Gubernur NTB Ingatkan Pemda, Waspadai Investor Abal-abal

investor yang masuk di wilayah masing-masing hendaknya lebih disikapi selektif, tidak asal menerima investor tapi harus mengetahui detil kredibilitas investor itu

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com

Pemda harus mewaspadai investor abal-abal, yang hanya mencari kepentingan sesaat dan kelak berpotensi merugikan daerah.

Karena itu Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mengingatkan, Pemerintah Daerah, termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat, agar lebih selektif menerima investor yang hendak berinvestasi di daerah.

“Tentunya dengan potensi yang dimiliki KSB, akan banyak dilirik para investor untuk menanamkan modalnya dalam menggali potensi ekonomi . Namun perlu diwaspadai investor abal-abal yang tidak jelas kepemilikan modalnya,” kata Bang Zul.

Ia mengatakannya saat bersilaturahim dengan aparat Pemerintah Desa Poto Tano, para pejabat kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Provinsi NTB, di Aula Kantor Desa Poto Tano, KSB, Minggu (24/10/20).

Soal investasi tersebut diegaskan, agar investor yang masuk di wilayah masing-masing hendaknya lebih selektif untuk disikapi. Tidak asal menerima investor, tapi harus mengetahui detil kredibilitas dari investor itu.

“Kita harus memastikan investor tersebut bonafit atau tidak. Kita tak boleh menerima begitu saja, yang justru merugikan kita bersama,” tekan Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Bang Zul menegaskan, komitmen Pemprov NTB untuk ramah dengan investor, dengan tidak mempersulit dan mempermudah izin investasi di NTB.

Dengan demikian, investor hendaknya mengikuti prosedur atau mekanisme dan tata cara berinvestasi di NTB.

“Maksudnya investor harus memenuhi kelayakan syarat-syarat investasi, dan investor punya kredibilitas yang jelas. Dengan begitu kami tidak akan segan-segan mengeluarkan izin bagi investor. Yang terpenting investor itu harus bersahabat dengan  masyarakat lokal. Tak boleh lagi seperti zaman dulu sekeinginannya dalam menanamkan modalnya. Apalagi potensi sumber daya alam kita ini prospeknya bagus dan muara akhirnya ingin mensejahterakan rakyat,” harap Bang Zul.

Pada kesempatan tersebut, Pria asal Sumbawa ini juga berharap agar masyarakat bersama pemerintah senantiasa membangun NTB dengan semangat persatuan dan kesatuan, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

“Kita ingin NTB ini tetap kondusif. Jika ada masukan, saran, kritik sekalipun hendaknya disampaikan denga cara-cara yang santun, terhormat, sehingga apapun permasalahannya akan bisa cepat tertangani dengan baik,” tutup mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Dalam silaturahmi yang berlangsung hangat tersebut, Camat Poto Tano Agusman menyampaikan beberapa aspirasi masyarakat.

Salah satunya tentang  jalan provinsi yang rusak parah.  Kadis Dinas PU, H Sahdan ST. MT langsung meresponnya dengan merencanakan segera melakukan perbaikan dan membuat drainase.

“PU NTB akan segera menanganinya” janji Sahdan.

IKP/diskominfotikntb

 




Gubernur Blusukan ke Desa Terpencil di Sumbawa dan KSB

Dalam perjalanan, Gubernur bebeberapa kali terpeleset. Bahkan ada beberapa anggota rombongan yang harus dipasangi oksigen karena terjatuh dan kelelahan

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah menyapa masyarakat di pelosok desa dan dusun di Provinsi NTB. Tak jarang, dalam setiap kunjungannya, Gubernur tidur di Masjid hingga di rumah-rumah warga.

Salah satunya di Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat dan Dusun Matemega, Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Senin (26/10/20).

Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut tidur lelap di Masjid usai berdialog dengan masyarakat.

Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea yang terletak di daerah perbukitan ini memiliki suhu yang sangat dingin.

Dengan suhu yang sangat dingin, rasanya kurang nyenyak jika tidak memakai jaket ataupun selimut tebal di desa penghasil kopi tersebut.

