UPDATE Covid-19: Hari Senin,  05 Oktober 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 33 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Saat ini sejumlah tokoh penting seperti Presiden Amerika, Donald Trump telah terinfaksi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (03/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 139 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 33  orang, tidak ada kasus kematian

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Senin (05/10/20) sebanyak 3.460 orang, dengan perincian 2.741 orang sudah sembuh, 203 meninggal dunia, serta 516 orang masih positif.

Kata Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum  penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 33 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3438, an. YH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  2. Pasien nomor 3439, an. DY, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karara, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 3440, an. UH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 3441, an. MR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3442 an. A, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3443, an. NF, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 3444, an. EAP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 3445, an. IZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 3446, an. JA, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 3447, an. N, perempuan, usia 17 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  11. Pasien nomor 3448, an. U, perempuaan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  12. Pasien nomor 3449, an. EA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  13. Pasien nomor 3450, an. AH, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  14. Pasien nomor 3451, an. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Baabussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 3452, an. IMA, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3453, an. H, perempuan, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3454, an. AAPP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSAD Wirabhakti Mataram;
  18. Pasien nomor 3455, an. AS, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kota Medan, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 3456, an. ES, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  20. Pasien nomor 3457, an. IGWE, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  21. Pasien nomor 3458, an. MN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataran. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  22. Pasien nomor 3459, an. AYW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  23. Pasien nomor 3460, an. EH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;

Hari Senin terdapat penambahan 33 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3090, an. K, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk ber-KTP di Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3134, an. AF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3137, an. I, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3138, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3170, an. LARA, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3201, an. AN, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3212, an.MFH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3215, an.AS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3218, an. AL, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3244, an. HV, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Pekan Baru, Riau;
  11. Pasien nomor 3245, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Merada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3254, an. MJA, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3258, an. HMF, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3267 an. AKN, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 3268, an. ES, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 3271, an. MSAK, laki-laki, usia 6 bulan, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 3276, an. MFA, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3302, an. LPS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3303, an. E, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3304, an. AS, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3305, an. AS, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 3306, an. DS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 3307, an. NN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 3308, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 3309, an. ERP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 3310, an. EK, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 3311, an. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 3312, an. B, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 3313, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  30. Pasien nomor 3348, an. H, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 3349, an. MS, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  32. Pasien nomor 3355, an. DA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  33. Pasien nomor 3386, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat untuk tetap waspada dan tidak pernah menganggap remeh bahaya Covid-19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin pada protokol kesehatan.

Saat ini sejumlah tokoh penting seperti Presiden Amerika, Donald Trump telah terinfaksi Covid-19.

Oleh karenanya langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Kemensos Tanggap Cepat Dampak Kebakaran di Lombok Utara

Tim Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa membantu memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi lanjut usia korban kebakaran

KLU.lombokjournal.com

Kementeian Sosial (Kemensos) RI, mengirimkan tim Respon Kasus dalam memberikan perlindungan terhadap lanjut usia  korban bencana kebakaran di Lendang Galuh, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara pada Sabtu (03/10/20) malam.

Tim yang dikirim yakni dari  Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Gau Mabaji” di Gowa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik di salah satu rumah warga yang pemiliknya sedang tidak berada di tempat.

Kejadian ini menyebabkan hangusnya 20 unit rumah penduduk serta satu mushola. Selain itu, sedikitnya 101 kepala keluarga yang terdiri dari 270 jiwa terdampak kebakaran harus mengungsi ketempat yang lebih aman.

Dari korban terdampak kebakaran diketahui terdapat juga kelompok rentan yaitu 15 orang lanjut usia, 45 bayi serta 35 anak.

Tim Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa yang sedang melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Bantuan Sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PROGRES-LU) di Kota Lombok Tengah segera menuju lokasi terjadinya kebakaran yang berada di Kabupaten Lombok Utara.

Melalui hasil pendataan dan koordinasi tim respon kasus yang selanjutnya dilakukan case conference (pembahasan kasus) di lokasi kebakaran, tim Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa membantu memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi lanjut usia korban kebakaran.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, ikan kaleng, susu kental manis, mie instan dan gula pasir.

Plt Bupati Lombok Utara, Sarifuddin hadir dalam kegiatan pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia korban kebakaran dan menyampaikan terimakasihnya kepada Kementerian Sosial yang telah memperhatikan lanjut usia terdampak.

