Kunker Komisi VI DPR RI ke NTB, Soroti Kontribusi Investor di Tengah Pandemi Covid-19

Ungkapkan Resep Aman Berinvestasi di daerah, Gubernur Minta Investor Perhatikan Pendidikan Masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI ke Provinsi NTB. diawai dengan rapat bersama sejumlah Direksi BUMN serta Pemprov NTB, agendanya membahas upaya pemulihan sektor ekonomian di tengah pandemi Covid-19, Senin (19/10/20).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarja Linggih yang memimpin rombongan tersebut mengatakan, kunker tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi DPR sebagai lembaga legislatif.

“Sebagai DPR, kita memiliki tiga fungsi, pengawasan, anggaran, dan legislasi,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Demer tersebut.

Politikus partai Golkar tersebut menambahkan, dampak Covid-19 di Provinsi NTB cukup besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, ia menyoroti kontribusi investor ataupun perusahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

“Seluruh investor ataupun perusahaan harus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Beasiswa untuk anak NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan resep aman berinvestasi di sebuah daerah, seperti halnya di NTB.

Gubernur meminta kepada Investor maupun perusahaan yang ada di NTB memperhatikan pendidikan masyarakat. Terutama yang berada di lingkar perusahan tersebut.

“Kita harap, seluruh perusahaan ataupun investor ini berani memberikan beasiswa kepada anak-anak NTB, ketika mereka balik nanti, mereka semua mampu berkontribusi kepada perusahaan tersebut,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kalau saja, lanjut Gubernur, seluruh perusahaan atupun investor yang ada di NTB ini, mendidik atau memberikan beasiswa kepada masyarakat. Maka, tidak ada investor, tidak ada tambang yang ditolak oleh masyarakat.

“Kalau perusahan sudah memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. kami yakin, tidak ada satupun pertambangan yang ditolak,” tambah Gubernur.

Karena, cara pandang masyarakat menurut Gubernur, rata-rata dengan keberadaan tambang ataupun perusahan yang besar, mereka semua harus bisa bekerja disana, sementara tidak didukung oleh SDM yang baik.

“Kita harus utamakan kepentingan masyarakat, Insya Allah masyarakat NTB pandai berterimakasih,” tutup Gubernur.

Rr/HmsNTB




SALAM Jilbab Hijau Luncurkan Bidan SALAM Menyapa di Kota Mataram

Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Masalah Kesehatan Ibu Hamil, Balita dan Anak di Kota Mataram di masa pandemi, menjadi atensi pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Pasangan yang lagunya mulai ngetren dan akrab didengar warga kota yakni Salam Dua Jari  dengan tagline  Jilbab Hijau meluncurkan program Bidan SALAM Menyapa di Kota Mataram.

Program ini bertujuan membantu pelayanan edukasi / konsultasi kesehatan dasar untuk ibu hamil, balita dan anak-anak. Bidan SALAM Menyapa  bagian dari kampanye Pilkada Sehat di masa pandemi saat ini.

“Bidan SALAM Menyapa ini bertujuan untuk mencegah stunting pada balita maupun anak-anak ,” ujar Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Senin (19/10/20 )

Menurutnya, program ini digagas setelah menyerap aspirasi selama turun ke lapangan dan menyapa masyarakat Kota Mataram.

Salah satu masalah peliknya terkait edukasi kesehatan ibu hamil, balita dan anak. Penyebabnya karena aktivitas Posyandu yang berhenti memberikan layanan kesehatan rutin akibat pandemi.

“Penghentian  kegiatan Posyandu selama masa Pandemi Covid-19 amat dirasakan oleh ibu hamil dan ibu yang memiliki anak Balita. Dengan tidak adanya kegiatan Posyandu para ibu-ibu tersebut tidak dapat melakukan konsultasi dan mengikuti penyuluhan terkait cara menjaga kandungan dan cara merawat anak balita,” urai Mantan Kadis Perdagangan NTB yang pernah menempuh pendidikan di Belanda ini.

