MTQ Provinsi NTB Ditutup, Kota Bima Jadi Juara Umum

MTQ, merupakan upaya agar Al-Quran tetap dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

LOBAR.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXVIII Tingkat Provinsi NTB, di Halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (9/10) 2019.

Wagub dalam sambutannya menilai  bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi NTB cukup baik dan luar biasa. Ini dilihat dari antusiasme masyarakat yang hampir setiap malam selalu memadati lokasi MTQ tersebut.

“Ini semua tidak terlepas dari semua dukungan masyarakat yang masih tetap setia ikut memeriahkan jalannya MTQ dan ini merupakan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya

Menurut Wagub, penyelenggaraan MTQ tidak bisa dipandang sebagai sebuah kegiatan seremonial biasa. Sebab, MTQ merupakan satu rangkaian dari syiar agama.

MTQ, merupakan upaya agar Al-Quran tetap dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Agar penutupan MTQ Provinsi NTB kali ini berlangsung semakin sukses, kami mengimbau pengunjung yang hadir agar sama-sama menjaga ketertiban dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” harap Wagub NTB.

Menurut Wagub, Al-Quran merupakan kalam ilahi yang tidak hanya sekedar dibaca. Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memahami kandungan kitab suci Al-Quran.

“Tentu yang terpenting juga adalah kita bisa mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbuhnya. Oleh karena itu, selaku pemerintah daerah Provinsi NTB Wagub sangat mengapresiasi MTQ yang ke-28 ini.

Wagub berharap dengan kegiatan keagamaan, Insya Allah akan membawa seluruh warga NTB menjadi masyarakat yang cinta Al-Quran.

Sebelumnya, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si melaporkan bahwa MTQ tingkat provinsi yang ke-28 ini berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

Lebih jauh, H. Fauzan Khalid mengungkapkan keinginannya kepada Wakil Gubernur NTB beserta seluruh Bupati dan Walikota yang hadir pada acara tersebut untuk menandatangani petisi dalam rangka mengusulkan kepada pemerintah pusat agar para juara MTQ tingkat nasional diangkat menjadi PNS. Dan, untuk Juara Provinsi minimal diangkat menjadi pegawai P3K.

“Meski pengangkatan tersebut bukan wewenang Pemerintah Provinsi, tapi saya berharap, kita sama-sama tandatangani petisi tersebut untuk kita usulkan ke pemerintah pusat,” ungkap Bupati Lobar menutup sambutannya.

Di MTQ kali ini, juara umum dimenangkan oleh Kota Bima dengan nilai 67. Peringkat kedua diraih Kabupaten Lombok Timur dengan nilai 64. Peringkat ketiga Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 63. Peringkat keempat Kabupaten Bima dan Kota Mataram dengan nilai 50. Peringkat kelima Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai 43. Peringkat keenam Kabupaten Sumbawa dengan nilai 30. Peringkat ketujuh Kabupaten Dompu dengan nilai 24. Peringkat kedelapan Kabupaten Lombok Utara dengan nilai 23. Peringkat kesembilan Kabupaten Sumbawa Barat dengan nilai 18.

Kegiatan MTQ dihadiri pula unsur Forkopimda NTB, Bupati Lombok Timur, Asisten 1 Setda Kota Bima, Tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat beserta seluruh perwakilan kafilah se-Nusa Tenggara Barat.

AYA/HmsNTB 




Wagub Bicara Kunci Raih 4,5 juta Wisman Tahun 2020

Para pelaku pariwisata diajak memberikan contoh bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Kunci untuk bisa mendatangkan  4,5 juta wisatawan mengunjungi NTB pada tahun 2020 nanti adalah rasa aman, nyaman, kebersihan dan keramah-tamahan.

“Kalau destinasi wisata itu bersih dari sampah, toiletnya harum, masyarakatnya ramah, saya yakin wisatawan akan senang dan bahagia berkunjung dan akan bercerita kepada dunia tentang pesona lombok-sumbawa. Dalam hal ini para wisatawan juga berperan sebagai media promosi langsung yang sangat efektif,” ujar Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd.

Wagub mengatakannya saat membuka Rakor Pariwisata Daerah 2019, untuk Sinkronisasi Program Kepariwisataan, Menuju 4,5 juta Wisatawan Lombok Sumbawa 2020, di hotel Lombok Raya Mataram NTB, Rabu (09/10)) 2019.

