Wagub Ajak Pramuka Edukasi Pentingnya Protokol Kesehatan

Untuk program unggulan Pemprov NTB, Pramuka adalah mitra yang sangat baik untuk menyukseskannya

MATARAM.lombokjournal.com — Pada peringatan Hari Pramuka ke-59 ini, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berpesan kepada seluruh anggota pramuka, tetap istiqomah di garis depan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

Hari Pramuka Nasional diperingati tiap tanggal 14 Agustus.

“Saya sangat yakin, Pramuka bisa diandalkan dalam menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan,” ujar Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Ummi Rohmi menyampaikannya saat menjadi pembina upacara pada peringatan HUT Pramuka bertempat di Bukit Perkemahan Jakamandala, Jumat (14/08/20).

Dikatakan, bicara protokol kesehatan tampak sangat sederhana, mudah, murah. Tapi masih ada masyarakat yang belum patuh dan tidak mau melakukannya.

Karena itu, Pramuka harus terus sampaikan kepada masyarakat.

“Protokol kesehatan ini mudah, tidak membutuhkan biaya banyak. pakai masker dan mencuci tangan tentu bukan hal yang sulit,” tambah Kak Rohmi, sapaan akrab wagub di Kwarda Pramuka NTB.

Ummi Rohmi menambahkan, untuk program unggulan Pemprov NTB, Pramuka adalah mitra yang sangat baik untuk menyukseskannya.

Wagub optimis, bersama pramuka, program-program di NTB bisa dijalankan dengan baik dan sempurna.

“InsyaAllah, dengan menggandeng Pramuka, Program desa tangguh bencana, Program NTB Bersih, Program NTB Hijau, serta program lainnya bisa di selesaikan dengan sangat baik,” tambahnya.

Program-program tersebut, lanjut Umi Rohmi, tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga untuk jangka panjang. Tentu menjalankan program tersebut tidak mudah. Tapi, dengan kerja bersama, kita yakin, pasti ada kemudahan dalam ikhtiar yang kita lakukan.

“Selamat Hari Pramuka, semoga pramuka semakin Jaya,” tutup Cucu Pahlawan Nasional tersebut mengakhiri amanatnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB juga menganugerahkan tanda penghargaan orang dewasa gerakan pramuka kwartir NTB kepada Drs. H. Fathul Ghani, M.Si, atas jasanya bagi pembinaan dan perkembangan gerakan pramuka.

AYA/HmsNTB




Pengukuhan Paskibraka NTB Berlangsung Khidmat, Sekda Jadi Pembina Upacara

Penyelenggaraan upacara HUT RI ke-75 kali ini digelar secara terbatas dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Gita Ariadi bertindak sebagai pembina upacara, dalam Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Upacara pengukuhan itu berlangsung dengan khidmat, pengukuhan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Terbuka Halaman Kantor Gubernur NTB, Jumat (14/08/20).

Sekda mewakili Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah membacakan pernyataan pengukuhan paskibraka tersebut sebagai anggota Paskibraka. Dan mendoakan kelancaran dalam mengemban tugas yang akan dijalankan pada HUT Republik Indonesia ke-75, tanggal 17 Agustus 2020 mendatang.

“Dengan memohon ridho Allah yang Maha Kuasa, pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai pasukan pengibar bendera pusaka yang akan bertugas di Provinsi NTB. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam tugas negara,” ucap Sekda.

Danish Krisna Wirayuda yang bertindak selaku pemimpin upacara sekaligus mewakili rekan-rekannya memegang bendera merah putih saat mengucapkan ikrar sumpah pemuda.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penyelenggaraan upacara HUT RI ke-75 kali ini digelar secara terbatas dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga jumlah anggota Paskibraka yang akan bertugas nanti tidak sebanyak tahun sebelumnya.

Berikut nama-nama anggota Paskibraka yang akan bertugas pada 17 Agustus 2020 mendatang:
1. Lalu Muhammad Bagus Oktoru ( SMAN 1 Mataram);
2. Muhammad Bagus Lanang Pamungkas ( SMAN 2 Mataram);
3. Fitria Dylami ( MAN 2 Mataram);
4. Baiq Tiara Anindya Putri ( SMAN 2 Mataram);
5. Naufal Apriansyah Ralistyo (SMAN 2 Mataram); dan
6. Danish Krisna Wirayuda ( SMAN 2 Mataram).

