BPBD Dan Polda NTB Telusuri Dugaan Permainan Dana Gempa

Salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah di Kabupaten Lombok Utara masih rendah bisa jadi disebabkan adanya dua permainan dan penyelewengan dana bantuan gempa

AHSANUL KHALIK

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng Polda NTB untuk melakukan penelusuran di lapangan, dugaan permainan dana gempa yang melibatkan aplikator, tenaga fasilitator dan kelompok masyarakat (Pokmas),

“Kita bersama Polda NTB telah mulai melakukan penelusuran terhadap Pokmas, tenaga fasilitator dan aplikator yang diduga bermain mencari keuntungan dari bantuan dana pembangunan rumah tahan gempa masyarakat korban gempa,” kata Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (16/05).

Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan BPKP, Kejaksaan termasuk dengan BPBD dan Pemkab terdampak gempa, dengan membuat tim khusus membantu melakukan pengawasan dan penelusuran.

Khalik menduga, salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah di Kabupaten Lombok Utara masih rendah bisa jadi disebabkan adanya dua permainan dan penyelewengan dana bantuan gempa oleh oknum Pokmas, aplikator dan fasilitator.

“Pembangunan RTG bukan terkendala teknis, tapi adanya dugaan permainan di lapangan dan itu sedang kita telusuri untuk ditindak tegas,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana modus permainan dana gempa di lapangan,  misalnya aplikator yang sudah terlegislasi BPD dan perkim, membuat kontrak banyak dengan Pokmas yang ada

Kemudian melakukan subkontrakkan lagi kontrak yang telah disepakati ke pihak kedua atau ketiga. Aplikator yang disubkan itulah yang abal – abal, karena tidak terdaftar.

Sementara fasilitator sendiri bermain disamping jadi tenaga fasilitator, juga menjadi aplikator yang ditawarkan kepada Pokmas untuk mendapatkan fee banyak.

“Yang jelas semua ditelusuri dan akan dirapikan, kalau nanti dari hasil penelusuran ditemukan fakta di lapangan, maka aplikator, fasilitator yang bermain akan kena sangsi. Bahkan tenaga Fasilitator akan dipecat,” tegas Ahsanul Khalik.

AYA




BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System Untuk Peserta Mandiri yang Didaftarkan Kolektif

BPJS Kesehatan saat ini telah melakukan sosialisasi dan rekonsiliasi data antara BPJS Kesehatan dengan entitas badan

lombokjournal.com —

JAKARTA Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang didaftarkan kolektif oleh Badan Hukum, Donatur Badan Hukum dan Donatur Perorangan menjadi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), per 1 Mei 2019, pembayaran iuran dilakukan pembayaran secara tertutup (close payment system).

Dengan diterapkannya sistem tersebut, data peserta yang terdaftar akan selalu baru (update), dan diharapkan data tersebut akan selalu sesuai dengan perubahan yang terjadi di masing-masing entitas badan.

Tidak hanya itu, menrut Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, pembayaran iuran juga sesuai dengan antara jumlah tagihan dengan data peserta terdaftar yang dikirimkan dilaporkan  oleh setiap entitas badan kepada BPJS Kesehatan.

Bentuk entitas badan yang dimaksud seperti yayasan, koperasi, lembaga keagamaan lembaga atau badan amal, lembaga pendidikan, badan usaha, badan hukum lain, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dan untuk Donatur Perorangan dilakukan melalui program donasi dengan jumlah lebih dari 10 (sepuluh) kartu keluarga.

“Kebijakan ini kami tetapkan untuk memastikan tidak ada kendala saat peserta membutuhkan pelayanan kesehatan. Misalnya kartu tidak aktif karena entitas badan membayar iuran tidak sesuai dengan yang ditagihkan. Pembayaran iuran tidak boleh kurang dan kalau lebih harus sesuai dengan kelipatannya,” ujar Iqbal.

BPJS Kesehatan saat ini telah melakukan sosialisasi dan rekonsiliasi data antara BPJS Kesehatan dengan entitas badan.

Iqbal juga mengimbau kepada entitas badan yang belum melakukan rekonsiliasi data untuk segera melakukan rekonsiliasi data dengan menghubungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan dimana entitas badan terdaftar.

