UPDATE Covid-19: Hari Senin, 12 Oktober 2020, Bertambah 8 (delapan) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 72 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

 Hari Senin ini (12/10)  jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 adalah yang terbanyak sejak pandemi dimulai

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 15 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (12/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa Sumbawa sebanyak 199 sampel dengan hasil 185 sampel negatif, 6 (enam) sampel positif ulangan, dan 8 (delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  72  tidak kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 8 (delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 72 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin ini (12/10/2020) sebanyak 3.557 orang, dengan perincian 2.887 orang sudah sembuh, 206 meninggal dunia, serta 464 orang masih positif.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 8 (DELAPAN)  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 72 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3550, an. SF, perempuan, usia 15 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara;
  2. Pasien nomor 3551, an. VAR, perempuan, usia 13 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara;
  3. Pasien nomor 3552, an. AR, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara;
  4. Pasien nomor 3553, an. M, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara;
  5. Pasien nomor 3554 an. SA, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara;
  6. Pasien nomor 3555, an. S, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  7. Pasien nomor 3556, an. LAN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  8. Pasien nomor 3557, an. IS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram.

Hari Senin ini terdapat penambahan 72 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 729, an. FB, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 801, an. WR, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 802, an. TWM, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 865, an. M, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 926, an. AP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 936, an. ER, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 982, an. LN, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1126, an. IMDAD, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1139, an. INPS, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1146, an. SW, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1183, an. MTG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1204, an. IPSG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1221, an. AK, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1253, an. DES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1267, an. M, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1269, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1304 an. PM, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1310 an. HA, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1311 an. IAMP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1333, an. TSR, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1339, an. J, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1358, an. PSH, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 1361, an. IBW, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 1368, an. M, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 1407, an. BHA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 1409, an. R, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 1481, an. TY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 1484, an. LAS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 1485, an. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 1502, an. HB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 1519, an. IK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  32. Pasien nomor 1523, an. IGAKS, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  33. Pasien nomor 1538, an. TB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  34. Pasien nomor 1563, an. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  35. Pasien nomor 1571, an. AA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  36. Pasien nomor 1599, an. HI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  37. Pasien nomor 1603, an. BKA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  38. Pasien nomor 1613, an. SA, laki-laki, usia 41 tahun, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  39. Pasien nomor 1621, an. SS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  40. Pasien nomor 1650, an. IW, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  41. Pasien nomor 1651, an. JW, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  42. Pasien nomor 1657, an. K, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  43. Pasien nomor 1661, an. J, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  44. Pasien nomor 1728, an. APB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  45. Pasien nomor 1729, an. E, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  46. Pasien nomor 1738, an. BBD, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  47. Pasien nomor 1765, an. AM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  48. Pasien nomor 1855, an. SR, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  49. Pasien nomor 1858, an. T, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  50. Pasien nomor 1882, an. MM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  51. Pasien nomor 1894, an. IKS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  52. Pasien nomor 1920, an. EN, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  53. Pasien nomor 1939, an. EDS, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  54. Pasien nomor 1941, an. LW, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya , Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  55. Pasien nomor 1978, an. ZYP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  56. Pasien nomor 1995, an. ASU, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  57. Pasien nomor 2821, an. AO, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  58. Pasien nomor 2822, an. AQY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  59. Pasien nomor 2904, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  60. Pasien nomor 2915, an. MD, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Bintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  61. Pasien nomor 2922, an. DFH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  62. Pasien nomor 2937, an. AM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  63. Pasien nomor 3140, an. ESH, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  64. Pasien nomor 3198, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Baralau, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  65. Pasien nomor 3269, an. F, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima;
  66. Pasien nomor 3290 an. MNF, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  67. Pasien nomor 3332, an. NF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  68. Pasien nomor 3333, an. NW, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  69. Pasien nomor 3351, an. DNK, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  70. Pasien nomor 3370, an. IGYPP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  71. Pasien nomor 3371, an. NLS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  72. Pasien nomor 3462, an. NCR, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hari Senin ini (12/10)  jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 adalah yang terbanyak sejak pandemi dimulai.

“Kita patut bersyukur seluruh pasien dapat ditangani dan terawat dengan baik sehingga senantiasa tetap ada trend kesembuhan setiap harinya,” katanya.

Lalu Gita Aryadi kembali menegaskan, protokol pencegahan dan kesehatan dalam masa pandemi ini wajib dilaksanakan oleh setiap orang untuk menekan dan mengurangi penyebaran Covid19.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Gubernur Bahas Omnibus Law Bersama Serikat Buruh dan Asosiasi Pengusaha   

Seluruh kalangan tetap kompak menjaga keamanan dan ketertiban di daerah

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyapa dan berdiskusi dengan Serikat Buruh, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) terkait pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, di kediaman Kapolda NTB, Senin (12/10/20).

Dalam prtemuan itu, Gubernnur Zul didampingi Kapolda NTB dan Danrem 162/WB serta Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB,

Gubernur Zul mengajak para buruh dan pengusaha dalam menyampaikan aspirasinya, tetap menjunjung tinggi kondusifitas dan menjaga keamanan. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan justru menimbulkan kerugian bagi daerah.

“Oleh karena itu, niat baik pemerintah ini tentu tidak mungkin memuaskan semua pihak, tentu dalam Omnibus Law itu setelah kita baca detail banyak hal yang bagus, yang memotong banyak rantai birokrasi hingga mencegah korupsi,” ucap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul.