AYA/HmsNTB




Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka KLU Masa Bakti 2019-2024 Dilantik

Pramuka harus mampu jadi teladan dalam menerapkan kebiasan hidup sehat sebagaimana protokol Corona

TANJUNG.lombokjourna.com — Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Gerakan Pramuka Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, yang diwakili oleh Sekretaris Mabincab, Drs. HR Nurjati, berlangsung melantik Ketua dan jajaran Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Utara, masa bakti 2019-2024, di aula kantor bupati setempat, Kamis (13/08/20).

Sebelum pengukuhan dan pelantikan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Utara, digelar pengukuhan dan pelantikan Ketua dan Pengurus Majelis Pembina Cabang (Mabincab) oleh Ketua Kwarda Provinsi NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si

Usai acara pelantikan, Ketua Kwarda Provinsi NTB H. Fathul Gani menuturkan harapan terhadap semboyan Jamnas tahun 1986 yang “satu utuh berkarya”.

“Satu harapan kami bahwa semboyan Jamnas tahun 1986. Satu utuh, kompak utuh dalam suasana ceria dan dilandasi dengan karya harus diterapkan dalam gerakan pramuka,” ujar Fathul.

Dikatakannya, kondisi pramuka saat ini memang jauh berbeda jika dibayangkan dengan masa 30 tahun lalu.

Waktu itu sangat terasa tapi seiring revitalisasi gerakan pramuka kondisinya pun berubah.

Ia menambahkan, kehadiran gerakan pramuka harus dirasakan sebagai manfaat bukan dirasakan beban masalah.

“Terima kasih kanda Dr. Fauzan yang memberikan saya dukungan penuh untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda NTB,” ujarnya.

Ketua Mabincab Gerakan Pramuka Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH diwakili oleh Sekretaris Mabincab Drs. HR. Nurjati mengatakan, sejumlah pihak dapat menyaksikan proses pelantikan orang-orang yang akan melaksanakan amanah dan tanggungjawab memimpin dan mengendalikan organisasi kegiatan Pramuka di KLU.

“Saya menyadari bahwa tugas kakak-kakak tidaklah mudah sebagai wadah pendidikan karakter generasi muda. Tentu akan dihadapkan pada tantangan yang terus berkembang, tapi saya meyakini dengan pendidikan yang dikemas dalam kegiatan yang menantang, menarik, dan menyenangkan,” ujar Nurjati.

Kegiatan gerakan pramuka menjadi ciri khas dan selalu dapat menjadi wadah yang dapat diandalkan serta mampu membawa pemuda Indonesia menatap ke masa depan yang lebih cerah, terangnya.

Diterangkan Nurjati, saat ini Indonesia bahkan dunia mengalami dampak akibat pandemi Covid-19.

Pramuka harus mampu jadi teladan dalam menerapkan kebiasan hidup sehat sebagaimana protokol Corona. Pramuka diharapkan mampu menginspirasi dan memberikan kontribusi yang positif dalam usaha penanggulangan bencana.

Selaku salah satu unsur Mabincab, Nurjati menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah memberi segenap perhatian dan bakti sehingga pendidikan kepramukaan di KLU bisa terus berkembang dengan baik.

“Apa yang dicapai dalam 5 tahun ini sangt kami apresiasi semoga kerjasama ini dapat dipelihara dengan baik. Sehingga percepatan pembangunan khususnya di Lombok Utara bisa tercapai. Atas nama Pemda KLU mengucapkan selamat hari Pramuka ke-59,” kata Penjabat Sekda KLU ini.

Mendata yang tidak berijazah

Terpisah Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lombok Utara terpilih Dr. Fauzan, M.Pd usai pelantikan menyebutkan, tema ulang tahun Pramuka ke-59 tahun 2020 terkait kontribusi dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yaitu Kita Menolong dengan Ikhlas dan Tabah.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi pemuda kita. Kita harus ikhlas dalam membantu sesama. Mari berbuat yang baik walau sekecil apapun,” ujar mantan Sekretaris Bappeda KLU itu.

