Wabup Jelaskan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Lombok Utara

Kabupaten Lombok Utara masuk kategori daerah penyumbang devisa terbesar di Provinsi NTB melalui Pariwisata

TANJUNG.lombokjournal.comm — Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH, MH menghadiri rapat paripurna penjelasan Kepala Daerah terhadap Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Utara (Rippardakab)di Ruang Sidang DPRD setempat,  Selasa, (11/02/2020).

Pimpinan Sidang Paripurna, Mariadi, S.Ag,saat membuka sidang sempat menjelaskan, tahun ini Negara Indonesia punya kegiatan besar “Mencatat Indonesia” yang dilaksanakan melalui Sensus Penduduk 2020 (SP2020).

Kemudian Mariadi menjelaskan terkait agenda utama, Rapat Paripurna Dewan Lombok Utara adalah Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, Raperda Kabupaten Lombok Utara tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) punya arti penting bagi semua stakeholder.

Ini memberikan jaminan dan kepastian hukum terhadap pelaksanaan pengembangan pembangunan kepariwisataan daerah Kabupaten Lombok Utara, secara berdaya guna, serasi, selaras, seimbang dan berkelanjutan.

Tujuan umum Ripparda untuk memberikan arahan tentang kesiapan pengembangan kepariwisataan di daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas obyek daya tarik wisata.

Tujuan khususnya, memberikan arahan tentang kegiatan kepariwisataan di daerah dalam rangka mengembangkan ekonomi kerakyatan, sosial budaya, PAD dan cinta tanah air.

Dana Alokasi Khusus

Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH, MH dalam penjelasannya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD KLU, Rippardakab, urgen bagi semua pihak

Ini syarat mutlak bagi Pemda KLU untuk mendapatkan Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata Indonesia.

Konskuensi bagi pemerintah daerah, jika Raperda ini tidak selesai sampai dengan Maret 2020, sekitar 40 milyar lebih dana DAK dari pusat untuk pengembangan Pariwisata di KLU yang semestinya diperoleh pada 2021 tidak dapat diterima.

Disampaikannya, mempermudah dan memperlancar pembahasan pada rapat-rapat berikutnya ia menyampaikan penjelasan pokok-pokok pikiran terhadap Rancangan Peraturan Daerah kabupaten Lombok Utara, tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten.

Menurut Sarifudin, wilayah Negara Republik Indonesia memiliki alam, flora, dan fauna, sebagai karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, serta peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni, dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Sumber daya dan modal pembangunan kepariwisataan untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sebagaimana terkandung dalam Pancasila dan Pembukaan UUD Indonesia Tahun 1945.

Memberikan perlindungan dan kebebasan kepada setiap orang sebagai wujud pengakuan terhadap hak asasi manusia dalam melakukan perjalanan dan memanfaatkan waktu luang dalam wujud berwisata.

Wabup Sarifuddin mengatakan, kepariwisataan bagian integral yang penting dalam pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan, dan bertanggungjawab.

Dengan tetap memberikan perlindungan pada nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan hidup, serta kepentingan nasional.

Di satu sisi, pembangunan kepariwisataan diperlukan guna mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Pasal 2 ayat (4) dan ayat (5) PP Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Tujuannya untuk peningkatan kualitas dan kuantitas Destinasi Pariwisata Nasional secara umum dan secara khusus di setiap wilayah daerah provinsi maupun kabupaten/kota,” terang Sarif.

Wabup Sarifudin menegaskan, Kabupaten Lombok Utara masuk kategori daerah penyumbang devisa terbesar di Provinsi NTB melalui Pariwisata.

Lombok Utara memiliki berbagai macam daya tarik budaya serta tempat-tempat wisata yang indah dan perlu dikembangkan lebih masif lagi, menuju aspek ekowisata dengan terlebih dahulu mengevaluasi kembali tata ruang wilayah KLU.

Pasalnya, konsep dasar pengembangan ekowisata sebagai satu bentuk perjalanan wisata ke area yang alami dengan tujuan mengkonservasi lingkungan seeta melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat yang mesti selaras dengan rencana tata ruang wilayah.

