Banyak Ibu Hamil Baru Daftar JKN Sebulan Sebelum Melahirkan

“Kalau semua semua peserta patuh membayar iuran sembilan bulan sebelum kelahiran saja masih ada minus. Tapi setidaknya tidak sebesar minus yang kita rasakan”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Banyak ibu hamil yang baru mendaftar JKN-KIS satu bulan sebelum melakukan persalinan. Bahkan, usai proses persalinan tersebut, banyak dari mereka yang menunggak iuran.

Dalam analisis BPJS Kesehatan di tahun 2018 terhadap peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), menemukan angka ibu hamil yang baru mendaftar sebagai JKN-KIS sebulan sebelum proses persalinan (baik normal atau sesar) mencapai 64,7 persen.

Mereka yang baru mendaftar sembilan bulan sebelum kelahiran hanya 0,7 persen.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf dalam temu media Jumat lalu, mengatakan bahwa mereka yang menunggak iuran sebulan setelah memperoleh manfaat pelayanan persalinan mencapai 43,2 persen.

“Hal ini menunjukkan kecenderungan perilaku adverse selection yang merugikan BPJS Kesehatan,” kata Iqbal dalam temu media di Jakarta, yang dirilis Liputan 6, Senin (21/10) 2019.

Rugi Lebih dari 206 Miliar Rupiah

Asisten Deputi Bidang Riset Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan, Citra Jaya mengungkapkan bahwa seharusnya pendapatan sekitar 286 miliar rupiah dari pengeluaran sekitar 309 miliar rupiah yang dilakukan untuk lebih dari 70 persen proses persalinan secara sesar saja, bisa didapat apabila peserta taat membayar.

Namun dari data tersebut, penerimaan iuran hanya mencapai sekitar 102 miliar dengan piutang sekitar 183 miliar. Di sini, BPJS Kesehatan mengalami rugi hingga sekitar lebih dari 206 miliar rupiah.

“Kalau semua semua peserta patuh membayar iuran sembilan bulan sebelum kelahiran saja masih ada minus. Tapi setidaknya tidak sebesar minus yang kita rasakan,” kata Citra Jaya.

Sosialisasi Masih Kurang

Meiwita P. Budiharsana, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, temuan tersebut salah satunya dikarenakan kurang informasi dan edukasi pada masyarakat, terkait pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat.

Selain itu, pemberlakuan JKN-KIS yang masih terbilang baru juga berpengaruh pada sosialisasi pada masyarakat.

“Di banyak daerah masih overlapping dengan Jamkesmas, Jampersal yang sifatnya sekali saja,” kata Meiwita. Selain itu, sosialisasi yang dinilai terburu-buru juga membuat kurangnya informasi pada masyarakat di beberapa daerah.

“Banyak perempuan yang tidak tahu ini bukan hanya diberikan hak tapi juga ada kewajiban yang menempel di situ. Kewajibannya ya bayar premi, supaya mereka tidak mengira hanya suami yang membayarkan. Padahal suami belum tentu mendaftarkan untuk semua keluarganya.”

Karena itu, Meiwita berharap agar BPJS Kesehatan juga mensosialiasikan kepada masyarakat untuk melakukan cek apakah seluruh keluarga tercakup dalam BPJS Kesehatan. Hal ini karena seringkali perusahaan hanya membayar pekerjanya saja, bukan semua keluarganya.

Rr (sumber; Liputan 6)




Kebakaran Di Gunung Rinjani, Jalur Pendakian Ditutup

Proses pemadam terkendala minimnya alat pemadam yang bisa dibawa ke atas gunung

Dwi pangestu

MATARAM.lombkjournal.com — Seluruh jalur pendakian  ke Gunung Rinjani ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini dilakukan akibat kebakaran hebat di  kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sejak Sabtu (19/10) lalu.

Penutupan dilakukan guna memaksimalkan penanganan kebakaran, dan memastikan jalur pendakian aman dari kebakaran serta menjaga keselamatan para pendaki.

Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasonal Gunung Rinjani (TNGR), Dwi pangestu, (21/10) 2019 mengatakan, titik api bermula dari jalur pendakian Senaru, hingga saat ini meluas ke  jalur pendakian Sembalun.

“Akibat kebakaran tersebut luas wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 3.066 hektar,” ujar Dw.i

Pihak TNGR mengaku, hingga saat ini penyebab kebakaran di kawasan Gunung Rinjani belum diketahui Namun kuat dugaan, kebakaran dipicu akibat cuaca ekstrim yang mengakibatkan rumput kering di sekitar hutan mudah terbakar.

Petugas pemadam kebakaran yang tersebar di sejumlah titik jalur pendakian yng berjumlah hampir 100 orang terdiri dari Tim TNGR, porter, Polda dan Polres KLU, terus berupaya memadamkan api.

Namun proses pemadam terkendala minimnya alat pemadam yang bisa dibawa ke atas gunung.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani memastikan, semua pendaki dipastikan dalam keadaan selamat. Di jalur Senaru pendaki sudah turun sebanyak 75 orang,

Jalur Sembalun 29 orang, asing 25 orang, lokal 4 orang, Info dari Kepala Resort Camp area Sembalun aman, karena cukup luas dan tidak ada bahan bakarnya,

Untuk jalur selatan masih aman.  Jalur Akiberik ada 22 orang pendaki (lokal semua),sedangkan  jalur Timbanuh ada 10 orang, Asing 3 orang, Lokal 7 orang.

AYA




Warga Di Sekitar TPA Kebon Kongok Mulai Terserang Infeksi Pernafasan

Sampai saat ini belum ada laporan tentang masyarakat yang terbilang parah akIbat dari kebakaran tersebut

MATARAM.lombokjournal.com —  Nyala  api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok Lombok Barat masih sulit dipadamkan. Mesli semua pihak, baik itu dari BPBD Provinsi/Lombok Barat, Dinas Lingkungan Hidup (LHK), Dinas Sosial NTB serta dari pemadam kebakaran kota/kabupaten  sudah diturunkan.

Kebakaran yang sulit dipadamkan tersebut membuat warga di sekitar TPA Kebon Kongok mulai terserang infeksi pernapasan ( ISPA).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala dinas Kesehatan Provinsi dr.Nurhandini Eka Dewi, Senin (21/09) 2019.

Eka menyampaikan,  Dinas Kesehatan sudah menyalurkan 4.260 masker sejak kebakaran dimulai.

Hingga saat ini, laporan yang diterima dari tim yang ada di Kebon Kongok, sebanyak 20 orang Warga dari 4 dusun yang terkena ISPA ringan.

“Sudah ada 20 orang yang terkena ISPA ringan, dilihat dari gejalanya hanya batuk dan sesak ringan dan secara langsung diberikan penanganan dengan mrmberikan obat,” katanya.

Menurut Eka, sampai saat ini belum ada laporan tentang masyarakat yang terbilang parah akIbat dari kebakaran tersebut.

Dinas Kesehatan sendiri menurunkan dua tim, yakni tim yang ada di lokasi kebakaran, serta tim lainnya turun langsung ke masyarakat untuk memeriksa serta membagikan masker.

“Ada sekitar 17.414. Jiwa yang beresiko terkena ispa akibat asap api yang belum bisa dipadamkan, hingga saat ini sudah ada 107 pekerja yang terdiri dari tim TPA dan petugas pemadam yang ditugaskan guna memadamkan Api disana” kata Eka.

AYA




Diinstruksikan Pemadaman Api TPA Kebon Kongok  Api Dalam 15 Hari

Gubernur yakin masalah kebakaran ini segera bisa diatasi, terutama Pemda Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang terus berkordinasi bersama

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah bergegas meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (20/19/2019).

Ia ingin memastikan proses penanganan kebakaran TPA berjalan lancar tanpa kendala.

Gubernur mendapat laporan,  luas area tumpukan sampah TPA Regional Kebon Kongok sekitar 5 hektare dan lahan yang terbakar sekarang sudah mencapai 4 hektare.

Terbakarnya lahan TPA ini menyebabkan pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Lobar terganggu.

Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya agar kebakaran tidak meluas sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar TPA.

Pemerintah Provinsi melalui BPBD dan Dinas LHK NTB melaksanakan segala cara untuk memadamkan api, mulai dari mengerahkan mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air dan dum truck pengangkut tanah.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bertahap per blok dari 17 blok yang ada, dengan sistem siram -timbun tanah atau landfilling. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai oksigen dan persiapan blok untuk menerima sampah dari Kota Mataram dan Lombok Barat yang mulai menumpuk.

Untuk menangani satu blok yang luasnya sekitar 3000 m2, dalam dua hari, atau sekitar 2×10 jam, diperlukan satu unit  bulldozer besar. Alat ini diperlukan untuk meratakan sampah yang ada agar mudah dipadamkan.

BPBD mengerahkan empat unit excavator, satu unit untuk mengurai sampah dan tiga unit mengisi dump truck dengan tanah. BPBD juga mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran, empat truck tangki air, dan 10 dump truck.

Dengan sistem ini,  kebakaran lahan ini tidak meluas dan perlahan mulai mengecil. Pantauan langsung di lapangan juga menunjukkan kepulan asap sudah semakin menurun seiring kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait.

Gubernur Zul memberikan instruksi agar penanganan kebakaran ini bisa dipercepat yaitu cukup 15 hari  saja dengan penambahan alat-alat berat dan tenaga di lapangan.

“Terima kasih kepada teman-taman yang begadang siang malam memadamkan api yang terus menyala,” ungkap Bang Zul.

Ia yakin masalah ini akan segera bisa diatasi, terutama Pemda Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang terus berkordinasi bersama untuk tugas yang tidak sederhana ini.

AYA/HmsNTB

 




TNI Polri Di NTB Gelar Apel Gabungan Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres

Danrem memerintahkan para Dandim jajaran untuk menggelar apel gabungan dan patroli sampai ke desa-desa, mencegah indikasi-indikasi orang yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan tindakan preventif dengan smart power dan humanis serta tidak menggunakan kekerasan

MATARAM.lombokjournl.com —  Para personel TNI Polri di Provinsi NTB menggelar apel gabungan dalam rangka mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Ir. Joko Widodo dan Prof. Dr (HC). KH.Ma’ruf Amin hari ini, Minggu (20/10) 2019.

Apel gabungan yang dilaksanakan di lapangan Sangkareang Kota Mataram diambil Waka Polda NTB Brigjen Pol Drs. Tajuddin, MH., bersama Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan dihadiri para pejabat Korem dan jajaran se Garnizun Mataram dan jajaran Polda NTB.

Danrem 162/WB memberikan apresiasi atas sinergitas dan soliditas TNI Polri di wilayah NTB yang hingga saat ini berjalan kompak penuh kebersamaan.

Menurutnya, situasi NTB hingga saat ini masih aman, damai dan terkendali, semua itu tercipta karena sinergitas TNI Polri, Pemda dan didukung seluruh komponen masyarakat yang berjalan seirama dan kompak

“In syaa Allah NTB akan tetap aman dan kondusif, dan itu sudah kita buktikan pada saat Pemilu maupun Pilpres yang berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Pria kelahiran Jakarta tersebut, dalam hal ini harus maksimal dalam melaksanakan tugas pengamanan karena tugas adalah kehormatan sebagai bayangkari negara.

Mengakhiri sambutannya, Danrem memerintahkan para Dandim jajaran untuk menggelar apel gabungan dan patroli sampai ke desa-desa, mencegah indikasi-indikasi orang yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan tindakan preventif dengan smart power dan humanis serta tidak menggunakan kekerasan.

“Gunakan prosedur yang ada baik di TNI dan Polri, hindari penggunaan kekerasan,” tutupnya.

Sebelumnya, Waka Polda NTB menyampaikan Apel siaga ini dilakukan dalam rangka pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Berbagai kegiatan pengamanan yang sudah kita laksanakan mulai dari awal hingga hari ini sebagai puncak pengamanan Pilpres.

