Rakor Persiapan Event MotoGP, Gubernur Mengapresiasi Dukungan Pemerintah Pusat

MotoGP yang akan terselengara di KEK Mandalika, harus lebih baik dari penyelenggaraan MotoGP Thailand

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc didampingi Asisten Bidang Perekonomian, membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor ) Kerjasama Kementerian/Lembaga/dunia usaha, Pemda dan percepatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika di Novotel, Lombok Tengah, Kamis (22/10/20).

Rakor bertema “Kebijakan Pemerintah Provinsi NTB mendukung Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika” itu, untuk memastikan persiapan event MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika berjalan sesuai berjalan baik, serta membahas destinasi prioritas untuk wisata nasional.

Gubernur berharap agar Rakor ini memiliki hasil yang menggembirakan, sebab pemerintah dan masyarakat sama-sama menginginkan pembangunan yang berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Mudah-mudahan rapat koordinasi ini berbuah manis bagi kita semua. Saya kira kita semua on the right track walaupun adal hal-hal yang masih kurang kita koordinasikan agar menemukan solusi yang terbaik”, kata Bang Zul, sapaan akrabnya.

Bang Zul mengapresiasi keseriusan Pemerintah Pusat, untuk membantu persiapan MotoGP di Mandalika yang akan dihelat tahun depan tersebut.

“Jadi luar biasa usaha pemerintah pusat dan saya melihat usaha pak Deputi juga luar biasa”, ungkapnya.

Dengan adanya Rakor ini, diharapkan persiapan bisa dilaksanakan semakin cepat dan segala kekurangan agar bisa diatasi secara bersama sama.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo RM Manuhutu menyampaikan, MotoGP yang akan terselengara di KEK Mandalika, harus mampu lebih baik dari penyelenggaraan MotoGP Thailand.

“Harapannya adalah Mandalika bisa lebih baik dari Thailand, baik dari sisi akomodasinya, maupun aksesibilitas,” ungkap Deputi.

Dalam pembangunan MotoGP Mandalika ini, Deputi Odo menekankan bahwa masyarakat tidak boleh dirugikan.

“Jangan sekali kali merugikan masyarakat karena pembangunan bukan mengenai hanya fisik saja, tapi masyarakat yang ada tinggal disekitarnya bisa merasakan manfaatnya, tentunya harapan besar kita terhadap ITDC,” ungkapnya

Lebih jauh, top destination yang disandang oleh Mandalika diharapkan mampu memberikan yang terbaik, terlebih dalam membangun destinasi harus berkualitas dan melebihi Thailand.

Sehingga Rakor yang terlaksana tersebut diharap mampu menyelesaikan masalah-masalah dan menjadi wadah koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Derah maupun pihak ITDC.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Perwakilan dari ITDC, Perwakilan dari Kementerian PUPR, Perwakilan dari PT. Telkom dan PLN.

Rr/HmsNTB




Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api di Sumbawa, Masih Perlu Kajian Teknis

Berdasarkan hitungan kasar jumlah penduduk di Pulau Sumbawa jauh lebih sedikit dibanding penduduk di Pulau Lombok. Serta topografi dengan perbukitan dikhawatirkan menjadi penghalang rencana tersebut

MATARAM.lombokjournal.com

Rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa, mulai dari Poto Tano hingga Sape, harus melalui pertimbangan teknis yang matang, termasuk dari segi kebutuhan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Dr.H. Amry Rakhman menjelaskan,  jika pembangunan jalur kereta api, yang digagas oleh Dinas perhubungan NTB tersebut, benar-benar mendesak maka Dinas Perhubungan sebagai pihak yang berwenang dipersilakan melakukan survei awal sebelum feasibility study (FS) atau uji kelayakan.

Terutama untuk menjawab, apakah pembangunan jalur kereta yang direncanakan membentang melintasi seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, secara teknis dan non-teknis benar-benar bisa dilakukan.

“Hal  itu membutuhkan pertimbangan panjang. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kajian terkait hal-hal teknis baik dari segi komersial maupun kebutuhan masyarakat untuk pembangunan jalur kereta pertama di NTB tersebut,” ujar Amry Rakhman, Kamis (22/10.20).