Menurut Umi Rohmi, banyak pihak menyebut keindahan destinasi Wisata Lombok-Sumbawa, bak surga yang dititipkan Allah di bumi ini.

Maka mari kita jaga karunia keindahan ini, salah satunya dengan benar-benar menjaga dan memperhatikan kebersihan  lingkungan agar bebas dari sampah, ajaknya

Umi Rohmi juga menyebut masih ada kebiasaan di sebagian masyakat yang  membuang sampah disembarang tempat.

Juga belum terbiasa memilah sampah dan mengolah sampah untuk kepentingan yang bermanfaat, sehingga sampah plastik, botol mineral atau sampah lainnya masih mencemari  laut, sungai dan gunung-gunung.

Padahal sampah-sampah itu, menurut Wagub membutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk bisa hancur.

Karena itu, ia mengajak para pelaku pariwisata dapat memberikan contoh bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan baik.

Juga harus ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya memilah sampah organik maupun non organik, sehingga mudah diolah yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ketika program bersih lingkungan dan bebas sampah ini tercapai, maka Umi Rohmi optimis untuk menggaet kunjungan 4,5 juta wisatawan dengan mudah akan terwujud.

Wagub juga meminta kepada para kepala desa  agar mengintegrasikan pengembangan dan pembangunan  99 Desa Wisata di desa masing-masing dengan pengelolaan bank sampah, BumDes dan UMKM pendukung industri pariwisata lainnya sehingga mendongkrak daya tarik dan angka kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal., S.Sos., M.Si menyampaikan strategi pengembangan kepariwisataan menuju 4.5 juta wisatawan tahun 2020.

Menurutnya, pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana, dengan daya tarik dan SDM di destinasi pariwisata tersebut.

Kita harus dapat menjaga dan melestarikan daya tarik wisata,  membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Karena itu, penataan sarana prasarana, pembenahan amenitas dan peningkatan kelembagaan masyarakat serta tata kelola geosite, termasuk SDMnya harus terus ditingkatkan.

“Bahkan pembentukan bank sampah untuk mendukung Zero Waste dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih disetiap desa wisata terus kami dorong, ” tuturnya

Ia menambahkan,  pengembangan pariwisata harus memiliki aspek pembangunan kepariwisataan daerah yang meliputi destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan organisasi kepariwisataan.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) harus dikembangkan seperti Kawasan pantai atau gili, geopark yang dikemas dengan menarik. Cara lain dengan mengintervensi 99 desa wisata secara terencana dan bertahap, pungkasnya.

Ikhtiar menuju 4,5 juta Wisatawan Lombok Sumbawa 2020 tersebit ditandai dengan pemukulan gendang beliq secara bersama oleh  Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M. Pd, didampingi Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Anang Sutono, Kadispar H. Lalu Moh. Faozal, Kadis Pemuda dan Olahraga Ir Husnanidiaty Nurdin , Kadis Perdaganagan NTB Hj Putu Selly Andayani,  Direktur ITDC I Gusti Ngurah Ardita, GM Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati.

AYA/HmsNTB




FKPPI Diajak Perkuat Toleransi & Kebersamaan Memajukan NTB

FKPPI diminta mengambil peran terdepan dalam pencapaian program mewujudkan NTB Gemilang tersebut

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar  Forum Komunikasi Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) terus memperkuat toleransi beragama  dan simpul-simpul kebersamaan dalam membangun dan memajukan NTB yang selama ini sudah terjalin baik.

FKPPI juga diminta gubernur untuk aktif mengedukasi masyarakat, khususnya kaum milenial agar tidak mudah terpapar paham-paham radikal serta tidak mudah percaya dan terpancing terhadap informasi atau isu-isu hoax di media sosial yang bertujuan memecah belah negara.

Ajakan itu disampaikan gubernur dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Bakesbangpoldagri  Provinsi NTB,  Muh. Rum pada acara pembukaan rapat kerja Daerah (Rakerda) I PD XXV PB FKPPI di gedung Sangkareang, Selasa (08/10) 2019.

“Untuk mengatasi persoalan berbangsa dan bernegara saat ini, cukup pegang teguh 3 hal ini. Yakni amalkan nilai-nilai Pancasila, kembali pada UUD 1945 dan NKRI harga mati,”  tegas Gubernur Zul

Untuk mewujudkan cita-cita besar menuju NTB Gemilang, kuncinya adalah  peran aktif  dan dukungan dari semua pihak.