Bang Zul mengakui, masih banyak persoalan dan juga pembahasan yang harus dilakukan demi menyempurnakan Omnibus Law tersebut. Cakupannya yang luas, membuat UU Omnibus Law wajib melibatkan peran serta seluruh kalangan masyarakat.

“Ketika goncangan atau reaksi masyarakat ini begitu banyak, pak Presiden mengumpulkan semua Gubernur dalam rapat terbatas, membicarakan apa masalahnya ini. Pak Presiden waktu itu memberikan kesempatan kepada kita untuk apa yang menjadi permasalahan untuk kemudian diselesaikan,” ungkapnya.

Bang Zul mengatakan, pemerintah akan selalu terbuka menerima masukan dan kritikan dari masyarakat. Karna itu, Ia meminta seluruh kalangan tetap kompak menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.

“Semua Gubernur sudah dikumpulkan dalam rapat terbatas dengan pak Presiden. Beliau menyampaikan dan menyadari betul ada hal-hal atau informasi yang mungkin tidak sampai kepada kita semua. Oleh karena itu, kalau ada hal yang dirasa oleh teman-teman, ada kekurangan yang perlu disempurnakan, pemerintah pusat tentu terbuka,” jelas Bang Zul.

Pentingnya silaturrahim

Sebelumnya, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, akan pentingnya menjaga silaturahim.

Ia menyebut banyak hal positif yang dapat diperoleh dengan rutinnya bersilaturahim. Sehingga, Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur, Danrem dan juga perwakilan Asosiasi Pekerja, buruh dan pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut.

“Saya mengapresiasi untuk pak Gubernur, pak Danrem dan semua teman teman yang telah datang,” ujarnya.

Iqbal kemudian berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat semakin rutin dilaksanakan.

“Semoga silaturahim diantara kita terus hangat untuk sama-sama membangun masyarakat, bangsa dan negara, khususnya Provinsi NTB menuju NTB Gemilang,” tambah Iqbal.

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengutarakan, TNI akan selalu siap membantu masyarakat NTB memecahkan permasalahan. Untuk itu, Ia mengapresiasi masyarakat NTB yang sudah berjuang bersama dalam membangun daerah tercinta.

“NTB ini punya kita semua, NTB ini punya masyarakat NTB, saya yakin kita semua mau NTB maju, dan kami dari TNI, Polri, dan Pemerintah akan mendukung bapak-ibu untuk kemajuan NTB, tentunya dengan peraturan dan prosedur yang ada,” terang Rizal.

Lebih lanjut, Danrem juga menyebut TNI/Polri akan selalu mendampingi dan memfasilitasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi semaksimal mungkin, sebab itu merupakan hak masyarakat.

Tak kalah penting, ketertiban dalam menyampaikan aspirasi harus dijunjung tinggi oleh seluruh kalangan masyarakat.

“Kami memfasilitasi bapak-ibu semuanya untuk menyampaikan aspirasinya semaksimal mungkin, tapi tidak dengan cara-cara yang anarkis, ini imbauan kami,” kata Danrem.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Hj. Wismaningsih Drajadiah mengatakan, ini UU Omnibus Law masih dalam pembahasan lebih lanjut.

Pemerintah juga disebutnya selalu membuka ruang untuk masyarakat menyuarakan pendapatnya yang tertuang didalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).

“Pemerintah baik ditingkat pusat maupun di provinsi membuka untuk dialog dalam RPP-nya. Jadi, sudah diperintah dari pusat bahwa kita masih mempersiapkan RPP,” tuturnya.

Ia pun mengapresiasi pekerja, buruh hingga pengusaha NTB yang tetap berpikir jernih dalam menyikapi permasalahan yang sedang trending di Indonesia ini. Ia berjanji akan selalu melindungi hak-hak pekerja, buruh dan juga pengusaha yang ada.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman serikat pekerja di NTB karena bisa menyikapi Undang-Undang ini dengan sangat rasional, sehingga tidak ada sampai  hari ini yang menyikapinya dengan emosional tapi dengan rasional,” tutup Wismaningsih.

Dalam kesempatan ini, masing-masing perwakilan organisasi, baik itu Serikat Buruh, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyuarakan pendapat dan juga harapan mereka ke depan.

Tak jauh berbeda, mereka berharap silaturahim dan keterlibatan kalangan buruh dan pengusaha terus ditingkatkan.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 11 Oktober 2020, Bertambah 15 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 7 (Tujuh) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Trend penambahan kasus positif Covid-19 terus bertambah. Namun kita patut bersyukur seluruh pasien dapat ditangani dan dirawat dengan baik, sehingga senantiasa tetap ada trend kesembuhan setiap harinya

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 15 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (11/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa Sumbawa sebanyak 74 sampel dengan hasil 56 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  7 (tujuh) orang, tidak kasus kematian.

Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu ini (11/10/20) sebanyak 3.549 orang, dengan perincian 2.815 orang sudah sembuh, 206 meninggal dunia, serta 528 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 15 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 7 (TUJUH) ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3535, an. AH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3536, an. UNAG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Asyifa Sumbawa Barat
  3. Pasien nomor 3537, an. SD, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  4. Pasien nomor 3538, an. AAF, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  5. Pasien nomor 3539 an. LRTH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  6. Pasien nomor 3540, an. MYA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 3541, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 3542, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3543, an. AA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  10. Pasien nomor 3544, an. H, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 3545, an. BLP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  12. Pasien nomor 3546, an. YA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3547, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3548, an. LM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3549, an. NUL, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3387. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji.

