Musda IV KAMMI  Mataram, Wagub; Jadilah Pemuda Tangguh Dan Pionir

Semangat dan kerja keras merupakan modal penting yang harus dimiliki oleh setiap anak muda di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengharapkan anak-anak muda menjadi pribadi yang tangguh serta menjadi pionir dalam berbagai kegiatan positif.

Pesan itu diungkapkan Wagub ketika membuka kegiatan Musyawarah Daerah IV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (MUSDA IV KAMMI) Pengurus Daerah Mataram, di Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi UMKM Provinsi NTB, Jumat (14/02/2020).

Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran KAMMI Dalam Membangun Mataram Yang Maju Religius dan Berbudaya”.

“KAMMI jadilah perkumpulan anak-anak muda tangguh, berakhlak mulia, cinta NKRI, sungguh-sungguh, bangga menjadi bangsa Indonesia dan bangga dengan kemampuannya, percaya diri, terus belajar, sehingga kalian menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Umi Rohmi sapaan wahub..

Anak-anak muda diminta mencintai lingkungan dan membangun sinergi dalam menjaganya. Dikatakan, program unggulan pemprov seperti NTB Zero Waste dirasa sangat membutuhkan dukungan dan peran aktif dari anak-anak muda.

“Saya bangga kalau ada banyak anak-anak muda yang cinta lingkungan,” sambungnya.

Semangat dan kerja keras menurut Ummi Rohmi merupakan modal penting yang harus dimiliki oleh setiap anak muda di NTB. Khusus untuk PD KAMMI Mataram, Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan sukses.

“Selamat untuk KAMMI, semoga konferensinya pada hari ini menghasilkan pimpinan dan manajemen yang baik untuk kemajuan KAMMI kedepan,” harapnya.

Arif Rahman, Ketua Panitia MUSDA IV PD KAMMI Mataram tahun 2020 mengatakan tujuan utama MUSDA yaitu memilih Ketua Umum yang baru.

Kegiatan ini sendiri akan berlangsung selama tiga hari ke depan, dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 16 Februari 2020.

“Harapannya, lahir pemimpin muda baru yang mampu memberikan warna baru bagi pergerakan di Kota Mataram,” ucapnya.

Hadir Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB.

AYA/HmsNTB




Mandalika Fashion Carnival Berlangsung Semarak Di Praya

Bau Nyale telah menjadi satu di antara sepuluh event terbaik di Indonesia yang tetap dilestarikan oleh masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com —  Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri event Mandalika Fashion Carnival (MFC), yang merupakan rangkaian agenda Festival Pesona Bau Nyale 2020.

MFC yang berlangsung semarak ini digelar di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (13/02/20).

Hj.Niken mengatakan, kegiatan ini sangat baik, karena memberikan ruang bagi kreativitas dan potensi para seniman untuk melestarikan seni budaya lokal, yang tentunya bisa memberi dampak positif bagi Lombok Tengah khususnya dan NTB pada umumnya.

“Rangkaian Festival Pesona Bau Nyale ini adalah salah satu festival di Lombok Tengah, di NTB dan Indonesia yang menjadi kebanggaan masyarakat. Untuk itu mari kita sama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” kata Hj Niken.

Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, Bau Nyale telah menjadi satu di antara sepuluh event terbaik di Indonesia yang tetap dilestarikan oleh masyarakat.

Sedangkan agenda Mandalika Fashion Carnival ini adalah salah satu dari sekian rangkaian Festival Pesona Bau Nyale yang telah digelar sejak 8 Februari 2020.

Wabup Loteng berharap pada tahun-tahun berikutnya, atraksi budaya yang ditampilkan sekarang ini dapat terus dilestarikan, sehingga kegiatan ini tidak hanya ramai oleh wisatawan lokal tapi juga wisatawan mancanegara.

Seperti diketahui, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Setiap tahun kegiatan ini mampu menarik animo ribuan masyarakat untuk ikut serta meramaikan Fashion Carnival.

MFC tahun ini dibuka dengan tabuh Gendang Beleq oleh Ketua Dekranasda NTB, Ketua Dekranasda Loteng, Hj. Irma Suhaili FT, Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Mr. Radames Jesus Gomez Azuaje, Forkopimda, Tokoh Budaya serta masyarakat.

Peserta MFC berasal dari 12 Kecamatan di Lombok Tengah dan antusiasme para peserta patut diberikan apresiasi.

