Hj. Niken diminta menjadi Keynote Speaker dalam acara seminar Psikologi Klinis yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang
MATARAM.lombokjournal.com — Masalah gangguan mental menjadi kekhawatiran bersama, karena dampak dari gangguan ini tidak hanya bagi diri sendiri, namun berdampak bagi orang lain.
“Kita perlu khawatir, karena kondisi mental tidak hanya berdampak pada si penderita, tapi juga orang yang berada di sekitarnya,” kata Ketua TP. PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc .
Hal itu diungkapkannya waktu menerima audiensi Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, terkait kasus kesehatan mental anak dan remaja di NTB Rabu (16/10) 2019 sore, di Pendopo Gubernur NTB.
Audiensi ini membahas permasalahan remaja yang membutuhkan pengayoman dalam segi psikologi dan kerohanian.
Ketua Hj. Niken juga menyarankan untuk menggandeng para pakar psikologi di NTB dan melibatkan mahasiswa lulusan ilmu psikologi untuk terjun langsung sampai ke desa-desa, untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Ikatan Psikolog Klinis Indonesia meminta kesediaan Hj. Niken untuk menjadi Keynote Speaker dalam acara seminar Psikologi Klinis yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.
Sri Helmi Hayati, selaku koordinator seminar menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi, kepada remaja akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan menjadi wadah bagi para remaja yang memiliki gangguan psikologis.
“Seminar ini akan memberikan informasi kepada remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan bagaiamana cara menjaganya,” ungkap Sri Helmi Hayati.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas seminar lalu selesai, namun pihaknya akan terus mem-follow up. Bahkan membentuk tim koordinasi, baik di tingkat kabupaten sampai dengan desa.
”Sehingga para remaja setidaknya mengetahui tujuan mereka saat mereka memiliki masalah,” kata Sri.
AYA/HmsNTB
Haul Tiga Ulama NU Di Ponpes NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari pesan dan tradisi yang sering dilakukan oleh Alm. TGH. A. Taqiuddin Mansur yaitu memberi makan, menjaga silaturahim dan shalat malam
Saat Peresmian BLK Atqia di Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan
LOTENG.lombokjournal.com— Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri acara Haul TGH. A. Taqiuddin Mansur, TGH. M. Shaleh Hambali, dan TGH. Mansur Abbas sekaligus.
Haul ini dirangkaikan dengan Peresmian BLK Atqia di Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Sengkang Bonder Praya Barat, Kamis (17/10) 2019.
Acara tersebut juga diikuti oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Manarul Hidayat dan KH. Haddad Alwi yang diundang untuk mengisi acara.
Hadir Wakil Bupati Sumbawa sebagai perwakilan PCNU Sumbawa, Forkopimda, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, dan santri-santri serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan.
Gubernur mengaku sangat bangga dapat hadir di tengah-tengah masyarakat jamaah Nahdlatul Ulama. Ia bercerita bahwa TGH. A. Taqiuddin Mansur pernah berpesan, peran NU adalah untuk menjaga keutuhan daerah dan negara.
Bang Zul, sapaan akrabnya, berharap agar silaturahim dengan NU tetap terjaga dan berharap Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan bisa menjadi pesantren yang bisa mencetak generasi bangsa yang luar biasa di masa yang akan datang.
“Semoga ini bukan yang terakhir saya dapat hadir di Pondok Pesantren ini dan saya percaya bahwa Pesantren ini akan mampu mencetak generasi terbaik bangsa ke depannya,” ungkap Bang Zul.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag dalam sambutannya sangat mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut dan mengajak seluruh Jamaah Nahdlatul Ulama untuk menjaga serta meneruskan tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama yang ditinggalkan oleh TGH. A. Taqiuddin Mansur.
“Mudah-mudahan dengan diadakannya kegiatan ini merupakan sebagai ajang untuk kita menjaga silaturahmi kita semua dan menjadi tradisi yang akan terus kita laksanakan kedepannya,” tuturnya.
Ketua Yayasan Ponpes NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Baiq Mulianah, M.Pd.I menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari pesan dan tradisi yang sering dilakukan oleh Alm. TGH. A. Taqiuddin Mansur yaitu memberi makan, menjaga silaturahim dan shalat malam.
“Saya berharap kepada seluruh keluarga besar pondok pesantren mari bersama membangun pesantren ini agar menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
AYA/HmsNTB
Sholat Istisqa’ Mohon Hujan, Harus Dibarengi Ikhtiar Melestarikan Lingkungan
NTB yang merupakan salah satu daerah spiritual juga sudah semestinya melakukan sholat isitisqa’
Gubernur Zul
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah mengatakan bahwa gelaran sholat istisqa’ harus diimbangi dengan kegiatan melestarikan lingkungan.