Menurut Selly, melalui Bidan SALAM Menyapa, Jilbab Hijau ingin  berbagi kehidupan  ditengah-tengah warga kota , khususnya yang kurang mampu/ miskin guna memberikan konseling /edukasi penyuluhan cara menjaga kandungan dan merawat anak Balita agar kelak tumbuh menjadi Generasi Cemerlang.

“Kegiatan ini bentuk  kepedulian SALAM untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Mataram. Para bidan dan relawan SALAM turun ke lapangan, terutama di kantong-kantong yang sulit mengakses layanan kesehatan,” ujar Selly.

Atensi Bidan dan Ibu Hamil

Marliana,  seorang ibu muda dengan balita berusia 2,9 bulan  tahun mengaku sangat terbantu dengan program Bidan SALAM Menyapa. Ia merasa lebih nyaman ketika ada layanan konsultasi  dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.

“Dengan Bidan SALAM Menyapa ini tentu kami terutama ibu ibu yang punya balita sangat terbantu, ” katanya.

Senada Devi Fitri , Warga Lingkungan Taman Seruni Kelurahan Taman Sari Ampenan menyampaikan terima kasih atas penyuluhan kesehatan yang diadakan SALAM karena membantu mengetahui perkembangan anak yang dihadapi oleh ibu ibu hamil.

“Kami berharap kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dimasa pandemi ini,” pintanya.

Sementara itu Tim  Bidan Salam Menyapa, Yesvi Zulfiana,S.Tr.Keb.,M.Kes mengatakan  para relawan  Bidan SALAM Menyapa  yang turun memberikan layanan kesehatan gratis ini  rata- rata berpendidikan Strata II (S2).

Diakui oleh Yesvi dengan penutupan posyandu akibat pandemi para ibu balita mengalami kesulitan memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya , terutama masalah pola makan balita yang sesuai gizi berimbang, konsultasi stimulasi perkembangan balita dan penyakit yang sering dialami balita.

“Bidan Salam Menyapa termasuk  mensosialisasikan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pola asuh anak, dan edukasi pencegahan Covid 19,” tutur Yesvi

Yesvi menambahkan,  kegiatannya bersama timnya  memberikan layanan edukasi dan konsultasi  kesehatan gratis ini didorong oleh keterpanggilan kemanusiaan  akibat pandemi  ketika posyandu tidak beroperasi.

“Bidan Salam Menyapa akan bergerak door to door untuk memberikan layanan edukasi kesehatan secara berkala,” imbuh bidan yang berparas cantik ini.

Layanan Edukasi Kesehatan Online dan Off Line Ala Jilbab Hijau

Imam Budi Gunawan, Koordinator Ambulance GuDek  menambahkan, Bidan SALAM Menyapa ini spiritnya adalah Jilbab Hijau ingin fokus memberikan kemudahan pelayanan edukasi ataupun konsultasi kesehatan baik secara online ataupun off line atau tatap muka.

ia menambahkan tiga tenaga medis dan bidan disiapkan Jilbab Hijau dalam setiap kegiatan menggunakan Ambulance SALAM ini.

Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat. Setiap kali layanan dilakukan, maka tim Task Force Ambulance SALAM lainnya akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dan fogging di lingkungan setempat.

“Penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi pandemi corona, sedangkan fogging dilakukan karena saat ini kan mulai masuk pancaroba ke musim penghujan. Tujuannya agar jentik nyamuk tidak berkembang dan meminimalisir penyakit DBD, di kota Mataram” ujarnya.

Sementara beberapa Tim Task Force Ambulance SALAM yang lainnya akan mensosialisasikan protokol kesehatan sembari mereka membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Pria yang akrab disapa Wawan ini mengungkapkan, program Guru, Dokter dan Psikiater Keliling (GuDek) yang diluncurkan beberapa bulan lalu juga untuk mendekatkan layanan edukasi bidang pendidikan dan kesehatan.

