Safari Ramadhan Gubernur Di Bima, Serahkan Bantuan Rp. 20 Miliar Lebih

Semenjak Safari Rramadhan sebelumnya, bantuan di Kabupaten Bima merupakan  jumlah terbesar yang diberikan

Hj Niken semeja bersama Hj Indah Damayanti

lombokjournal.com —

BIMA  ;      Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dalam Safari Ramadhan di Masjid Al-Abrar, Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Jum’at (24/05) 2019 , menyerahkan bantuan kepada kelompok-kelompok masyarakat dengan total nilai lebih dari Rp 20 miliar.

Didamping istri, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi NTB, menyerahkan bantuan kepada masyarakat meliputi berbagai aspek, seperti perlengkapan dana pembangunan untuk masjid, perlengkapan ibadah, bibit-bibit pohon serta sembako untuk masyarakat Kabupaten Bima.

Di bidang sosial misalnya, bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB sebesar Rp. 3,3 M. Sedangkan bantuan dengan nilai terbesar ada pada bidang pertanian dengan nilai total Rp 16,2 M.

Bantuan tersebut belum termasuk bidang Peternakan dan Kesehatan Hawan senilai 401 juta rupiah, bidang kelautan dan perikanan senilai 329, 5 juta rupiah dan bidang kesehatan senilai 700 juta rupiah.

Gubernur Zul menyampaikan, semenjak Safari Rramadhan sebelumnya, di Kabupaten Bima inilah bantuan dengan jumlah terbesar diberikan.

“Kami sudah melaksanakan safari ramadhan di seluruh kab/kota di Lombok, lalu kemarin di Kota Bima. Namun, belum pernah ada bantuan sebanyak dan sebesar di Kabupaten Bima,” jelas Gubernur Zul diikuti tepuk tangan masyarakat.

Selain memberikan bantuan secara simbolis, Gubernur juga berpesan agar masyarakat NTB senantiasa dekat dan bersahabat dengan Al-Quran.

“Bulan ini Al-Quran diturunkan, Allah SWT menurunkan surat cinta dengan 6000an ayat, dimana bercerita tentang kehidupan, masa depan dan ilmu pengetahuan”, ujar Gubernur.

Menurutnya,  apa artinya jadi Gubernur atau Bupati namun tidak memaknai  Al-quran dengan serius.

“Mudah-mudahan Quran tidak berdebu di rumah kita. Kadang-kadang kita tidak punya keberanian untuk berinteraksi dengan quran, namun ironinya kita berharap Allah hadirkan khusnul khatimah”, pesan Gubernur Zul.

Di akhir sambutannya Gubernur berdoa dan berharap agar NTB dan Bima khususnya, senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan dapat kembali dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.

“Di NTB Perbedaan tidak membuat kita pecah, namun perbedaanlah yang membuat kita kuat. Mudah-mudahan Allah SWT masih mempertemukan kita dengan ramadhan berikutnya. Ya Allah, jangan jadikan ini ramadhan terakhir kami”, tutupnya

Safari Ramadhan kali ini, juga bersamaan agenda Peringatan Nuzulul Qur’an 1440 H, yang digelar Pemkab Bima yang dipimpin langsung Bupati Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Pilkades Serentak

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti mengapresiasi  kehadiran Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB.

“Rasa syukur yg tiada terkira dari kami dan seluruh masyarakat Bima. Tentunya kehadiran Gubernur disini sebagai seorang pemimpin adalah rahmat dan juga kebaikan bagi kami, masyarakat Bima”, ujarnya.

Hj. Indah juga melaporkan bahwa pelaksanaan Pemilu serentak di Kabupaten Bima beberapa waktu lalu berjalan baik dan lancar.

“Walaupun masyarakat kami berbeda pilihan, namun masyarakat dapat menerima dan InshaAllah seluruh kegiatan dapat terus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kabupaten Bima akan melaksanakan Pilkades serentak, dan  Hj Indah berpesan kepada masyarakat Bima untuk senantiasa tetap menjaga silaturahim.

