Apresiasi Difabel Berprestasi Nasional, Bang Zul Tawarkan Beasiswa

MATARAM.lomokjournal.com

Bang Zul dan Bunda Niken, sapaan akrab Gubernur NTB dan istri Gubernur NTB, menerima silaturahmi  Baiq Tina, Nurlaily, Bachtiar, Zainudin dan Ketut Suara Putra, pagi ini di Ruang Tamu Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (12/12/20).

Zainuddin dan Ketut merupakan difabel yang berprestasi dan membawa nama harum NTB di tingkat Nasional.

Zainuddin sudah beberapa kali membawa nama NTB di lomba tingkat nasional, seperti Lomba Pantomim 2010, FSL2N tahun 2010 dan Lomba Desain Grafis (kominfo) tingkat Nasional tahun 2020 dengan memperoleh juara satu.

Dan di bidang lain, Ketut mengharumkan nama NTB di bidang melukis dan menjadi Juara 1 tingkat Nasional.

Bang Zul dan Bunda Niken memberikan apresiasi kepada seluruh difabel di NTB, terutama yang sudah membawa harum nama NTB di kancah Nasional.

“Ke depan, penyandang disabilitas yang masih SMA/SMK dan mau melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi akan diberikan beasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa atau di Universitas lain yang menerima mahasiswa penyandang disabilitas,” kata Bang Zul

Rr/HmsNTB

 




  UPDATE Covid-19: Hari Jum;at, 11 Desember 2020, Bertambah 37 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 28 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumba mengkonfirmasi ada tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

H. Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Jum’at (110/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 180 (seratus delapan puluh) sampel dengan hasil 137 (seratus tiga puluh tujuh) sampel negatif, 6 (enam) sampel positif ulangan, dan 37 (tiga puluh tujuh) sampel kasus baru positif Covid-19, 28 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orag.

Dengan adanya tambahan 37 (tiga puluh tujuh) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 28 (dua puluh delapan) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at ini (11/12/20) sebanyak 5.001 (lima ribu satu) orang. Dengan perincian 4.304 (empat ribu tiga ratus empat) orang sudah sembuh, 264 (dua ratus enam puluh empat) meninggal dunia, serta 433 (empat ratus tiga puluh tiga) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Tambahan 37 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembbuh 28 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4965, an. GD, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  2. Pasien nomor 4966, an. H, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  3. Pasien nomor 4967, an. MD, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4879. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  4. Pasien nomor 4968, an. HMS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  5. Pasien nomor 4969, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 4970, an. DI, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  7. Pasien nomor 4971, an. M, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  8. Pasien nomor 4972, an. R, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 4973, an. WASU, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 4974, an. HP, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  11. Pasien nomor 4975, an. MRF, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  12. Pasien nomor 4976, an. MAIS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  13. Pasien nomor 4977, an. ESY, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  14. Pasien nomor 4978, an. SRU, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  15. Pasien nomor 4979, an. J, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 4980, an. K, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 4981, an. YMS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 4982, an. ZK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  19. Pasien nomor 4983, an. RK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  20. Pasien nomor 4984, an. AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  21. Pasien nomor 4985, an. MMT, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  22. Pasien nomor 4986, an. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  23. Pasien nomor 4987, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4988, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  25. Pasien nomor 4989, an. Y, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  26. Pasien nomor 4990, an. SH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
  27. Pasien nomor 4991, an. DN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  28. Pasien nomor 4992, an. EP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  29. Pasien nomor 4993, an. ISS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  30. Pasien nomor 4994, an. FA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  31. Pasien nomor 4995, an. DNA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  32. Pasien nomor 4996, an. HP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  33. Pasien nomor 4997, an. H, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  34. Pasien nomor 4998, an. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  35. Pasien nomor 4999, an. D, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  36. Pasien nomor 5000, an. MK, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatiwangi;
  37. Pasien nomor 5001, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Santi, KecamatanMpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda.

