Gubernur Kunjungi Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak di Tente, Bima

BIMA.lombokjournal.com

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengunjungi  Annisa (9) di kediamannya di Dusun Bante, Kec Tente Kab Bima. Annisa adalah Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak di Tente,  Selasa (06/10/20) pagi.

Gubernur melalui Dinas terkait langsung memberikan Bantuan Stimulan.

Luar biasa Dinas Sosial Kab Bima dan Dinas Sosial Pemprov yang cepat merespon. Terima kasih juga pada Pak Bupati (Bima) yang segera membawa ananda Annisa ke rumah sakit…,” tulis Gubernur Zul melalui akun facebooknya dari Bima.

Penderitaan Annisa diketahui pemerintah dari media sosial.

“Media sosial memang merubah banyak hal dalam kehidupan kita..Medsos kalau digunakan dgn baik dan bijak akan sangat bermanfaat utk kemaslahatan bersama,” kata Gubernur.

Menurutnya, selama ini Annisa tak terdeteksi karena orang tuanya sering berpindah-pindah.

Dengan medsos Alhamdulillah kini semua tertangani dengan baik. Alhamdulillah…,” tulisnya.

Annisa (9) bocah pengidap sindrom selaput otak, anak dari pasangan suami-istri (pasutri) Andriawan- Nita Irfani asal Dusun Bante, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima mendapatkan perhatian serius dari Gubernur NTB ,Dr. Zulkiflimansyah.

Pasalnya sesaat setelah mendapatkan informasi dari media sosial terkait kondisi anak ini, bantuan stimulan-pun diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTB.

Gubernur NTB Melalui Dinas Sosial Provinsi mengintruksikan kepada Pekerja Sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima untuk langsung melakukan assesmen pada keluarga Annisa.

Hasilnya untuk tahap awal bantuan stimulan langsung dikirim melalui rekening keluarganya. Bantuan tersebut untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

”Menindaklanjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik S.Sos MH, Senin 5 Oktober 2020.

Kepala Dinas menyebutkan uang yang dikirim tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa.

Berikutnya akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Dikatakannya, berdasarkan assemen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah, anak tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012.

Orang tuanya pernah membawa Annisa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” katanya.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat. Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementar waktu,” harapnya.

Keluarga Annisa, yang diwakili Pendamping Sosial PKH, Sri Mulyati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gunernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi yang telah begitu cepat merespon keadaan keluarga Annisa.

Bantuan ini sangat membantu Annisa dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Terimakasih Pak Gunernur NTB, terimakasih juga kepada Kepala Dinsos Provinsi yang telah menghubungi kami untuk assesmen keluarga Annisa,” ucapnya.

Sebelumnya Nita Ifani, Orang tua Annisa, pernah mengekspose kondisi anaknya di media sosial Facebook, kemudian mendapat respon dari netizen dengan beragam komentar.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa,  06 Oktober 2020, Bertambah 7 (tujuh) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Masyarakat agar  tidak pernah menganggap remeh bahaya Covid-19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan

MATARAM.lmbokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi  NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia Mataram dan Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 7 (tujuh) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa  (06/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa Sumbawa sebanyak 87 sampel dengan hasil 75 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 7 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 7 (tujuh)  orang, tidak ada kasus kematian

Dijelaskan, adanya tambahan 7 (tujuh) kasus baru terkonfirmasi positif, 18 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (06/10/20) sebanyak 3.467 orang, dengan perincian 2.759 orang sudah sembuh, 203 meninggal dunia, serta 505 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 7 (tujuh) PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH Sembuh 18 Orang, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, antara lain

  1. Pasien nomor 3461, an. AHI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  2. Pasien nomor 3462, an. NCR, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3463, an. LH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  4. Pasien nomor 3464, an.VNP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  5. Pasien nomor 3465, an. SWA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP di Kabupaten Sumbawa, saat ini berdomisili di Desa Meninting,Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  6. Pasien nomor 3466, an. ADM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  7. Pasien nomor 3467, an. MR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram.

