Hadiri Peringatan Maulid, Gubernur Dinobatkan Jadi Keluarga Besar Datoq Lopan

Memperingati Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tapi meneladani keempat sifat utama Rasul yakni Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah

PRAYA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dapat dijadikan momentum agar umat muslim dapat meneladani sifat-sifat Mulia Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai umat muslim, kita harus meneladani sifat-sifat Mulia Nabi Muhammad SAW,” ujar Gubernur saat menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Datok Lopan ke-78 di Praya Tengah, Lombok Tengah, Rabu (21/10/20).

Gubernur menambahkan, Nabi Muhammad merupakan satu-satunya sosok dalam sejarah di bumi yang riwayat hidupnya detail diabadikan hingga lima belas abad setelah meninggal dunia.

“Tidak ada satu manusia pun dalam sejarah bumi, yang diketahui detailnya dan dinarasikan 15 abad kemudian kecuali Nabi Besar Muhammad shalallahu alaihi wasallam,” ungkap Gubernur yang akrab  disapa Bang Zul tersebut.

Memperingati Maulid Nabi ini, lanjut Gubernur, bukan sekadar acara seremonial belaka. Tetapi juga menjadi momen untuk bermuhasabah atau introspeksi diri, sejauh mana sudah mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Terutama keempat sifat utama Rasul yakni Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.

“Saya yakin kalau masing-masing kita meneladani sifat-sifat Rasulullah, mengikuti sunnahnya, mudah-mudahan kita pasti menjadi manusia yang lebih baik dan ingat kita berkumpul seperti ini wajib terspkan protokol kesehatan dan tetap jaga ukuwah Islamiyah kita ya” pesan Bang Zul.

Gubernur jadi keluarga besar Datoq Lopan

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Gubernur NTB ini juga dirangkaikan dengan peringatan haul Datok Lopan ke-78.

Datoq Lopan, yang bernama lengkap TGH. L. Muhammad Sholeh, merupakan figur publik Masyarakat Pulau Lombok yang digelari seorang waliyullah.

Walau telah wafat pada tahun 1942 (Awal  Penjajahan Jepang), namun kecintaan masyarakat hingga kini tidak berkurang sedikitpun.

Terbukti, setiap hari Makam Ketak (Tempat pemakaman Datoq Lopan) selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya masyarakat Lombok Tengah untuk berdoa dan berziarah.

Bahkan, Haul Datoq Lopan hingga saat ini masih tetap diperingati oleh seluruh jemaah Datoq Lopan.

Tak terkecuali Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri secara langsung Haul Majemuk Datoq Lopan yang ke-78. Di hadapan jemaah, salah satu Keturunan Datoq Lopan menyambut keluarga baru Datoq Lopan tersebut.

“Selamat datang keluarga baru Datoq Lopan, Gubernur NTB,” seru TGH. Lalu Muhammad Makmur Sholeh.

Pada moment haul tersebut Gubernur NTB langsung dinobatkan menjadi Keluarga Besar Datoq Lopan. Penobatan itu ditandai dengan pengalungan selendang serta pemakaian topi khas Datoq Lopan.

“Kita nobatkan, bapak Gubernur sebagai keluarga besar Datoq Lopan, setuju?” tanya cucu Datoq Lopan, disambut teriakan setuju oleh ratusan jemaah yang hadir dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah merasa senang sekali menjadi keluarga besar Datoq Lopan.

Menurut Gubernur, yang paling berat menjadi keluarga Datoq Lopan adalah meneladani sifat serta keistiqomahan dalam menyebarkan agama Islam.

“Almaghfurulahu Datoq Lopan tauladan kita semua, semoga kita bisa mencontoh jejak beliau dalam menyebarkan ajaran Islam dengan penuh keistiqomahan,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Kunci Utama Membangun Daerah Adalah Sinergi Antar Lembaga

Dengan sinergi, kita bisa menghadapi segala permasalahan seberat apapun, bencana demi bencana yang kita alami di NTB tidak menyurutkan niat untuk membangun

SUMBAWA.lombokjournal.com

Salah satu rahasia kesuksesan pembangunan daerah adalah sinergi yang terjalin baik antar lembaga baik itu Pemerintah Daerah, TNI dan Kepolisian.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah pada acara Penutupan TMMD Ke-109 Kodim 607/Sumbawa, Rabu (21/10/20).