Hari Minggu ini terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2910, an. YA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3057, an. J, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 3058, an. T, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 3059, an. PDN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 3060, an. HW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 3061, an. H, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 3385, an. R, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jurit Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi mengatkan, trend penambahan kasus positif Covid-19 terus bertambah. Namun kita patut bersyukur seluruh pasien dapat ditangani dan dirawat dengan baik sehingga senantiasa tetap ada trend kesembuhan setiap harinya.

“Protokol pencegahan dan kesehatan dalam masa pandemi ini wajib dilaksanakan oleh setiap orang untuk menekan dan mengurangi penyebaran Covid-19,” katanya.

Ditegaskan, penting kita semua menjaga diri dan orang lain dari virus corona, dengan betul-betul memperhatikan pergerakan antar wilayah dalam akivitas kegiatan sosial dan ekonomi, yang dilaksanakan serta menjauhi kerumunan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti himbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Demikian pula, kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB,  juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan  tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Penyiaran Digital Akan Ganti Siaran Analog Secara Nasional   

Masyarakat dimmita siap, secara bertahap mulai membiasakan diri dengan sistem siaran digital

MATARAM.lombokjournal.com

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) terus mensosialisasikan penyiaran digital.

Digitalisasi penyiaran merupakan perpindahan sistem penyiaran dari analog ke digital atau ASO (Analog Switch Off).

Gubernur Zukieflimansyah

Itu berarti, siaran analog akan diakhiri secara nasional di tanah air untuk selamanya.

Kegiatan “Sosialisasi dan Publikasi Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran Digital” berlangsung di Dmax Hotel, Minggu (11/10/20).

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang turut hadir mengapresiasi kegiatan itu, karena di masa pandemi Covid-19 ini terus melakukan sosialisasi yang memiliki ekstrernalisasi yang positif.

Bang Zul sapaan akrab Guberur, meminta agar daerah blank spot di NTB segera teratasi dengan baik, demi menunjang perpindahan sistem dari penyiaran analog ke digital atau ASO (Analog Switch Off).

“Mungkin tidak bisa tahun ini, mudah-mudahan awal atau pertengahan tahun depan,” jelas Gubernur NTB

Adanya digitalisasi penyiaran, Bang Zul berharap sektor pariwisata mampu ditunjang dengan baik. Di masa pandemi saat ini diharap mampu membantu dan menggeliatkan daerah.

“Masyarakat sudah menunggu sosialisasi tentang digitalisasi di bidang penyiaran. Mudahan dengan hadirnya sosialiasi pelaku media dan pelaku bisnis jadi lebih terbuka sehingga cahaya di ujung terowongan itu semakin kelihatan,” tutup Bang Zul.

Perbatasan frekuensi penyiaran

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid mengungkapkan, kedatangannya ini merupakan hal penting bukan hanya untuk NTB. Tapi juga untuk Indonesia yang harus dijaga setiap jengkal perbatasannya, baik secara fisik maupun dari frekuensi penyiarannya.

“Kita tahu, Indonesia adalah negara kepulauan dan bangsa yang besar kita sadari daerah-daerah di perbatasan masih mengalami beberapa tantangan, di antaranya tantangan kesejahteraan, keamanan dan akses informasi,” jelasnya.

Hal tersebut terjadi karena rendahnya minat dari pelaku usaha yang kini didorong dengan digitalisasi penyiaran. Agar semua dapat melakukan pembangunan infrastruktur penyiaran, baik dari pemerintah maupun dibantu oleh sektor swasta.

Meutya berharap, adanya digitalisasi penyiaran lebih banyak pemain yang masuk ke industri penyiaran, dan memiliki keberagaman tayangan yang bisa disaksikan.

Sehingga unsur mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terpenuhi.

“Dengan demikian kami titipkan kepada bakti untuk membangun infrastruktur seluas-luasnya, semerata-ratanya dan seadil-adilnya dan kami menitipkan kepada KPI untuk melakukan pengawasan penyiaran untuk menghasilkan tayangan yang mendorong nasionalisme juga perlu,” tuturnya.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio meminta seluruh masyarakat untuk siap dan secara bertahap mulai membiasakan diri dengan sistem siaran digital.

Secara manfaat, teknologi siaran yang baru ini akan lebih menguntungkan publik ketimbang sistem siaran analog, yang masih digunakan hingga saat ini.

“Mulai sekarang, kami berharap masyarakat sudah siap dengan peralihan sistem digital di 2022 nanti. Kamu juga meminta masyarakat untuk mulai mengenal sistem siaran baru tersebut, serta apa saja manfaat yang dapat mereka peroleh dari teknologi siaran secara digital,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi penyiaran adalah keniscayaan karena sistem siaran ini sudah digunakan hampir di seluruh negara di dunia.

Di ASEAN, hanya Indonesia dan Timor Leste yang belum melakukan transformasi sistem teknologi baru ini.

“Dengan sistem siaran digital, masyarakat akan lebih mudah menangkap siaran televisi dimanapun. Kualitas gambar dan suara yang diterima juga jernih dan sangat jelas. Sistem siaran ini juga menyelesaikan persoalan blank spot siaran di tanah air,” ungkapnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini turut hadir pula Anggota Komisi I DPR, Direktur Utama Bakti, Kepala Dinas Komifotik Provinsi NTB, serta jajaran KPI Pusat dan KPI NTB.

Rr/HmsNTB




Panca Karsa Gelar Talk show Kolaborasi Cegah Covid-19, di Desa Sambik Bangkol Gangga

Seluruh warga masyarakat dihaapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan

GANGGA.lombokjournal.com

Perkumpulan Panca Karsa melakukan talk show santai bertajuk kolaborasi melawan Covid-19 bersama komunitas di Desa Sambil Bangkol.

Hadir Kepala Desa Sambik Bangkol Lalu Wiriadi SPd, Kepala UPT BLUD Puskesmas Gangga H Rasiatun SKep sebagai narasumber, serta perwakilan dari perkumpulan perempuan se-Desa Sambil Bangkol dan perwakilan lembaga-lembaga yang ada, Jum’at (09/10/20).

Kades Samba Lalu Wiriadi SPd, menyampaikan berbagai ujian dan musibah yang dihadapi dari tahun sebelumnya hingga kini.  Mulai dari gempa bumi, keudian menyusul  pandemi Covid-19.

Namun dari berbagai ujian tersebut yang paling berdampak terhadap perekonomian masyarakat adalah bencana nonalam Covid-19.

“Kami bersyukur dengan Perkumpulan Panca Karsa, berbagai kegiatan dilakukan dalam penanganan Covid-19. Ini luar biasa, menjalin kerja sama bagaimana teknis penanganan Covid 19 secara berdaya mandiri,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, adanya Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 terkait tiga pilar dalam rangka menghadapi Covid-19: memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun.

Kemudian Perda nomor 7 tahun 2020, dengan sanksi denda terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Sementara itu, Koordinator Perkumpulan Panca Karsa, Zahratun menyatakan tampak pembinaan dari pemerintah kabupaten terus dilakukan untuk mencegah dan menangkal Covid-19.

Sedangkan Perkumpulan Panca Karsa melakukan pendampingan program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Samba. Lanjutnya, secara umum telah berkiprah sejak terjadinya gempa 2018 silam.

“Kami ingin mendokumentasikan upaya-upaya baik yang sudah dilakukan masyarakat terutama oleh kelompok-kelompok perempuan yang ada di Sambik Bangkol,” imbuhnya.

Pada bulan Maret kemarin, masyarakat dihebohkan melalui media sosial dan elektronik, adanya wabah covid yang mengerikan sehingga menimbulkan ketakutan.

Belum lagi hoaks, lanjutnya, membuat masyarakat kebingungan, sumber mana yang dijadikan acuan.

“Kami mengapresiasi dan bangga dengan kelompok-kelompok perempuan di Desa Sambik Bangkol. Mereka secara langsung cepat merespons upaya penanggulangan Covid-19, mereka membuat hand sanitizer dengan bahan alami, membuat masker dari kain yang ada, kemudian membagikannya kepada masyarakat. Selain itu,  mensosialisasikan upaya pencegahan mulai dari pintu ke pintu dan media sosial. Kerja-kerja baik yang dilakukan tersebut didokumentasi,” tandasnya.

Dalam berkegiatan pihak Panca Karsa bermitra dengan AWO, Action Deutschland Hilft, Save Indonesia yang memfasilitasi pemberian makanan sehat bagi 450 keluarga dan masyarakat di Desa Sambik Bangkol, dan desa lain yang menjadi project Perkumpulan Panca Karsa seperti di Desa Medana, Desa Teniga, Desa Tegal Maja dan Desa Rempek.

Bantuan yang diberikan bukan hanya makanan sehat, melainkan perlengkapan kesehatan yang diperhatikan seperti pelindung diri berupa hand sainitizer, sabun cair, masker.

Ditambahkannya, Panca Karsa memfasilitasi pula bantuan untuk penunjang tenaga kesehatan seperti nakes Posyandu di lima desa dan dua puskesmas yang ada di Lombok Utara kecamatan Gangga dan Tanjung.

Sejak munculnya Covid-19, Panca Karsa mendorong, memotivasi, dan menggerakkan masyarakat, dengan inovasi membuat hand sanitizer mandiri untuk kebutuhan diri dan masyarakat luas.

Membantu pengusaha kecil untuk bisa bertahan dalam berjualan, dengan cara menyiapkan ember untuk mencuci tangan atau hand sainitizer.

Pada aspek ekonomi, Panca Karsa membangkitkan semangat tetap berusaha di masa Covid-19. Mengatensi usaha masyarakat, bagaimana memanfaatkan media sosial dan media lain sebagai media pemasaran.

“Alhamdulillah, kami bisa memfasilitasi program atas dukungan juga dari pemerintah kabupaten dan desa Sambik Bangkol, sehingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar, kemudian bantuan bisa diterima dengan tepat sasaran,” ujarnya.

Kepala UPT BLUD Puskesmas Gangga H Rasiatun SKep menyoroti upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari sisi medis.

Dirinya berharap semua masyarakat mesti tetap dalam protokol kesehatan. Dijelaskannya, masa inkubasi rata-rata 1 sampai 14 hari, dengan risiko penularan virus pada droplet (cairan ludah).