Hari Selasa terdapat penambahan 18 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2951, an. K, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 2987, an. S, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 3019, an. I, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3074, an. NLS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3156, an. J, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 3157, an. SR, perempuan, usia 31 tahun , penduduk Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  7. Pasien nomor 3223, an. BNR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Batuyang Daya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3225, an. N, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Montong Gading, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3228, an. TH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3230, an. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Montong Gading, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3272, an. BR, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3322, an. SIS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  13. Pasien nomor 3323, an. PS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  14. Pasien nomor 3326, an. MA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  15. Pasien nomor 3327, an. YA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  16. Pasien nomor 3328, an. AA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 3346, an. AH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pototano, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 3352, an. NNS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Lalu Gita Aryadi  selalu menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak pernah menganggap remeh bahaya Covid-19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Menurutnya, langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Ke NTB, DPRD Sulsel Bahas Perda Insentif dan Investasi

Salah satu fokus kunjungannya membahas Perda Provinsi NTB No. 3 Tahun 2015 tentang Penanaman Modal yang didalamnya mengatur tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menyambut hangat kunjungan kerja DPRD Sulawesi Selatan ke NTB.

Mewakili Gubernur NTB, rombongan kunker DPRD Sulsel tersebut disambut oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa, 6 Oktober 2020.

“Selamat datang di NTB pak Wakil DPRD Sulsel beserta rombongan yang sudah seperti menyambut keluarga sendiri,” ucap Syafi’i.

Ia berharap seluruh rombongan DPRD Sulsel yang akan berada di NTB selama dua hari kedepan dapat nyaman dan melaksanakan agendanya dengan lancar. Silaturahim yang baik kemudian diharapkan dapat terus terjalin antara NTB dengan Sulawesi Selatan.

“Semoga informasi-informasi yang didapatkan selama disini, dapat tersampaikan dengan efektif,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penuh kekeluargaan dari Pemprov NTB.

“Tentu ini menjadi sebuah catatan penting bagi kami bahwa hubungan antara NTB dan Sulawesi Selatan adalah hubungan yang dari zaman dulu sampai sekarang terus terbina dengan baik,” tuturnya.

Syaharuddin Alrif kemudian menyampaikan tujuan dari kunker DPRD Sulsel kali ini.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus kunjungan, salah satunya membahas dan diskusi terkait Perda Provinsi NTB No. 3 Tahun 2015 tentang Penanaman Modal yang didalamnya mengatur tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi.

Saat ini, Pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2019 tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi. Isi dan semangat Perda ini juga tak jauh berbeda juga dengan yang ada pada Perda No. 3 Tahun 2015.

“Oleh karena itu, kami mau mendengar penjelasan dan menerima masukan sejauh mana efektifitas Perda Intensif di NTB berjalan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Ir. H. M. Rum, MT memaparkan berbagai prioritas investasi unggulan di NTB.

Berbagai investasi unggulan itu antara lain, KEK Mandalika, Global Hub, Geopark Rinjani, Kawasan Industri Sumbawa Barat (Smelter), SAMOTA (Saleh, Moyo dan Tambora), SAKOSA (Sangiang, Komodo dan Sape), Kawasan Pertambangan Sumbawa Timur, Kawasan Pengembangan Wisata Religi dan KEK Tanjung Santong.

Selain itu, Ia juga menyebut dengan kehadiran Perda telah mulai membantu keberlangsungan dan kemudahan investasi di NTB.

“Perda ini dilakukan berdasarkan prinsip, kepastian hukum, kesetaraan, transparansi, akuntabilitas, efektif dan juga efisien,” jelasnya.

Rr/HmsNTB




Atraksi Barongsai Flashmob Selly Manan sebagai Penghormatan untuk Warga Tionghoa

Pasangan SALAM juga ingin membangun kesadaran bersama masyarakat agar bisa bersatu dan bersinergi dalam menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram

Lmbokjournal.com —

MATARAM ;   Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) Jilbab Ijo, terus berinovasi kreatif mendukung Pilkada Sehat  dan Damai di Kota Mataram.

Atraksi mobile flashmob yang digelar tim relawan SALAM di sejumlah lokasi di Kota Mataram sejak pekan lalu, terus  mengkampanyekan protokol kesehatan sekaligus berbagi masker gratis untuk masyarakat.

 

Tampil dengan varian kemasan mewakili entitas multi etnik untuk  keberagaman warga Kota Mataram, kali ini SALAM menggelar The Barongsai Flashmob ini dihajatkan sebagai bentuk penghormatan untuk warga Tionghoa menuju Mataram Zona Hijau.