AYA/HmsNTB




Pelatihan Akbar PHBK Ditutup, Guru yang Inspiratif Menjadi Harapan Bersama

“Ilmu yang mengalir itu tak akan habis, jadi Insya Allah ini adalah sebuah amal jariyah dari ibunda semua. Ilmu ini akan kita sampaikan kepada anak-anak kita di NTB, kasih sayang, cinta, ilmu dan semua amanah ilmu yang sudah kita dapatkan selama tiga hari ini”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri acara penutupan Pelatihan Akbar Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK).

Kegiatan bertema “Kemanfaatan Efektif dan Saintifik untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis dan Kreativitas Anak” berlangsung di Ballroom Islamic Center, Kamis (13/2/2020).

Kegiatan ini digagas oleh OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, TP-PKK Provinsi NTB, Bunda PAUD dan Indonesia Heritage Foundation dan dihadiri oleh ratusan guru PAUD dari seluruh NTB.

Gubernur mengatakan, sangat rugi jika tidak memaksimalkan kecerdasan perempuan-perempuan hebat yang ada di Republik Indonesia, khususnya di Provinsi NTB.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada OASE KIM. Ia meyakini bahwa guru-guru di NTB akan selalu ramah, bersahabat penuh kehangatan.

“Anak-anak di NTB akan bahagia, punya kontribusi besar untuk membangun, bukan hanya NTB atau Indonesia melainkan dapat mengubah wajah dunia di kemudian hari. Terima kasih atas pendidikannya yang luar biasa,” jelas Bang Zul.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB yang juga Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada isteri-isteri Menteri Republik Indonesia yang tergabung dalam OASE KIM dan Indonesia Heritage Foundation yang telah memberikan ilmu kepada guru-guru PAUD yang ada di NTB.

“Ilmu yang mengalir itu tak akan habis, jadi Insya Allah ini adalah sebuah amal jariyah dari ibunda semua. Ilmu ini akan kita sampaikan kepada anak-anak kita di NTB, kasih sayang, cinta, ilmu dan semua amanah ilmu yang sudah kita dapatkan selama tiga hari ini,” jelas Hj. Niken.

Di akhir sambutannya Hj. Niken berharap agar ilmu yang telah didapatkan terus diasah, sehingga para pendidik tetap bersemangat menjadi guru-guru yang inspiratif.

“Akan rugi jika perempuan-perempuan kuat di Republik Indonesia ini tidak dimaksimalkan,” ujarnya.

AYA//HmsNTB




Posyandu Keluarga Diharapkan Bisa Terwujud di Semua Dusun

Posyandu Keluarga sendiri adalah terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan, dengan pendekatan keluarga  yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan

LOBAR.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya mewujudkan masyarakat NTB yang sehat dan cerdas melalui berbagai program-program strategisnya.

Tim Penggerak PKK Provinsi NTB sebagai salah satu mitra utama Pemerintah Provinsi melaksanakan program kesehatan, salah satunya melalui Revitalisasi Posyandu.

Dalam kunjungannya ke Desa Aik Nyet, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (13/2/2020) pagi, Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati ,M.Sc mengapresiasi  PKK Kabupaten Lombok Barat yang sudah berhasil menarik hati warga untuk ikut dalam berbagai kegiatan Posyandu Keluarga.

Hj Niken mengau bahagia sekali melihat ibu-ibu membawa anak-anaknya ke Posyandu. Papuk-papuk olahraga dengan semangat, dan remaja juga ada di Posyandu. Mereka keihatan tampak bahagia.

“Revitalisasi Posyandu direspon sangat baik oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat semoga Posyandu Keluarga seperti ini bisa diwujudkan di semua dusun” harapnya.

Lebih lanjut, Hj. Niken berharap agar Posyandu Keluarga ini mampu mengakomodir jadwal olahraga yang lebih sering untuk lansia.

“Lansia sangat membutuhkan kondisi tubuh yang sehat, sehingga butuh kegiatan rutin khususnya olahraga. Saya berharap jadwal olahraga para lansia ditambah. Lansia harus selalu bergerak, harus senang. Kami ingin warga semuanya sehat, InshaAllah menjadi berkah” harap Niken

Terakhir, Hj. Niken menyampaikan gagasannya agar Posyandu Keluarga ini juga bisa di integrasikan dengan PAUD.