Ia meminta FKPPI mengambil peran terdepan dalam pencapaian program mewujudkan NTB Gemilang tersebut.

Hal senada disampaikan Kasrem 168/WB Letkol Inf. Endarwan Yansori. Ia berharap FKPPI dapat membangkitkan semangat dan kesadaran generasi muda untuk memiliki rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta setia pada Pancasila dan UUD 1945.

“Berikanlah yang terbaik untuk mengawal dan membangun negeri ini. Sehingga kedaulatan NKRI tetap kokoh,” pesannya kepada segenap pengurus cabang KB FKPPI se-NTB  usai dilantik oleh Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar FKPPI NTB,  Endah Yuliastuti,SE.

Selain melantik pengurus cabang, juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda ucapan ulang tahun ke-41 FKPPI yang jatuh pada 12 September 2019 lalu.

AYA/HmsNTB

 




Hingga Bulan Oktober, Semen Masih Langka

Harga semen dari  distributor tidak mengalami kenaikan, karena langsung dilakukan pengecekan ke para distributor untuk dimintai keterangan  oleh Ditreskimsus Polda NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Hingga Bulan Oktober ini Semen Merek Tiga Roda masih mengalami kelangkaan di NTB.  Hal ini dipicu karena kerusakan Mesin pabrik di Tanjung  Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj.Putu Selly Andayani menegaskan, ketersediaan semen hingga bulan Oktober ini masih mengalami kelangkaan.

“Masih langka karena kemarin sudah diangkut 7000 ton ke Lombok, taunya mesin Pembuat semen di Kal8mantan Selatan itu rusak lagi, jadinya Semen Tiga Roda memang kosong,” katanya.

Selly menjelaskan Beberapa waktu lalu, ia dan pihak terkait telah melakukan sidak ke sejumlah Gudang semen Tiga roda di kota Mataram. Dari hasil sidak yang dilakukan itu dirinya mmg mengakui bahwa ketersediaan semen di wilayah kota Mataram lengka.

“Waktu kita cek gudangnya kosong sekali,tidak ada semen,” ujarnya

Selly memaparkan jika harga semen dari  distributor tidak mengalami kenaikan, karena langsung dilakukan pengecekan ke para distributor untuk dimintai keterangan  oleh Ditreskimsus Polda NTB.

Ditegaskan Selly, untuk persoalan harga tidak boleh ada permainan harga lagi karena hal itu masuk Bapok penting, dan telah diatur dalam undang-undng perdagangan.

“sekarang sudah ditangani oleh aparat,” kata Selly

Seperti diketahui Semen Tiga roda langka di NTb dikarenakan pabrik yang membuat semen tersebut mengalami kerusakan mesin, sehingga berdampak terhadap kelangkaan semen di NTB, hingga saat ini pabrik semen itu ungkapnya masih dalam tahap melakukan perbaikan mesin.

AYA/HmsNTB




Pelajar dan Guru NTB Punya Kesempatan Belajar di Australia

Diharapkan agar program kerjasama dengan NT terkait Short Australia C ourse dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia

Gubernur Zul dan Hon Selena Uibo MLA

MATARAM,lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. H. Iswandi menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA.

Pertemuan tersebut berlangsung Senin (06/10/2019) malam, di Hotel Santika, Kota Mataram.

Selain Menteri pendidikan dan Pelatihan Tenaga kerja, hadir juga Cathy White dari Business and Workforce NT dan Rachael Shanahan dari Study NT serta perwakilan dari Charles Darwin University Group Training Northern Territory, Alana Kaye College dan International College of Advance Education.

Bang Zul mengatakan, para pelajar, guru, ustadz dan ustadzah, baik di sekolah umum maupun di pondok pesantren, memiliki kesempatan untuk belajar di NT Australia.

“Anda bisa bayangkan, jika kita bisa mengirim 300 atau 500 pelajar dari tingkat SMA, perguruan tinggi, guru ke North Teritory, untuk mengikuti program singkat, dua atau tiga minggu, akan memiliki dampak besar bagi masyarakat NTB untuk melihat dunia di masa yang akan datang,” jelasnya dalam Bahasa Inggris.