Menjawab pertanyaan awak media menyangkut usia Pramuka ke-59, apakah masyarakat Lombok Utara sudah mendapatkan hak pendidikannya, Kadis Dikpora KLU inn menegaskan Pemkab Lombok Utara memiliiki inovasi yang tidak dilakukan oleh daerah lain seraya mencontohkan terobosan Saber DO.

“Hanya Pemda KLU yang betul-betul mencari masyarakat usia sekolah bekerjasama dengan pramuka untuk mencari mereka supaya mengikuti pendidikan kesetaraan yaitu paket A, B dan C. Supaya mereka memiliki hak-hak sipil seperti masyarakat lainnya. Dengan harapan ke depan jangan sampai kita menjadi penonton di rumah kita sendiri lantaran tidak punya ijazah akibat tidak sekolah,” pungkasnya.

Dijelaskan Dr. Fauzan, tahun 2019 pihaknya menerapkan dua langkah nyata untuk meningkatkan SDM daerah, yaitu mendata masyarakat yang tidak memiliki ijazah.

Pihaknya berhasil menghimpun 2.500 peserta program kesetaraan yang dibiayai oleh Pemda KLU. Dengan upaya itu, KLU mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat dengan mengirimkan operator yang bertugas memasukan data-data pendidikan kelompok belajar masyarakat (PKBM) yang ada.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, Pemda KLU memberi beasiswa transisi, beasiswa retripal, baju-baju seragam, bantuan bagi yang berprestasi, bantuan kepada Hafiz/Hafizah, bantuan kepada anak Lombok Utara yang tengah menempuh studi S1, S2 dan S3 bekerjasama dengan LPDP.

“Satu-satunya kabupaten di NTB yang mendapatkan kerjasama dengan LPDP adalah KLU dengan menggratiskan test toefel dan test bahasa Inggris. Kita juga bekerjasama dengan Universitas Mataram dengan mendirikan Vokasi. Pendidikan itu adalah pintu yang paling cepat menuju kemajuan. Supaya bisa sejajar atau menjadi di depan dengan daerah-daerah lainnya,” jelasnya.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan Kwarcab Gerakan Pramuka KLU tersebut dihadiri oleh pengurus Mabincab, para kepala OPD lingkup Pemda KLU, pengurus Kwarcab Pramuka KLU kemudian diakhiri dengan foto bersama.

api




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 13 Agutus 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18 Orang, Tidak ada Kasus Kematian

Perda tentang penanggulangan penyakit menular di NTB yang telah ditetapkan, tidak lain dihajatkan dalam rangka melindungi serta mendisiplinkan masyarakat di era tatanan baru kehidupan, yakni tetap sehat dan produktif serta aman dari Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 18 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis (13/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 231 sampel dengan hasil 197 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 24 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 18 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi positif, 18 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (13/08/20) sebanyak 2.398 orang, dengan perincian 1.613 orang sudah sembuh, 132 meninggal dunia, serta 653 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 24 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 18  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2375, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  2. Pasien nomor 2376, an. J, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 2377, an. IGASG, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2378, an. FRT, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2379, an. EH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk ber-KTP di Banyuwangi, Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2380, an. MA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 2381, an. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 2382, an. EWS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  9. Pasien nomor 2383, an. R, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 2384, an. AJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tolomondu, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 2385, an. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2386, an. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2387, an. WW, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2349. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir;
  14. Pasien nomor 2388, an. S, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  15. Pasien nomor 2389, an. MA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  16. Pasien nomor 2390, an. UI, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  17. Pasien nomor 2391, an. IGAA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 2392 an. RI, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  19. Pasien nomor 2393 an. LS, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  20. Pasien nomor 2394 an. DSR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  21. Pasien nomor 2395 an. PA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  22. Pasien nomor 2396 an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  23. Pasien nomor 2397 an. N, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 2398 an. Ny. NM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Kuranji Dalam,Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;

Hari Kamis terdapat penambahan 18 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1460, an. EF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien berdomisili di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 1462, an. LAHR, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 1463, an. BMP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1731, an. M, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  5. Pasien nomor 1732, an. LM, laki-laki, usia 85 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  6. Pasien nomor 1778, an. A, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 1869, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  8. Pasien nomor 1934, an. DVH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  9. Pasien nomor 1935, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  10. Pasien nomor 1960, an. J, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2012, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 2013, an. RS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 2036, an. NWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  14. Pasien nomor 2087, an. TS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 2154, an. NM, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2169, an. NS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  17. Pasien nomor 2206, an. BR, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 2253, an. AYM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak semua pihak bekerjasama disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah menyebaran Covid-19.