“Saya juga berharap Posyandu Keluarga ini dapat di integrasikan juga dengan PAUD, sehingga tidak hanya balita saja yang memperoleh pelayanan kesehatan, namun anak-anak di atas 5 tahun juga bisa diarahkan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang rutin seperti ini ” tutupnya.

Revitalisasi Posyandu sendiri merupakan salah satu program prioritas yang dicanangkan  Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan misi NTB Sehat Cerdas sesuai RPJMD NTB Tahun 2019-2023.

Program ini dijadikan prioritas karena didasari kenyataan, NTB saat ini memiliki jumlah Posyandu sebanyak  7.207 unit Posyandu, namun hanya sekitar 52 persen saja yang masuk kategori aktif, sedangkan sisanya masih dalam kategori pasif.

Karenanya, program Revitalisasi Posyandu yang digiatkan Pemprov NTB bekerjasana dengan PKK dan seluruh stakeholder lainnya ini menyasar pada upaya mengubah Posyandu pasif menjadi aktif.

Fungsi Posyandu yang selama ini hanya bergerak pada pelayanan menimbang berat bayi, memeriksa ibu hamil, dan ibu menyusui akan direvitalisasikan menjadi Posyandu Keluarga.

Posyandu Keluarga sendiri adalah terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan, dengan pendekatan keluarga  yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan. Ada lima cakupan  program utama yakni KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare.

Kegiatan tersebut juga akan diintegrasikan dengan  program dari lintas sektor, yaitu  Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja, program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif tokoh agama (Dai Kesehatan).

AYA/HmsNTB




Gubernur Dan Kepala BNN NTB Musnahkan BB Narkoba Senilai 4 Miliar

“Ini merupakan hasil tangkapan paling besar dalam sejarah BNN NTB berdiri”

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Brigjen.Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si beserta jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan melakukan pemusnahan barang bukti (BB) narkoba jenis Sabu seberat 2 kg.

Proses pemusnahan berlangsung di halaman Kantor BNN Provinsi NTB, Kamis (13/2/2020), disaksikan langsung oleh dua orang tersangka yang telah ditahan pihak BNN. Sebelum dilakukan pemusnahan, terlebih dahulu dilakukan pengujian BB. Hal itu untuk membuktikan keaslian dari BB yang akan dimusnahkan oleh BNN.

Gubernur NTB memberikan apresiasi kepada jajaran BNN yang telah berhasil menggagalkan transaksi narkoba di wilayah NTB, dimana nilainya cukup fantastis. “Kami mengapresiasi BNN yang sudah berhasil menggagalkan transaksi narkoba yang cukup besar ini,” ujarnya.

Gubernur berpesan dan mengajak pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan jajaran BNN NTB agar lebih serius lagi dalam megatasi dan mencegah peredaran narkoba.

Disampaikan Gubernur, saat ini masalah narkoba menjadi salah satu aspirasi dari masyarakat NTB untuk lebih serius dalam penanganannya di tingkat kabupaten hingga desa. Karena masalah peredaran narkoba ini telah mengancam generasi muda di tingkat desa bahkan dusun.

Menurutnya, saat ini penyalahguna narkoba bukan hanya orang yang memiliki kemampuan finansial saja. Namun banyak juga kalangan yang tidak mampu secara keungan menginginkan atau menyalahgunakan barang haram tersebut.

“Ketika orang miskin mengkonsumsi barang ini, bahayanya tambah meningkat. Mereka bisa melalukan apa saja untuk bisa mendapatkan barang ini,” ucapnya.

Gubernur berharap kepada jajaran BNN NTB, prestasi penangkapan saat ini sebagai langkah awal untuk terus mengantisipasi masalah narkoba hingga ke tingkat desa dan dusun. BNN NTB juga diminta untuk menggandeng tokoh masyarkat dan orang-orang yang punya pengaruh dalam melakukan sosialisasi terhadap pencegahan peredaran narkoba di NTB.

Kepada para tersangka dan masyarakat,  Gubernur meminta untuk menjadikan hal ini sebagai sebuah  pelajaran berharga, dan masyarakat juga untuk selalu waspada dan berhati terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk menjadikan pemberantasan narkoba di NTB menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala BNN NTB. Drs. Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si dalam press rilisnya menjelaskan, pemusnahan barang bukti kasus narkotika jenis sabu itu seberat 2 kg. Sabu tersebut berkualitas bagus dengan nilai Rp 4 miliar.

