Lewat Kuliner Tradisional,  SALAM Ajak Warga Samawa-Mbojo Ciptakan Mataram Berkah Cemerlang

lombokjournal.com —

MATARAM — Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2 , Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) terus bergerak memperkuat basis dukungan di tengah masyarakat dengan pendekatan-pendekatan humanis dan simpatik.

Gaya kepemimpinan Selly Manan  yang merakyat dan rajin turun menyapa masyarakat kembali menyedot perhatian, saat Jilbab Ijo itu menyempatkan  kuliner ke sebuah rumah makan Karaci khas Sumbawa di kawasan Panji Tilar, Kota Mataram, Rabu ( 14/10/20)  sore

Tampak Hj Selly dan TGH Manan asyik menikmati hidangan Sepat dan Singang, olahan ikan laut dengan bumbu khas Sumbawa diselilingi obrolan ringan dengan pemilik Resto,  Yunita.

Selly mengatakan, sebagai Ibukota Provinsi, Kota Mataram bukan saja menjadi kota yang heterogen tapi juga etalase keberagaman entitas Provinsi NTB secara luas.

Keragaman latar belakang penduduk baik dari etnis, agama, seni dan budaya menjadi kekayaan sekaligus ‘taman sari’ Kota Mataram.

Hal ini diyakini Selly Manan untuk mempererat persaudaraan dalam jalinan silaturahmi lintas etnis dan budaya perlu terus dibangun dan dikedepankan dalam berbagai momentum.

Guna memperkuat ikatan persaudaraan yang saling memahami maksud, Selly dan TGH Abdul Manan melakukan safari kuliner di beberapa rumah makan tradisional yang menyajikan masakan khas Samawa dan Mbojo di Kota Mataram.

“Melalui kuliner ini SALAM ingin  membaur dan menjadi bagian keluarga besar Tana Samawa dan Mbojo. Sekaligus memperelat persaudaraan  yang tak lekang oleh waktu dan kepentingan semata,” ujarnya

Menurut Selly, diplomasi masakan  sebagai bagian mempertahankan dan melestarikan menu masakan tradional dari serbuan gaya kuliner masakan modern yang makin menjamur di Kota Mataram.

“Yang jelas, masakan tradisional dari sisi taste/rasa tidak kalah lezat dan higienisnya dibanding masakan modern,” tegas Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB.

Tak hanya soal citarasa, menurut Selly masakan khas Samawa dan Mbojo di Kota Mataram juga bisa menjadi penggerak sektor UMKM di bidang kuliner.

Secara berkesinambungan ini juga menjadi kekayaan pilihan kuliner untuk wisatawan domestik yang mengunjungi Kota Mataram ke depan.

“Pesan diplomasi makanan ini ialah bagaimana setiap orang yang datang ke Kota Mataram bisa merasakan kekayaan kuliner khas NTB,” ucapnya.

Heterogenitas Urban City

Selly menambahkan selain melalui media kuliner, SALAM dalam waktu akan melakukan silaturahmi dengan entitas Samawa – Mbojo di Kota Mataram.

“Kita sedang desain bentuk  acaranya supaya tidak terkesan berjarak dan formalitas semata,” imbuh Selly sembari mengatakan SALAM ingin diterima sebagai bagian Keluarga Besar Samawa – Mbojo dengan sepenuh hati.

Terpisah ,  TGH Abdul Manan menambahkan Ke depan, SALAM juga akan memberikan ruang-ruang ekspresi untuk seni dan budaya Sasak-Samawa-Mbojo (Sasambo) di Kota Mataram.

“Ini bentuk penghormatan Selly Manan atas simbol-simbol kultural dan kearifan lokal tana’ samawa dan mbojo yang harus tetap dilestarikan eksistensinya,” kata TGH Manan

TGH Manan mengatakan  SALAM juga akan melakukan kegiatan serupa yang akan dilakukan bersama komunitas atau warga etnik lainnya seperti Paguyuban Tionghoa,  NTT ( Flores/Kupang) , Jawa, Makasar/Bugis, Padang, Madura dan lainnya yang ada di Kota Mataram ini.

