Pentingnya Sinergi Dalam Pengentasan Kemiskinan

Wagub menantang pemerintah daerah di NTB untuk memberikan apresiasi kepada desa-desa agar segera keluar dari desa terbelakang dan desa berkembang menjadi maju dan mandiri

MATARAM.lombokjournal.com —  Upaya mengentaskan kemiskinan di NTB, pekerjaan yang cukup besar, memerlukan penyatuan persepsi dan langkah dalam mengatasi kemiskinan.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyampaikan hal tersebut ketika membuka dan menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB tahun 2019 di Hotel Lombok Raya, Kamis (28/11/2019).

Menurut Ummi Rohmi, mungkin sangat ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut hingga satu digit. Tetapi jika membahas terkait sistem, seharusnya itu tidak rumit.

Dengan membangun sistem, upaya menekan angka kemiskinan akan berjalan lebih terkoordinasi.

“Jangan sampai kita asik sendiri dengan tujuan masing-masing, tanpa terkoneksi dalam satu sistem yang sangat baik, sehingga seluruh kekuatan yang ada di NTB ini bersinergi dengan baik. Karena penurunan angka kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota untuk di NTB mengubah pola pikir masyarakat tentang kemiskinan. Kita harus bangga menjadi orang yang berdaya, bersungguh-sungguh dan berikhtiar dalam pekerjaan atau tugas kita.

“Semua desa di NTB harus keluar dari desa tertinggal, keluar dari desa terbelakang. Desa berkembang bagaimana caranya menjadi desa yang mandiri,” harap Ummi Rohmi.

Di akhir sambutannya, Wagub berharap ke depan,  jangan hanya seremonial tetapi harus ada benang yang mengikat semua pihak dalam satu persepsi dan cara pandang yang sama.

Untuk itu Wagub menantang pemerintah daerah di NTB untuk memberikan apresiasi kepada desa-desa agar segera keluar dari desa terbelakang dan desa berkembang menjadi maju dan mandiri.

“Mudah-mudahan sinergi kita ini bisa betul-betul terjaring, kami akan melihat progres daripada program-program ini baik industrialisasi maupun revitalisasi Posyandu. Jika semua kita bersinergi, semoga Allah mempermudah langkah kita dan target kita di tahun 2023 bisa dicapai dengan sebaik-baiknya,” tutup Ummi Rohmi.

Mencapai angka satu digit

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Ir. Ridwan Syah, M.Sc. MM., MTP mengatakan ingin fokus pada target RPJMD pada penurunan angka kemiskinan, di akhir masa kepemimpin Zul-Rohmi harus mencapai angka kemiskinan satu digit yaitu 9,75 persen.

Saat ini angka kemiskinan di NTB adalah 14,53 persen dan secara nasional angka kemiskinan mencapai 9,41persen.

NTB harus menurunkan angka kemiskinan tiap tahun sebesar 1persen. Target tersebut bukanlah hal yang mudah, terlebih kemarin Pulau Lombok dan Sumbawa mengalami bencana alam.

“Dalam RPJMD ada beberapa strategi yang dibentuk yang harapannya dapat menurunkan angka kemiskinan. Apakah itu pariwisata, industrialisasi dan lainnya. Guna mempercepat penurunan angka kemiskinan,” jelas Ridwan Syah.

Ridwan juga menjelaskan, selain fokus pada menurunkan angka kemiskinan, semua kab/kota di dalam RPJMD pasti akan menurunkan angka kemiskinan.

Karena itu, dibutuhkan sinergi bersama menyatukan langkah dan pemahaman untuk membantu pimpinan daerah.

Melalui perencanaan dan integrasi dalam pelaksanaannya dalam program-program yang telah dicanangkan.

“Tanggung jawab ini adalah tanggung jawab kita semua terutama Kab/Kota. Kita mengharapkan dalam rapat ini, pertama kita akan meneguhkan kembali niat kita. Menunjukan komitmen kita bersama agar kabupaten dan provinsi bahu-membahu untuk mewujudkan program-program yang disepakati,” tutur Ridwan.

