Raih Perunggu di Osaka 2019,  Zohri Selain Lolos Olimpiade , Juga Kejuaraan Dunia Atletik di Doha 2019

Startblock Zohri sudah membaik, tapi  ada yang perlu diperbaiki Zohri saat finis

lombokjournal.com —

JAKARTA ;

Selain memastikan tempat di Olimpiade 2020 Tokyo, Lalu Muhammad Zohri juga lolos ke Kejuaraan Dunia Atletik 2019 Doha. Itu setelah dia mencatatkan waktu 10,03 detik di Osaka.

Zohri tampil memukau di final Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019. Juara dunia junior itu finis ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik.

Dia finis di urutan ketiga, di belakang sprinter Amerika Serikat, Justin Gatlin, yang mencatatkan waktu 10.00 detik dan pelari tuan rumah, Yoshinide Kiryu, yang ada di peringkat dua dengan catatan 10,01 detik.

Atas hasil tersebut, Zohri tak hanya lolos limit Olimpiade 10,05 detik, tapi juga lolos limit Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha mulai 26 September hingga 6 Oktober yang batasannya 10,10 detik.

Waktu catatan waktu dia yang 10,13 detik kan Zohri berstatus wild card. Nah, karena limitnya melampaui jadi dia lolos,” kata pelatih lari jarak pendek Eni Nuraini kepada detikSport, Senin (20/5/2019).

Eni mengatakan tak akan buru-buru mendongkrak catatan waktu sprinter 18 tahun itu. Dia akan membuat program bertahap agar peak perfomance-nya tepat.

“Ya intinya dijaga saja, jangan dipaksa. Tetap dipertahankan jangan dipacu cepat-cepat agar lebih bagus. Pelan-pelan saja,” kata Eni.

“Yang penting lihat nanti hasil kejuaraan dunianya bagaimana,” dia menambahkan.

Eni menyebut hasil itu tak lepas dari startblock Zohri yang sudah membaik. Tapi, Eni mencatat ada yang perlu diperbaiki Zohri saat finis.

BACA JUGA ;  Sprinter Asal Pemenang, Lombok Utara, Lolos Ke Olimpiade 2020

“Zohri sudah bagus. Yang masih kurang finisnya masih tengak-tengok, harusnya lurus saja ke depan supaya catatan waktunya lebih maksimal. Kalau tengokkan jadi terhambat,” katanya.

Ist/CNN




Sprinter Asal Pemenang, Lombok Utara, Lolos Ke Olimpiade 2020

Bukan tugas mudah bagi PB PASI untuk mengikutsertakan Zohri pada ajang Seiko Golden Grand Prix 2019

Lalu Muhammad Zohri

lombokjournal.com  —

,JAKARTA  ‘ ;   Lalu Muhammad Zohri , meraih perunggu nomor 100 meter, pada babak final yang berlangsung di Seiko Golden Grand Prix 2019, di Stadion Yanmar Osaka, Minggu (19/05).

Zohri mencapai  finis di urutan  ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik. Sprinter 18 tahun itu masuk finis di belakang Justin Gatlin (Amerika Serikat) yang meraih emas dengan 10,00 detik dan Yoshinide Kiryu (Jepang) yang meraih perak dengan 10,01 detik.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat,” kata Zohri dalam rilis yang diterima media.

Ia juga mengucapkan syukur  atas berkatNya, juga kepada masyarakat Indonesia.

“Sebab, berkat doa kalian semua khususnya PB PASI, Pak Bob Hasan (Ketum PB PASI) dan jajaran, pelatih Ibu Eni (Nuraini), dan jajaran pelatih, serta teman-teman semua saya berterimakasih banyak. Alhamdullilah saya bisa memberikan prestasi,” kata Zohri.

Dengan demikian, sprinter muda Indonesia asal Pemenang, Lombok Utaraitu lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Gatlin merupakan sprinter veteran Amerika Serikat. Gatlin peraih medali emas 100 meter Olimpiade 2004 dan perak di Olimpiade 2016 setelah dikalahkan Usain Bolt.

Catatan 10,03 detik membuat Zohri kembali memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara untuk nomor 100 meter. Sebelumnya, Zohri mencatatkan waktu 10,13 detik pada ajang yang berlangsung di Qatar, April lalu.