“KLU merupakan salah satu daerah tujuan wisata di wilayah Provinsi NTB. Tujuan utama wisata di Pulau Lombok umumnya terpusat di kawasan wisata Sengigigi dan 3 (tiga) Gili yaitu Gili Meno, Gili Trawangan dan Gili Air,” ujarnya.

KLU termasuk salah satu kabupaten dari 10 kabupaten/kota di wilayah Provinsi NTB yang hingga kini belum memiliki arah pengembangan kawasan pariwisata daerah yang searah dan sejalan dengan RTRW KLU.

Dikatakan wabup, perlu bagi pemangku pembamgunan daerah agar selekasnya menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020-2025.

“Perda ini nantinya mengatur klasifikasi kawasan wisata daerah. Masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan kepariwisataan daerah untuk periode lima tahun ke depan,” tutupnya.

Pandangan fraksi-fraksi dewan dibacakan juru bicara tiap fraksi, di antaranya; Hakamah dari Fraksi Gerindra, Kardi dari Demokrat, Ikhwanudin dari Golkar, Rusdianto dari Persatuan Bintang Keadilan, L. Muh. Zaki dari PDIP, Putrawadi dari PKB dan Fajar Marta dari Fraksi PAN.

Masing-masing fraksi memberi persetujuan terhadap empat Raperda, terdiri dari Raperda Penyelenggara Kearsipan, Raperda Retribusi Tera Ulang, Raperda Pencabutan Perda KLU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Izin Gangguan, dan Raperda Ripparda KLU.

Rapat Paripurna yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si, Asisten II Setda KLU H. Rusdi, ST, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

api/humaspro




Wagub Dan Komunitas ‘Aku Wanita Bahagia’ Bahas Internet Sehat

Saat ini penggunaan gadget (gawai) digunakan tidak hanya di rumah melainkan di sekolah, karena itu pornografi mudah untuk diakses oleh anak dan remaja

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menerima audiensi dari Aku Wanita Bahagia di Ruang Kerjanya, Rabu (12/02/2020).

Aku Wanita Bahagia adalah perluasan divisi dari klub sehat holistik yang sangat peduli terhadap perempuan dan anak.

Ditambah lagi saat ini penggunaan gadget (gawai) digunakan tidak hanya di rumah melainkan di sekolah. Oleh karena itu, pornografi mudah untuk diakses oleh anak dan remaja.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi tersebut pun mengatakan agar hal tersebut lebih diintervensi baik dari orang tua, guru, KPA, dan kader-kader PKK atau posyandu di lingkup Desa/Dusun.

“Ada kegiatan yang sudah kita lakukan dan akan dilakukan lebih luas lagi. Pemerintah Provinsi cukup intens dan serius dalam hal-hal seperti ini. Semua OPD yang terlibat harus bergerak bersamaan, termasuk bersama Aku Wanita Bahagia. Beberapa program yang bisa kita tumpangi dan berkolaborasi,” kata Ummi Rohmi.

Ika Shinta Sari selaku penggagas Aku Wanita Bahagia menjelaskan, untuk mengurangi penggunaan gadget di anak dan remaja, harus diganti dengan penggunaan internet sehat atau smart tv.

“Kuncinya adalah keluarga harus diintervensi, seperti mengedukasi orang tua, kader PKK atau Posyandu dan kerjasama bersama Dikbud,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Kasus Striptis Di Senggigi, Gubernur; Mudahan Jadi Pelajaran

“Mungkin perbuatan itu dulu ada, tapi tidak ketahuan. Makanya, jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga”

MATARAM.lombokjournal.com  — Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah, mengatakan kasus penangkapan dua orang perempuan penari telanjang di kawasan wisata Senggigi berinisial YM (35) dan SM (23), Kabupaten Lombok Barat, harus dijadikan pelajaran.

“Kami tidak menghendaki hal yang begitu, tapi mudahan itu menjadi pelajaran,” kata Zulkieflimansyah, usai pembukaan  Forum investor 2020 NTB ramah investor di Hotel Aruna senggigi Lombok Barat, Rabu (12/02/20).

