Wagub Resmikan Desa Wisata Bonjeruk

Kemajuan sebuah Desa Wisata dapat dilihat dari kebersihannya dan tata kelola dari desa tersebut

LOTENG.lombokjournal.com  — Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd meresmikan Desa Wisata Bonjeruk berbasis lingkungan dan budaya, Selasa (26/11) 2019.

Peresmian Desa Wisata itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan kepada Kepala Desa Bonjeruk.

Wakil Gubernur dalam sambutannya mengatakan, kunci untuk maju adalah kekompakan, bersinergi dan bergotong royong setiap elemen di desa. Baik Kepala Dusun maupun Kepala Desa serta penggiat-penggiat Pokdarwis.

Menurut Wagub, keberhasilan sebuah desa adalah mengajak anak-anak muda desa berpikir untuk membangun desa menggunakan ilmu yang dimiliki sehingga desa tersebut akan maju ke depannya.

“Karena di zaman sekarang ini, kalau ingin maju bukan hanya sekedar bermodal indah saja, tetapi apakah kita bisa mengangkat keunikan yang kita punya dan bisa memanfaatkan informasi dan teknologi. Agar Desa Wisata Bonjeruk yang sudah indah ini bisa dikenal dan semua aspek yang ada di dalamnya harus dimaksimalkan,” ungkap Wagub.

Ummi Rohmi mengingatkan kepada Kepala Desa untuk segera menyediakan Bank Sampah. Sebab, kemajuan sebuah Desa Wisata dapat dilihat dari kebersihannya dan tata kelola dari desa tersebut.

Karenanya, dua aspek tersebut harus ditingkatkan agar lebih profesional dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang ada.

“Mengedukasi masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah plastik, beling, kertas dikelola dan dijual ke Bank Sampah, sisa makanan bisa menjadi pupuk organik dan dapat menghasilkan uang,” jelas Ummi Rohmi.

Pada kesempatan ini juga, Ummi Rohmi menyampaikan agar posyandunya aktif dan menjadi posyandu keluarga. Posyandu Keluarga sendiri bukan hanya untuk melayani bayi dan ibu hamil saja tetapi melayani lansia.

“Kalau posyandunya sudah menjadi posyandu keluarga, desa wisata ini akan tersanggah juga kesehatan masyarakat. Karena kita menjadi desa wisata warganya tidak boleh sakit. Nah, posyandu ini fungsinya untuk mengetahui lebih cepat penyakit yang diderita warga desa,” ungkap Ummi Rohmi.

Di akhir sambutannya Wagub mengucapkan selamat kepada Desa Bonjeruk dan berharap semakin berkembang dan terus menjaga kekompakkan khususnya untuk anak-anak muda untuk kebaikan bersama.

“Syarat untuk Desa Wisata bisa maju, Bank Sampahnya harus jalan, posyandunya harus menjadi posyandu keluarga. Desa Wisata tidak akan lengkap kalau warganya tidak sehat. Desa Wisata tidak akan bagus kalau tidak bersih. Oleh karena itu, agar desanya menjadi bersih, asri, lestari dan indah,” tutup Ummi Rohmi.

Air Asia

CEO Presiden Direktur Air Asia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan Air Asia adalah perusahaan penerbangan yang sudah beroperasi 15 tahun lamanya dan saat ini Air Asia sangat bangga karena menjadi partner pariwisata indonesia. Dimana lombok menjadi 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia.

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya dan tim air asia untuk bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi masyarakat indonesia secara keseluruhan,” jelas Veranita.

Menjadi misi utama Air Asia menjadi partner pemerintah pusat dan daerah untuk bahu-membahu membangun ekosistem pariwisata dan membangun ekosistem perekonomian secara keseluruhan yang tidak hanya berfokus pada sosial ekonomi tapi tidak hanya berfokus pada bisnis ekonomi tetapi juga pada sosial progres.

“Saya sangat berbangga hati hari ini menyaksikan banyak sekali inisiatif-inisiatif lokal yang sangat menginspirasi bagi saya dari sisi pemberdayaan sampah dan produk-produk inovasi makanan dan minuman yang unik dari lombok,” ungkap Veranita.