Dengan catatan waktu 10,03 pula Zohri dipastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Kepastian itu diungkapkan humas PB PASI, Hendri Firzani.

“Lalu Zohri fix lolos ke Tokyo karena catatan catatan waktunya di Osaka masuk limit. Limit Olimpiade 10,05 detik. Kejuaraan di Osaka masuk kualifikasi Olimpiade,” ujar Hendri.

Bukan tugas mudah bagi PB PASI untuk mengikutsertakan Zohri pada ajang Seiko Golden Grand Prix 2019 lewat status undangan. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengatakan Zohri sempat ditolak tampil di Seiko Golden Grand Prix 2019.

BACA JUGA ;

“Setelah Zohri merebut medali perak dengan catatan waktu 10,13 detik di Doha, saya desak kembali penyelenggara Seiko GP. Antara lain saya sebutkan Zohri hanya kalah dari sprinter Jepang Yoshihide di Doha. Akhirnya mereka memberikan Zohri lintasan dan Zohri menjadi pelari undangan dalam Seiko GP ini,” ujar Tigor.

Ist/CNN




Gubernur Berharap, Anak-anak Yatim Dan Dhuafa Mengenyam Pendidikan Yang Baik

Acara ini melibatkan 64 panti asuhan, dengan total 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa

MATARAM.lombokjournal.com – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB di bawah Ketua Umum Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, bekerjasama dengan Baznas Provinsi NTB, Dinas Sosial Prov. NTB dan Lombok Post, memberi santunan kepada 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (18/05). 2019

Acara yang digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan di Bulan Peduli Sosial.itu dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S. E., M.Sc.

Gubernur Doktor Zul menyampaikan harapannya, agar anak-anak yatim dan dhuafa di NTB, dapat mengenyam pendidikan dengan baik sesuai dengan tingkatan umurnya tanpa ada yang  terlantar pendidikannya.

“Mudah-mudahan apapun keadaan kita, anak-anak di NTB jangan sampai ada yang tidak sempat melanjutkan pendidikan, mencintai anak yatim sama dengan kita mencintai Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam”, tegas Gubernur.

Hj. Niken menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas kedermawanannya, juga kepada Baznas NTB atas segala bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terimakasih pada para donatur dan Baznas NTB atas bantuannya sehingga acara ini bisa terlaksana, semoga Allah memberi kita keluangan waktu dan rezeki, sehingga kita bisa memberi perhatian dan sebagian rezeki bagi anak-anak yang membutuhkan,” ungkapnya.

Wakil Ketua I Basnas NTB, Drs TGH Munajib Khalid sangat mengapresiasi kegiatan ini. Munajib mengungkapkan, tahun ini.

Baznas juga bekerjasama dengan Unilever, untuk mengadakan berbuka bersama di lokasi korban gempa dengan total 1800 orang, yang terbagi di kabupaten Lombok Utara 900 orang dan kabupaten Lombok Barat 900 orang.

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar”, ungkapnya.

Acara ini melibatkan 64 panti asuhan, dengan total 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa.

Adapun penyerahan santunan secara simbolis, dilakukan oleh LKSA Kota Mataram dan LKSA Kabupaten Lombok Barat kepada perwakilan panti asuhan/anak yatim.

AYA/Hms Pemprov NTB




Alumni IPDN/STPDN Serahkan Bantuan Pendidikan Untuk Yatim-Piatu

Seluruh alumni STPDN /IPDN untuk bersama-sama senantiasa bersyukur dan turun bersama dalam kegiatan – kegiatan sosial khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat

lombokjournal.com  —

MATARAM  – – Alumni IPDN/STPDN yang tergabung dalam kegiatan “Aksi Semua Purna Praja (aksi sempurna) NTB,  menyelenggarakan buka puasa bersama sekaligus menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan dana bantuan pendidikan kepada anak yatim-piatu,

Acara buka bersama dan penyerahan bantuan pendidikan untuk anak yatim itu  di Sasak Resto, Udayana Mataram, Jum’at (17/05) 2019.

Menurut Mardjun, Koordinator aksi sempurna, kegiatan  bersama adik-adik yatim piatu dan dhuafa ini bukan kali pertama.

Namun dirangkaikan dengan buka puasa adalah merupakan kali pertama diselenggarakan. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur para alumni pamong  pada masyarakat NTB dan Indonesia.

