Wagub Minta Duta Forum Pelajar Indonesia Beri Yang  Terbaik untuk NTB

Forum ini bertujuan membuka ruang belajar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam upaya menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap para pelajar yang lolos seleksi dan akan menjadi duta NTB dalam Forum Pelajar Indonesia mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

“Pahami budaya dan masyarakat NTB, dan berikan yang terbaik untuk NTB,” ungkap Wagub.

Hal itu dikatakan Wagub Hj Sitti Rohmi saat menerima audiensi pelajar yang lolos seleksi Forum Pelajar Indonesia, yang diselenggarakan oleh Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) di ruang kerjanya, Senin, (28/10) 2019.

Baginya, kolaborasi pelajar se-Indonesia ini dapat memberi pengaruh terhadap pelajar-pelajar lainnya, sebab anak-anak muda adalah generasi penerus yang nantinya mau tidak mau akan mengemban tugas memajukan bangsa.

Sebagai informasi, Forum Pelajar Indonesia adalah forum tahunan yang melibatkan sebanyak 250 pelajar tingkat SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia.

Forum ini bertujuan membuka ruang belajar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam upaya menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia.

Adapun outcome-nya adalah para pelajar memahami hak dan kewajiban sebagai pelajar sehingga menjadi agen perubahan. Selain itu dapat menjadi duta promosi kebijakan dalam berbagai bentuk kegiatan positif di daerah masing-masisng.

Kegiatan dari forum ini akan diselenggarakan pada tanggal 6-10 November 2019 di Jakarta.

AYA/HmsNTB




Hari Sumpah Pemuda ke 91, Harapan Munculnya Tokoh Pemuda Yang Mendunia

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas para pemuda saat ini yaitu harus tangguh membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, kemudian menyongsong masa depan dunia yang lebih baik”

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB menggelar upacara Hari Sumpah Pemuda di ke-91 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (28/10) 2019. Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Wakil Gubernur NTB membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali sesuai dengan tema Sumpah Pemuda tahun ini, yaitu “Bersatu Kita Maju”.

“Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 oktober 1928 dalam sumpah pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa,” jelasnya.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memiliki dampak positif dan negatif, menjadi sebuah tentangan bagi para pemuda saat ini.

Pemuda bisa membendung dampak negatif tersebut dengan memfilter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

“Canggihnya ilmu pengetahuan serta mudahnya akses ke sosial media 8menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya dan lintas agama dan interaksi mereka di sosial media, berjalan real time 24 jam. Di sinilah peran para pemuda untuk bersaing dalam segi apapun tentunya dalam hal positif,” kata Menpora.

Menpora juga berharap, ke depan akan banyak muncul tokoh pemuda yang mendunia, yang mampu memberikan warna untuk mengubah dunia, dengan tekad dan semangat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimiliki.

Walaupun tantangan pemuda terdahulu dengan pemuda masa kini sangat berbeda. Namun, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas para pemuda saat ini yaitu harus tangguh membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, kemudian menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Bersama BPJS Kesehatan, Gotong Royong Mengayomi Kesehatan Seluruh Masyarakat

“Saya merasa bangga bisa berkontribusi dalam program – program pemerintah tersebut. Sama – sama bertujuan menjadikan Indonesia yang lebih sehat”

lombokjournal.com —

SELONG   :    Dewi Maracandra Kirana (53), Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah 2 tahun terakhir ini ditunjuk sebagai instruktur senam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Labuhan Haji.

Selain menjadi instruktur senam ia pun kerap kali memberikan penyuluhan di tiga Puskesmas yang berbeda setiap minggunya.

Tentang senam itu Dewi mengatakan, bentuk senamnya yaitu senam bugar lansia, termasuk senam untuk penderita hipertensi, diabetes, osteoporosis, dan sebagainya.

