam acara “Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa” yang digelar di Ballroom Hotel Golden Palace, Kamis (23/07/20).

Agenda ini sebagai salah satu upaya dalam pengembangan pemasaran dan sebagai ajang dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Provinsi NTB.

Panitia penyelenggara kegiatan, Dr. Sitti Hilyana berharap  adanya kegiatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran responsif UMKM terhadap dunia usaha yang terus berkembang.

“Semoga acara temu bisnis produk unggulan UMKM hasil pembinaan pendampingan ekonomi masyarakat terdampak bencana gempa dapat berjalan dengan lancar dan sukses seiring dengan do’a dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Pengakuan pengusaha UMKM

Marwi salah seorang pelaku usaha kopi dari UMKM Benang Stokel, Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan, usahanya pada saat gempa memang sangat menurun, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19.

Namun hal itu tidak menurunkan semangatnya untuk terus berusaha. Dengan adanya intervensi kebijakan dari pemerintah, maka UKM bisa terus berproduksi di tengah bencana.

“Bersyukurnya ada JPS Gemilang yang dikeluarkan Gubernur, dari BNPB diberikan support dan lembaga-lembaga perbankan sudah mulai melirik UKM-UKM yang ada,” jelasnya.

Marwi yang saat itu mendapatkan bantuan alat-alat pengering dari BNPB mengaku sangat terbantu dalam meningkatkan ekonomi.

“Jadi tidak terlalu memikirkan hal-hal termasuk Covid itu, yang penting bekerja dengan standar kesehatannya dan berjalan sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Syae’un dari UKM Putri Rinjani, Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya program JPS Gemilang.

Ia mengungkapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang sebelumnya hanya memiliki 8 karyawan, namun ketika JPS Gemilang muncul karyawannya bertambah menjadi 15.

“Warga-warga yang tidak punya kerjaan di sekitar, terutama janda-janda yang memiliki anak yatim itu yang kami rekrut menjadi tenaga kerja ketika Covid,” tuturnya.

Supriani penenun asal Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan Kabupaten, Lombok Utara berharap, agar Pemerintah dapat memberikan bantuan modal usaha kepada para penenun di tengah pandemi saat ini.

Agar penenun-penenun di NTB yang terdampak Covid-19, tidak beralih ke pekerjaan yang lain.

“Karena menurunnya pendapatan, banyak dari ibu-ibu penenun yang beralih profesi untuk mencari pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan yang lebih cepat,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Masyarakat Perhatikan Olahan Pangan yang Sehat untuk Keluarga

Program Revitalisasi Posyandu disebut Wagub sebagai salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Bahan olahan pangan yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, menjaga gizi dan imun tubuh menjadi keharusan.

Topik inilah yang dibahas pada kegiatan Webinar Nasional sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) NTB tahun 2020.

 

Ummi Rohmi

Mengusung tema “Menakar Kondisi Ketahanan Pangan NTB”, webinar ini dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (23/07/20).

Umi Rohmi memberikan pandangan dan arahannya terhadap kondisi ketahanan pangan di NTB dalam mewujudkan pangan yang sehat dan bergizi.

Menurutnya, tantangan Pemprov NTB yakni mengubah pola pikir masyarakat. Pola pikir yang dimaksud,  bagaimana masyarakat NTB menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Ini kelihatannya sepele, kelihatan gampang, tapi tidak gampang untuk diterapkan, padahal itu bisa kita lakukan,” tegasnya.

Padahal, bagi Umi Rohmi menyediakan panganan atau olahan pangan yang sehat dan bergizi tidak melulu harus mahal.

Ia meminta masyarakat NTB agar selalu menyajikan panganan sehat bagi keluarganya.

Disinggung angka stunting yang masih tinggi di NTB. Edukasi yang masif harus digencarkan oleh pihak-pihak terkait.

Khususnya kepada ibu-ibu hamil yang diwajibkan untuk menjaga kesehatan agar anak-anak yang dilahirkan kelak tidak menderita stunting.

Terkait edukasi, program Revitalisasi Posyandu disebut Wagub sebagai salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB.

Itu memang terdengar sederhana, namun ini menurutnya akan memberikan pengaruh yang besar pada pola hidup masyarakat.

“Marilah kita lihat betapa kegiatan ini kalau kita intervensi dengan baik, maka ini pasti akan memberikan efek yang luar biasa, karena sifatnya sistematis,” jelas Umi Rohmi.

Ke depan, Ummi Rohmi ingin seluruh posyandu tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, melainkan dapat menyusur aspek kesehatan lainnya.

Sehingga, seluruh masyarakat, baik dari bayi hingga lansia dapat dilayani oleh posyandu.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini sudah hampir 1.600 posyandu keluarga yang terbentuk dari 7000 sekian poyandu, targetnya di 2023 semua posyandu menjadi posyandu keluarga,” lanjutnya.

Kepada Pergizi Pangan NTB, Ia berharap sinergi dengan pemerintah khususnya OPD terkait dapat terus terjalin. Peran dari pakar dan pemerhati gizi dinilai sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam ketersediaan panganan yang sehat dan bergizi di NTB.