“Alhamdulillah acara buka puasa bersama ini sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan Alumni IPDN/STPDN NTB. Sebelumnya kita selenggarakan kegiatan yatim asal Lombok Tengah, kini giliran adik-adik asal Lombok Utara. InshaAllah kedepannya giliran Lombok Timur, Barat dan Sumbawa, InshaAllah,” jelasnya

Lebih lanjut dikatakan Mardjun,  teknis kegiatan dan pemberian bantuan kepada adik-adik Yatim berupa peralatan sekolah dan bantuan dana pendidikan.

“Pemberian peralatan sekolah dan dana pendidikan pada adik-adik yatim dhuafa adalah hasil dari program” Ramadhan Berkah” sejak awal ramadhan lalu. Ini adalah kepedulian para donatur dari seluruh Indonesia,“ kata Mardjun, usai Kegiatan.

Menurutnya, adik-adik Yatim di KLU saat ini masih menyimpan “luka” akibat gempa Lombok beberapa waktu lalu. Sehingga dengan membagikan peralatan sekolah dan dana bantuan pendidikan bisa mengukir senyum di wajah mereka. “open donasi yang sudah terkumpul sejak H-4 Ramadhan berjumlah Rp.20.000.000,-.

“Kami belanjakan untuk keperluan sekolah seperti tas, buku, tempat pensil, pena dan sebagainya. Dan sebagiannya lagi kami salurkan berupa dana bantuan pendidikan dengan harapan dapat di kelola secara mandiri oleh Adik-adik agar lebih fleksibel, namun tetap kami himbau untuk keperluan sekolah ” ujar Mardjun

Mardjun menyampaikan terima kasihnya kepada para donatur aksi sempurna dari seluruh lapisan masyarakat dan dari seluruh Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih banyak, jazakallah khairan katsiran kepada seluruh donatur aksi sempurna, mulai dari teman di kantor di Mataram, followers sosial media AKsi_semPurna, hingga rekan kami yang jauh di papua, ada juga yang menjadi donatur tetap kami.. Alhamdulilllah, kami sudah sampaikan amanahnya. InshaAllah semoga jadi kebaikan bersama.. ” tuturnya

Mardjun mengajak seluruh alumni STPDN /IPDN untuk bersama-sama senantiasa bersyukur dan turun bersama dalam kegiatan – kegiatan sosial khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Ini adalah bentuk rasa syukur atas kebaikan Tuhan Yang Maha Baik, mari senior, rekan dan adik-adik, bersama kita ukir senyum di wajah mereka dengan berbagai program dan kegiatan Aksi sempurna, aksi semua purna praja,” kata Mardiun.

AYA




Mi6 : Parpol vs Independen Akan Bertarung Dalam Pilkada 2020

Agenda Pilkada 2020 bagi kalangan Parpol ditafsirkan sebagai upaya memuluskan dan merintis  agenda Pilgub 2023

Lombokjournal.com —

MATARAM  – – Momentum Pilkada serentak 2020, Mi6 memprediksi Parpol akan lebih mengutamakan kader terbaiknya yang akan di agregasi bertarung dalam konstestasi tersebut.

Parpol dengan perolehan kursi terbanyak di parlemen dalam Pileg 2019, diprediksi enggan menyerahkan calon kepala  daerah  (Cakada) di luar  kadernya.

Menrut Bambang Mei Finarwanto, timbulnya kesadaran politik Parpol yang mengarus utamakan  kadernya,  merupakan realitas politik cerdik.  Hal ini tentu merupakan  sentimen positif dalam proses regenerasi kepemimpinan di kalangan Parpol.

Parpol menginginkan bahwa CaDaKa  yang diusungnya kelak, taat dan tunduk dalam membesarkan Parpol yang mengusungnya maupun memihak kepada kepentingan rakyat .

Selain itu agenda Pilkada 2020 bagi kalangan Parpol ditafsirkan sebagai upaya memuluskan dan merintis  agenda Pilgub 2023.

“Asumsinya, dengan menguasai pemenangan pilkada kabupaten/kota ini , kerja politik parpol utk Pilgub 2023 akan menjadi lebih mudah dalam melakukan penetrasi  di kalangan pemilih lewat kekuatan pesona dan pengaruh  politik kepala daerah yang terpilih tersebut,” tegas Didu, panggilan akrab Bambang Mei, Sabtu (18/05) .

