UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 23 Oktober 2020, Bertambah 6 (Enam) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB,Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium Prodia dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (23/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 146 sampel dengan hasil 135 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 6 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 6 (enam ) kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (23/10/20) sebanyak 3.831 orang, dengan perincian 3.120 orang sudah sembuh, 217 meninggal dunia, serta 494 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 6 (ENAM)  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3826, an. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 3827, an. BNH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 3828, an. IMDW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara, Mataram;
  4. Pasien nomor 3829, an. SDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  5. Pasien nomor 3830, an. YTPF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  6. Pasien nomor 3831, an. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari Jum’at terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2061, an. H,perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2079, an. HPP,laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2320, an. AGM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2400, an. DIS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2442, an. A, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2480, an. MS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3300, an. LHAW, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3474, an.S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3488, an.B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3489, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3517, an. EA, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 3536, an. UNAG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 3542, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3595, an. F, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum;at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3815, an. K, lakilaki, usia 68 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, Untuk mencegah penularan Covid-19 diperlukan perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut 3 hal yakni :

  1. Iman, yaitu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing;
  2. Aman, yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun; serta
  3. Imun, yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Menurutnya,  makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting.

Mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Hj. Niken Apresiasi Pelaksanaan Kemah Dakwah Immawati

Dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih banyak berkontribusi membantu masyarakat untuk memberikan solusi-solusi atas masalah yang terjadi di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah  menjadi keynote speaker kegiatan Kemah Dakwah Immawati di Universitas Muhammadiyah Mataram, Jumat (23/10/20).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menanamkan Nilai Tri Kompetensi Dasar Ikatan dalam Mewujudkan Immawati yang Mandiri, Loyal dan Berkemajuan”.

Hj. Niken mengapresiasi kegiatan Kemah Dakwah ini karena merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia terutama dari kalangan mahasiswi.

Pada masa pandemi ini sangat membutuhkan SDM yang mampu bertahan dan memberikan solusi atas apa yang terjadi serta dapat meningkatkan kualitasnya dari berbagai sisi seperti iman, ilmu dan amalnya.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswi para Immawati untuk banyak belajar menerima ilmu dari senior-senior dari para tokoh-tokoh agar mereka bisa mendapatkan bekal yang baik,” jelasnya.

Hj. Niken mendukung para Immawati agar dapat memperbesar kapasitas diri belajar melaksankan tugas-tugas, dan belajar tentang tenggang rasa.

“Kita sedang memperbesar kapasitas diri kita, saya selalu mendukung semua ananda, anak-anak muda yang ingin belajar setinggi-tingginya,” tutur Hj. Niken.

Ia berharap dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih banyak berkontribusi membantu masyarakat untuk memberikan solusi-solusi atas masalah yang terjadi di masyarakat.

“Tentu saja harapan saya kegiatan kemah dakwah ini bisa dilanjutkan lagi dengan kegiatan-kegiatan amal sholeh yang bermanfaat bagi masyarakat karena mahasiswa adalah harapan masyarakat untuk bisa membantu mereka memberikan solusi-solusi atas masalah mereka,” tutur Hj. Niken.

Ketua Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berharap, Immawati sebagai kader perempuan dan penguat jati diri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Pembinaan Moral dapat tertanam dalam diri setiap anggotanya.

“Karena memang pada dasarnya, kita harapkan tertanamnya 3 nilai yang ada di dalam Immawati seperti intelektualitasnya, religiulitasnya dan humanitasnya,” tuturnya.

Hal tersebut demi terwujudnya organisasi Islam yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, 3 hal tersebut harus ada dalam diri Immawati.

“Sebab ilmu tanpa agama itu buta dan agama tanpa ilmu itu pincang. Sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” serunya.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kota Mataram mengatakan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan terus maju dan berkembang ke depan untuk melahirkan kader-kader yang potensial untuk melanjutkan estafet keberlanjutan Muhammadiyah.

“Terima kasih banyak telah memberikan kesempatan dan membangun satu frekuensi yang sama untuk NTB yang berkemajuan,” katanya.