Bang Zul merasa sangat nyaman tidur di masjid. Karena menurutnya, tidur di masjid menjadikannya lebih dekat dengan masyarakat.

“Tidur di masjid rasanya sangat nyaman, apalagi saat bangun subuh dan sholat berjamaah bersama masyarakat,” ungkap Gubernur.

Menuju Lokasi Dusun Matemega, Desa Marente, Kabupaten Sumbawa, Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah bersama rombongan berjalan kaki di tengah hutan selama tujuh jam dari Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, KSB.

Akses jalannya tak biasa, penuh lumpur, terjal, licin dan bebatuan. Melewati beberapa sungai, gunung serta jembatan bambu yang cukup bahaya. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat Gubernur untuk tetap berjalan menuju daerah tersebut.

Dalam perjalanan, Gubernur bebeberapa kali terpeleset. Bahkan ada beberapa anggota rombongan yang harus dipasangi oksigen karena terjatuh dan kelelahan.

Dalam perjalanan, beberapa kali rombongan menawarkan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Tapi, semangat Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah untuk silaturrahim dengan masyarakat tidak bisa dicegah.

Tetap semangat, harus sampai di Desa Matemega, kita semua harus silaturrahim dengan masyarakat,” ungkap Gubernur menyemangati beberapa kepala dinas yang juga ikut pada kesempatan tersebut.

Rr/HmsNTB




Wagub Serahkan Bantuan Alat Ventilator untuk Enam Rumah Sakit

Wagub mengapresiasi serta memberikan semangat kepada para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19

MATARAM.lombokjournal..com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyalurkan bantuan berupa alat ventilator ke RSUD Kota Mataram, RSU Awet Muda Lombok Barat, RSUD Praya, RSI Siti Hajar, RSAD Wira Bhakti Mataram, dan RS Harapan Keluarga,  di RSUD Kota Mataram Selasa, 27 Oktober 2020.

Bantuan dari United States Agency for International Development (USAID) ini diberikan kepada 6 rumah sakit tersebut sebagai bentuk dukungan USAID kepada Pemprov NTB dalam menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19.

“Semoga ini semakin menambah semangat kita,” ujar Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi saat memberikan sambutannya.

Dalam penanganan dan juga pencegahan pandemi Covid-19 ini, sinergi merupakan hal yang paling penting. Dengan sinergi yang baik dari berbagai pihak maka penekanan angka Covid-19 akan lebih baik pula.

“Tentunya di dalam menangani pandemi Covid-19 ini memang tidak mungkin bisa satu pihak saja yang bekerja, sinergitas itu menjadi sangat penting dan ini terbukti dengan sinergi kita semua pihak,” ujar Umi Rohmi.

Selain itu, dengan adanya pandemi ini menyadarkan kita betapa pentingnya kesehatan.

“Pandemi covid-19 ini menyadarkan semua orang betapa kesehatan itu menjadi hal yang sangat penting dalam hidup dan mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini kita pandai mengambil hikmah,” katanya.

Lebih jauh Wagub mengapresiasi serta memberikan semangat kepada para tenaga medis agar terus semangat dalam menangani pasien Covid-19 dan terus menjaga kesehatan.

“Terima kasih yang tidak terhingga atas pengabdiannya selama ini, apa yang sudah dilakukan terutama di masa pandemi ini, dari Maret sampai dengan sekarang, itu bukan waktu yang singkat tapi Insya Allah Apa yang Bapak Ibu lakukan semua akan tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala Aamiin ya Robbal Aalamin,” ucapnya.

Umi Rohmi meminta dukungan dari semua Direktur Rumah Sakit untuk turut menyukseskan salah satu program unggulan Pemprov NTB yakni, Revitalisasi Posyandu.

“Kita ingin Posyandu kita di NTB ini menjadi Posyandu keluarga, supaya bisa melayani dari bayi sampai dengan lansia,” tutup Umi Rohmi.