AYA/HmsNTB




Tugas Inspektorat Bukan Mencari-cari Kesalahan

Dalam hal pengawasan, Inspektorat provinsi dan kabupaten/kota diminta untuk lebih mengedepankan kebijaksanaan untuk mencari solusi daripada mencari-cari kesalahan

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, tugas inspektorat bukan untuk mencari-cari kesalahan.

Tapi lebih kepada pembinaan, dengan upaya dini untuk menangkap sinyal awal adanya indikasi-indikasi kesalahan, agar melakukan pencegahan terhadap tindakan penyimpangan lebih dini.

Hal itu diugkapkan Gubernur Zul di hadapan inspektur kabupaten/kota se-NTB dan Forkompinda Provinsi NTB,saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019, di Hotel Astoria Lombok, Selasa (26/11) 2019

Pembukaan Rakorwasda itu Gubernur Zul bersama Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tumpak Haposan Simanjuntak dan Inspektur Provinsi NTB, Ibnu Salim, SH, M.Si,

Gubernur Zul mengingatkan, sifat manusia ini tidak sepenuhnya rasionalitas. Karena itu dalam hal pengawasan, Inspektorat provinsi dan kabupaten/kota diminta untuk lebih mengedepankan kebijaksanaan untuk mencari solusi daripada mencari-cari kesalahan.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB ini meminta, pentingnya membangun relasi personal. Agar segala kendala dan permasalahan dapat dibicarakan dan didiskusikan dengan baik untuk kemajuan bersama.

Tentang pengawasan, gubernur sangat berterimakasih, karena hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden untuk mempermudah hadirnya dunia investasi di Indonesia.

“Tidak mungkin negara akan maju tanpa adanya invstasi, sangat simpel formula ekonominya,” ujarnya.

Begitu juga dengan di daerah, aparat penegak hukum diminta apabila ada investasi yang berkaitan dengan ekspor, promotion dan impor submission, aparat penegak hukum diminta untuk mengawasinya dengan baik.

“Karena betapa pentingnya investasi itu untuk pertumbuhan ekonomi kita di Indonesia,” ungkapnya.

Sebelumnya Irjen Kemedagri dalam sambutannya mengatakan, gubernur memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan di daerah.

Agar fungsi itu berjalan dengan baik, dan pelaksanaannya efektif dan efisien, ia mewajibkan daerah untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri.

Selain itu untuk optimalisasi pembinaan dan pengawasan di daerah. Akan dilakukan upaya penataan  dan kebijakan pemerintah, dalam merefugsionalisasi aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Karena keberadaan APIP di daerah dinilai sangat efektif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

Untuk itu, ia meminta APIP untuk terus mengoptimalkan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan ilmu intelegensi sebagai upaya pembunaan dan pencegahan penyimpangan di daerah.

“APIP harus mengoptimalkan koordinasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum), manfaatkan APIP dalam mencegah korupsi di daerah,” pintanya.

Ia sangat mengapresiasi Kehadiran Gubernur NTB dalam Rakorwasda tersebut. Menurutnya kehadiran gubernur merupakan bukti dan wujud dari keseriusan dalam mencegah korupsi di lingkup pemerintah Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB

 




Serahkan DIPA 2020,  Gubernur Zul;  Lakukan Lelang Di Awal Tahun

Bagian dari Belanja Negara Tahun 2020 yang akan direalisasikan di wilayah Provinsi NTB mencapai Rp26,08 Triliun

SEKOTONG-LOBAR.lombokjournal.com  — Pemda se Nusa Tenggara Barat diimbau untuk berani melelang proyek di awal tahun, sehingga semua proyek di kabupaten/kota bisa segera dilaksanakan.

Kesepakatan Bersama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)

Dengan melakukan lelang proyek di awal tahun, pengelolaan keuangan di Pemerintah Daerah akan jauh lebih baik.