Dijelaskan Kepala BNN, BB Narkoba tersebut merupakan hasil tangkapan Bidang Brantas pada tanggal 4 Januari 2020 di daerah Senggigi.

“Ini merupakan hasil tangkapan paling besar dalam sejarah BNN NTB berdiri,” Kepala BNN NTB. Drs. Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si

Menurutnya, hasil tangkapan 2 kg Sabu tersebut, BNN telah berhasil menyelamatkan 12.000 anak bangsa dari bahaya narkoba.

Tugas BNN NTB dan semua jajaran saat ini bagaimana menekan suplai peredaran narkoba di NTB. Selain itu BNN NTB juga terus melakukan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Saat ini sebanyak 1.400  yang bisa direhab.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat NTB yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba untuk tidak takut melapor kepada pihak BNN NTB. Karena korban narkoba tidak akan dilakukan penahanan, namun akan direhabilitasi.

“Pengedar dan bandar ancaman hukumannya adalah hukuman mati, sedangkan penyalahgunaan dan korban harus direhab dan diselamati,” jelasnya.

Saat ini BNN NTB sedang mencanangkan pencegahan terhadap penyalagunaan narkoba berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan  program desa bersih dari narkoba (desabersinar). Pada tahun 2020 ini, BNN NTB akan melaunching 10 desa bersinar di NTB yang berada di Bima.

Ia berharap hal ini merupakan awal sinergi untuk satu padu antara pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan BNN NTB dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba di NTB.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Merawat Silaturahmi di Masjid Al-Mujahidin Lelede

“Selain masjid sebagai fungsi mempersatukan umat, Masjid juga merupakan tempat yang tepat untuk silaturrahim dan menumbuhkan semangat membangun daerah ke arah yang lebih baik”

LOBAR.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah setelah berkeliling di sejumlah masjid di Kota Mataram, Safari Subuh dilanjutkan di Kabupaten Lombok Barat, Kamis (13/02/2020), Safari Subuh digelar di Masjid Al-Mujahidin Desa Lelede, Kecamatan Kediri.

Dikatakan program Safari Subuh ini bertujuan untuk merawat silaturrahmi, dan memberi semangat masyarakat agar terus giat dalam berusaha.

Gubernur Zulkieflimansyah

Mencetak seribu pengusaha baru di Provinsi NTB melalui spirit Safari Subuh sekaligus menyerap aspirasi masyarakat adalah satu kegiatan yang dilaksanakan saat ini.

“Selain menjadi momentum silaturrahim, salah satu tujuan Safari Subuh adalah mencetak seribu pengusa baru,” kata Gubernur NTB dalam ceramahnya usai melaksanakan salat subuh berjamaah.

Menurutnya, salat subuh berjamaah,  bisa  menambah nilai luhur serta bisa menjadi kunci sukses. Diharapkan semua tokoh masyarakat dapat turut berperan serta dalam memotivasi masyarakat dalam melaksanakan Safari Subuh ini.

“Selain masjid sebagai fungsi mempersatukan umat, Masjid juga merupakan tempat yang tepat untuk silaturrahim dan menumbuhkan semangat membangun daerah ke arah yang lebih baik,” kata gubernur.

TGH.Musleh Kholil yang merupakan salah seorang tokoh agama di Lombok Barat mengungkapkan,  kedatangan Gubernur NTB di Masjid Al-Mujahidin tersebut bukan yang pertama kalinya, karena jauh sebelum menjadi gubernur, pernah menjadi khatib Jum’at di masjid Al-Mujahidin.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, Bapak Gubernur bisa kembali salat berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Saya ingat dulu, sebelum beliau menjadi Gubernur, beliau pernah menjadi khatib jum’at disini, InsyaAllah akan kita jadwalkan beliau kembali menjadi khatib di masjid Al-Mujahidin ini,” kata TGH.Musleh Kholil

Pimpinan Ponpes Al-Muwahhidin Kediri ini melanjutkan, kedatangan Gubernur NTB ke Desa Lelede ini menjadi keberkahaan tersendiri bagi masyarakat Lombok Barat, khusunya Desa Lelede.

“Tentu kedatangan pak Gubernur akan menjadi keberkahan tersendiri bagi daerah kita, banyak aspirasi masyarakat yang di dengar langsung oleh beliau, dan saya yakin, beliau pasti menindaklanjutinya,” katanya.

