Dinas Perdagangan NTB Adakan Rakor Guna Samakan Harga Pokok Di Pasar Tradisional

Dari hasil pantauan yang dilkukan, ada perbedaan harga beras yakni ada  pedagang yang menjual dengan kisaran harga Rp 9.450 per kilo  untuk beras medium dan untuk beras Premium berkisar dengan harga Rp.12.800 per kilonya

MATARAM.lombokjournal.com — Harga kebutuhan bahan pokok yang berbeda-beda di sejumalah pasar tradional di NTB, mendorong  Dinas Perdagangan Provinsi nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Satgas Pangan Polda NTB, menggelar Rapat Koordinasi dan sinkronisasi sistem pelaporan untuk harga bahan pokok (bapok).

Kepala Dinas Perdagangan NTB,  Hj. Putu Selly mengatakan, Rakor ini diadakan untuk menyamakan harga bapok seperti Beras,telur dan minyak. Mengingat di sejumlah pasar adanya perbedaan harga jual, salah satunya untuk harga jual beras.

“Kita menyamakan presepsi harga agar laporannya sama, dari 9 pasar yang kita pantau harganya. Dimana nanti laporan ini akan disampaikan ke kementrian perdagangan,” ujar Hj. Putu Selly Andayani, Selasa  (15/01).

Ia menjelaskan, untuk menyamakan harga tersebut Pihaknya sudah melakukan pemantauan di sejumlah pasar yang ada di NTB. Pantauan dilakukan  di Pasar Bima, kabupaten Bima dan Kota Mataram seperti Pasar Mandalika, Pagesangan dan Kebon Roek.

“kita pantau harga beras, minyak dan telur. Dimana ada harga beras medium yang dijual dengan harga premium. Tetapi setelah kita cek ternyata beras tersebut merupakn beras preium karena ada patahannya itu,” terangnya.

Menurut selly, berdasarkan dari hasil pantauan yang dilkukan ada perbedaan harga beras yakni ada  pedagang yang menjual dengan kisaran harga Rp 9.450 perkilo  untuk beras medium dan untuk beras Premium berkisar dengan harga Rp.12.800 perkilonya.

Salah satunya seperti pasar yang di Sumbawa, pedagang mencampur beras medium dengan premium, karena d iwilayah tersebut banyak menghasilkan beras dengan kualitas premium.

“Dipasar rakyat memng adA harga Rp 10.500- Rp 11.000 perkilo, ternyata setelah kita cek itu masuk kriteria premium karena patahannya ad sekitar 5-7 persen. sedangkan kalau besaran harga ada di bulog, harga bulog itu Rp 8.500  pekilo,” kata Selly.

AYA.




Penduduk Miskin NTB Bulan September 2018 Sebanyak 735,62 Ribu Orang

Rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung mendekat dari Garis Kemiskinan

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat statistik(BPS ) NTB menyatakan Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada September 2018 mencapai 735,62 ribu orang (14,63 persen).

Jika dilihat dalam periode Maret 2018 – September 2018, jumlah penduduk miskin berkurang 1,84 ribu orang (0,12 persen).

Selama periode Maret 2018 – September 2018, secara absolut penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar 4,74 ribu orang (dari 370,38 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 375,12 ribu orang pada September 2018).

“Sebaliknya di daerah perdesaan penduduk miskin berkurang sebanyak 6,58 ribu orang (dari 367,08 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 360,50 ribu orang pada September 2018). ” ujar Arief Chandra, Kepala Bidang Statistkik Sosial  (BPS )  NTB

Ia menyatakan  persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 15,94 persen, turun menjadi 15,66 persen pada September 2018.

Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 13,72 persen pada Maret 2018 menjadi 13,69 persen pada September 2018.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada September 2018, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 74,00 persen untuk perkotaan dan 74,81 persen untuk perdesaan.

Pada periode Maret 2018 – September 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan maupun di perdesaan mengalami penurunan.

Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 3,241 pada Maret 2018 menjadi 2,346 pada September 2018. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 2,448 pada Maret 2018 menjadi 2,411 pada September 2018.

Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung mendekat dari Garis Kemiskinan.

Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan maupun perdesaan juga mengalami penurunan.

Untuk perkotaan, Indeks Keparahan (P2) menurun dari 0,905 pada Maret 2018 menjadi 0,509 pada September 2018.

Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun dari 0,601 pada Maret 2018 menjadi 0,589 pada September 2018.

“Dengan meningkatnya P2 berarti kesenjangan diantara penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan semakin melebar,” katanya.

AYA




Staf Kemenag Diringkus Polisi Dalam OTT Kasus Bantuan Gempa Lombok

Pelaku ditangkap di jalan usai transaksi penerimaan uang dari pengurus masjid

MATARAM.lombokjournal.com — Seorang staf di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat diringkus polisi dalam operasi tangkap tangan (OTT) Polres Mataram, Selasa, (15/01) 2019.

Pelaku diketahui bernama Lalu Basuki Rahman yang menjabat Staf bidang Zawaibsos di Kemenag NTB.

Menurut kuasa hukum pelaku, Denny Nurindra, polisi melakukan OTT pada pelaku atas dugaan melakukan pungli terhadap masjid-masjid terdampak gempa di Lombok Barat  yang akan diberikan bantuan.

“Jadi yang bersangkutan meminta jatah 20 persen pada setiap masjid yang terdaftar menerima bantuan gempa,” ujarnya di sela pemeriksaan pelaku.

Seperti diketahui pemerintah Lombok Barat memberikan bantuan pada masjid terdampak gempa Lombok, melalui pendataan di Kemenag NTB. Namun, pelaku meminta jatah pada masing-masing pengurus masjid.

Pelaku ditangkap di jalan usai transaksi penerimaan uang dari pengurus masjid.

“Tadi ditangkap di jalan waktu penyerahan amplop. Dia dapat dua amplop yang isinya Rp5 juta. Jadi total Rp10 juta,” ungkapnya.

Polisi hingga kini masih memeriksa pelaku di Unit Tipikor Polres Mataram.

AYA




Gubernur NTB Minta Fasilitator Rekonstruksi Pasca Gempa Bergerak Cepat

Para Fasilisator  terdiri dari TNI, POLRI dan Masyarakat, dengan total 1700 orang se – NTB, yang akan membantu pemerintah  mempercepat proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulieflimansyah, minta  para fasilisator terpadu agar bergerak lebih cepat dan menyederhanakan berbagai  proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa, khusunya dalam mewujudkan hunian bagi masyarakat korban gempa.

Hal itu disampaikan usai melaksanakan apel Upacara Pembukaan Operasi Teritorial TNI dan Pemberangkatan Fasilitator Terpadu di Wilayah NTB, di Lapangan Gunung Sari, Lombok Barat, Selasa Pagi (15/01) .

“Melalui Operasi Teritorial Kita Tingkatkan Proses Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, tolong  jangan bikin ribet, tapi tidak melanggar aturan, kalau ada kekurangan nanti kita perbaiki bersama, ” tegas Gubernur .

Gubernur menambahkan, dengan meningkatnya jumlah fasilitator penanganan korban gempa ini, akan lebih mempermudah masyarakat memiliki hunian yang layak sehingga tidak lagi terkendala pencairan dana, bentuk rumah dan proses administrasi lainnya.

“Kita sudah meminta kepada pemerintah pusat untuk menyediakan lebih banyak alternatif, mudah-mudahan dengan banyak pilihan dan fasilitator, akan lebih mudah terlaksananya berbagai program rehabrekon, ” ujar Gubernur.

Sementara itu, Komandan Korem162/WB Kolonel C.Z.I. Ahmad Rizal Ramdani menjelaskan, para Fasilisator  terdiri dari TNI, POLRI dan Masyarakat, dengan total 1700 orang se – NTB, yang akan membantu pemerintah untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana.

Fasilitator yang dibentuk ini terdiri dari babinsa dan babinkamtibmas, yang ditambahkan dengan masyarakat sipil yang telah ditunjuk untuk bertugas di masing-masing desa.

“Dengan adanya fasilitator ini, Insya Allah pencairan bisa lebih cepat sehingga target 1000 rumah dalam bulan ini bisa terlaksana, ” jelasnya.