Dijelaskan, Peraturan Daerah tentang penanggulangan penyakit menular di NTB yang telah ditetapkan, tidak lain dihajatkan dalam rangka melindungi serta mendisiplinkan masyarakat di era tatanan baru kehidupan, yakni tetap sehat dan produktif serta aman dari Covid-19.

“Mari kita bersama mendukung penegakan peraturan daerah ini serta mensosialisasikannya secara luas, kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Bawaslu NTB Minta Masyarakat Proaktif Laporkan Praktik Politik Uang

Bawaslu menjamin keamanan identitas masyarakat selaku pelapor sehingga tidak diketahui publik

MATARAM.LombokJournal.com — Bawaslu Provinsi NTB melalui Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Umar Achmad Seth, SH., MH, minta masyarakat tidak takut melapor ke Bawaslu, bila terjadi praktik politik uang, pada penyelenggaraan Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota di NTB pada Desember 2020 mendatang.

Dijelaskan, asumsi politik uang memang santer terdengar sering mewarnai praktik politik di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB.

Namun karena sulitnya menemukan bukti, hal tersebut tidak bisa ditindak. Sebab dasar Bawaslu melakukan penindakan adalah adanya bukti kongkrit terjadinya pelanggaran.

Dikatakan, selain kesulitan menemukan bukti, fakta bahwa para politisi memiliki banyak alibi dalam praktik politik yang berurusan dengan uang juga jadi kesulitan lain.

Beberapa alibi yang sering dipakai adalah biaya penyelenggaraan acara dan biaya kampanye.

Terlepas dari itu, pihaknya meminta kepada semua pihak agar proaktif menyampaikan ke Bawaslu sekiranya menemukan praktik politik uang terjadi di sekitar mereka.

Bawaslu juga menjamin keamanan identitas masyarakat selaku pelapor sehingga tidak diketahui publik.

“Sampaikan ke Bawaslu, dipastikan bukan dia (masyarakat) yang naik jadi pelapornya,” katanya, Kamis, (12/08/20).

Senada dengan Umar, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag., MH menyampaikan jika selama ini, lebih banyak mendengar persoalan politik uang tersebut dengan pendekatan asumsi.

BACA JUGA;

Ribuan Data Pemilih KPU 2019 dan 2020 Tidak Sinkron, Bawaslu NTB: KPU Tidak Bekerja dengan Benar

Ketika pendekatannya asumsi, maka sulit bagi Bawaslu mengambil tindakan. Sebab syarat utama pengambilan tindakan oleh Bawaslu ketika telah ditemukan bukti pelanggaran.

“Makanya kalau nggak kongkrit, agak susah. Asumsi itu belum tentu jadi fakta. Kita harus bekerja berdasarkan fakta. Tapi kita tetap monitor,” terangnya.

Ast




Ribuan Data Pemilih KPU 2019 dan 2020 Tidak Sinkron, Bawaslu NTB: KPU Tidak Bekerja dengan Benar

Jika KPU NTB bekerja benar sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, maka data pemilih 2019 mustinya sinkron dengan data pemilih 2020

MATARAM.lombokjourna.com — Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Provinsi NTB kepada Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU untuk Pilkada tujuh Kabupaten/Kota, menjelang Pilkada serentak pada Desember 2020,  ditemukan ribuan data pemilih 2019 yang belum Disinkronisasikan KPU dengan Daftar Pemilih Pemilu Potensial (DP4) Pemilih 2020.

Berdasarkan audit tersebut, Bawaslu menemukan sejumlah 7.054 pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada pemilu 2019, kembali terdaftar dalam Daftar Pemilih (A-KWK) KPU 2020.

Selain itu, ditemukan juga 1.766 Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 yang tidak dicantumkan KPU pada Daftar Pemilih 2020.

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag, MH, mengaku menyayangkan kesalahan cara kerja KPU dalam hal sinkronisasi data pemilih.

“Yang disinkronisasi DPT yang mana dengan DP4 yang mana,” ujarnya. Kami (12/10/20).