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah NTB menciduk YM (35) dan SM (23). Keduanya merupakan penari telanjang (striptis) yang disuguhkan melalui paket khusus oleh Metzo Executive Club & Karaoke Lombok, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Untuk menikmati tontonan tarian striptis, konsumen harus lebih dulu mengirimkan uang Rp 2,5 juta via transfer rekening. Setelah uang diterima, konsumen sudah mendapatkan kamar khusus dengan fasilitas dan pelayanan berkelas.

Menurut gubenur, semua pemerintah daerah pasti tidak menghendaki perbuatan terlarang terjadi di daerahnya.

Masyarakat diminta tidak gaduh di media sosial dengan adanya penangkapan dua perempuan penari telanjang tersebut.

Praktik semacam itu kemungkinan ada sejak dulu, namun baru sekarang hebohnya.

“Mungkin perbuatan itu dulu ada, tapi tidak ketahuan. Makanya, jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga. Mari kita perbaiki bersama kalau ada yang kurang. Jangan sampai orang jadi takut datang ke daerah kita,” pintanya.

Menurut dia, NTB sudah diuntungkan dengan label destinasi wisata halal dunia. Apalagi ditambah dengan semangat membangun industri busana muslim terbesar, bukan hanya di Indonesia, tapi skala dunia.

“Makanya kami mendorong Bank Indonesia, memberikan prioritas membantu NTB untuk mewujudkan hal itu,” kata gubernur.

AYA




Gubernur Berharap Pilkada Jadi Kontestasi Yang Gembira

Dalam kontestasi Pilkada 2020 seluruh elemen masyarakat diminta bersinergi dalam mewujudkan Pilkada yang damai

SUMBAWA,lombokjounalcom — Peluncuran Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS), Selasa (11/02/2020) yang berlangsung di Taman Pahlawan Sumbawa melibatkan sekitar 250 peserta dari Forkopimda, Ketua Bawaslu se-NTB, Dandim, Pimpinan partai politik, serta tokoh masyarakat.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir daa acara tersebut berharap, aplikasi SIPS tersebut dapat membuat transparansi dan akuntabilitas dari Bawaslu kepada publik dalam hal proses permohonan perkara.

Hal ini bisa membuat kontrol masyarakat kepada Bawaslu semakin baik.

Rangkaian acara dibalut sentuhan budaya lokal melalui tarian Ngumpang Rame sebagai ciri khas Kabupaten Sumbawa, dengan band pengiring, dan tayangan videografis kinerja dan kesiapan Bawaslu dalam mengawasi Pilkada.

“Kami (Pemprov NTB) mengucapkan selamat kepada pimpinan bawaslu NTB yang memungkinkan semua anggotanya sampai kecamatan, yang hingga saat ini mempunyai semangat tinggi dalam meningkatkan kualitas demokrasi kita,” ujar gubernur.

Menurut Bang Zul, dalam kontestasi Pilkada 2020 seluruh elemen masyarakat diminta bersinergi dalam mewujudkan Pilkada yang damai.

Menurutnya, kontestasi Pilkada tersebut harus dijalani dengan riang gembira tanpa harus saling menjatuhkan.

“Mudahan-mudahan Pilkada di kabupaten Sumbawa dan kabupaten lainnya di NTB ini berlangsung adil dan jujur, tentunya dengan sama-sama bersinergi dalam mewujudkan pemilu yang lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” kata Bang Zul.

Anggota Bawaslu RI, Rahmad Bagja berharap, SIPS dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas Bawaslu kepada masyarakat Pada Pemilu Tahun 2020.

“Semua proses transparansi akan menjadi sebuah acuan dalam penyelenggaraan pemilu. Kemudian putusannya dapat dilihat di-upload, sehingga sampai tingkat kabupaten kota, masyarakat yang memiliki koneksi internet bisa men-download semua putusan dan permohonan,” jelasnya.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa ini berpesan, Ketua Bawaslu sejak sekarang untuk bersiap-siappersoalan sengketa tersebut bisa jadi dimulai dari bulan Februari atau Maret ini.