Menurutnya, gejala awal seperti demam atau meriang, batuk, napas pendek atau sulit bernapas, letih, dan sebagainya. Gejala baru terpapar positif Covid-19 seperti hidung mampet atau meler, mual dan diare terus-terusan.

Oleh karenanya, masyarakat diserukan tetap mengikuti protokol kesehatan. Kegiatan berlangsung lancar, tampak peserta talk show cukup antusias menerima paparan narasumber.

Kolaborasi program penanganan pandemi dibutuhkan dari multipihak sehingga terbangun sinergi yang apik, dalam rangka menghindari risiko masyarakat terpapar Covid-19 di Lombok Utara khususnya di Desa Sambik Bangkol.

wld




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 10 Oktober 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 7 (Tujuh) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Dalam masa pandemi Covid-19 ini semua orang memiliki kewajiban yang sama, yakni menjaga kesehatan diri dan orang lain

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima, dan Laboratorium TCM RSUD Dompum mengkonfirmasi, ada tambahan 7 (tujuh) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu  (10/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa Sumbawa sebanyak 146 sampel dengan hasil 126 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  7 (tujuh) orang, tidak kasus kematian.

Dengan adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu ini (10/10/2020) sebanyak 3.534 orang, dengan perincian 2.808 orang sudah sembuh, 206 meninggal dunia, serta 520 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMABAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 7 (TUJUH) ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu

  1. Pasien nomor 3516, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3517, an. EA, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 3518, an. RTWA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Darurat Asrama Haji;
  4. Pasien nomor 3519, an. RF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  5. Pasien nomor 3520 an. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 3521, an. MY, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  7. Pasien nomor 3522, an. RAH, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3523, an. RA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3524, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3214. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3525, an. AA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Woha;
  11. Pasien nomor 3526, an. SN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Palibelo;
  12. Pasien nomor 3527, an. TS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3239. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Woha;
  13. Pasien nomor 3528, an. F, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3235. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Soromandi;
  14. Pasien nomor 3529, an. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Woha;
  15. Pasien nomor 3530, an. MS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk berdomisili di Desa Rasabou, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Tambora;
  16. Pasien nomor 3531, an. AM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Belo;
  17. Pasien nomor 3532, an. I, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Belo;
  18. Pasien nomor 3533, an. NI, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Woha;
  19. Pasien nomor 3534, an. BMY, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini sedang dalam proses dirujuk ke RSUD Provinsi NTB.

Hari Sabtu terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3171, an. SB, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Batuyang Daya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 3360, an. MHSH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3391, an. LWHDP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 3411, an. WS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3412, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3413, an. DM, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3518, an. RTWA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini semua orang memiliki kewajiban yang sama, yakni menjaga kesehatan diri dan orang lain.

“Cara yang paling efektif adalah dengan senantiasa memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir,menjaga jarak dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Menurutnya, setiap orang wajib untuk taat dan disiplin terhadap seluruh himbauan dan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Terima kasih kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC)  Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 811




Senaru dan Kerujuk, Masuk Pengembangan Destinasi Super Prioritas Mandalika

Wagub mengucapkan selamat kepada Dusun Kerujuk dan Desa Senaru sudah menjadi Desa Wisata Destinasi Super Prioritas

PEMENANG.lombokjournal.com

Desa Senaru dan Desa Menggala khususnya kawasan ekowisata Kerujuk, dI Kabupaten Lombok Utara masuk Pengembangan Desa Wisata Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika. Hal itu terungkap dalam acara Pengembangan Desa Wisata DSP Mandalika, Jum’at (09/10/20).

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf dalam sambutannya mengatakan, pihaknya hadir bersama tiga kementerian, masing-masing Deputi Pengembangan Manusia KSP, Dirjen Kementerian Daerah Tertinggal dan  Pedesaan, dan Kementerian Pariwisata.

Evi Winarni MSi

Pemerintah Pusat concern dalam membantu masyarakat melslui program nyata.

Dikatakannya, di masa depan wisatawan di dunia makin meminati obyek out door, yakni gunung, air terjun dan desa. Menurutnya, ini merupakan kesempatan memperoleh peluang menarik wisatawan  utuk megujungi obyek out  door yang kita miliki.

“Kami (Kemenpar) dengan Kemendes ada roadshow di 11 desa di Lombok Tengah yaitu Desa Rambitan Sade KPPN Praya, Desa Panjat Lombok Timur Bila Bante, Tete Batu, Kembang Kuning, di Lombok Utara  Desa Senaru dan hari ini Desa Menggala, kemudian di Lombok Barat Desa Gili Gede dan Mekar Sari,” urainya.

Dalam kesempatan itu ditekankan, wisatawan yang akan datang tahun 2021 diharapkan untuk mengunjugi ke desa-desa ini, jadi silahkan dipersiapkan. Disarankan, untuk promosi destinasi untuk mengangkat Program Cleanes Safety and empowerment (CHSE).

“Ekonomi kreatif Lombok terkenal dengan tenun, karena di sini juga ada penenun. Saya punya misi untuk meningkatkan kreatifitas penenun,” katanya.

Tahun depan direncanakan membangun kreatif craft di Mandalika milik seluruh NTB.

“Nantinya, pelaku ekonomi kreatif datang ke sana bukan hanya untuk berjualan tapi datang memamerkan usahanya, tukar ide dan mematenkan hak kekayaan intelektual,” ujarnya.