“Kemarin saat arahan di Istana, Presiden berpesan  agar lelang-lelang tidak lagi dilaksanakan pada akhir tahun,” ujar Gubernur Zullkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Imbauan itu disampaikannya dalam sambutannya saat menyerahkan secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2020 kepada Pemerintah Daerah se-Nusa Tenggara Barat, di Whyndam Hotel, Sekotong, Lombok Barat, Selasa (26/11) 2019.

Penyerahan DIPA Petikan Tahun Anggaran 2020 tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, perangkat daerah serta instansi vertikal Provinsi NTB, serta bupati/walikota se-Provinsi NTB.

Bang Zul ini menyampaikan, Presiden telah melakukan transfer anggaran kepada Gubernur se-Indonesia pada 14 November 2019.

Selaku Wakil Pemerintah Pusat di daerah, gubernur bertugas menyerahkan DIPA APBN kepada seluruh satuan kerja dan instansi vertikal, pemerintah kabupaten/ kota di Provinsi  NTB.

“Kita harus berani melelang di awal tahun, sehingga semua proyek di kab/kota bisa segera dilaksanakan,”  tegasnya.

Menurutnya,  pemda harus berani mencoba.

“ Mudah-mudahan dengan terus kita bersama dan kita berjumpa. NTB yang lebih baik senantiasa mampu kita wujudkan,”  lata Bang Zul.

Meningkat

Bagian dari Belanja Negara Tahun 2020 yang akan direalisasikan di wilayah Provinsi NTB mencapai Rp26,08 Triliun. Angka ini meningkat 5,46 persen dari tahun 2019 (Rp24,73 Triliun).

Dari anggaran untuk NTB tersebut, sebesar Rp9,78 triliun merupakan Belanja Pemerintah Pusat. Angka Rp9,78 triliun ini meningkat 8,91 persen dari tahun 2019.

Anggaran tersebut dialokasikan kepada Kementerian Negara/Lembaga. Sementara, Rp16,31 triliun dialokasikan untuk Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Dana Desa Tahun 2020 untuk desa-desa di Provinsi NTB dialokasikan sebesar Rp1,23 Triliun (meningkat 4,40 persen dari alokasi APBN 2019 Rp1,18 Triliun). Alokasi yang meningkat tersebut telah sejalan dengan tren peningkatan secara nasional.

Khusus TKDD, alokasi terbesar diterima Pemerintah Provinsi NTB sebesar Rp3,8 Triliun  dan terendah di Kota Bima sebesar Rp691.6 Miliar.

Komponen TKDD terbesar adalah DAU dengan total alokasi Rp9,08 triliun dan terendah adalah DBH SDA sebesar Rp358,5 miliar.

Sedangkan untuk Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp1,2 triliun, dengan alokasi terbesar di Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp316,3 miliar, dan terendah di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar Rp62,5 miliar.

Berikut Rincian Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Provinsi NTB Tahun 2020:

  1. Provinsi NTB Rp.3.848.042.987 Triliun
  2. Kabupaten Bima Rp.1.582.716.411 Triliun
  3. Kabupaten Dompu Rp.910.862.902 Miliar
  4. Kabupaten Lombok Barat Rp. 1.398.722.940 Triliun
  5. Kabupaten Lombok Tengah Rp.1.828.847.123 Triliun
  6. Kabupaten Lombok Timur Rp.2.089.474.865 Triliun
  7. Kabupaten Sumbawa Rp. 1.451.631.116 Triliun
  8. Kota Mataram Rp. 919.256.697 miliar
  9. Kota Bima Rp. 691.650. 423 miliar
  10. Kabupaten Sumbawa Barat Rp. 848.386. 635 Miliar
  11. Kabupaten Lombok Utara Rp. 736.420.534 Miliar

Acara Penyerahan DIPA TA. 2020 dirangkaikan dengan penandatangan Kesepakatan Bersama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang ditandatangani para Kepala Daerah.

AYA/HmsNTB




Pendaftaran CPNS Diperpanjang

Untuk formasi CPNS hampir seluruh formasi telah terisi pelamar

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Badan Kepegawaian  Daerah NTB, Fathurrahman menyebut masa pendaftaran CPNS diperpanjang hingga tanggal 28 November 2019.