Jika KPU NTB bekerja benar sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, maka data pemilih 2019 mustinya sinkron dengan data pemilih 2020.

“Yang tidak memenuhi syarat pada 2019 tapi dia masih muncul di A-KWK-nya. Mestinya kalau dilakukan sinkronisasi orang ini harusnya tidak ada,” terangnya.

Pihaknya cukup menyayangkan KPU NTB kembali mengulang kesalahan yang sama dengan Pemilu sebelumnya. Seolah-olah tidak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran.

“Bisa jadi (hanya copy paste data pemilih 2019 saja),” ungkapnya.

Selaku lembaga pengawas pemilu, pihaknya menegaskan akan tetap memantau semua hal yang berkaitan dengan Pemilu. Guna terselenggaranya hajatan pesta demokrasi rakyat dengan baik dan benar.

Bawaslu Dilarang Mengakses Identitas Pemilih

Selain temuan tersebut, hal yang menjadi atensi Bawaslu NTB adalah adanya aturan KPU yang melarang Bawaslu mengakses identitas daftar pemilih dengan alasan data tersebut dikecualikan.

Dijelaskan, hal tersebut bisa menghambat kerja pengawasan Bawaslu terhadap KPU yang nantinya bisa berdampak tidak selesainya persoalan sinkronisasi data pemilih tersebut.

BACA JUGA;

Bawaslu NTB Minta Masyarakat Proaktif Laporkan Praktik Politik Uang

Khuwailid memberikan gambaran pada proses pIilkada 2019 yang lalu. Saat itu, akses Bawaslu terhadap data KPU begitu terbuka. Kendati begitu, masih juga terjadi ketidaksinkronan data pemilih.

Jika yang terbuka saja masih bisa terjadi kesalahan, maka besar kemungkinan kejadian yang sama akan kembali berulang pada Pilkada nanti.

“Sekarang ini akses itu tertutup. KPU tidak memberikan A-KWK kepada Bawaslu dengan alasan informasi yang dikecualikan. Kalau dalam keadaan yang terbuka saja begitu banyak masalahnya apalagi besok dalam keadaan yang tertutup,” tuturnya.

Ast




Keterbukaan Informasi di NTB Hadapi Covid 19, Dipuji Kemenkoinfo

Informasi publik menjadi sangat urgen untuk dibuka seluas-luasnya agar bisa keluar dari ancaman krisis multidimensi akibat pandemi Covid 19

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipilih oleh Kementerian Komunikasi Informatika (Kemkominfo) RI sebagai tuan rumah webinar bertajuk Penyelenggaraan Forum Keterbukaan Informasi Publik NTB, Kamis (13/08/20).

Provinsi NTB sebagai tuan rumah karena PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di NTB  dinilai berhasil melayani dan memuat Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menghadapi Pandemi Covid- 19.

“Kami melihat PPID NTB sudah cukup bagus menyuguhkan informasi covid-19,” ujar Selamatta Sembiring, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Penilaian itu disampaikan saat membuka acara Webinar bertajuk Penyelenggaraan Forum Keterbukaan Informasi Publik NTB, Kamis (13/08/20) yang diikuti lebih dari 100 peserta se-NTB tersebut.

Webinar ini diharapkan dapat menjadi benchmarking kepada provinsi-provinsi lain untuk sigap mengakomodasi situasi pandemi ke dalam pengelolaan informasi dan pelayanan informasi melalui PPID-nya. Seperti yang telah dilakukan oleh Pemrov NTB.

“Tujuan keterbukaan informasi publik itu supaya terjadi good  governance,  di mana masyarakat berpartisipasi, hukum ditegakkan dengan baik, transparan, lalu ada kesetaraan dan daya tanggap, akuntabilitas, pengawasan publik, efektivitas dan profesionalisme,” ujarnya.

Pemprov NTB telah melakukan berbagai inovasi untuk mendorong keterbukaan informasi publik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH  memaparkan, pandemi covid-19  menghadirkan 3 jenis ancaman serius.

Jika salah penanganannya, maka dapat berakibat pada krisis multidimensi, sebutnya.

Tiga jenis ancaman yang disebut Aryadi, bukan sekedar penularan Covid-19 yang mengancam banyak jiwa.

