Bunda Niken Tegaskan Peran Penting Orang Tua Membimbing Belajar Dari Rumah

Orang tua berperanan penting dalam mendidik anak di masa pandemi, terutama penyediaan fasilitas dan menjamin lingkungan untuk mendukung anak belajar dari rumah

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken, mengapresiasi kegiatan Pojok Ekspresi yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Jum’at (02/10/20).

Pojok Ekspresi adalah ruang kreativitas dan inovasi bagi sekolah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.  Ini upaya melestarikan permainan tradisional guna mengundang ketertarikan masyarakat untuk menyaksikan permainan tersebut.

Hj. Niken pada kesempatan itu menjadi narasumber membahas “Peran Keluarga dalam Mendidik di Masa Pandemi Covid-19”.

Menurutnya, orang tua berperanan penting dalam mendidik anak di masa pandemi, terutama penyediaan fasilitas dan menjamin lingkungan untuk mendukung anak belajar dari rumah.

“Peran orang tua sangat besar untuk membimbing anak-anaknya ketika belajar di rumah, dengan belajar di rumah bukan berarti putus belajar, melainkan semangat belajar,” jelas Bunda Niken.

Guru dan siswa didorong memanfaatkan masa pandemi ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan terus bersemangat.

“Artinya kita diberikan kesempatan untuk menjadi orang-orang yang terus meningkatakan kualitas dirinya dengan belajar,” jelas Bunda Niken.

Bunda Niken berharap beberapa sekolah yang dijadikan sekolah percobaan, dibuka di masa pandemi ini untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Mudah-mudahan dilakukan terus dengan lancar, teman-teman di berbagai daerah semoga sekolah percobaannya bisa lancar,” tutup Bunda Niken.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqon mengaku terpukau dan terpaku dengan seni kreasi tradisional yang ditampilkan oleh SMA Negeri 7 Mataram dan SMK Negeri 1 Batu Kliang yang turut memeriahkan Pojok Ekspresi.

“Kami yakin, ini adalah salah satu langkah kita meningkatkan indeks kebudayaan yang juga merupakan tanggung jawab dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya dengan penuh semangat.

HmsNTB




Bus Khusus Penyandang Disabilitas, Pemprov Upayakan Ada di Tiap Kabupaten/Kota

Diharapkan mempermudah para penyandang disabilitas untuk ke sekolah, tempat kerja, bahkan ke tempat-tempat rekreasi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan pelepasan First Riding atau ujicoba satu unit Bus Disabilitas NTB Gemilang di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Jum’at (02/10/20).

Dengan pelepasan itu, kini Provinsi NTB kini memiliki kendaraan yang diperuntukkan khusus bagi penyandang disabilitas.

Gubernur mengaku senang melihat kebahagiaan para penyandang disabilitas menyambut kendaraan umum yang akan mempermudah mobilitas yang kerap terhambat akibat transportasi.

Menurutnya, NTB adalah daerah yang ramah anak dan juga penyandang disabilitas.

“Mestinya ini suatu hal yang biasa, bahwa saudara-saudara kita yang kebetulan mengalami disabilitas itu punya fasilitas. Jadi bukan suatu hal yang istimewa tapi memang sudah menjadi haknya,” ucapnya.

Kehadiran bus ini diharapkan mempermudah para penyandang disabilitas untuk ke sekolah, tempat kerja, bahkan ke tempat-tempat rekreasi.

Pemprov akan mengupayakan agar bus seperti ini dapat hadir di setiap kabupaten/kota di NTB.

“Kita targetkan, mudah-mudahan ada caranya nanti, pas HUT NTB nanti kita tambah,” terang Bang Zul.

Ada tiga unit Bus Disabilitas yang siap beroperasi. Satu unit bus di Pulau Lombok, serta dua unit bus untuk Pulau Sumbawa yang mencakup Sumbawa dan KSB serta Dompu dan Bima.

Bang Zul pun mengapresiasi terobosan Dinas Perhubungan Provinsi NTB.

“Perjalanan panjang selalu harus dimulai dengan langkah pertama,” tutup Bang Zul.

Kedua di Indonesia

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si mengungkapkan, pengoperasian Bus Disabilitas merupakan yang kedua di Indonesia setelah Jawa Barat pada tahun 2019 lalu. Ia menyebut acara hari ini memiliki kesan tersendiri.