Di akhir kegiatan, Wakil Gubernur NTB menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada NGO, BUMN dan BUMD, Media Massa, OPD, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan di tahun 2019.

AYA/HmsNTB




Hari Menanam Pohon Indonesia (HPMI), PLN NTB Tanam 1.000 Pohon

PLN melalui 21 unit kerjanya, menanam sekitar 80.000 ribu pohon yang tersebar se-Indonesia pada peringatan HMPI

MATARAM/lombokjournal.com —  Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), tiap tanggal 28 November diperingati PLN Unit Induk Wilayah NTB dengan menanam seribu pohon di beberapa wilayah di Pulau Lombok, seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur.

Penanaman secara simbolis berlangsung di Pantai Tanjung Karang, Kota Mataram. dan dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Madani Mukarom, Kamis (28/11/2019).

“Saya mengapresiasi PLN berkomitmen dan rutin melakukan penanaman pohon tiap tahunnya dalam rangka mewujudkan salah satu NTB Gemilang, yakni NTB Asri dan Lestari ” ungkap Madani Mukarom.

Di sepanjang Pantai Tanjung Karang akan ditanami sebanyak 300 hingga 400 pohon cemara laut dan sisanya akan ditanam disekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tersebar di Pulau Lombok.

“Penanaman juga diarahkan disana karena untuk menjaga ketersediaan air di mata air, sungai, dan danau agar tetap besar, sehingga pembangkit tersebut tetap handal” ujar Senior Manager Pembangkitan PLN UIW NTB, Edyson Rajaguguk.

Jenis pohon yang ditanam yakni mahoni, cemara laut, ketapang kencana, flamboyan, matoa, nangka genjah dan tanaman buah seperti durian, kelengkeng Dan lain lain. Ke depan. akan dilakukan pemeliharan selama 3 bulan untuk memastikan pohon yang telah ditanam berhasil hidup dan tumbuh dengan melibatkan masyarakat dan pecinta alam.

Penanaman ini merupakan tahun ke-2 PLN UIW NTB melaksanakan penanaman pohon pada peringatan HMPI, setelah tahun 2018 lalu menanam 2.000 pohon yang tersebar di Lombok.

Secara total keseluruhan PLN melalui 21 unit kerjanya, menanam sekitar 80.000 ribu pohon yang tersebar se-Indonesia pada peringatan HMPI.

AYA




PDI Perjuangan, Gerindra dan PKS Akan Berkoalisi Dalam Pilkada Serentak 2020 di NTB

Dalam pembicaraan, Bang Zul, Om Rachmat dan HBK menyepakati tiga partai besar akan berkoalisi dalam Pilkada Kota Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Tengah

MATARAM.lombokjournal.com —  Tiga partai besar, PDIP, Gerindra dan PKS berpeluang menjalin koalisi bulat dalam Pilkada Serentak di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, dan Lombok Tengah, Provinsi NTB.

Kesepakatan semakin menguat setelah pertemuan segitiga antara Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat, Ketua BPD, Partai Gerindra H Bambang Kristiono (HBK) bersama Guberunur NTB yang juga Ketua Pemenangan PKS untuk Pilkada NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Rabu malam, (27/11) di Pendopo Gubernur di Mataram.

Pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua, setelah sebelumnya tiga politisi gaek ini bertemu di kediaman HBK di Senggigi, Lombok Barat.

Memenuhi jamuan makan malam di Pendopo Gubernur, Om Rachmat, sapaan Ketua DPD PDIP hadir bersama istri tercinta yang juga Kadis Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani, sementara HBK juga didampingi istri tercinta, Hj Dian Bambang Kristiono.

Bang Zul bersama istri Hj Niken Saptarini menyambut hangat tamu istimewa mereka.

Pertemuan silahturahmi dibuka dengan obrolan ringan dan santai, kemudian santap malam bersama. Menu utama disajikan adalah masalan khas Sumbawa, Sepat dan Singang.

Usai santap malam, Bunda Niken bersama Hj Selly dan Hj Dian mengambil tempat berbeda mendiskusikan peran wanita dalam  pembangunan di NTB, dan isu lifestyle lainnya.