Hari ini terdapat 28 (dua puluh delapan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3781, an. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4026, an. IPD, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4028, an. AMM, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4117, an. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 4192, an. YS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4205, an. ASS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Muer, Kecamatan lampang, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4206, an. S, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4622, an. MB, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Gunung Rajak, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 4659, an. SIL, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4716, an. AK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 4718, an. P, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 4742, an. N, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 4748, an. A, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Tembalai, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 4769, an. MMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 4770, an. DR, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4772, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 4778, an. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4780, an. H, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4781, an. SK, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 4782, an. DK, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Karang Dima, KecamatanLabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4783, an. WAK, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4785, an. RA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 4819, an. R, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 4840, an. A, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 4841, an. MJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 4844, an. SM, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 4845, an. AH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 4852, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Hari Jum’at juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4807, an. G, lakilaki, usia 74 tahun, penduduk Desa Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Langgar Tatib, Tujuh Pansus DPRD NTB Dirombak Ulang

Mataram.lombokjournal.com

Jumlah Panitia Khusus (Pansus) DPRD NTB yang semula berjumlah tujuh, dirampingkan menjadi lima Pansus agar tidak melanggar Tata Tertib (Tatib) DPRD NTB yang berpedoman pada PP No, 12 tahun 2018.

PP tersebut mengatur jumlah Pansus tidak boleh melebihi jumlah komisi di DPRD.

Jumlah Pansus yang melebihi jumlah Komisi tersebut menjadi atensi beberapa anggota DPRD NTB selaku peserta Sidang Paripurna DPRD NTB hari ini, Jumat (11/12/20).

Beberapa dari peserta meminta interupsi kepada pimpinan sidang Mori Hanafi guna menunda persidangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini harus kita pecahkan bersama. Paripurna harus kita skors. Kita harus pecahkan masalah ini. Jangan kita biasakan melanggar PP dan Tatib,” ujar salah seorang peserta siding, Raihan Anwar dari Fraksi Partai Nasdem. Jumat (11/12/2020).

Mori yang menyetujui penundaan memberi waktu 10 menit guna membahas hal tersebut. Setelahnya, diambil keputusan untuk mengubah tujuh Pansus menjadi hanya lima Pansus agar sesuai aturan yang ada.

“Adapun perubahan tersebut yang semula tujuh Pansus menjadi lima Pansus. Di mana Pansus satu dan dua digabung jadi satu Pansus, dan Pansus lima dan enam, menjadi Pansus empat. Selanjutnya kami persilahkan saudara Sekwan (Sekretaris Dewan) untuk membacakan rancangan perubahan keputusan dimaksud,” terang Mori.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi yang dimintai keterangan oleh lombokjournal.com usai sidang paripurna menjelaskan, kesalahan tersebut disebabkan oleh adanya beberapa tafsir dari anggota DPRD yang menyatakan tidak boleh menggabungkan dua Raperda untuk dibahas oleh satu Pansus.

Perwakilan Fraksi Partai Golkar, Lalu Satriawandi menyatakan, hal tersebut terjadi karena protokol Covid-19 yang harus diterapkan selama persidangan, menyebabkan beberapa keputusan musti diambil secara cepat agar persidangan tidak berlangsung terlalu lama.

“Tidak boleh terlalu lama di dalam ruangan karena bisa melanggar protokol Covid-19,” katanya.

Adapun lima Pansus tersebut terdiri dari Pansus 1 yang akan membahas dan mengkaji  Raperda tentang pendidikan pesantren dan madrasah serta Raperda tentang penggunaan jalan untuk kegiatan kemasyarakatan. Pansus 2 mengkaji Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah No, 4 tahun 2006 tentang usaha budidaya dan perkebunan tembakau virginia di NTB.

Pansus 3 mengkaji Raperda tentang pengakuan, penghargaan dan perlindungan terhadap kesatuan-kesatuan masyarakat adat.

Pansus 4 mengkaji Raperda tentang pencegahan perkawinan anak serta Raperda tentang penyelenggaraan desa Wisata. Dan yang terakhir Pansus 5 membahas dan mengkaji Raperda Rancangan Pembangunan Industri Provinsi NTB 2020-2040.

Ast.




Covid-19 Pengaruhi Kalahnya Paslon PKS di Empat Titik Pilkada Serentak 2020

Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 ditengarai pengaruhi partisipasi demokrasi masyarakat NTB pada Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB.

Minimnya partisipasi demokrasi masyarakat tersebut menyebabkan Pasangan Calon (Paslon) yang diusung PKS NTB mengalami kekalahan dalam Pilkada di empat Kabupaten/Kota.

“Evaluasi sementara karena Covid ya, penuh resiko. Covid ini mempengaruhi tingkat partisipasi demokrasi,” ujar Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, Jumat (11/12/20).

