Plt Bupati Lombok Utara Bersama Kaban PPSDMP Kementan RI, Launching Model BPP

Sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan

KLU.lombokjournal.com

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian RI (Kementan RI,) Prof Dedi Nursyamsi M Agr bersama Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH me-launcing Model Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kamis (22/10/20).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat Ir Khusnul Fauzi MSi,  Kepala BPTP Mataram Dr Awaludin Hipi, Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Plt Kadis PPKP Ir Hermanto serta tamu undangan lainnya.

Prof Dedi Nursyamsi M Agr menyampaikan, pada masa pandemi Covid-19 ini ternyata kinerja pertanian meningkat tajam. PDP pertanian dalam arti luas meningkat 16,24 persen.

Kalau pertanian secaraspesifik peningkatannya 22,25 persen. Sementara sektor yang lain minus sampai 20 persen.

“Implikasinya pada seluruh kegiatan pertanian itu turun, pupuk turun, benih turun, tetapi petani kita tetap semangat sehingga produksi meningkat. Kami berpikir supaya ada peningkatan SDM petani. Oleh karena itu di Kementan, ada program yang disebut Komando Strategis Pertanian pada tingkat Kecamatan (Koslatani),” urainya.

Disampaikan, Koslatani sebenarnya adalah pemberdayaan BPP. Sejak zaman Presiden Soeharto dulu selalu dibangun, tetapi belakangan mati suri, dan kini dikembangkan lagi.

“Sejak tahun 1970 sampai 1984 swasembada pangan kita melejit sampai Indonesia mendapat penghargaan. Seiring Zaman Reformasi, BPP terlupakan. Kami ingin bekerjasama dengan Pemda KLU untuk sama-sama membangun SDM pertanian, khusus petani dan penyuluh melalui program Koslatani,” tuturnya.

Dijelaskannya, Program Koslatani tingkat kecamatan dikomandoi oleh camat, seluruh penyuluh disupport oleh Babhinkamtimas, Babinsa, toga, toma, dan tokoh perempuan. Tujuannya untuk memberdayakan penyuluh dan petani.

Kepada awak Prof Dedi Nursyamsi mengatakan, aktualisasi pembangunan sumber daya pertanian di KLU segera diimplementasikan melalui Program Koslatani pada tingkat kecamatan.

Baik itu bangunan fisik, sarana dan prasarana termasuk teknologi. Mulai dari pengolahan pertanian, permodalan sampai penjualan.

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH menyatakan sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan.

“Berbicara anggaran tentu semua harus memahami, karena anggaran berkurang cukup besar, tetapi coba supaya Koslatani ini segera dibentuk. Kemudian terkait dengan SDM dan sarana prasarana juga akan kita coba realisasi menjadi PR kedepannya,” tandasnya.

Di sela-sela kegiatan Plt Bupati Lombok Utara, menjawab pertanyaan awak media mengenai program Kementan mengatakan, prinsipnya Pemda KLU menyambut baik dan melaksanakan apa yang menjadi harapan Pemerintah Pusat. Menurutnya, KLU sebagai sasaran program, tentu ada nilai plusnya.

“Melihat potensi Lombok Utara, tentunya memungkinkan untuk kita kerja sama. Supporting para petani kita,” pungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan plakat dari Pemda KLU.

sas




REI NTB Soroti Tata Ruang Kota Mataram

Tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri pertokoan

lombokjournal.com —

MATARAM ;    ataram – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Mataram menggelar diskusi bertema Tata Ruang Kota Mataram, Kamis (22/10/20).

Diskusi ini menghadirkan pembicara Ketua DPD REI NTB, Heri Susanto.

Heri sapaan akrabnya memberikan beberapa catatan khusus mengenai tata ruang Kota Mataram.

“Tata ruang ilmu paling primitif yang kita tahu. Seorang kepala daerah jika tidak memiliki kemampuan tata ruang saya yakin daerahnya tidak tertata bahkan kumuh,” bukanya.

Ia menjelaskan, ilmu tentang tata ruang adalah ilmu yang sudah ada sejak zaman Babilonia. Kota Babilonia sudah tertata layaknya bagaimana Firaun di Mesir menata kotanya.

Ia juga menjelaskan di Arab, tata ruang dikaitkan dengan keimanan. Sehingga semua jalan di sana tertata dengan rapi. Jika tidak tertata maka akan menjadi sebuah simbol rendahnya keimanan seseorang.

“Di Arab, tidak ada jalan yang jelek, karena itu menandakan imannya rendah,” kelekarnya.

Kaitan dengan Kota Mataram, jelang Pilkada ia berhatap masyarakat betul-betul memilih figur calon yang memiliki kemampuan tata ruang yang baik. Itu untuk mengatasi kesemrawutan pembangunan dan banyaknya kawasan kumuh di kota.