BPJS Kesehatan membuka akses seluas-luasnya kepada entitas badan terkait rekonsiliasi data. Sebab, rekonsiliasi data penting untuk menghitung kekurangan atau kelebihan pembayaran iuran sebelum pelaksanaan close payment system.

Selain itu, dengan close payment system akan di dapatkan terdapat data individual peserta terkini sehingga bisa meningkatkan kualitas dan akurasi data peserta JKN-KIS.

Rr (sumber; Humas Kantor Pusat BPJS Kesehatan)




Hasil Assessment Good Governance,  BPJS Kesehatan Capai Skor Sangat Baik

Salah satu wujud implementasi Good Governance yang juga dilakukan BPJS Kesehatan adalah secara rutin menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga 100 persen

lombokjournal.com —

JAKARTA ;   BPJS Kesehatan berhasil menerapkan praktik Good Governance dengan skor 85,72,  dan angkan skor itu  di level sangat baik menurut Tim Asesor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, capaian skor ini merupakan hasil assessment Good Governance periode 31 Januari 2018 hingga 31 Desember 2018.

Hasil ini merupakan laporan dari exit meeting Senin (13/05) 2019 lalu. Dan skornya meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 85,63.

“Kami berharap seluruh Duta BPJS Kesehatan mampu secara konsisten dan berkelanjutan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance yang sudah baik sekaligus berupaya melakukan perbaikan terhadap aspek-aspek Good Governance yang menjadi rekomendasi dari Tim Assessor,” katanya di Jakarta, Kamis (16/05).

Terdapat 4 aspek yang dinilai oleh Tim Asesor, yaitu aspek Komitmen Penerapan Tata Kelola yang Baik memperoleh skor 88,61, aspek Dewan Pengawas memperoleh skor 85,96, aspek Direksi memperoleh skor 85,29 serta aspek Pengungkapan dan Keterbukaan Informasi Publik memperoleh skor 84,33.

Organisasi Yang Sehat

Good Governance merupakan salah satu aspek yang menjadi indikator BPJS Kesehatan untuk mencapai organisasi yang sehat.

BPJS Kesehatan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance atau Tata Kelola yang Baik sebagai acuan dalam menjalankan aktivitas bagi seluruh organ dan Duta BPJS Kesehatan.

Iqbal juga berharap, melalui Good Governance dapat mengoptimalkan nilai organisasi agar memiliki daya saing yang kuat.

Penerapan Good Governance juga diharapkan akan mendorong pengelolaan organisasi secara professional, efisien, dan efektif serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian.

Terdapat 8 prinsip yang terdapat dalam Good Governance, yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), responsibilitas (responsibility), independensi (independency), prediktibilitas (predictability), partisipasi (participation), kewajaran dan kesetaraan (fairness), dan dinamis (dynamism).

Salah satu wujud implementasi Good Governance yang juga dilakukan BPJS Kesehatan adalah secara rutin menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga 100 persen.

Tahun 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis 27 institusi pemerintah yang telah  menyampaikan LHKPN hingga 100% salah satunya adalah BPJS Kesehatan.

Rr (sumber; Humas Kantor Pusat BPJS Kesehatan)




Layanan Penukaran Uang Pecahan Kecil Dipusatkan Di Lapangan Sangkareang Di Mataram

Total transaksi yang disiapkan Bank Indonesia untuk wilayah Kota Mataram di bulan Ramadhan sebesar 1,9 triliun rupiah,  sedangkan di seluruh wilayah NTB disiapkan 2,9 triliun Rupiah

MATARAM.lombokjournal.com –Pelayanan penukaran uang pecahan kecil untuk kebutuhan lebaran, dipusatkan di lapangan sangkareang Kota Mataram.

Kepala BI perwak8lan NTB, Achris Sarwani mengatakan, untuk memudahkan pelayanannya pihak Bank Indonesia bersama 14 perbankan membuka layanan untuk masyarakat pulau Lombok.