“Alhamdulillah hari ini kita menyelenggarakan sebuah acara yang cukup monumental, yaitu gladi rute atau tes rute untuk pemanfaatan Bus Disabilitas,” kata Bayu.

Bayu menerangkan, sejatinya bus ini akan secara penuh diresmikan pada peringatan HUT NTB pada bulan Desember mendatang.

Hal ini juga bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Selain dikhususkan untuk penyandang disabilitas, bus ini juga disebutnya sangat ramah anak.

Ia pun turut berharap kehadiran bus ini dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Terlihat raut wajah gembira para penyandang disabilitas yang akhirnya memiliki kendaraan umum yang dapat digunakan sehari-hari. Salah satunya, diungkapkan Munawar yang begitu bersyukur mendapat fasilitas dari Pemprov NTB.

“10 kursi roda dan 1 unit bus dapat menambah kebahagiaan kami, kami diperhatikan, kami dijadikan saudara oleh Gubernur,” aku Munawar.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB.

Saat itu, Dinas Sosial Provinsi NTB turut memberikan bantuan berupa 10 kursi roda kepada penyandang disabilitas.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at,  02 Oktober 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 17 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 22 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (02/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 150 sampel dengan hasil 126 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 17  orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 17 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (02/10/20) sebanyak 3.390 orang, dengan perincian 2.678 orang sudah sembuh, 202 meninggal dunia, serta 510 orang masih positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19, untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 22 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 17 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3369, an. M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3316. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 3370, an. IGYPP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3371, an. NLS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3372, an. US, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  5. Pasien nomor 3373 an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3374, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3375, an. DM, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3376, an. AK, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3377, an. DKP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3378, an. AS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3379, an. LWK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3380, an. IS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3381, an. YH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  14. Pasien nomor 3382, an. S, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  15. Pasien nomor 3383, an. RAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  16. Pasien nomor 3384, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Teros, KecamatanLabuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  17. Pasien nomor 3385, an. R, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jurit Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3386, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 3387, an. MA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3388, an. M, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  21. Pasien nomor 3389, an. DAS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Gresik, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3390, an. Z, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at terdapat penambahan 17 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2666, an. SH, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2912, an. NNS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3016, an. RH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3083, an. MFM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3129, an. MDRH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur
  6. Pasien nomor 3136, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3174, an. LIH, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3253, an. TW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3277, an. MAI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3373 an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  11. Pasien nomor 3374, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  12. Pasien nomor 3375, an. DM, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  13. Pasien nomor 3376, an. AK, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  14. Pasien nomor 3377, an. DKP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  15. Pasien nomor 3378, an. AS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 3379, an. LWK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  17. Pasien nomor 3380, an. IS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3372, an. US, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3384, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh warga NTB untuk tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Ditegaskan, tiap orang wajib mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Demikian juga bagi pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Okupansi Hotel di NTB Menurun Drastis

Gusti Lanang tak menampik bahwa okupansi di hotel MICE ini naik karena banyaknya meeting yang dilakukan perkantoran, yang mungkin sedang menghabiskan anggaran akhir tahun

MATARAM.lombokjournal.com

Okupansi Hotel di NTB semenjak terjadinya Covid-19 ini mengalami penurunan drastis sampai bulan-Sepember 2020, tak beranjak membaik seperti bulan sebelumnya.

“Saya kira tidak ada yang berbeda dengan bulan sebelumnya, naik naik sedikit. Ya hampir sama lah,” ujar I Gusti Lanang Patra, Badan Kehormatan Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB,  Jumat (02/10/20).

Menurutnya, saat ini MICE ada peningkatan sekitar 30-40 persen bahkan ada yang sampai 60 persen. Namun yang kondisiya terparah yakni resort- resort yang ada di Gili, Kuta dan Senggigi.

“Yang parah teman teman yang di resort seperti di Gili, Kuta, Senggigi. Kalau di daerah-dearah itu mungkin tidak lebih dari 30 persen, kalau di kota lumayan rata rata 40 persen. Memang ada hotel yang okupnasinya sampai 60 persen di kota,” tegasnya.

Gusti Lanang tak menampik bahwa okupansi di hotel MICE ini naik karena banyaknya meeting yang dilakukan perkantoran, yang mungkin sedang menghabiskan anggaran akhir tahun.