“Saya mewakili lansia korban kebakaran menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Sosial RI melalui Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa yang telah memberikn bantuan dalam masa tanggap darurat bencana kebakaran ini” kata Sariffudin.

Syam Wuryani, Kepala Balai Lansia “Gau Mabaji” mengatakan, dalam pemberian pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia korban kebakaran ini harus dikaitkan dengan sistem sumber terdekat, salah satunya melalui LKS-LU sebagai pemberi layanan berbasis komunitas dalam implementasi program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)” Ujar Yani dalam sambutannya.

Tim didampingi oleh Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Fitriah dan Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia, Siti Eny Chaerany, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faisol Mangkualam, Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawir dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU).

Diharapkan, adanya bantuan ini dapat mengurangi beban bagi lansia korban kebakaran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bentuk HADIR nya negara dalam memberikan perhatian terhadap lansia.

(*)




Wagub NTB dan Ketua TP. PKK NTB, Saling Kuatkan Lindungi Anak dari Covid-19

Melawan Covid-19 Butuh sinergi seluruh pihak, termasuk peran orang tua dalam menjaga anaknya

MATARAM.lombokjournal.com

Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, TP. PKK NTB, Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII), Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB menggelar acara Talk Show bertajuk “Lindungi Anak Kita Dari Covid-19”, Senin (05/10/20).

Kegiatan talk show merupakan upaya meningkatkan edukasi masyarakat, khususnya dalam penanganan serta perlindungan anak dari Covid-19,

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam kesempatan tersebut mengatakan, Covid-19 belum berakhir, pemerintah dan masyarakat masih harus berjuang bersama agar Covid-19 bisa teratasi.

“Kita di NTB ingin hidup aman dan produktif, kita harus berkegiatan dengan Protokol Covid-19. Covid-19 tidak bisa selesai hanya dengan pemerintah, virus yang tidak terlihat ini, hanya bisa dilawan dengan kedisiplinan mematuhi protokol Covid-19 dan kesabaran menjalani hari-hari dengan Protokol Covid-19,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, menjadi pelopor di Indonesia dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda), bagaimana agar penerapan Protokol Covid betul-betul diseriusi oleh seluruh kalangan masyarakat.

Menurut Wagub, pentingnya mengeluarkan Perda Nomor 7 Tahun 2020, sebab melawan Covid-19 sama dengan mengubah pola pikir masyarakat.

Butuh sinergi dengan seluruh pihak, termasuk peran orang tua dalam menjaga anaknya.

“Kita pemerintah harus ‘memaksa’ masyarakat dengan aturan supaya bisa disiplin, karena bisa kita bayangkan kalau seluruh masyarakat di NTB disiplin dengan protocol Covid, kita bisa hidup aman dan produktif, kegiatan bisa berlangsung, kasus turun kematian turun, kita bisa menjalani dengan baik, tidak akan ada kolaps,” tutur Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Umi Rohmi mengungkapkan, di masa pandemi ini peran orang tua sangat penting untuk menjaga kesehatan anak – anak dan untuk mendampingi mereka dalam proses belajar. Karena selama pandemi kondisi terpaksa anak-anak harus belajar dari rumah.

Hal ini tentu mengakibatkan usaha yang lebih dari

Orang tua butuh usaha ekstra dalam pendampingan anak, butuh ketelatenan dan tidak boleh acuh.

“Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita pelihara kita jaga, kita sebagai orang tua di masa pandemi ini dituntut berikhtiar lebih menjaga anak kita, jika tidak ada hal yang emergency jangan biarkan anak keluar rumah, jadikan lah rumah tempat edukasi dan bermain yang aman bagi anak, sehingga anak kita betul terlindungi,” pesan Umi Rohmi.

Umi Rohmi mengajak seluruh masyarakat membiasakan menggunakan masker, nyaman hidup dengan masker agar bisa saling melindungi satu sama lain.

Pola asuh di masa pandemi

Dalam kesempatan sama, Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga menjadi narasumber dalam talkshow menyampaikan tentang pola asuh anak di masa pandemi Covid-19.

Mengawali arahannya, Hj Niken menyebarkan dukungan kepada keluarga-keluarga di NTB. Kunci melawan Covid-19 adalah konsisten dan kedisiplinan dalam protokol kesehatan.

Saat ini terutama mengenai masalah anak, seluruh aspek kehidupan anak bergantung pada orang tua.