Amry Rakhman menerangkan, fungsi kereta api akan sangat berbeda dengan transportasi massal lainnya.

“Kereta Api kan berbeda dengan bus yang memang fungsinya untuk (angkutan massal) itu. Satu kereta api dengan sekian gerbongnya, berarti paling tidak ada aspek-aspek komersial penumpang dan lainnya yang harus dipertimbangkan,” ujarnya

Menurutnya, Aspek non-teknis dan teknisnya seperti apa?

“Kalau nanti pertimbangannya kepada permintaan pasar dan jumlah penduduk Pulau Sumbawa. Kalau banyak tentu diharapkan pembuatan,’’ katanya.

Jika survei awal telah dilakukan, pihaknya akan meninjau kembali rencana pembangunan jalur kereta tersebut.

Diterangkan, berdasarkan hitungan kasar jumlah penduduk di Pulau Sumbawa jauh lebih sedikit dibanding penduduk di Pulau Lombok. Serta topografi dengan perbukitan dikhawatirkan menjadi penghalang rencana tersebut.

Kedua hal tersebut menjadi penghalang awal untuk mewujudkan pembangunan jalur kereta. Dengan demikian, dalam tahap awal survei diharapkan menampung aspirasi masyarakat di Pulau Sumbawa terkait kebutuhan transportasi massal seperti kereta.

“Kalau memang  sudah sesuai atau tidak sesuai? Kalau iya, kita pertimbangkan juga kebutuhan pasarnya,” pungkas Amry.

Aya




Wagub Minta Jajaran Rumah Sakit Jadi Pelopor Penerapan Protokol Kesehatan

Masyarakat diminta menghindari orang-orang yang tidak peduli terhadap protokol kesehatan

DOMPU.lombokjournal.com

Usai meresmikan Posyandu Keluarga di Desa Ta’a Kecamatan Kempo, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah langsung menuju ke Rumah Sakit Umum Dompu, memberikan bantuan berupa ventilator dan masker guna menunjang penanganan kasus Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Wagub minta seluruh jajaran rumah sakit untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya pada saat menjalankan tugas di rumah sakit, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Tentunya, tidak cukup hanya tenaga kesehatan saja, namun masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan. Itulah pentingnya tenaga kesehatan menerapkan protokol Kesehatan dimanapun berada sehingga menjadi contoh baik bagi masyarakat dalam hal penanganan Covid-19.

“Tentunya itu semua tidak bisa hanya cukup dari rumah sakit saja ya, yang terpenting adalah kedisiplinan masyarakat kita ini, saya berharap rumah sakit ini menjadi pelopor penerapan protokol kesehatan,” kata Wagub.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini menjelaskan, wabah Covid-19 ini hingga sekarang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Jalan satu-satunya adalah tetap senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

“Kita tidak tahu kapan selsesai, yang terpenting adalah kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Wabah ini sangat sulit diketahui penularannya. Ia meminta masyarakat untuk menghindari orang-orang yang tidak peduli terhadap protokol kesehatan. Karena orang seperti itu memiliki kemungkinan risiko penyebar Covid-19.

“Tetap semangat bekerja, produktif tapi dengan protokol Covid-19, jangan biarkan orang yang tidak pakai masker di sekitar kita yang bisa memungkinkan untuk memberikan penularan satu sama lain,” katanya.

Umi Rohmi juga menyampaikan terimakasih kepada Direktur RSUD Dompu dan seluruh jajaran tenaga kesehatan RSUD Dompu atas sumbangsihnya selama ini. Mengingat, seluruh jajaran RSUD Dompu telah melayani masyarakat Dompu sedemikian rupa.

“Sudah beberapa bulan kita berkutat dengan wabah ini, jangan sampai kendor semangatnya,” seru Umi Rohmi.

Terakhir, Umi Rohmi menyampaikan terimakasih dan berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan untuk terus semangat dalam melayani masyarakat dengan baik dan juga menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas, yang terasa mudah jika dilakukan secara bersama-sama.