Enam flashmober dan satu regu Barongsai,  dilepas dari perempatan Karang Jangkong menuju perempatan Cakranegara. Melintas sepanjang jalan Pejanggik, kawasan pusat pertokoan dan bisnis Cakranegara, Selasa pagi (6/10).

Atraksi simpatik The Barongsai SALAM memukau netizen dan pengguna jalan sekaligus menjadi hiburan bagi warga  Kota Mataram.

“Sangat menghibur, anak-anak bisa menonton Barongsai untuk mengurangi kejenuhan karena covid 19 plus dapat pembagian masker kain gratis yang berkualitas baik ,” kata Haryati, salah seorang warga Kota.

Dalam atraksi flashmob itu, tim relawan SALAM mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19. Anjuran jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan disuarakan dengan gaya yang ceria diselilingi pembagian Masker disepanjang jalan yang dilalui.

Sementara itu, satu tim lain  The Barongsai SALAM lainnya juga dilepas dari perempatan Bunut Baoq menuju perempatan Hotel Aston Inn jl Panca Usaha .

Hal ini juga menjadi tontonan menarik agar melalui Pilkada kota Mataram warga mataram terhibur dan gembira meskipun ditengah Pandemi.

Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, atraksi flashmob yang dilakukan tim relawan SALAM ini merupakan bagian upaya SALAM mendorong Pilkada Sehat dan Damai sesuai anjuran Pemerintah/ Mendagri Tito Karnavian.

Selain itu SALAM menginginkan agar konstestasi Pilkada kota dibuat enjoy dan menyenangkan semua orang agar tingkat partisipasi pemilih meningkat.

Menurutnya,  simbol The Barongsai harus dimaknai sebagai tekad dan spirit  SALAM yang ingin memperkuat persatuan dalam keberagaman warga Kota.

Sebagai ibukota Provinsi NTB, kota Mataram ibarat taman sari ke- bhinnekaan dengan beragam berpenduduk yang heterogen, multi kultur dan keyakinan beragama yang hidup damai berdampingan dan saling tenggang rasa/toleransi.

“Kali ini temanya Barongsai, karena SALAM ingin menyapa saudara-saudara kita dari Tionghoa untuk  menambah pesona  keindahan multi kulturisme Kota Mataram,” ujarnya.

Kawasan Cakranegara adalah pusat perniagaan, jantung perekonomian di Kota Mataram. Pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan kondusifitas di kawasan ini tentu bagian ikhtiar dari masyarakat heterogen yang ada, baik masyarakat asli Mataram, maupun warga Tionghoa di sana.

TGH Manan menambahkan, selain Barongsai, mobile flashmob yang digelar tim relawan SALAM juga sudah mengangkat tema budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo (SASAMBO). Ke depan budaya masyarakat diaspora yang ada di Mataram juga akan menjadi tema.

Misalnya saja, seni Kuda Lumping atau Reok Ponorogo untuk menyapa diaspora Jawa di Mataram.

“Tentu saja pesannya adalah Pilkada ini pesta rakyat yang harus ceria. Meski saat ini kita harus adaptasi di masa pendemi dan menerapkan protokol kesehatan, namun esensi keceriaan harus tetap terjaga agar daya imunitas tubuh juga terjaga baik,” papar pria yang juga Ketua MUI kota Mataram.

Melalui sejumlah kampanye kreatif di Kota Mataram, pasangan SALAM juga ingin membangun kesadaran bersama masyarakat agar bisa bersatu dan bersinergi dalam menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Selanjutnya Manan  mengatakan, membangun kesadaran bersama tak cukup hanya dengan sosialisasi satu arah semata. Harus semua pihak turut berpartisipasi terutama masyarakat Kota Mataram sendiri.

“SALAM ingin menggugah kesadaran bersama. Mari semua masyarakat Kota Mataram taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pendemi ini,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu tim relawan Flashmob Selly-Manan,  Wawan mengatakan kampanye dengan cara Atraksi mobile flashmob sangat efektif terlebih ditengah pandemic covid 19 yang mengharuskan untuk lebih kreatif.

“Ini Sudah satu pekan kami lakukan, untuk memabantu program pemerintah wujudkan kota mataram hijau dan sekaligus sebgai program dari Selly-Manan,”ungkap Wawan

Satu kelompok Atraksi mobile flashmob di lakukan oleh sepuluh orang agar tidak ramai sehingga dapat dapat mencegah penyebaran covid 19.