Pola asuh harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. Ketua TP. PKK NTB juga menyampaikan beberapa tips pola asuh anak.

Pertama, gunakan waktu yang ada di rumah dengan melaksanakan kegiatan yang berkualitas. Kedua, bagaimana orang tua tetap bersikap positif. Ketiga, bagaimana para orang tua dalam melakukan pengasuhan, membuat rencana atau jadwal kegiatan anak dengan lebih terencana.

Keempat, bagaimana mengatasi perilaku anak-anak, mengawasi perkembangan anak-anak, apakah pandemi ini memberi efek positif atau negative. Kelima, bagaimana tetap melakukan edukasi Covid-19 pada anak dengan cara dan bahasa yang dipahami oleh anak.

Seperti halnya bagaimana menggunakan masker dan menjadi anak yang mau melindungi diri, awas terhadap masker, lebih sering mencuci tangan, jaga jarak dan lainnya.

“Anak adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua, amanah kita untuk kita didik untuk kita asuh agar mereka menjadi khalifah atau pemimpin bagi masyarakat di masa nanti,” pesan Hj Niken.

“Marilah tetap memperbarui diri dengan pengetahuan terbaru mengenai Covid-19, memperhatikan hak  anak untuk berkembang, yang terpenting dan utama adalah anak mendapat hak perlindungan dan kesehatan dari orang tua, hal tersebut tentunya bisa terjadi dengan melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Perlindungan anak dalam keluarga

Sahan, S.H selaku Ketua LPA menyampaikan kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB, tentang edukasi dan percepatan pencegahan Covid-19 di NTB.

Selain itu, hal ini juga bertujuan sebagai media edukasi dalam rangka meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak dalam keluarga.

Kerjasama antara YPII, PLAN, Unicef, dan LPA NTB telah mengambil langkah intervensi di 50 desa/kelurahan di Kabupaten/kota sepulau Lombok.

“Kami sudah melatih para kader desa sebagai fasilitator untuk melakukan pendampingan di tingkat desa,” ujar H. Sahan.

Selain itu, LPA juga telah melakukan pembagian APD terhadap 75 fasilitator desa dan petugas, 2000 masker dan hand sanitizer kepada seluruh fasilitator yang ada di NTB.

Direktur Eksekutif PLAN Indonesia (YPII) Dini Widiastuti mengatakan, terkait program YPII. YPII fokus dengan program sanitasi, hygien, air bersih. Kemudian, YPII juga bekerjasama dengan organisasi lokal di NTB memastikan kekerasan anak menurun.

Terkait kemitraan pencegahan Covid-19, YPII bekerja di delapan kabupaten untuk Covid Response dan melaksanakan sosialisasi pada orang tua, pendidik dan juga melibatkan anak – anak dengan cara yang menyenangkan.

“Kita punya film animasi dalam bahasa sasak, permainan ular tangga, sehingga hal ini mudah dicerna anak – anak, dan membantu orang tua dalam menjelaskan pentingnya Protokol Covid, dan memberikan dukungan material dalam bentuk radio untuk menunjang proses pembelajaran secara daring,” tutur Dini.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala DP3AP2KB NTB, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB, Praktisi dan perwakilan Forum Anak.

Rr/HmsNTB




NTB Zero Waste dan NTB Hijau, Wagub Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Kabupaten/Kota

MATARAM.lombokjournal.com

Program terkait NTB Zero Waste dan NTB Hijau selalu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB di kala pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang memimpin rapat terkait Zero Waste dan NTB Hijau di Ruang Anggrek menegaskan, sinergi pemerintah kabupaten/kota harus terus dijalankan agar semua berjalan dengan baik.

“Apalagi sebentar lagi masuk musim hujan, jangan sampai lengah. Banyak spot yang harus diperhatikan, semua harus bekerja sama dengan kabupaten/kota,” jelas Wagub, Senin (05/10/20).

Umi Rohmi tersebut menyampaikan, seluruh rencana dan program-program yang akan berjalan nantinya harus direncanakan dengan matang.

Hal ini untuk meminimalisir kurangnya komunikasi antar perangkat daerah.

“Sekarang bagaimana kita mengatur strategi dengan Kadis DPMPD agar rencana-rencana bisa diterapkan untuk saat ini di desa-desa dan harus dibicarakan teknisnya supaya bisa terkejar,” ungkap Umi Rohmi.