Dalam pelaksanaannya, menurut Waka Polda, Polri diback up TNI dibeberapa media sudah siap mengamankan acara pelantikan, tetap waspanda dan antisipasi jika ada gerakan baik dari masyarakat yang inigin menyampaikan pendapat maupun hal-hal yang tidak terduga.

“Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, sebagai pengayom dan pelayanan masyarakat, tidak boleh semena-mena, tidak boleh melakukan tindakan diluar prosesdur yang ada, tetap profesional dan proporsional dan jangan mau dipecah belah,” pesan Waka Polda.

Apabila ada informasi untuk unjuk rasa, lakukan pendekatan agar mereka tidak melakukan aksi yang dapat menciderai yang mengakibatkan situasi tidak kondusif karena siapapun boleh menyampaikan pendapat sesuai dengan ketentuan hukum.

“TNI dan Polri siap mengamankan sesuia dengan prosedur, bertindak humanis namun tegas secara hukum,” pungkasnya.

Usai melaksanakan apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan pengucapan ikrar “TNI Polri Siap Mengamankan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, NKRI Harga Mati”,  pembagian kelompok untuk melaksanakan patroli gabungan, melaksanakan senam dan lari pagi seputaran Kota Mataram.

AYA

 




Raih Medali Emas Nasional, Gubernur Zul Beri Penghargaan

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Rusman menyambut dua siswa NTB, yang baru saja meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional, Minggu (20/10) 2019.

Kedua siswa yang disambut Gubernur di VIP Bandara Internasional Lombok itu adalah Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid).

Dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini mempersembahkan Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South East Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta.

Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Atas prestasi tersebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memberikan penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.

Penghargaan berupa uang tunai itu diberikan Gubernur sebagai bentuk dukungan dan terima kasih kepada anak-anak NTB yang telah berprestasi.

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan.

Bahkan dapat terus ditingkatkan dan ditularkan kepada anak anak NTB yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya ketika menyambut dua siswa berprestasi tersebut.

“Ini membuktikan bahwa NTB tidak boleh dianggap enteng. Harapan kami anak-anak ini bisa menebarkan virus kebaikan kepada yang lain,” ungkapnya.

Mantan Kepala BPSDM NTB itu mengaku optimis, masih banyak anak NTB yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Apalagi didukung oleh kemampuan dan kreativitas guru yang mumpuni.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk selalu memberikan penghargaan kepada anak anak NTB yang berprestasi.

Siswa berprestasi, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan penghargaan kepada mereka. Ia pun mengaku bahagia dan bangga dapat mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

Ia berharap, anak-anak NTB yang lain dapat mengikuti jejak mereka untuk selalu melakukan penelitian dan mengembangkan hal hal baru. Sebab bagi gadis yang bercita-cita sebagai Dokter itu, meneliti merupakan hal yang menantang dan seru untuk dilakukan.

“Kami terus berinovasi apa yang bisa kami lakukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Farid Andika. Ia tidak menyangka penelitiannya bisa mengantarkan mereka bisa meraih peringkat tertinggi di lomba tersebut.

Ia juga menyampaikan tips bagaimana meneliti dan menghasilkan juara.

“Yang pertama sih gigih, jangan mudah menyerah. Kita saja baru dapat medali emas ini setelah berusaha hampir tiga tahun. Pokoknya, usaha, gigih dan do’a,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB

 




Koko Olimpiade 2019,  Diapresiasi Karena Ada Kegiatan Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak

Hj. Niken mengapresiasi peran Nestle yang berkampanye mengajak anak terbiasa untuk sarapan dengan gizi seimbang dan bernutrisi sebelum aktivitas di sekolah

Hj Niken (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com —  Hj. Niken sangat mengapresiasi agenda Koko Olimpiade 2019. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu, lomba menggambar dan mewarnai yang melibatkan anak-anak usia  6 – 12 tahun.

Menurutnya kegiatan seperti ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc  menyampaikan apresiasinya itu saat membuka kegiatan Koko Olimpiade 2019 yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Minggu (20/10) 2019.