Sehingga tak heran jika saat ini telah muncul beberapa kandidat Cakada yg dikuat Pilkada kota Mataram, misal Mohan Roliskana (Wawali yang juga Ketua Golkar kota Mataram) . Kemudian muncul nama Hj Putu Selly Andayani yang konon akan diusung PDIP, Kemudian PKS , PPP juga akan mengusung kadernya .

“Untuk Partai Gerindra , rumorsnya yang beredar akan mengajukan paket kadernya yakni Ali Ustman Ahim dan Taufan Rahmadi. Namanya paketnya Ali-Topan,” info Didu.

Jika Paket Ali Topan jadi diusung Gerindra untuk Pilkada kota Mataram, lanjut Didu ini  merupakan  anomali politik yang ekstra Ordinary  dan diduga akan ada hidden agenda pembaharuan yang disiapkan oleh Partai Gerindra.

“Paket Ali-Topan ini secara ideologi partai tentu sudah tuntas dan dipastikan memiliki komitmen yang  kuat dalam memajukan daerah,  termasuk memberdayakan  konstituen baik yang memilih ataupun  tidak , ” kata Direktur Mi6, Bambang Mei F melalui siaran pers yang disampaikan ke media, Sabtu (18/5).

Rivalitas Parpol vs Independen

Akan terjadi rivalitas yang kuat antara  calon yang diusung Parpol akan head to head melawan calon perseorangan/ independen dalam melakukan manuver dan meraih persepsi pemilih .

Selain itu Calon perseorangan diduga akan banyak mewarnai Pilkada 2020. Minat untuk bertarung dari jalur independen , khususnya di Pilkada kota Mataram akan tinggi karena persyaratan administrasi pencalonannya yakni mengumpulkan dukungan lewat KTP juga tidak terlalu besar, dan dari sisi geografi atau  sebaran penduduk kota Mataram relatif mudah terjangkau.

“Animo Calon independen yang tampil di  Pilkada kota Mataram akan besar,  karena lebih efisien dan efektif ketimbang lewat Parpol yang belum tentu loloS,” kata Didu.

Me




LPP RRI Selenggarakan  Pekan  Tilawatil Quran  Nasional Ke 50

Penutupan PTQ Nasional  RRI tahun 2019 dilaksanakan pada Malam Nuzulul Quran  ( 17 Ramadahan 1440 H), menghadirkan Ustadz Fikri Haikal, putra dari Ustadz Zainuddin MZ

MATARAM.lombokjournal.com — Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI berkolaborasi  dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB ) dan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, menyelenggarakan  Pekan  Tilawatil Quran  Nasional yang ke 50, dan ini merupakan tahun Emas.

“Kegiatan yang diselenggaran di bumi Seribu Mesjid dihadiri 500 terdiri dari peserta, official, jajaran direksi dan   tersebut, mulai tanggal 17  21 Mei 2019, di Masjid Hubul Watam  Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB),” jelas Direktur Utama RRI M Rohanudin Saat konfrensi pers di Hotel Lombok Raya Mataram Jumat (17/5)

Rohanudin menjelaskan, jika Pekan Tilawil Quran dilaksanakan sebagai upaya mengisi masa bulan suci Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan,

3 kategori yang dilombakan antara lain  Tilawah, Tausiah dan Hafalan Quran.

“Sebelum dilaksanakan Tingkat Nasional, 65 Satuan Kerja RRI diberbagai daerah secara serentak menggelar babak kualifikasi tanggal 11 Mei 2019   ( 6 Ramadhan 1440 H ).

“Penutupan PTQ Nasional  RRI tahun 2019 dilaksanakan pada Malam Nuzulul Quran  ( 17 Ramadahan 1440 H), menghadirkan Ustadz Fikri Haikal, putra dari Ustadz Zainuddin MZ yang akan memberikan Tausyiah,” terangnya

Pekan Tilawatil Quran Tingkat Nasional tahun 2019, mengusung tema Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghafur ( Negri Subur Makmur Adil Aman) juga diwarnai dengan sejumlah kegiatan,  diantaranya  seminar dan wisata religi.