Pemprov serius tangani pandemi

Sementara itu Direktur RSUD Kota Mataram dr. Lalu Herman Mahaputra menyampaikan bahwa Pemprov sudah sejak awal serius dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

“Dengan protokol kesehatan dengan ketat, alhamdulillah awal memang masyarakat tidak waspada dan kita lihat juga saat ini masyarakat sudah hampir semua memahami dan sudah menaati protokol kesehatan,” ujarnya.

Berkat kerja segala pihak, jumlah kasus Covid-19, khususnya di Kota Mataram telah membaik, akan tetapi harus harus terus waspada dan tidak boleh lengah, sehingga tidak terjadi gelombang kedua Covid-19.

“Alhamdulillah kedatangan bu Wagub memberikan suport dan motivasi kepada kita semua tim kesehatan. akhirnya kita berjibaku mengatur strategi dan tentunya saya sebagai direktur Sangat memperihatikan sarana penunjang maupun lainnya,” ujar Lalu Herman.

Rr/HmsNTB




Samsat Kapal Perikanan Diresmikan di Pulau Sumbawa

Kehadiran  Samsat Perizinan Kapal untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat khususnya para nelayan

SUMBAWA.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan NTB mulai mengoperasikan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) perizinan kapal di Pulau Summbawa.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan samsat laut itu didampingi Pjs. Bupati Sumbawa, Kadis Kelautan dan Perikanan NTB, Kadis Peternakan, Kadis Perindustrian dan Plt Kadis Perkim Prov NTB bertempat, di Kantor Pelabuhan Perikanan Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Selasa (27/10/20)

Gubernur NTB yang populer disapa Bang Zul tersebut mengatakan, kehadiran Samsat Perizinan Kapal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat khususnya para nelayan.

Dengan keberadaan Samsat ini, Pemerintah Provinsi NTB ingin memudahkan, mendekatkan, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

“Kemaslahatan serta kebaikan masyarakat harus kita utamakan bersama,” ujar Gubernur saat meluncurkan Samsat perizinan kapal.

Ke depan, Samsat perizinan kapal tersebut akan diresmikan di Kabupaten Bima.

Menurut Bang Zul, keberadaan Samsat Perizinan Kapal ini akan membuat sistem pendataan akan lebih baik.

“Saya yakin, keberadaan Samsat perizinan kapal ini akan mempermudah serta membantu nelayan,” jelas Bang Zul.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron Hadi mengatakan, Samsat Perizinan Kapal merupakan implementasi Peraturan Gubernur NTB nomor 44 tahun 2020.

“Keberadaan Samsat ini merupakan solusi atas persoalan panjangnya proses pelayanan perizinan kapal nelayan. Jauhnya akses pelayanan bagi nelayan dan waktu yang lama dibutuhkan bagi nelayan untuk mendapatkan izin kapal, saat ini bisa terbantu dengan semakin dekatnya pelayanan di Samsat ini,” katanya.

Dijelaskannya, Samsat Perizinan Kapal ini memberikan layanan berupa pengurusan perizinan kapal baik skala kecil  di bawah 5 GT maupun kapal-kapal skala 5-30GT.

Selain itu juga Samsat ini memberikan layanan SIUP atau surat izin usaha perikanan, SIPI surat izin penangkapan ikan maupun SIKPI surat izin kapal pengangkut ikan.

“Kemanfaatan Samsat ini mempercepat dan mempermudah prosesing pengurusan berbagai perizinan dalam satu atap layanan yang diberikan baik oleh KSOP, KUPP, Dislutkan, dan DPMPTSP. Selama ini proses perizinannya harus di Mataram, membutuhkan waktu yang lama. Nah, sekarang cukup datang ke Samsat pendaftaran baru maupun perpanjangan izin saat itu juga sudah bisa diselesaikan,” jelas Yusron.

Yusron mengungkapkan, Samsat Perizinan Kapal ini baru pertama kali di Indonesia.

Dengan keberadaaan Samsat ini masalah pendataan kapal penangkap maupun pengangkut ikan, dan juga usaha perikanan akan makin terdata dengan baik.

“InsyaAllah, keberadaan Samsat perizinan kapal ini mendorong kesejahteraan nelayan,” tutup Yusron.