AYA/HmNTB

 




Mahasiswa Diajak Bersinergi Wujudkan NTB Gemilang

Wakil Gubernur mengajak mahasiswa untuk bergotong royong dan berkontribusi dalam mewujudkan program-program pemerintah

MATARAM.lombokjourna.com —   Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi pembicara dalam seminar nasional pengabdian kepada masyarakat di gedung Dome Universitas Mataram, Kamis (13/02/2020).

Pada seminar yang dipadati mahasiswa bertajuk “Inovasi Membangun Desa” itu, Wakil Gubernur memaparkan, program NTB Gemilang dalam pengembangan desa.

Bersama Sekjen Kemendes PDTT RI dan Dirjen Penanggulangan Fakir Miskin Kemensos RI.

Sebagian besar program Pemerintah Provinsi NTB di desa, diakuinya banyak memanfaatkan keunggulan program dana desa.

“Dana desa ini memberikan efek yang sangat signifikan, kalau kita bisa kelola dengan baik, bersinergi dengan baik dan bisa optimal, maka tentu hasilnya akan luar biasa,” ungkap Wakil Gubernur mengawali pemaparannya.

Program pengembangan desa lainya, yakni Revitalisasi Posyandu, Zero Waste, NTB Hijau, Desa Wisata dan Industrialisasi.

Wagub memaparkan itu guna meningkatkan pemahaman mahasiwa terkait program pemerintah.

Diterangkan, program Revitalisasi Posyandu mengedepankan pencegahan, dan seluruh posyandu di NTB ke depan harus menjadi Posyandu Keluarga.

“Di tahun 2023 mendatang, Posyandu di NTB harus melayani dari bayi hingga lansia. Posyandu bukan hanya melayani masalah kesehatan tapi juga masalah sosial,” jelasnya.

Jumlah Posyandu Keluarga yang telah terwujud hingga saat ini mencapai 1.070 Posyandu dan 47 unit Posyandu telah terintegrasi dengan bank sampah.

Wakil Gubernur pada kesempatan itu mengajak mahasiswa untuk bergotong royong dan berkontribusi dalam mewujudkan program-program pemerintah.

“Jadi anak muda tidak boleh malas-malasan, harus memiliki semangat yang tinggi, karena peran dari anak-anakku ini sangat besar, maka mari kita semua bersinergi, bahu membahu dalam mewujudkan NTB Gemilang,” seru Umi Rohmi, sapaan Wakil Gubernur.

Dikatakan, dengan gotong royong dari berbagai pihak, maka apa yang ditargetkan bersama akan mudah terwujud.

Seminar yang di moderatori langsung oleh Agusdin, SE., MBA., DBA, Wakil Rektor Bidang Akademik Unram ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiwa-mahasiswi Unram.

Narasumber seminar nasional ini diisi juga oleh Sekjen Kemendes PDTT RI dan Dirjen Penanggulangan Fakir Miskin Kemensos RI.

AYA/HmsNTB




Dialog Kreatif Meyambut Festival Pesona Bau Nyale Di KEK Mandalika

“Hari ini kita melaksanakan dialog kreatif yang menyatukan ide-ide dan gagasan yang bisa membantu dan mendukung kegiatan persiapan daerah kami dalam menyongsong event internasional”

LOTENG.lombokjournal.com – Festival Pesona Bau Nyale yang hanya ada di Lombok, merupakan event yang dibanggakan NTB.

Bau Nyale merupakan sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda, dan mempunyai nilai sakral yang tinggi bagi Suku Sasak

Ketua TP-PKK Provinsi NTB yang juga selaku Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan itu dalam sambutannya dalam dialog kreatif terkait  Perayaan Bau Nyale, di KEK Mandalika, Lombok Tengah hari Rabu (12/02/20) sore.

Perayaan Bau Nyale berkaitan erat dengan cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian selatan.  Bau Nyale sendiri diadakan sejak tanggal 8-15 Februari 2020.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami masyarakat Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat yang juga menjadi kebanggaan nasional,” jelas Hj. Niken.

NTB yang kaya akan tradisi memiliki tiga suku besar yaitu Sasak, Samawa, Mbojo. Keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang kaya, berpotensi menjadi salah satu pengembangan ekonomi kreatif dan mendukung pariwisata.