Selain itu juga pada rapat yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas DPMPD Prov. NTB, Umi Rohmi meminta untuk kerja secara menyeluruh dan merata.

Khususnya terkait Desa Wisata, pihak Dinas Pariwisata harus bersinergi dengan Dinas DPMPD untuk melakukan perencanaan yang lebih memperhatikan lingkungan dan fokus terhadap pelestarian lingkungan.

“Semua perencanaan sangat berorientasi pada lingkungan bukan malah berdampak pada lingkungan. Justru, harus menghijaukan lingkungan dan melestarikan lingkungan,” jelas Umi Rohmi.

Umi Rohmi berharap agar semua perencanaan terintegrasi dan berkoordinasi baik dengan aparatur desa dan OPD sehingga progress dari sinergi berjalan dengan baik.

Rr/HmsNTB




PHRI Minta Perpanjangan Keringanan Pajak

Bukan karena pelaku usaha tidak ingin membayar, Melainkan karena kemampuan untuk membayar pajak tersebut masih minim

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Kehormatan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mempertimbangkan perpanjangan keringanan pajak hingga Desember mendatang.

Hal tersebut diperlukan mengingat kondisi usaha yang belum stabil hingga saat ini yang diakibatkan oleh Covid-19.

Lanang menjelaskan, Pemkot Mataram sebelumnya memberi keringanan pajak bagi hotel, restoran dan parkir hingga Agustus lalu. Sehingga pajak usaha kembali ditarik terhitung sejak September yang harus dibayarkan pada Oktober.

“Kita berharap sampai Desember ini jangan dulu di otak-atik teman-teman pengusaha ini. Kasihlah dia bernapas sedikit. Jangan dihantam, dihajar lagi (dengan pajak). Ini bisa mati nanti usahanya,” ujarnya

Menurut Lanang, mesikpun Pemkot Mataram telah menyurati pelaku usaha untuk membayar pajak periode September. Namun sampai saat ini belum banyak pelaku usaha yang melakukan realisasi pembayaran pajak.

Hal tersebut menurutnya bukan karena pelaku usaha tidak ingin membayar. Melainkan karena kemampuan untuk membayar pajak tersebut masih minim. Terlebih dengan kondisi tamu hotel dan restoran yang belum sebanding dengan pembayaran upah pekerja.

“Biar bagaimana ditagih, uang pakai bayar itu yang tidak ada. Mau maintenance hotel, belum ini biaya-biaya lainnya. Walaupun tidak beroperasi itu dia kan harus di rawat hotel itu,” jelas Lanang.

Menurutnya, secara umum hotel-hotel yang ada saat ini tengah menata kembali usahanya. Mengingat pada periode awal pandemi virus corona (Covid-19) masuk ke NTB, banyak hotel dan restoran yang ditutup sementara.

“Sedikit teman teman mulai menata hotelnya, memperbaiki apa yang rusak, berikan karyawan sedikit upah. Nah ini pemerintah harus paham kondisi yang begini, jangan langsung menekan,” tegasnya

Berdasarkan catatan pihaknya, tingkat hunian hotel di Mataram saat ini memang belum merata. Namun di beberapa hotel yang beroperasi tingkat hunian diakui dapat mencapai 40 persen.

Dengan peningkatan tersebut, pelaku usaha berharap dapat menutupi kekurangan dari segi keuangan yang diakibatkan pandemi beberapa belun terakhir.

“Mereka kan masih nombok atau mungkin pinjam di bank sebagai tambahan modal. Artinya di pilah-pilah gitu, ini mereka hanya sekedar bisa hidup,” jelasnya.

Penarikan kembali pajak

Berbeda dengan itu, General Manager (GM) Hotel Santika Mataram, Baharudin Adam, menerangkan keringanan pajak yang diberikan Pemkot Mataram telah cukup membantu pelaku usaha.

Dengan penarikan kembali pajak pada periode September, menurutnya dapat disesuaikan dengan pendapatan masing-masing unit usaha.

“Kalau hotel dan resto sepi, berarti pajaknya juga sedikit. Hotel tutup berarti tidak ada pajak yang di pungut,” ujar Baharudin.

Menurutnya, pada periode Juni – September masih banyak usaha hotel dan restoran di Mataram yang beroperasi dengan tetap memasukkan besaran pajak ke dalam komponen harga.

“Banyak yang tetap buka dan dia pungut pajak. Pajak itu tidak distor ke Pemda. Itulah bentuk subsidi yang diberikan pemda pada pengusaha,” jelasnya.