“Bank Indonesia Perwakilan NTB  bersama 14 perbankan lainnya di Mataram  secara resmi telah membuka layanan penukaran uang  yang dipusatkan di lapangan sangkareang Kota Mataram,” ujar Kepala BI perwak8lan NTB, Achris Sarwani Kamis (16/05)

Achris menyatakan, jika layanan penukaran uang yang dibuka Bank indonesia n NTB bersama 14 perusahan perbankan yang dipusatkan di lapangan Sangkareang Kota Mataram ini  langsung dibanjiri masyarakat  yang hendak menukarkan uangnya dalam bentuk pecahan kecil .

“Seperti sudah menjadi tradisi  kebiasan untuk memberikan sedekah maupun angpao ke sanak keluarga di hari raya idul fitri, itu menjadi salah satu faktor penyebab  permintaan akan uang pecahan kecil ini  selalu mengalami peningkatan,” terangnya.

Karena itu, untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan  Bank Indonesia Perwakilan NTB  bersama 14 perusahan perbankan di Mataram ini,  memutuskan untuk membuka stand penukaran uang  yang di pusatkan di lapangan Sangkareang.

Stand penukaran uang  ini  direncanakan akan di gelar hingga tanggal 28 mei mendatang

Achris Sarwani juga mengatakan, total transaksi yang disiapkan Bank Indonesia Perwakilan NTB untuk wilayah Kota Mataram di bulan Ramadhan yakni sebesar 1,9 triliun rupiah,  sedangkan di seluruh wilayah NTB Bank Indonesia  menyiapkan 2,9 triliun Rupiah.

Untuk anggaran yang dikeluarkan Bank Indonesia perwakilan NTB di bulan ramadhan kali ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yakni sekitar 20 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini sebanyak 2,9 Triliyun yang kami sediakan, naik 20 persen dibanding Tahun lalu yng hanya 2,6 Triliyun,” kata Achris Sarwani.

AYA

 




Gubernur NTB Jadi Imam Salat Magrib Para Tokoh Muda Indonesia

Pascapilpres semua pihak menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh  bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum

Najamudin Amy

lombokjournal.com  —

BOGOR  ;   –  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mendapat kehormatan untuk memimpin salat berjamaah para tokoh muda Indonesia yang hadir dalam Silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti Bogor, Rabu (15/05) sore.

Sejumlah tokoh muda yang hadir antara lain, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Selain itu juga hadir,  Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Walikota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Walikota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya selaku tuan rumah, dalam konferensi pers di hadapan para wartawan mengutarakan latar belakang pemikiran yang menjadi pendorong digelarnya pertemuan para tokoh muda Indonesia tersebut.

Bima Arya menegaskan, para tokoh tersebut berasal dari latar belakang politik yang berbeda-beda, namun semua melebur dalam komitmen yang sama untuk mendorong kemajuan Indonesia. Karenanya, dalam pertemuan, topik yang dibahas pun tidak mengarah pada hal-hal yang menajamkan perbedaan.

“Jadi tidak ada bicara-bicara yang menjurus perbedaan. Kadang-kadang saya lupa, Pak Zul (Gubernur NTB) ini partainya apa. Mas Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) ini sekarang partainya apa? Tapi kepemimpinannya, sikapnya, kita hafal,” ujar Bima Arya.

Suasana pertemuan juga semakin cair dengan serangkaian agenda bersama yang mempererat persatuan di antara para tokoh tersebut. Selain berbuka bersama, para tokoh juga menyempatkan salat magrib berjamaah. Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menjadi imam salat berjamaah tersebut.

“Setelah buka tadi kita solat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk,” ujar Bima Arya.

Bima Arya juga menjelaskan sejumlah poin penting yang menjadi benang merah pertemuan tersebut.

Poin pertama adalah, semua tokoh yang hadir, dipersatukan oleh pandangan kecintaan terhadap Indonesia dan keinginan menjaga perdamaian di Indonesia.

“Kita ingin Indonesia yang damai. Seluruh pembicaraan tadi, diwarnai oleh semangat optimisme bagaimana membangun Indonesia dengan cara yang damai, kebersamaan,” ujarnya.

Poin kedua, para tokoh muda tersebut berdiskusi terkait kondisi tanah air hari ini Pascapilpres 2019. Terhadap topik ini, semangat semua tokoh yang hadir sama.