Keberhasilan ekonomi kreatif menjual komoditi, misalnya menjual kopi yang sudah dipaketkan dengan merek dari sini, kemudian daerahnya dikenal di seluruh dunia.

Memperhatikan kebersihan

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah MPd, mengajak untuk hidup bersih dan sehat serta membiasakan pakai masker.

“Saya berharap Dusun Kerujuk lebih disi Ditekankan plin. NTB ini dapat dikatakan surga dunia, visitor kita kalau datang ke Lombok selalu bilang surga dunia. Karena dari ujung timur sampai barat indah semua. Untuk itu mari kita jaga dan pelihara anugerah ini,” tuturnya.

Wagub mengatakan, perhatian dari Pemerintah Pusat sudah luar biasa, tinggal bagaimana sungguh-sungguh bersinergi antara pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga perhatian yang besar dari pusat ini bisa dimanfaatkan.

Wagub yang biasa disapa Umi Rohmi itu, selain obyek pariwisata keindahan yang menjadi nilai jual adalah kebersihan.

“Desa wisata harus tetap memperhatikan kebersihan. Apalagi NTB ini punya Program NTB Hijau, maka tanamilah yang gundul-gundul, Kelompok Wanita Tani ditingkatkan serta desa wisata harus jadi contoh, bukan hanya keindahannya tetapi sampahnya juga harus dikelola, posyandunya harus bagus,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengucapkan selamat kepada Dusun Kerujuk dan Desa Senaru sudah menjadi destinasi wisata.

“Mesti bisa menjaga kebersihan, keindahan dan keamanan,” pesannya.

Pada tempat yang sama, Asisten III Setda KLU Evi Winarni MSi, mewakili Plt Bupati Lombok Utara menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat maupun Provinsi NTB, yang memberikan perhatian luar biasa kepada Desa Senaru dan Dusun Kerujuk ini, untuk terus dikembangkan.

“Tentu hal ini, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi kami membutuhkan bantuan serta fasilitasi dari pusat dan provinsi. Dusun Kerujuk ini hampir sama kondisinya dengan daerah lain di KLU. Beberapa anak muda yang tergabung dalam Pokdarwis datang berdiskusi, bagaimana membangun Dusun Kerujuk ini menjdi kawasan destinasi wisata, sehingga brandingnya sekarang rasanya tidak lengkap ke KLU, kalau belum ke Kerujuk,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula pengembangan UMKM yang berbasis pariwisata. Beberapa bulan lalu menjadi ikon dari Dusun Kerujuk, sembari menjelaskan keberadaaan kolam-kolam ikan yang memberikan kontribusi bagi ekonomi masyarakat sekitar.

Destinasi wisata Dusun Kerujuk dan Desa Senaru masuk dalam destinasi yang harus dikembangkan untuk mendukung DSP Mandalika.

Maka harapan semangat bangkit kembali muncul bagi seluruh masyarakat Lombok Utara, khususnya di Dusun Kerujuk dan Desa Senaru.

“Masyarakat Dusun Kerujuk ingin perubahan ke arah yang lebih baik, tetapi tidak melepas karakteristik yang penuh dengan kearifan lokal. Kita jangan tinggalkan apa yang telah menjadi kearifan lokal, sendi-sendi budaya kita selama ini,” tandasnya.

 

 

Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Manusia KSP, Abet Nego Tarigan, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Drs Samsul Widodo MA, Direktur Destinasi Regional II Kemenparekraf RI Dr Wawan Gunawan, SSN MM, Wagub NTB Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah MPd, Asisten III Setda KLU Evi Winarni M.Si, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemprop NTB, dan Pemda KLU, Pokdarwis se-KLU dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara berlangsung lancar dan santai diakhiri dengan dialog interaktif antara Dirjen Kemenpar, Dirjen Kemendes PTT, bersama Deputi Pengembangan SDM KSP, Wagub NTB dan Pokdarwis.

sas




Para Perajin Diajak Tetap Produktif, dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Mencegah Covid-19 tidaklah sulit, asalkan disiplin menerapkan Protokol Kesehatan

LOTIM.lombokjournal.com

Para perajin  NTB selama pandemi Covid-19 terdampak secara ekonomi. Sebab para pengrajin terpaksa harus mengurangi bahkan tidak berproduksi di awal Covid-19.

Namun tak akin terpuruk, para perajin mulai berkarya guna memulihkan kehidupan ekonominya. Perajin mulai bangkit dan melakukan pekerjaan, dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.

Hal inilah yang diharapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat mengunjungi Galeri Showroom Kain Tenun Tradisional Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (10/10/20).

Hidup aman dan produktif disebutnya menjadi pilihan masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Dengan hal ini, masyarakat akhirnya tetap mampu menjalankan aktifitas dan tetap menjaga diri agar terhindar dari virus Corona.

“Inilah yang menjadi tugas kami di Dekranasda, memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh pengrajin di NTB, di masa pandemi ini,” ucap Ketua Dekranasda NTB yang akrab disapa Bunda Niken tersebut.