Gusti menambahkan, kalau kondisi normal (sebelum pandemi Covid-19) bulan ini sudah masuk high season,  kalau untuk mice apalagi MICE sampai Desember.

Namun karena Covid ini okupansi menurun, jangankan MICE untuk wisatawan mancanegara turun,  sama sekali tidak ada alias 0 persen.

“Iya okupnasi hanya dipenuhi oleh MICE saja. Kalau wisatawan segmen pasarnya kecil sekali yang ada ini ya kegiatan bisnis, MICE pemerintahaan, itu saja, wisatawan  0 persen,” katanya.

Apalagi Bali sebagai salah pintu masuk wisman juga meurun.

“Kalau sekarang ini kita hanya mengandalkan lokal dan domestik saja. yang resort seperti di Sembalun Kuta, Senggigi, Gili, itu orang orang lokal kita yang di andalkan,” kata Lanang..

AYA




Wagub NTB Kunjungi RSUD dan Puskesmas BLUD Pemenang

Wagub menyebut Puskesmas sebagai garda terdepan hendaknya sungguh-sungguh dalam penegakan Protokol Covid-19

TANJUNG.lombokjurnal.com

Wakil Gubenur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Puskesmas BLUD Pemenang dan RSUD KLU, untuk memberikan semangat dan memotivasi petugas kesehatan yang menangani Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (01/10/20).

Kedatangan Wagub yang didampingi beberapa pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, diterima Pj. Sekda Drs. H. Raden Nurjati. Selain itu  hadir pula Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si, Kadis Kesehatan dr. HL Bahrudin beserta seluruh Kepala Puskesmas se-KLU.

Wagub melihat langsung sistem pelayanan di tengah pandemi yang diselenggarakan Puskesmas Pemenang dan RSUD yang berupaya memberikan pelayanan yang nyaman dan aman kepada pasien.

Wagub mengapresiasi RSUD dan Puskesmas Pemenang yang dinilai luar biasa bagus, suatu hikmah dari kejadian gempa bumi 2018.

Dikatakan, KLU telah membuktikan diri pada dua tahun lalu daerah terparah terdampak gempa bumi. Tapi sekarang sudah normal, aktif, dan bagus.

Kondisi yang cepat itu berkat kerja pemerintah dan masyarakat KLU yang luar biasa. Karena itu, saat pandemi Covid-19 mentalnya sudah kuat.

“Alhamdulillah KLU sudah zona kuning, namun ingat namanya pandemi ini dalam waktu dekat bisa berubah dan gampang sekali mengalami perubahan jika kita lengah,” pesan Umi Rohmi.

Semakin bagus zona semua pihak semakin dituntut untuk meningkatkan kedisiplinan dan kerja keras untuk menahan penyebaran Covid-19.

Dan Wagub berharap jangan sampai ada yang meninggal, sebab begitu ada pasien covid meninggal seketika itu pula zona berubah menjadi kembali merah.

“Jadi, tugas kita adalah bagaimana mempertahankan jangan sampai ada yang meninggal. Pandemi covid dan penyebarannya bisa kita jaga bersama dan itu kuncinya adalah kedisiplinan dan penegakan protokol kesehatan,” pesannya lagi.

Pada kesempatan itu, Wagub menyebut Puskesmas sebagai garda terdepan hendaknya sungguh-sungguh dalam penegakan Protokol Covid-19.

“Bila ada yang sakit, jangan biarkan masuk untuk mencegah dan menimalisir penularan di tempat kerja. Kita tahu di Indonesia banyak juga klaster datang dari perkantoran dan tempat kerja yang lain,” imbuh Wagub.

Posyandu Keluarga

Lebih lanjut disampaikan Rohmi, Posyandu keluarga yang telah dilaunching beberapa waktu yang lalu agar terus meningkatkan pelayanan.

Targetnya, pekerjaan rumah seperti gizi buruk, pernikahan dini, angka kematian ibu dan bayi bisa diatasi dan terselesaikan dengan baik.

“Semoga pelayanan kesehatan di KLU ini semakin baik dan semoga saja KLU meletakkan pembangunan kesehatan pada porsi utama,” harap Wagub NTB itu.

Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wagub NTB beserta rombongan ke KLU dalam rangka memberi dukungan, semangat, dan motivasi kepada tenaga kesehatan di KLU.

Pemda KLU terus berupaya memberi pelayanan maksimal dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di antero Lombok Utara.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan dan memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, kata Nurjati, Pemda KLU juga sudah membagikan JPS Kabupaten, BLTDD, dan JPS Provinsi.

Dalam hal JPS Kabupaten, dituturkannya, pemda juga melibatkan UMKM yang ada dalam hal penyediaan produk lokal yang bisa mengisi JPS yang dibagikan kepada masyarakat.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat, menyampaikan RSUD KLU sudah merawat 67 pasien, dan selama dua minggu terakhir RSUD tidak merawat lagi pasien yang terkonfirmasi positif.

“Alhamdulillah, sejak awal penanganan Covid-19 di KLU ini, pemda menyiapkan dua tempat, selain di RSUD ini ada juga di eks RSUD Sementara yang berlokasi di samping Pasar Tanjung. Kita jadikan sebagai pusat karantina pasien, sehingga pelayanan pasien covid berjalan dengan baik,” jelas Direktur RSUD KLU ini.

Diterangkan dr. Syamsul, sampai saat ini tenaga kesehatan KLU yang terkonfirmasi positif sebanyak tujuh orang. Jumlah itu pun karena nakes sempat bertugas di tempat lain , dan dari daerah zona merah.

KLU sekarang masih zona aman sehingga sampai hari ini yang melakukan isolasi mandiri di rumah tinggal satu orang saja.

Dan kunjungan Wagub diharapkan menambah semangat dan motivasi semua pihak terutama nakes untuk terus berkerja dan memberikan pelayanan sesuai standar Protokol Covid-19.

sid




Dewan Riset Daerah Lombok Utara, Serahkan Rekomendasi Kegiatan 2020

Rekomendasi yang ada disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah

TANJUNG.lombokjournl.com

Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Lombok Utara bersilaturahmi bersama Plt Bupati H. Sarifudin, SH MH, sekaligus menyerahkan rekomendasi kegiatan riset tahun 2020.

Kgiatan itu dihadiri Kepala Bappeda Heriyanto SP, Kadis Dikpora Dr Fauzan M.Pd, serta unsur DRD KLU, perwakilan OPD lingkup Pemda KLU di Aula Bappeda, Kamis (01/10/20).

Kepala Bappeda KLU Heriyanto SP, dalam pengantarnya menyebutkan, sejak KLU terbentuk, masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), sementara Sumber Daya Alam (SDA) melimpah.

“Pemda membutuhkan pemikiran inovatif, maka pemda membentuk tim penyelaras menjadi Dewan Riset Daerah berjumlah 43 orang, kemudian sedikit penyesuaian terhadap anggota riset daerah,. Membantu perumusan rancangan perencanaan pembangunan. Tahun ini, fokus pada aspek kesehatan dan recovery pembangunan pascagempa,” tuturnya.

Plt. Bupati Lombok Utara, H. Sarifudin SH MH, dalam arahannya mengatakan rekomendasi DRD menjadi referensi acuan Pemda dalam menyusun KUA PPAS oleh Bappeda.

“Alhamdullilah, hasil rekomendasi DRD ini menjadi acuan, tentu dengan melihat kondisi Lombok Utara pascagempa dan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Saat itu Sarifudin menjelaskan, Pemda KLU telah banyak melakukan hal strategis, baik secara finansial maupun secara sosial ekonomi.

“Tidak cukup hanya dengan memberi bantuan JPS, BLTD dan sebagainya, tetapi secara finansial psikologis terus menerus dilakukan, seperti trauma healing bagi masyarakat yang masih mengalami trauma terhadap keadaan yang melanda,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, terkait tugas dari pada DRD, Plt Bupati yang juga Wabup itu berharap setiap rekomendasi yang ada, disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah.

“Mana yang skala prioritas harus dilakukan. Misalnya, pada bulan 6, 7, 8, dan 9 pada tiap tahunnya masyarakat kita selalu mengalami kekeringan, perlu antisipasi dalam bentuk program kegiatan,” jelasnya.

Dikatakan,  kekeringan memiliki dampak yang luar biasa, terutama pada dua kecamatan yaitu di Kecamatan Bayan dan Kayangan yang wilayahnya memiliki lahan kering mencapai 60 persen. Diharapkan agar bisa dicarikan solusi.

Menurutnya, selain berbicara ekonomi, sosial, budaya, mesti berpikir bagaimana membangun infrastruktur.

“Mulai hari ini, Kepala Bappeda harus berpikir agar sesegera mungkin membuat rencana tata ruang final, karena ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan multipihak. Kita memiliki daerah tetapi belum memiliki ikon yang jelas. Untuk fokus pada perumusan Perda tentang Tata Ruang. Sebagai pondasi pembangunan kita di Lombok Utara 50 tahun ke depan,” urainya.

Pada tempat yang sama, Ketua DRD KLU Dr Suwandi SE M.Ec, menyampaikan, DRD menyerahkan rekomendasi tahun 2020, sebagaimana tugas DRD yang diamanatkan oleh SK Bupati untuk memberi masukan dan rekomendasi.

Terdapat lima aspek yang direkomendasikan yaitu, bidang kesehatan, ekonomi, pariwisata, pertanian dan hukum.

“Semua aspek itu, alhamdulillah telah berhasil disusun saran dan rekomendasi bagi pengembangan pembangunan,” urainya.

“Sekitar 50 poin lebih rekomendasi yang kami serahkan. Diantaranya, kami memberikan rekomendasi untuk mendirikan BUMD,” tandasnya.

sas




Gubernur Berharap Unram Terus Bersinergi Membangun Daerah

Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan

MATARAM.lombokjournal.com — Pembangunan suatu daerah tidak bisa lepas dari peran anak-anak mudanya.

Karenanya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan menjadi hal yang wajib dilakukan tiap daerah.

Kehadiran sekolah dan perguruan tinggi kemudian dinilai sangat berpengaruh atas sukses tidaknya hal tersebut.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat  mengikuti Rapat Senat Terbuka Universitas Mataram, dalam rangka Dies Natalis Unram ke-58 yang berlangsung secara virtual bertempat di Pendopo Gubernur, Jumat (02/10/20).

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengucapkan selamat kepada Unram yang saat ini menyambut hari lahir yang ke-58.

Unram disebutnya telah melahirkan banyak putra-putri yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah kita di NTB ini dengan kehadiran Universitas Mataram betul-betul membantu mengupgrade kapasitas kapabilitas dari SDM yang ada di Provinsi kita ini,” ucapnya.

Bang Zul sapaan akrabnya, berharap di usia ke-58 tahun, Unram dapat terus aktif bersinergi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat di Provinsi NTB.

Ia yakin dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan.

Bang Zul optimis, program Merdeka Belajar yang merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat segera diwujudkan di NTB.

“Mudah-mudahan dengan Merdeka Belajar kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama untuk menghasilkan kemaslahatan bagi masyarakat yang ada di NTB,” tambahnya.

Bang Zul mengajak seluruh jajaran Unram serta mahasiswa agar terus membangun kekompakan dalam mewujudkan NTB Gemilang.

“Atas nama masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat Dies Natalis Ke-58, mudah-mudahan Unram jaya selalu, bisa menjadi universitas kelas satu dan kelas atas di Indonesia,” pungkas Bang Zul.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis,  01 Oktober 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 7 (tujuh) Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa. Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (01/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 sampel dengan hasil 157 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 7 (tujuh) orang, kasus kematian 2 .(dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (1/10/2020) sebanyak 3.368 orang, dengan perincian 2.661 orang sudah sembuh, 200 meninggal dunia, serta 507 orang masih positif.

“Ptugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi..

TAMBAHAN 26 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 7 (TUJUH) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3343, an. LAJ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3344, an. DDI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 3345, an. A, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 3346, an. AH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pototano, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3347 an. YJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3348, an. H, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3349, an. MS, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3350, an. SA, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  9. Pasien nomor 3351, an. DNK, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  10. Pasien nomor 3352, an. NNS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  11. Pasien nomor 3353, an. KDD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  12. Pasien nomor 3354, an. AFR, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Lape;
  13. Pasien nomor 3355, an. DA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3356, an. P, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Keselet Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3357, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  16. Pasien nomor 3358, an. AS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk Siren, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  17. Pasien nomor 3359, an. HW, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Batuyang;
  18. Pasien nomor 3360, an. MHSH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 3129. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  19. Pasien nomor 3361, an. AZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  20. Pasien nomor 3362, an. ZH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3173. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Sakra;
  21. Pasien nomor 3363, an. MRFL, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3364, an. C, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 3365, an. RYS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 3366, an. N, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Mimika, Papua. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 3367, an. FF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 3368, an. SN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari Kamis terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2970, an. MNF, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3146, an. NWA, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3151, an. N, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3161, an. SFA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3204, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3233, an. SY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3345, an. A, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3368, an. SN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi.

