Kaum Perempuan Diajak Sukseskan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Banyak masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih dan fasilitas sanitasinyapun kurang memadai

MATARARAM.lombokjournal.com —  Kaum perempuan dan para kader PKK di NTB diajak aktif dan terlibat langsung dalam mensukseskan program Sanitasi Total berbasis masyarakat (STBM), program yang memiliki hubungan erat mewujudkan masyarakat sehat dan generasi cerdas

Ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, menyampaikan ajakan itu karena peran dan potensi perempuan di NTB, jumlahnya sangatlah besar.

Dari total penduduk NTB yang mencapai 5,6  juta jiwa lebih, keberadaan perempuan usia produktif 14 – 24 tahun jumlahnya mendominasi.

“Ini merupakan potensi yang perlu diberi ruang dan diberdayakan secara optimalkan,” ungkap Hj. Niken, Rabu (16/10) 2019 di hotel Green Legi Mataram.

Hj Niken mengatakannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Workshop  Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bersama Yayasan Plan International Indonesia,

Dikatakannya, dalam praktek kehidupan sehari-hari kaum ibu dan perempuan pada umumnya menjadi pemeran kunci mewujudkan lingkungan rumah tangga yang bersih dan sehat.

Bahkan pada program Dasa Darma PKK melalui kader-kadernya, kini terus mengkampayekan Gerakan hidup sehat, termasuk kebersihan lingkungan dan sanitasi.

“ Ini program rutin ibu-ibu PKK, insya Allah akan dapat mengubah perilaku masyarakat kita menuju perilaku yang bersih dan sehat,” jelasnya.

Ia menyadari tantangannya tidaklah kecil. Sebab masih banyak masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih dan fasilitas sanitasinyapun kurang memadai. Misalnya tidak ada air bersih dan tidak ada jamban. Kondisi itu ditambah lagi dengan ketidaktahuan mereka bagaimana menjaga kesehatan, ujarnya.

Karena itu sentuhan edukasi menurutnya perlu terus digiatkan melalui berbagai pola dan pendekatan agar tumbuh kesadaran dan pemahaman yang memadai tentang Gerakan hidup bersih dan sehat.

“Ini tantangan dan tugas kita ke depan untuk terus mengkampanyekan hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

Niken mendorong peran kepemimpinan perempuan meningkatatkan akses sanitasi di masyarakat. Ia juga mengajak Tim PKK yang ada di wilayah dampingan project YPII untuk memimpin gerakan peningkatan sanitasi di tingkat desa melalui strategi penguatan pengasuhan berbasis keluarga.

Keterlibatan aktif perempuan dalam kegiatan sanitasi diharapkannya dapat meningkatkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan STBM di Provinsi NTB.

Ketidakadilan gender

Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan,Deputi Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Lieska Prasetya, M. Sc menjelaskan, masih ada kesenjangan yang menimbulkan ketidakadilan gender dalam masyarakat.

Ketidakadilan gender itu sendiri merupakan sistem dan struktur yang mengakibatkan salah satu gender, apakah itu perempuan ataupun laki-laki, termasuk yang disabilitas dan lansia menjadi korban.

Wujud Ketidakadilan gender itu menurutnya beragam. Di antaranya marginalisasi atau peminggiran hak-hak, dimana hak salah satu gender terabaikan karena kepentingan gender yang lain ataupun karena kepentingan politis yang lebih besar.

Maka Pengarusutamaan gender (puG) Merupakan solusi dan strategi  mengintegrasikan perspektif gender dalam pembangunan.

Pengintegrasian perspektif gender tersebut, dimulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi seluruh kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.

Sedangkan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus Nurali Sp.KO mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada para pemangku kepentingan sehingga dapat menciptakan sinergi untuk mencapai kesetaraan gender dan inklusi dalam pelaksanakaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

“Lebih jauh lagi ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 2016 pasal 74 bahwa Pemerintah wajib menjamin akses bagi Penyandang Disabilitas terhadap pelayanan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak. Pembangunan kesehatan yang inklusif tidak hanya berdasarkan kriteria ketimpangan wilayah akan tetapi bahwa kesehatan dipastikan bisa diakses baik oleh semua masyarakat termasuk diantaranya adalah penyandang disabilitas,” katanya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zulkieflimansyah Akan Jadi Keynote Speakers Diskusi Bertajuk ‘Sekda NTB Idola’

“Masing-masing narsum nanti boleh mendukung Calon Sekda NTB idolanya untuk dipromosikan”

lombokjournal.com —

MATARAM  :  Diskusi Kamisan M16, hari Kamis (17/10) malam pukul 20.30 wita, yang bertajuk ‘Sekda NTB Idola’ akan dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sekaligus sebagai Keynote Speakers.

Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, kehadiran gubernur juga akan menyampaikan informasi-informasi up to date terkait dinamika yang sedang berlangsung, khususnya soal konstestasi Calon Sekda NTB maupun informasi lainnya.

“Mi6 berharap Pak Gub bisa mengikuti diskusi kamisan Mi6 hingga usai sekaligus bertukar pikiran positif dengan audiens maupun para tokoh yang hadir,” kata lelaki yang akrab disapa Didu, Kamis (17/10) 2019.

Mantan Direktur Eksekutif Walhi NTB ini mengatakan, Kamisan Mi6  nanti akan berlangsung meriah karena hadirnya sejumlah tokoh yang menjadi Narasumber utama yakni, Mesir Suryadi, (Mantan Ketua PMI NTB) , Hasan Masat (Lesa Demarkasi), Taufik Hidayat, Chris Parangan, Ruslan Turmuzi (Anggota DPRD NTB ), Nasib Ikroman ( Wakil Direktur Mi6), Bustomi Taifuri ( Suaka ), Abdul Majid (Aktivis NU/PMII).

Moderator Diskusi Ahmad SH, mantan Deputi Direktur Walhi Nasional dan moderator cadangan  Wahidjan, aktivis Serikat Tani.

“Delapan Narasumber tersebut  akan menyampaikan ide dan gagasannya  terkait konstestasi pemilihan Sekda NTB,” ujar Didu didampingi oleh Sekretaris II Mi6, Budi Wawan dan salah satu pendiri Mi6, Moh Fihirudin.

Diskusi Kamisan Mi6 sengaja didesign menjadi forum adu gagasan antar Narasumber baik pro atau kontra, kritik oto kritik tanpa harus melakukan black campaign terhadap salah satu kandidat calon Sekda NTB.

“Masing-masing narsum nanti boleh mendukung Calon Sekda NTB idolanya untuk dipromosikan,” katanya.

Mi6 akan menayangkan  diskusi tersebut secara live Kamisan Mi6 via FB maupun publikasi secara berkala via media online, baik lokal dan nasional, termasuk media cetak maupun elektronik.

Sekretaris Mi6, Lalu Athari menambahkan, diskusi Kamisan Mi6 kali ini diperkirakan akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di NTB karena isunya sedang jadi trading topic yakni pemilihan Sekda NTB.

“Mengenai tehnis acara diskusinya sifatnya cair dan tidak kaku. Misalnya moderator bisa minta time out atau istirahat diganti oleh moderator cadangan. Demikian juga dengan narsum tidak harus duduk di depan berderet yang kesannya formal dan kurang interaktif,” kata Lalu Athari sembari mengatakan Mi6 akan mengedepankan aspek entertain agar suasana diskusinya lebih rileks

Athari menambahkan, hasil diskusi kamisan Mi6 akan dibuatkan notulensinya dalam bentuk summary report yang akan disampaikan keberbagai pihak yg terkait sebagai bahan masukan.

“Mengenai hasil akhir siapa yang lolos tiga besar sebagai calon Sekda NTB hasil seleksi Pansel , Mi6 mempercayakan sepenuhnya kepada Pansel maupun Gubernur NTB untuk memutuskannya karena itu sudah domain atau kewenangannya,” tukas Athari.

Me




Operasi Pasar Dilakukan Disdag NTB Untuk Atasi Kelangkaan Semen

Kegiatan operasi pasar semen ini dilakukan upaya menstabilkan harga semen yang masih melonjak di pasaran

MATARAM.lombokjournal.com —  Menindaklanjuti kelangkaan semen yang masih terjadi di Pulau Lombok, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB kembali melakukan operasi pasar semen yang akan berlangsung selama lima hari ke depan terhitung mulai Selasa (15/10) 2019.

Operasi pasar semen sudah mulai dilakukan di Lombok Utara, dan akan dilakukan di seluruh kabupaten di Pulau Lombok.