“Kita kaitkan dengan kepala daerah, latar belakang visi-misi mereka. Apakah kepala daerah memiliki visi yang jelas. Kehebatan pemerintah ketika mampu buat tata ruang yang bertahan lama,” ujarnya.

Heri juga mencontohkan Dubai. Bagaimana Dubai bisa menyerap banyak investor, karena Dubai memiliki tata ruang yang dapat bertahan hingga ratusan tahun ke depan.

“Kenapa Dubai banyak investor, karena memiliki tata ruang sampai 150 tahun kemudian,” tuturnya.

Ingat, Kota Mataram kedepan akan menjadi kota internasional, hal ini berkaitan dengan dilaksanaknnya kegiatan internasional motor GP

Data REI NTB, pada tahun 2017 atau 2018 pernah ramai dibahas LP2B atau Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan. Aturan tersebut diturunkan menjadi Perda untuk menyelamatkan lahan pertanian abadi.

“Niatnya mulia, jika ditempatkan di suatu wilayah sangat tepat karena jarang orang menghuni wilayah tersebut. Pelaksanaannya justru dipukul rata untuk semua daerah, akhirnya Kota Mataram memiliki beban harus memiliki sawah di atas 1.000 hektare. Tapi justru sisa 800 artinya ada pelanggaran,” ungkapnya.

“Pertanyaannya apa iya di Mataram memiliki sawah. Segala sesuatu harus proporsional,” katanya. Harusnya ruang terbuka hijau, bukan sawah ..

Seperti diketahui tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri pertokoan.

Begitu juga kawasan pendidikan yang bercampur dengan kawasan ekonomi hingga perkantoran.

Begitu juga dengan masih banyaknya bangunan-bangunan yang berada dekat dengan bantaran sungai yang justru membuat kesan kumuh Mataram semakin terlihat.

Dalam closing statemennya Heri menegaskan, untuk Kepala Daerah Kota Mataram ke depan, tidak dibutuhkan orang yang hebat. Tetapi cukup orang yang peduli dan paham tentang tata ruang Kota.

“Yang bisa menata Kota dan punya visi misi jelas untuk jangka panjang. Untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Me




Wagub Minta Nakes Tidak Jenuh Layani Pasien Covid-19

Pengorbanan tenaga kesehatan (Nakes) di masa pandemi ini sangat luar biasa

 KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com

Tenaga Kesehatan (Nakes) merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Selain butuh kesehatan fisik, mereka juga butuh kesehatan mental.

Karena itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan semangat dan motivasi kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Kabupaten Bima, Kamis (22/10/20).

Wagub juga minta kepada tenaga kesehatan untuk tidak jenuh dalam melayani pasien yang terpapar oleh Covid-19. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Butuh kesabaran yang paripurna, butuh kedisiplinan yang luar biasa, butuh keistiqomahan, butuh keikhlasan, dan kita semua dalam kondisi apapun tetap layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini.

Ia menilai, pengorbanan tenaga kesehatan di masa pandemi ini sangat luar biasa.

Disamping mempertaruhkan diri sendiri, tenaga kesehatan juga rela meninggalkan keluarga demi keselamatan masyarakat dari wabah ini. Hal tersebut sangat diapresiasi oleh Wakil Gubernur.

Untuk menguatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bima, Umi Rohmi memberikan bantuan masker dan ventilator untuk menunjang kegiatan mereka selama bertuga di rumah sakit.

Ia mengajak para tenaga kesehatan untuk terus bersatu menguatkan satu sama lain dan meningkatkan kerjasama antar tenaga kesehatan.

“Mari kita kuatkan diri satu sama lain saling menyemangati, InsyaAllah apa yang kita lakukan ini semua tercatat sebagai amal baik kita bagi kita semua,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, ia meminta kepada pihak rumah sakit untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 ini bisa ditekan. Selain itu, rumah sakit diminta meniadi pusat edukasi protokol kesehatan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membesuk.

“Terakhir, saya sangat berharap rumah sakit ini menjadi pusat edukasi masyarakat.Tunjukanlah penerapan protokol kesehatan yang sungguh-sungguh, setiap orang yang masuk ke rumah sakit ini harus memakai masker,” tutupnya.

Direktur RSUD Kabupaten Bima, drg. H. Ihsan Mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuan yang telah diberikan kepada rumah sakit. Dirinya akan memastikan bahwa protokol kesehatan di RSUD ini berjalan dengan baik.

Usai memberikan motivasi di RSUD Kabupaten Bima, Umi Rohmi langsung beranjak ke Posyandu Desa Monggo untuk meresmikan Posyandu Keluarga. Disana ia langsung meninjau Posyandu Keluarga tersebut.

Ia berpesan kepada seluruh kader Posyandu Keluarga dan kepala desa untuk senantiasa konsisten mengembangkan dan menjalankan setiap Program Posyandu keluarga demi kesehatan masyarakat Desa Monggo.

