Dagang Kurma Kalau Ramai Bisa Untung Sampai Rp15 Juta Sehari

Kurma yang dijual ini di datangkan langsung dari Timur Tengah,  tahun Lalu lebih ramai pembeli dibandingkan puasa saat ini

MATARAM.lombokjournal.com — Buah Kurma menjadi makanan yang biasanya tersedia saat buka puasa di bulan suci Ramadhan. Tak heran penjualannya laris manis selama bulan puasa.

Seperti Rohani salah satu pedagang kurma di Ampenan, mampu meraup omset sebesar 15 juta dalam sehari saat ramai. Sedangkan ketika kondisi sepi mereka meraup omset 5 juta sehari dalam keadaan sepi.

“Ada yang beli 100 orang dari pagi sampai malam 15 juta sehari kalau lagi ramai, tapi kalau sepi cuma 5 juta. Dalam sebulan bisa sampai 100 juta,” ujar Rohani, Jum’at (10/05).

Ada berbagai macam jenis Kurma yang dijual di antaranya Kurma Mesir, Azwa, Madinah, Lu’lu, Khalsa, Madu, Nagal, Palem.

Namun dari sekian banyak jenis Kurma yang dijual, yang paling banyak di cari yakni kurma dari Mesir.

“Harga kurma yang dijual mulai dari 40 sampi 500 ribu, untuk semua jenis kurma,” kata Rohani.

Rohani mengaku jika Kurma yang dijual ini di datangkan langsung dari Timur Tengah. Namun ia menilai jika tahun Lalu lebih ramai pembeli dibandingkan puasa saat ini

“Karena kurmanya sedikit, Lebih ramai tahun lalu dibandingkan sekarang,” katanya,

AYA




Wagub  Ke Pasar, Harga Bawang Stabil, Ada Indikasi Pengemasan Daging Impor Dicampur Daging Lokal

Harga daging lokal dan impor yang ia temui perbedaannya cukup jauh dan kebanyakan masyarakat tidak bisa membedakan

MATARAM.lombokjournal.com – Harga Bawang putih yang sempat dikhawatirkan melonjak naik, ternyata masih di level wajar. Demikian juga harga Bawang merah juga masih .stabil

Hal itu disampaikan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat  melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Mataram, Kamis (09/55).

“Alhamdulilllah hasilnya cukup menggembirakan dari sisi harga. Bawang putih yang kita khawatirkan di angka 60 hingga 70 ribu rupiah, sekarang ada di kisaran 40 ribu rupiah. Kemudian Bawang merah juga stabil, malah tadi kita lihat ada yang 13 ribu,” jelas wagub pada wartawan. mui

Wagub saat melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di pasar didampingi Kadis Perdagangan, Hj. Sally Andayani, Perwakilan Badan POM, Perwakilan BI, dan Kepala OPD Provinsi NTB terkait serta Satgas Pangan Polda NTB.

Wagub blusukan di pasar untuk bertemu langsung dengan para pedagang. Pantauan ini dilakukan untuk memastikan harga-harga di pasaran tetap stabil.

Seperti diketahui, di bulan Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Wagub mengungkapkan masalah daging juga  menjadi fokus pada kunjungan kali ini. Wagub  mengindikasikan ada pengemasan daging impor dicampur dengan daging lokal.

“Itu yang kita khawatirkan, untuk itu kita juga sempatkan berkunjung kesini, ke distributor daging milik CV  88 di Turida. Idealnya daging impor itu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi beku. Sedangkan tadi kita temui di pasar, ada yang dijual dalam kondisi yang sama dengan daging lokal. Artinya sudah cair.” Terangnya.

Wagub menilai,  jika dagingnya sudah lama kan berbahaya. Ia juga sudah minta ke distributor daging untuk menjual harus disiapkan juga coolbox.