Ditambahkannya, Mataram sebagai epicentrum urban city yang tentu saja ciri khas warganya majemuk baik dari sisi adat istiadat maupun strata sosialnya, maka Selly Manan ingin menjadi bagian  keluarga besar yang baik dalam heterogenitas kultural yg multi etnik tersebut.

“Semangatnya adalah membangun persaudaraan dalam keberagaman untuk Mataram yang berkah dan cemerlang,” tukas Pria yang juga Ketua MUI Kota Mataram ini.

Silaturahmi dengan diaspora warga NTT

.Hj Putu Selly Andayani bersama Warga Flobamora (Flores , Sumba, Timor dan Alor)./ Foto; Me

Sementara itu , Selasa malam (13/10) bertempat di kediaman Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani , Jl Panji Masyarakat No 15 , Mataram, Puluhan diaspora warga Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang berdomisi dan menetap di kota Mataram melakukan silaturahmi.

Suasana pertemuan berlangsung cair, familiar dan akrab , jauh dari kesan formalitas. Apalagi Sahibul Bait , Hj Selly  nampak dengan tekun menyimak dan mencatat setiap aspirasi yang disampaikan tamunya itu.

“Kami warga Flobamora (Flores Sumba Timur Alor)  senang bisa bertemu dengan  Calon Walikota Mataram, Ibu Hj Selly yang memiliki Program Kesejahteraan yang jelas dan memiliki komitmen menjaga toleransi antar umat dalam memajukan Mataram jika terpilih kelak ,” tutur  Akhmad Atapukan,  Tokoh Masyarakat diaspora NTT asal Lamahala Flores Timur ( LAMAHOLOT )  yang puluhan tahun menetap di Mataram .

Di akhir pertemuan , Selly didampingi suami tercintanya, H Rachmat Hidayat memberikan surprise kepada para saudaranya dari NTT mengajak makan malam bersama dengan aneka sajian masakan khas NTT yakni , Jagung Bose, Daging Se’i dan Sayur Rumpu Rampe sambal pedas.

Me




Lima Kali WTP, Capaian Luar Biasa Pemprov NTB

Dengan WTP ini masyarakat makin yakin, uang yang dikelola pemerintahan sudah dikelola dengan baik

MATARAM.lmbokjournal.com

Pemprov NTB menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Tahun 2020 ini, menjadi tahun kelima berturut-turut untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2015 sampai dengan tahun 2019.

Penghargaan atas opini WTP diterima langsung oleh Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Syarwan, mewakili Pemerintah RI, Kamis (15/10/20) di ruang kerjanya.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, menyampaikan apresiasi atas raihan WTP kelima kali yang didapat Provinsi NTB. Pria kelahiran Sumbawa ini berharap DJPb terus bersinergi untuk mendukung capaian ini kedepan.

“Kalau masih ada yang belum sempurna, misalnya Dana Desa, mari kita bina dan perbaiki bersama SDM di desa. Begitu juga dengan yang lain agar lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan ( DJPb) NTB, Syarwan mengatakan, penghargaan ini terkait dengan capaian opini tertinggi dalam penyusunan laporan keuangan yang diraih NTB yaitu WTP.

“Kalau sudah lima kali berturut-turut memperoleh Opini WTP, maka ini capaian yang luar biasa,” kata Syarwan.

Menurutnya, opini WTP menggambarkan bahwa pengelolaan keuangan oleh Pemerintah Daerah itu sudah sangat baik. Sudah sesuai ketentuan aturan baik dari pengadaan maupun pertanggungjawabannya.

Dengan WTP ini masyarakat makin yakin, uang yang dikelola pemerintahan sudah dikelola dengan baik. Begitupun investor-investor yakin dan tidak akan ragu menanamkan modalnya di NTB.

Dari opini WTP, ini Syarwan berharap pengelolaan dana desa lebih optimal lagi.