Semangat tersebut adalah menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh juga bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum.

Poin ketiga dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan dan upaya mengembangkan semangat pertemuan ini.

“Kita juga membangun gagasan ke depan, yaitu fokus kepada gagasan-gagasan kebangsaan. Fokus kepada nation building. Banyak gagasan untuk kita mengedukasi rakyat Indonesia agar semuanya siap untuk berdemokrasi secara sehat. Banyak gagasan ide ke depan,” ujarnya.

Di masa yang akan datang, semua pihak sepakat untuk terus mempertahankan silaturahmi, dan memperluas jaringan yang telah terbangun saat ini.

Pertemuan-pertemuan ini juga tidak hanya dibatasi saja dalam konteks politik. Tapi juga di dalam banyak hal. Tujuannya adalah untuk membagikan optimisme dan harapan Indonesia yang lebih baik.

“Kami juga menyepakati selama hari-hari menjelang 22 Mei nanti, untuk mengokohkan kebersamaan kita, meminimalisir ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya perpecahan. Kita menunggu proses yang berjalan sesuai dengan konstitusi. Kita hormati apapun sebagai keputusan dalam konteks konstitusi. Kita melihat harus diserahkan dalam proses hukum positif di Indonesia,” ujarnya.

Bima Arya menegaskan pula harapan agar pertemuan ini tidak berhenti hanya sampai di kesempatan tersebut.

“Ada semangat untuk terus berlanjut ke daerah. Insya Allah akan ada teman-teman yang lain yang akan bergabung, berlanjut dari forum di Bogor pada hari ini,” ujarnya.

Setelah buka tadi kita solat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk.

Kita menyepakati instiusi negara ini mengurus proses. Ada saatnya berkompetisi, ada saatnya saling mengisi. Menjaga persahabatan demi keutuhan republik Indonesia ini.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, mengutarakan, bagi NTB, kehadiran Gubernur bersama deretan tokoh muda terkemuka di Indonesia ini menjadi kesempatan emas untuk mengkomunikasikan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan tokoh muda.

Sekaligus, ini merupakan pengakuan bahwa Gubernur NTB merupakan satu tokoh muda yang diperhitungkan di pentas nasional.

Sebagai tokoh muda, Gubernur kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini memang telah menorehkan pencapaian dalam banyak hal.

Sejak SMA, sosok yang akrab disapa Bang Zul ini telah meraih banyak prestasi akademis maupun non akademis. Pada 1989, ia terpilih mewakili NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia.

Selama setahun, Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman bersekolah di negara lain membuat ia terkesan dan lebih terpacu untuk menjelajahi dunia.

Di jenjang perguruan tinggi, Bang Zul pun meraih banyak hal. Salah satunya, diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, atau yang sekarang akrab disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Sebelum terjun ke politik pada 2004, Bang Zul meraih pengakuan sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia (bidang ekonomi & manajemen) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sederet prestasi diperolehnya di dunia penelitian. Ia pernah menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University di Amerika Serikat, menjabat sebagai Direktur Riset Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diberi kepercayaan sebagai Pemimpin Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pada 2004, saat usianya baru 32 tahun, Bang Zul terpilih sebagai Anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk dua periode berikutnya sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur NTB di Pilkada 2018 lalu. (*)

Najamuddin Amy, Kepala Biro Humas Dan Protokol Setda NTB

 




Ratusan Kader Partai Gerindra Rayakan Kemenangan Capres/Cawapres Prabowo-Sandi Di NTB

Terkait banyak petugas KPPS yang meninggal, Ridwan Hidayat serukan agar pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa dan membuat tim pencari fakta

lombokjournal.com —

MATARAM  ;     Ratusan Kader Partai Gerindra se- Nusa Tenggara Barat (NTB)  serta relawan pendukung Capres 02 Kader Partai menggelar syukuran kemenangan  Prabowo-Sandi dan Konsolidasi Legislator Partai Gerindra, di Hotel Astoria Kota Mataram, Rabu (15/05) 2019 sore.

Acara yng diwarnai semangat kemenangan itu dikemas dengan silaturahmi dan buka puasa bersama.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono bersama istrinya, Hj. Dian Bambang, serta hadir pula Caleg-caleg Partai Gerindra se-NTB, bersama para Pengurus Partai Gerindra dan Relawan Prabowo-Sandi.

Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi di NTB, Ali Usman Ahim Alkhairi, dalam sambutannya mengatakan, Partai Gerindra di NTB menentukan sikap dalam Pilpres 2019 di mana menolak rekapitulasi suara dari lima provinsi besar di Indonesia.

Hal tersebut sesuai sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di Jakarta, yang mengklaim kemenangan Prabowo-Sandi 54 persen.

“Sikap kader Gerindra, koalisi dan seluruh relawan, kami mengikuti pemaparan kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif dan brutal. Kami menolak rekapitulasi suara di lima provinsi, yaitu Bali, Jateng, Jatim dan provinsi lain,” ujarnya.

Relawan Prabowo-Sandi, kata Ali Usman, akan menempuh jalur konstitusional untuk melaporkan indikasi kecurangan melalui Mahkamah Konstitusi.

“Seakan ada konspirasi besar yang tidak menginginkan Prabowo jadi presiden. Kita menempuh jalur konstitusional, kita mempertimbangkan melaporkan ke mahkamah konstitusi,” ungkapnya.

Ali Usman juga menyebut Prabowo berpesan para relawan untuk menjaga soliditas dan semangat juang.

“Kita pastikan tanggal 22 Mei KPU mengumumkan Prabowo-Sandi menjadi pemenang. Kami mengucapkan terimakasih pada masyarakat NTB yang memberikan pilihannya pada Prabowo-Sandi,” ucapnya.

Bambang Kristiono atau akrab disapa HBK, mengatakan Partai Gerindra telah berhasil mempertahankan kemenangan dengan posisi 67,8 persen suara.

“Partai Gerindra telah berhasil menjadi partai pemenang di NTB. Prabowo berhasil mempertahankan kemenangan dengan posisi 67,8 persen suara. Untuk legislator partai Gerindra mendapatkan kenaikan yang menggembirakan baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota,” papar HBK Caleg DPR RI Dapil NTB II yang lolos ke Senayan.

HBK meminta para relawan, kader partai dan pendukung tetap optimis untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

“Tetap semangat dan optimis mengawal suara kemenangan sampai pada satu keputusan Prabowo Subianto dilantik menjadi presiden,” ucapnya.

Lebih jauh, HBK mengucapkan banyak terimakasih bagi masyarakat NTB yang telah memberikan pilihan pada Prabowo-Sandi, pada para kader, pendukung dan relawan yang telah memperjuangkan kemenangan Prabowo-Sandi.

“Saya selaku pimpinan mengucapkan apresiasi serta kebanggaan pada para pengurus, kader, simpatisan Partai Gerindra serta relawan 02 yang mempertahankan daya jual di balik banjir bantuan program dan logistik di kamar sebelah, kita tetap bertahan dan membalik keadaan,” ungkapnya.

Ia mengajak rekan-rekannya yang berhasil mewakili masyarakat NTB untuk berjuang dan melakukan yang terbaik.  Para kader diinta berkompetisi memberikan manfaat, kebaikan bagi masyarakat yang diwakili, tambah HBK yang dijuluki Samurai Prabowo ini.

Ketua DPD Gerindra, Ridwan Hidayat, mengucapkan selamat atas kemenangan HBK menjadi anggota DPR RI Dapil NTB. Perolehan suara HBK sangat tinggi, mencapai seratus ribu.

“Kita mengucap selamat atas kemenangan HBK dengan perolehan suara tertinggi hampir seratus ribu. Ini tidak terlepas dari dukungan rekan-rekan semua,” ujar Ridwan yang juga Ketua Dewan Pengarah  BPD Prabowo-Sandi di NTB.

Ridwan mengatakan, terkait banyak petugas KPPS yang meninggal, agar pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa dan membuat tim pencari fakta.

“Kami mengusulkan membuat status ini merupakan kejadian luar biasa dan segera diusut secara tuntas penyebab kematian sehingga tidak muncul kecurigaan-kecurigakan. KPPS yang meninggal hendaknya diberikan gelar pahlawan demokrasi, keluarga besar Partai Gerindra ikut berbelasungkawa,” ungkapnya.