Ia menghimbau,  agar warga NTB untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan  1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang disekitar kita. Mari kita doakan juga saudarasaudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19.

“Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” kata Lalu Gita..

Rr/AYA.

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Dukungan untuk SALAM Makin Tak Terbendung di Kota Mataram

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Matam

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Fenomena Dukungan Warga kota untuk Pasangan  Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No urut 2,   Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) nampaknya tak terbendung dan makin seksi.

Hal ini terkait kreatifnya SALAM dalam mengemas isu yang mudah dipahami dan dirasakan langsung implementasinya  oleh Pemilih kota. Maka tak heran jika arus kuat dukungan warga ke SALAM makin tebal.

Gerakan SALAM yang masif mampu menarik perhatian dan simpati lebih banyak pemilih dari berbagai strata sosial kota Mataram .

Terutama dari kalangan pemilih cerdas, kelas menengah, milennials, perempuan, Kelompok minat dan hobby, wirausaha , pendidik,  dan lain lain.

Seperti kejadian semalam , Belasan orang Perwakilan Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram bertemu Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani, Rabu (30/09/20) malam di kediaman Selly di Panji Tilar 15, Kota Mataram.

Komunitas yang beranggotakan anak-anak muda pegiat olahraga berkuda ini, menyatakan dukungan untuk SALAM dan berharap pasangan SALAM bisa lebih memperhatikan kegiatan olahraga berkuda di Kota Mataram.

Menurut mereka, potensi atlit berkuda di Kota Mataram sangat besar. Apalagi Mataram sudah lama memiliki lapangan pacuan kuda di kawasan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Sayangnya lapangan pacuan Kuda justru beralih fungsi untuk medan balapan motor.

“Padahal kalau lapangan pacuan Kuda itu dimanfaatkan akan sangat berguna bagi kami. Karena itu kami berharap SALAM bisa memperhatikan hal ini ke depan agar Kota Mataram melahirkan atlit berkuda berbakat,” kata Muhammad Ahdari, pendamping Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram.

Ahdari mencontohkan, Habibie salah seorang anak pegiat olahraga berkuda. Habibie merupakan aset Kota Mataram yang kini lebih sering ikut pacuan Kuda di Lombok Tengah hingga Dompu dan Bima.

Prestasinya dalam olahraga berkuda justru mendongkrak nama daerah lain. Padahal Habibie warga Kota Mataram asli gubuk mamben sekarbela . Namun karena keterbatasan perhatian dan fasilitas pembinaan, ia justru lebih sering mengikuti event balap kuda atasnama kabupaten lain.

Ahdari menjelaskan, potensi atlit berkuda cukup besar di Kota Mataram. Tapi karena keterbatasan fasilitas, akhirnya mereka berlatih di Praya, Lombok Tengah.

“Sangat sayang sekali jika potensi dan prestasi atlit berkuda mataram  justru mengharumkan daerah lain. Harusnya  Kota Mataram bisa menunjukan  banyak talenta berbakat  berkuda yang handal,” tukasnya.

Hj. Selly Andayani menyambut baik semangat dan optimisme generasi muda dari Komunitas Berkuda Mataram ini. Menurutnya, SALAM akan memfasilitasi gagasan dan kegiatan yang positif bagi generasi muda Kota Mataram, termasuk di bidang olahraga berkuda.

“Tentu semua komunitas olahraga semua cabor yang ada perlu mendapat perhatian yang sama. SALAM akan melakukan hal ini, dan akan memaksimalkan fungsi lapangan pacuan Kuda nantinya,” katanya.