Bang Zul menjelaskan, saat ini masyarakat hidup di tengah era ekonomi yang cukup terbuka. Salah satu tandanya adalah persaingan di bidang industri teknologi.

Persaingan industri ini lanjutnya, adalah kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar pasar internasional.

“Untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar internasional, kita memerlukan inovasi, kita memerlukan teknologi. Karena, untuk bisa bersaing, kita harus memiliki produk, cara baru untuk melakukan sesuatu dan itu memerlukan teknologi,” ungkap orang nomor satu di NTB tersebut.

Ia menegaskan, pengiriman para pelajar dan mahasiswa ke luar negeri, tidak hanya untuk meraih gelar, atau hanya sekedar untuk meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia.

Namun yang lebih penting katanya adalah mengubah cara pandang terhadap dunia.

Bang Zul berharap, agar program kerjasama dengan NT terkait Short Course dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia.

“Malam ini adalah malam bersejarah, jika kita bisa mempercepat proses pengiriman para pelajar ke NT,” katanya.

 

Hon Selena Uibo MLA menjelaskan, Indonesia dan NT sejak lama telah menjalin kerjasama di bidang perdagangan.

Namun, saat ini tidak hanya pedagangan. Indonesia dan NT lanjutnya telah menjalin kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, industri dan teknologi.

“Kerjasama pendidikan, termasuk para pelajar yang belajar di NT dan program pendidikan di NT menyediakan program pendidikan berkualitas bagi masyarakat NTB atau bahkan Indonesia,” katanya.

Saat ini juga katanya, masih banyak anak anak Indonesia yang belajar dan menjalankan program training di NT. Ia berharap dengan pendidikan yang berkualitas di NT, akan banyak anak NTB yang belajar di sana.

Pada pertemuan itu juga, diserahkan sertifikat bagi PNS NTB yang telah menjalani program short course di NT.

AYA/HmsNTB




Asisten I Launching NTB Gemilang PR Ambassadors Challenge 2019

PR Ambassadors yang nantinya terpilih dapat berkontribusi dalam pencapaian target dari program-program NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com —  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si  melaunching kegiatan NTB Gemilang Public Relation Ambassadors Challenge 2019 yang sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran logo dan buku panduan PRCC (Public Relation Command Center).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini berlangsung di Taman Budaya Mataram, Senin (07/10) 2019.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh seluruh jajaran dan staf Biro Humas dan Protokol Setda NTB serta mahasiswa/mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di NTB.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB menjelaskan makna dari visi NTB Gemilang, dan keenam misinya.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan NTB Gemilang dibutuhkan dukungan dan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah.

“Untuk mencapai visi NTB Gemilang dengan enam misi tersebut, tidak hanya bisa dilaksanakan oleh aparat provinsi NTB saja, tetapi ini juga membutuhkan  sinergi dari seluruh lapisan masyarakat termasuk di dalamnya adalah adik-adik mahasiswa,” jelas Eva.

Eva menyinggung terkait penyebaran informasi dan perkembangan media sosial pada zaman sekarang yang begitu cepat.

Ke depannya, Public Relation (PR) diharapkan dapat memiliki kreativitas dan kemampuan komunikasi yang baik serta dapat menjadi good influencer untuk orang lain.

“Inilah salah satu kecanggihan yang harus tetap ikuti, tidak memusuhi dan menjauhi tetapi kita harus dekat dengan yang namanya IT.  Dalam konteks inilah penting strategisnya keberadaan PR ambassadors ini menemukan relevansinya sebagai penyampai informasi terkait program-program pembangunan daerah,” sambungnya.

Terakhir, Ia berpesan kepada PR Ambassadors yang nantinya terpilih dapat berkontribusi dalam pencapaian target dari program-program NTB Gemilang.

“Oleh karena itu saya berharap kepada PR ambassadors yang terpilih nantinya dapat menjadi inspirator dan motor penggerak yang dapat menjadikan dan menularkan semangat pada masyarakat untuk ikut mensukseskan NTB Gemilang sebagai tujuan kita bersama menjadi NTB yang lebih baik,” pungkas Eva.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM dalam sambutannya menjelaskan pentingnya diselenggarakan PR Ambassadors Challenge 2019.

Menurutnya, perkembangan teknologi, informasi dan sosial media sudah semakin pesat, anak-anak zaman sekarang mampu mendapatkan informasi begitu cepat cukup dari Handphonenya saja.

“Jadi begitu gencarnya sekarang, apa yang kami harus lakukan di pemerintah provinsi ini, di Biro Humas dan Protokol maka semenjak tanggal 7 Februari 2019 kami melaunching apa yang kami sebutkan dengan  PRCC,” ungkap Bang Najam sapaan akrabnya.

Bang Najam menjelaskan, Public Relation Command Center (PRCC) merupakan sebuah branding baru dan pendekatan baru yang mengintegrasikan dua fungsi utama, yaitu fungsi kehumasan dan juga fungsi protokol.

Kedua fungsi tersebut kemudian dikombinasikan sehingga terbentuklah PRCC.

“Hari ini kami punya enam aplikasi dan dari enam aplikasi itu, empat sudah memiliki  hak atas kekayaan intelektual, apa itu enam? GSMH, DPS, MAPS, SENDOK PLATE, RAPI DAN OLDS,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Najam juga memperkenalkan logo dan buku panduan PRCC.

Di hadapan mahasiswa, Ia menjelaskan makna dari logo tersebut. Logo dan buku panduan PRCC juga telah dipromosikan pada seminar internasional yang diselenggarakan oleh Hamzanwadi dan diikuti oleh lima negara.

“Yang jurusan ilmu komunikasi dan IT sekarang bisa belajar ke Humas setiap hari, kalau di kampus belajar konsep, maka di Biro Humas dan Protokol, kalian belajar konsep dan praktiknya,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Bertemu Tim Facebook, Gubernur Minta Tebarkan Optimisme Melalui Teknologi Informasi

Keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com —  Tim Facebook beraudensi dengan Gubernur Zulkieflimansyah, terkait terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook.

Kesempatan tu digunakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta kepada Tim Facebook terkait Program Laju Digital, untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam memanfaatkan potensi media sosial guna  menebarkan optimisme kepada masyarakat melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI).

Demikian disampaikan Gubernur yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, saat menerima audiensi Tim Facebook di Ruang Kerjanya, Selasa (8/10/2019).

Audiensi digelar terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook.

Menurutnya, tingginya angka penggunaan media sosial di kalangan masyarakat harus dimanfaatkan secara positif. Selain menebarkan optimisme, juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program pemerintah, mulai dari tingkat pemerintah desa, provinsi hingga pemerintah pusat.

Tingginya angka pengguna media sosial, khususnya facebook akan menjadi sarana strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan program kerja pemerintah dalam mewujudkan Visi NTB Gemilang.

Gubernur berharap, keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah.

Dengan adanya media sosial, komunikasi masyarakat dan pemerintah hampir tidak memiliki sekat.

“Semoga dengan kedatangan tim ini dapat memberikan kontribusi dalam ikhtiar memajukan generasi muda di NTB,” ujarnya.

Sementara itu pimpinan tim, Noudhy Valdryno menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Provinsi NTB dalam penyelenggaraan Program Laju Digital untuk kelas pelayanan masyarakat untuk pemerintah daerah dan kelas bisnis (UMKM, kelas komunitas dan kelas literasi digital).

Menurutnya, peminat yang telah mendaftarkan diri  dalam program ini begitu tinggi yaitu mencapai 570 orang. Hal ini tak terlepas dari dorongan dari pemda. “Untuk kelas UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital, pendaftarnya 570 orang, ini cukup tinggi dan luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan program pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi komunitas-komunitas pengguna media sosial di NTB. Khususnya dalam hal bermedsos yang positif, serta dapat digunakan optimal untuk sosialisasi program strategis pemerintah, seperti program Zero Waste yang sedang gencar dilakukan Pemprov NTB.

AYA/HmsNTB

.




KPID Beri Panggung Dekranasda NTB, Promosikan Produk Budaya & Kerajinan

Momen mengenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan rakyat di pasar nasional maupun internasional dengan menggunakan media  penyiaran

MATARAM.kombokjournal.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB akan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) NTB untuk mengenalkan berbagai produk budaya dan kerajinan rakyat NTB, pada  rangkaian kegiatan perayaan dan menyambut malam puncak penganugerahan lembaga penyiaran NTB, bertajuk siaran sehat untuk NTB Gemilang, yang akan digelar  7 November 2019.

Keikutsertaan Dekranasda NTB dalam ajang bergengsi KPID NTB tersebut, untuk mendorong Lembaga-lembaga penyiaran publik, baik TV maupun Radio agar aktif menyuguhkan kontens lokal. Terutama berbagai produk budaya dan kerajinan rakyat NTB yang kaya dan beragam.

Salah satunya, dalam puncak acara penganugrahan tersebut, Dekranasda NTB, akan mengisi acara fashion show yang menampilkan karya-karya terbaik para desainer menggunakan pakaian berbahan kain tenun khas NTB.

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, S.T. M.Pd. beserta  jajarannya usai menggelar pertemuan silaturahmi dengan Ketua Deskranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly di Galeri Kriya Deskranasda NTB Mataram, Selasa sore (8/10-2019) menjelaskan keiutsertaan Dekranasda.

Keikutsertaan Dekranasda dalam AJANG penganugerahan KPID NTB ini  adalah momen mengenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan rakyat di pasar nasional maupun internasional dengan menggunakan media  penyiaran, khususnya media TV berjaringan (SSJ).

“Diharapkan dengan keikutsertaan semua media masa di daerah pada ajang ini termasuk KPI Pusat, akan dapat membantu mempromosikan  kerajinan kita di seluruh Indonesia,” jelas Yusron Saudi.

Menurutnya, Antusiasme  pengelola media TV dan radio cukup besar untuk menyuguhkan kontens budaya dan kerajinan lokal ini.

TVRI NTB sendiri bahkan membuat acara khusus mengenai kelokalan di daerah, ujarnya.

Demikian juga, SCTV yang memuat siaran lokal juga tak mau ketinggalan sama-sama menggaungkan daerah kita, tandas Yusron.

Ketua Dekranasda yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan kerja sama kemitraan dari KPID dan seluruh lembaga penyiaran publik yang  bersiaran di NTB.

Istri Gubernur Dr. Zulkieflimansyah itu juga berjanji akan memfasilitasi dan menyiapkan narasumber bagi media yang hendak meliput mengenai kerajinan tradisional di seluruh Wilayah NTB.

Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk  komitmen lembaga penyiaran dalam memenuhi undang-undang penyiaran dalam hal isi siaran yang berkualitas.

Terutama dalam hal memenuhi sepuluh persen konten lokal.

Terlebih dalam kegiatan malam anugerah penyiaran itu,  sebanyak 67 lembaga penyiaran (Tv dan Radio) lokal akan diundang dan berpartisipasi pada gelaran  tersebut.

AYA/HmsNTB




Lebih Dekat Dengan Kader JKN-KIs

Tugas seorang kader tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi tentang program JKN-KIS dan pendaftaran peserta, tetapi juga sebagai pengingat dan pengumpul iuran

Lombokjournnal —

SELONG   ;  Menjadi kader JKN-KIS adalah jalan yang dipilih oleh Rosmiati (36) untuk mengisi waktu-waktunya setelah memutuskan berhenti menjadi salah satu perangkat desa.

Kader yang bertugas di Kecamatan Masbagik ini adalah Kader JKN-KIS generasi pertama yang ikut bergabung bersama dengan BPJS Kesehatan Cabang Selong sejak 3 tahun yang lalu.

“Saya melamar jadi kader JKN-KIS itu dulu tahun 2016. Itu kader angkatan pertama, anggotanya tidak sebanyak sekarang. Sebelum jadi kader, saya kerja di kantor Desa Kumbung, menjabat menjadi ketua fasilitator desa untuk program kesehatan lingkungan. Karena sudah biasa keliling desa dan ketemu masyarakat, jadi saya tidak mengalami kesulitan ketika bertugas menjadi kader. Alhamdulillah diberikan kemudahan untuk bisa merangkul warga-warga yang lain untuk mendaftar jadi peserta JKN-KIS,” kenang Rosmiati.

 Tugas seorang kader tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi tentang program JKN-KIS dan pendaftaran peserta tetapi juga sebagai pengingat dan pengumpul iuran khusus bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Rosmiati harus mengingatkan peserta di wilayah tugasnya untuk rutin membayar iuran, baik secara kolektif maupun dengan mengunjungi peserta dari rumah ke rumah.

Selama menjadi kader, ada beberapa pengalaman kurang baik yang dirasakan olehnya saat melakukan kunjungan.

“Saat melakukan kunjungan door to door, ada beberapa kejadian yang tidak mengenakkan. Saya pernah beberapa kali tidak ditanggapi karena katanya takut ditagih. Saya malah pernah sampai diusir karena dianggap mengganggu. Yah, walapun seperti itu saya tidak nyerah, setiap orang kan punya karakter beda-beda. Saya maklum. Nah, Kalau ketemu peserta yang memiliki kendala seperti itu, nanti didata terus dilaporkan ke kantor untuk ditindaklanjuti,” cerita Rosmiati.

Menurut Rosmiati, beberapa kendala yang terjadi kepada peserta dalam hal pembayaran ialah kurangnya pemahaman dan kurangnya kesadaran masyarakat.

Karena itu, ia makin termotivasi untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga sebagai peserta JKN-KIS dengan bantuan aparat-aparat desa setempat.

“Saya senang dan bangga menjadi bagian dari BPJS Kesehatan. Saya akan terus merangkul masyarakat untuk menjadi peserta JKN-KIS dan membantu mereka untuk mempermudah pembayaran iuran. Semoga masyarakat menjadi lebih sadar akan penting dan berharganya program ini,” tutup Rosmiati pada akhir pertemuannya dengan tim jamkesnews.

ay/yp/jamkesnews

narasuber ; Romsiati

 




Peserta JKN-KIS, Tetap Berkualitas Dan Tak Ada Diskriminasi

Sebelum daftar BPJS Kesehatan sangat susah untuk mengakses pelayanan kesehatan, tetapi bersyukur sudah 2 tahun ini joni dan sekeluarga sudah terlindungi

lombokjournal.com —

SELONG  ;   Terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi adalah visi BPJS Kesehatan.

Hal ini sangat sesuai dengan situasi yang dialami oleh Anem (60). Laki-laki paruh baya yang berprofesi sebagai petani itu tampak terbaring lemah di atas brankar di depan Poli Saraf RSUD dr R Soedjono Selong.

Sudah cukup lama dia mengantri bersama dengan pasien-pasien lain. Namun tak tampak raut lelah yang muncul diwajahnya.

“Saya sudah biasa menunggu, tak apa. Pasien yang lainnya kan juga sama-sama mengantri dan syukurnya tidak ada yang merebut antrian karena sistem antriannya sudah baik dan ruang tunggunya nyaman. Biarpun perlu waktu, yang penting saya dapat berobat,” ungkapnya.

Anem yang berasal dari Lekong Pulut, Desa Mekarsari Suela ini sudah lama merasakan sakit pada tulang belakangnya sehingga dia tidak bisa berjalan ataupun duduk. Bertahun-tahun dia membiarkan rasa nyeri yang mendera punggungnya.

“Sakitnya bapak sudah lama, tapi karena tidak ada biaya, ya paling hanya pergi ke tukang urut. Dipijat, sembuh, tapi besok-besok pasti kambuh lagi. Kadang minum obat, tapi beli di warung. Tidak berani ke dokter, mahal!,” Cerita Joni (30), anak Bapak Anem.

Murni istri Joni yang ikut ke rumah sakit juga menceritakan dahulu, ketika belum daftar BPJS Kesehatan sangat susah untuk mengakses pelayanan kesehatan, tetapi bersyukur sudah 2 tahun ini joni dan sekeluarga sudah terlindungi.

“Alhamdulillah, sekarang kalau bapak sakit langsung saya bawa ke Puskesmas Suela, puskesmas yang paling dekat dengan rumah. Jadi tenang,” sambung Murni (28), istri Joni yang ikut menemani Pak Anem saat itu.

Anem sekeluarga adalah salah satu peserta JKN-KIS yang termasuk dalam golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Biaya pelayanan kesehatan selama sakit akan ditanggung dan dibayarkan setiap bulannya oleh pemerintah pusat.

Tidak hanya pengobatan dan perawatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) saja yang dijamin, namun tindakan medis spesialistik di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), baik bedah maupun non bedah akan ikut ditanggung.

Hal itu akan memudahkan masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan perawatan yang maksimal tanpa membeda-bedakan status antar peserta BPJS kesehatan.

ay/yp/Jamkesnews