Program Bidan SALAM Menyapa semakin memperkuat dan menyasar kelompok rentan yang lebih luas.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 19 Oktober 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang  

Adanya penambahan kasus baru positif Covid-19 dan jumlah kematian baru, hal ini menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan virus Corona di NTB masih terus terjadi

MATARAM.lmbokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (19/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 136 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin ini (19/10/20) sebanyak 3.727 orang, dengan perincian 3.013 orang sudah sembuh, 211 meninggal dunia, serta 503 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gia Aryadi.

TAMBAHAN 28  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3700, an. TAR, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3537. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  2. Pasien nomor 3701, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  3. Pasien nomor 3702, an. AH, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  4. Pasien nomor 3703, an. NU, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  5. Pasien nomor 3704, an. AK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 3705, an. S, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 3706, an. H, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  8. Pasien nomor 3707, an. N, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  9. Pasien nomor 3708, an. LAR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat inidirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  10. Pasien nomor 3709, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3546. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 3710 an. RS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. Pasien nomor 3711, an. HH, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3546. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  13. Pasien nomor 3712, an. AAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  14. Pasien nomor 3713, an. AJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  15. Pasien nomor 3714, an. RSD, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  16. Pasien nomor 3715, an. F, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  17. Pasien nomor 3716, an. AFAH, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  18. Pasien nomor 3717, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  19. Pasien nomor 3718, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3483. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  20. Pasien nomor 3719, an. IY, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  21. Pasien nomor 3720, an. IMO, laki-laki, usia 76 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  22. Pasien nomor 3721, an. MBA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  23. Pasien nomor 3722, an. NKC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 3723, an. DP, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  25. Pasien nomor 3724, an. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  26. Pasien nomor 3725, an. SA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3526. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Palibelo;
  27. Pasien nomor 3726, an. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3534. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  28. Pasien nomor 3727, an. SAM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari ini terdapat penambahan 6 (enam) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3222, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3344, an. DDI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  3. Pasien nomor 3484, an.RJ, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3485, an. M, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3486, an. R, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3513 an. LT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Hari ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3497, an. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 3714, an. SAM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, adanya penambahan kasus baru positif Covid-19 dan jumlah kematian baru, hal ini menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan virus corona di NTB masih terus terjadi.

Ia menghimbau, seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan kesehatan dalam setiap aktivitas sosial ekonomi.

“Untuk bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini, maka protokol kesehatan wajib diterapkan secara disiplin oleh seluruh warga masyarakat. Kita tidak boleh lengah dan kendor dalam melakukan pencegahan dan proteksi terhadap diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Silaturrahmi Gubernur Dengan DPRD NTB, Segarkan Visi Misi NTB Gemilang

NTB Aman dan Berkah, merupakah perwujudan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menggelar silaturrahmi bersama para pimpinan dan anggota DPRD NTB, di pendopo Gubernur NTB, Senin (19/10/20).

Gubernur menyampaikan rasa bahagianya bisa bertemu dengan para pimpinan dan anggota DPRD NTB, baginya momentum berkumpul dengan anggota DPRD terbilang cukup sering.

Namun momen ngobrol santai sambil bertukar pikiran seperti ini adalah momen langka.

Selain itu, Gubernur menerangkan Visi Misi NTB Gemilang yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, NTB Tangguh dan Mantap yakni penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur penunjang sektor unggulan serta konektivitas wilayah seperti jalan raya.

Kedua, Bersih dan Melayani, meliputi transformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi.

Ketiga NTB Sehat dan Cerdas, hal ini berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah. Keempat, Asri dan Lestari, yang dimaksud asri dan lestari adalah pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Salah satu yang menjadi tantangan kita di NTB adalah penghijauan,” kata Gubernur.

Poin kelima Sejahtera dan Mandiri, hal ini meliputi penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata dan industrialisasi.