Sementara ini, Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Untuk Kabupaten Sumbawa, Paslon usungan PKS masih harus menunggu pengumuman resmi KPU, mengingat selisih kemenangan yang tak mencapai dua persen, sementara untuk KSB, Paslon PKS diuntungkan karena hanya melawan kotak kosong.

“Allah punya kekuasaan. Upaya ke arah sana sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Hadi menyebut semua kader PKS di NTB sudah berjuang untuk memenangkan Pilkada di tujuh Kabupaten/kota. Hanya saja hasilnya belum maksimal.

“Kita sudah berjuang dan kader kita di lapangan luar biasa. Saya apresiasi, saya berterima kasih, ya hasilnya seperti yang kita lihat,” katanya.

Para Paslon PKS yang belum memenangkan kontestasi diimbau tidak jera berpolitik praktis. Menurutnya, apa pun hasil yang ada harus diterima sebagai konsekuensi dari sebuah proses berdemokrasi.

“Hasilnya seperti yang kita lihat. Tapi jangan pula patah hati. Kalau ada peluang ke depan, maju lagi,” pintanya.

Ast




Sempat Molor, Sidang Paripurna Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD NTB

Saran dan masukan fraksi-fraksi, akan dijadikan masukan tersebut sebagai rujukan melengkapi dan memperbaiki beberapa materi Raperda

MATARAM.lombokjournal.com

Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB digelar Jum’at (11/12/20), dengan agenda mendengarkan jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD NTB terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) NTB 2020-2040 prakarsa Gubernur NTB.

Sidang mendengarkan penjelasan Gubernur  berlangsung singkat. Menjadi lama oleh agenda sidang sebelumnya, yakni tanggapan fraksi terhadap enam buah Raperda prakarsa DPRD  NTB.

Karena muncul interupsi beberapa peserta siding, terkait pembentukan tujuh Panitia Khusus (Pansus) yang akan membahas tujuh buah Raperda pada sidang paripurna sebelumnya yang dianggap melanggar PP No, 12 tahun 2018, karena melebihi jumlah komisi di DPRD NTB.

PP No. 12 tahun 2018 mengtur,  jumlah Pansus tidak boleh melebihi jumlah komisi yang ada. Seperti diketahui, jumlah komisi di DPRD NTB sebanyak lima buah.

“Itu sudah inkonstitusional. Sudah masuk unsur pelanggaran. Kami minta menganulir paripurna sebelumnya. Terkait dengan jumlah Pansus disamakan dengan jumlah komisi,” tegas salah seorang peserta sidang. Jumat, (11/12/20).

Kaitan dengan hal itu, pimpinan sidang Mori Hanafi lalu meminta sidang ditunda 10 menit guna membahas hal tersebut.

Kenyataannya sidang tertunda lebih dari 30 menit sebelum dilanjutkan dengan keputusan mengurangi jumlah Pansus dari tujuh menjadi lima Pansus.

“Jumlah Pansus dari tujuh jadi lima dengan tetap membahas tujuh Raperda yang ada,” ujar Mori.

Gubernur yang diwakili Sekda Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan  beberapa poin penjelasan kaitannya dengan pandangan umum fraksi-fraksi yang ada di DPRD NTB terhadap satu buah Raperda Prakarsa Gubernur.

Secara umum, Sekda mengatakan, secara prinsip Raperda prakarsa Gubernur telah melewati berbagai kajian sebelum diajukan.

Terkait saran dan masukan fraksi-fraksi, Gita mengatakan akan menjadikan saran dan masukan tersebut sebagai rujukan untuk melengkapi dan memperbaiki beberapa materi Raperda tersebut, sehingga nantinya memenuhi kriteria yang diharapkan semua pihak.

“Semua pertanyaan, saran dan pendapat telah berusaha kami respon secara memadai,” terangnya.

Gita juga mengatakan, Pemrov NTB siap memberi penjelasan seandainya masih ada pertanyaan dan pendapat dari masing-masing fraksi yang ada di DPRD NTB.

“Apabila masih terdapat hal-hal yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut, kami dan satuan kerja perangkat daerah siap memberikan penjelasan,” ujar Gita.

Ast.