Sementara Bang Zul bersama Om Rachmat dan HBK, di meja lainnya membicarakan perkembangan dinamika pembangunan di NTB , termasuk  menuju Pilkada serentak di NTB.

Dalam pembicaraan, Bang Zul, Om Rachmat dan HBK menyepakati tiga partai besar akan berkoalisi dalam Pilkada Kota Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

Namun pembicaraan belum sampai pada komposisi paket pasangan calon.

“Kita jajaki kesepakatan koalisi untuk Pilkada (di NTB). Calonnya nanti lah,” ujar H Bambang Kristiono (HBK), usai pertemuan.

Ia mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tradisi baru untuk keterbukaan dan kewibawaan partai dalam berpolitik.

Koalisi dibicarakan blak-blakan, sehingga bisa meminimalisir dan mengubah stigma lama tentang partai politik.

“Ini dilakukan karena PDIP, Gerindra dan PKS ingin menciptakan Pilkada yang baik dan berjalan fair play di NTB ini,” kata HBK.

Sebab, selama ini, dalam setiap pesta demokrasi selalu saja stigma soal mahar politik partai tertentu mencuat ke publik.

“Gerindra setuju dengan koalisi ini. Intinya bagaimana memenangkan semua Pilkada dengan pola power sharing seperti ini,” tukas HBK.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat menjelaskan, koalisi tiga partai ini tidak menutup pintu untuk partai lainnya bergabung.

Tapi yang jelas, esensi koalisi ini adalah untuk memberikan keyakinan dan kepastian politik bagi para calon yang akan diusung.

Apalagi, dalam beberapa Pilkada sebelumnya, partai tertentu dicap sebagai penjual mimpi manis dengan mahar tinggi. Mahar diambil, sementara calon tak jadi diusung.

“Kesan itu yang ingin kita kikis. Saat ini kita sepakati di Pilkada Kota Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. Pulau Sumbawa belum, tapi akan ke arah sana juga,” tegas Om Rachmat.

Gubernur NTB yang juga Ketua Pemenangan PKS untuk Pilkada NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, selalu ada keputusan yang baik dalam silahturahmi yang baik pula.

“Iya, ada ke arah koalisi. Ya kita buat berpolitik ini menarik, santun, dan fair lah,” katanya.

Meski membenarkan akan ada koalisi, namun Bang Zul juga masih enggan menyampaikan paket calon yang akan diusung.

“Ini kan akan berkembang terus, berproses. Kita ikuti saja prosesnya,” katanya.

Pertemuan tiga politisi gaek ini diakhiri dengan salam komando bertiga, sebagai wujud soliditas dan kekompakan.

Me




Menpar Akan Jadikan MotoGP Di KEK Mandalika Event Paling Bergensi

Saat kawasan KEK Mandalika sudah jadi, infrastruktur pendukung jadi, maka akan banyak event-event yang akan dihelat di Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com — Event MotoGP tahun 2021 di Mandalika menjadi event paling bergengsi di Indonesia, bahkan menjadi yang terbaik dari yang pernah ada di dunia.

“MotoGP, Itu akan jadi event motoGP yang terbaik yang pernah ada, Insya Allah,” kata Menteri Pariwisata, Wishnutama Kusubandio.

Menpar  Wishnutama saat meninjau progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya progres pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika, Rabu (27/11/2019).

Saat meninjau pembangunan KEK Mandalika itu, Menpar bersama  Wakil Menteri Pariwisata Angela Herliani Tanoesoedibjo, dandidampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mendampingi

Untuk menyambut perhelatan MotoGP 2021 dan mempercepat kemajuan pariwisata KEK Mandalika, Kementerian pariwisata dan pemerintah daerah akan terus bersinergi untuk bagaimana terus meningkatkan infrastruktur.

Terkait pembangunan Pariwisata Mandalika, Menpar mengingatkan, destinasi pariwisata itu harus punya dampak secara langsung kepada masyarakat sekitar, khususnya di sektor ekonomi kreatif.