“Nantikan akan terus dipantau oleh Bu Sally dari dinas Perdagangan,” tambahnya

Lebih jauh Wagub mengungkapkan, harga daging lokal dan impor yang ia temui perbedaannya cukup jauh dan kebanyakan masyarakat tidak bisa membedakan.

Daging lokal di kisaran harga 135 ribu sedangkan daging impor di 80 ribuan.

“Jangan sampai masyarakat tidak tahu,” tegasnya

Wagub berharap para penjual jangan sampai merugikan pembeli dan masyarakat NTB.

“Mudah-mudahan dengan kita turun kepasar, para pedagang di pasar bisa menjual daging sesuai dengan harganya. Kita tidak ingin para penjual menyamakan harga nya dengan daging lokal. Masyarakat jangan sampai dirugikan. Karena kita ingin menyelamatkan Perekonomian juga,” kataWagub.

AYA/AFF/HMS NTB




Wagub Hj Rohmi Tinjau Pasar Kebon Roek

MATARAM.lombokjournal.com –– Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kamis (09/05) pagi, meninjau pasar Kebun Roek Kota Mataram, untuk mengetahui gejolak harga saat memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu, dalam kunjungan itu Wagub Hj Rohmi yang saat itu didampingi Kadis Perdagangan Prov NTB, Hj Putu Selly juga menyapa masyarakat maupun pedagang pasar di Ampenan itu.

Bagi wagub, bertemu masyarakat dan berdialog dengan pedagang itu penting. Apalagi pada momen di bulan suci Ramadhan.

Ini salah satu cara mendekatkan diri dengan masyarakat,sekaligus mengecek biasanya kebutuhan masyarakat akan meningkat di bulan ini.

Karena itu, Wagub meninjau langsung pasar itu, untuk memastikan kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan ini cukup dan harganya juga tidak mengalami kenaikan.

AFF/Hms NTB




Poros Hijau Indonesia Berikan Kontribusi Elektoral

Poros hijau Indonesia  sebagai organsiasi masyarakat harus ke depan harus mampu bekerja lebih luas dan mengembangkan invovasi untuk memperkuat posisi rakyat dan kebijakan pemerintah

Moeldoko saat memberi sambutan

lombokjournal.com —

JAKARTA ;     Poros Hijau Indonesia melaksanakan Konsolidasi Nasional dengan tajuk “Konsolidasi Nasional Politik Hijau: Meneguhkan Peran Politik Hijau Dalam Pembangunan 2019-2024”, tanggal 8-9 Mei 2019 di Jakarta.

Konsolidasi ini dhadiri 11 perwakilan Pengurus Provinsi Poros Hijau Indonesia, Pengurus Nasional dan Deklarator Nasional.

Pembukaan Konsoldiasi Nasional ini dihadiri oleh Jenderal (Purn) TNI DR Moeldoko (Kepala Staf Kantor Staf Presiden) yang didampingi Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden.

Rivani Noor Machdjoeri, Koordinator Nasional Poros Hijau Indonesia mengatakan, organisasinya memperjuangkan politik hijau sebagai platform politik, dan dalam Pilpres 2019 mendukung capres-cawapres #01 Ir H Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Dukungan tersebut dilakukan melalui kampanye media dan langsung ke masyarakat tentang agenda lingkungan hidup capres-cawapres #01 Ir H Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Poros Hijau Indonesia telah memberikan kontribusi elektoral terhadap capres-cawapres #01 sebesar 544,737 suara di 10 provinsi dan transformasi pengetahuan lingkungan hidup berkelanjutan menjadi simbol perlawanan dari politik hoaks, SARA dan ketakutan.

Jend (Purn) Moeldoko  menyampaikan terima kasih kepada poros hijau Indonesia atas kerja kerasnya selama pelaksanaan Pilpres dengan mengedapankan politik agenda.

Dikatakannya, Poros hijau Indonesia  sebagai organsiasi masyarakat harus ke depan harus mampu bekerja lebih luas dan mengembangkan invovasi untuk memperkuat posisi rakyat dan kebijakan pemerintah.