Perpanjangan masa pendaftaran CPNS tersebut karena sistim situs resmi pendaftaran CPNS kerap mengalami gangguan.

“Diperpanjangnya masa pendaftaran CPNS lingkup Pemprov NTB karenan situs resmi pendaftaran CPNS kerap mengalami gangguan,” ujarnya,  Selasa (26/11) 2019.

Menurut Fathurahman, jika pendaftaran CPNS yang semula ditutup pada tanggal 25 November kemarin diperpanjang, hingga tanggal 28 november 2019  pukul 00:00 wita khusus untuk pendaftaran CPNS lingkup pemprov NTB.

Menurut Fathurahman, sampai tanggal 26 November 2019  ini jumlah pelamar CPNS  lingkup Pemprov NTB mencapai 7.420 orang pelamar dengan kondisi memenuhi syarat sebanyak  5.157, dan tidak mrmenuhi syarat (TMSs) 565 sedangkan yang belum terferivikasi sebanyak 1.698.

Ditegaskan Fathurrahman, untuk formasi CPNS yang dilamar hampir seluruh formasi telah terisi pelamar.

Meski dirinya tidak menampik, ada beberapa formasi yang masih sepi peminat seperti dokter spesialis dan guru seni budaya.

AYA




Selain Giat Pelajari Al-Qur’an, Santri Didorong Giat Belajar Matematika

Kemampuan menguasai Al-Qur’an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya

LOTENG.lombokjournal.com —  Pembangunan Ponpes di NTB ke depan, jangan berkonsentrasi pada fisik saja, misalnya dengan membangun gedung yang megah.

Tapi pembangunan yang berorientasi peningkatan sumberdaya, menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.

Menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dalam upaya meningkatkan SDM para santri, selain fokus dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, santri diminta harus belajar ilmu matematika.

Gubernur Zullkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mengatakan itu saat menghadiri Kajian Umum dan Silaturrahmi di Pondok Pesantren Al-Qur’an Ibnu Masykur Halimatussa’diyah, Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (25/11) 2019.

Acara ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai bekal membangun pribadi yang unggul”.

Bang Zul mengajak segenap keluarga besar Ponpes Ibnu Masykur, meneladani Akhlak Rasulullah SAW di dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemampuan menguasai Al-Qur’an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya.

“Santri bisa jadi dokter, bisa jadi ahli hukum, dan ahli pertanian dengan menguasai ilmu matematika,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Ponpes dapat menghadirkan guru matematika yang andal dan bagus. Sehingga akan menjadi motivasi bagi para santri untuk senang belajar ilmu yang terbilang sulit itu.

“Hadirkan guru yang menarik dan punya teknik mengajar yang baik, sehingga ilmu matematika gampang dipahami dan tidak menakutkan,” ujarnya.

Bang Zul meminta manjemen Pondok Pesantren harus bisa menentramkan murid, guru, masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikannya.

Ponpes juga diminta untuk lebih peduli dan memberikan perhatian kepada kondisi sosial masyarakat lingkungan sekitarnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada Pondok besar dan megah, namun masih ada orang miskin dan anak yatim tidak bisa sekolah di sekitarnya.

“Jangan sampai anak yatim tidak bisa sekolah karena biaya. Makmurkan pondok dengan menghibur anak yatim di sekitar kita. Agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT,” kata gubernur.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Minta Pengurus KTNA Bekerja Dan Jembatani Aspirasi Petani Dan Nelayan

KTNA akan menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi petani dan nelayan kepada pemerintah dengan pola penyelesaian rembuk anggota KTNA dan rembuk wilayah

LOBAR.lombokjournal.com  —  Keberadaan Ketua dan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi NTB tidak hanya sekedar dilantik, namun untuk bekerja dan sebagi wadah untuk menjembatani aspirasi petani dan nelayan di NTB.

Penegasan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah itu disampaikan saat melantik pengurus KTNA masa bhakti 2019-2024 dan pengukuhan anggota KTNA NTB, di Kantor BPTP Narmada, Lombok Barat, Senin (25/11)  2019.