Pada kesempatan itu, diserahkan pula alat kerja pertukangan secara simbolis oleh Gubernur kepada peserta fasilisator terpadu.

AYA




Resmikan Terminal Tipe A Mandalika,  Wakil Gubernur NTB Tegaskan Program ‘Zero Waste’

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pemesan tiket, . memudahkan masyarakat  memesan tiket

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB,  Dr. Hj.  Sitti Rohmi Djalillah bersama  Dirjen Perhubungan Darat, Irjen Pol. Budi Setiyadi meresmikan terminal baru Mandalika, Senin (14/01/2019).

Terminal yang berlokasi di Bertais, Kecamatan Sandubaya,  Kota Mataram itu kini terlihat baru,  bersih  dan nyaman bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai daerah di NTB.

Wakil Gubernur menyampaikan sejumlah arahan tentang peresemian Mandalika yang menghabiskan anggaran 6,5 miliar itu. Pertama,

Wagub yang lebih akrab disapa Ummi Rohmi itu meminta agar pengelola terminal, bersama masyarakat, untuk menjaga keberhasilan terminal itu.

“Saya ingin melihat,  satu,  dua,  tiga tahun yang akan datang, apakah masih bersih seperti ini, ” ungkap Ummi

Menurut Ummi Rohmi, pemerintah provinsi NTB saat ini tengah fokus pada program zero waste. Sehingga,  di sudut-sudut kabupaten /kota di NTB ini terlihat bersih dan jauh dari sampah.

Hal kedua yang diminta Wakil Gubernur,  untuk menjadi atensi semua pihak,  adalah keamanan. Keamanan menurut Wagub dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan jasa transportasi umum.

Hal lain yang menjadi perhatian  Wagub adalah lingkungan terminal,  baik menyangkut ruangan maupun di tempat parit adalah kenyamanan.

“kita nanti bisa melihat terminal ini,  terminal hijau,” ungkap Wagub.

Dengan tumbuhnya berbagai macam tumbuhan hijau,  maka masyarakat akan semakin nyaman berada di terminal sambil menunggu waktu keberangkatan.

Poin terakhir Wagub adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pemesan tiket. Melalui teknologi informasi yang berkembang saat ini, masyarakat akan semakin mudah memesan tiket.

Dirjen Perhubungan Darat menyampaikan NTB mendapat porsi anggaran lebih besar,  yaitu 6,5 miliar lebih untuk pendataan terminal tersebut. Anggaran ini lebih besar dibanding provinsi lain di Indonesia yang rata rata hanya mendapatkan sekitar dua miliar.

Selain transportasi umum untuk masyarakat,  kementerian perhubungan  juga akan melakukan pengadaan bus untuk para pelajar dan mahasiswa.  “ini tergantung kebutuhan. Siapa yang meminta, kita akan adakan, ” jelasnya.

Ia berharap,  pemerintah daerah dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar mau menggunakan transportasi umum.

“Kalau ingin sebuah kota mendapat pelayanan baik,  maka minimal angkutan masal harus ada perhatian khusus pemerintah,” ungkapnya.

Peresmian terminal tersebut ditandai dengan pemukulan Gendang Bele’ dan penghitungan pita oleh Wagub bersama Dirjen.

AYA

 




Gubernur NTB, Harapkan Dinas Sosial Perkecil Masalah Sosial Di NTB

Masyarakat Sangat Senang jika didatangi dan dikunjungi

MATARAM.lombokjournal.com —Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah   memberi pengarahan kepada karyawan/karyawati Dinas Sosial Provinsi NTB, Balai Sosial dan Pekerja Sosial di Aula Kantor Dinas Sosial Provinsi NTB, Senin (14/1/19).

Tujuan kunjungan Gubernur NTB kali ini terkait bagaimana mendukung kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka fungsi Dinas Sosial menuju NTB Gemilang, serta bagaimana memperkecil permasalahan sosial di NTB.

Tak kurang dari 251 pegawai hadir di Aula Dinsos NTB saat itu.