“Setelah senam, peserta akan diberikan edukasi tentang berbagai macam penyakit kronis. Saya mengisi kegiatan tersebut pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, tergantung dari jadwal yang diberikan oleh puskesmasnya,” ujar Dewi yang ditemui oleh tim Jamkesnews Minggu (14/04) pagi bersama salah satu teman instrukturnya, Atik (35).

Wanita yang bekerja di kantor BKKBN Lombok Timur ini juga mengungkapkan, program yang diusung oleh pemerintah tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat khususnya bagi lansia yang memiliki riwayat atau resiko penyakit hipertensi, diabetes, asam urat, maupun hiperkolesterol.

Selain aktif sebagai instruktur senam prolanis, wanita yang selalu tampak bugar ini juga menjadi salah satu pengurus Klub Jantung Sehat yang merupakan program dari Yayasan Jantung Indonesia.

Lembaga tersebut adalah lembaga yang fokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selain Prolanis ada namanya program senam jantung sehat. Kedua program tersebut saling bersinergi untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat. Prolanis merupakan program BPJS Kesehatan, sedangkan senam jantung sehat merupakan program Yayasan Jantung Indonesia.

“Saya merasa bangga bisa berkontribusi dalam program – program pemerintah tersebut. Sama – sama bertujuan menjadikan Indonesia yang lebih sehat,” ungkap Dewi.

Sebagai PNS, ia terbilang jarang menggunakan kartu JKN – KIS miliknya. Suaminya yang merupakan pekerja swasta pun juga hampir tidak pernah menggunakannya. Namun walaupun begitu ia merasa berkewajiban untuk selalu rutin membayar iuran bulanan.

“JKN – KIS itu wajib dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, dan sebagai warga negara yang baik, ya harus patuh sama aturan yang dibuat pemerintah,” kata Dewi.

Ia mengaku, ekeluarga memang jarang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Walaupun gajinya dan gaji suamiya tetap dipotong untuk iuran per bulannya, Dewi tetap tidak keberatan.  Sebab iuran yang dikeluarkan bisa membantu peserta – peserta JKN – KIS yang lain yang membutuhkan.

“ Saling membantu dengan sistem gotong royong. Benar-benar program yang luar biasa besar manfaatnya,” kata Dewi.

ay/hf/Jamkesnews

 

 




Belasan Tahun Supardi Dampingi Putrinya Melawan Epilepsi, Untung Ada JKN – KIS  

Sebagian besar jenis epilepsi pada anak membutuhkan pengobatan sampai bertahun–tahun.  Sementara itu, penderitanya harus terus menerus minum Obat Anti Epilepsi (OAE) yang telah diresepkan oleh dokter

lombokjournal.com —

SELONG   ;   Ayan atau epilepsi merupakan penyakit saraf kronis yang cukup banyak diderita anak – anak. Penderita epilepsi membutuhkan waktu lama untuk sembuh dari penyakit ini, dan dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak.

Ini dialami oleh Baiq Indramayanti (22), warga Desa Padamara Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Di antara hiruk pikuknya pasien yang mengantri di Poli Saraf RSUD dr. R Soedjono, ia tampak menarik perhatian orang–orang sekitar karena terduduk di atas kursi roda yang diikat kain berwarna merah di bagian depannya.

“Kain merah ini sebagai pengaman. Sengaja saya ikatkan di sini, takut nantinya ia jatuh tersungkur ketika kejang-kejangnya kambuh,” ungkap Lalu Supardi (45), yang ditemui oleh tim Jamkesnews, yang tengah mendampingi anaknya untuk kontrol berobat, Sabtu (20/04) pagi.

Ternyata, Baiq Indramayanti gadis belia yang akrab disapa Maya itu adalah penderita epilepsi.

Orang tua tunggal Maya, Lalu Supardi menceritakan, penyakit ini sudah dialami anaknya sejak ia masih  berusia 3 tahun. Hal itu pun berdampak pada pertumbuhan anaknya secara fisik maupun mental.