Dikatakannya, KTNA harus mampu memberikan solusi bagi permasalahan petani dan nelayan serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Keberadaan KTNA harus mampu mencari solusi untuk memajukan pertanian dan perikanan.

Menghadirkan industrialisasi pertanian dan perikanan di NTB menjadi jawaban dari solusi itu. Dengan mengubah pola dari penghasil bahan mentah menjadi pengolah. Seperti industri pengolahan pakan ikan, yang dipamerkan dalam acara tersebut.

Gubernur memberikan apresiasi terhadap industrialisasi pakan ikan itu, karena sesungguhnya itulah konsep industri yang ingin dikembangkan di NTB.

Dengan industrialisasi, hasil pertanian dan perikanan di NTB, selain memberikan nilai tambah bagi pemasukan daerah, juga akan mampu meningkatkan margin penghasilan petani dan nelayan di NTB.

KTNA diharapkan membangun komunikasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait agar segala kesulitan yang dihadapi dapat segera dibantu mengatasinya.

“Tidak mungkin pertanian dan perikanan kita sejahtera tanpa hadirnya industrialisasi,” ujarnya.

Senada dengan Gubernur, Ketua KTNA  NTB, Drs. Haerul Warisin mengatakan, hadirnya KTNA NTB sebagai wadah musyawarah dalam menampung aspirasi dan menyelesaikan maslah petani dan nelayan di NTB.

KTNA akan menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi petani dan nelayan kepada pemerintah dengan pola penyelesaian rembuk anggota KTNA dan rembuk wilayah.

“Keberadaan KTNA NTB agar bisa memecahkan masalah yang dihadapi petani, khususnya sektor pertanian dan perikanan kita,” harapnya.

AYA/HmsNTB

 




Anak Muda Diminta Sibuk Dengan Usaha Produktif

Program bisnis dan pendampingan selama ini diharapkan, agar UMKM yang ada di NTB menjadi UMKM yang mandiri dan berdayasaing

MATARAM.lombokjournal.com — Anak muda NTB agar selalu disibukkan dengan usaha-usaha produktif. Salah satunya dengan menjadi pengusaha yang menggagas dan menciptakan wirausahawan baru.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menginginkan itu saat Launching Lembaga Cipta Daya Wirausaha, di Pendopo Gubernur NTB, Senin (25/11) 2019.

“Gubernur tidak akan sukses, Bupati tidak akan sukses, Walikota tidak akan sukses, jika anak mudanya lebih tertarik pada politik ketimbang jadi pengusaha,” kata Gubernur Zul,

Pada kegiatan ber tema “Mewujudkan Program 1000 Wirausaha menuju NTB Gemilang” itu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menegaskan, penggerak pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah dunia usaha.

Karena itu ditehaskan, investasi itu penting  dihadirkan untuk membangun daerah.

Bang Zul juga menegaskan, pengangguran dan kemiskinan bisa diturunkan bila banyak anak muda NTB yang jadi pengusaha.

Karena itu, kahadiran Lembaga Cipta Daya Wirausaha diharapkan dapat mempercepat terwujudnya 1000 pengusaha baru di NTB.

Selain itu, lembaga ini juga diharapkan mampu bekerjasama dengan lembaga atau dinas terkait untuk menyukseskan seluruh program pemerintah daerah.

Termasuk mengatasi masalah dan memperlancar sumbatan komunikasi dari para anak muda NTB yang ingin menjadi pengusaha.

“Lembaga ini seperti LPP di program beasiswa ke luar negeri. Tugasnya memperlancar sumbatan komunikasi dan membantu anak-anak muda NTB yang mau jadi pebisnis untuk dilatih dan difasilitasi,” jelas Bang Zul.