Sejauh ini kita ketahui bersama program-program industrialisasi di NTB dapat dilihat bersama hasilnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, jika semua masyarakat ingin sejahtera maka harus lebih berinovasi.

Terakhir, NTB Aman dan Berkah, merupakah perwujudan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Salah satu contoh pengembangan visi misi keenam ini adalah terwujudnya program di NTB guna membantu masyarakat terbebas dari rentenir melalui program ‘Mawar Emas’.

Gubernur menambahkan, agar Biro Humas dan Protokol senantiasa mengingatkan para pimpinan daerah NTB, jika ada kunjungan ke daerah perlu disertakan para anggota DPRD NTB.

Hal ini penting untuk kebersamaan sambil bersilaturrahmi.

Saat yang sama Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH menyampaikan, hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Memberi rasa aman dan nyaman, yakni memberi keyakinan bahwa pokok pikiran DPRD wajib terlaksana di lapangan.

TurutTurut hadir para piminan  Organisasi Perangkat Daerah lingkup NTB.

Rr/HmsNTB




Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Senin (19/10) hingga Sabtu (24/10/20).

CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan itu sebagai sarana menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakehoders dan publik.

Acara ini dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Opening Ceremony CMSE 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut.

Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan lain dari diadakannya CMSE 2020 ini adalah guna mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia.

CMSE 2020 ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat, serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara virtual.

CMSE 2020 menggunakan aplikasi berbasis website, pada alamat cmse.id, yang dibangun khusus sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang akan menghadiri acara ini.

Pengunjung dapat mengakses booth/expo secara virtual dan menyaksikan seminar yang sedang berlangsung, melalui alamat website cmse.id tersebut.

Konsep Acara

CMSE 2020 kali ini menghadirkan beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Kegiatan pertama adalah seminar utama pada hari pertama yang akan mengambil tema “Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Keuangan”, dengan pembicara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sedangkan seminar utama pada hari kedua akan mengambil tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Sektor Riil” yang akan disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perindustrian.

Selain seminar utama, pada acara CMSE 2020 juga terdapat kegiatan seminar dan talk show lainnya terkait investasi di pasar modal.

Seminar dan talk show CMSE 2020 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh dari Perusahaan Tercatat dan investor yang inspiratif, perencana keuangan, profesional, praktisi, dan/atau figur publik di industri pasar modal.

Dalam CMSE 2020 juga terdapat pameran (expo) virtual dari para stakeholders di pasar modal seperti dari Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, asosiasi, dan regulator.

Pameran ini juga memudahkan para pengunjung untuk dapat membuka rekening saham dan reksa dana secara langsung.

Selain itu juga diadakan Workshop Go Public, yakni kegiatan sosialisasi pasar modal kepada calon-calon Perusahaan Tercatat. Workshop Go Public ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan CMSE 2020 lainnya adalah pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa.

Aya (*)

 




Waspada, Ancaman Demam Berdarah

Bulan Agustus hingga Sepetember,  penambahan kasus sekitar 300an di kabupaten/kota

MATARAM.lombokjournal.com

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam, khususnya di saat musim penghujan. Hingga kini Jumlah warga yang terserang penyakit ini cukup tinggi.

Data Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, jumlah orang yang terkena DBD hingga saat ini mencapai 4.319 orang yang tersebar di kabupaten/Kota.

“Total sampai  hari ini 4.319  sampai september meninggal 13 orang terbanyak kasus DBD yang meninggal masih di Lombok barat ,kota mataram dan Lombok timur”Ujar Kepal dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi, Senin (19/10/20)

Eka menjelaskan, angka  kematiannya hanya 13 termasuk rendah jadi dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya.

“Di satu sisi kita covid disatu sisi waspada DBD, tetap waspada dengan cara melakukan gerakan  3M,yakni menguras,menutup dan mengubur tempat-tempat yang diduga bersarangnya Nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.