Bunda Niken mengatakan, mencegah Covid-19 tidaklah sulit, asalkan disiplin diterapkan. Imbauan seperti menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sudah sangat ampuh untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

“Prinsip kita sekarang, bagaimana agar kita aman dan juga tetap produktif, caranya adalah tentu dengan mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia minta perajin agar terus belajar dan menggali potensi yang dimiliki. Waktu luang yang banyak didapat saat pandemi berlangsung kemudian diharapkan menjadi momentum untuk terus mengasah diri.

“Tidak hanya belajar menenun, tapi kita bisa belajar membuat produk itu menjadi sesuatu yang bisa langsung digunakan, jadi tentu akan ada nilai tambahnya,” seru Bunda Niken.

Terakhir, Ia mengajak para pengrajin dan juga pengusaha pada umumnya untuk berani memanfaatkan teknologi di dalam memasarkan karyanya. Terlebih di situasi saat ini, digitalisasi menjadi keharusan agar usaha-usaha masyarakat dapat tetap bertahan dan terus berjalan.

Bunda Niken kemudian memperkenalkan aplikasi marketplace milik Pemda yaitu NTB Mall yang merupakan terobosan dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Melalui aplikasi ini, penjual dan konsumen tentunya dapat bertransaksi tanpa harus bertatap muka, sehingga akan mengurangi risiko terpapar Covid-19.

“Satu-satunya cara menjual produk kita saat ini adalah dengan menjualnya secara online, nanti karya bapak ibu bisa dijual melalui NTB Mall tersebut,” ajaknya.

Tak lupa juga, Ia tak bosan-bosannya kembali mengajak masyarakat NTB agar bangga dan cinta akan produk lokal. Ia menilai produk lokal yang tak kalah bagusnya, akan dapat bersaing apabila mulai dihargai dan dicintai oleh masyarakat di daerah itu sendiri.

Sebelumnya, Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Nurhidayati Taufik melaporkan saat ini ada ratusan perajin di Kabupaten Lombok Timur.  Adanya pandemi  Covid-19 membuat mata pencaharian mereka mendapatkan kesulitan.

“Untuk itu perlu upaya yang lebih dalam memulihkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Ia berpesan kepada masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan agar pandemi segera berlalu.

“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya di Pringgasela didalam beraktifitas agar tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Bunda Niken didampingi Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Sekdis Perdagangan Provinsi NTB serta pengurus Dekranasda NTB dan juga Lombok Timur. Ia meninjau langsung para penenun dan perajin di Pringgasela.

Selepas itu, Ia beserta rombongan melanjutkan perjalanannya menyusuri desa dalam rangka membagikan masker kepada warga setempat.

Rr/HmsNTB




Harapan Gubernur, Labangka Jadi Kawasan Food Estate Terbaik di Indonesia

Diapresiasi, kesiapan Pemprov NTB dalam perencanaan pengembangan kawasan Pertanian Terpadu di Labangka

SUMBAWA.lombokjournal.com

NTB menjadi satu dari empat provinsi di Indonesia yang akan dikembangkan menjadi daerah food estate untuk menjaga ketersediaan kebutuhan serta pasokan pangan lokal dan nasional.

Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi, mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu kawasan terpadu.

Selain menjadi food estate, Labangka Integrated Farming juga akan menjadi tujuan desa wisata dan dalam perencanaannya akan menerapkan pengolahan sampah menjadi energi.

“Kita bersyukur, daerah kita dipilih oleh Kementerian Pertanian untuk mendukung Sistem Pertanian Terpadu di Indonesia,” ujar Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah saat berdialog langsung dengan masyarakat Labangka, Kabupeten Sumbawa Sabtu (10/10/20).

Ke depan, Labangka diharapkan menjelma menjadi lumbung peternakan serta pertanian di NTB.

Gubernur mengatakan, itu semua butuh keberanian kita bersama, dengan cara menyiapkan SDM yang baik. Jangan sampai masyarakat menjadi penonton dalam pengembangan program food estate ini.

“Kita akan jadikan Labangka menjadi contoh food estate terbaik di Indonesia,” katanya.

Direktur Irigasi Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Rahmanto, mengapresiasi kesiapan Pemprov NTB dalam perencanaan pengembangan kawasan Pertanian Terpadu di Labangka.

“Diharapkan nanti lahan food estate bisa menaikkan cadangan pangan nasional,” katanya.

Dijelaskan pula pengembangan food estate ini dilakukan dengan sinergi antara Kementerian/Lembaga dengan pemerintah daerah. Bahkan, kebermanfaatannya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sinergi antara berbagai pihak tersebut mulai dari hulu, hilir hingga distribusi pasar.

Tak hanya itu, ada pula upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan korporasi petani, peningkatan kapasitas dan diversifikasi produksi pangan, serta penataan kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian.

“Kami dari beberapa Dirjen sudah siap untuk menyediakan segala kebutuhan dan program untuk mendukung Labangka,” jelas Rahmanto.

Endang, salah seorang warga Desa Labangka mengaku sebelumnya dirinya pesimis pengembangan food estate bisa berjalan di Labangka. Ia mengaku, saat melihat gambar perencanaan pembangunan tersebut, itu semua hanya mimpi yang sulit diwujudkan.

“Saya sempat pesimis, sebelum food estate ini, beberapa kali perencanaan pembangunan di Labangka sempat terhambat, bahkan tak berjalan,” ungkapnya di hadapan Gubernur NTB.

Tapi, lanjut Endang, keseriusan pembangunan tersebut benar-benar dirasakan saat Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi NTB mulai turun langsung melihat proses pembangunan tersebut.