Pendampingan merupakan cara meningkatkan kapasitas rakyat dalam mengelola lingkungan, dan sumber daya alamnya sekaligus memperkuat peran politik rakyat.

Bila situasi ini tercipta maka akan menjadi kekuatan yang mendorong dan mengawal lahirnya kebijakan–kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan pro lingkungan.

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan, sebagai pribadi memiliki komitmen kuat atas lingkungan hidup, karena itu senang ada berada diantara Poros Hijau Indonesia dan membuka ruang kerjasama ke depan.

Praktek kongkrit yang sudah dilakukan selain melaksana tugas Kepala Staf Kepresiden adalah mengembangkan pertanian organik dan bis listrik. Pada kedua pengalaman inilah yang memperkuat pandangan tentang pentingnya inovasi.

Pada pembukaan konsoldiasi nasional ini, Poros Hijau Indonesia akan melanjutkan kerja politiknya untuk memastikan presiden terpilih Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin melanjutkan dan memperkuat program Perhutanan Sosial, untuk menuntaskan 12.7 Juta ha serta menyelesaikan reforma agraria untuk 9 juta ha.

Program ini harus didukung dengan agenda-agenda pemberdayaan ekonomi. Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis tata kelola sumber daya alam berkelanjutan.

Ketiga, memastikan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berdaulat dibidang energi dan  pangan.

Untuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke depan, Poros Hijau Indonesia mendorong menteri yang memiliki rekam jejak kerja bidang lingkungan hidup, bebas indikasi korupsi, dan pro-perhutanan sosial dan reforma agraria.

Serta menempatkan lingkungan hidup untuk keberlanjutan dan kesejahteraan social.

Me




Sensasi Berbuka Puasa Di Golden Palace Hotel Lombok, Hanya 85 Ribu

Menu yang disiapkan selama bulan puasa adalah masakan nusantara

MATARAM.lombokjournal.com  — Jika anda Bosan dengan menu berbuka puasa yang itu itu saja dan ingin menu berbuka yang berbeda setiap hari, kini saatnya anda melirik menu di Golden Palace Hotel Lombok.

Golden Palace Hotel Lombok menawarkan sensasi dan pengalaman berbuka puasa dengan menu yang bervariasi.

Pada bulan suci ramadhan 1440 Hijriah, Golden Palace Hotel menawarkan menu berbuka puasa yang berbeda setiap hari.

Tidak mahal. Hanya dengan merogoh kocek 85 ribu rupiah anda sudah bisa menikmati semua menu berbuka yang telah di sediakan, baik dari takjil hingga menu utama.

Food And Beverage Manager Golden Palace Hotel, Reza Pahlevie mengatakan, tiap hari menu utama untuk berbuka berubah. Perubahan menu setiap hari ini untuk menghindari kebosanan.

Selain itu menu yang disiapkan selama bulan puasa adalah masakan nusantara.

“Jadi setiap hari menu utama untuk berbuka itu berubah, misal sekarang rendang atau ayam bakar besok berubah dan itu selama sebulan selama puasa,” ujar Reza.

Executive chef di GPHL Muchlis Afandi menjelaskan pada bulan puasa tahun ini terjadi peningkatan pemesanan untuk berbuka puasa. Bahkan tiga hari buka puasa terjadi lonjakan pemesanan tempat untuk berbuka.yang menggelar buka puasa bersama.

“Tiga hari ini sudah terjadi lonjakan yang pesan meja, kami memang menargetkan peningkatan 2000 pax menjadi 8000 pax dari 6000 pax pada tahun lalu yang berbuka puasa di disini,” kata Muchlis.