“Salah satu cara untuk memohon turunnya hujan dengan melakukan sholat istisqa’, tapi ke depan juga harus diimbangi dengan hal – hal faktual yang ada dilapangan. Seperti hutan dijaga, tanaman ditumbuhkan, tetap diadakannya reboisasi dan perambahan hutan dicegah,” tutur Bang Zul dalam pelaksanaan Sholat Istisqa’ di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jum’at (18/10) 2019.
Dikatakannya, lemarau panjang yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia termasuk di NTB, jadi alasan Pemerintah daerah di NTB bersama seluruh jajarannya dan masyarakat untuk menggelar sholat Istisqa’.
Kegiatan ini juga pernah dilakukan dan dialami oleh seluruh dunia, tegasnya.
“Ada yang berdoa agar turun hujan saat kemarau panjang, ada yang bernyanyi dan memukul gendang agar turun hujan, dan ada yang berdoa tetapi hujan tidak kunjung datang, setelah 3 hari hujan turun,” jelasnya.
NTB yang merupakan salah satu daerah spiritual juga sudah semestinya melakukan sholat isitisqa’.
“Semoga ini menjadi ikhtiar kita agar hujan bisa turun” ujar Bang Zul.
Dr. Tgh. Musim Mukhtar dalam ceramahnya mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur kepada Allah.
“Semoga dengan acara yang kita adakan pada pagi ini menjadi wujudkan syukur kepada Allah , semoga kita senantiasa menjadi hamba – hamba Allah yang senantiasa untuk terus bersyukur,” tuturnya.
Alam, hutan, bumi, hewan semua hadir dan tinggal di bumi, oleh karena itu semua memiliki kepentingan bersama.
“Mari kita memohon ampun kepada Allah SWT. Bisa jadi ini merupakan kelalaian kita dan ini terjadi kita tidak pandai mensyukuri nikmat Allah SWT,” jelasnya.
Kalangan pelajar berpartisipasi dalam gelaran Sholat Istisqa’, salah satunya Robin Fathullah dari SMAN 3 Mataram yang mengaku kegiatan sholat istisqa’ sangat baik sekaligus untuk mengingatkan kepada seluruh teman – teman yang lain agar terus melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan sekitar.
AYA/HmsNTB
Gubernur : Semua Calon Sekda Baik, Hasilnya Tetap Tunggu Pansel
Dari diskusi yang diselenggarakan M16, gubernur mengaku mendapat banyak masukan soal Sekda ideal
lombokjournal.com —
MATARAM; Ada fenomena baru dalam pemilihan Sekda NTB kalli ini, sebab ada ruang keterlibatan masyarakat memberikan masukan terkait Sekda NTB yang baik.
Hal itu terlihat dalam diskusi yang diselenggarakan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, dalam diskusi Kamisan bertajuk “Sekda NTB Idola” di De-Lima Cafe, Kota Mataram, Kamis (17 /10) 2019. Diskusi tersebut melibatkan banyak kalangan.
Perserta diskusi dari berbagai kalangan
Dalam diskusi yang dipimpin Ahmad SH tersebut dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis, politisi hingga awak media.
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah hadir sebagai pembicara utama, selain itu sejumlah tokoh yang menjadi narasumber utama seperti, Lesa Demarkasi Hasan Masat, Anggota DPRD NTB Ruslan Turmuzi, Aktivis PMII Lombok Timur Taufik Hidayat , Aktivis LSM SUAKA , Bustomi Taifuri dan Wakil Direktur Mi6, Nasib Ikroman
Anggota Dewan Pendiri Mi6 , Hendra Kesumah membuka acara diskusi Kamisan mengatakan Mi6 mengapresiasi keterbukaan dan demokratisasi di era pemerintahan Zul-Rohmi, termasuk membuka diskursus tentang Pemilihan Sekda NTB.
“Mi6 mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan atensi Pak Gubernur NTB yang bersedia hadir mendengarkan masukan dalam forum Kamisan ini,” kata Hendra.
Gubernur di awal diskusi mengatakan, mengenal dengan baik lima calon Sekda. Kendati demikian, dia berharap melalui diskusi, gubernur mendapat informasi tambahan soal calon Sekda.
“Walaupun gini-gini gubernur punya peran menentukan Sekda. Lima calonnya hebat-hebat. Tapi saya perlu mendengar informasi dari teman-teman,” katanya.
Gubernur berharap Sekda NTB ke depan dapat sejalan dengan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
“Saya butuh Sekda minimal orang yang tidak punya agenda berbeda dengan gubernur. Semua orang saya kenal baik dan semua bisa kerjasama,” ujarnya.
“Kita ini manusia biasa dalam proses mengambil keputusan, oleh karena itu saya ingin dengar siapa sebenarnya yang disuarakan,” katanya.
Ruang pendapat publik
Hasan Masat dari Lesa Demarkasi, mengatakan, panitia seleksi (Pansel) calon Sekda NTB harus bekerja dengan profesional. Dia berharap Pansel tidak memilih Sekda berdasarkan keterwakilan wilayah.