Ajang Mr.Tourism Indonesia 2020, NTB Raih Juara Nasional

Para jawara ini dapat terus berperan aktif dalam menyukseskan program NTB Gemilang, khususnya di bidang pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com

Dua perwakilan NTB yang dikirimkan di event nasional Mr.Tourism Indonesia 2020, meraih juara pada kegiatan tersebut, yaitu juara Nasional kategori Mr. Earth Teen Indonesia 2020 dan Runner Up II Mr. Tourism Indonesia 2020.

Mereka pun diterima oleh Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur NTB, Jum’at (11/12/20).

Mereka yang mewakili NTB dan meraih juara yaitu Novandy Pratama yang meraih gelar di kategori Mr. Earth Teen Tourism Indonesia 2020 dan Raynaldy Ramdhan Wardana yang berhasil meraih juara Runner Up II pada kategori Mr. Tourism Indonesia 2020.

Anugerah ini mereka dapatkan di acara Grand Final Mr.Teen Tourism Indonesia tanggal 4 Desember lalu di Bali.

Sebelum mereka dikirim mewakili NTB di tingkat nasional, proses yang dilalui di daerah cukup panjang. Terpilih sebanyak 15 orang finalis setelah melewati tahap audisi baik secara online maupun langsung yang berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi NTB.

“Mereka mengikuti rangkaian acara pra karantina dengan kegiatan photo & videoshoot, kemudian karantina dari tanggal 12-14 November dimana peserta mendapatkan materi pembekalan dr beverapa tokoh pariwisata seperti Pak Halus Mandala selaku rektor STP Mataram,” kata Pembina Sash Management, Yeni Zuhro.

Malam Grand Final tanggal 15 November 2020 bertempat di Ballroom Hotel Lombok Vaganza yang dihadiri langsung oleh Direktur Yayasan Putra Pariwisata Indonesia sebelum akhirnya perwakilan NTB ini berkompetisi di tingkat nasional di Bali.

Yeni Zuhro menyampaikan, para jawara ini dapat terus berperan aktif dalam menyukseskan program NTB Gemilang, khususnya di bidang pariwisata.

Tak hanya itu, Ia menyampaikan pada tahun-tahun mendatang Sash Management akan terus menyelenggarakan pemilihan tingkat daerah.

Menanggapi hal tersebut Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah berharap kegiatan semacam ini ini bisa dioptimalkan dan infromasinya lebih digaungkan lagi agar semakin banyak muda mudi NTB bisa ikut berpartisipasi dan berkiprah tingkat Nasional.

“Guna menghasilkan wakil-wakil yang berkualitas untuk selanjutnya dapat berkompetisi pada ajang nasional mewakili Provinsi NTB,” ungkapnya.

Melalui kegiatan seperti ini lanjutnya, dapat memberikan kesadaran pada generasi muda untuk sadar pariwisata dan ikut mendukung promosi pariwisata di NTB.

“Terlebih pariwisata NTB dikaruniai keindahan yang tidak semua daerah lain memilikinya. Anak-anak muda kalau ikut mendukung, apalagi lewat gaya milenialnya,” jelas Hj. Niken.

Di akhir sambutannya, Hj. Niken mengatakan, ajang seperti ini adalah kegiatan untuk mengasah diri dan meningkatkan kualitas diri. Tentu menjadi sebuah peluang yang sangat bagus yang harus dimanfaatkan untuk menggencarkan pariwista NTB di masa pandemi Covid-19.

“NTB siap menerima tamu-tamu, ajak teman-temannya untuk datang kesini, semoga bisa optimal kembali. Kalau dari Sash Managament ini bisa menunjukkan perannya, Insya Allah masyarakat akan lebih mengapresiasi,” kata Hj Niken.

Rr/HmsNTB




Gubernur Serahkan 100 Ribu Bibit untuk Kwarcab Pramuka se NTB

Menanam pohon, diharapkan dapat menjadi kebiasaan masyarakat NTB, sehingga NTB menjelma menjadi rumah yang menyenangkan dan nyaman

MATARAM.lombokjournal.com

Menyambut musim penghujan akhir tahun, Gubernur NTB, Dr.H Zulkieflimansyah menyerahkan 100 ribu bibit pohon kepada Kwartir Cabang Pramuka Se-Nusa Tenggara Barat, Jum’at (11/12/20).

Penyerahan yang berlngsung di Bumi Perkemahan Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat itu untuk mensukseskan program Gerakan Pramuka Menanam.