AYA (*)




WNA Yang Overstay Akan Didenda Rp 1 juta Per Hari

Beban biaya yang dikenakan kepada WNA overstay sebelumnya sebesar Rp 300 ribu, besaran uang tersebut kurang memberikan efek jera

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam PP Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, diberlakukan aturan WNA yang overstay akan didenda Rp 1 juta per hari.

Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie mengatakan, diberlakukannya aturan baru denda Rp1 juta oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkum HAM bagi WNA yang melebihi batas waktu alias overstay, untuk memberikan efek jera.

Aturan tersebut berlaku mulai Mei 2019 ini.

“Alasannya adalah memberikan efek jera kepada WNA yang melanggar,” ujar Kurniadie, Rabu (08/05)

Seperti diketahui, beban biaya yang dikenakan kepada WNA overstay sebelumnya sebesar Rp 300 ribu. Kurniadie menyebut besaran uang tersebut kurang memberikan efek jera bagi WNA yang melanggar.

Dari Januari sampai bulan Mei 2019 ada 50 orang yang sudah dideportasi.

“Yang dideportasi kebanyakan menyalahi izin tinggal, para WNA berasal dari negara  Amerika, China, Prancis dan Malasya, itu yang mendominasi.” kata Kurniadie.

AYA




Di Bulan Ramadhan, TP PKK Maksimalkan Kegiatan

Tidak ada waktu yang terlewatkan begitu saja, tanpa melakukan hal-hal yang bernilai ibadah

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc, di bulan Ramadhan  ini menghadirkan berbagai majelis taklim, dan menggelar Tadarus Al-Qur’an, di Pendopo Gubernur NTB.

Bulan Ramadhan ini betul-betul dimanfaatkan TP PKK NTB  dengan memaksimalkan kegiatan untuk meraih keberkahan Allah SWT.

Tidak ada waktu yang terlewatkan begitu saja, tanpa melakukan hal-hal yang bernilai ibadah.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan hanya orang-orang yang memiliki iman kuat yang mendapat keberkahan ramadhan.

“Karena sering kita dengar, banyak kehilangan substansinya. Jadi tidak semua orang dipanggil oleh Allah untuk mengikuti Ramadhan itu. Hanya mereka yang kuat imannya, yang akan merasakan kesyahduan Ramadhan dan akan menghantarkan mereka pada ketaqwaan,” jelas Gubernur.

AY




Buka Latihan Dasar CPNS, Gubernur Zul Berkisah Petani Dikejar Harimau

Gubernur mengingatkan, untuk memilih menjadi aparatur sipil negara, bukan karena diminta ibu bapak, bukaN diminta pasangan, tapi betul-betul pilihan sendiri untuk menentukan arah hidup di masa depan

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Pendidikan dan latihan dasar (Latsar) calon pegawai negeri sipil golongan II dan III, lingkup Provinsi NTB tahun 2019 berlangsung di Aula Rinjani, Kantor Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, Rabu, (08/05).

Pembukaan Latsar itu dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D.

Gubernur Zulkieflimansyah memberi arahan 402 CPNS yang akan menempuh latihan dasar selama 3 bulan itu, dengan cerita penuh inspiratif dari Negara Thailand.

Diceritakan, ada seorang petani yang dikejar seekor Harimau dan untuk menyelamatkan dirinya harus melompat ke dalam sebuah lubang.

Ketika sang petani melompat ke dalam lubang itu, ia berusaha bergelantungan di sebuah batang pohon yang ternyata di bawahnya ada seekor ular besar yang siap menggigit tubuhnya.

Di tengah usaha menyelamatkan diri dari terkaman Harimau dan gigitan Ular di dasar lubang, tiba-tiba muncul Tikus dengan Gigi tajamnya menggerogoti kayu tempat petani bergelantungan.

Sementara di atas ada Harimau yang kelaparan dengan penuh nafsu mendorong sebatang pohon, yang ternyata di ujung pohon tersebut, terdapat sarang lebah yang sangat besar.