Pemilihan Nusa Tenggaran Barat sebagai tuan rumah PTQ tahun ini, salah satunya karena NTB terkenal masayarakat yang religius dengan sebutan Bumi Seribu Mesijd  juga bentuk  dukungan RRI terhadap Pemerintah NTB dalam upaya meningkatkan Kunjungan wisatawan khususnya wisata religius.

Kegiatan lain yang programkan adalah  kegiatan sosial  PTQ Nasional RRI ke 50 yaitu Tebar 1 juta  bibit Ikan di Bendungan Batujai Lombok Tengah , oleh Direktur Utama  RRI  Muhammad  Rohanuddin  dan Jajaran Direksi ,

Ketua Dewas Mistam Abz beserta anggota Dewas, Kepsta RRI seluruh Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap  GERAKAN SEJUTA BIBIT IKAN GSBI untuk  kesejahteraan masyarakat.  Ia berharap,  kegeiatan PTQ Emas RRI  tahun 2019, memberi dampak positif bagi Nusa Tenggara Barat.

Sekertarus daerah (sekda) NTB, Rosyadi Sayuti saat  konferensi pers mengaku sangat berterimaksih kepada LPP RRI.

Menyampaikan penghargaan kepada RRI yang telah menentukan Mataram sebagai Tuan rumah PTQ Emas ke 50.yang trntunya mengandung nilai yg luar biasa.,

“Ini PTQ emas yang mengandung nilai yg luar biasa bagi masyarakat, dan bagi kami manfaatnya luar biasa, karena manfaatnya banyaK.   Karena syIar pesona khazanah ramadhn yang tetap kita adakan tentu perannya makin bersinar ,akan banyak lagi msyarakat memakmurkan masjid, serta akan menambah semarak siyar islam ukhawah dalam ibadah,menabah wisatawan selama bulan ramadhan,” ujar Sekda

SepeRti diketahui, NTB sudah dua tahun berturur turut mendapat penghargaan sebagai wisata halal terbaik dunia,

“Ini saatnya kita tnjukan NTB khususnya Lombok kepada para peserta   selamat bertilawan utk kafilah ,siapa pun pemenagnya akan banggga karen acara ini merupakan PTQ Emas” kata Rosyadi

AYA .(*)




Mampir Solat Jumat, Jokowi Kepincut Kain Tenun Lombok

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Zul  singgah di salah satu gubuk di desa tersebut untuk melihat-lihat hasil karya masyarakat Desa Sade berupa kain tenun

lombokjournal

LOMBOK TENGAH  ;     Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc. mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo untuk singgah ke salah satu desa adat di NTB yaitu Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Setibanya di Desa Sade jumat (17/05) 2019 siang,, Gubernur Doktor Zul dan Presiden Joko Widodo langsung menuju Masjid Nur Syahada yang merupakan masjid Desa Sade tersebut karena bertepatan dengan waktu solat jumat.

Usai melaksanakan solat jumat, Presiden Jokowi  langsung berkeliling di Desa Sade yang terkenal dengan pelestarian adat istiadatnya.

Terlihat akrab, kedua pemimpin ini singgah di salah satu gubuk di desa tersebut untuk melihat-lihat hasil karya masyarakat Desa Sade berupa kain tenun. Tak hanya itu, Presiden Indonesia ke-7 ini terlihat tertarik dan langsung menawar kain tenun yang dipilihnya.

“Ini saya beli bu, tapi boleh saya tawar ya,” kata Jokowi dengan logat khasnya.

Doktor Zul yang menemani Jokowi pun ikut menawar kain yang telah dipilih tersebut,

“Bu, presiden kita ini jarang-jarang ke Lombok, apalagi khusus ke Sade, kasih harga khusus buat presiden ya,” cetusnya.

BACA JUGA ;  Presiden Jokowi  Di NTB, Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah

Usai membayar kain tenun tersebut, Presiden Jokowi beserta Gubernur Doktor Zul beranjak dari Desa Sade Tersebut dengan iringan musik khas Sasak dan Presean.

AYA

 

 




Presiden Jokowi  Di NTB, Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Di Lombok Tengah

Dari Provinsi NTB, Presiden kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Bali

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH   ;     Tiba di Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar pukul 10.40 wita, Presiden Joko Widodo bersama rombongan langsung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Presiden Joko Widodo  Jumat (17/05) 2019 pagi menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 08.00 WIB, bertolak menuju NTB.

Di KEK Mandalika, presiden meninjau sejumlah fasilitas yang berada di Pantai Kuta Mandalika. Selain itu, Kepala Negara juga akan melihat langsung ruang terbuka hijau, penataan pedestrian, dan kawasan UMKM yang berada di kawasan Mandalika.

Setelah peninjauan, Presiden  Jokowi dan rombongan  melaksanakan ibadah salat Jumat di salah satu masjid yang ada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Dari Provinsi NTB, Presiden kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Bali dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Di Bali, Kepala Negara akan meninjau pelaksanaan Program Dana Desa, di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Rencananya, Presiden dan rombongan akan bermalam di Bali, untuk melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

BACA JUGA ; Mampir Shalat Jum’at, Presiden Kepincut Kain Tenun Lombok

Dalam kunjungan kerjanya ke NTB kali ini, presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

AYA/ Bey Machmudin

 




Gubernur  Zulkieflimansyah: Ramadhan Momentun Untuk Bersyukur

Harta yang melimpah dan uang yang banyak bukan jaminan untuk hidup bahagia. Maka,  rasa syukur terhadap apa yang ada merupakan bentuk kebahagiaan sejati

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat Safari Ramadhan di Masjid Agung Al-Mujahiddin,  Selong, Kamis (16/05) 2019.menegaskan, bulan Ramadhan merupakan saat mensyukuri  karuni AllahSWT.

Orang yang beriman mesti mensyukuri karunia kesehatan, keimanan dan segala rezeki yang dilimpahkan selama hidupnya.

“Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi kita untuk bersyukur,” ka Gubernur Zul.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu menceritakan, selama menjadi Anggota DPR RI lalu, memungkinkan dirinya berinteraksi dengan berbagai latar belakang manusia.

“Ada orang yang penghasilannya empat sampai lima miliar per bulan. Namun oleh dokter ia dilarang makan nasi, dilarang makan daging, dilarang makan makanan yang enak. Yang diizinkan makan hanyalah obat,” cerita Doktor Zul.

Karena itu, ia menegaskan harta yang melimpah dan uang yang banyak bukan jaminan untuk hidup bahagia. Maka,  rasa syukur terhadap apa yang ada merupakan bentuk kebahagiaan sejati.

“Jadi Camat syukuri, jadi Kepala Dinas syukuri,” katanya.

Gubernur memuji lancarnya proses demokrasi di Lombok Timur. Dengan jumlah penduduk terbanyak, tidak menghalangi kelancaran dan keamanan Pemilu tersebut.

Ia  juga memuji proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Lombok Timur yang berlangsung cepat.

Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah serta anggota TNI/Polri di Lombok Timur yang membantu prossa tersebut.

Sehingga, tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh mengenai lambannya pemerintah menangani rehab rekon itu.

Bupati Lombok Timur, H. M. Sukisman Azmy melaporkan keadaan Lotim dalam situasi kondusif. Bahkan, tidak ada satupun terdengar suara mercon, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja, masih terdapat minuman keras, seperti tuak yang beredar di masyarakat. Ironisnya, produk-produk itu datang dari luar kabupaten yang dipimpinnya.

Bupati Sukisman meminta arahan Gubernur untuk menangani dan menyelesaikan masalah tersebut. Selama ini, ia bersama anggota Polisi, TNI, SatpolPP telah berusaha untuk mengantisipasi peredaran Miras itu.

Di akhir acara, Gubernur NTB menyerahkan bantuan berupa dana pembangunan untuk masjid, perlengkapan ibadah, peralatan budidaya perikanan, bibit-bibit pohon serta modal usaha untuk masyarakat Kabupaten Lombok Timur.

AYA/Hms Pemprov NTB

 




Bagus Lega, Kelahiran Anak Pertamanya Melalui Operasi Sesar Dijamin JKN-KIS

Bagus mengaku, banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Bagus bersama istri dan bayinya

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;      Bagus Permana (29), warga Penimbung, Lombok Barat sedang berada di luar daerah, saat istrinya Wahida Diana (27) melahirkan anaknya di RSUD Gerung, Lombok Barat, hari Senin tanggal 22 April 2019.

Sebagai sopir yang bekerja di perusahaan ekspedisi barang, Bagus sewaktu-waktu bisa ditugaskan untuk mengangkut barang ke luar daerah, baik ke Surabaya maupun langsung ke Jakarta.

Sehingga ia kerap harus meninggalkan keluarganya untuk waktu beberapa hari, kalau harus mengangkut barang ke luar daerah.

Waktu istrinya ke rumah sakit untuk melahirkan anak pertamanya, ia sedang dalam perjalanan menuju Surabaya. Sebenarnya ia sudah menduga waktu kelahiran anaknya, tapi apa boleh buat perintah pekerjaan tak bisa ditolaknya.

“Semula saya ingin menunggu isttri saya saat melahirkan, tapi mendadak saya harus mengangkut barang.  Apa boleh buat. Kan saya juga butuh biaya untuk anak saya yang baru lahir,” kata Bagus.

Namun Bagus sempat panik, waktu mendapat kabar, untuk kelahiran anak pertamanya ini istrinya harus menjalani operasi Caesar.  Mendengar kata operasi, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Memang saya sudah siap-siap menabung untuk kelahiran anak pertama kami. Tentu saja jumlah tabungan itu tidak seberapa, Tapi kukira cukup untuk persiapan membeli kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan bayi. Tapi waktu dikabari istri saya harus operasi, saya kaget, berapa besar biaya operasi caesar itu,” kata Bagus.

Menurut dokter ada problem saat istrinya melahirkan. Selain keselamatan istrinya, ia juga mencemaskan biaya yang harus ditanggungnya.

Akhirnya Bagus merasakan keuntungan yang diperoleh keluarganya sebagai peserta program JKN – KIS. Ternyata biaya persalinan termasuk operasi caesar yang harus dijalani istrinya, semua telah ditanggung BPJS Kesehatan.

Bagus bersyukur, istrinya telah melalui proses operasi itu dengan selamat.

Tapi anaknya yang lahir dengan berat badan yang hanya 1,970 kg harus dirawat sekurang-kurangnya selama 5 hari. Dokter mengatakan, bayinya boleh dibawa pulang setidaknya bila telah mencapai berat 2,5 kg.

“Alhamdulillah, Meski beratnya kurang tapi anak saya sehat.  Demikian juga istri saya juga sehat, tentu saja ini berkah tak terkira. Dan ternyata sebagai peserta program JKN-KIS saya tak harus mengeluarkan biaya untuk persalinan, perawatan bayi, maupun biaya perawatan lainnya di rumah sakit,” ceritanya dengan mata berbinar-binar.

Bagus mengungkapkan, ia tak lagi pusing memikirkan biaya persalinan istri dan perwatan anak pertamanya. Ia bersyukur, pemerintah sangat  tanggap akan kondisi masyarakatnya, mengingat betapa mahalnya biaya untuk kesehatan.

Tentu makin bertambah beban keluarga yang ekonominya pas-pasan, seperti dirinya, Dengan adanya program JKN-KIS betapa banyak keluarga miskin bila jatuh sakit tak makin miskin.

Sejak setahun yang lalu, waktu ia mulai membangun keluarga bersama istrinya,  telah terdaftar sebagai Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen PBI APBD.

Banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini.

“Kami terbantu sekali dengan program JKN-KIS. Tahun lalu saya jadi peserta Program JKN-KIS dan sekarang benar-benar merasakan manfaatnya. Kebetulan kami menerima bantuan ini dari pemerintah, kami bersyukur sekali. Uang  yang sedikit demi sedikit kami tabung tidak harus habis untuk membayar biaya persalinan, tapi bisa menjadi persiapan merawat bayi,” kata Bagus tampak lega.

Terkait pelayanan rumah sakit terhadap peserta JKN-KIS, Bagus  mengaku puas dengan yang diberikan rumah sakit. Selama masa perawatan, istri dan anaknya mendapat perawatan sebagaimana pasien umum lainnya.

Selama menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gerung, Lombok Barat, tak ada biaya sepeserpun yang diminta.

“Di rumah sakit , istri  dan bayinya dirawat dengan baik. Petugas yang melayani sangat ramah, semua obat yang diperlukan juga disediakan. Sekarang saya cuma bisa bersyukur dan berdo’a untuk kesehatan istri dan anak saya,” pungkas Bagus.

ay/yn/JAMKESNEWS

Nara Sumber; Bagus Permana