“Menanam pohon bukan hanya untuk diri kita saat ini, namun juga untuk kehidupan penerus di masa yang akan dating,” kata Gubernur.

Apa yang dilakukannya bersama dengan Kwarda Gerakan Pramuka NTB ini merupakan sebuah langkah awal untuk perjalanan panjang mewujudkan NTB Hijau.

Gerakan Pramuka Menanam di tahun 2021 mendatang dengan target 1 juta pohon, Gubernur merasa optimis program tersebut akan terlaksana.

“Saya kira, sejuta pohon ini bukan angan-angan, kalau 100 ribu pohon tiap Kabupaten/Kota, saya kira sanggup mereka, asal bibit pohonnya disediakan,”ujar Bang Zul.

Menanam pohon, diharapkan dapat menjadi kebiasaan masyarkat NTB, sehingga NTB menjelma menjadi rumah yang menyenangkan dan nyaman.

“Di mana kita masih melihat burung-burung berterbangan,  menikmati harmonisasi alam semesta kita,” tambahnya.

Lebih jauh, Bang Zul menjelaskan bahwa bersinergi bersama Pramuka dinilai tepat dalam rangka pemulihan dan keasrian pohon-pohon, terlebih di dalam kawasan hutan NTB.

“Kenapa kita berikan kepada Pramuka, karena hanya Pramuka yang sangat militan dan sampai ke dusun hingga desa gerakannya,” puji Gubernur.

Kepada Pramuka, Gubernur mengucapkan selamat, yang bersemangat menghadirkan ketahanan pangan dari desa, dan dari masyarakat.

“Selamat pada Kak Fathul Gani dan teman-teman di Pramuka, mudah-mudahan perjuangan menanam pohon, menghijaukan NTB ini, diberikan imbalan yang setimpal oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” tutup Gubernur.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si menjelaskan, Gerakan Pramuka Menanam, merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksakan di penghujung tahun.

“Gerakan Pramuka Menanam ada gerakan rutin tiap tahun yang kami laksanakan. Untuk target tahun ini, InsyaAllah minimal 100 ribu bibit pohon,” jelasnya saat memberikan sambutannya.

Selain pohon, pihaknya juga menanam tanaman rumah tangga seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Rr/HmsNTB

 




Pengembangan Desa Wisata Turunkan Angka Kemiskinan

Di salah satu desa wisata yakni desa Kembang Kuning terdapat homestay. Ada sebanyak 10 homestay tersedia yang dikelola oleh BUMDes dan Pokdarwis yang ada di sekitar desa

MATARAM.lombokjournal.com

Desa wisata yang tengah dikembangkan pada 99 desa hingga tahun 2023 mendatang disebut mampu mendongkrak penurunan angka kemiskinan di NTB.

Sebab Desa Wisata akan menciptakan lapangan kerja, dengan demikian dapat menyerap tenaga lokal sekitar desa dengan kehadiran homestay di desa wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Hasbulwadi menerangkan, tentunya keberadaan desa wisata ini bisa mendongkrak menurunkan angka kemiskinan NTB.

Seperti di salah satu desa wisata yakni desa kembang kuning terdapat homestay. Ada sebanyak 10 homestay tersedia yang dikelola oleh BUMDes dan Pokdarwis yang ada di sekitar desa.

“Otomatis secara langsung maupun tidak langsung itu akan menurunkan angka kemiskinan. Karena yang  akan bekerja juga masyarakat-masyarakat yang ada di desa wisata itu,”ujarnya, Jumat (11/12/20)

Ia mengatakan, pengelolaan homestay sama seperti hotel. Sayangnya di masa pandemi covid-19 tenaga kerja bekerja hanya secara paruh waktu dan tidak seperti sebelumnya.

Karena melihat kondisi sepinya tamu, sebelum pandemi banyak tamu wisatawan mancanegara yang menginap di homestay.

“Kondisi tamu di kembang kuning itu kalau saja tidak ada Covid-19, satu hari itu ada minimal 100 wisatawan manca negara yang menginap. Itu  laporan kepala desanya,” teragnga

Tak hanya desa wisata kembang kuning saja, tapi di desa Bilebante yang menyediakan segmen wisata mancing, spa, wellness turism (wisata kesehatan). Artinya ini mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar desa. Kendati demikian, Dispar NTB belum mengkaji berapa persen andil dari desa wisata menekan kemiskinan.