“Kami memilih dengan cara seperti ini, dikarenakan keselamatan warga masyarakat lebih penting,” tuturnya.

Sementara itu Koordinator The Barongsai Flashmob SALAM , Alimin menambahkan Pemilu terkadang menguras emosi juga pikiran.

Flashmob yang dikombinasikan dengan seni Barongsai menjadi cara Tim kreatif pendukung SALAM membuat suasana politik, road to Pilwalkot menjadi cair dan menghibur.

“Bersaing secara sehat dengan menunjukan program unggulan bagus dipentaskan, apalagi membuat masyarakat terhibur dengan pagelaran seni ataupun Happening Art yang dilakukan SALAM dalam kontestasi Pilwalkot,” urai Alimin

Ia menuturkan Hadirnya pentas flashmob dan Barongsai diharapkan dapat membuat suasana panas mejadi sejuk dan cair. Cara kreatif yang ditempuh untuk mengenalkan salah satu pasangan calon Wali Kota dan Calon Wakilnya.

Me




Hj Niken Resmikan Ruang Pengolahan Hasil Ternak di Desa Teruwai, Loteng

Petani didorong tidak menyerah di masa pandemi, caranya dengan mengolah bahan baku hasil pertanian, peternakan dan perikanan menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi

LOTENG.lombokjournal.com  –

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc mengatakan, saat mengalami pandemi tidak boleh menyurutkan lsemangat berusaha , tetap semangat memberikan karya, memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas

Hj Niken mengatakan itu saat meresmikan Ruang Pengolahan Hasil Ternak di Desa Teruwai Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Selasa (06/10/20).

Salah satu sektor yang sangat diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan ekonomi adalah sektor pertanian, peternakan dan perikanan serta produk turunannya.

Hj. Niken mengapresiasi masyarakat yang sudah berusaha membangkitkan ekonomi di tengah pandemi .

Ia berharap agar aktivitas pengolahan hasil tani ternak di Desa Teruwai bisa menjadi contoh bagi yang lain untuk tidak menyerah di masa pandemi ini.

Caranya yaitu dengan mengolah bahan baku hasil pertanian, peternakan dan perikanan menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Dengan dukungan berbagai pihak, mudah-mudahan apa yang kita resmikan hari ini bisa menginspirasi dan memberikan semangat bagi saudara-saudara kita yang lainnya untuk bisa bangkit bersama,” ungkapnya.

Setelah pengguntingan pita, Bunda Niken langsung meninjau produk-produk olahan yang berupa telur kemasan, ayam bakar kemasan serta produk olahan lainnya.

Ia  juga memberikan saran untuk produk yang dihasilkan oleh masyarakat ini agar diberikan merk dagang dan dipasarkan juga secara online. Mengingat era digital semakin memudahkan orang untuk bertransaksi jual beli.

“Nantinya produk olahan ayam ini bisa dipasarkan secara online, di NTB ada NTB Mall tempat pemasaran produk secara online,” sarannya.

Salah satu Pengurus Kelompok Tani Ternak Desa Teruwai, H. Sukardi menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi, yang memberikan perhatian kepada Kelompok Tani Ternak di Desa Teruwai hingga dapat bangkit seperti ini.

“Rasa terimakasih kami yang sangat mendalam, yang tidak henti-hentinya membina kami, Pemerintah Provinsi NTB selalu hadir di tengah kami apa lagi di masa pandemi ini. Sangat luar biasa,” ungkapnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Asisten I Setda NTB Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, Kepala Dinas Peternakan  dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Lalu Iskandar, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Tengah Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili.

Rr/HmsNTB




KPUD Loteng Siap Jalin Kerjasama Dengan MOI, Wujudkan Pilkada Berintegritas

LOTENG.lombokjournal.com

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Media Online Indonesia (DPC MOI) Kabupaten Lombok Tengah, siap bekerjasama dengan penyelenggara Pemilu untuk menyelenggarakan Pilkada damai, aman, profesional, berintegritas dan sesuai standar Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC MOI Lombok Tengah, Ahmad Jumaili saat bersilaturrahim dengan Ketua Komisioner KPUD Lombok Tengah Dharmawan di Praya Selasa, (06/10/20).