“Semua memiliki kekhasan dan keindahan masing-masing yang kami banggakan. NTB memiliki kekayaan dan potensi yang jauh lebih beragam,” tutur Hj. Niken.

Selain budaya, NTB memiliki keindahan alam yang luar biasa indah. Kuta Mandalika adalah salah satu dari destinasi super prioritas.  tahun 2021 akan menjadi Tuan Rumah MotoGP yang pertama kali di Indonesia.

“Untuk itu, pada hari ini kita melaksanakan dialog kreatif yang menyatukan ide-ide dan gagasan yang bisa membantu dan mendukung kegiatan persiapan daerah kami dalam menyongsong event internasional ini,” kata Hj Niken.

Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Drs. H. L. M. Syafi’i menyampaikan pesan tertulis dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Dikatakan, pelaksanaan MotoGP 2021 masyarakat NTB patut berbangga karena, kegiatan ini membuka peluang besar untuk mengembangkan potensi perekonomian masyarakat NTB.

“Pembangunan infrastruktur, pelaksanaan MotoGP 2021 telah dimulai dan terus disempurnakan keluarga besar ITDC. PR pemerintah adalah pengembangan kualitas dan kesiapan SDM di tempat ini,” jelasnya.

Peran budaya sangat kuat, begitu pula dengan tersedianya fasilitas menunjang untuk kegiatan tersebut tidak kalah penting untuk dipersiapkan.

“Saya sangat berharap stakeholder yang membidangi ekonomi kreatif, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk bekerja keras memantau perkembangan industri kreatif untuk menunjang kegiatan akbar MotoGP 2021,” ungkap Syafi’i.

Potensi tenun

Setelah membuka acara Dialog Kreatif dan Mandalika Fashion,  Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melanjutkan sebagai nara sumber dalam dialog tersebut.

Nara sumber lain, Achris Sarwani Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, dan Parawijaya, Operation Head Mandalika, serta Wignyo Rahadi salah satu Tim Ahli Dekranas yang juga desainer nasional melanjutkan dengan Dialog Kreatif.

Dalam dialog kreatif tersebut, Hj. Niken menyampaikan,  Dekranasda Provinsi NTB akan terus mengkoordinir dan menyiapkan para penenun yang ada di seluruh NTB untuk menggali potensi dari para penenun yang sangat luar biasa.

“Minggu lalu kami dari Kabupaten Bima dan Kota Bima, disana sangat banyak desa-desa yang ibu-ibunya bekerja sebagai penenun dan coraknya sangat indah dan banyak. Mereka dengan gembira menyambut ide-ide bahwa NTB akan menjadi salah satu pusat industri tenun nasional,” tutur Hj. Niken.

Melanjutkan pemaparannya, untuk menjadi sebuah industri tentunya saja tidak hanya untuk para penenun, penjahit, desainer, dan model juga diperlukan untuk bersinergi untuk menghasilkan karya yang sangat indah.

“Untuk itu, kerjasama baik dengan para desainer dan Bank Indonesia yang full support mendukung kami untuk menyediakan dan melatih penjahit, desainer dan model-modelnya,” jelas Hj. Niken.

Di akhir, dengan adanya hal tersebut tentu saja kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh NTB yang memiliki jurusan desain seperti tekstil maupun tata busana. Hj. Niken berharap agar generasi muda terlibat  aktif dalam kegiatan ini.

“Tentu saja kita di Provinsi akan terus mengupayakan hal ini bisa juga terdengar gaungnya di tingkat nasional dengan aktif seperti event-event dan menyelenggarakan kegiatan mempromosikan hal ini,” jelasnya.

Ketua Dekranas yang diwakili oleh Endang Budikarya selaku pengurus Dekranas, mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mengembangkan kerajinan karya budaya dan kearifan lokal NTB untuk terus ditularkan kepada generasi milenial.

Agar tanpa henti untuk mengembangkan karya budaya NTB dan karya budaya Indonesia.

“Kita boleh menuju industri 4.0, namun karya budaya Indonesia akan tetap dan terus melekat dalam setiap insan bangsa Indonesia. Era teknologi adalah sahabat bangsa, melalui genggaman tangan tiada batas pengembangan budaya kita,” jelasnya.