“InshaAllah tahun ini kita akan melaksanakan pilkades serentak, dan pada 2020, bersama 7 kab/kota lainnya akan melaksanakan pilkada secara langsung. Perbedaan pilihan itu biasa namun jangan sampai merusak silaturahim,” pesannya.

AYA/Hms NTB




Jelang Lebaran Wagub Pimpin Rapat Amnestik Mudik

Wagub menekankan pentingnya gotong royong dalam pembangunan pariwisata di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – – Banyak aspek harus diperhatikan dan diselenggar guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat NTB..

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd memimpin langsung Rapat Koordinasi dalam rangka Amenitas Mudik Lebaran di NTB terkait Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan, bertempat di ruang kerjanya, Rabu (22/05) 2019

Wagub mengundang para Kadis dan stakeholders terkait untuk bersama-sama mendiskusikan berbagai persiapan menjelang lebaran.

“Kita bertemu disini untuk meyakinkan destinasi wisata kita siap dalam segala kondisi, begitu juga dalam menjaga semua destinasi pariwisata yang telah dirintis bersama ini” jelas Wagub saat membuka rapat.

Ditekankan,  para visitors harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Wagub juga mem-“breakdown” satu persatu permasalahan pada bidang pariwisata yang ditemui hingga saat ini.

“Banyak pekerjaan rumah kita dalam pariwisata. Utamanya adalah soal sumber daya manusia (SDM) dan masalah kebersihan,” Jelas Wagub.

Dikatakan Wagub, bagaimana cara kita bisa membawa orang sebanyak-banyaknya ke NTB. Namun PR secara internal adalah bagaimana destinasi wisata kita tetap bersih, dan menjaga standar “layak” dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar negeri.

“ Apalah artinya indah namun tidak bersih” tegasnya

Pada kesempatan tersebut Wagub juga menekankan pentingnya gotong royong dalam pembangunan pariwisata di NTB.

“Kita harus bisa eksekusi (mengelola) pariwisata secara gotong royong. Jangan sampai kesannya kab/kota tidak peduli dengan destinasi wisata. Namun, Alhamdulilllah sudah baik kerja sama ini. Mudah-mudahan kedepannya akan jauh lebih baik” ujar Umi Rohmi

Terakhir Ummi Rohmi berpesan agar semua stakeholders dapat menjalankan peran dan tanggungjawabnya masing-masing.

“Kita sudah punya destinasi yang indah dan beragam. Namun masalah kita ada pada hal lain seperti kebersihan, keamanan hingga masalah penerangan jalan. Kita punya tugas dan tanggungjawab terhadap berbagai permasalahan ini. Untuk itu, Masing-masing harus memahami tugas dan tanggungjawab nya. Tolong diperhatikan ” tegas Ummi Rohmi

8 Destinasi di Lombok,  2 Di Sumbawa

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal pada paparannya menyampaikan bahwa ada 10 titik destinasi “Pesona Mudik 2019” di pulau Lombok dan Sumbawa.

Sebaran 8 destinasi pesona mudik 2019 di pulau Lombok dan 2 lagi di Sumbawa.

“8 destinasi pulau Lombok berfokus pada Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air), Senaru- Sembalun, Senggigi, Gita Nada, Mawun-Selong Belanak, Sade-Ende-Mandalika, Pantai Pink, dan Narmada-Suranadi-Sesaot. Sedangkan di Pulau Sumbawa berpusat pada wisata Lepade dan Moyo” tambahnya

Faozal juga menjelaskan,  berbagai permasalahan yang ada pada 10 titik destinasi Pesona Mudik 2019, mulai dari permasalahan parkir, sampah, hingga jaringan komunikasi yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah.

“Permasalahan parkir masih menjadi masalah, karena ada lahan yang diklaim kembali oleh warga di selong belanak. Lalu di Gili Trawangan, dihasilkan sampah hingga 7 ton perhari. Akan segera dipasang 2 Incinerator ( Pembakar Sampah Ramah Lingkungan) yang akan sangat bermanfaat untuk masyarakat” jelasnya

“Kondisi di pelabuhan Bangsal juga masih memprihatinkan. Belum selesai pembenahan dan InshaAllah tahun ini akan mulai diperbaiki” tambahnya

Faozal juga bersama Kadis PUPR Provinsi NTB, H. Azhar pada kesempatan tersebut juga bersama-sama mendiskusikan solusi untuk jalan di sembalun yang rawan longsong. “akan segera di carikan solusi permanen agar jalan pusuk sembalun tidak longsor. Karena terjadi terus-menerus” ujar Faozal

“Tidak ada akses jaringan komunikasi di pantai Pink, lalu ilegal loging di moyo menyebabkan air berkurang di Mata Jitu. Ini akan diselesaikam satu persatu” tutup Faozal

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, perwakilan Pelindo, perwakilan ITDC, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, dan Kepala Dinas Pariwisata Seluruh Kepala Dinas Pariwisata kab/kota se- Lombok.

Rr/Hms NTB




Wagub Hadiri Penyerahan Bantuan 1000 Al-Quran

Kegiatan Penyerahan bantuan 1000 Al-Quran juga dilakukan di 34 Provinsi yang ada di Indonesia secara bersamaan diwaktu yang sama

MATARAM.lombokjournal.com —  Acara penyerahan bantuan 1000 Al-Quran dari BUMN dalam rangka pelaksanaan Safari Ramadhan 1440 H di Provinsi Nusa Tenggara Barat, bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Jumat (24/5).

Kegiatan ini digagas oleh sinergi empat BUMN yaitu PT. ASABRI, ASDP, ITDC dan Sarinah.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd saat memberikan sambutan mengapresiasi positif, dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada BUMN atas bantuan yang telah diberikan.

“Semoga apa yang BUMN kita lakukan dapat memberi manfaat bagi kita semua,” ucap Hj. Rohmi.

Hj. Rohmi berharap bantuan yang telah diberikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) kota Mataram agar dipergunakan sebaik-baiknya.

“Saya berpesan, supaya Al-Quran ini sungguh-sungguh digunakan semaksimal mungkin, Jangan dijadikan pajangan tapi untuk dibaca setiap hari,” sambung Wagub.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya mengucapkan terima kasih kepada BUMN, semoga berkah dan membawa kebaikan khususnya di Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.

Djoko Rachmadhy, SE, MM, perwakilan dari PT. ASABRI (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya dari BUMN untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia.

“Kita membantu masjid dan pondok pesantren yang ada di beberapa titik di kota Mataram ini dengan bantuan dana sebesar 500 juta rupiah,” ungkap Djoko.

Djoko mengungkapkan,  kegiatan Penyerahan bantuan 1000 Al-Quran juga dilakukan di 34 Provinsi yang ada di Indonesia secara bersamaan diwaktu yang sama. Selain menyelenggarakan kegiatan safari Ramadhan, BUMN juga mengadakan program Siswa Mengenal Nusantara.

“Terima kasih kepada Wakil Gubernur yang telah mengapresiasi kami, ke depan kita minta bantuan dan dukungannya dalam program siswa mengenal nusantara ini,” pungkasnya.

Secara simbolis, bantuan 1000 Al-Quran diserahkan oleh perwakilan PT. ASABRI, Djoko Rachmadhy kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat dan juga Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB.

AYA




Wagub Hj Rohmi Terima Audensi Project Miss Tourism  World

Penggagas ajang besar tersebut Sabina Chua dari Authorized Person Miss Tourism World Limited – Great Britain sangat menghargai budaya timur dan memilih Lombok dari hatinya

MATARAM.lombokjournal.cpm —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menerima audiensi dari Project Miss Tourism World di Ruang Kerjanya, Rabu (22/05).

Dalam kunjungan yang didampingi oleh Dinas Pariwisata ini, meminta izin dan dukungan Wagub karena nantinya di Lombok akan diselenggarakan Miss Tourism World yang diikuti oleh 70 negara.

Wagub sangat mengapresiasi ajang besar ini, apalagi untuk memperkenalkan keindahan Pulau Lombok.

 

“Happy sekali kalau dilaksanakan disini, memanfatkan keindahan dan kecantikan Lombok. How beautiful we are and our island. Yang penting busananya sopan dan menghargai budaya kita” tuturnya.

Baiq Ika Wahyu Wardana sebagai perwakilan dari Nuansa Masyarakat Peduli menjelaskan,  tujuan dari kegiatan ini yaitu, selain membantu pengrajin handycraft Lombok, juga bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan dan keindahan Pulau Lombok ke seluruh dunia.

“Tenun-tenun Lombok nantinya akan dijual secara online ke 70 negara yang mengikuti ajang ini. Nah, setelah acara mulai para kontestan sudah menggunakan tenun-tenun tersebut,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, sebagai penggagas ajang besar tersebut Sabina Chua dari Authorized Person Miss Tourism World Limited – Great Britain menjelaskan,  sangat menghargai budaya timur dan memilih Lombok dari hatinya.

Rr/Hms Pemprov NTB




PUASA DAN SUNGSANGNYA AKAL SEHAT

OLEH ; CUKUP WIBOWO ; Sekretaris Dishub Kota Mataram

Kita harus terus menjaga dan merawat akal sehat kita agar tidak sungsang, yang membuat kita bisa keliru dan terbalik dalam menafsirkan kebaikan yang menjadi Kehendak-Nya

DUNIA DAN IS PERISTIWANYA sepenuhnya obyektif. Sebagaimana warna berkomposisi dalam rumusan warna primer, sekunder, maupun gabungan komposisi lainnya, semua menampakkan kealamian yang tak terbantahkan. Warna pohon, warna laut, warna langit, atau warna-warna yang kemudian berubah setelah sinar matahari meneroboskan cahayanya. Rangkaian warna dengan ragam sumber asalnya inilah yang menjadikan para seniman lukis memperoleh inspirasi untuk melukiskan keindahan sebuah obyek yang bisa membuat decak kagum yang menyaksikannya.

Tak hanya para pelukis, seniman dan pekerja seni lainnya juga begitu. Mereka berkreasi atas inspirasi pada apa yang secara obyektif ditampakkan oleh alam.

Para ilmuwan dan penemu berbagai fenomena alam yang hasil kerjanya begitu mencengangkan sesungguhnya adalah perumus dan penyimpul dari apa yang diciptakan Tuhan. Kerja keras mereka dengan kehebatan ilmu yang dimilikinya tak lebih dari sebuah kerja pembuktian atas apa yang mereka saksikan.

Rasa penasaran mereka atas sesuatu telah membuat mereka mencari cara dan alasan agar bisa dijadikan rumusan yang bisa membantu siapapun mengerti. Seperti yang dirumuskan oleh Isaac Newton, Bapak Ilmu Fisika, dalam bukunyanya Philosophiae Naturalis Principia yang dianggap paling berpengaruh sepanjang sejarah sains, ia memperkenalkan Teori Gravitasi yang membuat kita kemudian mengerti gerak benda di bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Tapi apakah setiap orang telah membaca rumusan Newton itu? Tentu jawabannya tidak semua orang.

Ilustrasi tentang Newton yang memiliki kontribusi besar dalam sains dalam kehidupan umat manusia di atas, sebenarnya hanya untuk membuat kita bisa memetik pada apa yang ada di alam kehidupan ini. Alam adalah sekolah terbaik dengan begitu banyak pelajaran obyektif yang tersaji bagi siapapun yang ingin mendapatkan dan sekaligus mendalami ilmu kehidupan.

Syarat untuk bisa berinteraksi dengan baik agar ilmu mudah terserap di pikiran adalah dengan terus mengasah akal sehat kita. Ya, akal pikiran kita adalah sendi utama dalam mengerti kebesaran Illahi dengan seluruh Ilmu-Nya yang Maha Luas. Itu sebabnya kita harus terus menjaga dan merawat akal sehat kita agar tidak sungsang, yang membuat kita justru bisa keliru dan terbalik menafsirkan kebaikan yang menjadi Kehendak-Nya.

Puasa adalah sebuah hubungan khas hamba dengan Tuhan-Nya. Di pikiran yang sehatlah hubungan itu selaksa jagat semesta kehidupan yang berisi Kebaikan dan Kebenaran Ilmu Allah dengan pembelajaran yang tak pernah usai.

Semoga ketekunan kita dalam berpuasa hingga hari kesembilan belas ini bisa membuat kita makin mendasarkan seluruh ibadah kita karena Kebaikan dan Kebenaran Ilmu-Nya.***




Pesan Gubernur Zul Kepada Yatim Piatu, Agar Utamakan Pendidikan Demi Masa Depan 

Gubernur Zul mengapresiasi  Indonesia Power PLTU Jeranjang yang bekerja sama dengan DASI NTB telah  mengadakan acara ini

MATARAM.lombokjournal.com – Anak yatim diminta tetap mengutamakan pendidikan demi menggapai masa depan yang cerah dan berguna bagi semua orang.

 Pesan itu disampaikan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, saat memberikan menjelang buka puasa bersama yatim piatu yang diadakan oleh Indonesia Power PLTU Jeranjang dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) DASI NTB di Pendopo, rabu (22/05)  2019.

“Pertama saya ucapkan selamat datang kepada adik-adik sekalian yang telah hadir di sini, pesan saya kepada adik-adik di sini adalah jangan pernah meninggalkan sekolah, adik-adik harus tetap sekolah agar menjadi pintar dan kelak dapat menjadi pemimpin di negri ini utamanya di NTB,” kata Gubernur Zul.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Indonesia Power PLTU Jeranjang yang bekerja sama dengan DASI NTB yang mengadakan acara ini.

“Rumah ini terbuka untuk adik-adik sekalian, mudah-mudahan acara buka puasa bersama anak yatim ini membawa keberkanah dan kebaikan kepada kita semua dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara acara ini,” kata gubernur.

Nur Efendi selaku perwakilan dari Indonesia Power PLTU Jeranjang ini mengungkapkan, kegiatan ini seringkali dilaksanakan bersama DASI NTB sebagai mitra penyalur zakat perusahaan Indonesia Power.

“Kami beberapa kali mengadakan acara santunan ini sebagai komitmen perusahaan kami untuk menyisihkan sebagian pendapatan sebagai zakat dan hal ini didukung penuh oleh direktur utama kami di Jakarta,” terang Efendi.

Efendi meminta doa dari anak-anak yatim yang hadir untuk kelancaran proses pembangunan PLTU Jeranjang.

Rr/Hms NTB

 




PLN Buka Puasa Bersama 8.000 Anak Yatim dan Dhuafa

Sebanyak 3.103 penerima bantuan dari kalangan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bersuka cita menerima bingkisan lebaran dari PLN

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyelenggarakan buka puasa bersama dengan 8.000 anak yatim dan dhuafa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan,

Acara bertajuk “PLN Berbagi Kebahagiaan Ramadhan 1440 H” ini digelar di sejumlah yayasan yatim piatu dan dihadiri oleh Direksi PLN, Dewan Komisaris PLN, Pengurus YBM dan General Manager di masing-masing unit PLN.

PLT. Direktur Utama PLN, Muhamad Ali dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan komitmen PLN sebagai BUMN hadir untuk negeri.

“Momen ini sangat tepat untuk PLN berbagi dengan sesama, PLN semakin berkah, jaya, dan makmur berkat doa adik-adik sekalian. Diharapkan adik-adik ini menjadi generasi penerus bangsa yang akan selalu menerangi negeri ini,” kata Muhamad Ali

Selain buka bersama di sejumlah yayasan yatim piatu tersebar, PLN Peduli dan YBM PLN juga memberikan santunan total Rp 3,5 M berupa

  1. Bantuan Yayasan, senilai Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)
  2. Bantuan Santunan, senilai Rp 250.000,- 500.000,- / anak
  3. Bantuan Bingkisan, senilai Rp 100.000,- 150.000,- / anak

“Berada sedekat ini dan duduk bersama anak-anak dan saudara kami, kami merasa kehangatan dan kebahagiaan. Dengan amanah yang diberikan pemerintah kepada PLN untuk terus menerangi negeri, kami juga diingatkan untuk berusaha tidak melupakan kewajiban-kewajiban berbagi kepada sesama, kami mohon untuk didoakan agar PLN dapat lancar dan sukses dalam menjalankan kewajiban untuk menerangi negeri dan ikut memajukan bangsa,” tutur Muhamad Ali.

 Kegiatan Berbagi Kebahagiaan

PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) juga mengadakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan bersama anak yatim dan dhuafa.

Sebanyak 3.103 penerima bantuan dari kalangan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bersuka cita menerima bingkisan lebaran dari PLN.

Total bantuan yang diberikan senilai 1,1 milyar rupiah.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka di tiga lokasi, yaitu di Kota Bima pada Senin (20/5), Kabupaten Sumbawa pada Selasa (21/5) , dan Kota Mataram pada Kamis (23/5).

Rudi menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan oleh PLN ini merupakan hasil zakat para pegawai PLN yang dikelola oleh YBM PLN.

“Jadi ini bentuk kepedulian pegawai insan PLN bagi masyarakat. Setiap bulan penghasilan seluruh pegawai muslim sudah dipotong secara langsung untuk zakat dan diberikan bagi mereka yang sesuai kriteria,” ucap Rudi.

Rudi pun berharap bantuan yang diberikan PLN dapat memberikan kebahagiaan bagi anak yatim dan dhuafa, khususnya dalam menjalani Ramadan dan menyambut Idul Fitri.

AYA




IBU SHINTA DAN ENERGI KEMAJEMUKAN BANGSA

Oleh ;  Cukup Wibowo

Ibu Dra Shinta Nuriyah M.Hum, datang di Mataram untuk berbuka bersama kelompok tuna netra, difabel, loper koran, masyarakat kampung, pondok pesantren dan anak-anak yatim dan terlantar menjadi penting di tengah situasi bangsa yang sedang diuji oleh pertikaian para elit politik.

Kehadiran istri dari Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur ke Islamic Center, Mataram,  Rabu, 22 Mei 2019, selain  dihadiri  Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah juga dari berbagai kalangan, mulai birokrat, politisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat, aktivis pemuda dan mahasiswa, wartawan, dan aktivis LSM,.

Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Tionghoa (INTI) NTB dan dipandu langsung oleh MC Indra Bekti dan Inaiyah, yang tak lain adalah putri bungsu dari Gus Dur itu bergeser dari penyampaian tausyah menjadi dialog antara Ibu Shinta dengan audince.

Dengan gayanya yang khas Ibu Shinta langsung menggiring persoalan menuju akar substansinya, yakni kemajemukan yang memang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Bagi Ibu Shinta, keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang membuat setiap orang memiliki hak sama dalam hidup dan kehidupannya, meskipun dalam soal keberuntungan hidup antara satu orang dengan lainnya tidak selalu sama.

Artinya, ada yang hidupnya beruntung karena memiliki kelebihan harta, pangkat dan jabatan. Sementara yang lainnya masih hidup susah dan malah termarjinalkan. Itu sebabnya Ibu Shinta lebih memilih untuk berbaur dengan kelompok yang belum beruntung. Yang menurutnya, menemani kelompok yang belum beruntung memberi satu kebahagiaan tersendiri.

Dalam menjabarkan keberuntungan dan ketidakberuntungan yang dialami oleh kelompok masyarakat inilah, Ibu Shinta kemudian mengaku bahwa yang dilaksanakan sejak ketika Gus Dur jadi Presiden adalah Sahur Keliling Bersama orang-orang miskin dan termarjinalkan.

Kenapa lebih memilih Sahur dibanding Berbuka?

Ibu Shinta menjelaskan secara filosofis, mereka yang bersahur itu sedang menyiapkan diri untuk berpuasa, sementara berbuka itu lebih pada selesainya rasa lapar. Maka bersahur dengan orang-orang yang sehari-harinya sudah hidup susah tentu berbeda bila mengingat esoknya mereka harus berpuasa.

Menurut Cukup Wibowo, Ketua Panitia dari kegiatan itu, menghayati apa yang disampaikan oleh Ibu Shinta dalam acara yang bertemakan “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”.

Acara ini setidaknya  membuka kesadaran yang hadir bahwa klaim diri sebagai yang paling baik dan kebencian satu kelompok atas kelompok lainnya hanya akan  merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI).

Bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan atas suku, agama, ras, budaya, dan latar belakang perbedaan lainnya sesungguhnya bisa menjadikan semua itu sebagai energi bangsa yang luar biasa.

Jalan menuju cita-cita kebangsaan yang sama di keberagaman yang meniscaya itu landasannya adalah kesanggupan untuk terus saling mau memahami sekaligus mengerti bagaimana meletakkan perbedaan yang ada secara produktif, tidak malah destruktif yang justru membuat bangsa menjadi porak poranda.

Menurut Cukup, penyelenggaraan acara yang merupakan kerjasama antara Panitia INTI Pusat dan INTI NTB ini diharapkan bisa makin memperkenalkan kiprah Perhimpunan INTI di masyarakat yang belum mengetahuinya. S

Sebagai bagian dari keberadaan bangsa Indonesia, INTI akan terus mendorong dan membuka kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam urusan kebangsaan.***




INTI NTB Datangkan Shinta Nuriyah, Suarakan Keberagaman

Keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang membuat setiap orang memiliki hak sama dalam hidup dan kehidupannya

MATARAM.lombokjournal.com — Ibu Dra Shinta Nuriyah M.Hum, istri dari Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur ke Islamic Center,di Mataram, Rabu (22/Mei) 2019, dalam kegiatan Buka Bersama, yang dihadiri oleh Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah

Undangan yang hadir juga berasal dari berbagai kalangann, termasuk kalangan birokrat, politisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat, aktivis pemuda dan mahasiswa, wartawan, aktivis LSM.

Selain itu juga dari kelompok tuna netra, difabel, loper koran, masyarakat kampung, pondok pesantren dan anak-anak yatim dan terlantar menjadi penting di tengah situasi bangsa yang sedang diuji oleh pertikaian para elit politik.

Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Tionghoa (INTI) NTB dan dipandu langsung oleh MC Indra Bekti dan Inaiyah, yang tak lain adalah putri bungsu dari Gus Dur.

Setelah penyampaian tausyah berllanjut menjadi dialog antara Ibu Shinta dengan audince. Dengan gayanya yang khas Ibu Shinta langsung menggiring persoalan menuju akar substansinya, yakni kemajemukan yang memang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Bagi Ibu Shinta,,  keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang membuat setiap orang memiliki hak sama dalam hidup dan kehidupannya, meskipun dalam soal keberuntungan hidup antara satu orang dengan lainnya tidak selalu sama.

Artinya, ada yang hidupnya beruntung karena memiliki kelebihan harta, pangkat dan jabatan. Sementara yang lainnya masih hidup susah dan malah termarjinalkan.

Itu sebabnya Ibu Shinta lebih memilih untuk berbaur dengan kelompok yang belum beruntung. Yang menurutnya, menemani kelompok yang belum beruntung memberi satu kebahagiaan tersendiri.

Dalam menjabarkan keberuntungan dan ketidakberuntungan yang dialami oleh kelompok masyarakat inilah, Ibu Shinta kemudian mengaku, yang dilaksanakan sejak ketika Gus Dur jadi Presiden adalah Sahur Keliling Bersama orang-orang miskin dan termarjinalkan.

Kenapa lebih memilih Sahur dibanding Berbuka?

Ibu Shinta menjelaskan secara filosofis, mereka yang bersahur itu sedang menyiapkan diri untuk berpuasa, sementara berbuka itu lebih pada selesainya rasa lapar.

Maka bersahur dengan orang-orang yang sehari-harinya sudah hidup susah tentu berbeda bila mengingat esoknya mereka harus berpuasa.

Menurut Cukup Wibowo, Ketua Panitia dari kegiatan itu, menghayati apa yang disampaikan oleh Ibu Shinta dalam acara yang bertemakan “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”, setidaknya  membuka kesadaran yang hadir bahwa klaim diri sebagai yang paling baik dan kebencian satu kelompok atas kelompok lainnya hanya akan  merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI).

Bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan atas suku, agama, ras, budaya, dan latar belakang perbedaan lainnya sesungguhnya bisa menjadikan semua itu sebagai energi bangsa yang luar biasa.

Jalan menuju cita-cita kebangsaan yang sama di keberagaman yang meniscaya itu landasannya adalah kesanggupan untuk terus saling mau memahami sekaligus mengerti bagaimana meletakkan perbedaan yang ada secara produktif,, tidak malah destruktif yang justru membuat bangsa menjadi porak poranda.

Masih menurut Cukup, penyelenggaraan acara yang merupakan kerjasama antara Panitia INTI Pusat dan INTI NTB ini diharapkan bisa makin memperkenalkan kiprah Perhimpunan INTI di masyarakat yang belum mengetahuinya.

Sebagai bagian dari keberadaan bangsa Indonesia, INTI akan terus mendorong dan membuka kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam urusan kebangsaan.

Rr




NTB Raih WTP Delapan Kali Berturut-turut

Dukungan masyarakat terhadap BPK RI, dapat mendorong terwujudnya tata kelola keuangan Negara/Daerah yang akuntabel dan transparan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, S. E., M. Sc menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Provinsi NTB dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2018  itu diterima gubernur dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, di Ruang Sidang Utama DPRD NTB, Kamis (23/05) 2019.

Didampingi Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, ini menjadi momen pertama Doktor Zul menerima penilaian WTP dalam masa jabatannya sebagai Gubernur NTB dan merupakan raihan (8) delapan kali berturut-turut bagi Provinsi NTB.

Terkait hal ini, Gubernur mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stake holder terkait, karena selama ini telah berinteraksi secara konstruktif dan positif dengan BPK. Tak lupa Doktor Zul juga mengucapkan terimakasih atas penilaian WTP delapan kali berturut-turut bagi pemerintah Provinsi NTB.

“Dengan diraihnya WTP ini bukan berarti kita tidak ada masalah, Alhamdulillah kembali kita dapat penghargaan, mudah-mudahan ini menjadi hadiah kami di bulan ramadhan, Insyallah kami akan terus berbuat lebih baik lagi di tahun mendatang”, pungkas Gubernur.

Auditorat Utama Keuangan Negara VI, Dori Santosa, S. E., M. M berharap, mutu hubungan kelembagaan BPK RI dengan para pemangku kepentingan, serta pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap BPK RI, dapat mendorong terwujudnya tata kelola keuangan Negara/Daerah yang akuntabel dan transparan.

Dengan demikian dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat NTB.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD NTB mengatakan dengan telah diterimanya LHP BPK RI Tahun 2018 ini, DPRD akan menindaklanjuti dengan menyerahkan kepada komisi-komisi terkait untuk dibahas dan ditindaklanjuti.

“Kami atas nama pimpinan dan anggota dewan menyampaikan terimakasih kepada Auditorat Keuangan Negara VI dan BPK RI atas kerja kerasnya telah menyelesaikan LHP NTB tepat pada waktunya, juga kepada Gubernur NTB, FKPD, pejabat sipil, TNI/POLRI, atas kehadiran dan kerjasamanya,” kata  Hj. Isvie.

IWO/Hms NTB