“Fungsinya tempat pariwisata itu harus punya dampak secara langsung kepada masyarakat, khususnya yang bisa saya lihat adalah di ekonomi kreatif,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada ITDC, agar kemajuan pembangunan industri pariwisata di Kawasan Mandalika, harus punya dampak terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan job creation.

Seperti kuliner, fashion, kriya, bahkan nanti videografi, fotografi, wedding planner, dan lain sebagainya.

Ia berharap, saat kawasan KEK Mandalika sudah jadi, infrastruktur pendukung jadi, maka akan banyak event-event yang akan dihelat di Mandalika. Seperti wedding, MICE, meeting, exhibition, yang diharap banyak melibatkan masyarakat di NTB, khususnya masyarakat sekitar agar tidak jadi penonton.

“Pada saat kawasan ini jadi, infrastruktur ini jadi, akan ada wedding, MICE, meeting, exhtibition, banyak site event, kegiatan yang begitu banyak harus melibatkan masyarakat di Lombok,” tuturnya.

Menpar juga mengingatkan,  tujuan dari pembangunan yang diusahakan seperti sekarang ini, harus punya dampak lapangan pekerjaan, job creation. Menurutnya hal itulah yang paling penting, sehingga akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan infrastruktur itu tidak dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut. Pembangunan yang kita usahakan seperti sekarang ini harus punya dampak lapangan pekerjaan, job creation, itu yang penting, nah itu baru akhirnya menjadi kesejahteraan buat masyarakat,” kata Wishnutama.

AYA/HmsNTB




Modus Dokter Yang Bikin BPJS Tekor Diungkap dr Terawan

Menkes meyakini, jika para dokter mengambil tindakan yang benar, maka klaim dan defisit BPJS Kesehatan tidak akan sebesar yang sekarang

JAKARTA.lombokjournal.com  — Apa penyebab defisit BPJS Kesehatan? Salah satunya, karena pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien hingga jor-joran.

Dalam arti, banyak dokter memberikan tindakan yang tidak perlu dan membuat biaya klaim rumah sakit membengkak.

Soal defisit itu kembali diceritakan  Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto kembali bercerita soal defisit BPJS Kesehatan/

Dikutip dari Detikhealth, Rabu (27/11/2019), dari klaim operasi sectio caesarea atau sesar yang sangat tinggi, mencapai Rp 260 triliun. Belum lagi, biaya pengobatan penyakit jantung sebesar Rp 10,5 triliun pada tahun 2018.

Artinya apa?

“Terjadi pemborosan yang luar biasa untuk yang tidak seharusnya dilakukan tindakan, (malah-red) melakukan tindakan,” kata Menkes beberapa waktu lalu.

Menkes menyebut, pelayanan kesehatan yang harusnya diberikan pada pasien adalah pelayanan kesehatan dasar. Yaitu pelayanan kesehatan berdasarkan diagnosa yang benar dan diterapi dengan optimal sehingga pembiayaan tidak menjadi berat.

“Kanker juga begitu. Jangan stadium 1 dikemo sistemik. Ya matinya bukan karena kankernya, tapi obat-obatnya yang berlebihan. Itulah namanya jangan maksimal, tapi optimal,” katanya.

Menkes juga menyebut, perbandingan operasi kelahiran sesar di Indonesia sangat tinggi dibandingkan standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO.

Idealnya, perbandingan tersebut adalah 20 persen, namun di Indonesia perbandingannya mencapai 45 persen.

“Saya yakin dokter-dokter membela diri “wah saya sesuai aturan”. Lho saya ini dokter fungsional. Saya dokter beneran, saya ngelayani pasien. Sama-sama lah melihat,” papar Menkes.

Pelayanan kesehatan yang maksimal, menurutnya malah bisa membahayakan nyawa pasien. Ia berharap tak lagi tindakan yang notabene merugikan pasien.

Menkes meyakini, jika para dokter mengambil tindakan yang benar, maka klaim dan defisit BPJS Kesehatan tidak akan sebesar yang sekarang.