Tapi di tengah wabah yang mengancam, juga muncul fenomena penyebaran informasi tidak benar atau kabar bohong/disinformasi.

Kabar bohong itu berasal dari sumber-sumber yang tidak kompeten, terutama lewat media sosial yang banyak menguras imunitas fisik dan mental masyarakat.

“Terlalu banyak hoax/disinformasi dan pendapat dari pihak-pihak yang  tidak kompeten tentang Covid-19 membuat masyarakat jadi apatis, paranoid, bahkan ada yang tidak percaya wabah covid 19. Inilah yang menimbulkan ketidakwaspadaan dan tidak disiplin melaksanakan langkah  pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Tak hanya itu, produktivitas dan kemampuan daya beli masyakat juga menjadi menurun sangat drastis.  IKM/UKM juga tidak berproduksi karena adanya pembatasan sosial.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi krisis ekonomi dan krisis sosial,” terangnya.

Gde Aryadi menegaskan, informasi publik menjadi sangat urgen untuk dibuka seluas-luasnya agar bisa keluar dari ancaman krisis multidimensi akibat pandemi covid 19.

Karena hanya dengan keterbukaan dengan menyajikan informasi yang berkualitas, dari sumber-sumber resmi serta kompeten, maka ia optimis pemerintah dan badan publik negara akan berhasil menjalankan fungsinya untuk mengedukasi masyarakat.

Sekaligus memberikan layanan informasi yang mampu menumbuhkan kesadaran serta disiplin secara kolektif menghadapi Pandemi.

Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi yang akurat dan berkualitas dari sumber-sumber yang kompeten, tegas Aryadi.

Karena  itulah, pemerintah Provinsi NTB berkomitmen kuat untuk menyediakan layanan informasi publik dengan membuka seluas-luasnya akses Komunikasi dan informasi kepada masuarakat, terangnya.

Aryadi juga memaparkan, Inovasi-inovasi yang telah dilakukan pihaknya misanya, membuka kanal komunikasi dengan memanfaatkan seluruh media yang ada, termasuk media sosial.

Pihaknya juga membuat portal khusus corona.ntbprov.go.id,  yang dapat diakses secara realtime oleh masyarakat.

Pada laman website tersebut, selain menyajikan informasi seputar covid-19, juga tersedia peta sebaran kasus positif Covid 19 berbasis GPS,  hingga nomor -nomor call centre yang setiap saat bisa diakses masyarakat untuk mendapatkan layanan informasi.

Juga tersedia aplikasi khusus yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi bantuan sosial Paket Jaring Pengaman Sosial ( JPS) Gemilang.

Mantan Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB tersebut menambahkan, Pemprov NTB juga menggelar silaturahmi rutin bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Silaturahmi tersebut dibungkus  dalam program Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi. Program ini dimaksudkan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi langsung dari orang nomor 1 di NTB.

Selama Pandemi covid-19 berlangsung, program ini dilaksanakan melalui media digital video streaming, dan media sosial resmi pemerintah.

Dikataka, selain itu ada aplikasi NTB Care yang merupakan layanan berbasis mobile. Aplikasi ini menjadi jembatan Komunikasi berbentuk aplikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus media penanganan pengaduan masyarakat.

Aplikasi ini dipegang langsung oleh admin masing-masing OPD bahkan pimpinannya sehingga keluhan masyarakat dan apapun pertanyaan masyarakat bisa dijawab langsung oleh instansi terkait.

Selain itu, Pemprov NTB juga menyediakan aplikasi NTB 1 data, dimana masyarakat bisa mendapatkan berbagai data sektoral terkait instansi pemerintahan maupun informasi terkait pembangunan dan perkembangan daerah NTB hanya dalam satu genggaman.

Tak hanya sampai disitu, pihaknya juga terus membangun kemitraan dan kolaborasi dengan NGO dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.

Senada dengan Kadis Kominfotik NTB, Romanus Ndau Lendong, Komisioner Komisi Informasi Pusat yakin, keterbukaan informasi publik yang baik dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di masyarakat.

Romanus yang juga merupakan narasumber pada acara tersebut menjelaskan pengetahuan yang baik soal covid-19 akan membantu publik lebih siap dalam menghadapi pandemi.