Walaupun umurnya sekarang sudah beranjak dewasa, namun tingkah laku Maya tampak seperti anak kecil. Tidak bisa berbicara dan hanya dapat duduk di atas kursi roda. Supardi pun bersedia menceritakan kisah anak semata wayangnya tersebut.

Menurut penuturan Supardi, awalnya penyakit anaknya itu hanyalah kejang demam biasa. Karena beberapa hari setelah minum obat di Puskesmas ia dinyatakan sembuh oleh dokter.

“Namun hal itu berlanjut ketika ia sudah sekolah dan duduk di kelas 1 SD, ia jadi sering kejang – kejang dan pingsan tanpa sebab. Kemudian dirujuk ke rumah sakit, dan akhirnya dari situlah saya tahu kalau Maya sakit epilepsi,” cerita Supardi.

Sebagian besar jenis epilepsi pada anak membutuhkan pengobatan sampai bertahun–tahun.  Sementara itu, penderitanya harus terus menerus minum Obat Anti Epilepsi (OAE) yang telah diresepkan oleh dokter.

Tidak hanya satu jenis obat, namun bisa bermacam–macam tergantung keparahan penyakitnya. Karena hal itulah, Supardi akhirnya memutuskan untuk langsung mendaftarkan keluarganya menjadi peserta JKN – KIS tahun 2015 lalu.

“Saya tidak menyangka, hanya dengan uang 25.500 rupiah per bulannya, Maya bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal sampai saat ini. Alhamdulillah sejak rutin minum obat, gejalanya sudah jarang kambuh. Saya sangat bersyukur sekali karena sekarang kehidupannya sudah jauh lebih baik. Walaupun saya hanya kerja jadi buruh serabutan, saya sanggup untuk bayar iuran rutin perbulannya, agar anak saya tetap terus mendapatkan perawatan yang bagus,” tutur Supardi.

Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBU) ini pun mengungkapkan rasa syukurnya karena selama menerima perawatan, anaknya dilayani dengan baik oleh petugas–petugas kesehatan di puskesmas maupun di rumah sakit.

Supardi pun berharap dengan adanya JKN – KIS ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap warga baik yang sehat maupun yang sakit.

ay/hf/Jamkesnews

Narasumber : Baiq Indramayanti dan Lalu Supardi

 




Royyan Yang Didiagnosa ADHD, Kini Bisa Tersenyum Kembali Berkat JKN–KIS

“Terima kasih JKN-KIS, sekarang Royyan bisa kembali tersenyum dan bermain dengan bebas tanpa dibatasi oleh kondisinya

lombokjournal.com —

SELONG  ;  Ini pengalaman yang dituturkan Rita Purnawati (30), peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN asal Aikmel, Lombok Timur. Rita adalah seorang ibu yang harus berjuang sendiri membesarkan seorang anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).

Ia mengungkapkan, dengan menjadi peserta Program JKN–KIS, anaknya akhirnya bisa menjalani perawatan di rumah sakit tanpa harus dipusingkan dengan masalah biaya yang besar.

Jadi program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat  (JKN–KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan terbukti memberikan perlindungan dan meringankan beban finansial bagi masyarakat yang sakit. Khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.

Rita menuturkan, anaknya didiagnosa ADHD sejak ia berumur 3 tahun. Tingkah lakunya memang tidak seperti anak seusianya. Sangat hiperaktif dan susah dikontrol.

“Badannya seperti dikendalikan oleh mesin dan tidak punya rasa lelah. Ia juga masih belum bisa mengucapkan kata dengan benar, padahal seumurannya itu paling tidak harusnya sudah bisa menyusun satu atau dua kata,” ceritanya kala diwawancarai oleh tim Jamkesnews, Selasa (30/04) 2019.

Rita mengungkapkan, gangguan yang dialami oleh anaknya, M. Royyan Adrian Pratama (10) sekarang sudah mulai berkurang semenjak menerima berbagai macam perawatan dan terapi di RSUD Provinsi Mataram.