Rr/HmsNTB




CAPITAL MARKET SUMMIT & EXPO (CMSE) 2020

MATARAM.lombokjournal.com

OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual.

Diselenggarakan pada Senin (19/10/20) hingga Sabtu (24/10/20), CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia, sebagai sarana untuk menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakehoders dan publik.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut.

Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia

Capital Market Summit & Expo 2020 di Hari ke 4,  Kamis 22 Oktober 2020

SEMINAR WASPADA INVESTAsI

NARASUMBER : Tongam L Tobing (Ketua Satgas Waspada Investasi)

Data temuan investasi illegal Tahun 2020 (per September 2020) :

  1. 195 entitas investasi Ilegal,
  2. 75 entitas gadai illegal,
  3. 820 entitas fintech peer-to-perr lending illegal

Permasalahan Investasi Ilegal

  1. Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat
  2. Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru “member get member”
  3. Memanfaatkan tokoh masyarakat / tokoh agama/ Fublic Figure untuk menaik minat investasi
  4. Klaim tanpa resiko (free risk)
  5. Legalitas tidak jelas
  • Tidak memiliki izin
  • Memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha
  • Memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak    sesuai dengan izinnya

Penyebab Masih Marakya Inveatasi Ilegal

Penyebab Utama : Masyarakat mudah tergiur bunga tinggi, Masyarakt belum paham investasi, Kemudahan membuat penawaran investasi illegal

Dampak yang ditimbulkan : Menimbulkan ketidakpercayaan dan image negative terhadap produk keuangan, menimbulkan potensi instabilitas (korban yang cukup besar), mengganggu proses pembangunan

Modus Investasi Ilegal

  1. Kegiatan ECF Tanpa Izin : sesuai POJK Nomor 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding). Penyelenggara yang melakukan Equity Crowdfunding wajib memiliki izin OJK. Penyelenggara Equity Crowedfunding berbentuk badan hukum Indonesia, seperti Perseroan Terbatas atau Koperasi, bukan perorangan. Saat ini ada 3 ECF berizin OJK yaitu : Santara, Bizhare, Crowddana.
  2. Kegiatan Penasehat Investasi Tanpa Izin
  3. Penawaran Investasi dengan skema money game
  4. Duplikasi Website Perusahaan Berizin ; Mengatasnamakan perusahaan berizin sehingga menimbulkan rasa percaya, Menggunakan logo instansi. Seakan-akan diawasi instansi terkait.

Apa yang dilakukan Satgas Waspada Investasi

  1. Tindakan Preventif
  • Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat
  • Memperkuat Satgas Waspada Investasi
  • Mewajibkan seluruh industry untuk segera mendapatkan izin dari Otoritas
  • Meningkatkan peran Satgas Waspada Investasi di daerah untuk deteksi dini dengan     merespon cepat Pengaduan Masyarakat
  • Publikasi kegiatan investasi illegal untuk menciptakan tren jumlah investasi illegal menurun
  •  Himbauan kepada masyarakat untuk mengi
  1. Tindakan Represif
  • Menangani investasi illegal sebelum banyak korban dengan menghentikan aktivitas perusahaan investasi illegal
  • Mengumumkan investasi illegal kepada masyarakat melalu Siaran Pers
  • Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kemenkominfo
  • Memperkuat proses penegakan hukum bagi pelaku investasi illegal.

 




Gubernur Tandatangani MoU dengan PLN untuk Pengembangan Sepeda Listrik

Pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya yang paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PLN tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle atau Matric-B, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (23/10/20).

Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dengan General Manager PLN UIW NTB, Ir. Lasiran MH.

Gubernur mengutip pepatah Tiongkok ‘Perjalanan Panjang Selalu Dimulai Dari Langkah Pertama’. Sebab pepatah itu relevan dengan apa yang menjadi program saat ini, yaitu pengembangan kendaraan listrik yang merupakan kendaraan masa depan.

Dikatakan, hari ini adalah satu langkah awal untuk mengubah cara pandang masyarakat NTB khususnya, bahwa sebenarnya kita semua memiliki kemampuan.

Pandemi Covid-19 di NTB memang berdampak terhadap banyak hal, namun selalu ada terobosan baik di tengah musibah tersebut.