Rr (Sumber; CNBS Indonesia)




Nelayan Adalah Pejuang Optimistis

Kepala Museum Negeri NTB, Zubair Muslim mengungkapkan, peran nelayan sangat optimis dan luar biasa untuk kehidupan di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Nelayan adalah sosok yang memiliki pekerjaan yang tidak berhenti untuk optimis, meski mereka tidak tahu apa yang akan didapatkannya hari ini atau esok.

Rusman

“Tapi mereka terus mencari cara untuk bisa mendapat ikan yang banyak, tetapi karena optimis maka semangat hidupnya terus berkembang,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Rusman, SH., MH.

Rusman menyampaikan itu dalam pembukaan Pameran Kontemporer Alat Penangkapan Ikan Di Laut yang bertajuk “Perkembangan Teknologi Alat Penangkapan Ikan Pada Nelayan Pesisir Pulau Lombok” yang berlangsung di Museum Negeri NTB, Rabu (27/11/2019).

Ia berharap adanya cara, praktek dan inovasi baru yang dapat dipersembahkan Museum Negeri agar dapat menjadi Museum hebat.

“Terus ikhtiarkan agar museum dapat terus berkembang , ada acara– cara baik, dan inovasi baik yang membuat orang mengatakan bahwa ternyata memang museum ini memang hebat,” jelasnya.

Kepala Museum Negeri NTB, Zubair Muslim mengungkapkan, peran nelayan sangat optimis dan luar biasa untuk kehidupan di masyarakat.

“Hal ini juga didukung dengan fasilitas sarana yang dulu seadanya, namun semakin maju zaman maka semakin maju fasilitas yang digunakannya” tuturnya.

Selain itu, sebanyak 7.695 Koleksi warisan budaya yang terdapat di Museum Negeri NTB, sekitar 2 persen koleksi yang dikeluarkan dalam Pameran kontemporer Alat Penangkapan Ikan Di Laut.

Zubair menjelaskan, pengumpulan koleksi yang ada di Pameran didapat dari berbagai penjuru.

“Alat – alat yang ada disini sebagian didapat dari warisan nenek moyang, ada juga dari nelayan yang memberikan langsung alat yang mereka punya” jelasnya.

Zubair menegaskan, museum memiliki tugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat adanya benda – benda penginggalan pada zaman dahulu agar dapat diketahui oleh masyarakat pada masa kini.

“Kebesaran nilai usaha orang dulu sangat luar biasa dan patut dihargai,  Itu merupakan kearifan budaya zaman dahulu. Masyarakat sekarang harus tahu agar dapat menegtahui bagaimana perjuangan mancing dapat menangkap ikan dengan alat sedehrana,” jelasnya.

AYA

 

 




Pasien Cuci Darah BPJS Kesehatan Tak Perlu Lagi Surat Rujukan FKTP

BPJS Kesehatan juga telah menerapkan sistem rujukan online yang membuat layanan administrasi menjadi lebih mudah dan pasti

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan, mendapatkan layanan cuci darah (hemodialisis) di rumah sakit pasien gagal ginjal kronis yang sudah terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print), tidak perlu lagi membawa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Rabu (27/11/2019).

Fachmi Idris mengatakan itu setelah BPJS Kesehatan bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya adalah dengan menggunakan finger print,

Hal ini diharapkan mempermudah pasien JKN-KIS mengakses layanan cuci darah tanpa repot-repot lagi mengurus surat rujukan dari FKTP yang harus diperpanjang tiap 3 (tiga) bulan sekali.

“BPJS Kesehatan dan PERSI juga mengupayakan kemudahan untuk proses verifikasi dengan sidik jari bagi peserta yang rutin memanfaatkan layanan cuci darah,” kata Fachmi Idris..

Fachmi juga menyebut, BPJS Kesehatan telah mengembangkan berbagai inovasi digital untuk mempermudah layanan kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum.

Misalnya dalam hal pengurusan kepesertaan atau administrasi JKN-KIS, kini masyarakat tak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan karena bisa dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Mobile Customer Service, aplikasi Mobile JKN, atau lewat Kader JKN yang berkunjung dari rumah ke rumah.

Dari sisi pelayanan di fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan telah menghadirkan Aplicares yang dapat dimanfaatkan peserta JKN-KIS untuk mengetahui rumah sakit mana saja yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, termasuk di dalamnya jumlah ketersediaan tempat tidur.

BPJS Kesehatan juga telah menerapkan sistem rujukan online yang membuat layanan administrasi menjadi lebih mudah dan pasti.

BPJS Kesehatan juga telah bersinergi dengan PT Jasa Raharja (Persero) mengembangkan Integrated System for Traffic Accidents (INSIDEN), sehingga proses penjaminan pasien JKN-KIS yang mengalami kecelakaan lalu lintas menjadi lebih cepat.

“BPJS Kesehatan maupun PERSI akan terus melakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS. Agar optimal, langkah ini harus dilakukan secara bersama oleh kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, manajemen fasilitas kesehatan, hingga tenaga kesehatan,” kata Fachmi.

Rr (sumber; CNBC Indonesia)

 




Gojek Ingin Dukung Industrialisasi Dan Zero Waste

“Sejalan dengan program untuk mendukung NTB Zero Waste, kata Charly,  Gojek juga memiliki  konsens untuk terus mengUrangi penggunaan kantong plastic”

MATARAM.lombokjournal.com — Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kehadiran Gojek dengan berbagai fasilitas dan fitur layanan lainnya  seperti  GoFood, GoLife, GoMassage, Goclean dan beragam fitur bisnis berbasis UMKM lainya, kini semakin eksis  dan diminati masyarakat.

Kehadiran Gojek di tanah air  mendorong dan merangsang tumbuhnya kreativitas bisnis dan industri pemasaran secara online dikalangan UMKM dan kaum perempuan, termasuk di NTB,  ujar  Head Regional Corporate Affairs Gojek,  Alfianto Domy Aji didampingi  Regional Government Relations, Charly Raya dan Perwakilan Gojek Mataram, saat menghadap Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalillah, di kantornya di Mataram, Selasa (26/11/2019).

Menurut Alfianto Domy Aji dengan adanya berbagai program pendukung kesejahteraan yang dikembangkan oleh Gojek,  maka berdasarkan survey yang  dilakukan Fakultas ekonomi dan Lembaga Demografi UI  menunjukkan, sejak tahun 2018 Gojek telah memberikan kontribusi sebesar Rp.55 Triliun lebih ecara nasional.

“Dengan kehadiran Gojek di NTB akan dapat ikut membantu menggerakkan NTB. Kontribusi Gojek terhadap perekonomian nasional se-Indonesia disumbangkan melalui UMKM dengan Gofood,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, di Mataram NTB,  saat ini semakin banyak masyarakat dan UMKM terutama perempuan yang melakukan pendaftaran untuk Gofood.

Adanya aplikasi ini menjadikan masyarakat yang terdiri dari Usaha MasYarakat Kecil Menengah (UMKM) semakin mudah memasarkan beragam produk dengan aplikasi Gojek, tegasnya.

Untuk mendukung program industrialisasi dan berbagai program di NTB, termasuk program Zero Waste, maka Gojek menawarkan sejumlah program dukungan untuk penguatan kapasitas masyarakat.

” Bu Wagub, Kami (Gojek, read) punya program pelatihan untuk perempuan bagi peningkatan skill jualan online, seperti bagaimana mengemas produk, bagaimana memasarkan dan meningkatkan kualitasnya dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi,” ujar Charly.

Selain itu, sejalan dengan program untuk mendukung NTB Zero Waste, kata Charly,  Gojek juga memiliki  konsens untuk terus mengUrangi penggunaan kantong plastik. Ia menjelaskan, di dalam algoritma/aplikasi telah tersedia beragam pilihan untuk costumer. Misalnya bungkus plastik diganti  box.

Juga punya program pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi produktif. Misalnya, di pulau Jawa telah bekerja sama dengan muslimah NU untuk peningkatan keterampilan Muslimah NU di bidang usaha ekonomi produktif, ujarnya.

Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi menyambut baik kehadiran Gojek di NTB. Apalagi gojek, kata Umi Rohmi memiliki konsens besar pada program-program dan upaya untuk pemberdayaan masyarakat, terutama perubahan mindset dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Seperti pengembangan usaha ekonomi produktif dan pemasarannya, secara praktis dan nyaman dengan memanfaatkan teknologi digital.

Program-program itu menurut wagub sejalan dengan program industrialisasi yang sedang giatnya dilakukan Pemda di NTB untuk meningkatkan ekonomi dan nilai tambah produk bagi masyarakat.

Jika selama ini, produk-produk pertanian, perikanan, hasil laut dan produk lainnya dikirim dalam bentuk bahan mentah, maka melalui industrialisasi, kami ingin ada nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, dengan mengirim barang yang sudah diolah, ujarnya.

Menurut Wagub, di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB saat ini banyak meluncurkan program yang berkaitan dengan perubahan mindset.  Misalnya NTB Bersih (zero waste), pelestarian hutan, kesehatan, pengurangan TKI ilegal, perdewasaan usia perkawinan dan Revitalisasi Posyandu.

Semuanya memerlukan kerja keras dalam membangun  mindset masyarakat, terangnya.

“Bicara zero waste sebenarnya lebih banyak urusan kabupaten/kota. Tetapi dengan melihat kondisi sampah saat ini, maka Pemerintah Provinsi juga tidak bisa berpangku tangan. Tetapi harus hadir mendorong dan memfasilitasi masyarakat”, imbuhnya.

Karena itu, di NTB sudah menerbitkan  Perda tentang sampah.

“Perubahan mindset masyarakat seperti zero waste ini kita benar – benar perhatikan bahwa sampah yang ada nantinya dapat menjadi sumberdaya, dan hal ini kita sudah himbau kepada masyarakat agar memilah sampah dari rumah” tuturnya.

Selain itu, sampah yang telah dipilah dapat dikelolah di Bank Sampah. Banyak variasi tukar sampah saat ini, ada yang tukar sampah dengan sembako, tukar sampah dengan kuota internet bahkan tukar sampah dengan biaya kuliah.

“Adanya bank sampah tentu memudahkan juga bagi masyarakat untuk sama-sama mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang kemudian ditukarkan dengan berbagai hal, banyak inovasi yang dibuat bank sampah di NTB,” jelasnya.

Gojek juga mengusulkan kepada Wagub NTB untuk mengadakan pelatihan bersama dengan Muslimah Nahdlatul Wathan (NW) untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran sehingga akan ada pemanfaatan yang dapat dirasakan.

“Kalau kita mengadakan pelatihan kepada jamaah NW bersifat turun temurun dalam artian, pelatihan ini akan terus menjalar hingga ke berbagai unsur yang ada di dalamnya, tentu pelatihan pemanfaatan teknologi dapat digunakan ibu-ibu jamaah apalagi sekarang banyaknya jamaah yang sudah tidak asing dengan smartphone,” jelasnya.

AYA




Pentingnya Digital Marketing Dalam Promosi Pariwisata

Umi Rohmi berharap agar masyarakat, khususnya anak-anak muda desa Bonjeruk agar mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya dengan baik

LOTENG.lombokjournal.com —

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pentingnya informasi dan teknologi serta digital marketing dalam mempromosikan pariwisata.

Hal itu diungkapkan wagub  pada kegiatan pelatihan digital marketing dalam penguatan pengelolaan Desa Wisata bertempat di Kantor Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (26/11) 2019.

Mendampingi Wakil Gubernur, di antaranya Asisten I dan Asisten III Setda NTB serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Kegiatan ini diikuti pula oleh tim maskapai Air Asia Indonesia.

Ummi Rohmi meminta para peserta agar memanfaatkan pelatihan digital marketing tersebut sebaik-baiknya.

“Kalau adik-adik semua, bapak, ibu dari desa Bonjeruk menguasai informasi dan teknologi maka akan sangat gampang memanfaatkannya untuk kemajuan desa wisata ini,” tutur wagub.

Umi Rohmi mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menggali potensi dan membangun desa. Ia juga berpesan agar masyarakat untuk tidak meninggalkan kearifan lokal dan budaya di desanya.