“Acara kali ini mungkin kelihatan biasa, tapi itu adalah sebuah proses yang penting yang harus dilakukan, karena itu semua bagian dari tumbuh dan kembang anak, untuk menjadi anak yang hebat di masa yang akan datang,” kata Hj. Niken.

Terselenggaranya giatan ini katanya untuk memupuk bakat dan kreativitas anak.

Dalam kesempatan itu, Hj. Niken mengapresiasi peran Nestle yang berkampanye mengajak anak terbiasa untuk sarapan dengan gizi seimbang dan bernutrisi sebelum aktivitas di sekolah.

“Jangan  lupa sarapan di pagi hari sebelum keluar rumah, karena sarapan amat penting dan dibutuhkan oleh kesehatan tubuh kita,” tutur Hj.Niken.

Pada kesempatannya juga, ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para orang tua yang telah meluangkan waktu mengantar dan menemani anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ini. Sehingga moment ini, nantinya akan tersimpan di dalam ingatan anak.

“Hal terpenting dari moment ini, bukan tentang menang atau kalah, melainkan proses anak-anak dalam menuangkan pemikiran serta ide-idenya ke dalam sebuah gambar sehingga kelak mereka akan tumbuh lebih percaya diri lagi,” katanya.

AYA

 

 

 




”Serpihan Surga” Tersembunyi Di Narmada

Baiq Yeni (kanan)

“Kami ingin wisatawan tahu, kami tak hanya punya Taman Narmada. Tapi kami juga punya banyak destinasi wisata yang lain. Ada serpihan Surga di Narmada. Kekayaan Alam yang luar biasa banyaknya”

LOBAR.lombokjournal.com — Desa Wisata Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat beberapa waktu lalu menjadi juara terbaik Nasional pada ajang Lomba Desa tahun 2019. Sekaligus meraih penghargaan dari Indonesia Sustainable Tourism Award 2019 di bidang lingkungan.

Juga Desa Buwun Sejati yang masuk ke dalam salah satu kawasan Sustainable Tourism Observation (STO) oleh PBB, menyimpan banyak potensi.

Ternyata ada “serpihan surga” yang tersembunyi di Kecamatan Narmada.

Selain taman narmada dengan air awet muda dan keagungan historisnya yang panjang, juga hampir semua desanya dikaruniai keindahan alam dan kekayaan produk yang menjanjikan kebahagiaan.  Baik bagi warganya dan decak kagum bagi para tamu yang mengunjunginya.

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB mengundang Kecamatan Narmada untuk tampil dalam ajang Inspiratif Expo di arena car free day di Jalan Udayana Mataram Minggu, (20/10) 2019.

Menangkap bola dengan baik, Kecamatan Narmada menampilkan 11 Desa wisata terbaiknya. Ke 11 Desa tersebut di antaranya Desa Suranadi, Desa Peresak, Desa Sembung, Desa Selat, Desa Sesaot, Desa Dasan Tereng, Desa Buwun Sejati, Desa Mekarsari, Desa Lb. Sempaga, dan Desa Golong.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, infomatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai prestasi yang diraih Kecamatan Narmada.

Ia menegaskan pengembangan 99 Desa wisata di seluruh pelosok NTB saat ini menjadi salah satu fokus yang digiatkan pemerintah daerah, dari 60 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bang Zul- Umi Rohmi, untuk mewujudkan visi NTB Gemilang.

“Narmada merupakan salah satu sentra wisata di NTB. Selain pesona alam dan air awet mudanya,  ada berbagai produk yang dihasilkan dari tempat wisata. Seperti UMKM, kuliner dan obat-obatan, produk kerajinan hingga seni budaya. Semua ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semoga ini dapat dijadikan contoh oleh desa-desa yang lain, sehingga dapat mewujudkan NTB Gemilang,” tutur Gde Putu Aryadi, saat memberikan sambutan pembuka.

Baiq Yeni S. Ekawati selaku Camat Narmada mengawal langsung ke-11 Desa Wisata tersebut. Ia berharap, dengan tampilnya ke-11 Desa Wisata di Kecamatan Narmada ini dapat menambah daftar destinasi wisata bagi wisatawan saat berkunjung ke Lombok Barat.