“Hari pertama kami adakan di Kabupaten Lombok Utara, dan kabupaten serentak mulai hari ini yakni di Kota Mataram di Polsek Cakranegara, Lombok tengah di Praya, dan Lombok Timur di Polsek Masbagik dan Lombok Barat di Gununsari,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj.Putu selly andayani,  Rabu,(16/10) 2019.

Selly menjelaskan, operasi pasar semen ini melibatkan beberapa distributor semen di Pulau Lombok dengan berbagai merek semen untuk menjual semennya secara terbuka kepada masyarakat.

Di tiap lokasi menyiapkan semen dengan jumlah yang berbeda diantaranya semen merk Holchin sebanyak 500 sak,gersik 150 sak , dan akan dilihat jika peminatnya banyak akan ada penambahan.

“Dalam operasi pasar ini masing-masing semen dijual  dengan harga Rp 58.000/sak dan dibatasi untuk masyarakat sebanyak 10 sak per orang kecuali untuk pokmas itu bisa mencapai 70 sak karena di tiap kelompok ada tujuh orang tentunya dengan membawa SK atau tand tangan dari pihak kelurahan,” tegasnya.

Kegiatan operasi pasar semen ini dilakukan upaya menstabilkan harga semen yang masih melonjak di pasaran, dan akan terus dilakukan hingga harga semen kembali normal.

“Seperti diketahui harga eceran semen untuk saat ini dijual dengan harga Rp 85.000,” kata Selly.




TGB Akan Terima Penghargaan Dari Al-Azhar

Pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling  berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini, menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa

MATARAM.lombokjournal.com – Tuan Guru Bajang (TGB) dijadwalkan akan bertolak ke Kairo, Mesir, hari Rabu (16/10) 2019.

Keberangkatan TGB sebagai Ketua OIAA Cabang Indonesia, untuk menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh alumni Al-Azhar yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan (muwâthanah), dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai (ta‘âyusy silmiy) di Indonesia.

Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Dr Muchlis M Hanafi mengatakan, TGB terbang ke Kairo memenuhi undangan Pemimpin Tertinggi (Grand Shekh) Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb,

‘’Keputusan Grand Sheikh Al-Azhar untuk memberi penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan Al-Azhar pada 10 Oktober 2019 lalu. Surat pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima oleh TGB melalui OIAA Cabang Indonesia pada Ahad (13/10),’’ kata Dr Muchlis M Hanafi dalam siaran pers  Rabu (16/10) 2019.

Penghargaan dimaksud akan diserahkan langsung oleh Grand Shaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb di Gedung Grand Shaikh, Kairo, pada Kamis besok (17/10), sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan oleh pejabat tinggi Al-Azhar antara lain; Deputi Grand Sheikh Al-Azhar, Prof Dr Saleh Abbas; pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG) Kairo seperti Dr Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr Abdel Dayem Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.

‘’Seusai penyerahan penghargaan, TGB dijadwalkan akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan tokoh agama Indonesia dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan,’’ ujarnya.

Menurut Hanafi, pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling  berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini, menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa.

‘’Al-Azhar telah cukup lama dan secara intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai. Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat Muslim,’’ katanya.

AYA




Sekda Rasa Pilkada, Pansel Jangan Kendor

“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Tahapan presentasi dan wawancara calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB maupun penelusuran rekam jejaknya berlangsung hingga 17 Oktober, besok. kemudian Panitia Seleksi (Pansel) akan melaporkan kepada Gubernur 19 Oktober mendatang.

“Proses-proses yang telah berjalan sudah sesuai jadwal. Saya melihat perhatian publik terhadap calon Sekda NTB ini luar biasa,” kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto, Rabu (16/10) 2019.

Diakui pria yang akrab disapa Didu ini, lima orang calon Sekda NTB masing-masing Asisten I Setda NTB Dra Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, MSi, Kepala Distanbun NTB Ir H Husnul Fauzi, MSi, Kepala Bappenda NTB, Dr Ir H Iswandi, MSi, Kepala DPMPTSP NTB, Drs HL Gita Ariadi, MSi,dan Asisten II Setda NTB, Ir H Ridwansyah, MM, MTP memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Memiliki pengalaman birokrasi panjang dan terukur.

“Itulah sebabnya penuh dinamika di publik. Beragam komentarnya,” sambungnya.