“Saya masih teringat awal-awal Corona virus, orang mengalami kelangkaan masker, akhirnya ada yang import masker dari luar, dari Jawa. Namun kini, tidak hanya masker, kendaraan listrik pun kita mampu membuatnya”, ungkap Gubernur.

Menurutnya,  pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya yang paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung.

“Tidak ada produk teknologi Tiongkok, Korea, India pas lahir lalu sempurna, pasti dia diremehkan dulu, dibully, tapi seiring berjalannya waktu ada feedback dari masyarakat,” kata Gubernur.

Jika sepeda listrik ini dilaunching dengan harga Rp 20 juta per unit pasti banyak orang yang akan bertanya-tanya karena harganya yang mahal.

Namun, jika belajar dari negara berkembang, semua produk pasti mengalami fase seperti itu, yang membedakannya adalah berani untuk memulai.

“Saya kira ini jadi momentum penting, kalau sepeda listrik yang begini saja bisa kita buat, apalagi sekedar masker, cold storage. Mudah – mudahan dengan semangat industrialisasi ini bisa kita mulai dari NTB dan pemicunya adalah dengan kehadiran PLN, hidup menjadi lebih baik”, tutur Bang Zul.

50 Unit bulan Desember

Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB melaporkan perkembangan pengembangan Sepeda Listrik Matric-B yang pada saat ini sudah berjumlah 15 unit. Diupayakan pada di tangal 17 Desember 2020 nanti, sudah ada 50 unit sepeda listik Matric-B dalam rangka menyambut HUT NTB.

PLN juga akan mempercepat Pengembangan Sepeda Listrik Matric-B untuk mendukung terlaksananya MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Saat itu Gubernur menerima penyerahan CSR peralatan pendukung produksi sepeda listrik Matric-B dari GM PT. PLN UIW NTB.

Selain itu ada penyerahan secara simbolis pemesanan 15 unit sepeda listrik Matric-B dari GM PT. PLN UIW NTB kepada Kadis Perindustrian NTB.

Rr/HmsNTB




Mobile JKN, Kemudahan Layanan Kesehatan dari BPJS  Kesehatan di Masa Pandemi

Tahun 2020 ditargetkan sebagai tahun kepuasan peserta dan peningkatan pelayanan. BPJS Kesehatan telah mencanangkan 10 komitmen perbaikan layanan

MATARAM.lombokjournal.com –

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penambahan sejumlah fitur pendukung pada aplikasi Mobile JKN merupakan bukti  dari komitmen tersebut.

Platform Mobile JKN yang pertama kali dirilis pada 15 November 2017 itu, awalnya hanya berisi informasi dasar, seperti data kepesertaan, kartu digital, dan tagihan.

Memang ada fitur lain macam pendaftaran pelayanan dan akses pengubahan data peserta, aplikasi Mobile JKN yang berjalan di smartphone Android dan iOS tersebut masih sepi pengguna alias belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh para peserta BPJS Kesehatan.

Kini, memasuki tahun ketujuh pengelolaan program JKN-KIS, aplikasi Mobile JKN pun ikut ditambah dengan sejumlah teknologi pendukung.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, BPJS Kesehatan menargetkan 2020 sebagai tahun kepuasan peserta dan peningkatan pelayanan. BPJS Kesehatan telah mencanangkan 10 komitmen perbaikan layanan.

Misalya, melakukan simplifikasi prosedur layanan cuci darah, menghadirkan layanan antrean elektronik untuk memberikan kepastian waktu layanan, serta melakukan integrasi sistem informasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit dengan sistem informasi BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN.

“Pada usia ke-52 tahun ini, BPJS Kesehatan berada dalam performa yang matang. Namun dalam menjalankan tugasnya, BPJS Kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem Program JKN-KIS sehat sehingga penyelenggaraan JKN-KIS bisa berjalan optimal,” ujar Fachmi Idris melalui siaran pers BPJS Kesehatan, Rabu (15/07/20).

Selain untuk meningkatkan kualitas layanan, langkah tersebut diambil guna memberikan kemudahan dan keterbukaan akses informasi bagi peserta asuransi.