“TNI bagi kami sangat dekat, peristiwa-peristiwa yang kami alami di NTB ini memberikan kami pelajaran bahwa kekompakan dan sinergi itu memang kunci utama dalam kita membangun daerah,” kata Wakil Gubernur.

Umi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur ini, menyampaikan sinergi di NTB ini sangat kuat antara pemerintah, TNI dan Polri. Banyak hal yang sudah dilalui bersama, mulai dari penanganan bencana alam seperti gempa bumi di tahun 2018 lalu, hingga penanganan Pandemi COVID-19 saat ini.

Peran TNI dalam membangun kembali NTB pasca gempa bumi 2018 sangat besar, pengerahan pasukan bantuan dari TNI sangat membantu mempercepat pembangunan kembali rumah-rumah penduduk di NTB yang menjadi korban gempa.

“Di NTB, antara pemerintah daerah, TNI dan Polri itu sangat kompak, banyak peristiwa yang kami alami seperti bencana di 2018, tapi Alhamdulillah karena TNI terdepan, kita bersama-sama dapat mengatasi hal itu,” ungkapnya.

Pada tahun 2019 lanjutnya, dunia dan khususnya NTB dilanda wabah Pandemi COVID-19 yang mana wabah ini hingga kini belum ditemukan vaksinnya, namun dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri, wabah ini dapat kendalikan.

“Tidak lama kemudian kita mengalami Covid 19 ini, tapi Alhamdulillah berkat support babinsa dan bhabinkamtibmas kita bisa melakukan tracking, edukasi, sosialisasi terkait wabah ini,” terangnya

Sinergi ini menjadi energi yang luar biasa di NTB ini, dengan sinergi, kita bisa menghadapi segala permasalahan seberat apapun, bencana demi bencana yang kita alami di NTB tidak menyurutkan niat untuk membangun.

“Yang terpenting bagi kita semua adalah sinergitas dan kekompakan itu adalah kunci, dan itu kemudian akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kita, terimakasih kepada TNI Polri yang sudah sangat membantu dalam membangun Provinsi NTB yang kita cintai ini,” tutur Umi Rohmi.

Di akhir sambutannya, Umi Rohmi menuturkan bahwa TMMD ini adalah program yang sangat strategis dan sangat baik untuk dilanjutkan kedepannya karena banyak pembangunan seperti jalan tani, irigasi, rumah layak huni, jalan sekolah, jembatan dan lain sebagainya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Rr/HmsNTB




Plt Bupati Lombok Utara Hadiri Penyerahan Hadiah Wajib Pajak Kooperatif

Kalau tidak ada pajak sebagai penopang maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan penghargaan kepada wajib pajak hotel dan restoran yang paling kooperatif dan taat pada tahun 2019, Selasa (20/10/20).

Dihadiri Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Pj. Sekda Drs H Raden Nurjati, unsur pimpinan OPD dan Camat Lingkup Pemda KLU serta pelaku usaha dan wisata.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH mengatakan, pajak merupakan roh yang fundamental dalam melaksanakan pembangunan fisik maupun non fisik.

Menurutnya, kalau tidak ada pajak sebagai penopang, maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU.

“Oleh karena itu untuk meneruskan laju pembangunan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menjaga stabilitas keuangan dengan cara terus bersinergi dengan wajib pajak dan stakeholders,” tuturnya.

Sambungnya lagi, berbicara pajak daerah bisa menjadi pilar pembangunan, jika dilihat perkembangan dari tahun ke tahun, kendati kini mengalami penurunan.

“Retribusi kita menurun bahkan sampai 51,2 persen, ini situasi yang sulit bagi pemerintah daerah. Adanya pembagian reward kepada para pembayar pajak, mudah-mudahan memacu semangat kita untuk tetap membangun daerah,” imbuhnya.