“Perlu kita ingat bersama, bahwa KPU perkenalkan pra pendaftaran, pra pendaftaran tersebut akan melahirkan berita acara, begitu melahirkan berita acara, maka akan melahirkan potensi sengketa, apalagi pra pendaftaran untuk calon independen sudah dimulai, Bawaslu harus bisa menjawab itu semua,” ujarnya.

Tahun 2019 lalu, lanjut Rahmad Bagja, SIPS ini pernah diluncurkan. Tapi banyak sekali hambatan, karena sistemnya belum terlalu siap.

“Alhamdulillah pada bulan Desember 2019. SIPS ini kembali kita Launching sampai ke kabupaten kota,” ujarnya.

Bawaslu Optimis Aplikasi SIPS yang di-launching malam ini dapat memberikan kemudahan bagi pemohon, termohon untuk penyelesaian sengketa.

“Juga membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat bisa memantau setiap proses yang berlangsung.” kata Rahmad Bagja.

AYA/HmsNTB




Wagub Apresiasi Wayang Berbahan Sampah

Ummi Rohmi menilai yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah baik, namun perlu terus diperluas lagi

MATARAM.lombokjournal.com —  Pementasan Wayang dari bahan limbah dengan tema “Indonesia Darurat Sampah”,  dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc, di Aula Rinjani SMA Negeri 1 Mataram, Rabu (12/02/2020).

Penonton yang terdiri dari siswa PAUD, TK, SD dan SMA menikmati pertunjukan itu dengan rasa senang, riang dan gembira.

Wagub menyambut baik dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram, yang memanfaatkan limbah sampah sebagai bahan pembuatan wayang.

Hal  itu dinilai akan menjadi saranana edukasi yang tepat dan efektif terhadap siswa PAUD, TK dan SD.

Umi Rohmi berharap, ke depan akan membagun kesadaran bagi generasi Indonesia, khususnya di NTB untuk selalu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dan mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi.

“Umi mau bertanya, Lombok- Sumbawa ini indah gak? NTB ini Sungai-nya indah, Pantainya indah, Gunung-nya juga indah. Kita harus jaga semua keindahannya itu,” ujarnya di hadapan siswa.

Di hadapan anak-anak usia dini yang hadir, dijelaskan arti pentingnya menjaga lingkungan. Agar terhindar dari segala macam bencana, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Umi Rohmi menekankan perlunya menghadirkan fasilitas yang kuat, aman dan tahan gempa. Dan kita harus mengambil pelajaran berharga dari peristiwa gempa bumi yang kita alami.

“Bangunan sekolah, rumah dan fasilitas lainnya, strukturnya harus kuat dan tahan gempa, tidak boleh lagi hanya mementingkan keindahan,” ucapnya.

Edukasi terkait apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana menjadi hal yang sangat penting. Sekolah-sekolah diminta melakukan simulasi terkait penanggulangan bencana di sekolah. Terutama untuk bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

“Persiapan itu adalah simulasi terhadap bencana yang tidak bisa kita prediksi,” ujarnya.

Diharapkan, SMAN 1 Mataram harus menjadi pioner untuk NTB bersih.

Ummi Rohmi menilai yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah baik, namun perlu terus diperluas lagi, seperti bagaimana mengelola sampah dan memilah sampah dengan baik, sehingga semua bisa menjadi hal yang bernilai guna.

Pihak SMAN 1 Mataram diminta menjadikan pemanfaatan bahan sampah sebagai parameter penilaian, sehingga sekolah kita menjadi bersih dan sehat.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTB,” harapnya.

AYA/HmsNTB

 




Edukasi Mitigasi Bencana Tidak Bisa Ditunda-tunda

“Intinya kami menyadari, baik pemprov dan kabupaten/kota bahwa edukasi mitigasi bencana sejak usia dini sangat penting”

MATARAM.lombokjournal.com —

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, program edukasi mitigasi bencana merupakan suatu hal yang tidak bisa ditunda-tunda.

Bencana gempa bumi yang terjadi Juli-Agustus 2018 di NTB telah memberi pelajaran yang luar biasa berharga.

Wagub Hj Rohmi

Dari peristiwa tersebut, semua pihak mulai belajar betapa pentingnya mengenali potensi bencana serta memiliki sistem mitigasi yang baik terhadap bencana.