Apalagi tahun 2021 ada perhelatan internasional MotoGP. Ini perlu inovasi pemerintah desa untuk menyediakan berbagai sarana dan prasarana sebagai pendukung kegiatan tesebut.

Langkah ini penting, mengingat untuk menghadapi lonjakan pengunjung yang diperkirakan sekitar 200.000 orang. Sedangkan penginapan yang tersedia saat ini hanya 11.000 kamar.

“Ini yang perlu terus digenjot,” katanya.

Salah satu alternatif mendukung ketersediaan kamar untuk menunjang MotoGP adalah memberdayakan dan mengoptimalkan masyarakat. Pemerintah desa dapat memberdayakan rumah warga untuk dijadikan penginapan.

“Penyewaan rumah penduduk ini dapat mendongkrak PAD desa dan ekonomi masyarakat dalam pengelolaan untuk mendukung optimalisasi dana desa, di sektor wisata desa,” ucapnya.

 

Selain itu, lanjut Syarwan, masyarakat juga dapat didorong mengembangkan UMKM. Ia menerangkan saat ini banyak pembiayaan yang dikucurkan pemerintah demi mendukung pengembangan UMKM. Misalnya ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya sangat rendah, sekitar 6 persen.

“Nah ini bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Diketahui, Provinsi NTB sendiri telah mendapatkan opini WTP terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sembilan kali berturut-turut sejak 2012.

Penghargaan yang diberikan kali ini dihitung sejak 2015 sebagai daerah yang tetap konsisten bisa mempertahankan Opini WTP secara terus menerus dan berturut turut hingga saat ini.

Rr/HmsNTB




Gubernur Ajak Masyarakat Bedah Omnibus Law Cipta Kerja

Aspirasi yang sudah disampaikan akan disatukan dan akan dikirim langsung ke Pemerintah Pusat

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memimpin langsung kegiatan Curah Pendapat Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang digelar bersama berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, serikat pekerja, mahasiswa, dan masyarakat umum di Graha Bakti Praja, Kamis (15/10/20).

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, mengungkapkan, curah pendapat ini digelar untuk mendapatkan kejernihan pikiran terkait UU Cipta Kerja.

Dengan mengundang berbagai elemen masyarakat beserta pakar hukum diharapkan semua pihak mendapatkan kajian UU Ciptaker yang lebih baik.

“Karena itu kita mengumpulkan lebih banyak tokoh agar unjuk rasa kita bukan lagi emosional tapi dengan kajian yang lebih baik. Mudah-mudahan pendapat kita ada bobotnya berdasarkan kejernihan pikiran,” jelas Gubernur.

Dalam kegiatan itu Gubernur didampingi Sekertaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, dan dimoderatori oleh Asisten II Setda NTB, H. Ridwansyah.

Curah pendapat ini juga digelar untuk memenuhi janji Gubernur sebelumnya, saat menerima tuntutan massa aksi dan berjanji akan berdiskusi serta menjembatani aspirasi semua elemen.

Aspirasi yang sudah disampaikan akan disatukan dan akan dikirim langsung ke Pemerintah Pusat.

Doktor Zulmenjelaskan, disahkannya UU Ciptaker ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarkat. Dengan mempermudah investor masuk ke Indonesia, namun dibarengi dengan perlindungan terhadap pekerja yang ketat.

Presiden Joko Widodo menyederhanakan peraturan menjadi Omnibus Law agar urusan perizinan usaha tak lagi berbelit belit, dan rawan korupsi hingga pungli. Masyarakat diminta untuk mengambil sikap dengan kepala jernih.

“Pemerintah sangat terbuka dengan masukan masyarakat. Jadi setiap aspirasi masyarakat akan dipertimbangkan untuk membuat pemerintah menjadi lebih baik lagi,” jelas Gubernur alumni Universitas Harvard tersebut.

Sekda  NTB Lalu Gita Ariadi, berharap melalui Curah Pendapat ini pemahaman masyarakat NTB terkait UU Ciptaker menjadi lebih baik lagi.