“Pencegahan disinformasi yang menyesatkan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk dapat mengedukasi masyarakat dengan baik. Sehingga diperlukan tata kelola informasi yang terkoordinasi dan terintergrasi,” tandasnya.

Webinar tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal IKP Kementrian Kominfo RI bekerjasama dengan Diskominfotik NTB.

Digelar secara daring dan diikuti oleh lebih dari 100 PPID se-NTB, Pelaku Komunitas, Kelompok Informasi Masyarakat, Relawan TIK, dan mahasiswa.

@diskominfotikntb




Sesuaikan Tata Ruang untuk Investasi, Gubernur Gelar Audiensi dengan Menteri ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat penyelesaian Revisi RTRW

lombokjournal.com

JAKARTA ;   Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah didampingi oleh Asisten dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, melakukan audiensi dengan Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil, di gedung Kementerian ATR/BPN, Kamis (13/08/20).

Saat audensi

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Zul didampingi Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, M.TP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Madani Mukarom, B.Sc,F, M.Si, Kepala Dinas PMTPST H, Moh Rum, MT, Kepala Bappeda Dr.H. Amry Rakhman dan Dirjen Tata Ruang dan Direktur Perencanaan.

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mengatakan, kunjungan ini untuk melakukan audiensi terhadap percepatan pembahasan persetujuan substansi revisi RTRW Provinsi NTB 2019-2029, sebagai upaya mengakselerasi beberapa investasi di Wilayah NTB, termasuk rencana KEK Teluk Santong.

“Kunjungan ini juga dilakukan pada beberapa kementerian terkait seperti Kementerian LHK, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,” kata gubernur.

Hasil pertemuan tersebut, Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat penyelesaian Revisi RTRW, dan segera melakukan persiapan pembahasan lintas sektor sebagai syarat pemberian persetujuan substansi.

“Kementerian ATR/BPN juga mendukung Pemprov NTB mempercepat investasi dengan tetap mengacu pada peraturan yang ada,” kata Gubernur.

Selain itu ada beberapa persyaratan teknis yang akan segera disiapkan oleh Pemprov NTB dan pemerintah pusat untuk mendukung hal tersebut.

Sementara itu Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah mengatakan, penyesuaian tata ruang untuk kepentingan Investasi di NTB sangat penting mengingat dinamika kebutuhan pembangunan di NTB ke depan sangat menjanjikan.

Termasuk KEK Tanjung Santong sebagai KEK energi dan agro yang didalamnya direncanakan akan dibangun kilang minyak kapasitas 300 ribu barrel/ hari dan industri bio ethanol harus terakomodir dalam RTRW Provinsi.

“Terima kasih Pak Menteri atas waktu dan perhatiannya pada kami di NTB,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Meriahkan HUT RI, 500 Mesin Buatan NTB Akan Dipamerkan di STIP

Peluncuran yang akan dilakukan pada HUT RI antara lain, launching sepeda motor listrik dan mesin-mesin buatan NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy S. Sos., MM memimpin rapat persiapan pelaksanaan HUT RI ke 75 di Provinsi NTB, berlangsung di Ruang Rapat Terbuka Kantor Gubernur NTB, Kamis (13/08/20).

HUT Kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Bangga Buatan Indonesia”. Hal ini selaras dengan NTB yang meluncurkan gerakan “Cintai, Beli dan Gunakan Produk Lokal NTB”, dengan mendorong lahirnya produk-produk lokal yang berkualitas.

Berbagai persiapan dilakukan demi menyukseskan peringatan HUT RI di tengah situasi pandemi ini.

Daam rapat persiapan itu diikuti pula oleh perwakilan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) selaku penanggung jawab, Polda NTB, Lanal, Korem 162/WB, Satpol PP, Direktur RSUD Provinsi NTB, GNE, STIP Banyumulek serta pihak terkait lainnya.

Najamuddin mengatakan, rapat hari ini merupakan finalisasi dari berbagai persiapan menyambut peringatan HUT RI di NTB mendatang.

Persiapan itu menyambut surat dari Sekretariat Negara yang telah diterima Provinsi dan juga sudah disampaikan ke Kabupaten/Kota se-NTB.

“Sehingga, secepatnya semua bisa terkonfirmasi kepada masyarakat,” ujar Najamuddin.