Eka menjelaskan, bulan Agustus hingga Sepetember,  penambahan kasus sekitar 300an di kabupaten/kota.

“Kota mataram penduduknya padat,Lombok barat selain padat ada daerah  tertentu yg banyak covidnya jg sehingga oenyebaran kasus cepet terjadi,” kata Eka.

Aya




Pegawai Honorer Pemda dapat Bantuan Subsidi Upah

MATARAM.lombokjournal.com

Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020, pegawai honorer yang ada di kementerian dan lembaga serta Pemerintah Daerah juga mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT senilai Rp600 per bulan selama empat bulan.

“Pegawai honorer atau non ASN yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan bergaji di bawah Rp5 juta, akan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja dan buruh formal,” ujar Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang NTB, Adventus Edison Souhuwat, Senin (19/10/20)

Adventus menyebut, Bantuan subsidi Upah (BSU) Khusus untuk Non ASN yang ada di Kota Mataram jumlahnya sekitar tiga ribuan. Di antaranya  dari Dinas PU, Kesbangpol, Dinas Tenaga Kerja dan Rumah Sakit Kota.

Sedangkan  untuk non ASN di kabupaten/kota lainnya, pihaknya mengaku belum melihat update data riil.

“Untuk di kabupten/kota kita belum lihat dara riilnya ya, tapi untuk bulan Juli-Oktober sudah banyak non ASN yang sudah mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek),” terangnya

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 51, salah satunya mengatur tentang kepesertaan Non ASN dengan harapan apabila BSU diperpanjang, dalam periode kwartal pertama  2021 bisa mensapatkan BSU.

“Mungkin yang didaftar sampai bulan Juni sampai Desember mudah mudahan datanya bisa dipakai untuk penerimaan BSU kwartal pertama,” katanya.

Dikatakan, secara  keseluruhan 55.755 orang untuk Non ASN di Provinsi, belum ada. Sejak bulan Agustus – September sudah mulai daftar seluruh  non ASN, dari sekitar 45 OPD yang mengajukan.

“Mudahan dalam waktu dekat, saat penyerahan saya ingin secara simbolis gubernur yang memberikan langsung kepada non ASN,” kata Edison Souhuwat.

Aya




Gubernur Bantu Alfarizi,  Bocah PengidapTumor Ganas

Alfarizi segera ditangani Rumah Sakit Provinsi

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah merespon informasi yang berkaitan dengan masalah sosial dan kesehatan dari media sosial.

Kali ini, Muhammad Alfarizi (4) bocah pengidap tumor kepala,  yang berdoisili di Rt 04 Dusun Bongo Desa Batu Nyale Kecamatan Praya tengah Kabupaten Lombok Tengah, diberikan bantuan sosial (bansos) tanggap darurat dan Covid-19 dari Dari Dinas Sosial Provinsi NTB.

Selanjutnya  pelayanan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi untuk pemulihan anak tersebut.

“Pagi ini kami serahkan bantuan dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19 sebagai bantuan awal untuk kebutuhan keseharian anak dan keluarga. Berikut telah diintruksikan Direktur Rumah Sakit Provinsi untuk menangani lebih lanjut untuk pemeriksaan pemulihan penyakit anak tersebut,”  ungkap  Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos MH, yang menyampaikan amanat Gubernur NTB, Senin (19/10/20) pagi.

Menurut Khalik, Gubernur sangat merespon pengaduan kondisi masyarakat, tanpa melihat sekat kepulauan, suku, ras dan agama.  Terutama isu yang berkenaan dengan kondisi sosial , ekonomi dan kesehatan.

Belakangan, banyak isu di media sosial yang mencuat dan dipandang penting untuk ditindaklanjuti bagi setiap perangkat daerah/Instansi yang berkaitan langsung.

Termasuk informasi yang menyinggung kondisi Muhammad Alfarizi. Anak dari pasangan suami istri, Juriati dan Busari, asal Dusun Bongor Desa Batu Nyala Lombok Tengah yang tidak berdaya di tempat tidur.

Kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, kepala bocah laki-laki itu membesar karena mengidap tumor ganas yang menyerangnya sejak empat bulan terakhir.

Sejak Minggu (18/09) malam, tim Pilar Pilar Sosial di Dinas Sosial Provinsi telah dikerahkan, baik Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S dan Pendamping Keluarga Harapan,  untuk sesegara mungkin melakukan asessment kondisi ekonomi dan kesehatan bocah.

Selanjutnya, Senin (19/10) pagi Tim kembali turun membawa bantuan Gubernur NTB, baik dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19.

Bantuan itu untuk kebetuhan keseharian keluarga, kebutuhan nutrisi anak dan biaya proses pemeriksaan kesehatan.

 

“Sesuai perintah Pak Gubernur kepada Kepala Dinas Sosial dan  Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Hamzi Fikri, agar Alfarizi segera ditangani oleh Rumah Sakit Provinsi, dipersilahkan kepada orang tua Alfarizi  meminta rujukan di Rumah Sakit Umum Praya. Agar kemudian bisa melakukan pengobatan di Rumah Sakit Provinsi. Disana akan ditangani langsung oleh direktur Rumah Sakit Provinsi melalui tim medisnya,” saran Khalik.

Tumor ganas di kepala Muhammad Alfarizi

Juriati (35) ibu kandung Muhammad Alfarizi, menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTB. Ia dan keluarga kaget dan terharu didatangi Dinas Sosial Provinsi dan tim asessment.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Juriati ditemani suami tercinta Busairi (36), mencurahkan isi hatinya dihadapan Kepala Dinas Sosial pagi itu.

Muhammad Alfarizi adalah putera kedua, kelahiran tahun 2017 lalu. Sejak lahir, bocah lucu itu kondisinya normal seperti anak lainnya. Hingga, empat tahun kemudian, tepatnya empat bulan lalu kondisi badannya lemas dan keadaan kian memburuk.

Awalnya dikira penyakit types, kemudian keluarga merasa khawatir dan beberapa kali dibawa ke fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Waktu terus berjalan, kepala anaknya kemudian berubah menjadi membesar.

“Karena keadaan sangat kritis, pernah mendapatkan diagnosa oleh petugas medias, bahwa anaknya diserang tumor di kepalanya,” tuturnya.

Ia lantas, terus berusaha untuk melakukan pemeriksaan mandiri saat itu. Karena bukan peserta BPJS gratis. Namun, lambat laun, keadaan ekonomi kian terguncang di masa Pandemi, kemudian pasrah di rumah saja sembari diupayakan pengobatan tradisional.

“Hari ini kami terharu, kedatangan bapak-ibu sekalian. Terimakasih Pak Gubernur dan Pak Kadis Sosial. Semoga anak saya segera mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut,” harapnya.

Saat kunjungan, Kepala Dinas Sosial Provinsi didampingi Jajaran Kabid dan Kasi Linjamsos berikut Pilar Sosial Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S, Pendamping Sosial PKH.  Lainnya, seperti Kepala Desa, babinkantibmas Polres Lombok Tengah dan relawan sosial lainnya.

Rr/HmsNTB




Bertemu Dengan Umat Hindu, Gubernur Ajak Dewasa Berdemokrasi

Kedewasaan berdemokrasi sangat penting, karena itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama harus tetap dijunjung tinggi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kali ini menyapa dan bercengkrama dengan  umat Hindu di Geria Batu Bolong Pagesangan Selatan Kota Mataram, Sabtu (17/10/20).

Bang Zul melanjutkan kebiasaannya bersilaturahim, salah satu cara menghilangkan sekat-sekat antara pemimpin dan masyarakatnya.

Berbincag dengan umat Hindu, Bang Zul mengajak bertukar pikiran terkait banyak hal, di antaranya penanganan pandemi Covid-19, hingga menyambut Pilkada serentak mendatang.