“Pansel jangan sampai karena keterwakilan wilayah memilih Sekda. Saya berharap Pansel dan Gubernur jangan sampai Sekda itu keterwakilan,” ucapnya.
Dia berharap agar pendapat publik dapat didengar untuk memberikan masukan terkait calon Sekda.
“Pendapat umum harus diberikan ruang siapa figur yang tepat. Figur penting dan saya berharap nantinya gubernur bijaksana memilih yang memiliki fungsi pelayanan dan reformasi birokrasi,” ungkapnya.
Taufik Hidayat, Perwakilan KNPI Lombok Timur, dalam diskusinya mengatakan sepakat jika Pansel tidak mendukung calon berdasarkan kewilayahan, namun dia juga meminta Pansel tidak mendukung Sekda berbasis organisasi kemasyarakatan.
“Sekda ini pejabat administratif yang sekiranya mengakomodir pelayanan publik di NTB. Melihat Sekda tidak hanya melihat wilayah, tapi perlu dicermati jangan juga Sekda dilihat dari perspektif Ormas. Kita sepakat lima tokoh adalah orang hebat dan baik,” terangnya.
Opik sapaan akrabnya secara terang menyebut nama calon yang dijagokan, yaitu Assisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah.
“Ridwansyah ASN senior dan saya yakini mampu bisa jadi bawahan dan mengartikulasikan kepentingan daerah, tentunya NTB gemilang dapat diraih dengan cepat,” ungkapnya.
Bustomi Taifuri dari LSM Suaka, dalam diskusinya memberikan kritikan pada pemerintahan Zul-Rohmi. Beberapa catatan kritiknya dilontarkan langsung di hadapan Zulkieflimansyah.
“Di kepemimpinan gubernur saat ini saya lihat compang-camping dalam perjalanan, misalnya memburuk eksekutif dan legislatif, kurang baiknya hubungan pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Tengah. Kemudian ada beberapa persoalan seperti KEK. Apalagi penilaian Ombudsman soal maladministrasi,” cetusnya.
Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP, Ruslan Turmudzi, lebih bersikap netral dalam menyikapi eforia pemilihan Sekda. Dia menyadari penentuan Sekda tidak dapat diintervensi.
“Saya lihat ada Pansel di luar Pansel. Saya selaku anggota DPRD Fraksi PDIP tidak akan meminta karena saya dulu bukan pendukung Pak Gubernur,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan pemilihan Sekda bukan merupakan hak prerogatif gubernur. Melainkan pemerintah pusat.
“Pansel akan mengusulkan tiga orang, tentu yang terbaik dari lima orang. Tapi hati-hati ini bukan hak prerogatif gubernur. Gubernur akan usulkan ke Mendagri. Mungkin Mendagri akan diganti karena sebentar lagi presiden akan dilantik,” ungkapnya.
Ruslan menegaskan, lima cakon Sekda memang figur pejabat yang berkompeten. Namin hal ini tidak menafikan kiprah mereka masing-masing.
Ia sempat menyebut dua nama yakni Dr H Iswandi dan H Ridwansyah. Dua figur ini menurutnya punya nilai lebih.
Iswandi yang saat ini Penjabat Sekda dinilai punya kontribusi dalam pembangunan NTB, meski hanya sebagas pejabat sementara.
“Iswandi ibaratnya sudah berdarah-darah. Hal ini tentu akan jadi pertimbangan juga,” kata Ruslan.
Wakil Direktur M16, Nasib Ikroman, mengkritisi seorang senior dalam dunia politik yang ikut bermain dalam politik NTB masa kini.
Meskipun dia tidak menyebut siapa yang dikritisi, namun Achip sapaan akrabnya merasa keterlibatan seorang senior dalam dunia politik justru merusak iklim politik dan demokrasi di NTB.
“Visi Sekda bagaimana sukseskan visi gubernur. Sehingga saya pikir yang mendukung Sekda agak gak masuk, cuma satu hal yang saya keberatan, kok ada orang yang sudah lama pensiun kok ikut buka lapak. Saingan dengan yang lain, itu agak mengganggu kita sebagai generasi saat ini,” jelasnya.
Sementara, tokoh pemuda NW, yang juga menjadi sahabat sejati gubernur, Fihiruddin, dengan tegas mendukung Iswandi sebagai Sekda NTB.
“Saya adalah orang paling dekat dengan Gubernur. Kita mengkritisi gubernur bukan kita benci, tapi kita cinta,” ujarnya.
“Lima calon Sekda putra-putri terbaik NTB, terlepas dari masa lalu. Saya yakini apa yang dilakukan Pansel berjalan baik. Saya satu-satunya orang yang mendukung Iswandi. Saya menitip Pak Iswandi sama gubernur,” katanya.