Diakui Didu, muncul opini pemilihan Sekda Provinsi NTB saat ini tak jauh beda dengan pilkada. Masing-masing memiliki tim sukses yang seolah-olah kampanye di darat ataupun online. Beragam cara jualan ke publik sekda versi mereka.

“Ramai sekali memang. Saya baca ada komentar-komentar seperti kampanye kepala daerah,” ujarnya.

Menurut Didu Itu bagus, hal itu menandakan ada perhatian dan partisipasi publik. Selama ini soal sekda tidak banyak yang pedul.

Meski begitu, Didu yakin, panitia seleksi (pansel) sekda bekerja dengan baik dan profesional. Periode penelusuran rekam jejak sejak 8 Oktober lalu maupun presentasi dan wawancara dicatat secara objektif. Ia pun tak yakin ada main mata soal nama tiga besar yang bakal dibawa ke gubernur.

“Setelah itu nama-nama bakal dibawa ke Kemendagri. Yang jelas, pansel jangan kendor. Fokus saja meski banyak manuver,” imbuhnya.

Bagi Didu, Sekda NTB mendatang bukan individu yang cuma berada dalam top off mind publik atau kepala daerah. Lebih dari itu, sekda dengan kemampuan mengakselerasi program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Termasuk di dalamnya terlibat dengan baik dalam urusan tata birokrasi. Sanggup memerankan diri sebagai leader bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi NTB.

“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak,” imbuhnya.

Didu mengingatkan, nama tiga Sekda Provinsi NTB yang telah diputuskan dibawa ke pusat 18 Oktober mendatang prosesnya tetap akan dinamis.

Bisa jadi yang namanya paling disebut publik tak terpilih, sebaliknya yang kurang disebut justru menjadi pilihan. Seandainya pun ada intervensi dari kepala daerah, bukan jaminan.

Seperti terjadi di Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, Sekda Provinsi Kalimantan Timur yang diputuskan pusat tak sejalan dengan yang diinginkan kepala daerah.

Dampaknya, Gubernur Kalimantan Timur tidak mau melantik sekda pilihan Kemendagri. Akhirnya pusat memutuskan untuk melantik sekda tersebut di Jakarta.

“Kejadian seperti itu juga terjadi di daerah lain. Di Provinsi NTB potensi itu bisa saja terjadi,” tandasnya.

Didu mengakui, riuh-riuh suara dukungan yang berkembang hanya sekadar penggembira. Hanya ikut meramaikan nama top leader ASN Provinsi NTB semata.

Bukan menjadi tolak ukur dan patokan pasti dilantik.

“Kita lihat saja nanti. Yang penting catatan saya prosesnya sudah berjalan dalam rel yang tepat,” tutupnya.

Me




IWAPI NTB Ajak Kaum Perempuan Berusaha & Mandiri

Harus Mandiri, Baiq Diyah Ganefi: macak cih beli bedak harus nunggu suami!

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Ikatan Wanita Pangusaha Indonesia (IWAPI) NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., mengajak kaum perempuan yang memiliki usaha baik UMKM level pemula, atau usaha menengah dan mandiri untuk bergabung mengembangkan usahanya di IWAPI.

“IWAPI merupakan wadah bagi perempuan/ ibu-ibu yang ingin mengembangkan usahanya, ibu

rumah tangga yang punya ketrampilan segera bergabung ya,” ajaknya di Mataram, Rabu (16/10) 2019.

Saat ini IWAPI telah memiliki kedai “69” untuk membantu menampung produk ibu-ibu rumah tangga seperti produk makanan dan minuman yang dijual kembali dengan harga terjangkau.

“Kedai 69 merupakan wadah bagi UMKM binaan IWAPI, sebanyak 27 orang ibu-ibu telah menjadi pemasok makanan, kopi, beras dll, kami menunggu siapa saja kaum perempuan yang punya produk untuk dibantu pemasarannya di kedai ini,” imbuhnya.

Senator dua periode ini selalu memotivasi pengurus dan anggotanya untuk terus berwirausaha  mengikuti kebutuhan zaman.

Apalagi di era digitalisasi ini berwirausaha sangat mudah, hanya dengan modal Handphone usaha bisa dilakukan drumah.