Bang Zul juga sempat menyinggung sebagian masyarakat yang merasa pesimis dengan program 1000 pengusaha baru ini. Termasuk program beasiswa ke luar negeri. Namun, Ia menegaskan di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Where there is a will, there is a way,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Cipta Daya Wirausaha, Muhammad Jhon Fitriadi, ST menjelaskan, kehadiran lembaga tersebut untuk membantu pemerintah Provinsi NTB menyukseskan program penciptaan 1000 wirausahawan baru.

“Sebagai lembaga yang baru, kami butuh arahan dan bimbingan Gubernur dan stakehokder, sehingga 1000 wirausaha baru bisa tercapai,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan aktivitas yang telah dilakukannya selama ini berupa program bisnis dan pendampingan. Sehingga, diharapkan UMKM yang ada di NTB menjadi UMKM yang mandiri dan berdayasaing.

“Semoga kami bisa bekontribusi program Gubernur untuk mencetak 1000 pengusaha baru,” ungkapnya

Hadir pada kegiatan itu Anggota DPR RI Dapil Lombok,  Suryadi Jaya Purnama, Dirut Bank NTB Syari’ah, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Perdagangan, Kadis Perindustrian, Kepala OJK,  Ketua MUI NTB, Kadis Pariwisata serta Ketua Asosiasi, Pelaku UMKM se-NTB.

AYA/HmsNTB




Pilkada Mataram; Sambil Santap Bebalung, Om Rachmat dan Bang Zul Sepakati Pasangan ‘Selly-Manan’

Hj Putu Selly Andayani yang kini menjabat Kepala Dinas Perdagangan NTB, juga pernah menjabat sebagai PLT Walikota Mataram yang debutnya patut diperhitungkan

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Setelah jamuan makan malam, Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Ketua Tim Pemenangan PKS dalam Pilkada Serentak 2020 di NTB terlibat pembicaraan santai bersama Om Rachmat, sapaan akrab Ketua PDIP NTB.

Hj PutuSelly Andayani – TGH Abdul Manan

Pembicaraan santai tapi serius itu berlangsung di kediaman Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB, H Rachmat Hidayat di  Panji Masyarakat 15, Kawasan Panji Tilar ,Ampenan, Minggu (24/11) 2019.

Pembicaraan sambil santap malam dihadiri Sekretaris DPD PDI-P NTB, Lalu Budi Suryata, Kepala Dinas Perdagangan NTB yang juga istri tercinta Om Rachmat, Hj Putu Selly Andayani, dan Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto.

Pertemuan silaturahim awalnya membahas isu-isu pembangunan di NTB. Om Rachmat yang juga politisi kawakan nasional asal NTB banyak memberi masukan dan saran kepada Bang Zul, Gubernur NTB.

Sebaliknya, Bang Zul mengapresiasi masukan itu, dan menegaskan keseriusannnya dalam membangun NTB.

“Saya menjadi Gubernur NTB tentu tidak membawa cek kosong. Saya benar-benar serius membangun NTB, tidak ada terbersit mau main-main,” kata Bang Zul dengan senyum khasnya.

Bang Zul juga sempat menyinggung soal sampah, yang Minggu siang sempat viral setelah ia mempostingnya di media sosial.

Menurutnya, itu bagian dari kepedulian seorang gubernur, sekaligus menggugah masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama serius menangani masalah sampah di NTB.

Om Rachmat pun menanggapi hal tersebut dengan kesan yang positif. Terutama  yang berhubungan erat dengan perubahan perilaku masyarakat, maka pimpinan harus memberi contoh.

“Ya itu bagus dan positif, memang kadang kala pemimpin harus memberi contoh, memberi teladan. Apalagi untuk program Zero Waste yang memang harus semua pihak berpartisipasi aktif,” ujar Om Rachmat.

Politik Santap Bebalung

Pembicaraan sambil menyantap hidangan makan malam berlangsung selama dua jam. Memasuki satu jam kedua, obrolan sambil menikmati Bebalung khas Lombok semakin menghangat.

Pilkada Kota Mataram jadi isu sentralnya. Pembicaraan keduanya diperkirakan akan mengubah peta dan konstelasi politik menjelang Pilkada Kota Mataram,

Kali ini Bang Zul menempatkan diri sebagai Ketua Tim Pemenangan PKS untuk Pilkada Serentak di NTB 2020.