Dalam arahannya Dr. Zul membagi pengalaman saat kampanye dulu.  Menurutnya, masyarakat sangat senang jika didatangi dan dikunjungi.

“Pada dasarnya, seluruh masyarakat NTB kalau hatinya disentuh maka keceriaan akan terpancar dari wajahnya,” ungkapnya.

Bahkan warga berharap jangan sampai mereka didatangi hanya saat masa kampanye saja.

Lebih lanjut, Dr. Zul menerangkan, “Hidup kita bergantung dari kemampuan kita untuk berani menulis kesimpulannya sendiri, orang yang hatinya besar jiwanya lapang adalah orang yang punya kemampuan menerima lebih banyak,” ucapnya.

Karena itu, Menurut Dr. Zul, Dinsos NTB dalam hal ini Kadis Sosial beserta jajarannya mampu mengunjungi desa dusun yang ada di NTB. D

engan mendatangi dan berkunjung ke masyarakat, semua permasalahan dapat diterima langsung, sehingga dapat dipilihkan solusi tepat untuk penanganan masalah tersebut.

Dalam suasana hangat, bersahabat, diselingi canda gurau tersebut, Gubernur menutup arahannya dengan mengucap syukur atas pertemuannya dengan seluruh jajaran Dinsos NTB, seraya menitip pesan “Siapa yang akan sukses adalah orang yang mampu menikmati apapun saat ini, apapun posisi dan bagian kita saat ini, mari kita sikapi dengan positif.” pungkasnya.

Di akhir acara Gubernur memberikan cinderamata kepada para pegawai pensiunan Dinsos NTB tahun 2017-2018.

AYA




Agak Sulit Rrekonstruksi Rumah Pascagempa Bisa Rampung Bulan Maret

Dari segi pendanaan sejatinya sudah tidak ada masalah karena pemerintah pusat sudah memberikan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB

MATARAM .lombokjournal.com —  Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, IGB Sugihartha pesimistis rehabilitasi dan rekonstruksi rumah pascagempa akan mampu rampung pada Maret, seperti yang sudah ditargetkan pada tahun lalu.

“Kita berharap pada Maret ini bisa terselesaikan, namun banyaknya jumlah rumah yang rusak kelihatan agak sulit untuk kita menyelesaikan Maret,” kata Sugihartha.

Sugihartha menyebutkan, hingga saat ini baru sekira 120 hunian tetap (huntap) yang sudah terbangun dan siap dihuni.

Jumlah ini masih jauh dari total rumah rusak berat yang mencapai sekira 75 ribu rumah. Namun, kata dia, progres rumah yang sedang dalam pembangunan sudah mencapai sekira empat ribu rumah.

“Memang yang terbangun belum banyak, tapi memang sedang berprogres. Tentunya upaya-upaya terus kita tingkatkan percepatan untuk penyelesaiannya,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dari segi pendanaan sejatinya sudah tidak ada masalah karena pemerintah pusat sudah memberikan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB.

Uang tersebut sudah diterima warga terdampak gempa melalui rekening masing-masing.

Tahap selanjutnya, dana tersebut akan ditransfer ke rekening kelompok masyarakat (pokmas) untuk kemudian dibelikan bahan bangunan dan juga pengerjaannya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini sudah terbentuk sekira 490 pokmas yang sudah mulai mempersiapkan pembangunan rumah. Satu pokmas biasanya terdiri atas 10 sampai 15 kepala keluarga (KK) dan diprediksi total mencapai 7 ribu KK yang sedang mempersiapkan dan membangun rumah.

Kendati begitu, persoalan tidak lantas selesai begitu saja. Aspek tenaga kerja masih menjadi kendala utama.

“Kita bisa bayangkan membangun satu rumah untuk tipe 36 kalau tukang cuma dua berapa lama, apalagi ini yang jumlahnya banyak. Kita harus cari tukang, siapkan bahan-bahan yang juga punya proses cukup panjang sehingga membutuhkan waktu,” jelas Sugihartha.

Ia mengatakan, kendala rehabilitasi dan rekonstruksi berada pada keterbatasan jumlah tukang.