Ia optimis akan banyak prestasi anak-anak muda Kota Mataram yang cemerlang di bidang olahraga, jika saja kegiatan pembinaan dan penyediaan fasilitasnya dilengkapi oleh pemerintah daerah. Prestasi mereka tentu akan menoreh nama baik bagi Kota Mataram di tingkat nasional.

Ke depan, SALAM akan rutin menggelar event-event pacuan Kuda. Hal ini bukan saja mendorong animo untuk olehraga berkuda, tetapi juga bisa menjadi potensi destinasi wisata, atraksi baru di Kota Mataram ke depan.

Dukungan Pengusaha dan Wirausahawan Muda

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Matam yang tergabung dalam Lembaga Cipta Daya Wirausaha (LCDW).

LCDW merupakan gabungan pengusaha, wirausahawan dan pelaku UMKM di Kota Mataram dari berbagai bidang usaha.

Ketua LCDW John Fitriadi mengatakan, dukungan untuk SALAM karena figur Selly Andayani dikenal punya semangat luar biasa dalam penguatan dan pengembangan UMKM di Kota Mataram bahkan NTB.

“Kami ke buk Selly dan mendukung SALAM, karena beliau selama ini peduli dengan UMKM. Bisa dibilang buk Selly ini Bunda-nya UMKM,” kata John, Kamis (01/10/20) usai menggelar talkshow ekonomi kreatif di kediaman Selly Andayani , Jl Panji Masyarakat No 15 Mataram .

Dialog bisnis perwakilan LCDW dengan Selly Andayani membahas peluang dan tantangan sektor UMKM Kota Mataram di masa mendatang.

Selly mengungkapkan bagaimana teknologi harus mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari geliat ekonomi, termasuk UMKM.

Mantan Kadis Perdagangan NTB ini menjelaskan, bagaimana konsep e-commerce NTB melalui aplikasi I-Shop NTB mampu mengubah paradigma pasar produk UMKM NTB.

“Kota Mataram juga harus melakukan hal yang sama. Digitaliasasi harus mulai dilakukan di era ekonomi 4.0 ini,” tegasnya.

Selly menyemangati para pelaku usaha ini agar terus berkreasi dan inovasi, mengangkat potensi-potensi Kota Mataram ke depan.

Fenomena Dukungan SALAM

Fenomena dukungan untuk pasangan SALAM di Kota Mataram juga terus tumbuh dari kalangan masyarakat pemilih pemula. Hal ini juga nampak di kantong-kantong akar rumput yang sebelumnya apriori dengan Pilkada.

Kegiatan sosial kemanusiaan menggunakan kendaraan roda tiga yang dilakukan SALAM dengan berbagi masker dan sosialisasi pencegahan Covid-19 juga mendapat respons positif berbagai kalangan.

Selain itu lewat kegiatan Flashmob di sejumlah kawasan strategis juga mendongkrak nama SALAM. Kampanye simpatik dibarengi dengan pembagian masker oleh SALAM justru mendapat sambutan,  antusiasme dan di elu-elukan warga dikampung-kampung.

“Setiap hari ratusan masker SALAM kita bagi ke warga dikampung kampung tanpa pandang bulu agar terhindar dari bahaya covid sekaligus upaya SALAM mendorong kota Mataram menuju Zona Hijau,” kata Mahsan, SH , Relawan Selly Manan yang keliling keluar masuk kampung dengan kendaraan Viar Roda Tiga mengkampanyekan protokol kesehatan.

Me




Plt Bupati Hadiri Paripurna Banggar DPRD KLU

Hampir semua memiliki semangat untuk mewujudkan peningkatan daerah, agar bisa setara bahkan lebih maju dari pada daerah lain di Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH MH, menghadiri Sidang Paripurna laporan Badan Anggaran (Banggar) dan Pendapat Akhir Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap RAPBD perubahan tahun 2020 di Aula Paripurna setempat, Rabu (30/09/20).

H. Saripundin, SH, MH

Laporan yang disampaikan perwakilan Banggar, Anggota DPRD Kardi, A.Ma menyebutkan, Banggar DPRD telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD tahun 2020 sesuai dengan RKPD, KUA dan PPAS.