Saat bencana itu datang, pemerintah dan masyarakat tentu bisa mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Kalau itu bencana alam yang diakibatkan oleh manusia kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan secara promotif dan preventif,” ujar Wagub Hj Rohmi saat menjadi Narasumber dalam dialog program “Kentongan” di RRI Mataram, Selasa (11/02/2020).

Persoalan edukasi menjadi hal yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Masyarakat NTB harus segera diedukasi, agar memahami betul apa potensi-potensi bencana yang ada di daerahnya.

Bahkan tidak lagi dalam skup daerah, namun sampai di tingkat desa bahkan dusun, terkait potensi bencana apa yang bisa terjadi di desa/dusun tersebut.

“Kita harapkan dengan hal ini kita bisa tahu potensi bencana apa yang ada, kita tahu keterampilan apa yang harus kita miliki dan kita tahu apa yang harus kita lakukan jika terjadi bencana,” ujarnya.

 

Diungkapkan Wagub, ini sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB yaitu sistem mitigasi bencana yang lengkap.

Saat ini Pemprov NTB sedang mempersiapkan aplikasi bencana dengan nama “SiagaNTB” yang berisi semua potensi bencana yang ada di NTB ini, dan semua pengetahuan tentang kebencanaan, serta memuat apa saja yang bisa dilakukan dan siapa yang bisa dihubungi jika terjadi bencana.

“Aplikasi ini bisa didownload oleh seluruh masyarakat NTB,” ungkapnya.

Menurutnya, kemajuan  teknologi saat ini harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana edukasi. Bahkan ke depan ia berharap,  semua hotel memanfaatkan teknologi untuk menyajikan program “SiagaNTB” untuk informasi terkait kondisi alam dan cuaca di NTB, sehingga orang akan mengetahui segala potensi yang akan terjadi.

“Kita harapkan kedepan hotel-hotel menyediakan TV dengan chanel khusus untuk siaga NTB itu,” harapnya.

Selain itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota  akan terus bersinergi dalam memberikan edukasi melalui dunia pendidikan.

Saat ini pemerintah Provinsi NTB melalui pendidikan SMA yang sesuai dengan kewenangannya telah memberikan edukasi terkait mitigasi bencana. Sedangkan untuk usia dini seperti PAUD, TK, SD dan SMP, pemprov akan bersinergi melalui MoU dengan Kabupaten/Kota terkait edukasi mitigasi bencna.

“Intinya kami menyadari, baik pemprov dan kabupaten/kota bahwa edukasi mitigasi bencana sejak usia dini sangat penting,” ujarnya.

Wagub berharap, melalui edukasi mitigasi bencana mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi, masyarakat akan sadar bahwa dalam membangun agar lebih memperhatikan kekuatan struktur bangunan.

Tidak lagi hanya mementingkan segi estetikanya saja.

“Pada peristiwa gempa kemarin kita bisa lihat, ada bangunan  yang tidak begitu bagus, tapi strukturnya kuat, dia tidak rusak, hanya retak saja. Artinya dalam membangu struktur harus lebih penting dari finishing,” tuturnya.

Wagub sangat mengapresiasi program “Kentongan” RRI Mataram. Pemerintah berharap program ini akan terus berjalan dan konsisten sebagai sarana untuk memberikan informasi dan edukasi terkait bencana kepada masyarakat.

“Kita sangat butuh program yang konsisten untuk mengedukasi masyarakat,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Penting, Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini

Para guru PAUD perlu diberikan pelatihan sebagai bekal mereka untuk mendidik anak

MATARAM.lombokjoura.com —  Pendidikan karakter bagi anak perlu dibentuk dan ditanamkan sejak usia dini, yang merupakan masa emas bagi pembentukan karakter.

Penanaman moral sedini mugkin adalah kunci utama membangun bangsa dan daerah.

Bunda PAUD NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M. Sc mengatakan ini dalam acara Pelatihan Akbar di Ballroom Islamic Center NTB, Selasa (11/02/2020).

Menurutnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika mereka tumbuh di lingkungan yang berkarakter.