Di akhir diskusi, Gubernur NTB berterimakasih pada M16 yang menyelenggarakan diskusi tersebut. Menurutnya, dari diskusi tersebut dia mendapat banyak masukan soal Sekda ideal.
“Saya terimakasih apa yang disampaikan sebagai informasi yang luar biasa. Kalau hasil Pansel ditetapkan tinggal kita serahkan di pemerintah pusat dengan pertimbangan gubernur. Terimakasih pada M16 yang juga menyelenggarakan diskusi ini,” ucapnya.
Me
Proses Rehab Rekon Di NTB Akan Dijadikan Pilot Projek di Palu
“Ini akan dijadikan pilot projek untuk diaplikasikan di Palu, sehingga kami diminta untuk memaparkan terkait dengan metode maupun trik-trik yang digunakan dalam percepatan dan sinergitas para stake holder Pemda sehingga percepatan dapat dicapai dengan maksimal”
MATARAM.lomokjournalcom — Proses percepatan rehab rekon (rehabilitasi rekonstruksi) di NTB dianggap berhasil oleh Presiden dan Wakil Presiden dengan hasil selama 10 bulan sebanyak 174 ribu unit rumah sudah selesai dikerjakan.
Atas penilaian itu, maka proses rehab rekon di NTB akan dijadikan pilot projek untuk diaplikasikan di Palu yang juga dilanda bencana serupa.
Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mengungkapkan itu usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan Deputi Kemenko Polhukam RI Mayjen TNI Rudanto yang juga dihadiri Kalak BPBD Provinsi NTB Ahsanul Khalik, S.Sos., di ruang rapat Kantor Gubernur NTB Mataram, Kamis (16/10) 2019.
Rakor itumerupakan monitoring dan evaluasi progress rehabilitasi rumah rusak pasca gempa bumi di wilayah Provinsi NTB yang diikuti para Kalak BPBD Kab/Kota terdampak gemap bumi, BPKP, para Dandim dan Danki Satgas rehab rekons terpadu, para Kapolres, perawakilan BRI dan undangan lainnya.
Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan insan media menjelaskan, kunjungan Deputi Kemenko Polhukam untuk meninjau Formulasi yang dilaksanakan dalam menyelesaikan masalah terkait bencana gempabumi Lombok.
“Ini akan dijadikan pilot projek untuk diaplikasikan di Palu, sehingga kami diminta untuk memaparkan terkait dengan metode maupun trik-trik yang digunakan dalam percepatan dan sinergitas para stake holder Pemda sehingga percepatan dapat dicapai dengan maksimal,” ungkapnya.
Berdasarkan surat permintaan Gubernur NTB kepada Mabes TNI bahwa batas waktu Satgas terpadu rehab rekons sampai tanggal 31 Desember 2019. Namun untuk pekerjaan pembangunan rumah tahan gempa akan terus dilakukan hingga selesai.
Dijelaskan Danrem, proses gempa di NTB dan di Palu bedanya hanya dua bulan. Dalam rentang waktu dua bulan tersebut, progress rehab rekonsnya sangat jauh. Di Palu baru hanya 19 unit rumah yang sudah dikerjakan.
Untuk itu, sambung Danrem, rekan-rekan yang ada di Palu diminta untuk belajar di NTB terkait dengan proese percepatan rehab rekons.
Danrem juga menjelaskannya tentang beberapa trik dalam proses percepatan rehab rekon yang dilaksanakan di NTB, yakni dengan penyederhaan persyaratan administrasi dari 19 poin menjadi sembilan point.
Juga pelayanan satu pintu untuk mempercepat pengurusan administrasi dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan, dan sinergitas TNI Polri, Pemda bersama BPBD dan seluruh stake holder yang ada di NTB untuk bersatu mempercepat rehab rekon.
Kalak BPBD Provinsi NTB menyampaikan, terkait dengan penggunaan dana siap pakai yang sudah berada di masyarakat.
Menurutnya, strategi yang digunakan ketika BNPB mentransfer dana rehab rekon ke BNPB Kab/Kota dan dari BNPB Kab/Kota mentranfer ke masyarakat dan masyarakat langsung membentuk Pokmas, dari rekening masyarakat ini kemudian di debet ke Pokmas.
Kemudian Pokmas bekerjasama dengan aplikator atau swakelola dalam pembangunan RTG, maka dana tidak bisa lagi ditarik oleh Pemerintah pusat apabila sudah digunakan dalam proses pembangunan rumah.
Namun yang bisa ditarik, apabila pada tanggal 31 Desember 2019 ada rekenning masyarakat yang belum menggunakan dana siap pakai tersebut.
Karena itu, sambung Khalik, masyarakat agar segera menggunakan uang tersebut untuk membangun fisik rumah.
“Ini uang sudah ada di masyarakat, agar segera membangun fisik RTG,” tegasnya.