Rr/HmsNTB




Rakornas Pengendalian Inflasi, Presiden Minta Kepala Daerah Perhatikan Ketersediaan Pangan

Presiden meminta para Gubernur, Bupati dan Walikota, agar betul-betul memperhatikan ketersediaan pangan di wilayah masing-masing

 LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi 2020 secara virtual yang dibuka langsung oleh Presiden RI H.Jojo Widodo, Kamis (22/10/20).

Rakornas yang mengusung tema “Transformasi Digital UMKM Pangan untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan stabilitas Harga menuju Indonesia Maju” tersebut diikuti Guberur saat berada di Novotel, Lombok Tengah didampingi Kepala Biro Ekonomi dan pejabat dari Dinas Koperasi dan UMKM Prov.NTB

Presiden RI Joko Widodo yang membuka Rakornas mengemukakan, saat ini menjaga keseimbangan pasokan barang sangat diperlukan, agar di saat perekonomian mulai pulih dan daya beli masyarakat telah kembali normal, tidak terjadi tekanan signifikan terhadap harga-harga.

Lanjut Presiden, Pemerintah Pusat menyalurkan skema program perlindungan sosial yang bersifat cash transfer dari PKH bantuan sosial tunai, dana desa, kartu prakerja, subsidi gaji, dan bantuan UMKM.

Berbagai skema bantuan sosial tersebut diharapkan akan meningkatkan konsumsi rumah tangga, menaikan kembali demand dan akhirnya mendorong tumbuhnya supply.

“Diharapkan apa yang telah dilakukan pemerintah pusat, diperkuat lagi di daerah, dan percepatan realisasi APBD, terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi,” ungkap Presiden.

WHO lanjut Presiden  telah memperingatkan, pandemi Covid-19 dapat menimbulkan krisis pangan.

Sehingga Presiden meminta para Gubernur, Bupati dan Walikota, agar betul-betul memperhatikan ketersediaan pangan di wiliyah masing-masing.

“Hal ketersediaan pangan saya meminta kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota agar hati-hati, sekali lagi hati-hati, kesediaan data itu sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat. Segera perkuat data informasi pangan, di pusat sudah ada pusat informasi harga strategis untuk daerah, saya harap dikembangkan jenis data dan informasi yang penting lainnya,” tambahnya.

Seluruh data baik di pusat maupun daerah harus tersinergikan dengan akurat, agar jika ada persoalan pangan, dapat cepat teratasi.

“Data produksi, data konsumsi yang akurat sangat penting, karena berdasarkan data tersebut kita akan mengetahui lebih cepat mana provinsi yang kekuranagan, mana provinsi yang kelebihan dan berdasarkan data tersebut, perdagangan antar daerah bisa didorong dan kerjasama antar daerah bisa diperkuat,” ujarnya.

Selain data, Presiden juga meminta kepada Gubernur dan Walikota untuk memberikan informasi yang positif dan optimis kepada masyarakat.

“Sampaikan perkembangan kebijakan dan langkah-langkah penanganan pandemi covid, setiap saat jelaskan program pemulihan ekonomi nasional yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerindah daerah,” pintanya.

Terakhir, Presiden mengemukakan, dengan bergotong royong dalam menghadapi situasi yang sulit seperti saat ini, maka kesehatan dan ekonomi Indonesia akan segera bangkit.

Rr/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 22 Oktober 2020, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Virus Covid-19 tidak ditularkan oleh hewan, tetapi menular antar manusia terutama dari orang-orang terdekat. Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB,Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (22/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 187 sampel dengan hasil 161 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis ini (22/10/20) sebanyak 3.825 orang, dengan perincian 3.106 orang sudah sembuh, 216 meninggal dunia, serta 503 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 20  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 27 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3806, an. S, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  2. Pasien nomor 3807, an. DR, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSD Wisma Seganteng;
  3. Pasien nomor 3808, an. RKY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3809, an. J, perempuan, usia 84 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 3810, an. YH, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 3811, an.IA, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3672. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 3812, an. SR, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3672. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3813, an. AA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3726. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 3814, an. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3726. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3815, an. K, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3816 an. WN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 3817, an. NF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di runag isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3818, an. SS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3819, an. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka Santri, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  15. Pasien nomor 3820, an. NPN, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  16. Pasien nomor 3821, an. EHS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  17. Pasien nomor 3822, an. STA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  18. Pasien nomor 3823, an. SJ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 3824, an. IKPD, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  20. Pasien nomor 3825, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram.