Pemprov Jawa Timur, lanjut dia, siap membantu mengirimkan tukang dan bahan bangunan untuk NTB. Meski begitu, kata dia, NTB sedang memprioritaskan tenaga lokal untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Sepanjang kita bisa berdayakan tukang-tukang yang ada di NTB, kami berharap berdayakan itu dulu, dari luar hanya mendukung saja, tapi nanti kita lihat lagi pemetaannya seperti apa,” pungkasnya.

AYA




Gubernur Arahkan Pengembangan Segmentasi Medical Tourism

Medical tourism merupakan segmentasi pariwisata yang menyasar kelompok masyarakat tertentu, seperti lansia yang ingin berobat sembari berwisata

MATARAM.lombokjournal.com —  Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengangkat Syamsul Hidayat yang seorang dokter menjadi sekretaris Dinas Pariwisata NTB menuai polemik.

Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti mengatakan, keputusan gubernur bertujuan untuk pengembangan segmentasi medical tourism atau pariwisata medis di Lombok.

“Dalam rangka kita mengembangkan medical tourism, beliau ditempatkan di sana dengan tugas khusus, saya kira enggak ada masalah,”ujarnya usai mengahdiri acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi jumat,(11/01).

Keputusan ini menuai kontroversi lantaran di satu sisi NTB masih kekurangan dokter.

Namun, Rosiady tidak sependapat. Justru ia menilai dokter di NTB masih banyak. Menurut Ros, medical tourism merupakan segmentasi pariwisata yang menyasar kelompok masyarakat tertentu seperti lansia yang ingin berobat sembari berwisata.

Model pariwisata ini sudah dikembangkan Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura, yang menarik minat wisatawan dari AS dan Eropa.

“Sambil berobat juga berwisata, ini rata-rata lama menginapnya tinggi,”terangnya

Di NTB, kata Ros, KEK Mandalika akan menjadi salah satu model medical tourism dengan adanya rancangan tersebut.

Meski memiliki potensi besar, kata dia, Indonesia belum mampu menciptakan peluang tersebut.

“Kita sendiri belum fokus, jadi uang itu dinikmati Malaysia dan Singapura. Peran sekdis kan koordinatir administrator, dia dapat tugas khusus dari gubernur mengembangkan medical tourism, mungkin pak gubernur nanti kirim beliau dulu belajar ke sana (luar negeri),” kata Rosiady Sayuti.

AYA

 




Pemprov Tambah 751 orang Fasilitator, Guna  Percepat Bangun Rumah Masyarakat

Kebijakan baru hasil pertemuan dengan Wapres, desain rumah tahan gempa itu sudah diberikan kewenangan kepada Provinsi

Mataram.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memimpin Rapat yang membahas khusus proses rehabilitasi dan rekonstruksi bersama sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB, di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Jum’at (11/01).

Wagub membahas khusus proses  rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama penambahan fasilitator untuk memacu percepatan pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa.

Saat ini, fasilitator yang ada baru  mencapai 350 orang. Jumlah tersebut belum cukup untuk membantu masyarakat membangun rumah rusak berat yang jumlahnya mencapai 44.000 unit.

Maka, Pemprov akan menambah sekitar 751 orang lagi untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi itu.

Wagub memberikan arahan, sesuai hasil rapat Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa hari lalu, agar segera  melakukan seleksi fasilitator dengan kriteria yang ketat.

Sehingga, fasilitator yang diberikan tugas itu memiliki kemampuan mumpuni untuk membantu masyarakat membangun rumah hunian tetap (Huntap).

“Pastikan fasilitator itu memiliki check list yang ketat,” ungkap Wagub.

Selain itu, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu menegaskan agar pencairan dana bantuan ke masyarakat tidak dilakukan dua tahap atau 50 persen-50 persen.

Sebab, di samping membutuhkan waktu yang lama, juga menyulitkan masyarakat untuk mengurus administrasi yang banyak dan ribet.

Namun Wagub menekankan, semua aturan  yang berkaitan dengan keuangan harus tetap menjadi prioritas. Sebab, uang yang dialokasikan itu harus dipertanggungjawabkan.

Wagub berharap, tidak ada lagi sumbatan-sumbatan atau masalah yang terjadi di masyarakat. Terutama masalah pembangunan hunian tetap.