Fitrah anak yang terlahir suci dapat dikembangakan secara optimal. Tentunya saja, ini memerlukan peran serta semua pihak seperti keluarga, sekolah dan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat.

Salah satu yang paling berperan dalam pembentukan karakter tersebut, selain orang tua, adalah guru. Khususnya para guru yang berdedikasi di Pendidik Anak Usia Dini (PAUD).

“Karena itu kami akan terus berupaya membekali para guru tersebut dengan pelatihan-pelatihan berkualitas. Yaitu dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya,” kata Hj. Niken.

Pelatihan Akbar Pendidikan Holistik Berbasis Karakter digelar atas kerjasama Pamerintah Provinsi NTB, TP PKK NTB, Indonesian Heritage Foundation, Himpaudni, Bunda Paud, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju, Ikatan Guru Raudhatul Athfal dan Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia.

Tema yang diangkat adalah “Pendekatan Efektif dan Saintifik untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis, dan Kreativitas Anak”.

Meurut Hj. Niken yang juga menjabat Ketua TP PKK NTB, para guru PAUD perlu diberikan pelatihan sebagai bekal mereka untuk mendidik anak.

Meski tidak mudah, melalui tangan-tangan terampil guru PAUD akan lahir generasi Emas NTB Gemilang.

“Mewakili isi hati guru, kami sangat ingin mendapatkan pelatihan seperti ini, khususnya bagi guru PAUD se-NTB,” ungkapnya di hadapan tidak kurang 1.400 peserta pelatihan.

Bunda PAUD NTB itu menegaskan, pelatihan bagi guru PAUD akan terus diprogramkan, baik di Pulau Lombok maupun yang ada di Pulau Sumbawa.

Dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan ketika kembali ke sekolah masing-masing.

Harapanya,  kerjasama dengan seluruh pihak, terutama Indonesia Heritage Foundation, dapat terus dilakukan.

AYA/HmsNTB




UTS Gelar Kolaborasi Riset dengan Peneliti Luar Negeri Berbasis Edukasi

“Salah satu strategi pembangunan industri lokal adalah dengan mengirim dosen dan mahasiswa untuk belajar di negara-negara Eropa. Salah satunya Rusia, yang akan dimulai tahun ini”

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melakukan kolaborasi riset dengan para peneliti dari mancanegara, untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal itu ditandai dengan agenda Pembukaan Riset Berbasis Edukasi Pada Bidang Lingkungan dan Pertanian yang berlangsung di Kampus UTS, Selasa, (11/02/2020).

Fokus utama riset meliputi wastewater (pengolahan air limbah), illegal mining, dan perkebunan sayur-sayuran.

Nantinya, di Sumbawa akan ada proyek percontohan untuk diimplementasikan di daerah lain atau negara lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, sebelas anggota riset dari Rusia, Perancis, Vietnam, dan Thailand berkunjung ke Sumbawa guna melaksanakan observasi lebih lanjut.

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah yang hadir pada acara tersebut, mengapresiasi adanya kolaborasi riset  ini.

Ini bisa menjadi ruang pertukaran pemikiran antara peneliti dalam negeri dan luar, dan diharapkan bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Gubernur Zul menyinggung soal program industrialisasi yang sedang dilaksanakan oleh Pemprov NTB.

Salah satu strategi dalam industrialisasi adalah dengan mengirim dosen ataupun mahasiswa menimba ilmu di negara negara Eropa.

“Salah satu strategi pembangunan industri lokal adalah dengan mengirim dosen dan mahasiswa untuk belajar di negara-negara Eropa. Salah satunya Rusia, yang akan dimulai tahun ini,” ujarnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengatakan, pendidikan di Indonesia bukan berarti kurang bagus, namun dengan dikirimnya mahasiswa NTB menimba ilmu ke Eropa, wawasan dan cara pandang mereka akan menjadi lebih luas.

“Bukan semata-mata karena pendidikan di indonesia kurang bagus, tapi begitu kembali mereka membawa paradigma yang baru untuk mengembangkan daerah mereka (NTB).” kata Bang Zul.