“Setelah mendengar penjelasan dari pak Gubernur, saya optimis Labangka ini menjadi lumbung pertanian dan peternakan di Provinsi NTB,” ujar perempuan berusia 27 tahun tersebut.

Sementara itu Rahman, warga Labangka mengaku berbahagia atas proses pengembangan food estate tersebut. Ia mengaku, selain mata pencaharian mulai akan bertambah, cara pandang serta pola pikir masyarakat diyakininya akan berubah.

“Selain mata pencaharian, cara pandang dan pola pikir masyarkat pasti berubah,” ungkap laki-laki yang berprofesi sebagai guru tersebut.

Ia bercerita, tumpuan harapan masyarakat Labangka sejak dulu hanya pertanian, itupun tidak jelas, anak-anak muda juga banyak yang pengangguran, perekonomian pun minim, serta kekerasan sering terjadi.

“Kami yakin, Labangka ini mampu mengatasi kemiskinan, pengangguran serta kekerasan,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Peduli Kesehatan Ibu dan Anak,  SALAM Lanjutkan Ikhtiar Berbagi Masker

Harus diakui, sejak  pandemi SALAM  paling getol mengkampanyekan Pilkada Sehat dengan berbagai kegiatan sosial yang kreatif dan kongkret yang langsung dirasakan warga Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;     Masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kota Mataram di masa pandemi Covid-19, turut menjadi perhatian pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Selly-Manan menugaskan, Task Force Ambulance GuDek untuk terus berkeliling ke lingkungan-lingkungan mensosialisasikan protokol kesehatan dan membagikan masker, termasuk untuk ibu dan anak anak.

Mengusung misi Ibu dan Anak Sehat untuk Mataram Berkah dan Cemerlang, Task Force Ambulance SALAM secara kontinyu turun ke lapangan dari lingkungan ke lingkungan, termasuk menyisir  kawasan pinggiran perkotaan.

Menurut Selly Program bagi masker ini merupakan bentuk kepedulian SALAM  untuk melindungi dan mencegah penularan Covid 19 terutama di kalangan ibu dan anak.

“Sosialisasi protokol kesehatan dan ikhtiar pembagian masker untuk ibu dan anak anak ini semangatnya adalah mendekatkan pelayanan ke tengah masyarakat. Karena ibu dan anak ini rentan terpapar jika tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Selly , Sabtu (10/10/20)

Terkait sosialisasi dan berbagi masker akan terus dilakukan bergilir dan berpindah tempat, termasuk oleh Tim Viar Roda Tiga SALAM yang telah melakukan kampanye Sehat disertai bagi masker  kesetiap warga kota tanpa pandang bulu dikampung-kampung. .

“Sosialiasi dan Kampanye Protokol Kesehatan oleh Viar Roda Tiga SALAM tetap akan dilakukan sampai 5 Desember 2020 di 325 Lingkungan di kota Mataram,” kata Nyayu Ernawati dari Divisi Perempuan Tim Pemenangan SALAM.

Mulai, Sabtu (10/10)  dijadwalkan  Tim Task Force Ambulance SALAM akan beraktifitas kembali  mensosialisasikan protokol kesehatan membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Lebih jauh Selly mengaku menggagas sosialisasi protokol dan berbagi masker setelah beberapa kali menyerap aspirasi masyarakat saat dirinya blusukan.  Selain aspek pendidikan anak-anak, aspek ekonomi, masalah kesehatan ibu dan anak juga kerap kali menjadi keluhan, khususnya warga miskin kota.

“Jadi program ini untuk mendekatkan pelayanan khususnya  kesehatan ibu dan anak. Kita sosialisasi protokol termasuk berbagi masker untuk ibu dan anak anak karena mereka ini kelompok rentan,” ujarnya.

Kepada para ibu, Selly mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diperhatikan. Menjaga jarak, cuci tangan dan selalu menggunakan masker wajib diterapkan di masa pandemi ini.

“Boleh tetap ke pasar, beraktivitas, tetapi ingat tetap pakai masker. Protokol kesehatan harus diutamakan. Corona memang bukan untuk ditakuti, tetapi harus waspada, harus rajin cuci tangan dan selalu pakai masker,” pesan Selly kepada ibu ibu pendukung SALAM saat silaturahmi dikediamannya, Jumat (09/10) malam.

“Menciptakan Mataram yang Berkah dan Cemerlang harus dimulai sejak dini dengan  peningkatan derajat kesehatan ibu dan  anak-anak. Sehingga di masa pandemi ini kesehatan ibu dan anak harus tetap dijaga dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Harus diakui, sejak  pandemi SALAM  paling getol mengkampanyekan Pilkada Sehat dengan berbagai kegiatan sosial yang kreatif dan kongkret yang langsung dirasakan warga Kota Mataram.

Gerakan dan program masif terus dilakukan SALAM dan para relawannya untuk langsung menyentuh masyarakat. Pasangan SALAM juga paling aktif mengkampanyekan protokol kesehatan demi terciptanya Pilkada Sehat di Kota Mataram.

Hal itu selaras dengan imbauan Mendagri RI Tito Karnavian agar Calon Kepala Daerah mengkampanyekan dan mendukung Pilkada Sehat maupun mengapresiasi program Kampung Sehat yang digagas Polri dan Polda  NTB .

Me