 

“Yang terpenting, adalah kebersamaan yang harus dikedepankan, insyaallah dengan kebersamaan dapat membantu kita menyelesaikan masalah ini. Layani masyarakat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang, agar masyarakat merasakan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintahnya,” kata Wagub.

Rr/HmsNTB




Pengembangan Posyandu Keluarga Paling Progresif, Dompu Akan Jadi Percontohan

Masyarakat bisa terlayani maksimal, bukan hanya pelayanan kesehatan, namun juga pelayanan edukasi masalah ekonomi maupun sosial

DOMPU.lombokjournal.com

Posyandu Keluarga di Dompu mendapatkan apresiasi,  karena menjadi salah satu kabupaten yang hampir seratus persen memiliki Posyandu keluarga.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, Kabupaten Dompu akan menjadi kabupaten percontohan bagi kabupaten/kota di NTB untuk program Posyandu Keluarga.

Dompu diniai sebagai kabupaten terdepan dalam pengembangan Posyandu Keluarga, karena paling progresif dari 10 kabupaten/kota.

“Kita ingin dompu ini menjadi contoh dan dilihat oleh kabupaten kota yang lain. Posyandu keluarga di sini harus dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Posyandu,” terang Wagub.

Di Dompu, hampir seratus persen Posyandu sudah berstatus Posyandu Keluarga, dan mayoritas Posyandu keluarga sudah terintegrasi dengan bank sampah. Dan hingga kini sudah lebih dari 200 Posyandu Keluarga yang sudah terintegrasi dengan bank sampah.

“Ini menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten dompu betul-betul memperhatikan kesehatan masyarakatnya,” tuturnya.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengatakan, Posyandu Keluarga yang telah terdata dengan baik dapat dikontrol dengan mudah. Sehingga masalah-masalah yang ada di desa dapat teratasi secara cepat berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

Umi Rohmi menjelaskan, kelebihan Posyandu keluarga yaitu dapat melayani seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia dengan berbagai macam permasalahan.

“Jika Posyandu ini kita intervensi dengan baik, dengan edukasi-edukasi yang cukup, maka tidak hanya masalah kesehatan yang dapat kita atasi, namun masalah sosial ekonomi juga dapat teratasi. Itulah fungsinya Posyandu keluarga,” jelasnya.

Pj Sekda Kabupaten Dompu, H. Muhibuddin mengatakan, kedatangan Wagub menjadi penyemangat para kader Posyandu dalam melaksanakan tugasnya.

Diharapkan, Posyandu Keluarga di kabupaten Dompu dapat berjalan dengan baik agar masyarakat bisa terlayani dengan maksimal. Bukan hanya pelayanan kesehatan, namun juga pelayanan edukasi masalah ekonomi maupun masalah sosial.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 21 Oktober 2020, Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 42 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang 

Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer)

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium Prodia, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bimamengkonfirmasi, ada tambahan 25 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (21/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 106 sampel dengan hasil 79 sampel negatif, 2 sampel positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 42 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 42 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (21/10/2020) sebanyak 3.805 orang, dengan perincian 3.079 orang sudah sembuh, 215 meninggal dunia, serta 511 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 25  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 42 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3781, an. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, KecamatanRasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3782, an. MH, Perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3783, an. TR, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Santi, KecamatanMpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3684. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3784, an. DY, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3785, an. YF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3786, an.DAK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3621. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3787, an. YN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  8. Pasien nomor 3788, an. AF, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  9. Pasien nomor 3789, an. H, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  10. Pasien nomor 3790, an. A, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  11. Pasien nomor 3791 an. MMA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  12. Pasien nomor 3792, an. R, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  13. Pasien nomor 3793, an. IAR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Palibelo;
  14. Pasien nomor 3794, an. T, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  15. Pasien nomor 3795, an. DEA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 3796, an. MA, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3797, an. K, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 3798, an. SM, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3799, an. AL, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3800, an. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3801, an. H, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 3802, an. H, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 3803, an. MJ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 3804, an. IGLGJA, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  25. Pasien nomor 3805, an. F, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.