“Semoga Pergizi NTB betul-betul bisa memberikan kontribusi dan pemikirannya kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk bagaimana kita melawan masalah-masalah gizi di NTB,” harapnya.

Kontribusi Pergizi

Sebelumnya, Ketua DPD Pergizi Pangan NTB, Ir. H. Rosiyadi H. Sayuti, Ph.D melaporkan, rangkaian proses pergantian kepungurusan Pergizi Pangan NTB telah rampung.

Ia kemudian berharap pengurus Pergizi Pangan NTB ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi bagi NTB.

“Khususnya bagi masyarakat kita di NTB yang dalam masa-masa beberapa bulan terakhir ini menghadapi persoalan pandemi bersama-sama dengan daerah lain,” terang Rosiady.

Begitu pula dengan kasus stunting, Ia menyebut bahwa persoalan ini sangat berkaitan erat dengan tugas dan fungsi Pergizi Pangan.

Diharapkan, Pergizi Pangan NTB harus mampu memberikan cara pandang baru dalam menurunkan angka stunting tersebut.

“Mudah-mudahan pada masa yang akan datang, Pergizi Pangan NTB akan lebih bergairah lagi dalam rangka berkontribusi untuk bangsa dan negara,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Ajak Pergizi dan Posyandu Keluarga Berkolaborasi

Hidup aman dan produktif, membutuhkan gizi yang cukup dalam ketahanan pangan keluarga. Sehingga dibutuhkan kontribusi dan aksi nyata para ahli gizi yang ada di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilllah mengajak Persatuan Ahli Gizi dan Pangan NTB (Pergizi) mendukung dan berkolaborasi dengan  Posyandu Keluarga untuk meningkatkan pemahaman kesehatan dan gizi masyarakat.

Dikatakan Wagub, edukasi tentang ketahanan pangan dan gizi membutuhkan ikhtiar yang maksimal untuk merubah cara pandang masyarakat.

Pergizi NTB diharapkan dapat membantu 1.514 Posyandu Keluarga yang tersebar di seluruh NTB.

“Pekerjaan Rumah terbesar kita adalah bagaimana merubah mindset rumah tangga keluarga NTB tentang pentingnya gizi dan ketahanan pangan,” ungkap Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Ummi Rohmi menyampaikan sambutan dalam sambutan Webinar Nasional dan Musyawarah Daerah Pergizi NTB yang bertajuk Menakar Ketahanan Pangan NTB di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (23/07/20).

Menurut Alumni ITS tersebut, dengan dukungan para ahli gizi di kegiatan-kegiatan Posyandu dapat mempercepat pemahaman pemenuhan gizi keluarga dengan pangan yang tepat.

Ummi Rohmi juga menjelaskan, tidak ada kata tidak bisa dalam memenuhi ketersediaan pangan khususnya gizi. Terlebih NTB merupakan daerah yang subur dan kaya akan pangan.

Hanya saja, cara pandang masyarakat pada umumnya tentang pangan dan gizi masih minim. Sehingga perlu diperkaya dengan kontribusi para ahli gizi.

“Memenuhi gizi keluarga tidak harus mahal. Bahkan keluarga kaya sekalipun belum tentu memiliki pengetahuan tentang gizi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, saat ini telah terbentuk 454 posyandu keluarga selama 6 bulan terakhir (periode Juli 2019 s.d Juni 2020) sehingga total jumlah posyandu keluarga per Juni 2020 sebanyak 1.514 dari 7.379 posyandu Se-NTB.

Sebagai program unggulan, Posyandu Keluarga tidak hanya melayani ibu dan balita tapi seluruh anggota keluarga, seperti remaja dan lansia.

Selain itu, Posyandu Keluarga juga dapat membantu dalam pemberantasan masalah Stunting yang erat kaitannya dengan gizi ibu dan balita.

Melalui kegiatan Posyandu inilah kontribusi Pergizi dalam membangun daerah dapat dirasakan oleh masyarakat nantinya.

“Tidak bisa tidak. Merubah mindset itu harus intensif dan sistematis”, pungkas Wagub.

Wagub menambahkan, di masa pandemi Covid-19, ketahanan pangan menjadi prioritas setelah kesehatan.

Untuk hidup aman dan produktif, dibutuhkan gizi yang cukup dalam ketahanan pangan keluarga. Sehingga dibutuhkan kontribusi dan aksi nyata para ahli gizi yang ada di NTB.

Kepastian akses pangan

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Lalu Husni  mengatakan, ketahanan pangan dan gizi menjadi kajian para ahli gizi. Keduanya berkaitan erat dari sisi akses, keamanan, dan pemenuhannya di masyarakat.

Namun demikian, akses kepada pangan lebih menjadi masalah ketimbang ketersediaannya. Karena itu, pemerintah harus memastikan akses pangan terjangkau bagi seluruh warga masyarakat.

Ketua DPD Pergizi NTB, Rosiady Sayuti menambahkan, Pergizi NTB selalu siap memberikan kontribusi terlebih di masa pandemi, begitupun dengan stunting di NTB.