Hari Kamis terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2850, an. IS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 2965, an. EA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3107, an. D, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 3142, an. ISP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 3145, an. MAEP, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 3154, an. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 3214, an. S, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3216, an. K, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 3237, an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3259, an. KAAB, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 3266, an. IPS, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 3283 an. IBM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 3285, an. MKY, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 3298, an. NA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 3369, an. M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 3392, an. LMDWA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  18. Pasien nomor 3395 an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3480, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3522, an. RAH, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3543, an. AA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3563, an. AA, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 3603, an. RS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  24. Pasien nomor 3622, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3691, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 3698, an. R, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 3703, an. NU, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis  ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3803, an. MJ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi menjelaskan, virus Covid-19 tidak ditularkan oleh hewan, tetapi menular antar manusia terutama dari orang-orang terdekat. Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara.

Dikatakan, droplet dapat jatuh dan menempel pada bendabenda di sekitar kita. Oleh karena itu, ketika kita memegang benda-benda tersebut, tangan kita berpotensi menjadi jalur transmisi penularan Covid-19 jika menyentuh hidung, mulut, dan mata.

“Karenanya mari tetap patuh pada protokol kesehatan dengan senantiasa menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Libur Panjang, Menkopolhukam  Ingatkan Semua Pihak Harus Antisipasi Penularan Virus

Potensi kerumunan di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya, harus diantisipasi, jangan sampai menjadi pusat penularan baru

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Moh. Mahfud MD, minta semua pihak mengantisipasi potensi kerawanan, terutama penularan Covid-19 dimasa libur panjang.

Jangan sampai setelah libur panjang muncul pusat-pusat penularan Covid-19 yang baru.

“Disitu akan terjadi kerawanan – kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok Pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan,” kata Mahfud MD.

Saat ITU Mahfud  memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Libur Panjang Cuti yang dikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu  Gita Ariadi, M.Si., bersama unsur anggota Forkompinda Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Kamis (22/10/20).

Menurutnya, setiap ada libur panjang selalu ada potensi  kerumunan atau tumpukan orang.

Misalnya di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya. Tentu semua potensi ini harus diantisipasi, jangan sampai menjadi pusat-pusat penularan baru.

Ini akan  berakibat pada menurunnya tingkat kesembuhan pasien yang sudah bagus.

“Kemudian persentase penularan yang juga sudah bagus, tingkat kematian yang juga sudah bagus, karena sedikit, di tingkat kematian itu tiga koma sekian persen, masih lumayan meskipun tidak sama dengan rata-rata dunia, bisa menurun lagi. Nah itu semua harus diantisipasi,” kata Mahfud.

Mahfud menyinggung soal perayaan Maulid Nabi.

Kata dia, Maulid Nabi itu adalah salah satu peringatan keagamaan.  Satu pertanda bahwa negara ini sangat menghargai acara keagamaan.

Namun karena saat ini masa pandemi, jangan sampai perayaan hari keagamaan jadi kluster penularan Covid-19. Karenanya penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan betul.

“Nanti tentu akan banyak yang menyampaikan, yang mengamankan jalan siapa, yang maulidan siapa, tempat rekreasi siapa dan semuanya itu akan sangat ditentukan bagaimana daerah, pimpinan daerah, Forkompinda dan seluruh jajarannya itu berkoordinasi untuk melakukan antisipasi atas berbagai kemungkinan,” tegasnya.

Prof. Dr. Agus Saptono, mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyampaikan seruan kementeriannya kepada masyarakat.

Di antaranya di masa pandemi ini, masyarakat harus tetap disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Selain itu pengawasan juga melibatkan unsur TNI-Polri disejumlah titik keramaian dan memperbanyak pos-pos pemantauan Protokol Kesehatan di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan masyarakat agar tidak timbul kluster-kluster baru serta perlunya penyediaan dan penerapan Protokol Kesehatan di tempat-tempat kerja dan lain sebagainya.

Selain itu perlu dilakukan tes rapid atau swab bagi masyarakat yang sudah melakukan libur panjang.

Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo, mengaku gembira karena angka kesembuhan masyarakat dari Covid-19 mulai meningkat, meski angka kematian masih terbilang tinggi.

Namun kondisi sepert ini tidak membuat kehilangan kewaspadaan bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi Covid-19 ini. Tentunya dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan untuk hidup lebih sehat dan selamat.

Monardo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrim yang akan melanda Indonesia seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya yang harus diwaspadai dampaknya.

“Pesan saya selama liburan nanti lebih baik berlibur bersama keluarga di rumah dengan melakukan hal-hal positif yang bisa meningkatkan imun masyarakat,” kata Doni.

Terkait transportasi, Menteri Perhubungan, Budi Karya, menyampaikan, pihaknya akan membangun koordinasi yang kuat dengan pihak Lantas di lapangan, terutama saat terjadinya kemacetan lalu lintas saat mudik libur Panjang. Masyarakat pengguna jalan maupun pengguna transportasi lainnya baik darat, laut dan udara untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan dengan baik, agar terhindar dari serangan Covid-19.