Dalam pembicaraan mencuat rencana koalisi PDIP dan PKS. Muncul juga pasangan Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan, yang saat ini menjabat Ketua MUI Kota Mataram.

Membahas paket Selly-Manan, baik Om Rachmat maupun Bang Zul tampak sangat serius.

“Saya setuju kalau bu Selly berpasangan dengan Ketua MUI Mataram (TGH Abdul Manan), tinggal kapan kita sepakati deklarasikan. Semakin cepat lebih baik,” ujar Bang Zul.

Meskipun dari NU, Bang Zul menilai H Abdul Manan memiliki kapasitas dan kriteria yang diinginkan PKS. Track Record-nya bagus dan kinerjanya baik.

Pasangan Selly-Manan nampaknya pasangan fix yang akan diusung koalisi PDIP dan PKS untuk Pilkada Kota Mataram.

Namun untuk deklarasi, Om Racmat meminta waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kita akan deklarasi Insya Allah tanggal 1 Januari 2020,” katanya memastikan.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto membenarkan pertemuan Rachmat Hidayat dan Dr Zul membahas paket Selly-Hanan.

“Nampaknya memang paket Selly-Hanan ini akan diusung PDIP dan PKS. Kita lihat saja beberapa waktu ke depan,” katanya.

Pria humble yang akrab disapa Didu ini pun menceritakan ihwal santap malam Bebalung berbuah deal politik itu.

Menurutnya, M16 diundang khusus oleh Rachmat Hidayat dalam silaturahmi dengan Gubernur Zul.

Didu menilai pembicaraan dalam santap malam itu sangat mencair dan santai. Namun menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis.

“M16 sangat mengapresiasi ini ya. Karena pembicaraan terbuka dan tidak ada ditutupi, dan publik juga boleh tahu,” tukasnya.

Ia memaparkan, dengan keterbukaan seperti ini akan muncul pola Pilkada yang “Fair Play” sejak awal. Sehingga bakal calon lainnya yang mendaftar dan berharap mendapat dukungan dari PDIP dan PKS bisa memahami bahwa peluang mereka kecil.

Hal ini juga akan meminimalisir praktek mahar-mahar politik yang kerap kali disoroti publik terkait Partai Politik tertentu.

“Jadi tidak ada bakal calon yang hanya diberi angin segar, tidak ada yang merasa digantung dan dipermainkan mahar politik,” tegasnya.

Figur Selly merupakan salah satu Srikandi NTB. Istri Ketua DPD PDIP NTB ini merupakan sosok Birokrat yang andal dengan segudang prestasi.

Hj Putu Selly Andayani yang kini menjabat Kepala Dinas Perdagangan NTB, juga pernah menjabat sebagai PLT Walikota Mataram yang debutnya patut diperhitungkan.

Me




Bupati Najmul Akhyar Buka Turnamen Bola Volly LSN Cup 1

Bupati Najmul selalu menyampaikan kepada kawan-kawan pengusaha di Kabupaten Lombok Utara dan mengajak membangun sumber daya Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com —  Turnamen Bola Volly Lesehan Sasak Narmada (LSN) Cup 1 tahun 2019 dibuka Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar bertempat di lapangan Volly Tioq Tata Tunaq Tanjung, Minggu (24/11) 2019.

“Serpen” pertama oleh Bupati Najmul Akhyar

Pembukaan turnamen diikuti 15 tim baik dari KLU maupun luar KLU itu dihadiri Kepala OPD, Camat, unsur TNI dan Polri serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lombok Utara di hadapan para peserta turnamen mengatakan, semua unsur masyarakat yang hadir untuk menyaksikan pembukaan turnamen bola volley.

Apresisi disampaikan pada  seluruh peserta yang mengikuti turnamen, disamping memberi penghargaan kepada Lesehan Sasak Narmada selaku penyelenggara turnamen.