Fitur-fitur yang ditambahkan pada Mobile JKN, yakni skrining mandiri Covid-19, fasilitas konsultasi kesehatan online dengan dokter, cek jadwal operasi, dan informasi ketersediaan tempat tidur kosong untuk pasien membutuhkan.

Seluruh fitur tambahan tersebut menuai respons positif karena membantu masyarakat mendapat layanan kesehatan optimal, terlebih di tengah kondisi pandemi virus corona.

Seperti diketahui, segala aktivitas tatap muka, apalagi di tempat yang banyak kerumunan massa, sebisa mungkin dihindari selama pandemi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Maruf mengatakan, kondisi kesehatan peserta JKN-KIS menjadi prioritas. Karena itu, pihaknya mendorong peserta memanfaatkan layanan non-tatap muka seperti aplikasi Mobile JKN.

Sebagai contoh, bagi masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, tapi masih bisa ditangani tanpa perlu tatap muka, bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk konsultasi via daring dengan dokter.

Lebih lengkapnya, berikut penjelasan fitur terbaru aplikasi Mobile JKN yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa perlu tatap muka.

Skrining mandiri Covid-19

Kesigapan deteksi dini terhadap gejala Covid-19 perlu dilakukan, apalagi jika seseorang punya riwayat kontak dengan pasien virus corona atau singgah di tempat berstatus zona merah. Lewat aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan “Skrining Mandiri Covid-19” untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Cukup menjawab dengan benar pertanyaan yang tertera di menu “Skrining Mandiri Covid-19”, seperti kondisi kesehatan, riwayat perjalanan, dan kontak pasien terindikasi Covid-19, peserta akan mendapatkan hasil deteksi dan arahan selanjutnya.

Konsultasi dengan dokter  

Melalui fitur konsultasi dokter, peserta BPJS Kesehatan dapat berkonsultasi via chat dengan dokter di FKTP soal gangguan kesehatan yang tengah dialami. Dengan demikian, potensi penularan Covid-19 dan penyakit lainnya dapat ditekan.

Untuk menggunakan layanan tersebut, peserta cukup akses menu “Konsultasi Dokter”, lalu klik “Mulai Konsultasi”. Jangan lupa jelaskan keluhan kesehatan guna memudahkan dokter mendiagnosis penyakit.

Tak hanya diperuntukkan untuk menangani keluhan penyakit, fitur konsultasi dokter tersebut juga bisa dimanfaatkan apabila peserta ingin mencari tahu informasi seputar kesehatan. Cari tahu jadwal operasi Selain konsultasi,

Jadwal Tindakan Operasi

Mobile JKN juga menyediakan fitur “Jadwal Tindakan Operasi” guna mengakomodasi kebutuhan para peserta BPJS Kesehatan yang hendak menempuh tindakan medis berkelanjutan, seperti operasi.

Lewat fitur tersebut, peserta dapat mengetahui informasi seputar jadwal pelaksanaan operasi, nama rumah sakit yang ditunjuk faskes primer atau rujukan, dan tenaga kesehatan yang menangani pembedahan.

Cek ketersediaan tempat tidur rumah sakit Bagi peserta yang memerlukan rawat inap, informasi ketersediaan tempat tidur juga bisa dicek melalui fitur “Ketersediaan Tempat Tidur di Rumah Sakit” pada aplikasi Mobile JKN.

Layanan itu bisa digunakan jika faskes rujukan pertama tidak lagi memiliki tempat tidur kosong untuk peserta. Data ketersediaan tempat tidur yang ditampilkan pun bersifat real time sehingga peserta tak perlu repot bolak-balik pergi atau menelepon rumah sakit.

Rr/Kmp.com




Kunjungi Desa-desa, Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas saat Pilkada

Membangun NTB Gemilang membutuhkan sinergi dan kekompakan dari pemerintah dan juga masyarakat

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com

Tujuh kabupaten/kota di Provinsi NTB saat ini sedang menyambut pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada).

Terkait hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah rutin bersilaturahmi mengunjungi desa-desa, mengajak masyarakat agar ikut menjaga kondusifitas selama Pilkada berlangsung.