Disampaikannya, sebagai Perkumpulan Perusahaan Media Online terbesar di Indonesia, MOI Loteng memiliki jaringan yang luas untuk memastikan setiap penyelenggaraan Pilkada di semua tahapan berlangsung demokratis.

“Kami DPC MOI Lombok Tengah siap bersama KPU, Bawaslu dan semua stakeholder di Lombok Tengah mendukung terciptanya pilkada yang kondusif, jujur, profesional dan berintegritas,” terang Jumaili.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lombok Tengah, Lalu Darmawan menyambut baik dukungan Pengurus DPC MOI Lombok Tengah untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada Loteng.

“Sebagai pilar keempat demokrasi, media termasuk yang tergabung di DPC MOI Loteng memiliki andil besar untuk turut serta mendukung pelaksanaan Pilkada yang demokratis, termasuk memberikan pencerahan dan pendidikan politik kepada masyarakat, melalui informasi disajikan” ungkap Darmawan.

Lalu Darmawan menambahkan dalam seluruh tahapan kerja KPU mulai dari pusat hingga daerah, tidak bisa lepas dari kerjasama dengan media.

Sebab media memiliki kekuatan berjejaring untuk menyampaikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Walaupun kami di KPUD memili website tetapi itu tidak cukup, yang disana lebih kepada internal. Nah untuk penyebaran yang lebih luas kita tetap menggunakan media,”  ungkapnya.

Tak hanya informasi dan sosialisasi, media juga sangat diharapkan memberikan kritik, saran dan masukan yang konstruktif bagi terselenggaranya Pilkada yang aman, berintegritas dan demokratis.

“Kami sangat terbuka dan siap diberikan kritik, saran dan masukan jika kami ada yang kurang tepat. Dan media punya kapasitas melakukan itu,” katanya.

Lalu Darmawan menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas keberadaan dan  silaturrahim MOI Lombok Tengah hari ini.

Ia berharap kedepan MOI dan KPU bisa bekerjasama terutama dalam membantu verifikasi pada media-media yang ada di Lombok Tengah. (*)




Plt. Bupati KLU Pimpin Rakor Kebencanaan

Persoalan kebakaran di Dasan Lekong Dusun Lendang Galuh Sigar Penjalin Tanjung menjadi atensi untuk sesegera mungkin diatas

TANJUG.lombokjournal.com

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH MH memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kebencanaan untuk penanganan bencana alam dan non alam di Aula Bupati setempat, Senin (5/10/2020). Dihadiri beberapa Kepala OPD dan Camat lingkup Pemda KLU.

H Sarifudin,

Saat memimpin rapat itu, Plt Bupati Lombok Utara didampingi Pj. Sekda Drs. H. Raden Nurjati, para Asisten Setda KLU

H Sarifudin SH MH, dalam arahannya menyampaikan, rakortas dilakukan setelah melihat beberapa kejadian yang tidak terduga yakni bencana alam dan bencana non alam.

Lebih lanjut Plt bupati menyampaikan kemarin (3 Oktober 2020) ada kebakaran, maka masyarakt kita membutuhkan perhatian pemerintah.

“Melalui rakor ini, harus ada keputusan yang menjadi kebijakan kita bersama yang bisa kita realisasikan, khusus untuk masyarakat yang saat ini dilanda bencana,” imbuhnya.

Plt. Bupati mengatakan, Pemda KLU perlu mengambil langkah-langkah cepat dalam mengatasi tiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakati.

“Saya berharap seluruh OPD yang berkewajiban pada aspek itu untuk bekerja sesegera mungkin, tidak saja kita berbicara untuk kebutuhan pendeknya, tetapi bagaimana kita menyelesaikan kebutuhan jangka panjang, yaitu tempat tinggal mereka. Mohon kerja sama kita dalam hal ini,” tandasnya.

Menurut Wabup Lombok Utara itu, khusus kejadian Dusun Lendang Galuh, yang ditugaskan menangani untuk segera bertindak cepat diantaranya beberapa waktu ke depan kita harus membuat Huntara dan air bersih dari PDAM.

Selain itu pula, penerangan juga penting, mungkin perlu koordinasi dengan PLN.

Rakor ini membahas pula bencana kekeringan yang dirasakan oleh dua kecamatan yaitu Bayan dan Kayangan, hampir setiap tahun di bulan Agustus, September dan Oktober kerap mengalami kekeringan.