“Sebelumnya Royyan dapat rujukan dari RSUD Selong untuk dilakukan pemeriksaan CT Scan di RSUD Provinsi Mataram untuk mengetahui perkembangan kondisinya. Setelah diperiksa oleh dokter spesialis, akhirnya dilakukan terapi khusus untuk anak-anak penderita ADHD. Setiap 2 kali seminggu, Royyan rutin ikut terapi bermain dan fisioterapi untuk melatih mental, perilaku, dan cara berkomunikasinya,” tutur Rita.

Pasca mengikuti terapi selama kurang lebih setahun lamanya, kondisi Royyan sudah jauh lebih baik. Perilakunya sudah lebih terkendali dan dapat dikontrol. Ia pun sudah mulai mahir berhitung dan membaca buku, walaupun untuk berkomunikasi dengan orang lain secara langsung, ia harus dibantu oleh ibu atau bibinya.

“Alhamdulilllah, saya bersyukur sekali. Saya dan Royyan benar-benar merasa tertolong karena mendapat bantuan dari pemerintah dengan menjadi peserta JKN – KIS. Apalagi biaya pengobatan dan perawatannya yang lama  pastinya sangat mahal. Dihitung – hitung bisa sampai belasan juta rupiah. Kalau saya bayar sendiri, rasanya tidak mungkin,” ungkap ibu dua anak tersebut.

Manfaat besar dari Program JKN – KIS telah membantu meringankan beban Rita sebagai orang tua tunggal, yang bekerja hanya sebagi buruh lepas untuk menghidupi anak-anaknya. Ia tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena dengan program BPJS Kesehatan, anaknya kini bisa kembali bersekolah dan dapat bermain layaknya anak–anak seusianya.

“Terima kasih JKN-KIS, sekarang Royyan bisa kembali tersenyum dan bermain dengan bebas tanpa dibatasi oleh kondisinya. Saya harap ia dapat tumbuh besar dengan baik dan pintar seiring dengan Program JKN – KIS yang akan semakin baik dan terus memberikan perlindungan bagi masyarakat,” tutupnya.

ay/hf/Jamkesnews

Narasumber ; Rita Purnawati




Menyambut Hari Maulid, Pasar Murah Akan Digelar Di Seluruh Kabupaten Kota

“Untuk berjaga-jaga harga nanti melonjak kita akan antisipasi dengan mengadakan pasar murah”

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam menyambut Hari besar Keagamaan (HBKN ) pada akhir tahun 2019,  yakni menyambut Maulid Nabi Besar SAW, akan di adakan pasar murah di seluruh Kabupaten /kota di NTB.

“Dinas Perdagangan Provinsi NTB menggelar kegiatan pasar murah di seluruh kabupaten/kota selama satu bulan penuh yang akan mulai diadakan pada bulan November ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Hj. Putu Selly Andayani ,Senin (28/10) 2019 di Kantor Gubernur NTB.

Pasar murah dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, bertujuan untuk membantu dan memudahkan masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Nanti kita akan kerjasama dengan puluhan distributor yang ada dimasing-masing Kabupaten /kota,harga juga sesuai harga distributor,” tegas Selly.

Selly menegaskan, diadakannya pasar murah selama sebulan penuh ini dimaksutkan untuk menstabilkan harga karena biasanya menjelang Hari besar keagamaan Harga bahan pokok (bapok) selalu naik, terlebih di Kota Mataram khusunya Lombok yang merayakan Maulid dengan cara yang berbeda yakni sebulan penuh.

Dikatan Selly, tradisi Maulid di Mataram/Lombok sedikit berbeda dengan daerah lain. Karena selama bulan Maulid, masyarakat melakukan perayaan dengan berbagai acara religi dan roah atau selamatan dibarengi makanan-makan dalam porsi besar dan banyak.

“Untuk berjaga-jaga harga nanti melonjak kita akan antisipasi dengan mengadakan pasar murah,” kata Selly.