Begitu juga saat Gubernur mengunjungi Desa Pendua, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (23/10/20), dengan hangat dan penuh kekeluargaan Bang Zul mengajak masyarakat agar dewasa dalam menyambut pesta demokrasi tahun ini.

“Kita sedang di dalam nuansa Pilkada, oleh karena itu pastikan bahwa desa kita, dusun kita, Lombok Utara ini kondusif, aman dan tertib. Tidak boleh karena perbedaan calon yang kita dukung, tidak boleh karena perbedaan partai yang kita usung, membuat kita kehilangan kehangatan persaudaraan,” ucap Bang Zul.

Menurutnya, pilihan yang berbeda dalam Pilkada merupakan suatu hal yang lumrah. Bahkan, Pilkada merupakan siklus untuk mengingatkan bahwa rakyatlah yang memegang kekuasaan yang sesungguhnya.

Selain itu, Bang Zul berjanji kebiasaan mengunjungi desa-desa dan bercengkrama dengan masyarakat akan terus dilakukan. Sebab membangun NTB Gemilang membutuhkan sinergi dan kekompakan dari pemerintah dan juga masyarakat.

“Sebelum jadi Gubernur, kami dulu berjanji kepada masyarakat bahwa kalau kami jadi pemimpin baru di NTB ini, kami akan tetap setia untuk menyapa masyarakat berkunjung ke Pondok Pesantren, datang ke desa-desa, dusun-dusun, menjumpai tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya sebagai kecintaan kita pada masyarakat,” jelasnya.

Hal ini disebut Bang Zul sebagai bukti bahwa pemimpin tidak boleh melupakan masyarakatnya. Sebaliknya, pemimpin baginya ialah orang yang dengan kerendahan hati dan penuh kesetiaan dalam melayani masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bukan menjadi kedatangan kita yang terakhir di Desa Pendua ini,” lanjut Bang Zul.

Ia berharap, tiap desa di NTB memiliki Kepala Desa yang visioner dan penuh semangat dalam mengabdi dan membangun desanya.

Bang Zul optimis desa-desa di NTB kedepannya akan semakin maju apabila dipimpin oleh kepala desa yang mumpuni.

Membawa manfaat

Sebelumnya, Kepala Desa Pendua, H. Abu Agus Salim Tohiruddin menyebut kehadiran Gubernur ke Desa Pendua hari ini tak disangka-sangka. Ia menganggap kedatangan orang nomor satu di NTB itu merupakan sebuah bukti bahwa Gubernur ialah sosok yang akrab dan merangkul semua elemen masyarakatnya.

“Tentu sekali kehadiran Gubernur akan membawa banyak manfaat di desa Pendua ini,” ujarnya.

Agus Salim mengungkapkan, Desa Pendua menjadi salah satu desa termuda yang ada di Lombok Utara. Sama seperti kebanyakan daerah di NTB, desa ini menjadikan pertanian dan peternakan sebagai mata pencaharian utamanya.

Tak hanya itu, saat ini Desa Pendua sedang fokus membudidayakan ikan air tawar dan pengembangan komoditi unggulan tanaman hortikultura. Dengan hal ini, tentu saja sektor pangan menjadi hal yang menonjol di Desa Pendua.

“Jadi Alhamdulillah program-program dari Kementerian Pertanian juga ada, dari provinsi juga banyak dan beberapa tahun yang lalu tahun 2018 dan 2019 putra-putri dari Desa Pendua secara berurutan terpilih sebagai Pemuda pelopor tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat di bidang pangan,” terang Agus Salim.

Ia pun berharap, kedatangan Gubernur dapat menjadi penyemangat warga yang ada di Desa Pendua. “Ini adalah awal yang baik, karena silaturahmi pasti akan membawa manfaat yang baik bagi kita semua,” kata Agus Salima.

Turut pula mendampingi Gubernur dalam silaturahmi kali ini, Kepala BPBD Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB dan Kepala STIPark NTB Banyumulek.