Menurutnya, dalam membangun daerah dibutuhkan peran dari semua pihak. Untuk itu, tali silaturahim haruslah tetap terjalin dengan baik.

“Kedatangan kami malam ini, mudah-mudahan mengobati kerinduan dan menautkan hati kita semua,” ucapnya.

Seperti biasa, dalam suasana Covid-19, Bang Zul mengajak seluruh elemen masyarakat kompak berjuang agar segera terbebas dari virus Corona. Masing-masing masyarakat harus mengambil perannya dalam mengingatkan akan bahaya pandemi Covid-19.

“Ini perlu pendekatan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, bahwa ini penyakit tidak harus ditakuti, kalau memang ada gejala segera periksakan diri, kalau positif segera isolasi diri di rumah,” jelasnya.

Selain itu, Bang Zul juga turut menyinggung Pilkada serentak yang akan segera berlangsung di sejumlah daerah di NTB. Ia minta masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.

“Boleh beda partai, boleh beda paslon, tapi tidak boleh karena perbedaan membuat ada aura permusuhan sesama kita,” pesannya.

Kedewasaan berdemokrasi sangat penting, karena itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama harus tetap dijunjung tinggi.

“Mari kita jaga ibukota provinsi kita tetap hangat dan penuh kekeluargaan, walaupun ada kontestasi demokrasi, kita sikapi dengan jernih, kepala dingin dan tetap teguhi senyuman terindah yang kita miliki kepada saudara-saudara kita,” ajak Bang Zul.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, I Gede MandIa, M.Si mengungkapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur yang dinilai selalu merangkul semua kalangan masyarakat NTB.

Dalam setiap kegiatan, Gubernur disebutnya selalu menyempatkan diri hadir di tengah masyarakatnya.

“Baru kami rasakan sosok Gubernur yang begitu dekat dengan kami,” ungkapnya.

Gede MandIa kemudian mengajak masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan. Ia menyebut keberagaman yang ada harus menjadi penguat didalam menyukseskan pembangunan di NTB.

Turut pula mendampingi Gubernur dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan Kepala Pelaksana BPBD NTB.

Rr/HmsNTB




Di Tengan Pandemi Covid-19, Hj Niken Sebarkan Virus Kewirausahaan

Seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Usai menggelar Sosialisasi Penggunaan Masker di Halaman Kantor Walikota Bima, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga menjabat sebagai Koordinator ICSB NTB, menghadiri kegiatan Galang UKM di halaman Kantor Walikota Bima, Minggu (18/10/20).

Dikatakan, Dekransda Provinsi NTB memiliki kewajiban mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun daerah untuk menggeliatkan perekonomian di masa pandemi melalui UMKM.

Namun disadari Covid-19 belum berakhir.

“Tapi kita tidak bisa berdiam diri saja. Untuk itu, ayo kita lawan virus corona dengan menyebarkan virus kewirausahaan,” tutur Hj. Niken

Menurutnya, seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Karena itu, peserta yang hadir diminta bersemangat dan sharing pengalaman dengan santai.

Hj. Niken memperkenalkan platform digital NTB Mall yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan bekerjasama dengan ISCB NTB. Diharapkan, semua produk UMKM di NTB ada di platform digital tersebut.

“Saya harap semua produk-produk UMKM di NTB ada di platform tersebut,” katanya.

Ketua Panitia Galang UKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan, Kota Bima adalah titik terakhir yang diselenggarakan di Kota Bima.

Kegiatan ini merupakan sebuah wadah bagi para pelaku UMKM karena pada kegiatan ini membahas terkait brainstroming bisnis, branding produk dan digital marketing.

Diharapkan pelaku UKM turut berpartisipasi pada Galang UKM yang digelar saat ini.

“Saya harap wirausaha muda di Kota Bima dapat ikut berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” kata Indah.

Rr/HmsNTB