“Kita ingin lakukan hal ini dengan hasil yang baik. Tentunya kekompakan harus kita pegang teguh dan jalankan secara tertib pula,” pesan Menhub.

IKP@diskominfotik_ntb

 




Deversifikasi Pangan Diperlukan, Untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Agar menu makanan sehari-hari masyarakat hendaknya beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas

LOBAR.lombokjournal.com

Provinsi NTB sebagai salah satu daerah penyangga lumbung padi nasional, memiliki tugas yang cukup berat untuk membangun ketahanan pangan.

Banyak program dan kegiatan yang telah dilakukan Provinsi NTB untuk ketahanan pangan tersebut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu Diversifikasi Pangan Lokal 2020 Menuju NTB Gemilang.

Kegiatan ini dilaksanakan di Unram Farming, Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kamis (22/10/20).

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Dr. H. Lalu Syafi’i menyampaikan, kondisi ketahanan pangan di NTB pada masa pandemi ini cukup stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2020.

“Seluruh pencapaian ketahanan pangan ini merupakan bukti bahwa kita memiliki sumber daya, kemampuan, pengetahuan dan semangat untuk maju. Saya yakin kita akan mampu menjawab seluruh tantangan pembangunan ketahanan pangan di masa depan,” kata Syafi’i.

Ke depan mungkin saja NTB akan menghadapai tantangan yang lebih berat lagi dari sebelumnya. Mengingat masih adanya daerah rawan pangan, pola konsumsi pangan masyarakat yang belum beragam dan keamanan pangan yang menjadi perhatian penting.

“Penganekaragaman konsumsi pangan harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko berbagai macam penyakit akibat mengkonsumsi bahan pangan sumber karbohidrat yang monoton, seperti beras,” ungkapnya.

  1. Syafi’i mengharapkan agar menu makanan sehari-hari masyarakat hendaknya beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga mendukung percepatan diversifikasi konsumsi pangan di NTB.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati hari pangan sedunia ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dalam upaya membangun ketahanan pangan di NTB.

“Saya juga meminta kepada semua yang hadir untuk lebih menggencarkan sosialisasi akan pentingnya penyediaan pangan secara mandiri di rumah-rumah. Khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini,” tuturnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang menjaga ketahanan pangan, mulai dari petani dan seluruh stakeholder yang terlibat atas perhatian besar untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan daerah.

“Jika setiap jengkal tanah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya tanaman yang produktif, maka ketahanan pangan di NTB semakin meningkat,” jelasnya.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang dijumpai usai kegiatan mengatakan, Provinsi NTB tidak memiliki kekurangan dalam hal pangan, namun yang kurang dari diri kita yaitu perlu melakukan diversifikasi pada pangan yang masyarakat konsumsi.

“Terlalu banyak bergantung pada beras atau nasi, secara kesehatan tidak baik. Semakin bervariasi makanan yang kita asup akan semakin baik efeknya bagi kesehatan kita,” jelasnya.

Selain itu, gerakan diversifikasi lanjutnya merupakan salah satu upaya dalam melakukan sosialisasi sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada nasi. Harusnya, masyaakat juga membiasakan mebudayakan dan memperbanyak alternatif pangan yang lain selain nasi tadi.

“Ini tentunya bukan perkara mudah karna kita akan mengubah kebiasaan, tapi saya pikir ini bisa dilakukan dengan kita memperbanyak informasi dan sosialisasi tentang pentingnya diversifikasi pangan hari ini,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Drs. Fathul Gani mengatakan, acara ini gencar dilakukan khususnya di Provinsi yang memiliki beras yang berlimpah.

“Diharapkan kita mulai saat ini dan seterusnya untuk mengkurangi makan nasi atau konsumsi beras dan mulai menkonsumsi pangan yang mengandung karbohidrat selain nasi”, ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Provinsi NTB, Perwakilan Rektor Universitas Mataram, serta civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

Rr/HmsNTB




Posyandu Keluarga, Wadah Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pernikahan Usia Anak

Narkoba adalah salah satu masalah besar yang dihadapi NTB, pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba masih rendah

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Kunjungan Kerja Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah di Pulau Sumbawa, hari ini meresmikan Posyandu Keluarga. berlanjut ke Kota Bima, Kamis (22/10/20).

Wagub kembali mengungkapkan,  salah satu fungsi Posyandu Keluarga yaitu sebagai tempat sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pernikahan usia anak.

Saat meresmikan Posyandu Keluarga di Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima ia mengatakan, Posyandu Keluarga dalam pembentukannya tidak terlalu sulit, karena hanya membutuhkan beberapa tambahan pelayanan.