“Saat ini belum ada kajian tentag itu kita harus lakukan analisis kajian untuk mengatakan sekian persen pengaruh desa wisata terhadap penurunan angka kemiskinana. Tetapi secara makro ada pergerakan aktifitas ekonomi masyarakat ,” ungkapnya.

Lebih lanjut, artinya pergerakannya positif sekecil apapun itu ada dampak dari pergerakan tersebut terhadap penurunan angka kemiskinan. Walaupun secara real belum dilakukan analisisnya.

Saat ini bentuk intervensi yang dilakukan Dispar NTB kepada 99 desa wisata, yakni adanya revitalisasi dan penataan desa wisata dalam bentuk kegiataannya.

Di antaranya seperti di 2020 ini rebranding desa wisata, membuatan papan-papan informasi, toilet, gazebo, dan kamar ganti pakaian.

“Itu kegiatan yang dilakukan dan itu penting untuk desa wisata. Yang menjadi perhatian adalah infrastruktur dasarnya, baru berikutnya pengembangan infrastruktur lainnya. Misalnya apa perlu tidak ada homestay pada desa lainnya,” jelasnya.

Dikatakan, jadi tidak semua desa wisata ada homestay tentu dilihat kebutuhannya. Jika  disekitar desa wisata ada hotel maka tidak perlu membangun homestay.

Kendati, harapannya paling tidak salah satu komponen pendukungnya  di desa wisatawa adalah home stay harus ada.

“Mereka hotel dan homestay tidak ada bersaing, lebih kepada sinergitas bekerjasama dengan hotel-hotel. Karena sudah ada segmen pasarnya, pertama ini bagaiaman wisatawan ini untuk tertarik datang ke desa itu saja dulu,” pungkasnya

Aya




Pengelolaan Gili Tangkong Dialihkan, PT. Heritage Resort and Spas Tidak Ada Kesejelasan

MoU dengan PT. Heritage Resort and Spas sudah berjalan ssatu tahun, namun belum ada kelanjutan. Jika tidak ada pergerakan akan dialihkan

MATARAM.lombokjournal.com

Pengeloaan aset Pemprov NTB di Gili Tangkong,  pemprov telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) mengenai pemanfaatan aset seluas 7,2 hektare.

Sayangnya kelanjutan dari MoU tersebut tidak ada kejelasan sehingga akan dialihkan kepada investor lain.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammda Rum mengatakan, pihaknya telah memanggil investor di kawasan Gili Tangkong dalam evaluasi tim.

Tim dari percepatan investasi yang ada dan akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait bagaimana kelanjutannya.

“Apakah di lanjutkan atau mungkin kita akan mencari investor yang lain, kita mencari investor yang betul-betul berniat dan berminat. Artinya tidak hanya sekedar memenangkan kontes tetapi akhirnya tidak ada realisasi,” ujar Muhammad Rum

Penandatanganan MoU sudah dilakukan pada HUT NTB ke 61 di 2019 lalu. PT. Heritage Resort and Spas ditetapkan menjadi mitra Pemda dalam kerja sama pemanfaatan aset daerah di Gili Tangkong, Sekotong Lombok Barat setelah dilakukan seleksi terhadap investor yang berminat.

Penetapan PT. Heritage Resort and Spas menjadi mitra Pemda dalam pemanfaatan aset daerah seluas 72.723 meter persegi di Gili Tangkong pada 3 September 2019.

“Karena MoU yang ditandatangani tahun lalu itu mungkin akan berakhir di bulan ini. Kalau tidak ada perpanjangan MoU ya mungkin dia selesai sudah,” jelasnya.

Menurut Rum, pihaknya akan memberikan peringati kepada para investor yang telah melakukan MoU dengan pemprov.

Agar segara melanjutkan MoU mereka, pasalnya sudah berjalan selama satu tahun namun belum ada kelanjutan. Jika tidak ada pergerakan akan dialihkan.

“Tetap kita peringati dengan bahasa-bahasa yang tetap santun, sebagai NTB yang ramah investasi kita pastikan apa yang menjadi kendala mereka tentunya. Kalau MoU itu tidak perpanjang ya memang secara hukum dia sudah tidak lagi memiliki hak untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya adalah kerjasama,” tuturnya.