Rr/HmsNTB

 




Wagub Minta Penanganan Gizi Buruk Dilakukan Berbasis Desa

Keterlibatan desa dalam hal pendataan sangat penting, karena Pemerintah Desa memiliki data yang akurat dan mengetahui kondisi desanya masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com

Gizi Buruk merupakan salah satu permasalahan kesehatan di NTB, yang menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah.

Karena itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah minta penanganan gizi buruk dilakukan berbasis desa.

Hal itu disampaikannya pada acara workshop konsultasi PGBT tingkat provinsi di Hotel Aston Inn Mataram, Senin (26/10/20).

“Kalau semua program-program ini terintegrasi dengan baik, dan desa terlibat di situ untuk memberikan kontribusinya terhadap program kita ini dengan tepat. InsyaAllah semua program kita yang melibatkan sampai tingkat desa akan memberikan efek yang dahsyat,” jelas Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Workshop dengan tema ‘Keberlanjutan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT); dengan dukungan lintas sektor ini dihajatkan untuk menekan angka gizi buruk dan stunting di NTB.

Salah satu indikator yang harus dilakukan adalah pendataan secara real, agar pemerintah dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan permasalahan yang ada.

“Untuk mengetahui bahwa benar-benar suatu daerah itu bermasalah, kan butuh pendataan yang akurat,” terang Umi Rohmi dalam workshop yang digelar oleh Pemerintah Daerah bersama Unicef dan Sobat NTB.

Keterlibatan desa dalam hal pendataan sangat penting, karena Pemerintah Desa memiliki data yang akurat dan mengetahui kondisi desanya masing-masing.

Disamping itu, Umi Rohmi juga mewanti-wanti agar program ini tidak dilakukan oleh masing-masing instansi atau lembaga lain yang terlibat dalam penanganan gizi buruk tanpa koordinasi yang baik. Karena dapat mendatangkan hasil yang tidak maksimal sesuai dengan harapan bersama.

“Kita ingin kegiatan ini betul-betul terpadu. Artinya kegiatan satu pihak dengan yang lain nyambung. Jangan sampai pihak satu melakukan kegiatan, pihak lain juga melakukan kegiatan. Judulnya sama-sama gizi buruk tapi tidak nyambung satu sama lain,” paparnya.

Untuk mewujudkan program ini agar terintegrasi dengan baik, Umi Rohmi juga  meminta agar program ini melibatkan Posyandu Keluarga. Karena dalam Posyandu Keluarga terdapat juga layanan yang berkaitan dengan pencegahan gizi buruk dan stunting.

“Saya berharap program Revitalisasi Posyandu dan Posyandu Keluarga menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dengan apa yang sedang dilakukan pemerintah saat ini,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, akan dilakukan penandatanganan komitmen bersama tentang pengelolaan gizi buruk terintegrasi. Sehingga nantinya muncul komitmen yang sama dari semua pihak yang bekerja secara terintegrasi.

“Kita berharap dengan SOP yang seragam dan standarlisasi  baik dari sisi peralatan maupun kemampuan kader, kemampuan petugas kesehatan kita berharap bahwa penanganan gizi buruk terintegrasi di NTB bisa berlangsung dengan baik dan pada akhirnya outcome-nya yaitu turunnya angkat stunting di NTB,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 26 Oktober 2020, Bertambah 29 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 35 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Di masa libur panjang dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW, dihimbau kepada seluruh ASN dan juga masyarakat untuk  tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas

MATARAM.lombokjrnal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS.Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium RSUD DR.R.Soedjono Selong dan Laboratoriun Prodia mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari senin (26/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 147 sampel dengan hasil 112 sampel negatif, 6 sampel ulangan dan 29 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 35 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif dan 35 tambahan sembuh baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (26/10/20) sebanyak 3.908 orang, dengan perincian 3.193 orang sudah sembuh, 219 meninggal dunia, serta 496 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 29  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 35 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3880, an. ZK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 3881, an. SW, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  3. Pasien nomor 3882, an. A, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  4. Pasien nomor 3883, an. ZA, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara,Mataram;
  5. Pasien nomor 3884, an.W, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabuapten Sumbawa Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 3885, an. W, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  7. Pasien nomor 3886, an. KD, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3830. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  8. Pasien nomor 3887, an. LH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  9. Pasien nomor 3888, an. A, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  10. Pasien nomor 3889, an. N, perempuan , usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3758. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3890, an. MLC, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3758. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  12. Pasien nomor 3891, an. AH, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Desa Bungaeja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa;
  13. Pasien nomor 3892, an. MF, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Utan;
  14. Pasien nomor 3893, an. H, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  15. Pasien nomor 3894, an. N, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3829. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lenangguar;
  16. Pasien nomor 3895, an. G, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3815. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lopok;
  17. Pasien nomor 3896, an. TA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3830. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  18. Pasien nomor 3897, an. SY, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3829. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Lenangguar;
  19. Pasien nomor 3898, an. RH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3830. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  20. Pasien nomor 3899, an. SI, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Buer;
  21. Pasien nomor 3900, an. Y, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  22. Pasien nomor 3901, an. MEP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  23. Pasien nomor 3902, an. ALC, perempuan, usia 1,9 tahun, penduduk Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 3903, an. HS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3665. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  25. Pasien nomor 3904, an. REN, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3630. Saat ini dirawat diruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  26. Pasien nomor 3905,an. MEZS, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3630. Saat ini dirawat diruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  27. Pasien nomor 3906, an. HF, perempuan usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong , Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat diruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  28. Pasien nomor 3907, an. M, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Apit Aik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3802. Saat ini dirawat diruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  29. Pasien nomor 3908, an. YAA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat diruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji.

Hari Senin ini terdapat penambahan 32 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2877, an. A, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Serakapi, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3399, an. H, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3404, an. AG, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3415, an. M, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3451, an. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Baabussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3503,an.AM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 3504, an. J, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3505, an.KHW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 3506, an. MK, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3507,an.LA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 3508, an.MK, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3520 an. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 3531, an. AM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  14. Pasien nomor 3532, an. I, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  15. Pasien nomor 3541, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 3564, an. R, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 3569, an. RA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  18. Pasien nomor 3577, an. Z, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima;
  19. Pasien nomor 3581, an. SW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3582, an. MR, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3599, an. N, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3609, an. SR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 3613 an. SH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  24. Pasien nomor 3614, an. RAP, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3623, an. D, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  26. Pasien nomor 3628, an. IPC, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  27. Pasien nomor 3661, an. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 3662, an. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 3671, an. MU, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 3672, an. TY, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  31. Pasien nomor 3673 an. DSM, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 3674, an. H, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  33. Pasien nomor 3716, an. AFAH, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  34. Pasien nomor 3760, an. NS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  35. Pasien nomor 3770, an. MF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Lalu Gita Aryadi menjelaskan, Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 060/377/ORG tanggal 23 Oktober 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Masa Libur Panjang dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW, dihimbau kepada seluruh ASN dan juga masyarakat untuk:

  1. Tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas;
  2. Sebisa mungkin tidak melakukan kegiatan ke luar daerah;
  3. Apabila dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, maka harus terlebih dahulu melakukan Rapid Test Antigen atau Swab pada H-1 sebelum berangkat dan setelah pulang dari perjalanan;
  4. Sebisa mungkin melaksanakan libur bersama dengan keluarga di rumah saja, dan bersama-sama mensosialisasikannya;
  5. Menyampaikan informasi positif dan benar (bukan hoax) kepada masyarakat tentang Covid-19 melalui media sosial masing-masing dan media sosial resmi perangkat daerah;
  6. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan koordinasi dan pengawasan dengan apparat keamanan dalam rangka penegakan penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Lalu Rudy Gunawan, Kabag Bantuan Hukum, Diminta Kawal Perlindungan Hutan

Pemprov NTB membutuhkan sosok ASN yang memiliki kapasitas dan kompetensi bantuan hukum

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si kali ini melantik Lalu Rudy Gunawan, SH sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi NTB. Kegiatan pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (26/10/20).