Khalik menjelaskan, bagi masyarakat yang belum mendapat bantuan dan dikemudian hari ada temuan, maka Pemkab/Kota bisa mengumpulkan data untuk diajukan ke Pemerintah Pusat.
“Ada formulasi dalam bentuk dana hibah dengan proses pengusulan dari Pemkab/Kota dan direkomendasi oleh Gubernur NTB dan BNPB, dari BNPB kemudian memberikan dana hibah ke Kab/Kota dan itu masuk ke dalam APBD,” terangnya.
Terkait dengan penggunaan dana rehab rekon oleh masyarakat, menurut kalak BPBD, fasilitaor TNI Polri dan Pemerintah akan terus melakukan pendampingan di lapangan. Termasuk Wartawan memiliki peran untuk mendorong masyarakat menggunakan dana tersebut dengan cepat dan bisa dipertanggung jawabkan.
Usai menggelar rapat koordinasi, Deputi Kemenko Polhukam didampingi Danrem 162/WB bersama Kalak BPBD dan instansi terkait melaksanakan peninjauan dan pengecekan RTG di Kabupaten Lombok Utara.
AYA/HmsNTB
Peresmian Lotte Grosir, Sinyal Pulihnya Ekonomi Di Mataram
Konsep dari Lotte Grosir yakni memberikan kesempatan kepada pengusaha mikro untuk dapat melakukan distribusi sampai ke beberapa kota di sekitar Lombok, dan juga ke pulau Sumbawa
Peresmian Lotte Grosir
MATARAM.lombokjournal.com – Peresmian Lotte Grosir Mataram, di Jl. A.A Gde Ngurah 127, Kamis (17/10) 2019 pagi, dinilai sebagai sinyal bagi NTB, khususnya Kota Mataram, situasi ekonomi sudah tumbuh dan bangkit.
Penilaian itu disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat meresmikan grosir, yang diawali dengan persembahan Gendang Beleq. Gubernur yangd atang bersama istrinya Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menganggapnya sebagai angina segar bagi ekonomi NTB.
“Tentu ini, sinyal bagi NTB , bagi kota Mataram, bahwa ekonomi kita sudah tumbuh dan tentunya bangkit,” ungkap gubernur.
Diingatkan, agar dalam menyalurkan CSR, Lotte Group ini memiliki konsep yang unik, yang tidak hanya memberikan donasi, tapi ada kegiatan berkala.
“Mudah-mudahan ada kegiatan berkala dari Lotte Group, untuk mengirim petani dan UKM kita ke Korea supaya wawasannya semakin bertambah dan mengerti betul, bagaimana berbisnis ala Korea, sehingga Lotte Group ada di hati masyarakat yang ada di desa-desa,” harap Gubernur.
Presiden Direktur PT. Lotte Chemical Indonesia Mr. Kim Yong Ho, menerangkan, konsep dari Lotte Grosir yakni memberikan kesempatan kepada pengusaha mikro untuk dapat melakukan distribusi sampai ke beberapa kota di sekitar Lombok, dan juga ke pulau Sumbawa.
Mr. Kim mengakui, gerainya mendapatkan suplai yang sangat luar biasa dari suplai-suplai lokal.
“Disini peran dari Lotte Grosir adalah memberikan arahan, bimbingan tentang produk-produk, apa yang bisa dijual sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Mataram,” ungkapnya.
Mr. Kim memastikan bahwa, dengan kehadiran gerainya, dapat memberikan alternatif tempat berbelanja bagi pelanggan di Mataram dan juga luar Mataram.
“Saya berharap kehadiran lotte grosir bisa menjadi tempat belanja yang sangat disayangi oleh masyarakat NTB,” tutupnya.
AYA/HmsNTB
Gubernur Imbau Petani Jangan Jual Tembakau Lewat Calo
Diharapkan kedatangan Gubernur NTB ke PT. Sadhana Arifnusa bisa membangun pemahaman, dan bisa menambah kuota pembelian
Gubernur Zul dan Kuswanto
lombokjournal.com —
LOTIM ; Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah berharap agar petani tembakau tidak menjual tembakau melalui calo.
Hal itu dikatakan gubernur waktu menyaksikan pembelian tembakau Oven dan Rajangan di Gudang PT. Sadhana Arifnusa di jl. Raya Montong Baan No.234, Sikur, Lombok Timur, Kamis (17/10) 2019.
“Alhamdulillah PT. Sadhana Arifnusa bersedia membeli tembakau petani kita. Asalkan, petani kita ini tidak menjualnya melalui calo atau spekulan,” ungkap Gubernur.
Diungkapkannya, beberapa hari sebelumnya gubernur juga sudah berkunjung ke PT. Bentoel di Lombok Timur, guna melihat secara langsung pembelian tembakau oleh PT Bentoel.
“Sekarang ini, kami datang guna menyaksikan secara langsung proses pembelian tembakau di PT. Sadhana Arifnusa. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh petani tembakau untuk menjual tembakaunya melalui jalur yang benar, Harus bermitra dengan binaan,” katanya.