“Kami ingin wisatawan tahu, kami tak hanya punya Taman Narmada. Tapi kami juga punya banyak destinasi wisata yang lain. Ada serpihan Surga di Narmada. Kekayaan Alam yang luar biasa banyaknya,” jelas Baiq Yeni.

Salah satu di antaranya adalah  Desa Golong, dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Golong, H. M. Zainuddin, SE, mempromosikan beraneka keunggulan dari desanya. Di anataranya, delapan (8) lapangan golf bertaraf internasional, camping ground, kolam renang, serta beraneka hotel dan resort yang telah tersedia.

Tak hanya destinasi wisata, Desa Golong juga memproduksi poteng makanan tradisional khas Sasak, serta ulekan (cobek) batu yang sudah mulai jarang ditemukan di pasaran.

Tak hanya Desa Golong, Desa Buwun Sejati juga tak mau kalah mempromosikan keunggulan Desanya. Bambang Kurdi Sartono, selaku kepala Desa tersebut menyebutkan Desa Buwun Sejati yang masuk ke dalam salah satu kawasan Sustainable Tourism Observation (STO) oleh PBB tersebut menyimpan banyak potensi.

Di kelima dusunnya, masing-masing memiliki potensi wisata yang menarik, mulai dari kesenian, budaya, kerajinan tangan, keindahan alam, dan toleransi antarumat beragama.

“Banyak artis yang sudah mengunjungi Desa kami. Desa kami ini terkenal bahkan hingga ke Mancanegara,” seru Bambang.

Tak hanya mempromosikan potensi yang ada di ke-11 Desanya. Inspiratif Expo kali ini kembali dirangkaikan dengan kampanye Zero Waste. Dimana, setiap warga dihimbau untuk memunguti sampah lalu memilahnya sesuai kategori organic dan organic.

Bahkan Camat  sendiri turun langsung memberikan contoh kepada warga bagaimana cara memilah sampah yang baik. Kemudian Pengumpul sampah terbanyak lalu diberikan hadiah berupa aneka produk dari desa wisata yang tampil. Termasuk berbagai produk anyaman dan bunga indah berbahan baku sampah plastik.

Beraneka seni budaya khas Kecamatan Narmada juga ditampilkan. Seperti Tarian Rejang Sari yang mencerminkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tarian Pendet diiringi Penabuh Nirataya Gita Putri, Desa Suranadi.

Kemudian Tari Rudat dari Desa Kramajaya Kec.Narmada Pimpinan H.Marwan. Serta Kembang Sembah oleh Liana dan Vony sanggar Dende Rinjani.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Ingatkan Dampak Negatif Sains Dan Teknologi, Bila Tanpa Landasan Agama

“Ceramah dakwah konvensional tidak cukup, IKADI harus kreatif untuk menginovasi metode dakwah sehingga dapat menjangkau anak-anak muda di NTB”

MATARAM.lombokjounal.com —  Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menekankan kepada seluruh jemaah Masjid Hubbul Wathan Islamic Center untuk siap menghadapi tantangan masa depan.

Kemajuan sains dan teknologi dapat memberikan dampak negatif apabila tidak dilandasi dengan ilmu agama yang kuat.

Gubernur Zul sangat mengapresiasi kegiatan Tabligh Akbar Al-Quran Sumber Kekuatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI) NTB, sebagai sarana berbagi ilmu agama dengan sesama.

Acara ini dilaksanakan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram.

“Dengan berkumpul bersama kita bisa mendapatkan ilmu langsung dari para dai kita sehingga kita dapat meningkatkan keimanan kita kepada Yang Maha Kuasa, Islam menjadi penyejuk di kehidupan kita, insyaallah juga mampu hadirkan kesejukan di Nusa Tenggara Barat,” ungkap Bang Zul pada acara Tabligh Akbar Al-Quran, Sabtu (19/10) 2019.

Gubernur Zul menganalogikan kehidupan kita di bumi apabila tanpa ada petunjuk, bagaikan sebuah kapal di tengah lautan yang diterjang badai dan tak tahu arah untuk menyelamatkan diri.