Kepala Bapenda KLU Ir Hermanto melaporkan pajak hotel dan restoran kooperatif dalam rangka mempererat tali silaturahmi Pemda KLU khusus jajaran Bapenda sebagai pengelola pajak daerah, agar kerja sama yang sudah terjalin dapat ditingkatkan dan berkesinambungan.

Jumlah wajib pajak hotel dan restoran berjumlah 752 wajib pajak, wajib pajak yang melakukan penyetoran selama 12 bulan sebanyak 204 wajib pajak atau sekitar  27,12 persen.

Sedangkan 451 atau 59,97 persen lainnya tidak rutin membayar pajak tiap bulannya pada tahun pajak 2019 bahkan yang belum pernah menyetor pajak sama sekali ada 97 wajib pajak atau 12,90 persen.

“Wajib pajak yang koorperatif dan taat sesuai perundangan-undangan, 12 di antaranya diberikan reward berupa laptop, sepeda dan juga penghargaan. Sedangkan 24 wajib pajak lainnya diberikan piagam,” urainya.

Dikatakannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor pariwisata khususnya pajak hotel, restoran dan tempat hiburan tahun 2019 yaitu sebesar 52 miliar rupiah lebih atau 62,61 persen dari total pajak daerah sebesar 83 miliar rupiah lebih.

“Kontribusi pajak daerah terhadap keseluruhan PAD KLU tahun 2019 sebesar 56,96 persen dari target PAD 147 miliar rupiah lebih pada tahun 2019, namun dengan adanya covid-19 penurunan pajak daerah tahun 2020 mengalami penurunan 51,20 persen dari tahun sebelumnya,”  kata Hermanto.

Rangkaian acara berjalan lancar diakhiri dengan penyerahan hadiah oleh pelaksana tugas bupati kepada para wajib pajak.

sas




Plt Bupati Lombok Utara Monev Pemdes di Kecamatan Bayan dan Kayangan

Masyarakat dihimbau tetap patuh menerapkan protokol kesehatan

BAYAN.lombokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan desa di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan, Senin (19/10/20).

H Sarifudin, SH, MH

Dalam kegiatan monev itu,  Plt Bupati didampingi Asisten Bidang Hukum  dan Pemerintahan Setda KLU Kawit Sasmita SH, Kalak BPBD Muhadi SH, Kadis DP2KBPMD Drs H Kholidi MM, Kadis Sosial PPA Faisol MSi, dan beberapa kepala bagian unsur Setda KLU.

H Sarifudin SH MH, mengawali sambutannya memberikan apresiasi kepada Camat Bayan yang menggambarkan kondisi di Kecamatan Bayan dengan rinci dan gamblang, sebagai bahan dalam penyelesaian masalah-masalah yang berkembang di Kecamatan Bayan.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Desa khususnya pada proses pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa oleh kepala desa kerap menjadi perdebatan.

“Saya ingin mendengar secara langsung, persoalan dari masing-masing desa sehingga apa kebijakan yang ada di Pemda, seimbang dengan informasi di desa. Selain terkait dengan isu Jaminan Hidup (Jadup) yang akhir-akhir ini menjadi trending topik, mesti segera dipastikan seperti apa perkembangannya,” tuturnya.

Selain hal-hal krusial di atas, Plt Bupati menyoroti pula pilkada yang menjadi tanggung jawab pemerintah, untuk mengendalikan kondisi dan situasi demi lancar dan amannya pelaksanaan pilkada di KLU.

“Melihat kondisi KLU yang pilkadanya pada masa pandemi, tentu kegigihan Satgas Covid dan Penyelenggara Pemilu, dalam rangka memutuskan mata rantai penularannya. Sekaligus saya mengimbau masyarakat agar terus dalam protokol covid,” tandasnya.