Menurut Ridwan,  tidak bisa dipungkiri masih banyak ditemukan kecurangan terjadi di beberapa daerah tentu mencoreng tumbuh dan berkembangnya demokrasi yang sehat.

“Kami usulkan membuat sebuah tim pencari fakta untuk kita bongkar sehingga lahirlah rasa keadilan untuk bangsa ini,” terangnya.

Usai acara, para hadirin kemudian menikmati hidangan berbuka puasa dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Suasana tampak akrab di antara tim pemenangan Prabowo-Sandi tersebut.

Me




Harga Emas Masih Mahal, Tapi Tetap Diminati Masyarakat

Meski saat ini harga emas terbilang masih di kisaran harga Rp 585.000/gram dari harga sebelumnya yakni Rp 575.000 rupiah, namun masyarakat tetap meminati

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Emas merupakan barang berharga yang kerap dijadikan barang investasi jangka panjang oleh masyarakat.

Tidak heran, barang perhiasan  yang satu ini sangat diminati masyarakat,  tidak hanya sebagai barang penghias tubuh khususnya kaum perempuan namun juga sebagai barang yang punya nilai ekonomi tinggi..

“Harga Emas Untuk per gramnya masih di kasaran harga Rp 585.000 dari harga sebelumnya yakni Rp 570.000 ribu rupiah,  kenaikan harga emas ini terjadi sejak satu bulan terakhir sebelum puasa,” ujar Tia, salah satu pedagang  Emas di Komplek Mataram Craf Center (MCC) Rabu (15/05).

Tia mengatakan,  misalnya dalam sehari ia bisa menjual emas ke luar daerah sebanyak lima hingga tujuh biji Emas ke pelanggan nya yang berada di luar daerah. Emas yang banyak dipesan adalah emas dalam bentuk cincin kalung dan gelang.

Meski saat ini harga emas terbilang masih mahal yakni di kisaran harga Rp 585.000 per gramnya dari harga sebelumnya yakni Rp 575.000 rupiah, namun faktanya emas tetap diminati masyarakat.

“Walaupun sedikit naik dari harga sebelumnya ,peminat Emas masih banyak,” terangnya

Sementara itu selain menjual emas Toko ini juga menjual aneka mutiara laut serta mutiara yang dilapisi rodium.

AYA

 




Bulog Siap Amankan Harga Bahan Pokok, Masyarakat Tak Perlu Kawatir

Masyarakat tak perlu mengkhawatirkan, sampai Hari Raya Idhul Fitri stok bahan pokok masih aman

MATARAM.lombokjournal.com — Perum Bulog NTB siap mengamankan Harga Bahan pokok (Bapok) pada bulan puasa, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan keterediaan Bapok selama bulan puasa.

“Jadi bulog siap mengamankan harga bahan pokok di NTB, masyarakat tidak perlu Khawatir.  Sebagai gambaran, stok bulog sudah ada untuk 18 bulan ke depan,” ujar Kepala Blog Divre NTB, Ramlan UE Rabu (15/05).

Ramlan menyatakan, jika stok beras dipastikan aman untuk 18 bulan kedepan, sedangkan untuk minyak goreng dan Gula persediannya sudah ada untuk tiga bulan .

Karena permintaan  bapok paling banyak setelah beras,  yakni Gula dan minyak goreng.

“Permintaan terhadap minyak goreng dan gula bahkan bertambah,  nanti  tiga hari ini akan masuk lagi kiriman gula  dari Jawa sebnyak 120 ton , target selama puasa ini 500 ton gula akan masuk, ” terangnya.

Gula sendiri dari Bulog dijual dengan harga 11.500

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir nanti sampai hari besar keagamaan stoknya masih aman kok,” kata Ramlan.

AYA




Hadiri Temu Tokoh Muda Indonesia di Bogor, Gubernur  Zul Bisa Kampanyekan Kemajuan NTB

Hadirnya Gubernur NTB merupakan pengakuan sebagai salah satu satu tokoh muda yang berpengaruh di pentas nasional.