“Melalui Posyandu Keluarga kita bisa mengedukasi masyarakat supaya jangan ada pernikahan anak, karena pernikahan anak ini adalah salah satu masalah di NTB. Harus terus diedukasi, jangan sampai putus sekolah, selesaikan sekolahnya dulu baru berpikir menikah,” jelasnya.

Narkoba adalah salah satu masalah besar yang dihadapi NTB, tak terkecuali di Kota Bima. Pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba masih rendah.

Karena itu Posyandu Keluarga dapat berfungsi sebagai wadah sosialisasi tentang bahaya narkoba.

“Kemudian narkoba, ini menjadi PR besar juga. Apa lagi di Bima, jangan sampai ada anak-anak kita yang terkena pengaruh narkoba ini,” tegas Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi.

Selain edukasi terkait bahaya narkoba dan pernikahan usia anak, edukasi terkait buruh migran juga menjadi salah satu fungsi dari Posyandu Keluarga.

Edukasi-edukasi tersebut jika dimasifkan, akan dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik, Itulah tujuan dibentuknya Posyandu Keluarga.

“Bayangkan bapak ibu kalau edukasi tersebut kita lakukan terus menerus kita berikan setiap bulan tanpa henti di setiap dusun atau lingkungan, maka masalah-masalah kesehatan, ekonomi, sosial yang ada di tempat kita bisa teratasi,” terangnya.

Terkait masalah pandemi Covid-19,, Umi Rohmi meminta kepada para kader Posyandu untuk turut serta dalam melakukan sosialisasi tentang penanganan pandemi di masyarakat luas.

Tak lupa, Umi Rohmi mengingatkan kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar masyarakat sekitar tidak terpapar Covid-19. Ia berharap Kota Bima mampu menyelesaikan 100 persen Posyandu Keluarga dalam waktu singkat.

Walikota Bima, Muhammad Lutfi yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan, penegakan Peraturan Daerah terkait pencegahan penyakit menular sedang digencarkan.

Hampir setiap hari dilakukan razia, bukan hanya di jalan umum namun juga masuk ke lingkungan dan kelurahan di kota Bima.

Hal inj dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran wabah ini.

“Harapannya, dengan sadarnya masyarakat terhadap protokol Kesehatan, tidak ada lagi yang terjangkit virus COVID-19 ini,” kata Lutfi.

Rr/HmsNTB




Plt Bupati Monev Pemdes di Kecamatan Tanjung, Pj Sekda di Kecamatan Pemenang

Menyoroti bangunan fisik maupun non fisik yang sudah dilakukan oleh pemerintah, seberapa jauh  insfrastruktur desa yang strategis dengan akses jalannya

TANJUNG.lombokjournal.com

Pelaksana Tugas Bupati Lombok Utara, H Syarifudin SH MH bersama Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati lawatan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan desa di Kecamatan Tanjung dan Pemenang, Selasa (21/10/20).

Turut hadir pada acara di Kecamatan Tanjung Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Asisten Bidang Hukum dan Pemerintahan Kawit Sasmita SH dan Asisten Bidang Administrasi Umum Evi Winarni M Si, unsur pimpinan OPD, para kepala desa dan para tamu undangan.

Plt Bupati Lombok Utara H Syarifudin SH MH dalam sambutannya menyampaikan, monev kali ini menyoroti bangunan fisik maupun non fisik yang sudah dilakukan oleh pemerintah.

Seberapa jauh  insfrastruktur desa yang strategis dengan akses jalannya. Semisal jalan yg dilalui di Desa Sokong dan desa lainnya.

“Harapan saya kunjungan hari ini ada hasilnya, bukan hanya seremonial,” tegasnya.

Terkait pilkada. Plt Bupati menyatakan, semua tim memiliki cara untuk merayu, mempunyai cara untuk menggoda. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini bisa jadi bahan mereka dalam menjatuhkan atau memenangkan lawan.

“Saya tidak ingin, kedua kandidat kita cacat, karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita ingin demokrasi yang baik, berkulitas sehingga hasilnya juga akan baik,” ujarnya.

Pilkada nantinya bisa dilaksanakan dengan aman dan dan lancar, sesuai tahapan yang ada.

Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati di Kantor Camat Pemenang menyebutkan, hal yang mungkin perlu mendapatkan klarifikasi tentang bagaimana pengaturan perangkat yang ada di desa misalnya di Desa Sesait dan baru-baru ini di Desa Segara Katon.

Selain itu pula, terkait dengan program RTG, mendapat banyak permasalahan di lapangan yang memang saat ini kebijakannya masih di pemerintah pusat. Kemudian yang berkembang di masyarakat yaitu terkait Jadup, terus berupaya.

Menanggapi masalah pandemi Covid-19, Pj Sekda KLU mengatakan penanganan harus serius, karena per hari ini (21/10) sudah ada 15 orang yang terdampak positif.

“Kita harus betul-betul serius menanganinya. Membuat surat edaran, kita sederhanakan acara-acara tidak perlu ada acara yang berlebihan di tingkat masjid, dusun, atau masyarakat. Pelaksanaan Maulid Adat, mohon jadi perhatian kita. Karena ini potensi besar yang menimbulkan kerumunan-kerumunan,” tandasnya.

 

Roadshow kali ini merupakan roadshow monev Pemdes dan kecamatan yang terakhir dikunjungi.

Sebelumnya, Selasa (20/10), Plt Bupati bersama Pj Sekda didampingi para asisten dan unsur pimpinan OPD melakukan monev di Kecamatan Gangga. Rangkaian acara roadshow tiap kecamatan, diakhiri dengan penyerahan santunan kematian bagi ahli waris yang berhak menerimanya.

sas




Pasangan SALAM Meneladani Pahlawan Nasional, Berziarah ke Makam Almagfurullah

’21 Oktober 23 tahun lalu, Almagrufullah Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid wafat. 21 Oktober 2020 kemarin, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan datang berziarah ke makam ulama kharismatik yang juga Pahlawan Nasional dari NTB tersebut’

lombokjournal.com

MATARAM ;   MELEPAS alas kaki, dengan takzim Hj Putu Selly Andayani berjalan ke area makam Almagfurullah Maulana Syaikh. Dan selanjutnya adalah khidmat.

Di depan makam yang terletak dalam kompleks Musala Al Abror, Pondok Pesantren Darunahdhlatain Nahdlatul Wathan tersebut, Selly bersimpuh. Calon Wali Kota Mataram tersebut khusyuk dalam dzikir dan doa.

Ziarah digelar sederhana. Selly hanya membawa rombongan kecil dari Mataram. Didampingi Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan beserta isteri tercintanya dan keluarga inti.

Turut serta Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram Hj Istiningsih dan Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Ziarah tersebut dilakukan tepat pada haul ke-23 Maulana Syaikh. Pendiri Madarasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) tersebut wafat pada Selasa, 21 Oktober 1997.

Hari yang akan selalu dikenang mengingat kehilangan dan duka mendalam yang dialami umat Islam Bumi Gora kala itu.

Bagi Hajjah Selly, ziarah ke makam Almagfurullah memiliki arti yang teramat penting. Bukan lagi sebagai kewajiban insan yang masih hidup. Atau wujud dharma bakti generasi penerus pada pahlawan kusuma bangsa. Tapi lebih dari itu.

Selly mendapat banyak wejangan dari sang suami H Rachmat Hidayat. Betapa Almagfurullah telah begitu banyak memberi pada keluarga besar mereka.

Mendiang mertuanya, Guru Ramiah dan Ratnasih di Rumbuk, Sakra, Lombok Timur, begitu dekat dengan Almagfurullah.

“Sebagai ulama, doa beliau diijabah oleh Allah. Apa yang kami capai sebagai keluarga hari ini, adalah karena doa dan karomah Almagfurullah,” kata Selly usai menjalani ziarah.

Semasa hidupnya, dalam setiap perjumpaan dan silaturahmi keluarga, Almagfurullah selalu memanjatkan doa untuk pencapaian terbaik suaiminya dan keluarga.

Selly diberitahu, bagaimana Almagfurullah memegang kepala suaminya yang masih muda kala itu dan meniup ubun-ubunnya di setiap penghujung doa.

Publik Bumi Gora kini mencatat, betapa Rachmat Hidayat memiliki karir politik yang gemilang. Saat ini adalah periode ketiga politisi berambut perak tersebut duduk sebagai Anggota DPR RI setelah sebelumnya berkarir panjang di DPRD kabupaten dan provinsi.

Selly mengungkapkan, Almagfurullah adalah qudwah hasanah. Teladan kebaikan bagi dirinya, sang suami, dan seluruh keluarga besar.

“Almagfurullah adalah panutan kami,” katanya.

Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini tahu, bagaimana Almagfurullah menjadi mercusuar pengembangan pendidikan Islam dan pendidikan umat di NTB.

Tiada hendak menafikan peran serta para aulia dan ulama kharismatik Bumi Gora yang lain, Selly menekankan betapa kecemerlangan dan kegemilangan dunia pendidikan Islam di NTB saat ini, atas sumbangsih besar Almagfurullah.

Sejarah mencatat, ulama kharismatik yang lahir pada 5 Agustus 1898 di Bermi, Pancor tersebut, selain sebagai ulama dan pejuang, juga adalah pelopor pendidikan di Pulau Lombok. Almagfurullah adalah orang pertama di NTB yang memperkenalkan penggunaan kursi dan meja dalam belajar agama.

Sistem ini diterapkan pada lembaga pendidikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiyah dan Madrasah Nadhlatul Banat Diniah Islamiyah yang didirikannya selepas kembali dari menimba ilmu di Makkah pada 1937 silam.