“Manfaatkan tekhnologi dong, saya selalu bilang sama pengurus dan anggota bahwa perempuan harus bekerja, perempuan harus berpenghasilan dan Mandiri, macak cih mau beli bedak nunggu dikasi uang sama suami,” ledeknya.

Ia menegaskan perempuan harus membantu ekonomi keluarga sebab sekarang semua serba mahal, pendidikan, sandang, papan, pangan.

“Jadi melalui IWAPI insyallah yang tadinya jualan kue hanya 50 buah sehari sekarang bisa 100 lebih, bayangkan keuntungan bisa berapa itu ken banyak dan sangat membantu mereka, malah saya yakin kalau semua rajin berusaha walaupun niat awalnya sampingan lambat laun bisa jadi usaha tetap dan bisa menjadi besar,” katanya.

Sebagai ketua organisasi, Baiq Diyah memastikan organisasi yang dipimpinnya harus tetap berinovasi agar para perempuan semangat dalam berniaga.

Sebelumnya, IWAPI NTB Telah banyak memberikan pelatihan keterampilan dibidang penjualan bahkan beberapa waktu lalu IWAPI telah menggelar pelatihan IT meliputi cara mempromosikan produk lewat media sosial seperti fesbuk dan pelatihan laju digital.

“Bagi yang belum memiliki keterampilan namun punya bakat dan minat serta niat merubah ekonomi keluarga kami tetap menerima jika ingin bergabung dengan IWAPI,” pungkas wanita hebat NTB yang dikenal dengan sebutan BDRG ini.

AYA




Membanggakan, BPJS Kesehatan Kembali Bawa JKN-KIS ke Panggung Internasional

Indonesia sudah sangatlah generous. Dengan besaran iuran seekonomis itu, Program JKN-KIS telah memberikan benefit begitu luas, mulai dari jaminan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif

Marcelo Abi-Ramia Caetano dan Fahmi Idris

lombokjournal.com —

BRUSSEL   :   Menjelang enam tahun beroperasi, BPJS Kesehatan kembali membanggakan rakyat Indonesia.

BPJS Kesehatan dipercaya untuk menyampaikan usulan strategis dan tantangan dalam jaminan kesehatan, sekaligus memaparkan implementasi Program JKN-KIS kepada negara-negara lain dalam acara 33rd General Assembly World Social Security Forum (WSSF) yang berlangsung 14 – 18 Oktober 2019 di Brussels, Belgia.

Forum WSSF sendiri adalah forum tertinggi dan terpenting dalam organisasi ini. Kali ini melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari lebih dari 150 negara anggota ISSA.

Termasuk di dalamnya para Menteri, Presiden organisasi dunia, para pemimpin senior dalam dunia jaminan sosial.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyampaikan milestone utama dalam perkembangan jaminan sosial di dunia.

Dalam paparan di forum tersebut, selain menjelaskan tantangan dunia berupa angka usia harapan hidup yang meningkat dan populasi kelompok usia tua makin bertambah yang perlu  antisipasi jangka panjang,

Fachmi menekankan pentingnya komitmen politik yang tinggi dan adanya strategi nasional yang jelas di semua negara terkait jaminan kesehatan.

Karena itu, Fachmi mendorong pentingnya melahirkan konsep Health in All Social Security Policy (HiASSP) sebagai upaya kunci.

Secretary General ISSA Marcelo Abi-Ramia Caetano yang hadir langsung sebagai panelis, sangat terkesan dan mengapresisasi dengan langkah maju antisipatif serta usulan usulan  yang disampaikan tersebut.

Hal membanggakan lainnya, pada kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris yang juga menjabat sebagai Chairperson of a Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance of ISSA memperoleh penghargaan khusus dalam ISSA Award for Outstanding Achievement in Social Security berupa Certificate of Appreciation atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengangkat issue-issue penting dalam mendorong jaminan sosial kesehatan universal di seluruh dunia dan langkah-langkah antipasinya.

“Menjadi lembaga pengelola program jaminan kesehatan terbesar di dunia bukan berarti tak memiliki tantangan tersendiri. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berupaya mengembangkan inovasi dan menyempurnakan pelayanan kepada peserta JKN-KIS di Indonesia,” ujar Fachmi, Selasa (15/10) 2019.

Di tengah dinamika yang ada, prestasi BPJS Kesehatan di dunia internasional tak diragukan lagi. Tahun lalu, BPJS Kesehatan menjadi satu-satunya negara anggota ISSA yang panen penghargaan dalam ajang ISSA Good Practice Award 2018 Kategori Kawasan Asia Pasifik.

Tak tanggung-tanggung, 9 penghargaan berhasil disabet BPJS Kesehatan dalam momen bergengsi tersebut, bahkan 3 di antaranya memperoleh gelar special mention dari ISSA.

Tahun 2016 lalu di Panama, ISSA mengeluarkan laporan tentang 10 tantangan yang dihadapi dunia dalam penyelenggaraan jaminan sosial, yang meliputi kesehatan dan long term care, upaya menutup kesenjangan cakupan kepesertaan program (khususnya di sektor non formal), penuaan populasi, transisi teknologi, ekspektasi publik yang semakin tinggi, pengangguran usia muda, lapangan kerja dan ekonomi digital,  ketidaksetaraan dalam kehidupan, risiko dan kejadian ekstrim, serta proteksi terhadap buruh migran.

Pertemuan World Social Security Forum kali ini dimaksudkan untuk membahas kemajuan setiap negara di dunia dalam menjawab sepuluh tantangan tersebut melalui inovasi-inovasi yang dilakukan oleh anggota ISSA.

“Dalam laporan ISSA serupa tahun ini, ada pilot project BPJS Kesehatan yang disebut-sebut sebagai inovasi menarik, yaitu layanan home care yang disediakan BPJS Kesehatan bagi pasien JKN-KIS lansia yang menyandang stroke. Berdasarkan pilot project tersebut, ternyata layanan home care hasilnya lebih efektif dan efisien daripada perawatan di rumah sakit. Hal ini pun lantas diangkat ISSA sebagai best practice sharing dalam laporan ISSA di tahun 2019,” ujar Fachmi.

“JKN-KIS telah menjadi salah satu barometer utama di dunia, khususnya untuk jaminan sosial di bidang kesehatan. Berbagai apresiasi dan penghormatan yang diterima dalam forum tertinggi ISSA kali ini membuktikan hal tersebut sekali lagi dan  semoga program mulia ini betul-betul makin dirasakan manfaatnya, khususnya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Fachmi.

Pertumbuhan peserta JKN-KIS juga terbilang amat pesat. Hanya dalam waktu kurang dari enam tahun, Program JKN-KIS telah meng-cover sekitar 84,1 persen dari total penduduk Indonesia.

Berdasarkan data dari Population Data CIA World Fact Book (2016) dan Carrin G. and James C. (2005), Jerman membutuhkan waktu lebih dari 120 tahun (85% populasi penduduk), Belgia membutuhkan 118 tahun (100% populasi penduduk), Austria memerlukan waktu 79 tahun (99% populasi penduduk), dan Jepang menghabiskan waktu 36 tahun (100% populasi penduduk).

Kedua, besaran iuran Program JKN-KIS terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan iuran program jaminan kesehatan sosial di negara-negara lain.

Sebagai pembanding, iuran jaminan kesehatan di Korea Selatan jika dirupiahkan mencapai Rp 37 juta per jiwa per bulan dan minimal Rp 159.735 per jiwa per bulan, sementara di Taiwan maksimal Rp 3,7 juta per jiwa per bulan dan minimal Rp 487.220 per jiwa per bulan.

Bahkan di Vietnam, besaran iuran maksimalnya adalah Rp 117.000 per jiwa per bulan dan minimal Rp 54.000 per jiwa per bulan.

Bandingkan dengan nominal iuran JKN-KIS saat ini yang berkisar antara Rp 25.500 sampai Rp 80.000, tergantung kelas perawatan yang dipilih peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.

Bisa dibilang, Indonesia sudah sangatlah generous. Dengan besaran iuran seekonomis itu, Program JKN-KIS telah memberikan benefit begitu luas, mulai dari jaminan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

“Bahkan penyakit katastropik dan pelayanan kesehatan seumur hidup seperti cuci darah pun ditanggung. Bisa dibilang, iuran yang dibayarkan oleh peserta saat ini tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang diberikan, sehingga mengembalikan besaran iuran sesuai hitungan aktuaria menjadi sangat penting,” ujar Fachmi.