Ada beberapa poin substansi pokok pada pembahasan yang dilakukan antara lain, Peningkatan Asumsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada RAPBD Perubahan 2020 sebesar 1 milyar 466 juta rupiah lebih yang bersumber dari kenaikan beberapa Pos PAD, dan asumsi penurunan pada pos PAD, antara lain Kenaikan Asumsi PAD pada Retribusi Daerah Rp. 80.834.400,-,.

Dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp. 673.392.483. Lain-lain PAD yang Sah Rp. 1.015.773.116. Sedangkan penurunan pada Pajak Daerah Rp. 304.000.000,00.

Dijelaskan oleh legislator Dapil Bayan itu, penambahan anggaran sebesar 2,3 milyar rupiah pada Dinas Sosial bukan merupakan anggaran atau kegiatan baru.

Tapi  merupakan anggaran yang dialokasikan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang berada pada Belanja Tidak Terduga di Belanja Tidak Langsung.

“Pengembalian DAK tambahan berdasarkan Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres No. 54 Tahun 2020, serta PMK 76 Tahun 2020 dialokasikan untuk mendukung pencapaian target Pembangunan Nasional, Pemulihan Perekonomian Daerah, Ketahanan Pangan dan Pengembangan Kawasan strategis Pariwisata Nasional,” tuturnya.

Kegiatan DAK cadangan bukan merupakan kegiatan baru, melainkan kegiatan yang sudah berada sebelumnya pada APBD Murni 2020.

Dijabarkan, struktur RAPBD Perubahan tahun 2020 disampaikan Pendapatan Daerah Rp. 861.775.750.928 yang terdiri dari PAD Rp. 108.807.206.746, dana perimbangan Rp.  563.738.707.132,00, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp  189.229.837.050.

Adapun belanja daerah Rp. 892.565.935.469 terdiri dari belanja tidak langsung  Rp. 435.390.100.139 dan belanja langsung Rp. 457.175.835.330. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah Rp. 35.790.184.541, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah Rp. 5.000.000.000 dan pembiayaan netto  Rp. 30.790.184.541.

Ketua DPRD KLU Nasrudin, SH.I mengatakan setelah mendengar dan memperhatikan secera saksama pendapat akhir gabungan fraksi-fraksi dewan  disimpulkan, prinsipnya gabungan fraksi-fraksi dewan dapat menyetujui RAPBD perubahan tahun 2020 untuk ditetapkan menjadi Perda.

Selanjutnya  dituangkan dalam keputusan DPRD Kabupaten Lombok Utara.

Semangat mewujudkan peningkatan daerah

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH. MH dalam sambutannya menyampaikan dalam proses pembahasan RAPBD perubahan tersebut terdapat dinamika.

Kita semua menghargai dan memahami, hampir semua memiliki semangat untuk mewujudkan peningkatan daerah, agar bisa setara bahkan lebih maju dari pada daerah lain di Provinsi NTB.

Kendati di sisi itu, merasa perihatin yang sama terhadap berkurangnya target penerimaan daerah sebagai dampak dari bencana non alam yaitu pandemi Covid 19 yang berpengaruh terhadap percepatan penbangunan di daerah.

“Kami Menyadari bahwa rancangan perubahan APBD KLU tahun 2020 yang telah kami sampaikan masih perlu penyempurnaan. Walaupun demikian pandangan-pandangan selektif dan orientasi yang sama dapat diatasi bersama, dan yang lebih penting lagi hal yang belum sempurna sebagai acuan dalam penyusunan APBD tahun berikutnya” tambahnya.

Dalam konteks ini, masukan konstruktif sebagai wujud dari fungsi pengawasan tentu membantu. Sebagai pedoman bagi pemerintah dan DPRD telah memberikan pedoman yang baik dan terukur sampai sejauh mana mengelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

“Dalam Permendagri No. 19 tahun 2020 terdapat dimensi yang patut menjadi perhatian kita dalam mengelola keuangan daerah, terjabar dalam APBD agar lebih bermanfaat, kualitas anggaran belanja dalam APBD, transparansi pengelolaan keungan daerah dan penyerapan anggaran serta opini BPK atas LKPD,” kata Saripudin..

Acara berlangsung hangat dan khidmat, dilanjutkan dengan ramah tamah.

Paripurna Banggar tersebut dihadiri pula pimpinan dan anggota DPRD, Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, para staf ahli, para asisten, unsur TNI/Polri, unsur pimpinan OPD, serta para tamu undangan.

sas