“Dan itu dilakukan beliau dalam intimidasi penjajah kolonial Belanda,” kata Selly.

Karena itu, bagi Selly, Almagfurullah adalah pejuang agama dan juga pejuang negara. Sebab, lembaga pendidikan yang didirikan Almagfurullah pada akhirnya lebih dari sekadar tempat belajar ilmu keagamaan.

Madrasah NWDI dan Madrasah NBDI yang didirikannya digunakan sebagai basis perlawanan terhadap penjajahan. Bahkan saat perang revolusi kemerdekaan, Almagfurullah bersama para guru menginisiasi pembentukan “Gerakan Al-Mujahidin”.

Sejarah mencatat, bersama gerakan-gerakan rakyat lain di Pulau Lombok, Al-Mujahidin berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan Soekarno-Hatta di Jakarta.

Almagfurullah memimpin penyerbuan tanksi militer milik NICA, Tentara Sekutu, di Selong pada 7 Juli 1946. Dalam peristiwa tersebut, TGH Muhammad Faisal Abdul Majid, adik kandung Almagfurullah gugur.

Kemarin, selepas ziarah dari makam Almagfurullah, Selly bersama TGH Abdul Manan dan rombongan kemudian berziarah dan melakukan tabur bunga pula ke makam TGH Muhammad Faisal di Makam Pahlawan Rinjani di Selong. Almarhum TGH Muhammad Faisal adalah pejuang pertama yang dimakamkan di Makam Pahlawan tersebut.

Ziarah ke Makam Orang Tua

Sementara itu, sebelum ziarah ke makam Almagfurullah Maulana Syaikh, Selly terlebih dahulu nyekar ke makam mendiang orang tua sang suami, Guru Ramiah dan Ratnasih, di kompleks pemakaman keluarga besar di Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.

Di kompleks pemakaman tersebut, Hajjah Selly berdzikir dan memanjatkan doa dengan khusyuk agar kedua orang tuanya dan seluruh keluarga yang telah berpulang mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Turut mendampingi ziarah ke makam keluarga ini para keluarga besar yang ada di Rumbukdan sejumlah Tuan Guru.

Sementara itu, bersama TGH Manan, selepas dari Makam Pahlawan Rinjani, rombongan Hj Selly juga melihat dari dekat Tugu Nasional yang ada di Selong. Tugu ini adalah tugu pahlawan.

Tugu tersebut kini berada di depan kompleks kediaman resmi Bupati Lombok Timur. Tadinya, tempat di mana tugu ini berada, adalah lokasi makam pahlawan di Lombok Timur sebelum kemudian dipindahkan ke Makam Pahlawan Rinjani di lokasi sekarang. Selepas dari sana, rombongan kemudian kembali ke Mataram.

Silaturahmi dengan TGB

Di lain sisi, kemarin, awak media juga menyampaikan pertanyaan menggelitik ke Hajjah Selly. Ini terkait langkah dirinya yang tidak terlihat bersilaturahmi ke TGB HM Zainul Majdi, seperti sejumlah kandidat yang akan maju dalam Pilkada Kota Mataram.

Selly menuturkan betapa hubungan dan kedekatan dengan Gubernur NTB dua periode tersebut masih terjalin sangat erat. Komunikasi juga terjalin dengan sangat baik. Bagi Selly, TGB adalah sosok yang dijunjung tinggi dan akan selalu ditempatkannya sebagai pemimpin dan panutan.

“Beliau akan selalu seperti itu. Karena buat saya, tidak ada istilah mantan pemimpin,” kata Selly.

Dia menegaskan, TGB saat ini adalah milik seluruh umat. Milik seluruh masyarakat Bumi Gora. Bahkan, saat ini cucu pahlawan nasional Almagfurullah Maulana Syaikh tersebut bukan hanya tokoh Bumi Gora. Melainkan sudah menjadi tokoh nasional menyusul kiprah dan sumbangsihnya untuk Indonesia.

Karena itu, Selly tidak ingin mengkoyak-koyakkan hal tersebut. Apalagi dengan datang bersilaturahmi lalu berharap-berharap mendulang insentif elektoral dari hal tersebut. Dirinya tak mau seperti itu.

Buat Selly, sebagai pemimpinnya di lingkup birokrasi Pemprov NTB, TGB tahu persis kapasitasnya. Hafal kemampuan dirinya. Mengenal persis bagaimana cara dirinya bekerja. Mulai dari perencanaan hingga mengeksekusi dan mengevaluasi program di lapangan.

Bahkan TGB pula yang pada masa jabatannya sebagai Gubernur NTB menunjuk dan melantik dirinya sebagai Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015. Sebuah kepercayaan yang kemudian bertekad dibalas Selly dengan bekerja sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat Kota Mataram.

Me