Menurut Baharudin, dengan penarikan kembali pajak oleh Pemkot Mataram seharusnya tidak menjadi masalah.

“Kasihan juga Pemda tidak ada PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Baharudin.

AYA




Gubernur Kirim Bantuan Stimulan untuk Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak di Tente, Bima

. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi

BIMA.lombokjournal.com

Annisa (9) bocah pengidap sindrom selaput otak, anak pasangan suami-istri (pasutri) Andriawan- Nita Irfani asal Dusun Bante, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima  mendapatkan perhatian serius dari Gubernur NTB ,Dr. Zulkiflimansyah.

Pasalnya sesaat setelah mendapatkan informasi dari media sosial terkait kondisi anak ini, bantuan stimulan-pun diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTB.

Gubernur NTB Melalui Dinas Sosial Provinsi mengintruksikan kepada Pekerja Sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima untuk langsung melakukan assesmen pada keluarga Annisa.

Hasilnya untuk tahap awal bantuan stimulan langsung dikirim melalui rekening keluarganya. Bantuan tersebut untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Menindaklanjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik S.Sos MH, Senin (05/10/20).

Kepala Dinas menyebutkan uang yang dikirim tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa.

Berikutnya akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Dikatakannya, berdasarkan assemen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah, anak  tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012.

Orang tuanya pernah membawa Annisa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” katanya.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat.

Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementar waktu,” harapnya.

Keluarga Annisa, yang diwakili Pendamping Sosial PKH, Sri Mulyati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gunernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi yang telah begitu cepat merespon keadaan keluarga Annisa.

Bantuan ini sangat membantu Annisa  dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Terimakasih Pak Gunernur NTB, terimakasih juga kepada Kepala Dinsos Provinsi yang telah menghubungi kami untuk assesmen keluarga Annisa,” ucapnya.

Sebelumnya Nita Ifani, Orang tua Annisa, pernah mengekspose kondisi anaknya di media sosial Facebook, kemudian mendapat respon dari netizen dengan beragam komentar.

Rr/HmsNTB




HUT Ke-75 TNI, Gubernur; NTB Mencontohkan Sinergi Luar Biasa

Kekompakan antara TNI dan Polri di NTB sangat bagus dalam membantu Pemerintah Provinsi di setiap program yang dijalankan

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah beserta para anggota Forkopimda NTB mengikuti Upacara HUT Ke-75 TNI secara virtual di seluruh Indonesia, di Makorem 162/WB, Senin (05/10/20).

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memimpin upacara itu mengatakan, sinergi antara TNI, Porli dan lembaga pemerintah lainnya berjalan dengan sangat baik. Ia minta agar sinergi ini terus dipertahankan.

Jokowi mengatakan, upacara ini bukan hanya diikuti oleh para anggota TNI saja, namun diikuti juga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Perjalanan panjang TNI, sejak perjuangan kemerdekaan hingga kini menunjukkan, TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara.

Menjaga keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945. Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Oleh karena itu, atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI. Kepada para prajurit yang sedang bertugas di manapun,” Ujar Presiden.

Dalam berbagai kesempatan, dunia berubah dengan sangat cepat, dunia bergerak dengan sangat dinamis.

Transformasi organisasi TNI harus terus dilakukan sesuai dengan dinamika lingkungan strategis, dinamika ancaman, dan perkembangan teknologi militer.

“Kita harus terus melakukan transformasi teknologi dan personel yang mampu memahami dan memanfaatkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano, dan teknologi kecerdasan buatan,” terangnya.

Selain transformasi organisasi dan transformasi teknologi, TNI juga harus didukung oleh transformasi personel yang kokoh.

Baik dalam menghadapi tugas-tugas Operasi Militer untuk Perang, maupun untuk tugas-tugas Operasi Militer Selain Perang.

“Kita harus siap mengantisipasi karakter baru pertempuran masa depan, yang mempunyai daya hancur lebih besar atau high level of destruction. Kita harus siap menghadapi pertempuran yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang atau decisive battle,” kata Presiden.

Karakter pejuang yang selalu siap untuk bersinergi, bekerja sama bahu-membahu dengan berbagai elemen bangsa.

Karakter pejuang yang membangun sinergi antar korps, sinergi antar matra, sinergi antar instansi, serta sinergi antara TNI dan POLRI, yang menjadi kunci untuk membangun kekuatan pertahanan yang semakin kokoh dan efektif.