“Tiap tahun kita harus memiliki kesigapan terhadap bencana. Pada tahun 2021, sudah disikapi dan anggarannya ditambah,” imbuhnya.

Usai memimpin rapat terbatas kepada awak media Plt. Bupati Sarifudin menyatakan, dana taktis disiasati untuk segera membangunkan hunian sementara masyarakat yang terdampak langsung karena bencana kebakaran.

“Bila perlu dalam satu bulan ini tuntas semua. Huntara sudah bisa terbangun,” tukasnya.

Dikatakannya pula, terkait dengan penangan bencana kebakaran di Dusun Lendang Galuh, untuk sementara Pemda KLU sudah membuat dapur umum, penerangan, pembagian selimut, tenda dan lain-lain.

Raden Nurjati

Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan, ada beberapa yang menjadi konsentrasi pada rapat. Pertama, terjadinya bencana kebakaran yang terjadi di Dasan Lekong Dusun Lendang Galuh Sigar Penjalin Tanjung.

Selanjutnya masalah RTG, dan yang terakhir perencanaan secara umum yang perlu disepakati program-program dalam pemulihan ekonomi, terkait Pandemi Covid.

Mantan Kepala DPKAD itu mengatakan,  terkait penanganan bencana kebakaran beberapa langkah yang sudah diambil, melalui BPBD, Dinsos, Dikes, Damkar termasuk kecamatan.

Kegiatan berupa membuat dapur umum, sudah berjalan dari hari kemarin, fasilitas sarana prasarana oleh BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan laporan masing-masing kecamatan dan OPD, terkait penanganan bencana alam dan non alam.

sas




Perayaan HUT TNI,  Plt Bupati KLU Serahkan Penghargaan  Juara Lomba Kampung Sehat

TANJUNG.lombokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara, H Sarifudin, SH, MH menjadi Inspektur Upacara (Irup) Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) berlangsung di Halaman Kantor, Senin (05/10/20).

Plt Bupati KLU, H Sarifudin, SH, MN

Acara itu dirangkaikan dengan apel netralitas ASN menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020. Selain itu, diisi dengan penyerahan nominator juara Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten dari Kapolda Nusa Tenggara Barat dan Pemda KLU.

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin SH MH, dalam amanatnya menyampaikan, peringatan HUT  TNI rutin diperingati tiap tahun, sebagai upaya mewarisi semangat juang, memahami keteladanan, serta menghayati tindakan dan spirit patriotik penegak kedaulatan negara.

Spirit yang dilandasi rasa nasionalisme telah menjadi perisai penguatan kedaulatan negara.

“Melalui peringatan HUT TNI ke-75, saya mengajak seluruh komponen masyarakat KLU agar aktif bersama pemerintah meneruskan perjuangan dan cita-cita para pendahulu kita, terutama dalam mengisi pembangunan daerah,” tutur Sarifudin.

Menurut Plt Bupati, KLU tidak hanya diuji bencana alam, tetapi juga bencana non alam pandemi Covid-19. Penyebaran pandemi corona sungguh cepat menimpa sebagian besar negara dan masyarakat di berbagai belahan dunia. Lombok Utara juga tidak luput dari serangan wabah global tersebut.

“Inilah ujian yang harus kita hadapi dan kita tangani secara kolektif baik pemerintah, jajaran TNI/Polri dan masyarakat dalam rangka memberikan kenyamanan dan kondusifitas demi tetap terjaganya keutuhan berdaerah, berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Pada momentum perayaan 75 tahun TNI tersebut, sejumlah upaya dan langkah nyata yang diterapkan secara berkala oleh pemerintah daerah KLU, bersama unsur TNI/Polri dan Gugus tugas Covid-19 guna mencegah dan memutus rantai penyebaran pandemi corona di antero KLU.

Di antaranya, penerapan Perda NTB nomor 7 tahun 2020 dan Perbup Lombok Utara nomor 15 tahun 2020, serta mengeluarkan edaran penggunaan masker di tempat umum, tempat ibadah maupun tempat-tempat lainnya.

Selain itu, Pemda KLU mengambil langkah-langkah mencegah penyebaran Covid-19 di KLU, misalnya penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat umum, memonitoring Pelabuhan Bangsal sehubungan dengan keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing.