Karena tidak memiliki petunjuk. Maka dari itu, ia berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini akan banyak terselenggara di masa datang.

“Semoga ke depan ramainya ceramah tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak saja, anak-anak muda sebagai penerus bangsa juga sangat diharapkan kehadirannya. Ceramah dakwah konvensional tidak cukup, IKADI harus kreatif untuk menginovasi metode dakwah sehingga dapat menjangkau anak-anak muda di NTB,” harapnya.

AYA/HmsNTB




Pelajar NTB Asal Sumbawa Raih Juara 1 Nasional Bidang Matematika Sains dan Teknologi

Mereka pernah mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta

MATARAM.lombokjournal.com  —  Dua pelajar  NTB yang berasal dari SMA 1 Sumbawa, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid), meraih Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Pencapaian dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini dimulai dari pengajuan proposal penelitian di bulan April 2019. Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Hal itu dituturkan oleh pendamping mereka, Erna Dewi, S.Pd, Sabtu (19/10) 2019.

Pada awal seleksi, tak kurang 6 ribu proposal masuk bersama proposal Nissa dan Farid. Setelah diseleksi, proposal dari siswa SMA 1 Sumbawa ini masuk di antara 4 ribu proposal yang dapat dilanjutkan ke tahap riset. Keduanya pun mulai melakukan riset.

Setelah riset selesai, peneliti mengirimkan laporan hasil penelitian dan log book atau catatan proses penelitian.

“Dari 1200 laporan yang diterima penyelenggara, siswa kami terpilih sebagai salah satu dari 106 finalis nasional, atau salah satu dari 49 finalis di bidang Matematika Sains dan Teknologi,” tutur Dewi.

Setiap finalis harus membuat video profil yang diunggah ke Youtube. Kemudian, melakukan pameran.

Pada tahap akhir, finalis melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Mereka adalah para pakar dari berbagai lembaga dan kampus ternama.

Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, seluruh proses itu akhirnya terbayar. Nissa dan Farid akhirnya terpilih menjadi juara 1 dan meraih medali emas di ajang tersebut.

Kepala SMA 1 Sumbawa, Masuji Mando mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Apalagi, prestasi ini diraih setelah bersaing dengan para pelajar se-Indonesia.

“Takdir Allah. Ini diraih berkat kerja keras dari siswa, bapak ibu guru, dan orang tua. Mereka berusaha dengan keras, melakukan simulasi dan lain sebagainya.. Saya hanya memfasilitasi mereka berangkat dan pembinaan,” ujar Masuji.

Masuji juga mengapresiasi dukungan Gubernur NTB dalam upaya membangun prestasi anak didiknya.

Menurutnya, kebijakan dana BOS, bersama Peraturan Gubernur yang memperbolehkan mereka memungut BPP dari orang tua siswa, sangat membantu mengembangkan bakat dan potensi anak didik.

“Perolehan hasil ini tidak terlepas dari proses intra dan ekstrakurikuler sekolah, yang dikhususkan pada pembinaan KIR siswa,” tegasnya.

Prestasi ini juga bukan kali pertama diraih oleh Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB. Tahun lalu, Syarifah bersama tiga rekannya, Nadia Safira, Lauhul Afiat Kahfi dari SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dan Andrian dari SMK Negeri 3 Sumbawa Besar juga membuat NTB bangga.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta. Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima Syarifah dan rekan-rekannya, di Pendopo Gubernur, Minggu (14/10) 2018, mengungkapkan harapannya agar prestasi semacam ini bisa dijadikan inspirasi bagi para pemuda dan pendidik di NTB.

Diharapkan, seluruh sekolah di NTB ini dapat berpacu, meningkatkan prestasi. Sehingga siswa NTB yang memiliki kemampuan dan prestasi hebat dapat diikutkan di berbagai lomba di tingkat dunia.

“Kepala sekolah harus mampu menemukan bibit-bibit berprestasi di NTB,” ujar Gubernur di hadapan kepala sekolah dan pembina siswa tersebut.

AYA/HmsNTB