Miq Gita panggilan akrabnya menegaskan, banyak kabar hoaks terkait UU Ciptaker yang beredar. Sehingga masyarakat diminta untuk berhati-hati agar tidak mudah tersulut emosi.

“Ada banyak hoaks terkait UU Ciptaker, seperti isu pesangon dan cuti yang dihilangkan. Itu tidak benar. Banyak kabar yang tidak benar sehingga kita harus mengkaji ini bersama-sama,” tandasnya.

IKP/Diskominfotikntb




Hj. Niken Dukung Pengentasan Kemiskinan Melalui Bimbingan Calon Pengantin

Pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal dan  kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga

MATARAM.lombokjournal.com

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, menggelar Diskusi Uji Coba Pengentasan Kemiskinan melalui Program Bimbingan Perkawinan Masa Nikah,  di Aula Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Kamis (15/10/20), siang.

Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam diskusi itu, menyampaikan tingkat perkawinan di usia anak di NTB masih menjadi masalah besar, indikasinya akan cukup banyak pada beberapa sektor-sektor di NTB.

PKK NTB selama ini telah bersinergi bersama dengan para Perangkat Daerah lingkup NTB untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pembentukan keluarga sejahtera.

“Kami disini tentu saja senang sekali bisa ikut, karena kami akan memberikan masukan-masukan positif kami dari sistem pemerintah untuk membuat program-program yang lebih bermanfaat dan lebih tepat sasaran. Tentu saja dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kemenko PMK akan sangat kami butuhkan kedepannya,” ungkap Hj. Niken.

Ia menyambut baik upaya-upaya yang akan dilakukan dan menunggu tindak lanjut kegiatan ini.

Kegiatan ini selain sudah dipersiapkan jauh hari, juga akan dievaluasi secara menyeluruh dan Pemprov NTB siap bekerjasama dan tindak lanjut program ini.

Bimbingan calon pengantin

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag menceritakan awal mula ide ini tercetus. Berawal dari pertemuan singkat Kakanwil Kemenag NTB dengan Staf Ahli Kemenko PMK yang menyampaikan beberapa gagasan tentang pembimbingan calon pengantin.

Menurutnyat, sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para pegawai Kemenag NTB.

Untuk diketahui, program ini juga menjadi  program Nasional, hanya saja perlu adanya penguatan lagi.

Zaidi Abdad berharap, mudah-mudahan sinergi ini bisa dilakukan terus menerus secara menyeluruh, sehingga dapat merealisasikan secara gotong royong apa yang diprogramkan.

Ghafur Dharmaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menambahkan, pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal. Sekaligus kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga, sehingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Kurangnya kesiapan menikah akan berdampak pada perselisihan dan ketidakharmonisan pasangan, masalah ekonomi, rendahnya kualitas pengasuhan, serta rendahnya kualitas perkembangan anak,” pungkas Ghafur mengakhiri arahannya.

Rr/HmsNTB




Pemda KLU Dapat WTP Lagi

KLU sudah enam kali berturut-turut mendapatkan opini WTP

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-6 kalinya secara berturut-turut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terhadap laporan pengelolaan keuangan tahun 2019.

Pelaksana Tugas Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, didampingi Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Asisten III Bidang Administrasi Umum Evi Winarni MSi, Kepala BPKAD Sahabudin M.Si menerima penghargaan opini WTP dari Kemenkeu RI yang diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Syarwan SE MM, Rabu (14/10/20).

Usai penyerahan penghargaan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Syarwan SE MM, di hadapan awak media mengatakan, pihaknya menyampaikan penghargaan dari Menteri Keuangan kepada Pemda Lombok Utara atas pengelolaan keuangan yang baik.

Itu dibuktikan dengan opini audit dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecuaian (WTP), sehingga membuktikan pengelolaan keuangan pemda berkategori baik.

“Menteri Keuangan memberikan apresiasi, karena (Pemda) KLU berkontribusi memberikan indikator baik kepada pemerintah untuk nilai WTP. Selain itu akan menarik investor untuk berinvestasi di KLU,” imbuhnya.