Hari Rabu terdapat penambahan 42 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3197,an. DNT, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3295, an. FF, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3331, an. NH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3363, an. MRFL, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3387, an. MA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3487, an. MAA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3523, an. RA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3540, an. MYA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3545, an. BLP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3597, an. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3600, an. Q, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3602, an. ML, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat,Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3605, an. NPA, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3612, an. SUF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3615, an. D, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3616, an. NU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3619, an. SM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3620, an. A, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3621, an. DSSR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  20. Pasien nomor 3624, an. DY, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3625, an. NHT, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3626, an. GB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  23. Pasien nomor 3631, an. AFK, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  24. Pasien nomor 3645, an. DS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  25. Pasien nomor 3651, an. HAS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  26. Pasien nomor 3652, an. MKI, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  27. Pasien nomor 3666, an. AW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 3668, an. DMK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  29. Pasien nomor 3682, an. MH, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  30. Pasien nomor 3684, an. MAA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  31. Pasien nomor 3686, an. SH, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  32. Pasien nomor 3692, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  33. Pasien nomor 3693, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  34. Pasien nomor 3694, an. Y, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lenek Pesiraman, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur;
  35. Pasien nomor 3695, an. SW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  36. Pasien nomor 3696, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  37. Pasien nomor 3704, an. AK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  38. Pasien nomor 3708, an. LAR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  39. Pasien nomor 3723, an. DP, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa;
  40. Pasien nomor 3741, an. FA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  41. Pasien nomor 3743, an. KK, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  42. Pasien nomor 3745, an. HW, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3805, an. F, lakilaki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer).

“Karenanya mari kita semua tetap patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid19 dalam seluruh aktivitas dalam tatanan baru kehidupan ini. Tetap sehat dan produktif dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC)  Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pelatihan Takmir Program Mawar Emas, Pemprov Fokus Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

 Masyarakat diharapkan tidak lagi mengambil risiko berhubungan dengan rentenir

MATARAM.lombokjournal.com

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang tengah digaungkan Pemerintah Provinsi NTB mendapat banyak pujian dan respon positif dari masyarakat.

Hingga saat ini, program yang turut menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah serta Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil menarik perhatian jemaah dan takmir masjid untuk terlibat memajukan perekonomian yang berpusat dari masjid.

Hari ini, Program Mawar Emas kembali menggelar pelatihan takmir yang kelima kalinya semenjak diluncurkan bulan Agustus 2020 lalu.

H. Lalu Syafi’i

Pelatihan ini dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM bertempat di Wisma Tambora Kantor BPSDM Provinsi NTB, Rabu, 21 Oktober 2020.

Syafi’i yang mewakili Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan, Pemprov NTB terus fokus dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itulah, Program Mawar Emas hadir guna berkontribusi memberdayakan perekonomian masyarakat yang berpusat dari masjid.

Syafi’i juga menyinggung masyarakat yang masih mengandalkan rentenir dalam mencari modal usaha ataupun pinjaman. Dengan kehadiran Program Mawar Emas, diharapkan masyarakat tidak lagi mengambil risiko berhubungan dengan rentenir.

“Mawar Emas ini hadir guna membantu masyarakat agar tidak terjerat oleh rentenir lagi,” ujarnya.

Syafi’i kemudian mengajak masyarakat agar terus semangat dalam bekerja demi terciptanya masyarakat yang sejahtera. Pemberdayaan ekonomi berbasis masjid kemudian diharapkan dapat berkontribusi mewujudkan NTB Gemilang, khususnya misi NTB Sejahtera dan Mandiri.

“Inilah pesan Gubernur, yang menginginkan supaya masyarakat NTB ini sejahtera,” tutupnya.

Farid Faletehan

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan mengatakan jika kehadiran Program Mawar Emas kedepannya akan semakin mempermudah akses masyarakat ke lembaga-lembaga keuangan.

Dengan hal ini, pemahaman masyarakat terhadap lembaga keuangan akan lebih baik dan tentunya akan menghindarkan mereka terjerat dari intaian rentenir.

“Mawar Emas ini tujuannya untuk membantu masyarakat, khususnya jemaah masjid, untuk menjangkau takmir-takmir masjid di berbagai daerah,” terangnya.

Farid kemudian mengapresiasi semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan jalannya Program Mawar Emas.

Ia yakin, ke depan akan semakin banyak lembaga keuangan yang akan turut berkontribusi dalam membangun perekonomian masyarakat yang jauh lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa memberikan pembekalan bagi semuanya, bahwa takmir masjid ini fungsinya sangat penting,” pungkas Farid.

Hj. Baiq Mulianah

Sebelumnya, Ketua Masyarakat Ekomomi Syariah (MES) NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah dalam laporannya mengungkapkan bahwa Program Mawar Emas telah berhasil mendapat respon yang positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini, dengan angkatan kelima ini, ada sejumlah 100 Masjid yang dilatih MES dalam tiga bulan terakhir ini,”

Mulianah kemudian membeberkan alasan mengapa masjid menjadi tempat dimulainya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia percaya, tagline “Dari Masjid-Nya, Kita Makmurkan Bumi-Nya” yang didasari dari sebuah Hadits Qudsi ini akan menghadirkan semangat tersendiri bagi para takmir masjid.

“Spirit ini bahwa kita bergerak dari masjid, melakukan pemberdayaan masyarakat, membangun peradaban dan membangun ekonomi umat dari masjid,” jelasnya.

Mulianah juga berharap program ini akan memicu kemandirian masjid. Sehingga, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat-tempat pemberdayaan perekonomian umat Islam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

“Dalam tiga hari ke depan, bersama-sama kita akan membedah kenapa mesti masjid sebagai pusat dan episentrum gerakan pemberdayaan umat ini,” lanjut Mulianah.

Mewakili Pengurus Wilayah MES, Ia juga turut berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB dan OJK, Bank NTB Syari’ah, PNM serta lembaga terkait lainnya.

“Mudah-mudahan masjid bisa menjadi epicentrum untuk pemberdayaan umat dan kita mulai dari masjid untuk pengembangan ekonomi umat,” harap Mulianah.

Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari, tanggal 21 sampai dengan 23 Oktober 2020.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM yang juga selaku Sekjen MES NTB dan juga Perwakilan Bank NTB Syari’ah.

Rr/HmsNTB

 




Penguatan SDM di NTB, Gubernur Minta Putra NTB Pimpin Poltekpar

Penguatan SDM di NTB benar-benar dikedepankan sehingga warga NTB bisa ikut berbaur dalam arus kemajuan NTB

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Asisten II Setda NTB, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB menyambut kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata, Odo R. M. Manuhutu beserta rombongan.

Odo R. M. Manuhutu Tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sekitar pukul 12.25 Wita.

Pada kunjungannya kali ini, Odo RM Manuhutu bukanlah untuk menyelesaikan potensi masalah di lapangan dan bersinergi dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Bukan hanya sekedar datang melihat tetapi bagaimana bersama teman-teman PUPR dan Kementerian lainnya bersama Gubernur NTB untuk menyelesaikan permasalahan,” ujarnya di ruang VIP Bandara.

Ia berharap kunjungan ini dapat membuka pikiran, melihat apa yang akan dilakukan di tahun-tahun selanjutnya. Terutama dalam membantu masyarakat setempat dalam memulihkan kondisi ekonomi.

“Saya kira tujuan dari pembangunan adalah bagaimana masyarakat bisa memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa tumbuh dan menerima manfaat dari pariwisata,” katanya.

Pada kesempatan ini, Odo RM Manuhutu juga membahas wacana pengurangan status Bandara Internasional di Indonesia yang akan berdampak pada kinerja yang telah dilakukan oleh Angkasa Pura.

Hal ini akan menjadi salah satu bahan yang akan didiskusikan di Pemerintah Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas keluangan waktu di tengah kesibukan Deputi beserta rombongan.