Rr/HmsNTB




Bantuan Ventilator dari USAID, Diserahkan Wagub ke RSUD Dr. Soedjono Selong

Nakes diingatkan untuk menguatkan sinergi serta meniatkan seluruh pekerjaan sebagai ladang ibadah

LOTIM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan dari United States Agency for International Development (USAID), berupa 3 buah ventilator untuk Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedjono, Selong.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,  Jumat (23/10/20).

Selain ventilator, lembaga bantuan Internasional milik pemerintah Amerika Serikat tersebut juga menyerahkan ribuan masker guna membantu Pemprov NTB dalam menekan penyebaran Covid-19.

“InsyaAllah, berkat bantuan ini, tingkat kesembuhan Covid-19 di provinsi NTB semakin meningkat,” ungkap Wagub di RSUD Soedjono Selong.

Didampingi Asisten 1, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, tak lupa wagub mengingatkan tenaga kesehatan untuk tetap berikhtiar semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mari perkuat sinergi, kita berjuang bersama dalam melayani masyarakat,” tambah Wagub yang populer disapa Umi Rohmi tersebut.

Di masa Covid-19 ini, lanjut Wagub, tenaga kesehatan benar-benar diuji kesabarannya, bagaimanapun, Nakes berada di garis depan menangani masyarakat. Untuk itu, Umi Rohmi mengingatkan Nakes untuk menguatkan sinergi serta meniatkan seluruh pekerjaan sebagai ladang ibadah.

“Di masa-masa yang sulit ini, kita harus saling bahu membahu, dengan begitu, seberat apapun masalah kita, bisa kita selesaikan bersama,” ungkap Umi Rohmi.

Direktur RSUD  Dr. R. Soedjono Selong dr. Moh Tantowi Jauhari,Sp.B mengaku bersyukur dengan bantuan ventilator tersebut. Ia mengaku, bantuan yang diberikan saat ini menambah kekurangan ventilator yang ada di RSUD Soedjono selong.

“Kami bersyukur, bantuan ini menambah kekurangan ventilator di RSUD yang kita cintai ini,” ungkap Tantowi.

Di hadapan Wagub, Tantowi berterimaksih atas kedatangan Umi Rohmi untuk kesekian kalinya dalam menyemangati tenaga kesehatan. Menurut Tantowi, semangat serta sinergi yang baik sangat dibutuhkan oleh seluruh jajahan RSUD Soedjono selong.

“Alhamdulillah kedatangan Ibu Wagub menambah semangat kami untuk tetap melayani masyarakat,” tutup Tantowi.

Rr/HmsNTB




Buka Kegiatan Literasi Media,  Plt Asisten III KLU: Media Digital Berikan Edukasi pada Masyarakat

Media menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB menggelar acara kegiatan literasi media dengan tema “Bijak Bermedia di Era Kenormalan Baru”, di Tanjung Lombok Utara, Kamis (22/10/20), yang diikuti pengelola radio, kaum milenial, mahasiswa dan undangan lainnya.

Kegiatan itu dibuka oleh Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, didampingi Ketua KPID NT,B Yusron Saudi ST MPd, menghadirkan narasumber Wakil Ketua KPID NTB Andayani SE MM,  Komisioner KPID NTB, Sadhan SPd.

Evi Winarni MSi

Plt Asisten III Setda KLU Evi Winarni MSi mengatakan, melalui media digital dapat memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Agar di era pandemi tidak menjadi lemah, tetapi harus tetap berkarya dengan inovasi.

“Semoga acara ini sesuai dengan tujuannya, bagaimana menyaring informasi di media, memberikan informasi yang baik dan bermanfaat,” harapnya.

Dikatakannya, keberadaan media membantu situasi saat ini seperti di KLU. Menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19, harus disampaikan rilisnya kepada masyarakat.

Jika tidak ada media maka masyarakat tidak tahu. Lanjutnya, bagaimana menginformasikan kepada masyarakat secara reguler.

“Adanya intensitas media meliput dan menginformasikan, masyarakat bisa membedakan mana hoaks, mana informasi benar yang harus disampaikan ke publik atau kemudian informasi yang harus segera dilanjutkan ke masyarakat, mengenai regulasi dan lain-lain yang bermanfaat,” imbuhnya.

Diharapkan melalui ajang ini, bisa lebih kreatif, dan inovatif untuk ke depan ada pembentukan lembaga-lembaga penyiaran nantinya, sesuai aturan yang berlaku, tuturnya.

Plt Asisten yang juga Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan itu menyatakan, media dapat mempromosikan pariwisata, ritual adat, bahasa daerah termasuk hasil-hasil pertanian produktif yang bisa dijual ke daerah lain.

Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi ST MPd mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Program Literasi Media dan Penyiaran Publik. Kegiatan yang dilakukan hampir pada seluruh kabupaten/kota di NTB.

Disampaikannya, bencana alam maupun non alam biasanya dibarengi dengan bencana informasi sehingga KPID merasa penting mengambil bagian, bagaimana mengurangi bencana informasi ini.

“KPID mengawasi seluruh radio dan televisi di NTB yang jumlahnya mencapai 67. Ada televisi nasional, Lembaga Penyiaran Publik, (LPP). KLU termasuk yang kita dorong untuk memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal, sudah beberapa kali Bagian Humas dan Protokol, konsultasi termasuk mendorong adanya regulasi perda,” tuturnya.

Dikatakannya, lembaga penyiaran swasta yang ada di KLU adalah Silver FM, sedangkan televisinya belum ada.

Kaum muda perlu produktif dan inovatif dalam membantu masyarakat dengan keberadaan lembaga penyiaran publik. Menuju penyiaran digital, yang membuka peluang dan usaha baru bagi milenial muda untuk lebih inovatif.

Usai foto bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber, guna peningkatan kapasitas pemahaman, terkait literasi media di era pandemi. Penyiaran publik yang sehat dan bijak dalam bermedia.

sas




Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Pj Sekda KLU Tekankan Pentingnya Penguasaan Teknologi

Tanpa penguasaan teknologi khususnya IT, akan tergerus oleh perkembangan zaman

GANGGA.lombokjournal.com

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Raden Nurjati menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional, di Ponpes Syamsul Huda Lekok Gondang, Kecamatan Gangga, Kamis (22/10/20).

Mengangkat tema “Santri Bersholawat, Lombok Utara kuat, Indonesia Hebat, diawali dengan upacara bendera dilanjutkan dengan tabligh akbar serta diakhiri sejumlah lomba.

H. Raden Nurjati

Pj Sekda H. Raden Nurjati mengawali sambutan menyampaikan selamat Hari Santri Nasional bagi seluruh santri di gumi Tioq Tata Tunaq.

Menurutnya, sebagaimana tujuan pendidikan nasional yang berupaya meningkatkan, melaksanakan serta menggali ilmu pengetahuan dan teknologi, baik pada lingkungan pendidikan umum maupun pendidikan di pondok pesantren atau madrasah.

“Tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi maka kita tergerus oleh perkembangan zaman. Bagaimana masyarakat kita bersaing dalam kegiatan untuk mendapatkan suatu prestasi,” katanya.

Dirinya meminta anak-anak KLU mengejar ilmu pengetahuan semaksimal mungkin. Pasalnya rata-rata pendidikan saat sekarang sudah maju tetapi perlu ditingkatkan terus.

Caranya menguasai teknologi, sebab tanpa penguasaan teknologi khususnya IT, maka akan tergerus oleh perkembangan zaman.

“Jadi, santri-santri nantinya betul-betul mantap secara ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi. Kemudian meningkatkan iman dan takwa. Dengan iman dan taqwa kita bisa mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah kita peroleh, sebab tanpa iman dan taqwa bisa terjerumus ke hal-hal yang negatif,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sekarang terlebih lagi saat musim pandemi kegiatan transaksi dan kegiatan lainnya dilakukan secara online. Selain itu, ia menekankan setiap orang harus punya keterampilan.

“Keterampilan ini banyak macamnya, misalnya sekarang ada keterampilan di bidang pertanian. Saat pandemi ini mengalami pertumbuhan positif tidak seperti sektor lain,” jelasnya.

Ditambahkannya pula, sehubungan dengan pandemi covid saat ini pemerintah daerah sedang dalam tahapan penegakan protokol Covid bekerja sama dengan TNI/Polri melakukan razia masker.

Bagi yang melanggar, dikenakan sanksi, baik sanksi sosial bahkan sanksi denda. Protokol kesehatan Covid-19 harus ditegakkan serta diterapkan agar penyebaran virus corona bisa dikurangi.

Ketua Tanfidziyah PCNU KLU diwakili oleh Ustadz Miptahudin MPdI menyampaikan, hari santri merupakan kado terindah bagi Nahdatul Ulama dan santriwan/santriwati di Indonesia, khususnya di KLU.

Presiden Jokowi pada 2015 menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional seraya mengajak para santri bersyukur, lantaran pemerintah telah menetapkan hari santri sebagai hari bersejarah.

“Sekarang bagaimana santri di KLU bisa tumbuh. Di mana-mana banyak pondok pesantren berdiri saat ini. Ini menunjukkan santri penting dalam kehidupan kita, baik dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Dikatakannya, PCNU KLU mengapresiasi semua pihak yang ikut menyukseskan perayaan hari santri nasional tersebut sembari meminta para santri berperan dalam membangun daerah dengan kiprah sebagai penuntut ilmu agama sekaligus ilmu umum.

“Tugas santri sekarang tidak seberat tugas santri masa-masa dulu. Kita tahu zaman dulu para santri ikut berperang melawan penjajah. Pengorbanan mereka luar biasa untuk ikut serta dalam membela NKRI. Tantangan kita sebagai santri saat ini adalah tantangan teknologi dan tantangan kebodohan menyongsong masa depan. Jadi, tugas santri saat sekarang ini adalah belajar dan belajar,” pungkasnya.

Dalam peringatan Hari Santri itu Hadir Ketua Komisi 3 DPRD KLU Artadi, S.Sos, Ketua Baznas H. Sueb Yusup MMPd serta pengurus PCNU KLU. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Nahdatul Ulama itu berlangsung meriah dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

sid




Workhsop Virtual BPJS Kesehatan, Bersama Awak Media Mitra Kerja Kantor Cabang Seluruh Indonesia

Media massa sangat dibutuhkan, terutama di tengah pandemi agar tidak terjadi disinformasi

MATARAM.lombokjournal.com –-

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar media workshop secara virtual, yang diikuti awak media mitra kerja dari berbagai Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Acara yang digelar selama 2 hari, yakni Kamis (22/10/20) dan Jum’at (23/10/20), pada hari pertama digelar 2 sesi.

M Iqbal Anas Maruf

Sesi pertama yang mengambil tema “Menjaga Keberlangsungan Program JKN KIS” menghadirkan narasumber yaitu Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, Kepala Satgas Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan KPK Kunto Ariawan, Ketua Tim Kendali Mutu, dan Kendali Biaya Pusat dr. Adang Bachtiar, Chief of Party USAID Health Financing Activity Prof. Hasbullah Thabrany dan pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio.

Pada sesi Kedua tema yang dibahas mengenai “Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.”

Di sesi Kedua workshop menghadirkan narasumber di antaranya Tb A. Choesni Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Jesejahteraan Sosial Kemenko PMK RI, Prof Budi Hidayat Pakar Asuransi Kesehatan dan Raden Pardede Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Di Mataram, Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram menggelar kegiatan virtual ini di Hotel Java Klui Senggigi. Selain dihadiri wartawan dari 5 media cetak dan online kegiatan ini juga diikuti Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sarman Palipadang.

Acara yang akan dirangkai dengan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 di hari Kedua itu dibuka oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Maruf.

Muhammad Iqbal Anas Maruf mengatakan, media merupakan pejuang keselamatan bangsa.

Peranan media massa sangat dibutuhkan, terutama di tengah pandemi agar tidak terjadi disinformasi, atau kesalahan penyampaian informasi.

“Saya juga berharap semua bisa sehat di tengah wabah pandemi saat ini,” kata Anas Maruf.

Dalam kesempatan tersebut Muhammad Iqbal Anas Maruf juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi awak media baik kehadiran dalam workshop media ini diberbagai tempat di Indonesia, dan kepesertaannya dalam lomba anugrah jurnalistik BPJS Kesehatan 2020.

Rr/Aya (*)