MATARAM.lombokjournal.com — Kehadiran Gubernur NTB, Zulkieflimansyah  bersama deretan tokoh muda terkemuka di Indonesia dalam pertemuan bertajuk ‘Silaturahmi Bogor untuk Indonesia ‘di Museum Balai Kirti Bogor, Rabu (15/05) sore, jadi kesempatan emas mengkampanyekan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan tokoh muda.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, terkait kehadiran Gubernur  Zul  yang  juga dihadiri sejumlahtokoh muda terkemuka di Indonesia.

Sejumlah tokoh muda yang sudah mengonfirmasi kehadirannya, antara lain, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Selain itu, juga dipastikan hadir Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Walikota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Walikota Bogor, Bima Arya.

Menurut Najamuddin Amy,  terkait hadirnya Gubernur NTB merupakan pengakuan sebagai salah satu satu tokoh muda yang berpengaruh di pentas nasional.

Sebagai tokoh muda, Gubernur Zul kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini memang telah menorehkan pencapaian dalam banyak hal.

Banyak Prestasi

Sejak SMA, sosok yang akrab disapa Bang Zul ini telah meraih banyak prestasi akademis maupun non akademis. Pada 1989, ia terpilih mewakili NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia.

Selama setahun, Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman bersekolah di negara lain membuat ia terkesan dan lebih terpacu untuk menjelajahi dunia.

Di jenjang perguruan tinggi, Bang Zul pun meraih banyak hal.

Salah satunya, diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, atau yang sekarang akrab disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Sebelum terjun ke politik pada 2004, Bang Zul meraih pengakuan sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia (bidang ekonomi & manajemen) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sederet prestasi diperolehnya di dunia penelitian. Ia pernah menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University di Amerika Serikat, menjabat sebagai Direktur Riset Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diberi kepercayaan sebagai Pemimpin Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pada 2004, saat usianya baru 32 tahun, Bang Zul terpilih sebagai Anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk dua periode berikutnya sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur NTB di Pilkada 2018 lalu.

AYA (*)




Gubernur Sampaikan 6 Raperda Dalam Rapat Paripurna Pertama DPRD NTB

Kebudayaan NTB sangat banyak dan harus diperhatikan, selain NTB itu juga sebagai salah satu destinasi wisata yang luar biasa untuk Indonesia dan dunia

MATARAM.lombokjournal.com —  Enam buah Raperda Eksekutif disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah dalam Rapat Paripurna Pertama DPRD Provinsi NTB di Gedung DPRD Provinsi NTB, Rabu (14/05).

Selain itu, terdapat pembentukan Perangkat Daerah Baru yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) akan dipisahkan menjadi Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan dipisahkan menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan.

Sedang 6 Buah Raperda Prakarsa Eksekuitf Gubernur NTB sebagai berikut :

  1. Raperda Tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Dan Batubara;
  2. Raperda Tentang Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah;
  3. Raperda Tentang Perubahahan Atas Perda Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan     Susunan Perangkat Daerah Provinsi Ntb;
  4. Raperda Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Penggabungan Dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat Menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat;
  5. Raperda Tentang Pembubaran Perusahaan Daerah Pt. Daerah Maju Bersaing; Serta;
  6. Raperda Tentang Percepatan Pembangunan Dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Provinsi Dengan Pola Pembiayaan Tahun Jamak.

“Kita lhiat kebutuhan, seperti lingkungan hidup hampir semua daerah bukan hanya provinsi tapi kabupaten/kota, kecamatan sampai desa memiliki masalah dengan sampah. Walaupun lingkungan hidup bukan hanya tentang sampah, tapi lingkup kerja yang besar itu menjadi tanggung jawab yang besar,” tutur Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc usai mengikuti Rapat Paripurna Pertama DPRD Provinsi NTB.

Gubernur NTB juga menilai, kebudayaan NTB sangat banyak dan harus diperhatikan, selain itu juga NTB sebagai salah satu destinasi wisata yang luar biasa untuk Indonesia dan dunia.

“Kalau ternyata setelah pemisahan menghasilkan income yang lebih dari itu, kenapa tidak? Namun jika dipisah ternyata menghasilkan pemborosan maka kita berpikir kembali,” tuturnya.

 ely – TM/KOMINFOTIK NTB