Gubernur menyinggung terkait masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Bagi Bang Zul, SDM adalah pembangunan yang tidak boleh direduksi maknanya sebatas Comodity Center Approach saja tapi harus dilihat sebagai proses untuk peningkatan.

Dengan adanya Politeknik Pariwisata Lombok, tentunya bukan hanya akan kedatangan wisatawan-wisatawan mancanegara tetapi juga ada banyak perhelatan berskala internasional.

Karena itu, Bang Zul berharap, penguatan SDM di NTB benar-benar dikedepankan sehingga warga NTB bisa ikut berbaur dalam arus kemajuan NTB.

“Jangan sampai nanti ada banyak International Event tapi orang lokal hanya jadi penonton saja. Melalui forum ini saya juga menyampaikan kepada Pak Deputi dan rombongan bahwa di NTB banyak orang yang mengerti pariwisata dan punya kemampuan dan bukan mengedepankan primordialistik, tapi untuk mengakselarasi persiapan NTB menjadi tuan rumah. Saya rasa bagus jika ada akselerasi khusus untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk memimpin Poltekpar Lombok,” pungkas Bang Zul.

Gubernur menambahkan, ketika nantinya ada MotoGP dan perusahaan internasional di NTB, dikhawatirkan akan muncul ketegangan sosial.

Selain itu, Bang Zul juga menanggapi potensi masalah tentang tidak efektifnya terlalu banyak bandara bertaraf internasional.

“Mudah-mudahan itu tidak melucuti setetes airport di Lombok karena bagaimanapun Lombok juga menjadi hub airline yang kecil-kecil,” tambah Bang Zul.

Salah satu strategi untuk menarik wisata asing adalah dengan adanya direct flight, sebab menurut Gubernur, percuma menghias pariwisata jika akses menuju daerah tersebut susah.

Bang Zul berharap mudah-mudahan status bandara internasional di NTB dapat tetap dipertahankan/ Bahkan, dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik. Apalagi dengan banyaknya wisatawan dari timur tengah yang datang ke Lombok dengan adanya Best Halal Destination In The World.

“Karena dengan menjadikan Lombok sebagai International hub akan membawa dampak positif untuk ekonomi kami,” ujar Gubernur.

Sebelumnya, perwakilan Angkasa Pura I, memaparkan terkait progress perkembangan pembangunan Bandara.

Saat ini, Angkasa Pura I Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengalami penurunan produksi kurang lebih mencapai lima puluh (50) persen dibanding tahun 2019 pada saat pemulihan gempa bumi Lombok.

Tahun ini pada akhir September, produksi Bizam hanya dua puluh (25) persen dibanding tahun 2018 pada saat sebelum gempa.

“Angkanya cukup fantastis sehingga hal ini berdampak pada produksi dan pembiayaan lain-lain. Komitmen korporasi Angkasa Pura I untuk pembangunan KEK Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas juga pada konsistensi,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Jelang Maulid Nabi, Stok Kebutuhan Pokok Aman

Maulid tahun ini berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, daya beli masyarakat menurun

MATARAM.lombokjournal.com

Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, Dinas Perdagangan Provinsi NTB memastukn Kebutuhan pokok aman.

“Kebutuhan pokok menjelang Maulid Nabi terpantau aman, di tiga pasar pantauan kita. Termaauk juga di pasar induk,” ungkap Kepala Dinas Perdagangam Provinsi NTB Faturahman, Rabu (21/10/20).

Fathurahman mengatakan,  untuk stabilisasi Harga masih dalam kondisi baik, dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Hal ini karena persedian (stok) kebutuhan pokok masih ada.

“Ya,hingga saat ini untuk stabillitas harga masih dalam kondisi baik, tidak ada lonjakan dari beberapa pasar induk. Karena kita mempunyi stok setiap komoditi kebutuhan,” terangnya.

Menurtnya, jika terjadi kenaikan harga itu biasanya terjadi karena hukum pasar saja.

“Memang permintaan itu banyak pasti harga naik, itu  hukum pasar nanti kondisi yang seperti ini tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Dikatakan,  perayaan Maulid di NTB, khususnya di Lombok memang berbeda yang setiap wilayah atau kampung memiliki perayaan berbeda setiap harinya. Terlebih saat ini  Maulid tahun ini berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dimana daya beli masyarakat menurun.