Dialog kreatif ini juga dihadiri oleh Kedutaan Besar Venezuela, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Operation Head Mandalika, Ketua Dekranasda se-NTB, dan beberapa desainer ternama NTB.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan Dialog Kreatif dan Fashion show karya desainer NTB.

Rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2020 kali ini dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Beberapa rangkaian kegiatannya seperti, Photo Contes, Peresean, Kampung Kuliner, Dialog Kreatif dan Mandalika Fashion, Mandalika Fashion Carnival dan Malam Puncak Pemilihan Putri Mandalika serta hiburan rakyat.

Mesin pertumbuhan

Respon positif juga disampaikan oleh Achris Sarwani selaku Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB. Menurutnya, keberadaan Bank Indonesia di setiap Provinsi sangat konsen dengan komoditas unggulan untuk menjadi mesin pertumbuhan di daerah tersebut. Ia melanjutkan bahwa jika berbicara tentang NTB artinya berbicara terkait pariwisata dan kekayaan budayanya.

“Kita tahu, kalau hanya kain tenun nilainya terbatas. Agar nilai tambahnya tinggi, kita harus bisa meningkatkan nilai jual yang lebih besar bagi seluruh masyarakat NTB,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraannya masyarakat NTB, keberadaan industri diperlukan agar produk tersebut ready to wear (siap pakai). Industri fashion tidak bisa berdiri sendiri, karena membutuhkan kerjainan-kerajinan lain untuk dapat membentuk kolaborasi seni.

“Seperti yang disampaikan Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, kami bekerjasama untuk membentuk ekosistem industri tadi itu lengkap. Mulai dari penenun, penjahit, desainer, dan yang terakhir dengan modelnya. Artinya kita siap untuk “NTB Goes to Moslem Fashion Industry,” tegas Achris.

Begitu juga dengan Parawijaya selaku Operation Head Mandalika, sebagai kawasan stategis pariwisata nasional super prioritas, ITDC telah berupaya menggandeng UMKM dengan menyiapkan tempat untuk dijadikan pusat untuk menjual produk-produk kreativitas masyarakat NTB.

“ITDC dalam mempersiapkan MotoGP juga menggandeng UMKM di seluruh Kabupaten Lombok Tengah dan juga NTB. Untuk dapat menstandarisasi sebuah produk agar dapat diterima di wisatawan dan mampu mengemas produk tersebut agar fungsional,” ungkapnya.

Selanjutnya, yang menjadi penekanan saat ini ialah bagaimana kita memiliki produk yang bagus kemudian menjualnya. ITDC telah mengedukasi dan membangun sebuah sistem yang dapat digunakan saat MotoGP nantinya.

“Dengan worldwide marketing dapat meningkatkan pendapatan maupun omset dari industri kreatif kita di NTB,” ungkapnya.

Wignyo Rahadi, salah seorang desainer dalam diskusi kreatif tersebut menyampaikan bahwa Indonesia saat ini akan menjadi pusat busana muslim dunia, hal ini sangat memungkinkan untuk berada sejajar diantara Paris, Milan, New York dan London. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan di daerah maupun di pusat telah mengarah pada pusat busana muslim dunia.

“Kegiatan yang seperti saat ini dilakukan, sebagai salah satu contoh sinergi yang dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan berarti bagi pengrajin,”

Menurutnya, fashion industry harus terinspirasi dari kearifan lokal, sehingga cakupannya tidak hanya di dalam negeri saja melainkan ke luar negeri.

“Karena fashion industry, kita mampu untuk melakukan penjualan yang lebih besar dan memungkinkan untuk mengekspor,”

Dengan adanya kegiatan ini dan hadirnya Dekranasda Pusat artinya Pemerintah sangat konsen terhadap perkembangan kearifan-kearifan lokal. Oleh karena itu, budaya yang kita miliki harus dikembangkan agar budaya di NTB diketahui oleh daerah-daerah lain di Indonesia dan mancanegara.

AYA/HmsNTB




Guru PAUD Dibekali Metode PHBK

Pendididkan holistic tak hanya untuk membentuk akhlak, daya pikir kritis, dan kreatifitas anak, namun juga menyumbangkan andil dalam upaya mengentaskan angka stunting yang masih terjadi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Sebanyak 1400 Guru PAUD dari 750 sekolah PAUD di NTB diberi bekal pelatihan Metode Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) untuk anak Usia Dini (PAUD).

Pelatihan Akbar PHBK dengan tema “Pendekatan Efektif dan Saintifik Untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis, Dan Kreatifitas Anak” tersebut  berlangsung di Ballroom Islamic Center, Masjid Hubbul Wathon Mataram, (Selasa, 11/02/2020).

Akan berlangsung selama tiga hari, berkat kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) dan Indonesia Heritage Foundation (IHF), menghadirkan Hj. Niken Saptarini Widyawati, Bunda PAUD terbaik nasional tahun 2019.

“Usia anak-anak saat PAUD adalah usia emas dimana kita bisa mengantarkan mereka menjadi generasi yang lebih baik di masa depan. Dan guru-guru PAUD yang hadir di sini merupakan pasukan garda terdepan untuk mewujudkan Generasi Emas NTB di tahun 2045 mendatang,” tutur Bunda PAUD NTB.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan NTB  Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya mengatakan, untuk mempersiapkan generasi bangsa menghadapi bonus demografi Indonesia di masa depan, maka perlu meningkatkan kualitas tenaga pendidik sejak dini.

Khususnya, kompetensi guru PAUD yang merupakan guru sekolah pertama bagi anak-anak. Ia menjelaskan, para guru harus mampu menciptakan generasi yang berkarakter mulai dari aspek fisik, emosi, sosial, kreatifitas, spiritual dan intelektual.

“Ini seperti dua sisi mata uang yang sama pentingnya. Ahlak dan ilmu harus jalan bersama,” tutur Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dikbud NTB tersebut.

Sementara itu, pelopor pendidikan holistik di Indonesia, Ratna Megawangi dalam materinya menyampaikan pentingnya pendidikan holistic.

Dikatakannya, pendididkan holistic tak hanya untuk membentuk akhlak, daya pikir kritis, dan kreatifitas anak, namun juga menyumbangkan andil dalam upaya mengentaskan angka stunting yang masih terjadi di NTB.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa stunting tak hanya terjadi pada anak dari keluarga menengah ke bawah. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, 30 persen anak penderita stunting juga terjadi pada anak dari keluarga menengah ke atas.

Hal tersebut terjadi karena minimnya pengetahuan orangtua tentang cara mengolah makanan, serta pengaruh kebahagian anak saat di usia balita.

“Anak yang bahagia akan mempengaruhi proses metabolismenya, sehingga dapat menyerap makanan dengan baik. Karena itu, penting bagi guru PAUD untuk terus meningkagkan kapasitasnya untuk membuat anak didiknya bahagia dalam belajar,” tutur dosen di Institut Pertanian Bogor tersebut.

Sejak tahun 2016, Pelatihan PHBK telah digelar sebanyak 98 kali di seluruh Indonesia dan Provinsi NTB mendapat kehormatan menjadi daerah pertama penyelenggaraan pelatihan PHBK di tahun 2020 ini.

AYA




Wagub Apresiasi Kegiatan BBTKLPP Surabaya di NTB

PemProv Nusa Tenggara Barat meletakkan kesehatan sabagai fokus utama dan jadi program unggulan

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah membuka kegiatan Pertemuan Penguatan Jejaring Kerja Wilayah Layanan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, di D’Max Hotel Praya, Lombok Tengah, Rabu (12/02/2020).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (tanggal 12 – 14 Februari) ini mengusung tema “Sinkronisasi dan Kolaborasi Kegiatan Pengendalian Penyakit Dalam Rangka Uji Kaji Solusi Masalah Kesehatan dan KLB.”

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB menyambut baik kedatangan rombongan BBTKLPP Surabaya. Turut hadir pula Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Dr. Anung Sugihantono, M. Kes.

Wagub menjelaskan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meletakkan kesehatan sabagai fokus utama dan juga menjadi program unggulan.

Disadari, kesehatan, menjadi hal yang terpenting di dalam kita membangun daerah dan membangun bangsa ini, selain pendidikan dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah, kalau bicara pembangunan kesehatan di NTB sudah cukup baik peningkatannya walaupun kita masih punya banyak PR,” sambungnya.

Wagub kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada BBTKLPP Surabaya yang telah memilih NTB menjadi tuan rumah dalam kegiatan mereka.

“Terima kasih, NTB sudah dijadikan tempat pertemuan ini, tentunya harapannya pertemuan ini menghasilkan hal-hal yang produktif dan solutif,” ujar Ummi Rohmi.

AYA/HmsNTB