KS/Hms BPJSKes

 




Melindungi Kesehatan Kekuarga Dengan JKN-KIS

Rutin menjaga kesehatan dan memiliki JKN-KIS adalah perlindungan ganda yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat

lombokjournal.com —

SELONG   :   Sedia payung sebelum hujan, tampaknya pribahasa tersebut menjadi alasan kuat Hapdullah (56) untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong.

Memiliki jaminan kesehatan adalah salah satu cara untuk memproteksi diri dan keluarganya dari hal-hal yang kemungkinan akan terjadi kelak.

Di samping usianya yang sudah tidak muda lagi membuatnya rentan akan terserang penyakit. Oleh karena itu, JKN-KIS menjadi pilihan terbaiknya.

Hapdullah mendaftar sebagai peserta  JKN-KIS sejak bulan Desember tahun 2018, sebelumnya tidak pernah punya jaminan kesehatan.

“Karena saya lihat anak saya yang mendapat JKN-KIS dari kantor tempatnya bekerja, jadi saya tertarik juga untuk buat. Hitung-hitung sebagai proteksi juga, kita tidak tahu kan kapan akan sakit. Jadi yang penting sudah punya dulu,” ungkapnya.

Wiraswasta asal Dusun Lendang Re, Kecamatan Masbagik ini hanya tinggal berdua dengan istrinya. Ia mengungkapkan bahwa program JKN-KIS ini sangat bagus bagi semua kalangan masyarakat untuk memperoleh perlindungan kesehatan.

Menurut Hapdullah, JKN-KIS program yang sangat bagus sekali. Ia merasa, seharusnya semua masyarakat memang harus punya.

“Orang yang mampu, bisa daftar secara mandiri dengan bayar iuran setiap bulan, yang tidak mampu pun bisa dapat gratis dengan dibiayai pemerintah jadi sangat cocok untuk semua kalangan. Pokoknya harus punya dulu, biar saat sakit nanti, tidak repot memikirkan biaya atau mengurus sana-sini,” tambahnya.

Adapun dengan memiliki JKN-KIS, tidak serta merta membuat Hapdullah lalai dalam menjaga kesehatannya. Ia selalu rutin untuk tetap menjaga pola makannya, selalu berolahraga seminggu sekali, dan tidak merokok.

“Alhamdulillah, sampai sekarang, saya dan istri belum pernah sakit berat sampai dirawat di rumah sakit. Di usia yang sudah tidak muda lagi ini, sangat penting untuk menjaga pola hidup yang sehat. Saya sudah berhenti merokok, menghindari makanan-makanan yang berlemak, atau bersantan, dan olahraga di hari ahad, biasanya jalan-jalan pagi. Yah, walaupun punya jaminan kesehatan, bukan berarti kita jadi tidak perhatian dengan kondisi kita sendiri kan,” ujar Hapdullah.

Hapdullah mengungkapkan,  rutin menjaga kesehatan dan memiliki JKN-KIS adalah perlindungan ganda yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat. Tak ada salahnya warga yang masih sehat menyiapkan diri sebelum sakit datang.

“Lebih baik sedia JKN-KIS sebelum sakit, layaknya sedia payung sebelum hujan,” tutup Hapdullah.

ay/ys/Jamkesnews

 

 




Saat Dika Siapkan Untuk Persalinan, Mantap Pilih  JKN – KIS

Jika terdapat indikasi kelainan, maka proses persalinan akan dilakukan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut

lombokjornal.com —

SELONG   :    Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kepada pesertanya.

Kendati terus berbenah terhadap sistem pelayanannya, BPJS Kesehatan tetap berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan pelayanan prima bagi pesertanya untuk mengakses layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan tidak hanya menjamin peserta yang sakit saja, namun ibu hamil pun dapat mendapatkan layanan kesehatan dengan JKN–KIS.

Ibu hamil yang terdaftar sebagai peserta akan dijamin kesehatannya mulai dari awal kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Seperti yang dirasakan oleh Dika (30), ibu hamil yang kini telah memiliki dua orang anak ini yang berkeinginan untuk menjadi peserta JKN – KIS.

“Saya ingin punya jaminan kesehatan. Apalagi saya sedang hamil 7 bulan. Suami saya kan kerja di tempat yang jauh, takut repot saat persalinan harus memikirkan biaya dan lain-lain, jadi saya ingin daftar jadi peserta JKN-KIS,” cerita Dika.

Sebagai ibu rumah tangga yang tinggal berjauhan dengan suami membuat Dika harus mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kehamilan dan proses persalinannya nanti.

Termasuk masalah jaminan kesehatan agar masa prenatal (hamil) hingga postnatal (pasca melahirkan) tetap terjamin tanpa repot mengurus biayanya.

Ibu hamil peserta JKN-KIS mendapatkan manfaat memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, dokter praktik mandiri yang memiliki sarana prasarana persalinan atau di praktik kebidanan yang sudah masuk dalam jejaring JKN – KIS.

Pemeriksaan selama masa kehamilan sangatlah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya. Dengan memantau kesehatan kehamilan diharapkan dapat mencegah resiko kematian bayi dan kematian ibu melahirkan.

BPJS Kesehatan akan menanggung pemeriksaan kehamilan sebelum melahirkan atau antenatal care (ANC) sebanyak 1 kali pada trimester pertama dan trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga.

Jika kondisi kehamilan tidak ada kelainan maka persalinan ditangani oleh puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun, jika terdapat indikasi kelainan, maka proses persalinan akan dilakukan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut.

Ibu 2 orang anak ini mengharapkan semoga persalinannya kelak dapat berjalan normal dan anaknya dapat lahir dengan selamat dan dalam kondisi yang sehat. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk segera mendaftarkan anaknya menjadi peserta BPJS ketika sudah lahir.

“Sebelum punya JKN – KIS, saya biasanya periksa ke bidan. Biaya USG nya lumayan mahal, jadi saya berharap ketika sudah punya kartu, biaya USG nya bisa gratis, dan proses persalinannya bisa berjalan lancar. Insyaallah, nanti ketika anak saya sudah lahir, saya akan langsung mendaftarkannya juga,” tutup Dika.

ay/ys/Jamkesnews

Narasumber : Dika




Temu Ilmiah APPSANTI Dipusatkan Di Universitas Hamzanwadi

Temu Ilmiah diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan

lombokjournal.com  —

LOTIM   ;     Temu Ilmiah Nasional yang berlangsung selama 3 hari sejak  hari Senin, 15-17 Oktober, digelar Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (APPSANTI), yang dipusatkan di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ketua APPSANTI, Ubedilah Badrun menyampaikan, temu ilmiah ini merupakan acara rutin yang dilakukan untuk membahas berbagai dinamika dan tantangan dalam pembelajaran sosiologi dan antropologi di era terkini yakni era industri 4.0 (four point zero) menuju society 5.0 (five point zero).

“Hal itulah yang membuat temu ilmiah saat ini mengangkat tema tantangan pembelajaran sosiologi dan antropologi di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0 dengan diikuti oleh anggota Appsanti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Ubedilah yang juga pengamat politik yang kerap diundang TV swasta nasional itu.

Disebutkan, berbagai rangkaian acara dalam temu ilmiah itu di antaranya Seminar Nasional, Musyawarah Nasional, dan Olimpiade Nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami (APPSANTI) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan seperti ini, dan Appsanti ini sudah menyebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, hanya Papua yang belum kita sentuh tapi insya Allah tahun depan kita akan coba,” ungkap mantan aktivis HMI yang juga dosen UNJ itu.

Humas Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi mengatakan, kegiatan ini merupakan acara yang dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial.

“Tantangan generasi millenial di era revolusi industri generasi ke empat (4.0) cukup berat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dengan teknologi canggih dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Halqi di Selong, Senin (14/10) 2019.

Hal itu lanjut doktor jebolan UNJ ini memiliki dua sisi yang berbeda, satu sisi memberi kemudahan dalam hidup, satu sisi lagi bisa memberikan mudarat dan dampak negatif terutama dalam konteks perilaku.

“Hal ini yang banyak pihak kurang menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, sekaligus semua itu merupakan tantangan generasi millenial yang sulit terelakkan,”  paparnya.

Melalui temu ilmiah Appsanti yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi pihaknya berharap bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

“Kami berharap selaku tuan rumah dari acara ini memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan bersama, baik bagi universitas dan Appsanti, khusunya program studi pendidikan sosiologi Univeritas Hamzanwadi selaku panitia temu ilmiah ini,” pungkas Direktur Lembaga Kerjasama dan Alumni (LKA) itu.

AYA (red)