“Saya membayangkan jika semua perusahaan yang ada di KLU ini memeiliki kreativitas untuk menyelenggarakan even-even seperti ini, maka alangkah ramainya Lombok Utara dengan kegiatan-kegiatan olahraga. Mudah-mudahan ini akan diikuti oleh para pengusaha lainnya,” kata Sekjen APKASI ini.

Bupati Najmul mengungkapkan, pihaknya  selalu menyampaikan kepada kawan-kawan pengusaha di Kabupaten Lombok Utara dan mengajak membangun sumber daya Lombok Utara.

“Ini salah satu caranya adalah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan olahraga seperti ini,” ajak Najmul dalam sambutannya.

Pada kesempatan pembukaan turnamen volly tersebut, peraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2019 ini mengharapkan ada perusahan seperti bank, perhotelan dan sebagainya yang mengikuti langkah Lesehan Sasak Narmada.

Sehingga even-even lainnya dapat terselenggara meski tidak menggunakan APBD tetapi dengan mekanisme kontribusi dari pihak lain.

“Pesan saya junjung tinggi sportifitas karena itulah kekhasan dari olahraga,” pesan bupati. .

Ketua Panitia penyelenggara yang juga Asisten Ekonomi dan APP Setda KLU, Ir. Hermanto dalam laporannya menyampaikan, salah satu olahraga yang paling digemari oleh masyarakat adalah bola volly.

Terbukti beberapa kali dilaksanakan even turnamen di KLU animo masyarakat untuk menonton pertandingan luar biasa antusias.

Karena itu, Lesahan Sasak Narmada Cup salah satu pihak yang peduli terhadap pembinaaan olahraga bola volly di KLU, dengan menyelenggrakan turnamen yang tidak hanya diikuti oleh peserta dari Lombok Utara saja tetapi peserta dari Lombok Barat dan Lombok Tengah.

“Mudah-mudahan dengan acara ini kita akan mendapatkan bibit-bibit muda di KLU pada even yang lebih tinggi lagi, dan melatih mental pemain-pemain kita,” harap mantan Kadis DKPP KLU tersebut.

Turnamen bola volly LSN Cup dibuka ditandai dengan “serpen” pertama oleh Bupati Najmul Akhyar  pada pertandingan perdana antara Sasak Narmada A melawan Grader Lobar.

sta/humaspro




Bupati Najmul Akhyar Lepas Peserta Jalan Sehat Gebyar PKB 2019

Kegiatan jalan sehat menyediakan hadiah utama 2 tiket umroh, sepeda motor, kulkas, sepeda dan lain-lain

TANJUNG.lombokjournal.com — Jalan sehat menyemarakkan gebyar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2019 digelar Bappenda Provinsi NTB di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung dilepas Bupati Lombok Utara Dr.H.Najmul Akhyar, SH, MH, Minggu (24/11) 2019

Hadir pada kegiatan gebyar tersebut Plt. Sekda Provinsi NTB Dr. Ir. H.Iswandi, M.Si, Sekda KLU Drs. H.Suardi, MH, dan para Kepala OPD Provinsi NTB dan KLU.

Bupati Najmul Akhyar dalam sambutan kegiatan jalan sehat itu menyampaikan terima kasih kepada masyarakat KLU yang sudah taat pajak.

Khusus untuk pembayaran pajak bermotor, Lombok Utara paling agresif di Provinsi NTB dengan target paling cepat tercapai hanya dalam waktu 10 bulan dari satu tahun.

Sementara volume pengambilan kendaraan bermotor di KLU mengalami peningkatan meskipun setelah diterpa bencana gempa 2018.

Sekda NTB, H.Iswandi menyampaikan, perlunya semua lapisan masyarakat meningkatkan kesadaran dalam membayar kewajiban pajak setiap tahun.

“Kita harus meningkatkan kesadaran membayar pajak. Dengan kita membayar pajak berarti kita membangun KLU dan  NTB,” tutupnya.

Kegiatan jalan sehat tersebut menyediakan hadiah utama 2 tiket umroh, sepada motor, kulkas, sepeda dan lain-lain.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian hadiah umroh oleh Bupati kepada salah satu pemenang undian.

den/humaspro