Dikatakan, KLU sudah enam kali berturut-turut mendapatkan opini WTP.

“Seharusnya penerimaan WTP ini di istana, tetapi karena pandemi Covid-19, maka diserahkannya di KLU,” ujarnya.

Ketika ditanya, apakah ada spesifikasi khusus dari BPK untuk pengelolaan keuangan ini sehingga memperoleh WTP?

SyarwaN mengatakan  ada aturan-aturannya memang. Diantaranya akuntasi harus pas, pengeloaan keuangan  juga harus pas.

Dalam pada itu Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, menyambut baik atas diterimanya penghargaan opini WTP Pemda KLU, untuk keenam kalinya.

Dikatakannya, penghargaan WTP sebagai motivasi dan semangat kerja bagi OPD untuk mempertahankan opini WTP, bahkan kalau bisa terus ditingkatkan lebih baik dari berbagai aspek.

sas




Realisasi Investasi pada Triwulan III, Rp 3,2 Triliun

Muhammad Rum optimis realisasi investasi di tahun ini bisa tercapai sesuai target yang telah direvisi menjadi Rp 10 triliun

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Mohammad Rum menyatakanRealisasi investasi di NTB memasuki triwulan III 2020 mencapai Rp 3,2 triliun.

Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah, karena pendataannya belum final (selesai) untuk posisi triwulan III.

“Jumlah yang laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sampai dengan 12 Oktober kemarin sebanyak 232 dengan total realisasi Rp 3,2 triliun. Ini status kemarin, bisa bertambah lagi,” ujar Muhammad Rum pada Kamis(15/10/20)

Ia mengatakan, saat ini masih ada proses pendataan jumlah realisasi investasi di masing-masing sektor. Karena angka realisasi tersebut bisa terus bertambah atau berubah.

Pasalnya, ada beberapa sektor yang realisasinya belum masuk. Kendati demikian, meski di tengah kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) investasi di NTB tetap tumbuh.

“Itu angka realisasinya masih bisa naik atau berubah dari data terakhirnya. Angkanya itu belum final, besok di update lagi,” tuturnya.

Tingginya realisasi investasi di NTB sebelumnya sektor pariwisata dan tambang menjadi andil besar untuk investasi. Namun kini, justru dari sektor energi dan perhubungan yang berkontribusi besar pada realisasi investasi di triwulan III 2020 ini.

“Masih rekap dan masih masuk terus untuk triwulan III, belum bisa di rangking. Tapi untuk sementara urutan 1 Ketenagalistrikan dan Pelindo urutan ke dua dengan nilai sebesara Rp 523 miliar,” ungkapnya.

Rum menuturkan, realisasi investasi pada triwulan II tercatat mencapai Rp 781 miliar. Hal tersebut karena adanya wabah covid-19 membuat investasi di NTB terhambat.

Pasalnya, beberapa sektor terimbas dari Covid-19 sehingga pegerakan realisasinya berkurang. Terutama sektor pariwisata yang memang cukup berdampak, tetapi kini justru mulai bergerak.

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat capaiannya lebih besar dibandingkan dengan Penamanan Modal Asing (PMA).

Karena memang pergerakan investasi PMDN lebih terlihat begitu juga PMA, hanya saja tidak sebasa PMDN. Kendati demikian, pihaknya optimis realisasi investasi di tahun ini bisa tercapai sesuai target yang telah direvisi menjadi Rp 10 triliun.

“PMDN kita mencapai Rp 2,4 triliun dan yang sisanya ada PMA, kita berharap semoga capainnya bisa mencapai targetlah,” kata Mohammad Rum.