Dalam pengelolaan aset di Gili Tangkong, Pemprov menggandeng PT. Heritage Resort & Spas.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Presiden Direktur PT. Heritage Resort & Spas telah menandatangani MoU pemanfaatan aset di Gili Tangkong Sekotong Lombok Barat.

Investor asal Kepulauan Riau tersebut berencana akan membangun resort kelas dunia di Gili Tangkong.

PT Eco Solution Lombok jalan terus

Sementara itu, untuk PT Eco Solution Lombok (ESL) yang mengelola 339 hektare di hutan lindung Sekaroh, Lombok Timur dipastikan tetap bisa berjalan.

Saat ini dari Pemprov telah bersurat ke Bupati Lombok Timur untuk meminta Pemkab Lombok Timur agar memberikan jaminan, kenyamanan dan keamanan di lokasi investasi.

“Supaya investor melakukan kongkrit kegiatannya di sana. Tidak terjadi oleh hal-hal jaminan keamanan.  Harapannya kalau yang PT ESL ini 2021 insyaallah ya bisa, karena dia juga sektornya pariwisata,” ujarnya.

Rum mengatakan, oleh karena itu diharapkan meskipun kemungkinan pendemi ini tidak berakhir tetapi mungkin trendnya menurun, sehingga bisa diliat sektor pariwisata lebih meningkat.

“Nilai investasi di PT ESL ratusan miliar, kalau Gili tangkong belum saya uptude lagi karena itu baru membuat tanda tangan MoU saja,” pungkasnya

Aya




JKN-KIS Menolong Istri Murdika Dari Penyakit Lupus

Dan semua juga sudah tau betapa mahalnya biaya atau harga obat untuk penyakit autoimun atau Lupus

MATARAM.lombokjournal.com

Penyakit lupus atau eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberpa bagian tubuh, seperti kulit, sendim ginjal, hingga otak.

Lupus sendiri tentunya bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh seorang wanita.

Pada kondisi manusia normal sistem imun tentunya akan melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Tapi saat seseorang mengalami yang namanya penyakit autoimun atau yang kita sering kenal dengan lupus, sistem imunnya justru menyerang sel, jaringan dan orga tubuh yang sehat.

I Made Murdika (47) adalah seorang suami dari Ida Ayu Swendri (45), sang istri Ida Ayu Swendri telah mengidap penyakit lupus sejak tahun 2004 sampai dengan saat ini.

Saat ditemui di tempat kerjanya Made pun menceritakan pengalaman istrinya berobat dengan menggunakan kartu JKN-KIS.

Made sangat terbantu sekali dengan adanya kartu JKN-KIS dari BPJS Kesehatan sehingga pengobatan lupus istrinya dapat di tanggung full oleh BPJS Kesehatan.

“Untungnya kami telah menjadi peserta BPJS Kesehatan,  sehingga semua pengobatan istri saya dapat di tanggung oleh BPJS Kesehatan.” ungkap Made.

Kita pun tau penyakit lupus ini membutuhkan ekstra pengobatan dan perawatan, saya tidak tahu apa jadinya kalau keluarga saya belum terdaftar jadi peserta JKN-KIS, mungkin sudah banyak biaya yang kami keluarkan untuk perawatan dan pembelian obat.

Tentunya kisemua sudah mengetahui bagai mana bahayanya penyakit ini apa bila tidak di tangani dengan baik. Dan semua juga sudah tau betapa mahalnya biaya atau harga obat untuk penyakit autoimun ini.

“Sekarang dalam banyangan saya apa jadinya saya dengan keluarga apa bila tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS ? tentunya sudah banyak biaya yang saya keluarkan untuk pengobatan istri saya dan mungkin saya pun tidak sanggup untuk biaya perawatan dan pengobatan istri saya jika kami keluarga saya tidak menjadi peserta JKN-KIS.” ujar Made saat ditemui tim Jamkesnews ditempat kerjanya.

I Made Murdika pun menyadari betapa pentingnya jaminan kesehatan untuk kehidupannya dan keluarganya, terkadang kita sedikit agak meremehkan akan pentingnya jaminan kesehatan yang ternyata mempunyai manfaat yang sangat besar.

“Iya, terkadang kita suka teledor dan sedikit meremehkan yang namanya jaminan kesehatan yang sebenarnya itu sangat penting untuk kita dan keluarga karna kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya,” kata Made.

dh/yn/Jamkesnews