“Di tengah pandemi kita tau bahwa suasana daya beli masyarakat menurun masyarakat sudah bisa melakukan pembelian yang urgen bagi dirinya, yang disesuaikan dengan kebutuhan sesuai kondisi masing-masing,” kata Faturrahman.

Aya




NTB Mall Beroperasi Bulan November

NTB mall harus memberikan respon positif tehadap produk NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Marketplace NTB Mall yang di gagas Pemprov NTB mulai beroperasi November mendatang.  Marketplace ini merupakan wadah bagi UMKM NTB  memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Faturahaman menyatakan, saat ini pembangunan NTB Mall sudah rampung  dan sedang dalam menata produk yang sudah terdaftar.

“Sudah rampung sekarang dalam planenya tinggal menata suplay produk InsyaAllah di November kita sudah bisa beroperasi produk-produk UMKM kita,” ujarnya, Rabu (21/10/20).

Hingga saat ini sudah ada 700  jenis prodak yang akan masuk di NTB Mall tersebut dengan melibatkan 300 UMKM di NTB.

“Ini terus akan berkembang, kita targetkan 1000 UKM. Bisa terjaring, kita juga melihat peluang bahwa NTB mall ini juga paling tidak harus memberikan respon positif tehadap produk NTB yang  mempunyai kualitas premium,” terangnya.

Dikatakan, kualitas premium yakni  pasang pasarnya berada di tingkat antara daerah dan luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.

“Kita akan melihat konsep dan menatata seluruh kerjasama  baik itu dengan PHRI  dan stekholder termasuk yang khusus untuk nota kesepakatan perjanjiannya,” ucapnya.

Khusus yang mempunyai kontribusi akan melakukan itu siap untuk menampung UMKM di NTB, November sudah dibuka, dan diharapkan pada Desember sudah bisa dilihat.

“Nanti  kita akan launching di 17 Desember ketika Hari ulang Tahun NTB,” kata Faturrahman.

Aya




Di Sumbawa, Wagub Minta Nakes Bersemangat Bantu Masyarakat

Nakes dminta jadi pelopor  dalam melaksanakan sosialisasi  penerapan protokol kesehatan

SUMBAWA.lombokjournal.com

Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19.

Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan (Nakes) di beberapa rumah Sakit di pulau Sumbawa.

Salah satunya adalah Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa, Rabu (21/10/20).

Wakil Gubernur minta para nakes tetap bersemangat dalam mengabdikan diri untuk kesehatan masyarakat di masa pandemi ini.

“Tetap semangat bapak ibu serta adik-adik tenaga kesehatan yang bertugas, tetap semangat untuk membantu masyarakat dimasa pandemi ini,” tutur Wagub yang disambut dengan tepuk tangan.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi ini meminta agar rumah sakit menjadi tempat yang terdepan dalam penerapan protokol kesehatan, dan menjadi contoh untuk masyarakat yang mengunjungi rumah sakit.

“Yang kita inginkan rumah sakit ini menjadi ujung tombak di dalam penerapan protokol kesehatan, karena sesungguhnya bagaimana kita mencegah Covid-19 ini, yaitu bagaimana kita disiplin memakai masker, penjaga jarak dan selalu mencuci tangan,” ungkapnya.

Nakes diharapkan menjadi pelopor terdepan dalam melaksanakan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan khususnya di Sumbawa.

“Saya berharap seluruh kita ini bisa menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat di masa pandemi ini, tetap semangat ya,” pintanya.

Ummi Rohmi jjuga berkeliling rumah sakit untuk mengecek fasilitas rumah sakit dan mamastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Direktur Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir, dr. Arindra Kurniawan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Wakil Gubernur dan jajaran karena telah menyempatkan diri untuk meninjau rumah sakit yang dipimpinnya.

Ia berharap rumah sakit ini akan lebih maju dengan bimbingan-bimbingan seperti ini

Rr/HmsNTB