Aya




Bupati Dompu Masih Dirawat Intensif, Sesak Nafasnya Membaik

Bupati Dompu ditangani dokter paru-paru senior, dokter anastesi yang jam terbangnya tinggi. Pengawasan ketat 24 jam, setiap  progres kondisinya dilaporkan langsung ke Hamzi Fikri

MATARAM.lombokjournal.com

Bupati Dompu, M Bambang Yasin saat ini masih menjalani perawatan di ruang VIP Isolasi Rumah sakit umum provinsi (RSUP) NTB. Ia dinyatakan positif Covid-19 hari Sabtu (10/10) lalu,

“Ya saya sampaikan disini kondisi masuk beliau memang waktu dibawa ke RSUP dalam  Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), saat cairan dari pembuluh darah merembes keluar dan mengisi kantung-kantung udara di paru. Akibatnya,  paru-paru tidak mampu menampung udara dengan maksimal,” ujar Direktur Utama RSUP NTB, dr.H. Lalu Hamzi Fikri, Kamis(15/10/20).

Hamzi Fikri menjelaskan, kondisi sesak nafas yang dialami Bupati Dompu saat ini s perkembangannya positif.

“Kami terakhir melakukan plasma konvalesen, karena kita masih berusaha menyiapkan rumah sakit kita mandiri, menyiapkan donor donor konvalesen itu adalah orang orang yang terkena Covid kemudian sembuh diambil darahnya diberikan plasmanya kepada orang sakit,” terangnya.

“ini kita sudah lakukan yang ke tiga  darahnya sudah masuk dua call 200 cc  sebanyak dua kali. Terakhir saya dapat laporan keluhan sudah berkurang. Mudahan kondisinya membaik “ujarnya.

Bupati Dompu Dirawat di ruang intensif, kemudian VIP Isolasi. Jadi ruangan khusus disiapkan, yang dilengkapi alat-alat medis mulai standar oksigen biasa, sampai ventilator .

“Alat-alat yang disiapkan tersebut guna mengantisipasi kondisi terburuk. Jadi harus disiapkan dalam ruangan perawatannya,” jelas Hazi Fikri.

Saat ini Bupati Dompu ditangani oleh dokter paru-paru senior,  kemudian dokter anastesi yang jam terbangnya tinggi. Pengawsan ketat 24 jam, setiap  progres kondisi beliau tetap terlapor ke Hamzi Fikri.

“Jadi kita berdo’a agar beliau semakin membaik hingga negatif Covid dan tidak perlu menggunakan alat bantu. Saat ini masih berproses harapannya semoga cepat sembuh,” katanya.

Aya




Resmikan Posyandu Keluarga di Lombok Utara, Wagub Puji Prestasi Desa Anyar

Ummi Rohmi bangga atas proporsi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa Anyar

KLU.lombokjournal.com

Urusan Kesehatan harus ditempatkan di urutan utama sebagai prioritas kehidupan. Dengan tingkat kesehatan yang baik, segala aktivitas bisa dilakukan dengan lancar dan baik.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu, saat meresmikan Posyandu Keluarga di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (15/10/20).

Menurut Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub, di masa pandemi Covid-19 sebaiknya dimaknai dengan mengedepankan kesehatan sebagai prioritas utama.

Kesehatan menjadi posisi terdepan dalam kehidupan, tanpa mengabaikan sektor-sektor lainnya seperti  pendidikan, lingkungan dan ekonomi yang juga menjadi  prioritas-prioritas yang harus diperjuangkan.

“Saya bangga dengan Desa Anyar atas proporsi penganggaran yang dilakukan oleh Pak Kades beserta perangkatnya untuk segala pembangunan di desa dengan melibatkan para pendamping desa untuk membangun desa menjadi lebih baik,” puji Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga bangga atas proporsi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa Anyar untuk membangun sektor-sektor dasar dan strategis, termasuk untuk lingkungan dan khususnya masalah persampahan.

Selain itu, telah terbentuknya 3 (tiga) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kebanggaan dan prestasi lain yang diraih, termasuk Bumdes yang bergerak di bidang ekonomi produktif.

“Ini artinya Bumdes Desa Anyar cukup produktif. Kades paham betul apa-apa yang menjadi prioritas pembangunan di desanya,” ungkap Ummi Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyinggung angka kemiskinan di KLU yang termasuk masih tinggi di NTB.