Prmda KLU Turut menyukseskan kegiatan Lomba Kampung Sehat yang memacu masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Mari kuatkan sinergi Program Kampung Sehat dikarenakan dapat menunjang keberhasilan desa-desa menerapkan protokol Covid-19. Saya mengajak kita semua agar terus menggalakkan kampanye gunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir dan jaga jarak untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama,” ajaknya.

Pemda KLU terus berikhtiar bekerja keras bersama melakukan terobosan penanganan keadaan untuk pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dampak gempa bumi 2018.

Dikatakan, Data BPBD KLU per tanggal 28 September 2020,  jumlah RTG yang sudah terbangun sejumlah 37.129 unit, sementara RTG yang sedang dalam proses pembangunan sejumlah 5.964 unit.

Terkait kontestasi pilkada pada Desember mendatang, ASN harus netral mengacu pada kode etik ASN sesuai PP nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS.

Dalam PP tersebut, lanjutnya, terdapat nilai dasar yang mesti dijunjung tinggi oleh PNS, diantaranya netralitas.

“Pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat KLU menyampaikan terima kasih yang tulus serta apresiasi yang luhur kepada pimpinan dan jajaran TNI atas kerja keras membantu masyarakat KLU. Dirgahayu TNI ke-75, Sinergi untuk Negeri,” imbuhnya.

Terkait Lomba Kampung Sehat Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH menyampaikan selamat kepada Desa Jenggala atas kesuksesan menjuarai Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten, serta mewakili KLU pada lomba serupa di tingkat Provinsi NTB.

Diharapkan prestasi yang diraih Desa Jenggala bisa ditiru oleh desa-desa lain di KLU.

Menurut Kapolres, Lomba Kampung Sehat di Lombok Utara terus dilakukan Polres Lombok Utara. Bahkan pihaknya melakukan pembinaan sejumlah pola kegiatan yang dilakukan ketiga desa pemenang lomba. Seperti mendorong untuk mematuhi imbauan dan penerapan protokol kesehatan di tiga desa nominator juara.

Selain itu, pihaknya juga mendorong penyediaan infrastruktur dalam penanganan protokol kesehatan di ketiga desa. Hal itu bertujuan supaya yang bagus bisa bertambah bagus.

Kapolres, optimis desa utusan Lombok Utara nantinya bisa menjadi juara pada Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB.

“Kampung sehat ini tetap kita berlakukan selama masa Covid-19. Ke depan, kampung sehat terus akan diterapkan meski covid sudah usai. Formatnya kita ubah agar kampung sehat tetap ada, karena masyarakat kita harus hidup sehat,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan tropi piala dan hadiah kepada pemenang Lomba Kampung Sehat, masing-masing diserahkan kepada Desa Jenggala Kecamatan Tanjung (Juara I),  Desa Senaru Kecamatan Bayan (Juara II), dan Desa Bentek Kecamatan Gangga (Juara III).

Hadiah dan tropi piala diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Lombok Utara bersama Kapolres Lombok Utara dan anggota Forkopimda.

Hadir dalam acara itu Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, anggota Forkopimda, para Asisten, Kepala OPD, unsur TNI/Polri dan segenap ASN lingkup Pemda KLU

sid




Polwan Aipda Ismi Asuh Anak Saat Tugas, Dapat Penghargaan dari Gubernur

DOMPU.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengatakan, apapun tugas kita, kewajiban sebagai orang tua tidak boleh ditinggalkan.

Hal itu dikatakan Bang Zul saat memberikan penghargaan kepada Aipda Ismi di kediamannya di Dompu, Jln. Mahoni, Selasa (06/10/20).

Penghargaan ini bermula dari foto seorang Polisi Wanita (Polwan) yang tengah bertugas sambil memangku anaknya yang sedang  tertidur lelap beberapa waktu lalu viral di media sosial. Polwan tersebut adalah Aipda Ismi Andri Nurwati, Kanit Bintibmas, Polres Dompu, Provinsi NTB.

Foto tersebut diambil saat Aipda Ismi sedang bertugas mengamankan pelaksanaan sidang sengketa Pilkada di Bawaslu Dompu. Berkat foto itu, banyak masyarakat yang memberikan pujian, tak terkecuali Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul.

Ia menekankan, bukan hanya anak saja yang harus memenuhi kewajibannya pada orang tua. Melainkan kewajiban orang tua pada anak pun harus dipenuhi.