Camat Bayan, Intiha SIP menyampaikan berkaitan dengan Pilkada jumlah TPS di Kecamatan Bayan berjumlah 128 TPS, DPT sebanyak 36.885 jiwa terdiri dari 18.304 pemilih laki-laki dan 18.551 pemilih perempuan.

Sementara hal lainnya, realisasi PBB di Kecamatan Bayan terealisasi masih di bawah 1 miliar rupiah dari target 1 miliar 240 juta rupiah lebih.

Secara terpisah, Sekretaris Camat Kayangan Negasip SSos, ketika menerima kunjungan Plt Bupati Lombok Utara menyatakan terima kasih telah diberikan mobil pemadam kebakaran yang membantu dalam menangani kebakaran di Kecamatan Kayangan.

Disampaikannya pula bahwa Kecamatan Kayangan sekarang sudah menjadi 10 desa dan dua desa pemekaran telah definitif. Sedangkan persoalan kekeringan terjadi di Desa Salut dan Kayangan yang perlu solusi terutama pada musim kemarau.

Rangkaian acara berjalan lancar dengan penyerahan santuan kematian dari Dinas Sosial oleh Plt Bupati kepada empat orang ahli waris yang keluarganya meninggal dunia.

Acara monev diakhiri dengan sesi dialog bersama pimpinan dan perangkat desa se-Kecamatan Kayangan. Adapun agenda roadshow selanjutnya direncanakan di Kecamatan Gangga, serta berakhir di Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung

sas




Wagub Jelaskan Pentingnya Posyandu Keluarga DI Sumbawa Barat

Tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota di pulau Sumbawa. Pada Ini

Di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (20/10/20),Wagub menyampaikan pentingnya Posyandu Keluarga bagi masyarakat.

“Kenapa Posyandu Keluarga? Kalau Posyandu biasanya kan melayani bayi dan ibu hamil, tapi kalau Posyandu Keluarga yang dilayani adalah dari bayi sampai lansia. Jadi remaja dilayani, lansia juga dilayani, ibu-ibu produktif juga dilayani,” ungkap Wagub.

Saat memberikan sambutan di Posyandu Keluarga Desa Moteng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Wagub menjelaskan, pelayanan dalam Posyandu Keluarga bukan hanya sekedar pelayanan kesehatan. Namun pelayanan sosial dan pendidikan juga ada dalam Posyandu Keluarga, seperti pengetahuan tentang bahaya narkoba dan dampak-dampak sosial akibat pernikahan usia anak.

“Semua itu dilakukan di Posyandu setiap dusun di Indonesia sebulan sekali, dilakukan secara berlanjut setiap bulan, di situ masuk edukasi-edukasi maka InsyaAllah masalah-masalah yang kita hadapi di dusun maupun desa bisa teratasi,” jelasnya.

Namun dikatakan, salah satu ujian dalam menjalankan program ini adalah kepedulian dari masyarakat terkait masalah ini. Itu menjadi tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga.

“Masalah kita di Indonesia adalah edukasi, bukan tidak mampu, tapi hanya kurang paham, atau kurang mau paham atau kurang peduli sehingga tidak teratasi. Kalau edukasi dilakukan terus menerus, akhirnya akan ternanam di benak masyarakat bahaya narkoba dan pernikahan anak,” terangnya.

Pjs. Bupati Sumbawa Barat, Dr. M. Agus Patria mengukapkan, program  revitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sudah mulai dimasifkan di Sumbawa Barat. Ini dibuktikan dengan telah terbentuknya 67 Posyandu Keluarga dari 225 Posyandu di Sumbawa Barat.

Untuk meningkatkan kualitas dan semangat para kader Posyandu Keluarga, Agus Patria juga meminta agar insentif para kader ditingkatkan.

“Saya sudah minta kepada Sekda untuk meningkatkan insentif para kader dari 200 ribu menjadi satu juta rupiah, karena kita tahu ibu Wagub dan da ibu kadis kita ini sangat memperhatikan sektor kesehatan,” jelas Patria.

Beranjak dari Sumbawa Barat, Wakil Gubernur langsung menuju ke Desa Lape Kabupaten Sumbawa untuk melakukan launching Posyandu Keluarga.

Disana, Wakil Gubernur memberikan arahan yang sama terkait Posyandu Keluarga.

Dan diingatkan kepada masyarakat yang hadir, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama melakukan aktivitas.

Rr/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Selasan, 20 Oktober 2020, Bertambah 32 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang 

Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang di sekitarnya (silent killer)

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik sumbawa Technopark Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Klinik Medika Plaza,Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 32 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (19/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 274 sampel dengan hasil 237 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 32 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa ini (20/10/20) sebanyak 3.780 orang, dengan perincian 3.037 orang sudah sembuh, 214 meninggal dunia, serta 529 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 32  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3749, an. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3750, an. B, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3751, an. MN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3752, an. MAN, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3753, an. YU, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3754, an.F, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3755, an. MAM, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3756, an. AG, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3563. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  9. Pasien nomor 3757, an. MJA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  10. Pasien nomor 3758, an. SH, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3563. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3759 an. MI, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3760, an. NS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3761, an. SH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3762, an. A, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3299. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3763, an. EN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3764, an. HRW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima;
  17. Pasien nomor 3765, an. LMBA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 3766, an. MA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Gapuk Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3483. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  19. Pasien nomor 3767, an. M, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.Soedjono, Selong;
  20. Pasien nomor 3768, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.Soedjono, Selong;
  21. Pasien nomor 3769, an. GPO, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3770, an. MF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 3771, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  24. Pasien nomor 3772, an. AS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3773, an. N, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  26. Pasien nomor 3774, an. A, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  27. Pasien nomor 3775, an. S, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  28. Pasien nomor 3776, an. N, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Penapali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  29. Pasien nomor 3777, an. LL, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  30. Pasien nomor 3778, an.F, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  31. Pasien nomor 3779,an.AK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  32. Pasien nomor 3780, an. SR, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha.

Hari Selasa terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3249, an. TF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3424, an. MS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3444, an. EAP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 3445, an. IZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3446, an. JA, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3447, an. N, perempuan, usia 17 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 3448, an. U, perempuaan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3449, an. EA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 3450, an. AH, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 3478, an. R, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3509, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar , Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 3546, an. YA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3601, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3627, an. SR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu psien nomor 3724, an. A, lakilaki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita megatakan, Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer).

Karenanya, mari kita semua tetap patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid19 dalam seluruh aktivitas dalam tatanan baru kehidupan ini.

“Tetap sehat dan produktif dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru. Jika mengalami gangguan kesehatan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesegera mungkin,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Ummi Rohmi Dorong Milenial Jadi Enterpreneur

Generasi milenial didorong terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mendorong para milenial menjadi enterpreneur muda saat hadapi ancaman resesi ekonomi, dan berkontribusi mewujudkan  lapangan kerja baru di Indonesia.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB menyampaikan itu saat menjadi narasumber Webinar Nasional yang bertajuk “Milenial Bisa Apa?? Dalam menghadapi resesi perekonomian Indonesia”, yang diikuti secara virtual di Kantor Camat Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Selasa (20/10/20).

“Anak – anak muda dapat menjadi tangguh dan pejuang untuk dapat menapaki kehidupan lebih baik di masa depan, dengan menjadi enterpreneur di tengah pandemic,” kata Ummi Rohmi

Perempuan Inspiratif Tahun 2019 tersebut mengingatkan, menjadi wirausahawan diperlukan konsistensi dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan usaha.

Ia berharap,  agar generasi milenial dapat terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing.

Webinar tersebut dihadiri Pengusaha Nasional Sandiaga Uno, dan Pegiat Wisata Taufan Rahmadi.

Ummi Rohmi  memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam menghadapi Covid – 19. Seperti Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetap aman dan produktif, termasuk Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Kita di NTB memilih hidup aman dan produktif, konsekuensinya adalah kita meletakkan kesehatan dan ekonomi dalam porsi yang sama karena sama pentingnya makan harus dijalankan sebaik baiknya” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Founder OK OCW, Sandiaga S. Uno yang menilai, pandemi Covid – 19 telah memberikan dampak di berbagai sektor. Salah satunya di sektor ekonomi, dan hal ini paling dirasakan oleh UMKM di Indonesia.

“Selama pandemi UMKM mengalami konsumen penurunan drastis, pesanan sepi dan pembayaran mulai tertahan semua pasti akan berlalu dan kita bisa saling bergandengan tangan untuk sama – sama saling bantu” tuturnya.

Bang Sandi sapaan akrabnya menilai, salah satu solusi menghadapi ancaman resesi ekonomi adalah dengan melakukan adaptasi pasar. Caranya, dengan melakukan pengelolaan serta inovasi yang efektif dan efisien di masa pandemi.

“Masyarakat dapat beradaptasi dengan wabah di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang disiplin harus selalu diterapkan” jelasnya.

Ketua Umum OK OCE, Lim Rusyamsi menjelaskan, sebanyak 76.040 jumlah warga tergabung dengan OK OCE melalui komunitas penggerak dan sebanyak 310.270 jumlah warga yang tergabung dengan OK OCE melalui Pemerintah Daerah.

“Target 4 tahun kedepan sebanyak 2 juta anggota dan 500 penggerak, sehingga setiap penggerak sudah dibekali untuk dapat menjadi mentor yng dapat mendampingi UMKM setiap daerahnya,” jelasnya.

Sedangkan Taufan Rahmadi, founder Temannya Wisatawan mengharapka,n agar para milenial dapat menjadi ambassador atau duta bagi desa wisata yang ada di kampung halaman terlebih di masa pandemi Covid-19 namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bisa menjadi ambassador sendiri sebagai duta pariwisata bagi daerah masing-masing untuk memajukan pariwisata” tuturnya.

Webinar Nasional yang diinisiasi oleh Kabinet Gotong Royong Universitas Hamzan wadi ini diikuti oleh 520 Peserta seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom dan live di sosial media Facebook serta YouTube.

IKP@diskominfotik_ntb




Kunjungi RSUD Asy-Syifa KSB, Wagub Ingatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Selain protokol kesehatan, Wagub menekankan agar kebersihan lingkungan

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah konsisten melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan tersebut.

Kali ini, Wakil Gubernur mengunjungi RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, Selasa (20/10/20).

Menurutnya, kalau bicara Pandemi yang paling utama adalah protokol Covid.

“Protokol Covid ini kelihatannya sederhana, berkali-kali dan berulang-ulang itu saja yang kita bicarakan, tapi pelaksanaannya terkadang sulit, karena kita memang kita berbicara merubah mindset masyarakat,” kata Wagub saat mengunjungi RSUD Asy-Syifa.

Wagub juga minta kepada seluruh jajaran RSUD untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas.

“Rumah Sakit ini adalah tempat pertama dan utama untuk penegakan protokol Covid, dari sejak orang masuk hingga keluar Rumah Sakit ini,” tuturnya.

Selain protokol kesehatan, khusus rumah sakit, Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi ini menekankan agar kebersihan lingkungan rumah sakit harus tetap terjaga dengan baik.

Ia mengungkapkan bahwa kebersihan adalah salah satu faktor kenyamanan pasien yang berada di rumah sakit tersebut.

“Alhamdulillah saya sampai di sini melihat keadaan RSUD ini bersih, Alhamdulillah, mudah-mudahan ini terus ditingkatkan mengingat kebersihan itu adalah salah satu syarat utama rumah sakit,” terangnya.

Ia menjelaskan, pasien jika datang ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya, kesan pertama yang dilihat adalah kebersihannya. Jadi orang akan nyaman berobat di rumah sakit jika kebersihannya terjaga dengan baik.

“Kalau sudah bersih nyaman rasanya, kepercayaan diri kita untuk berobat itu ada, kalau kita datang ke pelayanan kesehatan yang kumuh, kotor, dan jorok, kita tentunya tidak akan nyaman. Alhamdulillah mudah-mudahan ini terus ditingkatkan pak direktur,” ungkap Umi Rohmi.