AYA/HmsNTB

 

 

 




Golden Palace, Paket Fabulous Di Bulan Februari

Menu yang diberi nama Fabulous Februari  tersebut bisa disantap untuk dua hingga empat orang

MATARAM.lombokjournal.com — Ingin makan di hotel bintang empat namun dengan harga ramah dikantong,silahkan datang langsung ke hotel Golden Palace Mataram.

Hotel bintang empat itu selalu menyuguhkan menu baru di tiap promonya.

Selama dua bulan ini, hotel yang berada di tengah Kota tersebut akan memanjakan para tamu dengan promo  makanan.

Paket itu dinamakan Fabulous yang berarti Februari, bulan yang diyakini idientik dengan sesuatu yang indah.

Promo makanan yang ditawarkan kepada para tamu yang ingin mencicipi makanan hotel bintang dengan harga relatif murah tersebut hanya sebesar Rp 99 ribu saja/nett.

Dimana dengan harga Rp 99 ribu  sudah mendapatkan masing-masing satu porsi nasi goreng asem pedas, tumis ikan sayuran dan ceker ayam pedas manis atau telur asin.

Executive chef Hotel Golden Palace,Muchlis  Affandi mengatakan,  ketiga menu yang diberi nama Fabulous Februari  tersebut bisa disantap untuk dua hingga empat orang.

“Menu dengan harga Rp 99 ribu net, kita ingin menghilang identitas bahwa makan di hotel itu mahal,”ucapnya didampingi oleh Asst Marketing Communication Manager,Ida Ayu Nyoman Sri Utami,Senin (10/02/2020) .

Menurutnya, para tamu yang hendak memesan menu tersebut sesuai dengan selera,baik tingkat kepedasan maupun manisnya.

Perlu diketahui bahwa ketiga menu tersebut di olah dan racik dengan menggunakan bahan lokal tanpa ada bahan infor.

Khusus untuk menu ceker ayam dikemas dengan berbeda, diolah dengan lunak daging tempat menempel ditulang namun sudah terpisah baik yang ceker ayam pedas maupun ceker telur asin.

AYA




Bank Indonesia Diajak Aktif Wujudkan Industrialisasi Di NTB

“Kami membayangkan kalau jagung diolah di sini, kemudian hasil laut diolah di sini, hasil tambang diolah di sini, semua diolah di sini insyaallah NTB ini mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran kemudian mampu menghadirkan kemakmuran

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mendorong Bank Indonesia berpartisipasi aktif dalam mewujudkan industrialisasi di NTB.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri dan memberi sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Inonesia (ISEI) Cabang Mataram, Senin (10/02/2020).

“Industrialisasi adalah program utama Nusa Tenggara Barat, kalau di sini sukses, pemerintah pusat akan belajar dari kita. Jadi cita-cita ini adalah cita-cita besar,” kata Gubernur NTB.

Menurutnya, industrialisasi mengubah nilai tambah untuk memperoleh kesejahteraan dan kemakmuran. Hadirnya industrialisasi adalah jalan menuju cita-cita tersebut.

“Siapapun yang belajar ekonomi pasti sadar bahwa proses pengolahan, manufaktur adalah salah satu cara menuju kemakmuran dan kesejahteraan itu. Persoalan kita adalah dimana-mana pengangguran dan kemiskinan, hadirnya industrialisasi adalah jawaban dari masalah itu,” tuturnya.

Bang Zul menyampaikan,  industrialisasi di NTB ini diarahkan untuk pengolahan bahan baku, hal itu dilihat dari nilainya yang bertambah apabila diolah di tempat lain.

Jika pengolahan dilakukan di tempat sendiri, maka keuntungan pengolahan bisa didapatkan.

“Kami membayangkan kalau jagung diolah di sini, kemudian hasil laut diolah di sini, hasil tambang diolah di sini, semua diolah di sini insyaallah NTB ini mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran kemudian mampu menghadirkan kemakmuran untuk kita semua,” terang Bang Zul.

Bang Zul berharap diskusi yang dilakukan ini menghadirkan jalan keluar bagi permasalahan yang ada di NTB utamanya pada permasalahan ekonomi.

AYA/HmsNTB