Dalam posisi diantara Harimau, Ular, Tikus dan Lebah yang siap menerkam, menggigit dan tikus yang mematahkan kayu tempat bergelantungan, serta lebah yang akan menyengat tubuhnya, sang petani menengadahkan pandangannya ke atas.

Dan tiba-tiba lebah meneteskan madunya tepat di mulut sang Petani, dan Sang Petani mengatakan, “Alangkah manisnya hidup ini”.

Doktor Zul mengatakan, sekilas tidak ada yang menarik dari cerita tersebut, namun yang membuat cerita tersebut menarik, bangsa Thailand tidak pernah menulis akhir dari cerita tersebut.

Ia memberikan kebebasan pada masyarakat Thailand untuk menulis akhir dari cerita tersebut sebagai sebuah motivasi apakah mau berakhir dengan kematian karena gigitan binatang buas, sedih atau bahagia.

“Itulah sebabnya Thailand yang bangsa kecil, namun tidak pernah dijajah bangsa lain,” ungkapnya.

GUbernur memberikan motivasi kepada seluruh CPNS untuk menulis akhir dari jalan cerita tersebut untuk masa depan mereka.

“Anda semua memiliki kesempatan untuk menulis kesimpulan dari cerita itu sendiri,” ujarnya.

Di akhir arahannya gubernur mengingatkan bahwa kesimpulan untuk memilih menjadi aparatur sipil negara, bukan karena diminta ibu bapak, buka diminta pasangan, tapi betul-betul pilihan sendiri untuk menentukan arah hidup di masa akan datang.

“Mudah-mudahan masa depan yang lebih baik mampu kita tuliskan. Hal besar selalu dimulai dari langkah pertama untuk menjadi orang hebat di masa yang akan datang,” kata Gubernur Zul.

AYA/Hms Pemprov NTB

 




Pemerintah Sediakan Layanan Pembuatan Paspor Selesai 1 hari

Layanan One day One Service Itu tetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebagian besar pembuat paspor memgurusnya  saat waktu keberangkatan atau perjalanan sudah sangat dekat,dan hal itu sering menjadi masalah

Tapi saat ini pemerintah sudah memberi layanan bahwa  masyarakat bisa memohon paspor selesai 1 hari.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie mengatakan,  saat ini pemerintah memberikan layanan One day One Service bagi pembuatan paspor.

“Sekarang, masyarakat bisa bermohon paspor selesai 1 hari dengan membayar di Bank atau pos. Biaya paspor Rp 350.000 + jasa percepatan 1hari Rp 1.000.000,” ujar Kurniadie, Rabu (8/5)

Menurutnya,  di layanan One day One Service Itu tetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM.

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku setelah 15 hari terhitung sejak tanggal diundangkan yaitu pada tanggal 3 Mei 2019.

“Kalau masih ada yang dirasa belum dimengerti, dapat mengecek langsung website; mataram.imigrasi.go.id.  Dan di Call center: 081 9999 49000,” jelas Kurniadie.

Hingga peraturan ini dicanangkan, sampai saat ini belum ada permintaan atau pembuatan paspor One day one service tersebut .

“Belum ada yang membuat paspor dengan service tersebut, karena ini kan peraturan baru dan sebagai Pilot projetnya dipilih NTB dan Bali,” kata Kurniadie

AYA




Ngaji Statistik Ekonomi Bareng Gubernur Zul,  Bahas Masa Depan Ekonomi NTB

Bank Indonesia pada akhir diskusi memberikan penawaran beberapa hal strategis jangka pendek dan panjang yang perlu dilakukan untuk mendorong perekonomian NTB tahun 2019

MATARAM.lombokjournal.com — Acara “Ngaji Bareng Gubernur”  diadakan di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, di Mataram, Selasa (07/05).

Ngaji bareng kali ini selain Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang jadi pembicara, juga dihadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani duduk bersama menjadi pembicara.