Para petani tembakau yang menjadi mitra dunia usaha relatif tidak memiliki masalah dalam menjual hasil panennya. Mereka mendapat bimbingan mulai dari proses penanaman sampai dengan panen.
Namun yang menjadi masalah adalah para petani tembakau yang non mitra usaha.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si yang turut mendampingi Gubernur Zul mengaku sempat mendengar Informasi, PT. Sadhana Arifnusa tidak menerima pembelian petani tembakau.
“Tapi alhamdulillah, kami bersyukur, hari ini, kami melihat secara langsung PT. Sadhana Arifnusa membeli dan menyerap tembakau petani-petani kita,” kata Husnul Fauzi.
Menambah kuota pembelian
Kuswanto selaku Station Manager berharap dengan kedatangan Gubernur NTB ke PT. Sadhana Arifnusa bisa membangun pemahaman, dan bisa menambah kuota pembelian.
“Kami berterimakasih, gubernur bisa menyaksikan secara langsung proses pembelian di PT kami,” ujarnya.
Kuswanto menerangkan, kuota awal pembelian tembakau adalah 3000 ton. Lalu, sampai hari ini ditambah menjadi 3300 ton. Lalu, ditambah lagi 500 ton. Dengan demikian, jumlah akhir kuota pembelian tembakau sebanyak 3800 ton.
“Alhamdulillah kami bisa menambah kuota pembelian, Kehadiran gubernur menambah hangat jalinan silaturrahim kami,” tutup Kuswanto.
Salah seorang petani tembakau, Fadli yang sejak 1996 bermitra dengan PT. Sadhana Arifnusa mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan Gubernur NTB yang secara langsung menyaksikan proses pembelian tembakau tersebut.
“Kami merasa sangat bergembira, karena (kuota) pembelian tembakau bertambah, mudahan tetap sehat Gubernur NTB,” ungkap pria berusia 40 tahun yang berasal dari Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur.
Hadir Bupati Lombok Timur, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB, beserta ratusan petani mitra.
AYA/HmsNTB
Api TPA Kebon Kongok Masih Sulit Dipadamkan
Aparat tak hanya melakukan penaganan dilokasi kebakaran, juga masyarakat setempat sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh Dinas Kesehatan dengan pembagian masker
MATARAM.lombokjournal.com — Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Provinsi NTB serta pihak terkait hingga saat ini masih berusaha untuk memadamkan kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) Regional Kebon Kongok Lombok Barat, yang terjadi pada Minggu sore lalu.
Kepala Pelaksana Badan penanggulanagn bencana daerah (BPBD) NTB, Ashanul khalik menjelaskan, para tim yang terdiri dari LHK,BPBD Provinsi/kota, Dinas Sosial Provinsi, PUPR Provinsi sudah melakukan penangan secara terpadu yang dilakukan sejak Malam hari (16/9).
“Ada LHK, BPBD kab/ kota dan Provinsi, kemarin kita sudah rapat dengan sekda segera melakukan penanganan secara terpadu, dan mulai semalam kita pasang Light tower dilokasi karena bekerja sampai malam,” ujarnya, Kamis (17/10) 2109 di kantor Gubernur NTB.
Dengan diturunkannya alat berat oleh Dinas PU dan tentunya dengan dibantu oleh petugas dari kabupaten Lombok Barat, Mataram kebakaran agar bisa teratasi.
Aparat tak hanya melakukan penaganan dilokasi kebakaran. Untuk masyarakat setempat juga sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh Dinas Kesehatan dengan pembagian masker.
“Selain menurunkan alat,untuk masyarakat sekitar, dinas kesehatan sudah membagikan Masker ,” katanya.
Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melapor untuk dievakuasi.
Hasil rapat yang dilakukan dengan Sekda hari Rabu (16/10) disepakati untuk kendaraan yang disediakan yakni pemadam kebakaran sebanyak 3 unit, Kota Mataram 2 unit, Lombok Barat 1 unit, tanki untuk suplay air ada 9 unit, BPBD Provinsi sebanyak 2 unit, Dinsos Provinsi 4 unit, PUPR provinsi 1 unit, Kota Mataram 1 unit, damkar Lobar 1 unit.
Kemudian ada ekspakator dari PUPR Provinsi, dam truk 2 unit dari Dinas LHK 1 unit, kemudian Ligh tower dari BPBD bast light 3 unit dari BPBD provinsi, kemudian juga disiapkan masker khusus kebakaran untuk petugas.
“Hingga saat ini jumlah petugas yang membantu pemadaman api sebanyak 50 orang lebih,” kata Ahsanul.
AYA/HmsNTB
Wagub NTB: Kami Buka seluruh Akses Komunikasi Publik Agar Cepat Melayani
Mulai dari komunikasi langsung hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk media sosial sudah dibuka
Bersama Tim Evaluator
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd mengungkapkan keterbukaan informasi publik di NTB dalam 2 tahun ini terus diperkuat dan dibuka selebar-lebarnya.
Dikatakan wagub, sudah dibuka seluruh kanal komunikasi dan arus informasi dua arah, sehingga interaksi pemerintah daerah dan rakyat tidak ada jarak.
“Tidak hanya secara aktif menyampaikan informasi, program dan kebijakan pembangunan NTB Gemilang, tetapi juga kami terbuka menerima kritik, saran dan mendengar beragam informasi, termasuk apa-apa kebutuhan rakyat, sehingga dapat direspon, dilayani dan ditangani dengan cepat,” terang Wagub.
Hl itu disampaikan Umi Rohmi pada acara Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2019, di hadapan tim evaluator, dari Komisi Informasi (KI) pusat, di Ruang Matraman Hotel Mercury, Jakarta Batavia Kamis (17/10) 2019.
Menanggapi sejumlah pertanyaan dari Tim Evaluator yang terdiri dari para pakar, komisioner KI, praktisi dan tenaga ahli terkait inovasi dan kolaborasi mewujudkan keterbukaan dan pelayanan publik di NTB, Wagub Umi Rohmi menjelaskan hampir semua Kanal komunikasi dibuka dan terbuka bagi publik.
Mulai dari komunikasi langsung hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk media sosial.
Saat itu wagub hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH
Inovasi layanan publik
Sejak dilantik setahun lalu, pihaknya sudah menggagas 3 inovasi layanan publik yang dijadikan sebagai program unggulan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.
Pertama, program Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi yang rutin digelar setiap hari jumat pagi.
Program itu, kata wagub merupakan implementasi Konsep silaturahmi dan dialog antara pemerintah dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi, menyerap aspirasi, kritik dan saran secara langsung.
Sehingga forum itu sangat bermanfaat, tidak saja sebagai media penyampaian aspirasi, kritik dan saran oleh masyarakat secara langsung kepada Gubernur/Wakil Gubernur. Tetapi juga diseminasi dan klarifikasi informasi.
Juga diskusi dan tanya jawab untuk menyempurnakan kebijakan dan program Pemerintah. Sekaligus Pemecahan masalah & solusi cepat yang terjadi di masyarakat bersama aparatur Perangkat Daerah sesuai tugas & fungsinya.
Karena pada forum itu tidak hanya dihadiri oleh OPD, tetapi Kolaborasi antara Pemerintah dengan pakar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan lintas generasi. Dan dilaksanakan secara bergilir dan rutin di Kabupaten/Kota se-NTB atau tempat khusus (misal di kampus, dan lain lain)
Kedua, layanan publik melalui aplikasi NTB Care, yakni kanal komunikasi dan sharing informasi berbasis mobile antara Pemerintah dan masyarakat sekaligus media penanganan pengaduan yang cepat dan mudah.
Aplikasi itu diadakan, kata wagub karena komunikasi langsung, hampir tidak mungkin dapat menjangkau seluruh masyarakat. Terlebih NTB merupakan provinsi kepulauan.
“Dan kami ingin memberikan layanan yang secepat-cepatnya”, terang Wagub.
Sehingga dengan aplikasi NTB care, pihaknya dengan cepat mendapatkan beragam informasi dari warga.
Wagub juga menjelaskan bahwa di aplikasi NTB telah tersedia halaman khusus (whistle blowing system) untuk menampung pengaduan masyarakat yang ditangani secara cepat oleh instansi teknis terkait.
Tidak itu saja, Wagub Umi Rohmi menyebut layanan melalui aplikasi NTB Care telah diintegrasikan dengan sejumlah kanal komunikasi lainnya.
Seperti NTB SMS Center/0811391300, Website dan media sosial resmi Pemerintah Daerah di NTB, sehingga semua informasi dari masyarakat dengan cepat dapat diktahui.
Ketiga, Pemda NTB juga menyediakan layanan informasi melalui portal NTB Satu data. Melalui Portal itu, kata wagub memudahkan publik mengakses data strategis dan statistik sektoral pembangunan daerah serta informasi terkait kebencanaan.
“Ini sebagai alternatif media diseminasi data dan informasi pembangunan daerah,” ungkapnya.
Semua kanal komunikasi publik itu, terang Umi Rohmi dikelola secara kolaborasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Misalnya Pemanfaatan Forum Data yang melakukan pertemuan tiap bulan untuk updating data dan informasi yang akan dipublikasikan di Portal NTB Satu Data. Anggota Forum Data adalah seluruh OPD dan dibina oleh BPS. Forum Data Provinsi juga melakukan sinkronisasi data informasi dengan Forum Data Kabupaten/Kota se-NTB sehingga terwujud layanan NTB Satu Data yang update dan akurat.