Kepala BPBD NTB, H. Muhammad Rum menjelaskan sudah ada kebijakan baru, hasil pertemuan dengan Wapres.

Di antaranya, desain rumah tahan gempa itu sudah diberikan kewenangan kepada Provinsi. Namun, desain rumah tahan gempa itu tetap dikonsultasikan dengan pusat melalui dinas Perumahan dan Pemukiman.

Terkait pencairan dana, Ia menjelaskan Dana sebesar 3,5 triliun dari pusat sudah ditransfer ke masyarakat.

“Ini tentunya tidak bisa dilihat uangnya. Uangnya memang ada di bank semuanya, tidak dalam bentuk tunai. Nanti tunainya akan diberikan kepada masyarakat jika masyarakat dapat bersama-sama untuk membangun. Sehingga ada upah Kerja dari uang itu,” jelas Muhammad Rum di hadapan Wagub.

Selain itu, tampak  Plt  Kepala Biro Humas dan Protokol, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Perkim, Kepala BPKP, Kepala Dinas Kominfotik, Kadin dan Jajaran Bank BRI.

Masyarakat katanya, dipersilahkan membangun rumah, tentunya bekerjasama dengan pihak ketiga yang menyediakan atau menyuplai bahan dan material pembangunan rumah itu.

Termasuk masyarakat dapat membangun secara swadaya rumahnya. Hanya saja, terlebih dahulu melaporkan kepada pemerintah daerah setempat.

Selain itu, untuk penambahan fasilitator, Kalak BPBD itu telah mempersiapkan 1000 fasilitator untuk masyarakat yang rumahnya rusak sedang dan ringan, ditambah 500 anggota TNI.

AYA




Ajang Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 Segera Digelar

Ajang LSGS 2019 akan diluncurkan pada malam hari dan melibatkan para pedagang pasar yang berada di Cakranegara

 MATARAM.lombokjournal.com  — Pesta diskon terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan kembali digelar. Ajang Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 akan digelar sebulan penuh sejak 27 Januari hingga 27 Februari 2019.

Ajang yang sudah memasuki tahun ketiga ini akan diluncurkan pada 27 Januari di kawasan perniagaan Cakranegara, Kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, LSGS akan menjadi ajang pertama NTB pada 2019 dari 24 agenda pariwisata selama tahun ini. Pemilihan Cakranegara tidak lepas dari lokasinya yang strategis dan menjadi pusat perdagangan serta kuliner di jantung Pulau Lombok tersebut. Faozal berharap LSGS 2019 menjadi momentum bagi sektor pariwisata NTB untuk kembali bangkit setelah sempat terpuruk akibat bencana gempa pada tahun lalu.

“Kita ingin LSGS 2019 memberi pesan bahwa NTB sudah menuju normalisasi dan kita berupaya pasar kembali pulih,”ujarnya saat konfrensi pers Jumat (11/1/2019).

Berbeda dengan LSGS sebelumnya, kata Faozal, ajang LSGS 2019 akan diluncurkan pada malam hari dan melibatkan para pedagang pasar yang berada di Cakranegara.

Dari segi peserta, lanjutnya, juga terdapat penambahan dari 75 peserta pada LSGS 2018 menjadi 150 peserta pada LSGS 2019. Para peserta terdiri atas hotel, resort, maskapai penerbangan, restoran, dan paket jasa wisata di NTB.

“Kita targetkan capai Rp 25 miliar untuk transaksi,”terangnya

Ia melanjutkan, LSGS 2019 juga menjadi pembuka dari ragam atraksi yang juga akan digelar di Lombok pada Februari, seperti perayaan Imlek pada awal Februari dan juga Festival Pesona Bau Nyale pada akhir Februari. Saat ini, Dinas Pariwisata NTB sedang melalukan persiapan termasuk menyiapkan aplikasi daring untuk menggunakan transaksi selama LSGS berlangsung.

“Saat ini persiapan terus kita lakukan, termasuk berbicara dengan manajemen maskapai untuk ikut membantu dengan memberikan potongan harga tiket pesawat ke Lombok,” pungkasnaya.

AYA