AYA




Wagub NTB Ikuti Penanaman Pohon Mangrove di Cendi Manik

Desa Cendi Manik Sejak tahun 2015 telah bekerjasama dengan mahasiswa dan pelajar secara bersama melakukan penanaman mangrove.

MATARAM.lombokjournal.com –– Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menghadiri penanaman 1 juta mangrove dalam rangka menjaga lingkungan, mitigasi bencana dan menumbuhkan pariwisata baru di daerah bakau di Desa Cendi Manik, Sekotong, Lombok Barat, Minggu (27/10) 2019.

Menanam mangrove

Ummi Rohmi, sapaan akrab wagub,  tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisasi oleh We Save NTB dan IKA PMI (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Islam) Dompu tersebut, karena berkaitan dengan lingkungan dan kelestarian alam.

Menurut Ummi Rohmi, jika anak-anak muda terus berkontribusi seperti ini maka semakin mudah mewujudkan NTB Gemilang.

“Acaranya sederhana tapi esensinya luar biasa. Inilah anak-anak muda yang memiliki ide-ide yang luar biasa, dan semangat juang luar biasa. Jika penyalurannya benar, pemerintah akan mewadahi dan memfasilitasi semangat mereka untuk melakukan yang terbaik untuk bangsa. Maka insya Allah apa yang dicita-citakan bersama akan segera kita wujudkan,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengungkapkan, mencintai lingkungan artinya mempersiapkan warisan kepada generasi di masa depan. Warisan yang paling berharga adalah dengan menjaga lingkungan.

Menurutnya, kurangnya perhatian terhadap lingkungan dapat berdampak pada rusaknya infrakstruktur karena keseimbangan alam tidak dijaga.

“Maka dari itu, saya sebagai Wakil Gubernur NTB beserta jajaran kami di Pemprov bertekad untuk mengedepankan lingkungan menjadi suatu keharusan dan kebutuhan,” jelas Ummi Rohmi.

Menanam mangrove merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kelestarian alam. Fungsi mangrove bukan hanya untuk menghindari erosi dan abrasi namun juga penting bagi kelangsungan hidup habitat satwa bawah laut.

“Saya sangat berharap ini bukan hanya pencanangan saja, tetapi bagaimana cara agar kita mampu mewujudkan satu juta itu. Kita pula harus bertekad agar terealisasikan. Pemerintah akan men-support ide-ide seperti ini dan kita wujudkan bersama,” tutup Wagub.

Bersamaan dengan itu Kepala Desa Cendi Manik, Marne, S.Pd menjelaskan bahwa hutan mangrove merupakan salah satu objek unggulan di Desa Cendi Manik.

Sejak tahun 2015 telah bekerjasama dengan mahasiswa dan pelajar secara bersama melakukan penanaman mangrove.

“Harapannya, kedepannya Pemerintah memberikan dukungan baik secara moril maupun materil demi kemajuan dari wilayah desa kami maupun NTB,” jelasnya.

Setelah memberikan sambutan, Wagub yang didampingi oleh Asisten I dan III beserta Kadis LHK dan diikuti oleh seluruh peserta melakukan penanaman pohon mangrove.

Kemudian Wagub mengunjungi tenda cek kesehatan gratis yang diberikan untuk masyarakat Desa Cendi Manik.

AYA/HmsNTB




Posyandu Keluarga Terintegrasi Bank Sampah, Jadi Solusi Masalah Desa

Desa Kalijaga Selatan sendiri memiliki lima posyandu aktif yang semuanya diubah menjadi Posyandu Keluarga, dengan harapan nanti posyandu tersebut hadir sebagai tempat untuk sharing berbagai masalah

lombokjournal.com —

LOTIM  ;   Sejumlah desa mulai mengikuti Desa Dorokobo, Kempo, kabupaten Dompu yang sukses mengintegrasikan Posyandu dan Bank Sampah. Salah satunya  Pasyandu Keluarga Dusun Menak Utara, Kalijaga Selatan, Kecamatan Aikmel- Lombok Timur.