Meski demikian, Wagub memberi apresiasi karena ikhtiar pengurangan angka kemiskinan di KLU termasuk yang tercepat atau penurunannya sangat tajam di NTB. Prestasi ini haruslah tetap dijaga konsistensinya, agar bisa mengejar lebih cepat lagi penurunannya.

Wagub juga bangga dengan Desa Anyar yang sudah memiliki Posyandu Keluarga. Menurutnya, Launching Posyandu keluarga ini sudah dilakukan  beberapa waktu lalu di KLU. Ia berharap seluruh Posyandu di KLU secepatnya  bisa menjadi Posyandu keluarga.

“Sudah saatnya secara terus-menerus Posyandu Keluarga tetap bisa diperkuat. Diharapkan  2020 ini peningkatan Posyandu keluarga cukup signifikan. Karena pada dasarnya Kades-Kades sudah menggangarkannnya melalui DD ataupun ADD dengan tetap bersemangat meningkatkan Posyandu keluarga. Mari kita dorong  untuk itu. Apa yang bisa disupport dari kabupaten atau provinsi untuk training, pelatihan kader dan sebagainya, Pemprov ataupun Pemkab siap mensupport. Ingat  Puskesmas juga harus kuat untuk mensupervisi semua Posyandu yang ada di masing-masing  desa,” tutup Ummi Rohmi.

Menjaga kualitas kesehatan

Plt. Bupati Lombok Utara, H. Syarifudin, SH., MH., mengungkapkan komitmen Pemkab KLU untuk sungguh-sungguh menjadikan kaum perempuan khususnya ibu-ibu agar terus semangat menjaga kualitas kesehatannya, menjaga lingungannya dan bagaimana menjaga generasinya ke depan.

“Kami tak ingin ada masyarakat kita yang stunting, tak ingin anak kita terkena busung lapar, tak ingin ada ibu-ibu kita yang terkena kunker serviks dan penyakit lainnya. Sehingga Posyandulah salah stau jalan paling penting dan Pemda akan tetap mendorongnya,” tutup Syarifudin.

Sebelumnya, Kepala Desa Anyar, Rusni melaporkan, guna menggerakkan sektor kesehatan, pendidikkan, ekonomi termasuk lingkungan di desa Anyar, proporsi anggaran sudah disiapkan dari Dana Desa (DD) ataupun Anggaran Dana Desa (ADD) untuk membangun sektor-sektor dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Termasuk diantaraya dalam upaya membangun dan menumbuhkan ekonomi masarakat desa dengan terbentuknya tiga Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Tiga Bumdes ini bergerak pada lembaga keuangan mikro, Bumdesmart dan 1 unit Bumdes  Pertasok. Bumdes yang khusus mengelola BBM khusus Pertamak bekerjasama dengan Pertamina. Saat ini kita tengah mengurus perijinannya untuk pembuatan PT,” jelas Rusni.

IKP@diskominfotik




Lombok Utara, Ada Tambahan 4 (empat) Pasien Positif Covid-19

Sampai hari ini pasien positif Covid-19 jumlahnya mencapai 118 orang,  sembuh 103 orang, masih dalam perawatan medis 10 orang. Sebanyak 5 (lima) orang lainnya meninggal dunia

TANJUNG.lmbokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara, H. Sarifudin, SH, MH menyampaikan,  perkembangan dan penanganan pandemi Covid-19 di Lombok Utara hingga tanggal 14 Oktober, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 4 (empat) orang.

Masing-masing pasien yang terkonfirmasi tersebut yakni;

  1. Pasien an. VAR (13 th), alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  2. Pasien an. N. AR (16 th) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  3. Pasien an. N. m (16 TH) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  4. Pasien an. N. SA (16 th) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan

Dengan adanya tambahan 4 (empat) orang kasus konfirmasi positif Covid-19 itu, sampai hari ini jumlahnya mencapai 118 orang,  sembuh 103 orang, masih dalam perawatan medis 10 orang. 1 (satu) orang pasien dirawat di RS Bhayangkara, sedang 9 (sembilan) lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan Puskesmas Bayan. Sebanyak 5 (lima) orang lainnya meninggal dunia.