Kegiatan “ngaji” kali ini mengangkat tema  “Perekonomian NTB : Terkini, ke depan, dan tantangannya”.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Zul menjelaskan pandangannya, salah satu masalah mendasarnya yang harus disegerakan untuk membangkitkan perekonomian di NTB adalah industrialisasi.

“Impornya masih lebih besar daripada ekspor. Bagaimana kita mau kuat? Industrialisasi harus segera hadir di NTB ” tegas Gubernur Zul

Jika kita impor terus, tidak akan bisa maju, industrialisasi harus bisa segera hadir di NTB. Jika industrialisasi bisa dilaksanakan di NTB, ini adalah tamparan pusat bagi pemerintah pusat, tambahnya

Gubernur menyampaikan tekad pemerintah Provinsi NTB untuk mengangkat Perekonomian dengan industrialisasi yang sedang menjadi fokus utama.

“Selama impor dari luar daerah lebih besar daripada ekspor, kita akan sulit untuk maju. Industrialisasi pahit dan susah, namun kita harus mulai, untuk mewujudkan NTB yang lebih sejahtera,” jelas Gubernur Zul

Gubbernur Zul berharap dengan pengajian statistik ini, para Kepala OPD dan semua yang hadir bisa mengetahui betapa besar tanggungjawab kita.

Namun jika tahu caranya, akan sangat menantang dan menyenangkan sekali.

“Untuk itu, bersilaturahmi seperti ini akan sangat bermanfaat sekali,” kata Gubernur

NTB Posisi Terendah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani menjelaskan bahwa kondisi Perekonomian Nasional  diperkirakan masih tetap terjaga di kisaran 5 persen.

“Ke depan perlu dikembangkan sumber pertumbuhan baru untuk mendukung akselerasi pertumbuhan sehingga Indonesia keluar dari middle income trap,” jelas Sarwani didepan seluruh hadirin.

Provinsi NTB sendiri jika dibandingkan dengan daerah lainnya dan Balinustra, pertumbuhan ekonomi NTB berada di posisi paling rendah.

Peran ekspor luar negeri dalam menopang perekonomian daerah cenderung tidak setinggi daerah lainnya.

“IPM Provinsi NTB ada di angka 67,30 sedangkan Bali ada di angka 74, 77. Provinsi Sulawesi Tengah yang juga terdampak gempa ada di angka 68,88,” terang Sarwani

“Kami juga berharap di sektor pariwisata bisa menjadi sebuah industri yang lengkap, tidak hanya sekedar tiap desa memiliki desa wisata. Namun adalah tentang bagaimana memasarkannya secara integrasi, baik online maupun offline. Kita harus mau bekerjasama ” kata  Achris Sarwani.

Diskusi ini juga membahas berbagai sektor meliputi pariwisata, pertanian, hingga kontribusi ekonomi di berbagai sektor lain di Provinsi NTB.

Bank Indonesia sendiri pada akhir diskusi memberikan penawaran beberapa hal strategis jangka pendek dan panjang yang perlu dilakukan untuk mendorong perekonomian NTB tahun 2019.

Pada jangka pendek, BI memberikan penawaran strategis  antara lain, meningkatkan koordinasi dan peran TPID dalam mengantisipasi periode perayaan HKBN, menjaga ketersediaan bahan bangunan dan tenaga kerja, akselerasi pembangunan huntap, integrasi paket wisata dengan Bali, melanjut akselerasi belanja daerah.

Sedangkan pada Jangka panjang, BI memberikan rekomendasi antara lain; penguatan SDM untuk meningkatkan produktivitas, peningkatan daya saing ekspor non tambang, hilirisasi industri pengolahan, industrialisasi pariwisata.

Hadir pada kesempatan tersebut seluruh kepala OPD dan Biro lingkup Pemerintah Provinsi NTB, kepala BPS provinsi NTB, dan Direktur Bank NTB syariah.

AFF/Hms Pemprov NTB