Menurutnya, kearifan lokal justru dapat menjadi daya tarik dan kelebihan tersendiri bagi desa tersebut.

“Kalau destinasinya sudah dikemas dengan baik, seluruh masyarakatnya kompak bersama-sama membangun desa Bonjeruk ini, apa kelebihan kita, kita cari, kita tonjolkan, kearifan lokalnya juga dijaga,” lanjutnya.

Terakhir, Umi Rohmi berharap agar masyarakat, khususnya anak-anak muda desa Bonjeruk agar mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya dengan baik.

“Tidak ada artinya desa kita bagus, tetapi kalau marketingnya tidak bisa memanfaatkan informasi dan teknologi,” tutup Umi Rohmi.

Pada kesempatan yang sama, CEO Air Asia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga menyampaikan berbagai perkembangan pariwisata, terutama dari sisi transportasi dan akses ke daerah wisata.

Ia mengapresiasi seluruh elemen yang telah bahu membahu dalam membangun pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

“Kita patut bersyukur atas apa yang telah kita capai selama ini bersama-sama,” kata Vera.

Mewakili tim Air Asia Indonesia, Vera mengungkapkan rasa senangnya berkesempatan untuk bergabung dengan komunitas Lombok.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang untuk berkontribusi dalam hal akses, konektifitas dan juga perekonomian.

“Pada hari ini juga, saya berkesempatan untuk meninjau, melihat dan juga mencari elemen-elemen pendukung berikutnya untuk pembinaan Bonjeruk, dan ini merupakan inisiatif pertama Air Asia di Indonesia,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB

 




Masyarakat Lombok Utara Diajak Gemar Makan Ikan

Sosialisasi gemar makan ikan dilaksanakan di PAUD-PAUD karena di PAUD terdapat generasi-generasi masa depan bangsa yang sedang menimba ilmu dasar

KLU.lombokjournal.com —  Salah satu tantangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk meningkatkan SDM, tentunya perlu asupan gizi yang tinggi. Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, M.Sc meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan konsumsi ikan yang memiliki protein tinggi.

“Mulai sekarang, kita akan lebih banyak memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi ikan kepada anak-anak dan orang tua yang ada di PAUD,” kata Hj. Niken saat Road Show TP-PKK Provinsi NTB terakhir di Desa Medana Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/11) 2019.

Alasan mengapa sosialisasi gemar makan ikan dilaksanakan di PAUD-PAUD adalah, karena di PAUD terdapat generasi-generasi masa depan bangsa yang sedang menimba ilmu dasar.

“Perhatian PAUD adalah sangat penting, dan kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru PAUD kita, agar mereka lebih baik, lebih cerdas, dan lebih memahami bagaimana mendidik anak PAUD hingga mereka berkembang menjadi anak-anak yang baik,” terang Bunda Niken yang baru saja meraih penghargaan Bunda PAUD terbaik se-Indonesia.

Mengingat Kabupaten Lombok Utara adalah kabupaten yang memiliki jumlah PAUD terbanyak di NTB, dengan jumlah PAUD yang banyak ini, pastilah memerlukan perhatian yang lebih dari segi kualitas.

“Saya meminta kepada PKK Lombok Utara untuk terus ikut berperan dalam meningkatkan kualitas PAUD yang ada di Lombok Utara ini,” tambah Bunda Niken.

Di akhir penyampaiannya, ia berpesan kepada masyarakat agar menjalankan program revitalisasi Posyandu.

“Dalam PKK ada Pokja 4 yang turut mendukung program revitalisasi Posyandu, yaitu menjadikan Posyandu bukah hanya sebagai tempat pemeriksaan ibu hamil dan Balita, melainkan menjadi Posyandu yang dapat melayani keluarga,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten 1 Kabupaten Lombok Utara, Kawit Sasmita SH, Ketua TP-PKK Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar, Kepala Dinas P2KBPMD Lombok Utara, Drs. H Holidi, Camat Tanjung, Syamsul Bahri, Sos, MM.

AYA/HmsNTB