Menurut H Sarifudin, hingga Siara Pers ini diterbitkan, terdapat 36 pasien kategori Kontak Erat yang masih melakukan karantina mandiri.

“Terdapat 39 pasien Suspek yang masih melakukan isolasi mandiir,” jelas Sarifudin dalam keterangan pers yang dikirim ke media, Kamis (15/10/20).

Sesuai prosedur, orang dengan hasil RDT Reaktif, akan dilanjutkan dengan tindakan medis Swab, sebagai standar pemeriksaan laboratorium diagnose Covid-19.

Sarifudin menghimbau masyarakat, agar tidak melakukan perundungan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita cegah penyakitnya, bukan mengucilkan orangnya,” kata Plt Bupati Lombok Utara.

Lebih lanjut Sarifudin menyerukan, agar seluruh warga Lombok Utara wajib menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dengan menggunakan hand sanitizer.

“Menerapkan jaga jaak (physical distancing), dan menghindari kerumunan, serta melakukan pola hidup bersih dan sehat,” tegas Sarifudin.

Rr/Humaspro

 




Panen Udang Vaname Tahap Dua Sukses, Masyarakat Siap Berdiri Sendiri

Masyarakat harus siap melakukan kegiatan pembudidayaan udang Vaname tahap selanjutnya secara mandiri

KLU.lombokjournal.com

Kegiatan panen tahap dua kelompok Budidaya Udang Vaname di Dusun Lokok Kengkang Desa Sukadana Kecamatan Bayan Lombok Utara, sukses dengan hasil melimpah.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar lokasi budidaya dan pemerintah selaku pemberi bantuan pembiayaan.

“Alhamdulillah. Saya sangat puas melihat panennya,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Asmara, Rabu, (14/10/20).

Iwan mengaku bangga dengan suksesnya panen tahap dua tersebut. Hal itu jadi bukti program tersebut berhasil membuat masyarakat pesisir memiliki kemampuan dalam hal pembudidayaan udang Vaname.

“Siklus pertama memang tidak sebanyak ini. Sekarang ini ada peningkatan jauh lebih banyak. Padahal sekarang ini sudah semi mandiri. Alhamdulillah saya sangat puas melihat panennya,” katanya.

Terpisah, salah seorang anggota kelompok budidaya udang vaname Lokok Kengkang, Esi Julianti mengatakan, pengalaman dua kali memelihara udang Vaname membuat pihaknya percaya, Ke depan,  mereka mampu membudidaya udang Vaname secara mandiri.

“Nanti kita pakai uang kas untuk beli bibit,” akunya.

Dijelaskan, pada dua tahapan penangkaran, kelompoknya mendapat bantuan berupa peralatan penangkaran dan dana operasional  dari Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU.

Sehingga dalam pelaksanaan pembudidayaan diakuinya lebih mudah dari sisi pembiayaan dan perawatan alat penangkar.

Karena bersifat stimulan, bantuan tidak bisa dianggarkan terus-menerus oleh pemerintah. Karenanya, masyarakat harus siap melakukan kegiatan pembudidayaan udang Vaname tahap selanjutnya secara mandiri.

Guna menjawab tantangan tersebut, masyarakat akan melibatkan salah satu perusahaan swasta di Lombok Utara sebagai mitra kerja untuk pembelian benih dan pembiayaan pakan dengan konsep bisnis bagi hasil pasca panen.

“Nanti hasilnya sekian persen dibagi,” jelasnya.

Untuk diketahui selain di Lokok Kengkang, kelompok pembudidaya udang Vaname juga tersebar di beberapa titik di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bayan, Gangga dan Kayangan.

BACA JUGA;

Jumlah kelompok yang saat ini terbentuk sebanyak 10 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 40 anggota. Setiap kelompok menangani 20 kolam udang.

Ast