Posyandu itu merupakan satu di antara sejumlah  posyandu di Desa Kalijaga Selatan yang berhasil direvitalisasi menjadi layanan posyandu keluarga, yang diresmikan  Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd,  Sabtu (26/10) 2019.

Wagub Ummi Rohmi saat peresmian itu mengapresiasi upaya sungguh-sungguh dan kerja keras pemerintah desa dan para tokoh setempat dalam upaya revitalisasi posyandu.

Termasuk mengintegrasikannya dengan bank sampah dalam upaya mewujudkan kebersihan lingkungan (zero waste).

Menurut Ummi Rohmi, persoalan kesehatan, dan masalah stunting/gizi buruk yang dihadapi masyarakat, bukan sepenuhnya disebabkan kekurangan gizi atau kesehatan saja, tetapi lebih banyak disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan.

Posyandu Keluarga menjadi solusi menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di desa. Sehingga harus ada disetiap sudut desa, ujarnya.

“Posyandu ini kita harapkan sepenuhnya melayani masyarakat, mulai dari Bayi, balita, ibu hamil, remaja hingga lansia,” tutur wagub.

Lebih jauh wagub menjelaskan, adanya Posyandu Keluarga, nantinya dapat digunakan warga sebagai wadah untuk mendiskusikan. Serta dijadikan tempat konsultasi berbagai masalah yang mencangkup apa saja, termasuk kesehatan bayi, balita, remaja lansia.

“Karena mengingat menjaga kesehatan merupakan kebutuhan vital yang bernilai ibadah.” ungkap Ummi Rohmi.

Kepala Desa Kalijaga Selatan, H. Mustoin Asror, menjelaskan, kehadiran posyandu keluarga  sangat tepat sebagai solusi di tengah kompleksitas masalah yang ada di desa.

Desa Kalijaga Selatan sendiri memiliki lima posyandu aktif yang semuanya diubah menjadi Posyandu Keluarga, dengan harapan nanti posyandu tersebut hadir sebagai tempat untuk sharing berbagai masalah.

“Di antaranya yakni menekan angka pernikahan dini dengan melakukan edukasi melalui posyandu remajanya, dan juga kedepan posyandu yang ada akan diintegrasikan dengan bank sampah yang masih dalam proses pengerjaan,” kata Kades.

AYA/HmsNTB

 




Kegiatan Hapus Tato, 2 Ribu Warga Sudah Mendaftar

Direncanakan kegiatan hapus tato akan berlangsung selama 15 hari, hingga pada tanggal 10 November 2019

MATARAM.lombokjournal.com  —

Kegiatan ‘Hapus Tato’ yang digelar Yayasan Berdayakan Sesama (YBS), mendapat tanggapan antusias masyarakat

Kerjasama YBS dengan Islamic Medical Service (IMS) Pusat Jakarta dan bersinergi dengan Komunitas Lima Waktu Creative Studio, merupakan kegiatan hapus tato perdana dalam rangkaian roadshow hapus tato se Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah, hari ini kita resmi memulai program hapus tato, masyarakat begitu antusias karena ini adalah kegiatan yang sangat mereka tunggu-tunggu, dua tahun lebih lamanya,” terang Direktur Utama YBS, M. Fahrurrozi, Sabtu (26/10) 2019 di Mataram.

Kegiatan hapus tato dilaksanakan di Graha Bhakti Praja komplek Kantor Gubernur, hari Sabtu 26 Oktober 2019. Kemudian Kedai Kamila Gomong Mataram Ahad 27 Oktober 2019. Dan, Gedung Balai Islamic Center Mataram Depan Kantor BAZNAS Provinsi NTB Senin 28 Oktober 2019.

Panitia mencatat, warga yang telah mendaftarkan diri secara online mencapai 2.000 lebih.

“Tentu ini adalah angka yang sangat fantastis bagi kami sebagai penyelenggara. Khusus Kota Mataram mencapai 800 lebih peserta,” imbuh Fahrurrozi.

Direncanakan kegiatan hapus tato akan berlangsung selama 15 hari, hingga pada tanggal 10 November 2019.

Sisi yang membedakan rangkaian hapus tato di Jawa dan Bali, yakni adanya kegiatan Inspirasi Kuatkan Sahabat Hijrah.

Menurut Fahrurrozi, Inspirasi Kuatkan Sahabat Hijrah dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan support moral terhadap sahabat hijrah. Sehingga tidak saja mereka semangat hari ini dengan menghapus tatonya, tapi juga termotivasi untuk hidup lebih baik.

“Acara ini dimeriahkan dengan kehadiran Kang Agus Idward dari Jakarta, Naja Hudia dari Mataram, seorang hafizd cilik Indonesia dan juga dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal ini adalah Gubernur NTB,” jelas Fahrurrozi.

Secara keseluruhan Program Hapus Tato YBS ini didukung banyak pihak, ada Bank Muammalat Indonesia, Baznaz Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Kota se-Lombok, MTT Foundation, Baitul Maal Hidayatullah, dan Baitul Maal Muamalat.

AYA




Tiga Ribu Peserta Fun Night Run Ramaikan HUT TNI ke 74 di Mataram

Walikota Mataram, Ahyar Abduh memberikan apresiasi terhadap rangkaian HUT TNI ke 74 yang dilakanakan sangat meriah

MATARAM.lombokjournal,com— Rangkaian HUT TNI ke 74 tahun 2019 yang diselenggarakan satuan TNI di NTB berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata NTB, Dinas Dikpora dan Koni NTB di lapangan Sangkareang Kota Mataram,  yakni Fun Night Run 2019, Sabtu (26/10)2019.

Sekitar 3000 peserta run night run dilepas Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M. Han., didampingi Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan perwakilan Forkopimda NTB dan Kota Mataram diikuti berbagai komunitas lari di NTB dan masyarakat.

Route star di depan Kantor Walikota Mataram belok kanan ke jalan Catur warga ke arah barat sampai Kota Tua Ampenan, dan balik kanan melalui jalan Langko kembali ke titik star.

Usai melepas peserta run night run, Danrem 162/WB dalam wawancaranya menyampaikan, pelaksanaan  run night run yang dikolaborakan dengan Panggung Prajurit TNI dan masyarakat ini untuk memeriahkan HUT TNI ke 74 dan sebagai bagian dari mengolahragakan masyarakat NTB.

Menurutnya, semua harus bersyukur atas kondusifitas wilayah pada pelaksanaan Pileg, Pemilu dan pelatikan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung aman, lancar dan kondusif.

“Ini patut diberikan penghargaan kepada seluruh masyarakat NTB yang saling bahu membahu menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Walikota Mataram, Ahyar Abduh memberikan apresiasi terhadap rangkaian HUT TNI ke 74 yang dilakanakan sangat meriah.

“Ini merupakan malam surprise yang luar biasa bagi masyarakat Kota Mataram khususnya,” ungkap Walikota dua periode tersebut.

Dikatakannnya, Forkopimda Provinsi NTB dan Kota Mataram bersama sama membangun semangat dan bersinergi dalam mengamankan agenda nasional maupun daerah sehingga berjalan aman, tertib dan kondusif.

“Terimakasih kepada TNI dan Polri, TNI Kuat Rakyat Kuat,” katanya.

Wakapolda NTB, Brigjen TNI Tajuddin menyampaikan, malam ini TNI menggelar malam Panggung Prajurit bersama masyarakat NTB.

TNI Polri selama ini dalam melaksanakan tugas bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga keamanan yang sangat kondisif sehingga beberapa agenda nasional berjalan aman dan kondusif.

AYA