Begitu pula dengan penataan lokasi hingga susunan acara telah diatur dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Peringatan HUT RI di NTB kali ini akan diisi dengan peluncuran dan peresmian berbagai program secara langsung oleh Gubernur NTB.

Peluncuran yang akan dilakukan pada HUT RI antara lain, launching sepeda motor listrik dan mesin-mesin buatan NTB.

Ada pula launching Program Mahadesa, launching alat Rapid Test buatan NTB oleh Laboratorium Hepatika Mataram, launching Market Place Pemprov NTB berupa Aplikasi NTB Mall, launching Lapas yang baru di Kuripan Lobar, penandatanganan prasasti Gedung Layanan Covid-19 dan Trauma Center RSUD Provinsi NTB, serta penandatanganan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu, untuk memeriahkan HUT RI ini akan dipamerkan sebanyak 500 alat produksi buatan NTB di Science Techno Park (STIP) Banyumulek.

“Jadi, meskipun di tengah Covid-19, tidak mengurangi semangat nasionalisme kita menyambut HUT RI yang ke-75 ini,” ucap Najam.

Paskibraka hanya tiga orang

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM mengatakan bahwa Dispora selaku penanggung jawab pasukan pengibaran bendera, telah melakukan berbagai persiapan.

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan menghindari kerumunan dan jaga jarak membuat pemerintah memutuskan bahwa Paskibraka hanya terdiri dari tiga orang.

“Jadi kami sudah siapkan tiga orang untuk mengibarkan dan juga tiga untuk upacara penurunan,” ungkapnya.

Peringatan HUT RI di tiap daerah juga tentu akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Berbagai kegiatan yang biasa dilakukan sebelumnya akan ditiadakan ataupun diubah dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Untuk tahun ini, acara yang akan tetap digelar yakni apel penghormatan dan renungan suci. Untuk acara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI akan dilangsungkan secara virtual yang terhubung langsung dengan Istana Negara serta hanya akan diikuti oleh Forkopimda Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Wagub Ajak Para Alumni Sukseskan NTB Gemilang

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak seluruh alumni SMAN 1 Selong berperan aktif dalam mensukseskan program-program NTB Gemilang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Wagub saat membuka acara Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Kamis (13/08/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah

“Kami dari Pemprov, karena SMA adalah supervisi dari kami, sangat mengharapkan SMAN 1 Selong ikut serta mensukseskan program-program unggulan di NTB,” ajak Wagub saat membuka Webinar.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung SMA 1 Selong yang dikenal dengan basis risetnya.

Namun pesan wagub, agar pendidikan tidak meninggalkan pelajaran budi pekerti.

Sehingga SMAN 1 Selong tetap menjadi sekolah yang memiliki alumni yang berkualitas, bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan saja.

Wagub menginginkan lulusan SMAN 1 Selong tidak hanya penuh kepalanya dengan ilmu, namun juga memiliki sifat yang positif.

“Sehingga pada saat di masyarakat, ia menjadi pemecah masalah,” tuturnya.

Dalam Webinar yang bertajuk “Revitalisasi Intelektual Alumni” ini, Wagub juga meminta agar SMAN 1 Selong tidak mudah puas dengan prestasi alumni yang sudah diraih.

Ia mengapresiasi para alumni SMAN 1 Selong, karena banyak di antara mereka yang sukses di berbagai bidang.

“Karena itu SMAN Selong harus dapat memberikan contoh bagi sekolah lainnya, terlebih sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang dipandang bagus, khususnya di Lombok Timur,” katanya.

Wagub juga mengigatkan pentingnya para alumni dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, mengingat NTB adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan keindahan alamnya.

“Kita ingin sekolah kita menjadi agen yang dapat memberikan contoh bagi lingkungan sekitar bagaimana mengelola lingkungan dengan baik, daerah kita adalah daerah yang subur, tentunya kita harus menjaganya,” ungkapnya.

Ketua IKA SMAN 1 Selong, Prof. Dr. H. Muhammad Sarjan yang juga Guru Besar di Unram mengakatakan, webinar ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas NTB yang dapat membawa provinsi tercinta ini menjadi yang lebih maju dari daerah lainnya.

Webinar ini diikuti oleh berbagai macam kalangan yang bergelut dalam bidang riset baik dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun NGO yang semuanya adalah alumni SMAN 1 Selong.

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB