Tahun 2019, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB Tumbuh 1,25 persen

Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun

MATARAMlombokjournal.com —  Laju pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan IPM di Provinsi NTB, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, di tahun 2019 mencapai 1,25 persen.

IPM di Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 67,30 di tahun 2018 menjadi 68,14 pada tahun 2019, dan IPM NTB masih berada pada kategori capaian sedang.

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2019 mencapai 1,25 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB ini merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia,” ujjar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir. I Gusti Lanang Putra pada Rilis BPS, Senin (18/02/20).

Gusti Lanang menegaskan, dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 66,28 tahun.

“Indikator ini meningkat sebanyak 0,41 poin dibandingkan tahun 2018,” katanya

Selain itu, dimensi pendidikan digambarkan dengan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

HLS Provinsi NTB di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 13,48 tahun, meningkat 0,01 poin dibandingkan tahun 2018.

Sedangkan RLS-nya sebesar 7,27 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya.

Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun.

Indikator ini meningkat sebanyak 356 rupiah dibandingkan tahun 2018.

“Kota Mataram, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat telah memasuki kategori IPM tinggi,” kata GustI Lanang Putra.

AYA




Brigjen TNI Ana Supriatna, Tutup Latihan Berkuda  Di Sumbawa

Dengan hadirnya sekolah berkuda ini bisa di gunakan sebagai ajang untuk rekreasi maupun mengasah bakat sehingga melahirkan atlit berkuda baik di level nasional dan bahkan internasional

SUMBAWA.lombokjournal.com — Komandan Pusat Kesenjataan Kaveleri Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD (Danpusenkav Kodiklatad) Brigjen TNI Ana Supriatna, S.I.P., M.Si.,M.Tr (Han) didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., menutup Latihan Sekolah Berkuda Samawa Cendikia di Komplek Sekolah Islam Terpadu Samawa Cendikia jalan Samota Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Minggu (16/2).

Danpusenkav Kodiklatad Brigjen TNI Ana Supriatna, S.I.P., M.Si.,M.Tr (Han) dalam sambutannya menyampaikan pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB, atas kepercayaan yang diberikan kepada Satuan Kaveleri untuk melatih para pelatih berkuda di sekolah berkuda.

Menurutnya, manfaat kuda pada satuan Kaveleri adalah sebagai alat transportasi dalam medan perang yang mudah dilatih dan pihaknya memiliki sekolah latihan kuda yang siap digunakan di medan perang.

“Apa yang disampaikan oleh para pelatih agar dapat dikembangkan di sekolah, dan kami terbuka jika ada yang ingin ditanyakan terkait masalah kuda,” tutup Danpusenkav Kodiklatad yang dilanjutkan dengan pernyataan penutupan latihan berkuda.

Sebelumnya, Gubernur NTB mengucapkan terimakasih kepada Danpusenkav Kodiklatad beserta jajarannya terutama Denkavkud yang telah berkenan hadir dan memberikan pelatihan kepada sekolah berkuda, sehingga ke depan kami bisa menghadirkan sekolah berkuda di Kabupaten Sumbawa.

Dijelaskannya, kegiatan ini bukan merupakan suatu yang kebetulan dimana sekolah berkuda ini bertujuan untuk melatih dan memberdayakan kuda pacu menjadi kuda tunggang.

Karena biasanya kuda pacu yang sudah tua dan tidak di pakai lagi di arena pacuan akan di jadikan untuk menjadi alat transportasi (menarik dokar), atau di sembelih untuk di konsumsi dagingnya.

“Alangkah baiknya jika kuda pacu yang sudah tua diberdayakan menjadi kuda tunggang sehingga bisa menjadi lebih bermanfaat, karena kuda merupakan binatang yang sangat unik,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Selain itu Bang Zul juga berharap dengan hadirnya sekolah berkuda ini bisa di gunakan sebagai ajang untuk rekreasi maupun mengasah bakat sehingga melahirkan atlit berkuda baik di level nasional dan bahkan internasional.

“Semoga dengan adanya pelatih berkuda yang telah dilatih oleh Denkavkud ini bisa menjadi pelatih yang mempuni di sekolah berkuda Samawa Cendekia,” pangkas Bang Zul yang disambut teouk tangan.

Usai pernyataan penutupan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari Danpusenkav Kodiklatad kepada Gubernur NTB dan foto bersama.

AYA




Bupati dan Wabup Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lombok Utara

Herman Suriyono melaporkan kepada bupati dan unsur Forkopimda, terkait rencana pembentukan Subsat (Sub Satuan) baru yaitu Satpolair (satuan polisi air) yang barangkali bisa diakomodir dalam pembangunan kantor Satpolair di Bangsal

TANJUNG.Lombokjournal.com  — Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Wakil Bupati H. Sarifudin, SH, MH menghadiri acara pisah sambut Kepala Kepolisian Resort Lombok Utara Sabtu malam (15/2/2020).

Kapolres lama AKBP Herman Suriyono, SIK, MH mendapat tugas baru memimpin Polres Sumbawa Barat. Dan Kapolres Lombok Utara yang baru, diamanahkan kepada AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH.

Bupati H. Najmul Akhyar menyampaikan rasa syukur sebab pada momentum hari Sabtu malam bisa berkumpul bersama seluruh personil Korps Bhayangkara Lombok Utara, dalam acara pisah kenal kapolres lama dan baru.

“Ternyata pak Kapolres Herman Suriyono baru keluar ilmunya sekarang. Harusnya kita ingin dari dulu bisa diajak untuk acara-acara yang semi formal seperti di tempat ini,” gurau bupati..

Ditambahkannya, sebetulnya kita bersama-sama merasakan, di Mataram atau di mana pun kita biasa pisah sambut, tapi tidak seeksotis da seromantis malam hari ini.

Hal ini menunjukkan Lombok Utara lebih indah dari tempat-tempat yang lain.

Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat datang kepada Kapolres yang baru sekaligus selamat bertugas kepada AKBP Herman Suriyono untuk memangku jabatan baru di Sumbawa Barat.

Bupati Najmul mengaku puya banyak kenangan bersama Kapolres lama (AKBP Herman Suriyono, SIK, MH).

“Alhamdulillah banyak hal yang kami lakukan walaupun dalam waktu yang hanya 15 bulan,” katanya mengapresiasi.

Dijelaskan bupati, Lombok Utara masih pada masa recovery seraya mengajak semua pihak mengikhtiarkan rumah-rumah RTG tuntas terbangun secepatnya, sehingga masyarakat secepat mungkin memiliki rumah.

“Alhamdulillah hingga hari ini sekitar 41 ribu rumah sudah kita dirikan. Sekarang ini sudah menuju tahap kedua. Mudah-mudahan segera bisa tuntas. Tantangan-tantangan tentu banyak dalam proses pembangunan rumah, semisal aplikator nakal. Kita harapkan nanti semua kita selesaikan,” tutur Najmul Akhyar sembari mengenalkan Wabup dan Forkopimda KLU.

AKBP. Herman Suriyono, SIK, MH bersyukur hari Sabtu malam (15/02/2020) semua pihak yang hadir masih diberi nikmat kesehatan, sehingga bisa berkumpul bersama dalam rangka pisah sambut pergantian Kapolres Lombok Utara.

“Alhamdulillah, pada 30 Oktober 2018 saya dilantik menjadi Kapolres Lombok Utara kurang lebih 15 bulan menjalankan amanah sebagai Kapolres, tentu waktu 15 bulan ini sebenarnya cukup panjang namun terasa sebentar. Saya sudah merasa nyaman di Lombok Utara ini, sudah enak, tiba-tiba harus pindah tugas,” kata Suriyono.

Dikatakan Suriyono,  namanya prajurit kapan saja, di mana saja kalau memang negara memerintahkan siapa pun harus melaksanakan itu dengan tulus dan ikhlas termasuk dirinya.

Dia pun lantas menceritakan banyak hal yang dirasakannya pada saat menjabat Kapolres. Memang di awal kedatangannya di Lombok Utara menghadapi bencana yang cukup dasyat, semua perkantoran hancur.

Tetapi hal itulah tantangan bersama untuk bahu membahu bersinergi dengan TNI dan Pemda membantu masyarakat.

Di samping itu juga, menyiapkan kantor Polres untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan, akhir 2019 kantor Polres telah berdiri beserta segenap fasilitasnya.

Herman Suriyono melaporkan kepada bupati dan unsur Forkopimda, terkait rencana pembentukan Subsat (Sub Satuan) baru yaitu Satpolair (satuan polisi air) yang barangkali bisa diakomodir dalam pembangunan kantor Satpolair di Bangsal.

Kebetulan, kepolisian punya tanah di Bangsal seluas 1,5 are dan cukup untuk bangun kantor dalam rangka pengamanan kawasan tiga Gili, ungkap Herman.

Support bupati

Kapolres baru AKBP, Feri Jaya Satriansyah, SH mengungkapkan, kehadiran Bupati, Wabup dan Forkopimda KLU adalah kebahagian dan kebanggaan.

Lantaran kehadiran itu bagi Feri Jaya, jajaran pimpinan daerah KLU bisa melihat kedatangannya yang akan melaksanakan tugas di Lombok Utara seraya meminta support dari Bupati, Wabup dan Forkopimda KLU .

Perwira lulusan Sepa PK tahun 1999 mengenalkan diri bahwa dirinya bertugas pertama kali di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kabareskrim.

Lalu dari Bareskrim dipindahtugaskan ke KLU awal tahun 2020.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres lama (Bapak AKBP Herman Suriyono) karena begitu saya kesini  semuanya sudah ready. Alhamdullilah tinggal masuk saja,” tuturnya.

AKBP Feri Jaya lantas berharap, ke depan mudah-mudahan kehadirannya memberi manfaat bagi Lombok Utara terutama dalam tugas menjaga keamanan dan kondusifitas bumi Tioq Tata Tunaq.

Pisah sambut Kapolres Lombok Utara yang berlangsung di Anema Resort Sira tersebut dihadiri oleh para Kepala OPD, dan jajaran Polres Lombok Utara. Acara berlangsung akrab dan santai.

api/humaspro




Mimpi Gubernur Zul, Ciptakan Kendaraan Listrik Di NTB

Rektor baru Universitas Teknik Sumbawa (UTS), Ir. Chairul Hudaya, ST. M. Eng, Ph.D, IPM, akan merealisasikan gagasan gubernur menciptakan motor listrik, dan akan menjadikan rencana ini sebagai sejarah di NTB

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memiliki mimpi besar, anak-anak NTB diharapkan mampu menciptakan kendaraan listrik.

Kendaraan listrik ini merupakan salah satu gagasan industrialisasi oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Hadirnya kendaraan listrik, tidak hanya memudahkan penggunanya, juga akan mendukung kebersihan dan keasrian lingkungan.

Kendaraan listrik jelas memiliki tingkat emisi karbon yang sangat minim. Artinya, kendaraan ini akan sangat mengurangi polusi udara dan sekaligus menjaga lingkungan, ketimbang kendaraan yang memakai BBM atau konvensional.

“Dalam waktu dua tiga tahun ke depan, semua dosen UTS sudah mengendarai sepeda motor listrik,” tegas Gubernur Bang Zul saat Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Minggu (16/02/2020).

Serahkan terima jabatan Rektor UTS itu dilakukan dari rektor lama, Dr. Andy Tirta, M.Sc kepada rektor baru, Ir. Chairul Hudaya, ST, M.Eng, Ph.D, IPM.

Di hadapan civitas akademika UTS, Gubernur Bang Zul mengatakan anak-anak NTB harus berani bermimpi,  menciptakan hal besar yang bermanfaat bagi bangsa bahkan dunia.

“Mahasiswa tidak lagi repot isi BBM. Cukup colok saja dengan menggunakan listrik tenaga matahari,” katanya.

Bang Zul merasa optimis,  gagasan untuk menciptakan kendaraan listrik akan lahir dari tangan-tangan terampil anak-anak NTB. Waktunya pun lanjutnya tidak terlampau lama lagi.

Selain itu, Gubernur  Zul berpesan kepada seluruh anak-anak NTB, khususnya para dosen dan mahasiswa UTS untuk memiliki intelektualitas, fisik yang kuat serta spiritualitas yang mumpuni.

“Kita sebagai manusia fisiknya harus kuat dan otaknya juga harus cerdas. Tapi kalau tidak memiliki spiritualitas, itu akan sering menggelisahkan banyak orang,” katanya.

Orang nomor satu di NTB mengajak civitas akademika UTS untuk menjaga fisik tetap prima, otak tetap cerdas serta spiritualitas yang terjaga.

Kalau tidak ada spiritualitas yang terjaga, maka katanya akan terjadi kegelisahan, kekacauan dan penghianatan.

Rektor baru UTS, Ir. Chairul Hudaya, ST. M. Eng, Ph.D, IPM, akan merealisasikan gagasan gubernur menciptakan motor listrik, dan akan menjadikan rencana ini sebagai sejarah di NTB.

Meskipun ia tidak membawa visi baru bagi masa depan UTS. Namun ia mengungkapkan bahwa UTS di bawah kepemimpinannya akan membumi dan mendunia.

AYA/HmsNTB




NTB Cocok Dikembangkan Jadi Sekolah Berkuda

“Kuda itu mahluk yang agak unik. Kalau anda sudah merawat, berinteraksi lama dengannya, dia akan mampu membaca pikiran dan perasaan pemiliknya”

SUMBAWA.lombokjournal.com —  NTB dinilai cocok untuk pengembangan sekolah berkuda, dan menjadi tempat.untuk mendidik anak-anak sehingga memiliki skill berkuda yang terlatih.

Bang DR. H. Zulkieflimansyah  menyampaikan itu saat penutupan  Training Berkuda, di Vila Matahari Kabupaten Sumbawa, Minggu (16/02/2020). Kegiatan itu ditutup Pimpinan Pusat Senjata Kavaleri, Brigjen TNI Ana Supriatna, S.IP, M.Si, M.Tr(Han).

Untuk melatih kuda tersebut, dibutuhkan waktu serta skill yang mumpuni, bahkan sekolah khusus. Untuk itu, Bang Zul mengatakan, akan bekerja dengan TNI untuk terus melatih anak-anak NTB menguasai teknik berkuda.

Yaitu dengan cara mendatangkan pelatih dari TNI ke NTB atau anak-anak NTB yang akan dikirim ke Pusat Pelatihan TNI di Bandung.

Dengan cara mendatangkan pelatih dari TNI ke NTB, atau anak-anak NTB yang akan dikirim ke Pusat Pelatihan TNI di Bandung.

Di hadapan para peserta dan pelatih training berkuda yang digelar sejak 17 Januari 2020 lalu itu, Bang Zul mengatakan bahwa berkuda itu memiliki banyak manfaat.

Di samping untuk olah raga, berkuda juga dapat menghilangkan kejenuhan dalam beraktivitas.

“Kuda itu mahluk yang agak unik. Kalau anda sudah merawat, berinteraksi lama dengannya, dia akan mampu membaca pikiran dan perasaan pemiliknya,” ungkap Gubernur.

Gubernur berharap, hadirnya sekolah berkuda itu mampu melahirkan pelatih kuda andal. Tentunya dengan bekerjasama dengan para pelatih yang dimiliki TNI Angkatan Darat.

Brigjen TNI Ana Supriatna menyambut baik rencana Bang Zul yang akan bekerjasama dengan TNI AD terkait sekolah berkuda.

Ia menuturkan sejak zaman penjajahan, sala satu alat perang andalan Indonesia adalah kuda. Kuda lanjutnya, banyak dimanfaatkan untuk membawa amunisi dan logistik.

Selain untuk alat perang, kuda juga dimanfaatkan untuk kejuaraan olah raga berkuda, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Pelatih Berkuda selama sebulan, Sersan Satu Kifli mengaku senang melatih pemuda NTB dalam berkuda. Meski tidak mudah, namun teknik-teknik dasar berkuda dapat diserap lebih cepat.

“Sebenarnya waktu satu bulan itu belum cukup. Kita butuh waktu sekitar enam bulan untuk mahir betul,” katanya.

Latihan berkuda ini dilaksanakan sejak 17 Januari 2020. Selama 30 hari, peserta yang terdiri dari para guru dan orang tua murid SD IT Insan Cendekia Sumbawa dilatih teknik dasar berkuda.  Seperti menjinakkan, menunggangi serta mengendalikan kuda.

AYA/HmsNTB




Bupati Najmul Akhyar Mengawali Pengisian Data SP Online 2020

“Saya berharap masyarakat tidak ada yang tidak sampai mengisi data ini lantaran data masyarakat ini nanti kita gunakan untuk mengambil kebijakan”

PEMENANG.ombokjournalcom –  Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH. mengawali pengisian data sensus penduduk (SP) Online, bertempat di Pendopo Bupati Lombok Utara BPS KLU,  Sabtu (15/02/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan program sensus penduduk online (SP Online), untuk  menyediakan data penduduk yang detail dan mendalam baik data jumlah  komposisi, kontribusi, dan karakteristik penduduk untuk mewujudkan satu data kependudukan Indonesia.

Usai mengisi data SP Online, H. Najmul Akhyar didampingi Kadis Dukcapil H. Fahri pada awak media mengatakan, dirinya telah melakukan pengisian data secara online untuk kepentingan sensus penduduk online yang dilaksanakan oleh BPS mulai dari tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

“Saya mengawali mengisi data SP Online ini dan saya imbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Lombok Utara agar segera berpartisipasi pada sensus penduduk ini untuk mengisi data mereka dengan sistem online,” ujar bupati.

Orang nomor satu di Lombok Utara ini mengharapkan seluruh masyarakat memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang tersedia.

“Saya berharap masyarakat tidak ada yang tidak sampai mengisi data ini lantaran data masyarakat ini nanti kita gunakan untuk mengambil kebijakan,” harap bupati.

Dikatakannya, untuk mendukung program pemerintah dalam kebijakan dan persoalan yang ada di masyarakat sehingga setiap individu wajib mengisi data-data identitas diri secara online.

Jika kemudian ada masyarakat Lombok Utara yang tidak mengisi data, pengaruhnya data yang dimiliki tidak valid sehingga dampak lanjutannya bisa jadi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan bias.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPS telah melaksanakan program ini dengan dukungan penuh Dukcapil,” kata Bupati Najmul.

Selaku pimpinan daerah ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kominfo serta Humas dan Protokol Setda KLU yang sudah berperan aktif dalam penyebarluasan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah selama ini.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada kehumasan dan kominfo yang selalu menyampaikan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah kepada masyarakat, juga kepada para pewarta,” katanya mengakhiri sambutan.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kominfo KLU H. Muhammad, S.Pd mengungkapkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh OPD KLU dan jajarannya agar turut berpartisipasi secara aktif dalam sensus penduduk online tahun ini. Termasuk masyarakat diminta mendukung.

“Di sinilah kita bisa melihat manfaat dari digitalisasi. Mari kita manfaatkan dengan baik karena itu berhubungan dengan jati diri kita. Data kependudukan merupakan kebutuhan dasar untuk melaksanakan pembangunan di KLU,” katanya..

Disampaikan juga oleh mantan Kadis Budpar ini, kolaborasi antara BPS, Dukcapil dan Kominfo menunjukan semakin majunya pembangunan di era digitalisasi ini.

Kepala BPS KLU Ir. Muhadi menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua kru Bagian Humas dan Protokol, Diskominfo dan media liputan KLU, pada hari pertama dilaksanakannya sensus penduduk online tahun 2020.

“SP Online ini dilaksanakan selama satu setengah bulan mulai 15 Februari sampai 31 Marat 2020,” tuturnya.

Dikatakan Muhadi, sensus penduduk tahun 2020 memiliki dua tujuan, yaitu menyedikan data jumlah komposisi, kontribusi serta karakteristik penduduk Indonesia dalam mewujudkan satu data kependudukan Indonesia.

Lalu menyediakan parameter demokrasi dan proyeksi penduduk.

Kepala BPS KLU mengatakan, penduduk adalah obyek dan subyek dari pembangunan itu sendiri.  Karena itu, pemerintah penting mengetahui jumlah penduduknya untuk kebutuhan pembuatan perencanaan, monitoring dan evaluasi program yang dilaksanakan.

“Setiap penduduk KLU mesti memastikan dirinya tercatat dalam SP 2020. SP Online ini berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya karena menggunakan metode kombinasi dilakukan melalui 2 tahapan,” jelas Muhadi.

Selain itu, besaran persentasi target yang harus dicapai dalam SP Online 2020 khusus dalam lingkup BPS KLU, paling sedikit 25 persen di atas target BPS Provinsi NTB.

Menjamin kelancaran proses pendaatan pada wilayah-wilayah yang jaringan internetnya kurang, maka strategi yang diambil BPS KLU dengan melakukan pendatan sensus penduduk dengan 2 metode, yaitu metode online dan metode wawancara.

Muhadi juga menjelaskan, kerahasiaan data dalam SP 2020 dilindungi negara serta tidak akan dibocorkan.

“Pengisian data jika ada human eror akan ada informasi secara online dan jika ada kekeliruan maka data tersebut tidak bisa terkirim,” tutup Muhadi.

Sekdis Dukcapil Tresnahadi, S.Pt mengatakan, tujuan dilkasanakan sensus penduduk online 2020 ini selain disampaikan oleh Kepala BPS, juga untuk memvalidasi data-data kependudukan di KLU.

Pasalnya, data dasar yang digunakan dalam sensus penduduk tahun ini adalah data base kependudukan yang disiapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Jajaran Disdukcapil KLU juga mengimbau seluruh masyarakat Lombok Utara untuk mengikuti sensus penduduk online mulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

“Jika kita tidak ikut berpartisipasi aktif misalnya, terus jika ada data kita yang kurang valid maka itu akan tetap tidak valid. Data yang kurang valid akan valid bilamana mengikuti sensus penduduk,” terangnya di hadapan awak media.

api/humaspro




Warga Kelurahan Ampenan Berharap Selly Andayani Pimpin Kota Mataram

“Kita akan mendukung dan bertekad untuk memperjuangkan menuju Kota Mataram yang lebih baik. insya Allah”

MATARAM.lombkjournal.com —  Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Provinsi NTB tersebut, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Sc, tokoh masyarakat dan warga Lingkungan Kebon Jeruk Baru, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, menggelar silaturahmi bersama,  Jumat (14/02/2020).

Kegiatan yang diinisiasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram, Nyayu Ernawati itu dihadiri antusias warga yang berharap Selly Andayani menjadi Walikota Mataram.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati mengatakan, permintaan warga itu bukan tanpa alasan.

Selain karena masyarakat mengetahui track record kepemimpinan Selly Andayani di birokrasi Provinsi NTB. Selain itu juga karena Kadis Perdagangan NTB itu dianggap mampu membuat suatu perubahan saat menjadi Penjabat Walikota Mataram.

“Warga Kota Mataram telah merasakan bagaimana Bunda Selly mampu melakukan perubahan, walaupun sebagai Penjabat Walikota Mataram hanya enam bulan. Perubahan itu sangat dirasakan masyarakat,” katanya.

Sebagai seorang pemimpin, lanjut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram itu, Hj. Selly Andayani bukan sekedar bicara namun langsung dibuktikan.

“Bunda Selly itu adalah seorang ibu yang memperhatikan semua persoalan. Ketika beliau menjabat sebagai Plt Walikota Mataram kemarin itu, sampai persoalan anak-anak pun menjadi perhatian,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, selama enam bulan menjadi Penjabat Walikota Mataram pada tahun 2015, istri anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB H. Rachmat Hidayat itu telah mampu menjadikan Kota Mataram sebagai lokasi pertama, gelaran Hari Anak Nasional yang biasanya hanya digelar di Istana Negara.

“Bagaimana anak-anak kita itu diperhatikan sama Bunda, sehingga Mataram itu menjadi yang pertama kali kota yang mengadakan Hari Anak Nasional, dan itu Bunda yang mensupport,” jelasnya.

Ditambahkan, dulu gelaran Hari Anak Nasional hanya di Istana Negara. Jadi boleh dikatakan berkat Bunda Selly, akhirnya perayaan itu sekarang merata ke daerah-daerah lain

Selain itu, banyak hal dan perubahan demi perubahan yang dilakukan, selama enam bulan memimpin Kota Mataram.

Pun sebagai Kadis Perdagangan NTB, dikatakan Nyayu, Selly sangat memperhatikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Jadi wajar kalau mayoritas warga Kota Mataram, sangat mengimpi-impikan sosok pemimpin seperti Bunda Selly, karena beliau memimpin dengan cinta dan kasih sayang seorang ibu,” ucapnya.

Sementara Ketua Lingkungan (Kaling) Pejeruk Perluasan Mahyuddin mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram kini telah di depan mata. Jadi, sudah waktunya untuk tidak sembunyi-sembunyi dalam menentukan pilihan.

Mahyudin mengatakan, Pilkada sudah tinggal beberapa bulan lagi jadi tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Sebagai bagian dari warga Kota Mataram, ia mengakui sudah capek dengan kondisi yang tidak pernah ada perubahan.

“Kami ingin Bunda Hj. Selly Andayani memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan. Beliau pernah memimpin sebagai Plt Walikota Mataram, cuma waktunya terlalu singkat, cuma enam bulan. Kami sangat yakin kalau Beliau satu periode memimpin Kota Mataram, akan terjadi perubahan besar di jantung Ibukota NTB ini,” tandasnya.

Bersama beberapa kaling lainnya, Mahyudin akan berupaya semaksimal mungkin, agar Hj. Selly Andayani dapat memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan.

“Kita akan mendukung dan bertekad untuk memperjuangkan menuju Kota Mataram yang lebih baik. insya Allah,” tegasnya.

Sedangkan Hj. Putu Selly Adayani saat diminta memberikan sambutan menyampaikan, kehadirannya semata-mata untuk menyambung silaturrahim sehingga semakin dekat dengan masyarakat.

“Tiang tunas maaf karena tiang masih berstatus PNS, biar jangan menjadi gelombang keributan. kita sama-sama menghormati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ucap pemilik nama muslimah Tanzilul Khodijah Amiroh itu.

Dikatakan, Pilkada itu urusan politik. Jadi partai politik yang akan banyak bekerja, untuk menentukan calon yang akan diusung.

“Saat ini saya belum sebagai calon, tapi masih bakal calon. saat ini saya masih sebagai birokrat, yang insyaallah akan dilamar oleh partai politik untuk mengikuti Pilkada tersebut. Insya Allah bulan Juni akan pendaftaran ke KPU,” jelasnya.

Dalam kesempatan silaturrahmi tersebut, Selly Andayani mengungkapkan visi dan misi dalam mewujudkan “Mataram Baru yang Cemerlang”, sesuai yang diharapkan dan dicita-citakan masyarakat.

Termasuk cita-cita menjadikan Kota Mataram sebagai sentral UMKM, Mataram bebas sampah, dan Mataram bersih dan hijau. Bahkan nantinya akan dilakukan inovasi pengolahan sampah sebagai energi listrik.

Tampak hadir dalam acara silaturrahmi Pimpinan Pesantren Tarbiyatul Qura’ TGH. Fikri Amin, tokoh agama dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta tidak kurang dari 100 warga Lingkungan Kebon Jeruk Baru dan Pejeruk Perluasan.

Selly Andayani juga beberapa hari belakangan ini selalu dipanggil warga mengisi kegiatan-kegiatan sosial seperti menghadiri peringatan Haul Akbar Sayyidi Syeikh Abdul Qodir Al Jailani Q.S yang ke- 880 di Ponpes Darul Hikmah, Karang Genteng, Mataram.

Kemudian, menjadi keynote speaker pada acara seminar KAMMI Mataram bertemakan “Ekonomi Digital Masa Depan” di Mataram, dan masih banyak lagi kegiatan positif yang menghadirkan Selly Andayani.

Me




Puncak Festival Pesona Bau Nyale, Gubernur Zul dan Bupati Suhaili Satu Panggung

Salah satu esensi dari Festival Pesona Bau Nyale ini adalah sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturahmi. Membangun daerah tanpa rasa persatuan dan kesatuan maka cita-cita untuk membangun daerah ini tak akan terwujud

LOTENG.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah didampingi oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri Malam Puncak Perayaan Bau Nyale di Pantai Tanjung Aan, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Jum’at (14/02/2020).

Bau Nyale merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Perayaan ini menjadi salah satu event kebanggaan masyarakat NTB, terbukti animo masyarakat dari segala penjuru datang untuk menyaksikan event yang meriah ini.

Gubernur naik ke panggung bersama dengan Bupati Loteng H. Suhaili F.T untuk menyapa masyarakat secara langsung.

Ia mengatakan, sambutan secara bersamaan dengan Bupati Loteng ini bisa menjadi sebuah sebuah simbol bahwa Loteng akan menjadi magnet baru bagi pariwisata NTB karena daya tarik event Bau Nyale begitu besar.

Begitu pula dengan agenda – agenda bergengsi lainnya seperti MotoGP 2021 akan menjadikan daerah ini semakin dikenal luas.

Pemprov NTB kata Gubernur akan mendukung, bersinergi dan menjaga kekompakan untuk suksesnya segala event yang diselenggarakan di daerah ini.

“Semoga perayaan Bau Nyale ini kita tidak merayakan dengan berlebihan. Mudah-mudahan ini sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT untuk selalu bersyukur dan kita mohon agar selalu diberikan keberkahan di masa yang akan datang,” jelas Gubernur.

Gubernur Zul mengapresiasi kerja  OPD terkait khususnya kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Kerja keras dan kerja hebatnya menghasilkan satu acara yang luar biasa malam ini. Tanpa kerja keras teman-teman semua, mustahil event spektakuler malam ini kita nikmati bersama,” tutur Gubernur.

Bupati Kabupaten Lombok Tengah H. Suhaili, F.T mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan dukungan Gubernur maupun pejabat pemerintah pusat selama ini.

“Hal ini sebagai dukungan untuk kami terus ikhtiar membangun diri, membangun keluarga dan membangun masyarakat daerah kami di Lombok Tengah,” jelasnya.

Suhaili menyampaikan bahwa salah satu esensi dari Festival Pesona Bau Nyale ini adalah sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturahmi. Membangun daerah tanpa rasa persatuan dan kesatuan maka cita-cita untuk membangun daerah ini tak akan terwujud.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Gubernur patut menjadi perhatian dan renungan kita bersama agar bisa mewujudkan cita-cita Lombok Tengah dan Provinsi NTB,” tegasnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Refomasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema  sangat mendukung event Festival Pesona Bau Nyale yang rutin digelar tiap tahunnya.

Saat ini pemerintah memang sedang berupaya agar sektor pariwisata menjadi salah satu sumber devisa terbesar. Selain itu juga, dengan adanya event seperti ini dapat membantu perekonomian masyarakat Lombok Tengah maupun NTB secara umum.

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan pariwisata salah satunya dengan cara menyebarluaskan event seperti ini melalui media sosial. Sehingga banyak orang yang tahu bahwa di Lombok ada Festival Bau Nyale,” ungkapnya.

Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale ini juga dirangkaikan dengan penobatan Puteri Mandalika 2020 yang diraih oleh Safira Kusuma Wardani dari Kota Mataram setelah melalui serangkaian penilaian yang ketat dari dewan juri.

Penobatan ini disematkan langsung Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua DPRD NTB, Direktur Operasional ITDC, GM PT Angkasa Pura,  Forkopimda Provinsi NTB, Forkopimda  di Kabupaten Loteng, Dubes Venezuela dan pejabat terkait lainnya.

AYA/HmsNTB




Bupati Najmul Resmikan Embung dan Alsintan, Untuk Poktan Makmur Jaya Gol Munjid

Lombok Utara termasuk daerah yang paling sedikit yang memanfaatkan KUR padahal KUR sangat membantu masyarakat

BAYAN.lombokjournal.com —   Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH meresmikan embung pertanian, sekaligus penyerahan alat dan mesin pertanian tahun 2019.

Kemudian dirangkai dengan penyerahan buku rekening kepada kelompok penerima manfaat RJIT, pembangunan embung pertanian dan irigasi perpipaan tahun 2020, berlangsung di Dusun Gol Munjid Desa Karang Bajo, Kamis (13/02/2020).

Usai penyerahan buku rekening dan foto bersama Bupati meninjau embung pertanian dan budidaya lebah madu trigona didampingi Kadis KPP, Camat Bayan, anggota kelompok tani setempat dan hadirin.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU Ir. H. Nanang Matalata saat itu menyampaikan, peresmian embung atau bangunan penampung air yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

“Insya Allah pak Hartono, akan dilanjutkan tahun 2020 ini perpipaannya dan sudah dianggarkan,” pungkas mantan Asisten I Setda KLU ini disambut tepuk tangan yang hadir.

Nanang menyebutkan, tahun ini hampir sembilan bangunan berupa embung dan parit dan lainnya yang dibangun pihaknya.

Tahun 2019 DAK dipusatkan di kelompok tani Makmur Jaya Dusun Gol Mudjid Desa Karang Bajo.

“Setiap tahun kegiatan-kegiatan ini terus kita upayakan peningkatannya. Begitupun pembiayaannya setiap tahun hampir Rp. 45 miliar. Dana yang dialokasikan di Dinas KPP baik bersumber dari APBD maupun APBN,” ungkapnya.

Kegiatan khusus dialokasikan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana seperti embung, dam, parit, jaringan irigasi. Ada juga peningkatan kapasitas petani berikut alsintan atau alat-alat mesin pertanian.

“Insya Allah ke depan ini terus kita tingkatkan karena memang khususnya pertanian tanaman pangan dalam rangka swasembada pangan. Kita juga diberikan target oleh pemerintah pusat harus ada peningkatan 7,5 persen setiap tahun,” urai Matalata.

Selain itu, ada juga peningkatan target hingga tiga kali peningkatan ekspor produk pertanian. Target itu sangat tinggi yang dibebankan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten.

Bahkan setiap tahun pemerintah pusat meningkatkan anggaran untuk pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.

Terlebih lagi untuk pendampingan pembiayaannya juga bersumber dari KUR. U

Untuk sementara ini, Lombok Utara termasuk daerah yang paling sedikit yang memanfaatkan KUR. padahal KUR sangat membantu masyarakat.

“Khusus untuk tanaman pangan saja anggarannya hampir Rp. 9 T disiapkan oleh pemerintah pusat. Untuk Provinsi NTB dapat pagu Rp. 450 M. Anggaran besar ini harus kita manfaatkan,” ujar Kadis KPP ini.

Nanang Matalata juga menyampaikan soal asuransi pertanian. Ini juga penting karena daerah Lombok Utara termasuk daerah rentan.

“Dalam setahun hanya Rp. 36.000 saja, sementara pemerintah pusat mensubsidi Rp. 420.000. Namun ganti rugi yang dapat diterima petani jika gagal panen senilai Rp. 6 juta,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya Hartono melaporkan, kelompok tani yang diketuainya dibentuk pada 15 Februari 2011.

Kegiatan kelompok yang dilakukan terkait dengan menanam padi pada musim hujan lalu dilanjutkan dengan menanam jagung atau kacang tanah.

Sejak tahun 2011 pihaknya sudah menerima banyak bantuan dari pemerintah di antaranya konseler tahun 2017, kultivator dan hand sprayer pada kegiatan cabe tahun 2018, traktor dan pembangunan embung tahun 2019.

Khusus untuk embung ini dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) seraya bersyukur karena sudah terealisasi.

Mengakhiri laporannya ia mengharapkan embung ini dengan sistem grafitasi yang bisa mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 20 ha, saat ini belum ada perpipaannya.

Diharapkan, kelompok tani setempat diberikan irigasi tertutup dalam jenis perpipaan sehingga bisa membantu kegiatan pada kelompok tani Makmur Jaya.

Tambahan dokter

Bupati Najmul dalam kesempatan itu mengungkapkan, pihaknya sudah berdiskusi dengan para dokter desa yang bertugas di desa-desa di Lombok Utara.

Saat ini, beberapa orang dokter desa tengah melanjutkan studi ke jenjang pasca sarjana. Selain itu, ada juga yang lulus CPNS sehingga tersisa masih 16 orang dokter desa.

Bupati minta agar dokter-dokter desa yang ada bisa lebih aktif lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masyarakat.

Dikatakan, pihaknya prihatin ada dokter-dokter yang jauh naik sampai ke bukit-bukit, hanya untuk mencari ibu-ibu yang tidak pernah datang ke Puskesmas.

Terhadap kerja keras dan pengabdian luar biasa dokter desa tersebut, bupati menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya.

Lebih lanjut dikatakan bupati, tahun 2020 Pemkab Lombok Utara kembali mengangkat dokter desa untuk menambah 16 orang dokter desa yang tersisa.

“Alhamdulillah kita juga mendapatkan tambahan dari Menteri kesehatan sekitar 20 dokter lagi, sehingga harapan kita seluruh desa itu terpenuhi dokter desa dan ambulan desa,” katanya.

Wira Usaha Baru

Terkait program Wira Usaha Baru (WUB) Bupati Najmul menceritakan, dulu pemerintah juga pernah merencanakan dengan program Rp. 3 juta per wirausaha baru.

Menurutnya, program itu sudah dianggarkan sejak tahun pertama sebesar Rp.15 M tiap tahun. Target Pemkab Lombok Utara dari awal menumbuhkan sebanyak 10 ribu wira usaha muda baru dengan dana sekitar Rp.30 M.

Tapi setelah dianggarkan muncul persoalan baru dengan terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri, yang isinya ternyata pemberian bantuan tidak diperbolehkan dalam bentuk uang.

Opsi yang diperkenankan yaitu bantuan hanya boleh diberikan dalam bentuk barang.

“Maka kemudian saya kumpulkan semua kepala dinas memberikan penjelasan agar tidak melanggar aturan walaupun sebetulnya kita sudah usahakan. Maka, solusinya kita harus cari cara lain,” beber Bupati Najmul.

Solusi yang diambil, tutur Najmul, pemda menyerahkan bantuan dalam bentuk barang.

Di antara jenis-jenis barang yang diberikan kepada masyarakat lewat program WUB tersebut, termasuk alat-alat pertanian guna menindaklanjuti usaha-usaha pertanian masyarakat.

Sekjen Apkasi ini menjelaskan, pembelian mesin, alat-alat pertanian dan barang-barang lainnya merupakan replikasi dari program wirausaha baru.

Sehingga bantuan diberikan berupa bibit ayam, 16 ribu stuk madu dengan biaya Rp.14 M. Dirincikan Doktor Ilmu Hukum ini, kalau dibandingkan dengan program awal di mana target capaiannya ditetapkan hanya 10 ribu WUB.

“Tapi kenyataannya, sekarang ini azas masyarakat yang menerima bantuan barang sudah melebihi 25 ribu orang, termasuk yang kita serakan kepada bapak-bapak kelompok tani di sini,” tutur Bupati Najmul.

Anggaran yang direncanakan sebesar Rp.30 M untuk WUB. Namun dengan memberi bantuan barang, ternyata anggaran yang dihabiskan di Dinas Pertanian saja sudah lebih dari Rp.45 M.

Barang-barang yang dibeli dengan anggaran ini semuanya sudah diberikan kepada masyarakat. Belum lagi di dinas-dinas lain dengan jumlah pagu anggaran lebih besar dengan kisaran Rp.60-70 M.

“Jadi, anggaran program WUB ini dua kali lipat lebih besar dari anggaran yang kita rencanakan awalnya,” kta bupati.

Wujud bantuannya memang dalam bentuk barang. Diharapkan, bantuan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama  oleh kelompok tani.

“Jangan kita anggap pertanian itu bukan usaha, usaha dalam arti meningkatkan penghasilan,” kata bupati sembari memotivasi para anggota poktan.

RTG 41 Ribu Unit

Bupati Najmul juga menyampaikan progres rehab rekon pembangunan RTG, yang saat ini data terakhir jumlah RTG yang sudah ditempati mencapai 41.000 unit.

Diceritakan perbincangannya dengan Walikota Mataram terkait pembangunan RTG. Menurut Walikota Mataram, pembangunan rumah di Mataram sudah mencapai 100 persen karena yag dibangun hanya 1.300 unit rumah saja.

Fakta itu jauh berbeda dengan di Lombok Utara yang sudah mencapai 41.000 unit, padahal prosentasnya baru 62 persen.

Memang, prosentaseya tentu jauh lebih banyak di Mataram. Padahal jumlah RTG yg sudah dibngun di Lombok Utara jauh lebih besar.

“Saya berterimakasih kepada bapak dan saudara semua, kepada masyarakat. Ini bukan prestasi saya, bukan prestasi pemerintah tapi prestasi bapak, ibu dan saudara sekalian. Banyaknya rumah yang sudah bisa ditempati merupakan usaha masyarakat membangun rumahnya, entah itu pola pengerjaan beraplikator atau swakelola,” pungkasnya.

  1. Najmul mengugkapkan, saat ini Lombok Utara telah menerima Rp.196.7 M untuk pembangunan RTG tahap berikutnya.

Pesannya, warga agar pintar memilih aplikator karena terbuti banyak aplikator yang kurang bertanggungjawab.

“Carilah aplikator yang bagus kalau bisa yang berasal dari Lombok Utara, swakelola, beli barang di Lombok Utara supaya uangnya berputar di Lombok Utara, jika aplikator sudah mulai terlihat nakal jangan pernah ragu untuk memutuskan kontrak,” tegasnya.

Dijelaskan, uang yang jumlahnya Rp.196,7 M itu dikerjakan sampai SK 24. Awalnya akan dikerjakan sampai SK 25, tapi karena permintaan BNPB agar yang rusak sedang juga sekarang harus mulai diperhatikan, karena banyak yang rusak sedang menjadi rusak berat karena belum ditangani.

“SK 25, 26, 27 akan segera di selseaikan,” ujar bupati.

Urusan-urusan target RTG agar per 31 Maret 2020, anggaran untuk RTG yang ada di BNPB bisa dikeluarkan.

Untuk warga yang tidak mendapat anggaran stimulan Rp. 50.000.000 akan mendapat RTLH (Rumah Tinggal Layak Huni).

Jaminan hidup (jadup)

Diterangkan mengenai jaminan hidup (Jadup) yang hingga kini belum kunjung cair.

Bupati Najmul Akhyar menegaskan, Jadup itu program dari kementerian sosial, bukan program dari APBD Lombok Utara.

Seluruh urusan soal jadup menjadi urusan kementerian social, tugas Pemerintah Daerah hanya mendata masyarakat.

Aturan di kementerian sosial, warga yang menerima jadup adalah masyarakat yang terdampak gempa. Semua data yang diminta sudah dikirim ke Menteri Sosial.

Alasan Jadup belum dikeluarkan sampai sekarang karena jadup akan dikeluarkan usai masa tanggap darurat, sementara sekarang kita masih dalam masa tanggap darurat.

“Sekali lagi saya tegaskan, pihak yang mengelurkan jadup adalah pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Sosial dan Menteri Keuangan,” kata Bupati Najmul.

api/humaspro

foto: sid/humaspro




Wagub Minta Generasi Muda Konsumsi Makanan Bergizi

Aksi bergizi HGN ini dilaksanakan di NTB oleh 145 puskesmas bersama 145 sekolah baik tingkat SMP maupun SMA, dilaksanakan secara serentak pada hari ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Sitti Rohmi Djalilah memotivasi para siswa-siswi yang akan menjadi penerus bangsa, agar menjaga kesehatan dan tetap konsisten dalam mengonsumsi makanan yang bergizi.

“Kalian adalah calon pemimpin bangsa kedepan, harus berani bermimpi besar, dan calon pemimpin harus menjaga tubuh agar tetap sehat, menjaga pola makan. Tidak perlu mahal asalkan bergizi,” kata Wakil Gubernur saat menghadiri acara HGN di SMAN 1 Lembar Lombok Barat, Jumat (14/2/2020).

Wagub Ummi Rohmi menyebutkan beberapa makanan khas NTB yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya sayur bening, tahu, tempe, urap-urap, pelecing dan beberok.\ Selain menjaga gizi tubuh, hal ini juga sebagai bentuk pelestarian makanan khas NTB.

Selain itu, Ummi Rohmi juga menekankan agar generasi muda ini juga rutin sarapan pagi dan rutin mengonsumsi tablet penambah darah sesuai anjuran.

“Harus sarapan pagi, kemudian ditambah dengan tablet penambah darah, karena anak-anak di Indonesia banyak sekali yang terindikasi anemia,” ungkapnya.

Ummi Rohmi meminta agar siswa-siswi yang hadir ini untuk memiliki cita-cita tinggi sebagai generasi penerus bangsa. Pendidikan harus diutamakan agar memiliki ilmu yang bermanfaat bagi Indonesia khususnya NTB.

“Ke depan kita butuh anak-anak yang pintar, karena dunia ini hanya bisa kita jalani dengan baik, kita kuasai dengan baik kalau kita memiliki ilmu,” tutur Ummi Rohmi.

Srikandi NTB ini berharap sekolah yang bersih dan sehat ini dapat terwujud dengan baik dan menjalankan program-program terukur dengan evaluasi-evaluasi yang jelas di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Saya sangat berharap kepada kepala dinas kesehatan dan kepala dinas pendidikan, sekolah sehat dan bersih serta keterlibatan orang tua wajib kita sukseskan, evaluasinya harus bagus,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan, aksi bergizi HGN ini dilaksanakan di NTB oleh 145 puskesmas bersama 145 sekolah baik tingkat SMP maupun SMA dilaksanakan secara serentak pada hari ini.

Ia mengungkapkan, program Aksi Bergizi ini adalah program yang ditetapkan sebagai program unggulan untuk meningkatkan gizi generasi muda di NTB ini.

Dalam program ini, ada beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain sarapan bersama, meminum tablet penambah darah sekali seminggu untuk menghindari anemia, dan acar literasi gizi agar generasi masa depan NTB mengetahui pentingnya gizi untuk kesehatan.

AYA/HmsNTB