“Akhir kata, terus tingkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiap-siagaan TNI untuk menerima penugasan. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jadikanlah sinergi sebagai kekuatan membangun Negeri, membawa Indonesia menjadi negara maju. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia,” tutupnya.

Kekompakan TNI-Polri

Gubernur Zul saat diwawancarai menyampaikan bahwa kekompakan antara TNI dan Polri di NTB sangat bagus dalam membantu Pemerintah Provinsi di setiap program yang dijalankan.

“Saya kira tema yang sangat bagus ya, sinergi untuk negeri, ditengah pandemi seperti ini, nampaknya tidak ada pilihan lain kecuali memperkuat sinergi antara TNI, Polri, Masyarakat dan institusi lain yang terkait, saya kira di NTB kita sudah mencontohkan sinergi yang luar biasa,” terang Gubernur.

Rr/HmsNTB




Tinjau Posyandu Keluarga Terpadu, Wagub Apresiasi Kekompakan Warga Midang

Wagub optimis seluruh Posyandu di NTB kelak akan menjadi Posyandu Keluarga

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi langkah-langkah terobosan yang dilakukan pemerintah dan warga Desa Midang.

Ha itu diungkapkannya saat mengunjungi salah satu Posyandu Keluarga Terintegrasi di Desa Midang Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Senin (05/10/20) pagi.

Ia pun memuji Kepala Desa Midang yang disebutnya memahami betul bagaimana menjadikan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan juga lingkungan sebagai prioritas utama.

Posyandu Keluarga Desa Midang ini telah terintegrasi dengan Bank Sampah.

Selain itu, terdapat pula pengembangan usaha ecobrick, jalinan kerjasama dengan BUMDes, serta usaha-usaha dalam memajukan UMKM di desa tersebut.

“Alhamdulillah, semoga semakin banyak Kepala Desa yang sangat sungguh-sungguh memikirkan hal-hal yang mendasar. Karena kita berjuang untuk kesehatan dan lingkungan itu tidak seperti membalikan telapak tangan,” kata Wagub.

Umi Rohmi mendukung penuh harapan Kepala Desa Midang yang bertekad menjadikan desanya sebagai Desa Wisata andalan di Lombok Barat bahkan NTB.

“Dengan mendorong Desa Midang ini menjadi desa wisata, itu menjadi trigger untuk membenahi lingkungan dan juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umi Rohmi kembali mempertegas, saat ini masyarakat dihadapkan hanya pada dua pilihan. Pilihan tersebut yakni hidup aman dan produktif.

Sehingga, dimasa pandemi Covid-19 ini masyarakat diminta mampu tetap produktif dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“Untuk bisa hidup aman dan profuktif syaratnya hanya satu, yaitu patuhi protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Umi Rohmi.

Dalam hal ini, Umi Rohmi bersyukur masyarakat NTB tetap mampu bertahan di tengah sulitnya perekonomian yang disebabkan adanya pandemi.

Ia mengajak seluruh daerah mendorong potensi yang dimiliki di daerahnya masing-masing.

Terakhir, Umi Rohmi berharap ke depan semakin banyak daerah-daerah di NTB yang menerapkan Posyandu Keluarga.

Dengan kekompakan, Ia optimis seluruh Posyandu di NTB kelak akan menjadi Posyandu Keluarga. Untuk itu, sinergi antar pemerintah dan seluruh masyarakat menjadi kunci mewujudkan hal tersebut.

“Kita harapkan semoga posyandu bisa menjadi Posyandu Keluarga, bisa melayani anak sampai lansia sehingga masalah kesehatan dan masalah sosial yang kita hadapi bisa kita atasi bersama,” kata Wagub.

Perhatian ke Lombok Barat

Sekretaris Daerah Lombok Barat, Dr. H. Baehaqi, menyambut hangat kunjungan Wagub beserta rombongan, yang disebutnya memperhatikan pembangunan hingga ke lingkup terkecil.

“Perhatian Wakil Gubernur kepada Lombok Barat ini sangat luar biasa, sangat sering sekali beliau hadir bersama kita dengan masyarakat, terlebih dimasa pandemi Corona ini,” ujar Baihaqi.

Baehaqi juga mendukung penuh akan pentingnya kehadiran Posyandu Keluarga di tengah masyarakat. Posyandu Keluarga yang mencakup semua kalangan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan.

“Bisa dikatakan posyandu sebagai layanan kesehatan paling terdepan di masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Midang, Drs. Syamsuddin melaporkan capaian dan progres pembangunan di Desa Midang.

Dimulai dari keberlangsungan Posyandu Keluarga hingga menyukseskan Desa Midang sebagai salah satu Desa Wisata andalan di NTB. Menurutnya, kehadiran Desa Wisata akan memberikan multiplier effeck pada aspek-aspek lainnya, seperti kebersihan lingkungan dan kemajuan UMKM.

“Warga Desa Midang banyak menciptakan program program yang berkaitan dengan kebersihan sampah. Harapan saya, semoga sampah sampah di Desa Midang bisa terus menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Desa Midang telah mempunyai satu Posyandu Keluarga. Sehingga, Syamsuddin berjanji Posyandu Keluarga di Desa Midang akan terus ditambah jumlahnya.

Hal ini disebutnya merupakan wujud dukungan penuh Desa Midang terhadap program unggulan Pemprov NTB.

“Untuk target di tahun 2021 semoga semua posyandu di Desa Midang menjadi Posyandu Keluarga,” harapnya.

Dalam kunjungan kali ini, Wagub didampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kadis P3AP2KB Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Kadis PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB.

Rr/HmsNTB




Calon Walikota Mataram Selly Andayani, Suka Berburu Kuliner Kampoeng yang Asyik

Jago PDIP-PKS ini memang sudah lama akrab dengan banyak pengusaha kuliner di Kota Mataram, sejak ia menitis karir birokrasi. Mulai dari yang berkelas kaki lima, hingga hotel berbintang

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Terkenal tegas dan sangat disiplin dalam memimpin birokrasi, namun Hj Putu Selly Andayani memiliki sisi humanis yang tak banyak orang tahu.

Bisa meledak-ledak jika ada bawahan yang kerja tidak becus, dan memberikan penghargaan dan pujian untuk bawahan yang berkinerja baik.

Hj Selly dan Interi TGH Abdul Manan

“Bu Selly tipe pemimpin yang ideal, ada karakter mendasar yang membuat kita sebagai bawahan termotivasi bekerja. Ada reward dan punishment yang objektif, beliau tidak suka pekerja yang Asal Bos Senang (ABS),” kata salah seorang mantan bawahan Selly di sebuah OPD di Provinsi NTB.

Bagi sejumlah mantan anak buahnya, Selly Andayani adalah sosok perempuan tangguh. Mantan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB ini selalu memberi teladan bagi para ASN untuk bekerja benar-benar mengabdi demi pelayanan bagi masyarakat.

Selly juga selalu turun lapangan dan memimpin kerja-kerja kemanusiaan di sektor kedinasan yang ia pimpin. Misalnya, dalam sejumlah operasi pasar ketika harga komoditas tertentu melambung dan langka.

“Bu Selly bukan tipe yang langsung percaya dengan laporan bawahan, beliau pasti turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat sebenarnya,” kesan mantan bawahan Selly Andayani ini.

Cerita itu bergulir sampai saat ini. Selly Andayani melepas kedinasan dan birokrasinya sebagai ASN untuk menjadi Calon Walikota Mataram dalam Pilkada 2020 ini.

Salah satu kebiasaan Selly Andayani yang tak banyak orang tahu adalah gaya blusukan uniknya. Terutama saat berburu Kuliner Kampoeng /Tradisional .

Jago PDIP-PKS ini memang sudah lama akrab dengan banyak pengusaha kuliner di Kota Mataram, sejak ia menitis karir birokrasi. Mulai dari yang berkelas kaki lima, hingga hotel berbintang.

Seperti yang nampak Jumat sore ( 2/10) dan  Sabtu malam (3/10) di kawasan Karang Buaye Pagutan dan  Sekarbela, Kota Mataram. Hanya didampingi beberapa orang, Selly Andayani meluangkan waktu untuk berburu kuliner Kampoeng asyik yakni Nasi Rarit khas Karang Buaye dan Nasi Selak  Sekarbela yang sangat tersohor.

Sebelumnya Selly juga Kulineran Rujak Kemeng dikawasan Cakra.

“Saya ya seperti ini, kalau pingin makan memilih kuliner yang merakyat saja. Kan di sini kita bisa menyerap aspirasi dan harapan-harapan masyarakat yang kita jumpai,” kata Selly Andayani.

Lama menjabat Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Selly paham benar ada banyak potensi UMKM di NTB termasuk di Kota Mataram yang bisa dan harus bisa dikembangkan. Sektor kulinari adalah salah satunya.

Sektor kulinari juga menjadi pelengkap kekuatan NTB sebagai destinasi wisata unggulan nasional. Jika dikemas dan digarap serius, sektor ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan dan menggeliatkan perekonomian daerah.

Nasi Selak Sekarbela misalnya, jika dikemas apik dan didampingi dengan promosi kepariwisataan, bukan hal mustahil bisa seperti Rawon Setan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Cukup banyak orang ingin datang ke Surabaya karena penasaran dengan Rawon Setan. Nah, di Mataram kita punya Nasi Selak Sekarbela, ini tentu potensi juga yang bisa dikembangkan. Satu ketika orang ingin ke Mataram karena penasaran dengan kuliner Nasi Selak,” kata Selly Andayani.

Untuk urusan Kuliner, SALAM menilai Kota Mataram ini etalase warung besar NTB. Di Kota ini segala macam kuliner lokal Lombok, Sumbawa, Dompu dan Bima tersedia. Masakan nusantara juga bisa dinikmati di cukup banyak kedai yang ada.

Menurut Selly, ke depan perlu dibuat semacam lokasi khusus kuliner di Kota Mataram. Selain sebagai wahana bagi warga Kota Mataram berekreasi dan berburu kuliner di akhir pekan. Ini juga akan menjadi daya tarik wisata tersendiri di Kota Mataram.

“Karena itu SALAM  gagas Mataram Car Free Night di kawasan Cakranegara yang  akan menjadi lokasi pusat kuliner Mataram. Kuliner andalan dan Khas  akan diberikan space agar suasana Kota hidup dan menjadi perputaran ekonomi juga,” bebernya.

Kunjungan Selly Andayani di kawasan Nasi Selak Sekarbela dan Nasi Rarit Karang Buaye Pagutan , tak banyak membicarakan politik.

Apalagi dukungan untuk SALAM. Meski pemetaan geografi politik kawasan Sekarbela  bukan kantung pendukung SALAM, bagi Selly seluruh wilayah Kota Mataram adalah masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan pemerintah.

Terlebih setelah SALAM terpilih dan dilantik kelak sebagai Walikota dan Wakil Walikota Mataram mendatang.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Minggu,  04 Oktober 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan obat atau vaksin paling mujarab yang harus dilakukan secara kolektif untuk bisa menurunkan resiko tertular wabah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laborat orium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Bimamengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (03/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 96 sampel dengan hasil 73 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 20  orang, tidak ada kasus kematian

Dijelaskan,  adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu ini (04/10/20) sebanyak 3.437 orang, dengan perincian 2.708 orang sudah sembuh, 203 meninggal dunia, serta 526 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 20 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3417, an. SA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 3418, an. NS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3281. Saat in menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Lape;
  3. Pasien nomor 3419, an. SC, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3420, an. ED, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3421 an. ZH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  6. Pasien nomor 3422, an. LP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  7. Pasien nomor 3423, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 3424, an. MS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 3425, an. RM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 3426, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3427, an. JA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3428, an. AP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3429, an. APP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3430, an. AJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 3431, an. AW, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 3432, an. LZ, perempuan, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3433, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3434, an. LAS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 3435, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3436, an. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  21. Pasien nomor 3437, an. MA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu.

Hari ini terdapat penambahan 20 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2983, an. R, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Pungkas Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 2999, an. NA, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Kota Raja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3098, an. BA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3173, an.H, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3206, an. MZ, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3226, an. A, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3227, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3255, an. Z, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3256, an. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3275, an. MHBA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Rembiga, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3426, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  12. Pasien nomor 3427, an. JA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  13. Pasien nomor 3428, an. AP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  14. Pasien nomor 3429, an. APP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  15. Pasien nomor 3430, an. AJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 3431, an. AW, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  17. Pasien nomor 3432, an. LZ, perempuan, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 3433, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  19. Pasien nomor 3434, an. LAS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  20. Pasien nomor 3435, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.

LALU Gita  Aryadi menghimbau seluruh warga agar tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan obat atau vaksin paling mujarab yang harus dilakukan secara kolektif untuk bisa menurunkan resiko tertular wabah virus ini,” katanya.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC)  Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.