Rosiady mengatakan, selama sepuluh tahun berkiprah, kepengurusan Pergizi NTB akan menghadirkan formasi baru 2020 – 2025 untuk menghasilkan rekomendasi lebih baik lagi bagi NTB.

Musda dan webinar nasional Pergizi NTB juga dihadiri Ketua DPP Pergizi, Hardiansyah, para ahli gizi seperti Dr. Ir. Hayati, dr Deasy Irawati dan Ir Ahmad Syauqi dan lainnya dari beberapa universitas di Indonesia serta penasihat Pergizi NTB, Mansur Maksum, perwakilan OPD dan pemerhati gizi.

diskominfotikntb




Seminggu Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Menurun

Memang permintaan hewan kurban menurun, namun harga hewan kurban mengalami kenaikan

MATARAM.lombokjurnal.com —  Satu minggu menjelang hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Mataram mengalami penurunan. Diperkirakan  ini bagian dari dampak wabah virus Corona atau covid-19.

Salah seorang pedagang hewan kurban di daerah Batu Dawe, Ampenan, Kota Mataram, Ahmad mengatakan, ada penurunan jumlah permintaan hewan kurban pada tahun ini hingga 50 persen.

“Rasanya menurun dibanding tahun kemarin, kalau tahun lalu satu minggu pertama sapi maupun kambing sudah laku 40 ekor tapi sekarang baru 20 ekor saja jauh turunnya,” kata Ahmad Kamis, (21/07/20).

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, Ahmad mengungkapkan, tiga minggu sebelum lebaran permintaan kambing untuk hewan kurban sudah mulai ramai.

Ia menilai wabah Covid-19 ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat sehingga pembeli menjadi sepi.

“Biasanya kalau sudah dua minggu menjelang Idul Adha sudah mulai ramai, karena kita biasa menyiapkan sapi 20 hari sebelum hari H dan kambing 15 hari sebelumya,” ungkapnya.

Nmun meihat penurunan penjualan hewan kurban, bisa jadi pergerakan ekonomi masyarakat melambat karena Covid-19,  tambahnya.

Ahmad menjelaskan, untuk mengantisipasi sepinya pembeli hewan kurban, ia melakukan inovasi yaitu berjualan melalui online atau media sosial. Menurutnya, karena adanya wabah ini pelanggannya lebih banyak memilih berbelanja melalui online.

“Kalau inovasi dari segi penjualan kita pakai media online, gencar kita lakukan dan kebanyakan yang beli dari online kalau yang beli langsung jarang,” jelasnya.

Meski demikian, memang permintaan hewan kurban menurun, namun harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Kenaikan harga hewan kurban saat ini mencapai 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kenaiakan hampir 40 persen, karena kalau dulu kita bisa beli 12 juta sekarang 16 sampai 17 juta untuk sapi dan 2 sampai 5 juta untuk kambing,” tutur Ahmad.

AYA




Diskusi Webinar, Ormas Keagamaan Minta DPR Dengarkan Aspirasi

Prof. Saiful Muslim minta DPR tidak ngotot memaksakan kehendak dengan melanjutkan pembahasan RUU ini

MATARAM.lombokjournal.com — Ormas keagamaan di NTB meminta agar DPR mendengarkan aspirasi masyarakat atas bergulirnya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kini berubah jadi RUU BPIP.

Dalam diskusi Webinar yang digelar DPW Syarikat Islam NTB, Rabu (22/07/20) malam,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Saiful Muslim, mendorong agar lembaga legislatif itu bijak mendengar suara masyarakat dan ulama, dengan tidak melanjutkan pembahasan RUU yang menuai kontroversi itu.

Webinar yang menghadirkan sejumlah pembicara mulai dari Ketua MUI NTB, Koordinator Aliansi Nasional Anti Komunis NTB, Lembaga Dakwah NU, dan penanggap dari Ketua HMI Cabang Mataram, Ketua BEM Unram dan MASIKA ICMI NTB, berlangsung dialogis.

Prof. Saiful Muslim minta agar DPR tidak ngotot memaksakan kehendak dengan melanjutkan pembahasan RUU ini. Namun lebih bijak mendengar aspirasi masyarakat.

Selain itu dia minta agar pemerintah lebih transparan.

Ketua DPW Syarikat Islam NTB, H. Zainul Aidi, menyatakan dukungan terhadap Pancasila. Pancasila sudah final sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Sehingga tidak perlu diutak-atik lagi.

“Bagi Syarikat Islam Pancasila ialah konsensus nasional dan sifatnya final,” terang

Meski diakui Zainul, perubahan situasi yang begitu demokratis dan liberal tidak bisa dinafikan terjadi, sehingga memberikan ruang yang sangat terbuka bagi berlangsungnya pertukaran ide dan gagasan.

“Pancasila itu adalah dasar bernegara konsensus nasional yang sudah terbukti dan itu hadiah terbesar umat islam untuk bangsa Indonesia,” paparnya.

AYA