“Anak-anak punya hak untuk diberikan kasih sayang oleh orang tuanya,” ungkap Bang Zul.

Aipda Ismi saat diberikan penghargaan mengaku tak menyangka fotonya tersebar luas hingga sampai ke Gubernur dan Kapolda. Ia mengaku, kejadian tersebut spontanitas, tanpa rekayasa apapun.

“Anak saya yang paling bungsu tiba-tiba nangis, saat kondisi cukup kondusif, bibik saya mengantar anak saya ke Bawaslu Dompu,” ujar Aipda Ismi.

Aipda Ismi bercerita, saat dipangku, anaknya yang baru berusia 2,6 tahun tersebut tiba-tiba tertidur di pangkuanya. Dari jauh, suaminya yang juga anggota Polisi mengabadikan kejadian tersebut, kemudian disebarkan melalui medsosnya.

“Alhamdulilah, suami juga seorang anggota, saya lihat foto kami di posting, kemudian saya bagikan,” ungkap Aipda Ismi.

Kapolda NTB akan datang langsung ke Dompu untuk memberikannya penghargaan, kedatangan Kapolda juga sekaligus untuk melihat secara langsung kondusifitas Pilkada di Kabupaten Dompu.

“Pak Kapolda hubungi saya, dalam waktu dekat akan datang langsung ke Dompu, Alhamdulillah,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Tekankan Pentingnya Edukasi untuk Cegah Kanker Payudara

Posyandu Keluarga iterus didorong sehingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlayani dan mendapat edukasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang juga sebagai Ketua Umum BKOW NTB mengatakan, kanker payudara bukan hal biasa, namun merupakan masalah besar dari segi kesehatan yang harus dapat ditangani bersama-sama.

Menurutnya, edukasi menjadi hal terpenting dalam penanganan kanker payudara, dan sebagain besar penyakit-penyakit yang menimpa masyakarat Indonesia.

Waggub Hj Sitti Rohmi

“Kunci utama adalah edukasi seperti apa yang dilakukan oleh YKPI selama ini. Terus menerus mengedukasi organisasi-organisasi wanita, melalui sekolah-sekolah dan kami NTB juga belajar dari itu,” ucap Wagub saat memberi sambutan pada acara Webinar , Selasa (06/10/20) di ruang kerjanya.

Dalam upaya menahan laju kanker payudara di Provinsi NTB, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

Lanjut Wagub, dengan edukasi  Pemprov NTB terus mengintervensi fasilitas-fasilitas atau kegiatan terkecil yangag dimaksu dilakukan secara reguler di seluruh dusun melalui Posyandu.

“Itulah yang kami lakukan di NTB. Kami mendorong untuk Posyandu kita di NTB ini, semuanya di setiap dusun itu, tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil, tetapi menjadi Posyandu Keluarga, yaitu melayani dari bayi sampai lansia, seluruh masyarakat di dusun tersebut terlayani,” ungkapnya.

Posyandu Keluarga ini terus didorong sehingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlayani dan mendapat edukasi. Dengan hal tersebut diharap dilakukan edukasi secara reguler.

“Di NTB juga kami mewajibkan untuk SMA, SMK, SLB itu juga ada pembelajaran tentang kesehatan reproduksi dan risiko-risiko yang mungkin akan mengenai mereka kalau mereka tidak aware dengan kesehatannya,” ungkapnya.

BKOW sebagai perkumpulan organisasi wanita dinilai memiliki peran yang sangat besar. Sehingga BKOW menggerakkan seluruh anggotanya untuk sungguh-sungguh bisa peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, terlebih mengenai kesehatan dan pendidikan.

“Sosialisasi, edukasi, itu yang terus menerus kita dorong sehingga kita harapkan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan untuk dirinya. Sehingga program-program pemerintah itu bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat itu sendiri, sehingga keinginan dari masyarakat timbul, sehingga kalau dari bawah program-program pemerintah akan sangat sukses,” ujarnya.

Wagub mengapresiasi kegiatan webinar tersebut.

“Saya mengaprsiasi webinar ini, memang sosialisasi tidak boleh terhenti karena Covid, tetapi dengan teknologi kita semakin bisa memperkuat sosialisasi kita dan menjangkau jauh lebih luas lagi,” ujar Wagub.

Rr/HmsNTB