Agenda pengambilan sumpah/janji ini disaksikan oleh Perwakilan Kejaksaan Tinggi Provinsi NTB, Asisten I dan III Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Kepala BKD Provinsi NTB, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H.Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan bagian Bantuan Hukum dan HAM adalah bagian strategis. Sehingga Pemprov NTB kata Sekda membutuhkan sosok ASN yang memiliki kapasitas dan kompetensi bantuan hukum ini dengan sebaik-baiknya.

“Jabatan yang diterima merupakan sebuah amanat yang harus dikerjakan dengan keyakinan dan kesungguhan. Semoga Rudy Gunawan dapat memperkuat Hukum di Pemerintah Provinsi NTB dan membawa energi baru,” ujar Lalu Gita.

Sekda menekankan, proses mutasi tersebut adalah proses alamiah kebutuhan organisasi. Ia juga meminta untuk mengawal tugas berat dalam rangka melindungi hutan dan masalah lainnya yang ada di tengah masyarakat.

“Selamat memasuki dan memenuhi tugas di tempat yang baru. Proses asimilasinya saya percayakan kepada Kepala Biro Hukum dan Asisten I untuk memberikan pencerahan-pencerahan agar saudara Rudy dapat melaksanakan tugas dengan efektif dengan waktu yang singkat,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Harga Bawang Naik, Di Kisaran Harga Rp 28 ribu

Kenaikan bukan dipicu Maulid nabi Muhammad SAW, melainkan karena musim panen yang telah berakhir sehingga persediannya menipis

MATARAM.lombokjournal.com

Persedian kian menipis, Harga bawang merah mulai mengalami kenaikan meskipun belum melonjak.

Pasalnya, musim panen bawang merah terlebih di Bima mulai berakhir. Bahkan pada Desember hingga Januari mendatang tidak ada bawang.

“Bawang merah Rp 28-30 ribu perkilo naik harganya dari sebelumnya bulan September kemarin. Apalagi bulan 12 sampai bulan 1 itu tidak ada bawang,” ujar Inak Zaenap, seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Mandalika,Pada (26/10/20).

Saat ini bawang merah sudah mulai mengalami kenaikan. Bahkan di antaranya ada yang dikirim ke pulau Jawa. Nantinya jika persedian semakin menipis maka harganya bisa mencapai Rp 35-50 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut sama seperti tahun lalu di  mana harga bawang merah cukup tinggi.

“Apalagi masuk bawang Jawa, harga bawang Bima bisa lebih mahal lagi. Tapi kalau sekarang belum ada masuk bawang Jawa,” Ujarnya

Ia menilai, naiknya harga bawang merah saat ini bukan  karena maulid nabi Muhammad SAW. Melainkan karena musim panen yang telah berakhir sehingga persediannya pun mulai menipis.

“Panennya sudah tidak, sekarang orang (petani) lagi nunggu musim tanam,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Nunung,  harga bawang merah saat ini mulai naik berkisaran di harga Rp 28 ribu.

Terjadi kenaikan tersebut sejak satu bulan lalu, sebelumnya sempat turun namun kembali naik. Kendati demikia untuk persedian masih terbilang cukup.

“Bawang merah sekarang persediaan biasa saja.  Tapi nanti Bulan 12-1 itu tidak ada bawang, apalagi bulan 3 juga tidak ada.  Mungkin bulan 12 baru masuk bawang Jawa,” ujarnya.

Ia mengatakan, bawang merah suplaynya memang kebanyakan dari Bima. Namun jika kondisi barang tidak ada, maka bawang dari Jawa akan masuk untuk menekan tingginya harga bawang merah.

Kendati demikian, memasuki masa maulid nabi permintaan akan bumbu-bumbuan justru sepi .

“Sehari bisa laku cuma Rp 300 ribu, kalau tidak ada ya tidak ada. Karena corona sepi tidak ada yang lewat sini,” tuturnya.

Menurutnya, sejak terjadinya wabah virus corona membuat penjualannya menurun. Ditambah dengan kondisi permintaan yang ikut menurun.

Padahal, jika memasuki hari besar keagamaan akan banyak permintaan karena banyak digunakan.