Direktur Utama RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, dr. Carlof menyampaiikan terimakasih kepada Wagub beserta jajaran,  yang memberikan masukan kepada rumah sakit tentang cara-cara untuk mempertahankan penerapan protokol kesehatan.

“Kami sangat terkesan beliau di tengah kesibukannya mau melihat pelayanan di rumah sakit ini, memang betul sekali yang beliau sampaikan untuk tidak jenuh menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, segenap jajaran akan tetap mengikuti arahan dari Wagub yang baru saja disampaikan,

“Kamipun di sini komitmen akan menjalankan pesan dari ibu untuk menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Rr/HmsNTB




KPPU Dukung Pengembangan UMKM di NTB

KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturrahmi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di ruang kerjanya, Selasa (20/10/20) .

Pertemuan yang  berlangsung hangat tersebut membahas  sinergi KPPU dalam meningkatkan kesejahteraan masyakarat.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh sinergi yang dilakukan oleh KPPU di NTB.

Ketua KPPU, Kurnia Toha menyampaikan, pihaknya berkomitmen dalam mengedepankan proses penegakan hukum persaingan usaha yang lebih tegas dan transparan.

“Kita menegakkan hukum persaingan usaha. Sudah banyak juga kasus-kasus yang kita tangani di NTB ini. Kemudian hal lain adalah kita mengawasi pelaku usaha kemitraan antara pelaku usaha besar dan pelaku usaha kecil, jadi kita melakukan pemeriksaan kemitraan apakah kemitraan ini sudah jalan secara adil atau tidak,” ungkapnya.

Kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Bagaimana kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku usaha kecil itu, bisa membuat pelaku usaha kecil menjadi semakin berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan Mandalika akan membuat banyak perusahaan besar yang akan masuk. Maka hal tersebut  harus membawa manfaat yang besar bagi masyarakat NTB dan bagi UMKM di NTB.

“Pelaku usaha besar dan kecil kedudukannya itu harus setara, harus sejajar, harus mempunyai kedudukan yang sama,” kata Kurnia Toha.

Rr/HmsNTB




Desa di Loteng Disinergikan Jadi 1000 Sapi Mulai November

Sekarang sudah mulai gerakan menanam pakan

MATARAM.lombokjournal.com

Lima Desa di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing desa Pengengat, Sukadana, Teruwai, Bangket Parak, dan Desa Mertak,  disinergikan menjadi desa 1000 sapi. Kelima desa itu yakni.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan,NTB, dalam hal ini Lombok Tengah, sebagai penerima manfaat dari program 1000 sapi tengah menyiapkan persediaan kandang,pakan serta pengembangan hijauan pakan ternak (HTP).

“Pengadaan dari pusat tidak ada dari kita ,kita penerima  manfaat saat ini kita  dalam proses  persediaan ,persiapan kandang persiapan pengembngan HTP sekarang sedang bimtek juga,” ujar Hj Budi Septian, Selasa (20/10/20).

Budi menyebut  persiapan sudah dilakukan hingga 80 persen, sekarang sudah mulai gerakan menanam pakan,  ada pendampingan dari Uiversitas Mataram.

“insyaallah jika tendernya berjalan lancar November mungkin sudah bisa sapi tersebut didatangkan ke petani ternak,” terangnya.

Kandang milik kelompok dan di masing-masing desa per kelompok dikasih 200 Ekor sapi, masing-masing kelompok harus menyiapkan 40 Hektare ,untuk Hijauan pakan ternak (HTP), kandangnya kurang lebih 60 are .

Budi menyatakan sudah ada bahan baku yang disiapkan, makanya NTB terpilih dalam proses calon petani calon lahan (CPCL) nya ketat.

“Insyalah November, karena begitu sapinya  datang  tentunya pakannya harus siap jadi persyaratan utama untuk penerima program harus ketersediaan pakannya terjamin,” katanya.

Aya