NTB Care
NTB Care dikelola secara bersama pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa dan instansi pengelola layanan dasar lainnya.
NTB juga telah memiliki aplikasi RAPI (Repository Agency Public Information) sebagai media pengumpulan dan sharing infomasi secara kolaborasi antar Perangkat Daerah Provinsi NTB, sehingga informasi publik yang dibutuhkan masyarakat, secara cepat dapat terkumpul dan dipublikasikan.
Juga program pemberdayaan Desa. Sejak 2016 melaksanakan program DBip (Desa Benderang informasi publik) yang saat ini memasuki tahap ke-3, merupakan kolaborasi Komisi Informasi Provinsi, PPID Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Desa.
“Dari 956 desa di NTB, tinggal 80 desa saja yang belum memiliki Website, karena desa-desa itu masih blank spot. Insyallah tahun 2020 nanti, kami berkomitmen seluruh desa blank spot akan bisa dituntaskan,” tuturnya.
Tidak itu saja, NTB juga sudah mengintegrasikan website resmi Badan Publik Provinsi dan Badan Publik Perangkat Daerah dengan media sosial (Facebook, Twitter, dan WA Group).
Serta diseminasi informasi melalui inspiratif Expo serta pergelaran seni budaya dan pertunjukan rakyat bekerja sama dengan pekerja seni, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Desa.
AYA/HmsNTB
LPP-NTB Buka Kesempatan Beasiswa Pendididikan Tujuan China
LPP NTB bekerjasama dengan Dinas Dikbud dan Konsulat Jenderal China di Denpasar membiayai dana keberangkatan dan administrasi bagi penerima beasiswa dan membebaskan SPP tiap tahunnya, dengan syarat dan kondisi tertentu setiap universitas
MATARAM.lombokjournal.com — Lembaga Pengembangan Pendidikan NTB (LPP-NTB) kembali membuka kesempatan untuk mengikuti seleksi program beasiswa pendidikan luar negeri, khususnya S1 tujuan China.
Dalam roadshow sosialisasi di Gedung Handayani, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, (Selasa, 15/10) 2019 pihak LPP menjelaskan perihal program tersebut di depan puluhan peserta.
Melalui skema beasiswa kategori B (Partial Funding) pemerintah membiayai sebagian pembayaran bagi penerima beasiswa yang dinilai layak.
LPP NTB bekerjasama dengan Dinas Dikbud dan Konsulat Jenderal China di Denpasar membiayai dana keberangkatan dan administrasi bagi penerima beasiswa dan membebaskan SPP tiap tahunnya dengan syarat dan kondisi tertentu setiap universitas.
Batas pendaftaran program Beasiswa S1 Tujuan China yang berakhir pada 30 April 2020, masing masing akan mengirim siswa ke tiga universitas, Yunnan University, Kunming – Yunnan Prov. (100 siswa), Beijing Wuzi University, Beijing (50 siswa) dan Yangzhou University, Yangzhou – Prov. Jiangshu (50 siswa).
Skema pembiayaan
Kepala Divisi Kerjasama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Imanuela Andilolo dalam presentasinya menjelaskan, pola rekrutmen dan skema pembiayaan hingga profil pembiayaan ketiga universitas yang menjadi tujuan beasiswa.
Termasuk beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar beasiswa di antaranya, Ijazah SMA dan SKHUN asli, terjemahan Bahasa Inggris Ijazah SMA dan SKHUN oleh penerjemah bersumpah, terjemahan nilai Rapor dari Kelas 1-3, Surat Rekomendasi 2 buah ( Rekomendasi dari Kepala Sekolah / Wali kelas / Guru), Rencana Studi S1 (penjabaran jurusan yang diinginkan dengan Bahasa inggris), Surat Pernyataan Orang tua, Passport (jika ada), Sertifikat Bahasa (TOEFL/IELTS/TOEIC) (jika ada), Curriculum Vitae dalam Bahasa Inggris.
“Untuk kriteria seleksi tahap sekolah dapat menyeleksi sepuluh siswa dengan mensyaratakan surat pernyataan kesanggupan biaya dari orangtua, usia minimal 17 tahun dengan prestasi sepuluh besar atau berprestasi dengan keahlian dasar Bahasa inggris serta memiliki pengalaman organisasi,” jelas Ima.
Dari brosur yang dibagikan LPP NTB kepada peserta sosialisasi, tercantum rata rata biaya beasiswa kategori B ini sebesar Rp. 80.000.000 dan yang termurah di Yunnan University sebesar Rp. 65.000.000 selama empat tahun dengan biaya rata rata per bulan yang harus dikeluarkan oleh orangtua antara Rp.1.400.000 hingga Rp.2.000.000.
Biaya kuliah tersebut telah ditanggung SPP dan biaya administrasi serta keberangkatan, sedangkan biaya hidup sekitar Rp.1.800.000 perbulan ditanggung penerima beasiswa bersangkutan.