“Biasanya ramai permintaan kalau maulid, tapi tahun ini sepi sekali,” pungkasnya

Aya




PKK NTB Terima Bantuan Penanganan Covid-19 Dari Save The Children

Save The Children yang berfokus pada pelatihan dan edukasi terhadap anak-anak, diajak terus menjalin kerjasama dengan PKK

MATARAM.lombokjournal.com

Save The Children bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, menyerahkan bantuan berupa masker, media banner, leaflet dan poster terkait imbaun dan informasi seputar Covid-19.

Bantuan dalam upaya menekan laju penukaran Covid-19 itu diterima  oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bertempat di Kantor PKK Provinsi NTB, Senin (26/10/20).

Bantuan yang diberikan  hari ini yakni 1.400 masker anak, 225 lembar poster, 225 lembar leaflet dan 2 lembar spanduk besar. Sebagai wujud kerjasama Save The Children dengan pemerintah mencegah dan mengatasi dampak virus Corona.

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken, mengapresiasi Save The Children atas niat baik dan kontribusi dalam melawan pandemi yang sudah berbulan-bulan mendera nyaris seluruh tempat di dunia.

Ia mendukung penuh gerakan Save The Children yang tengah fokus beroperasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Kabupaten Lombok Utara.

“Kami dari PKK sangat mengapresiasi bantuan Save The Children, mari kita terus bersinergi menangani Covid-19,” ujarnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya, kemudian mengajak Save The Children yang berfokus pada pelatihan dan edukasi terhadap anak-anak untuk terus menjalin kerjasama dengan PKK. Terlebih, PKK memiliki Kelompok Kerja (Pokja) yang fokus utamanya adalah anak-anak.

“Kita di Pokja I, ada program Pola Asuh Anak-anak Dengan Kasih Sayang, semoga ini kedepannya bisa kita sinergikan,” ajak Bunda Niken.

Ia menyadari, pola asuh anak yang baik akan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak itu sendiri. Dengan edukasi pola asuh yang baik, diharapkan anak-anak NTB kelak akan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

Bunda Niken pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mewujudkan hal tersebut.

John Bria selaku Project Officer Save the Children NTB mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus di Kabupaten Lombok Utara, khususnya dalam bidang pendidikan.

Ia juga berharap momen ini merupakan langkah awal untuk menjalin sinergi yang lebih baik lagi dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami berharap semoga diskusi-diskusi seperti ini dapat terus terjalin, khususnya dengan ibu Ketua PKK sehingga kami bisa turut membantu Pemprov NTB,” ucap John.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin.

Rr/HmsNTB




Mawar Emas Diluncurkan Gubernur di Sumbawa Barat

Program Mawar Emas tersebut lahir atas dasar rasa perihatinnya kepada masyarakat yang banyak dijerat oleh rentenir

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meluncurkan program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) di Kabupten Sumbawa Barat, Minggu (25/10/20).

Program Mawar Emas merupakan salah satu program Pemprov NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman serta lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga yang sangat tinggi.

Akibat bunga yang tinggi tersebut, beban masyarakat semakin bertambah dan kemiskinan sulit diputus.

“Mawar emas ini hadir untuk membantu serta mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir,” ungkap Gubernur Zul.

Di waktu sama, Gubernur juga melantik Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syari’ah Kabupaten Sumbawa Barat bertempat di Masjid Agung Darussalam, KSB.

Melalui Mawar Emas, lanjut Gubernur, masyarakat bisa meminjam uang serta modal usaha ke masjid. Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun mampu difungsikan sebagai pusat pengembangan sosial ekonomi masyarakat.

“Setiap desa pasti memiliki masjid, jika semuanya kita fungsikan sebagai pengembangan ekonomi, saya optimis, kemiskinan bisa kita atasi bersama,” tambah Gubernur yang populer disapa Bang Zul.

Bang Zul bercerita, program Mawar Emas tersebut lahir atas dasar rasa perihatinnya kepada masyarakat yang banyak dijerat oleh rentenir, dalam mendapatkan modal usaha serta keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Jangan sampai, niat mulia masyarakat untuk membuat usaha, malah menjadi beban karena minjam kepada rentenir,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB