Wagub NTB  Minta Desa Untuk Lebih Mandiri

Dengan adanya tambahan dana desa tahun 2019 ini diharapkan dapat memajukan desa dalam sektor prioritas pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi atau bumdes.

LOBAR.lombokjournal.com — Wagub NTB  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada seluruh perangkat desa dan pendamping desa yang hadir untuk tetap berpikir maju dan mandiri.

“Jangan sampai desa berpikir hanya bisa maju dengan bantuan suntikan dana, kita tidak akan mandiri, desa harus berpikir bisa maju dengan potensi-potensi yang dimiliki oleh desanya sendiri,” tegas Wakil Gubernur NTB, saat menghadiri penandatanganan kontrak kerja tenaga pendamping profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Gerung Lombok Barat, Selasa (29/01).

Lebih lanjut Wagub Hj. Rohmi mengungkapkan, banyak sekali contoh-contoh desa yang tertinggal bisa bangkit dan maju dengan berbekal kemampuan yang dimiliki sendiri dan kemampuan kepemimpinan kepala desanya.

“Ada desa yang tadinya minus, berubah menjadi desa yang sangat maju karena potensi kepala desanya yang sangat tinggi,” ungkap Hj. Rohmi.

Dalam akhir sambutannya, Hj. Rohmi tidak henti-hentinya mengingatkan agar seluruh masyarakat NTB memperhatikan kebersihan lingkungan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, dana desa pada tahun 2019 ini mendapat tambahan sebesar 26 milyar, dengan adanya tambahan dana desa ini diharapkan dapat memajukan desa dalam sektor prioritas pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi atau bumdes.

Kepala Dinas PMPD dan Dukcapil Provinsi NTB, Dr. H. Azhari, SH.,MH memperingatkan perangkat desa agar berhati-hati  membuat suatu kebijakan, ia mengharapkan desa dapat membuat kebijakan yang reaponsif namun tidak bertentangan dengan aturan di atasnya agar tidak tersandung hukum mengingat peraturan desa sudah masuk ke dalam sistem hukum nasional.

AYA




NTB Waspadai Meluasnya Kasus DBD

Warga terdampak gempa yang masih tinggal di lokasi pengungsian juga rentan terhadap penyakit DBD. Pasalnya, banyak warga terdampak gempa belum kembali ke rumah yang rusak akibat gempa

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurhandini Eka Dewi mengatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari  mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Eka menyebutkan, jumlah pasien yang diduga DBD di NTB pada Januari ini mencapai hampir 100 pasien yang tersebar di seluruh NTB. Eka membandingkan, jumlah kasus DBD pada 2018 mencapai 872 pasien.

“Status belum KLB karena akan nyatakan KLB kalau dia dua kali lipat dari tabun lalu, mungkin kalau angka di atas 1.600 pasien, kita berharap tidak terjadi,” ujar Eka  di Mataram, NTB, Senin (28/01).

Eka mengatakan, pasien suspect DBD di NTB telah menjalani perawatan. Dia menyampaikan, proses perawatan terhadap pasien suspect diberikan selayaknya pasien yang sudah dinyatakan positif DBD.

“Kalau sudah diduga DBD harus ada evaluasi pemeriksaan darah dua kali sehari minimal, dari situ kita lihat dia (positif) DBD atau bukan,” ujarnya.

Meski jumlah kasus DBD di NTB belum besar, Eka menilai, NTB tetap mewaspadai potensi meluasnya kasus DBD lantaran tahun ini menjadi puncak dari siklus 10 tahun kasus DBD.

Selain itu, lanjut dia, faktor cuaca juga berpengaruh terhadap meningkatnya penyebaran DBD. Hal ini terlihat dari jumlah kasus di Kabupaten Lombok Barat yang relatif lebih banyak dibandingkan kabupaten dan kota lain di NTB.

“Karena curah hujan tertinggi pada awal Januari ada di Lombok Barat, maka (kasus DBD) tertinggi di Lombok Barat, tapi kita lihat nanti pada akhir bulan kan saat ini hujannya sudah merata,” ucap Eka.

Eka melanjutkan, warga terdampak gempa yang masih tinggal di lokasi pengungsian juga rentan terhadap penyakit DBD. Pasalnya, banyak warga terdampak gempa belum kembali ke rumah yang rusak akibat gempa.

“Faktor lingkungan berubah, mereka tidur di luar, tidak di dalam rumah, DBD ini penyakit yang dipengaruhi situasi lingkungan, itu juga jadi kewaspadaan kita,” lanjut Eka.

Mengantisipasi meluasnya kasus DBD, Pemprov NTB telah dan akan melakukan fogging di wilayah yang rawan dan ada kasus DBD.

Selain itu, Eka juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dengan tiga M plus.

Meliputi membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain; menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

“Kalau itu sudah dilakukan insya Allah jentik tidak ada tempat untuk nyamuk menaruh telur, tidak ada tempat untuk telur menetas,” kata Eka

AYA

 




Investasi Kumulatif Tahun 2018 sebesar Rp 15,7 triliun, Lampaui Target Yang Ditetapkan

Realisasi investasi tahun 2019 akan kembali memenuhi target yang ditetapkan sebesar Rp 16 triliun

MATARAM.lombokjournal.com —  Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan IV 2018 sebesar Rp 2,2 triliun.

Realisasi investasi kumulatif sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 15,7 triliun atau melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp13,5 triliun

Jumlah ini meningkat, sehingga target 2018 dapat terlampaui.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariyadi mengungkapkan, Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) setiap triwulan disampaikan investor secara online dan manual.

Gita optimistis realisasi investasi tahun 2019 akan kembali memenuhi target yang ditetapkan sebesar Rp 16 triliun.

“Dari Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) kita harapakan ada angka realisasi investasi yang signifikan, sehigga tahun depan target yang  Rp 16 triliun mudah-mudahan segera tercapai,” ujar H Lalu Gita Ariyadi, Senin (28/01)

Lebih lanjut Gita mengatakan, jika kondisi terus membaik hingga tahun 2020 mendatang, kendati diharapkan para investor yang selama ini sudah mendapatkan izin untuk berinvestasi, tetapi belum merealisasikan investasinya.

Maka diharapkan pada 2019  ini menjadi tahun untuk segera merealisasikan investasi mereka.

Selain investasi dari ITDC, ada juga invetasi yang tengah digencarkan pembangunannya yakni Smelter.

“Jadi kita optimis juga dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga ingin berpacu memenuhi timeline terbangunnya smelter, diharapakan tahun 2021 dapat selesai,” ungkapnya.

Semua diminta untuk memberikan dukungan atas percepatan perizinan dan sebagainya di beberbagai sektor investasi.

Selain itu untuk percepatan pembagunan dari smelter sendiri, yakni tugas pemerintah memfasilitasi segera.

Mengingat PT AMNT saat ini berkerja berpacu pada dua  hal, yaitu pertama percepatan pembangunan smelter dan kemudian rintisan terbentuknya kawasan industry.

Ketika kawasan industri ini terwujud,tentunya akan ada investasi tambang dan olahan tambang lanjutan lainnya.

 

“Selain itu, proses administrasi dan pinjaman bantuan yang selama ini diperjuangkan IDTC. Alhamdulillah sudah selesai dan tinggal proses-proses untuk dibreakdown,” jelas Gita.

AYA




HBK Bangga Dan Dukung Penuh Willy Kurniawan Kibarkan Merah Putih Di Kutub Utara

Willy Kurniawan merupakan satu-satunya putra Indonesia dari 20 peserta Fjallraven Pollar 2019 di Kutub Utara, yang akan dimulai pada pertengahan April mendatang

lombokjournal.com —

JAKARTA – Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menyatakan kebanggaan dan dukungannya untuk Willy Kurniawan, pemuda terbaik Indonesia yang berhasil meraih satu kursi dalam ekspedisi penjelajahan Kutub Utara, “Fjallraven Pollar 2019”.

Kebanggaan dan dukungan tersebut, disampaikan HBK saat menerima kunjungan kehormatan Willy Kurniawan, Senin (28/1).

Willy juga meminta waktu untuk dapat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto.

“Mentalitas, fighting spirit dan semangat pantang menyerah dari Willy Kurniawan ini harus menjadi contoh tauladan bagi generasi millennial Indonesia,” tegas HBK.

Fjallraven Pollar merupakan ekspedisi Kutub Utara paling ekstrim, yang diselenggarakan setiap tahun sejak 1996.

Hanya ada 20 kursi disediakan bagiorang-orang tangguh dan terpilih dari seluruh dunia untuk menjadi peserta event ini.

Willy Kurniawan merupakan satu-satunya putra Indonesia dari 20 peserta Fjallraven Pollar 2019 di Kutub Utara, yang akan dimulai pada pertengahan April mendatang.

Untuk meraih satu kursi dari 20 peserta ekspedisi paling ekstrim di dunia itu, Willy Kurniawan sudah berhasil menjadi yang terbaik dari 6.605 orang kontestan lainnya dari 196 negara.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Willy Kurniawan adalah orang pertama Indonesia yang berhasil lolos dalam event dunia yang bernama Fjallraven Pollar,” katanya.

HBK mengatakan, bagi bangsa Indonesia yang hidup di daerah tropis, ikut kompetisi atau event ini, yang diselenggarakan di daerah dingin Kutub Utara, pastinya akan sangat berat sekali tantangannya.

Penjelajahan akan menempuh rute 300 KM, menembus hutan belantara Arktik di Kutub Utara, melintasi medan dingin bersalju di negara-negara Skandinavia, dengan sebuah kereta luncur yang ditarik

dengan enam ekor anjing Siberian Rusky diatas salju di Kutub Utara dengan suhu rata2 minus 35° Celcius.

“Mari sama-sama kita dukung dan do’akan, mudah-mudah2an perjuangan dan kerja keras Willy Kurniawan mendapatkan kemudahan serta keberhasilan dari Allah SWT,” ujarnya  .

“Kerja keras, kesungguhan, dan keberanian yang ditunjukkan Willy Kurniawan, telah menginspirasi kita semua dalam merebut kembali kejayaan-kejayaan bangsa Indonesia”, sambung HBK penuh bangga.

HBK menekankan, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Willy Kurniawan bisa menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia saat ini.

Fjallraven Pollar akan diselenggarakan pada tanggal 8 April sampai dengan 15 April 2019, dengan venue start di negara Norwegia kemudian venue finishnya di negara Swedia, yang ada di wilayah Eropa Utara.

Sementara itu, Willy Kurniawan mengapresiasi dukungan dan semangat yang diberikan HBK dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya sangat berterimakasih atas dukungan pak HBK, dan dukungan masyarakat Indonesia. Saya akan sangat bangga bisa membawa nama harum  Indonesia di pentas dunia”, katanya.

Pemuda asal Sumatera Barat yang tinggal di Bekasi dan juga mantan jurnalis sebuah surat kabar ini maju dan berhasil meraih tiket mengikuti Fjallraven Pollar melalui kelompok pencinta alam yang ia tekuni selama ini.

Willy mengatakan, setelah melewati ekspedisi ekstrim di Fjallraven Pollar nantinya, ia berniat untuk membukukan pengalamannya tersebut supaya berguna bagi siapa saja yang ingin mengenal bagian lain bumi tak berpenghuni di wilayah Kutub Utara.

Me




Manfaat Program JKN-KIS Luar Biasa, Tak Rugi Dipotong Tiap Bulan

Sejak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS tahun 2014, Dayat sudah merasakan beberapa kali pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL)

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;  Setiap orang menginginkan senantiasa dalam kondisi sehat. Bukan tak beralasan, tentunya agar semua aktivitas dapat dijalani dengan baik dan lancar.

Masalahnya, kita semua tidak pernah mengetahui kapan kita sakit, karena itulah kita semua membutuhkan perlindungan jaminan kesehatan.

Rachmad Hidayat (40) ayah dari Muhammad Bryant Hidayat (6) seorang Pegawai Badan Usaha di Kota Mataram mengaku sangat bersyukur dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dayat telah mendaftarkan diri beserta anggota keluarganya menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

IA sangat senang dengan adanya JKN-KIS ini karena sangat membantu biaya pengobatannya dan keluarga ketika sakit. Karena ia tidak tahu kapan sakit itu datang.

“Kebetulan kemarin anak saya jatuh terpleset di rumah sehingga keningnya terluka, segera saya bawa ke UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sesampainya di sana saya ditanyakan kartu JKN-KIS oleh petugas rumah sakit. Alhamdulillah saya tidak mengeluarkan uang sedikit pun saat itu,” ujar Dayat sembari tersenyum saat dijumpai Tim Jamkesnews, Jumat (18/01).

Sejak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS tahun 2014, Dayat sudah merasakan beberapa kali pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL).

Menurutnya program JKN-KIS ini benar-benar membantu masyarakat sepertinya karena biaya kesehatan itu tidak bisa diduga besarannya.

“Saya tidak pernah dirugikan sama sekali dengan iuran yang dipotong setiap bulannya, karena iuran yang terpotong itu tidak seberapa besar jika dibandingkan dengan  biaya pelayanan kesehatan yang saya dapatkan selama menggunakan kartu JKN-KIS. Jadi hati saya tergerak untuk membantu menyosialisasikan program JKN-KIS ini kepada seluruh sanak saudara, tetangga, bahkan setiap orang yang saya temui  saya ingatkan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya. Bukan hanya itu saja, saya terkadang kesal mendengar apabila ada orang yang sudah memiliki kartu JKN-KIS dan merasakan manfaatnya tapi menunggak,” tambahnya.

Dayat juga berpesan kepada masyarakat untuk rutin membayar iuran. Baginya, iuran yang dibayarkan tiap bulan dapat menjadi pahala apabila tulus berniat membantu sesama melalui program ini. Untuk itu jangan malas membayar iuran dan jangan menunggu sakit untuk mendaftarkan diri dan anggota keluarganya.

“Ketika yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang tidak mampu. Semua ikut bergotong-royong untuk saling tolong menolong. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya,” kata Dayat.

ay/yn/jamkesnews

Narasumber : Rachmad Hidayat




BPJS Kesehatan Buka Anjungan Di Acara  Jumpa Bang Zul

Berbagai inovasi pun diciptakan BPJS Kesehatan untuk memberi kemudahan dan kepuasan bagi peserta, salah satunya adalah aplikasi Mobile JKN

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS ;   Memberikan informasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada masyarakat luas merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan BPJS Kesehatan.

Dengan perkembangan teknologi di era milenial saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Kemajuan teknologi hadir untuk membantu dan memudahkan setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menunjang peningkatan kepuasan peserta, BPJS Kesehatan mempunyai aplikasi Mobile JKN yang sangat mudah dan bermanfaat sehingga harus diketahui oleh masyarakat.

Salah satu cara yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram agar manfaat Mobile JKN semakin diketahui oleh masyarakat luas yakni dengan membuka booth layanan khusus Mobile JKN pada saat Jumpa Bang Zul dan Umi Rochmi di Halaman Kantor Gubernur NTB, pada Jumat (25/01).

Dalam kesempatan itu Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Mataram Lalu Suryatna menjelaskan, BPJS Kesehatan senantiasa memberikan layanan yang prima bagi peserta JKN-KIS.

Berbagai inovasi pun diciptakan BPJS Kesehatan untuk memberi kemudahan dan kepuasan bagi peserta, salah satunya adalah aplikasi Mobile JKN.

“Dengan adanya anjungan ini dapat memberikan edukasi kepada peserta JKN-KIS tentang manfaat memiliki aplikasi Mobile JKN di handphone masing-masing peserta sehingga nantinya diharapkan peserta tidak perlu lagi datang mengantri lagi ke Kantor Cabang,” ujar Lalu Suryatna

Rina merupakan salah satu peserta yang merasa sangat senang dengan adanya booth layanan edukasi Mobile JKN ini. Awalnya ia mengira bakal susah dan ribet mendownload Aplikasi ini, ternyata dugaannya salah saat ia dilayani oleh petugas BPJS Kesehatan yang ada di booth layanan Mobile JKN, tidak butuh waktu lama ia langsung bisa login pada Aplikasi Mobile JKN.

“Saya puas dan senang dengan layanan Kantor Cabang Mataram. Apalagi dengan adanya booth layanan Mobile JKN ini. Sejujurnya, saya sama sekali belum tahu tentang adanya aplikasi Mobile JKN, tapi berkat layanan booth di sini saya jadi tahu manfaat dan kemudahan Mobile JKN. Betul-betul praktis ya, sesuai taglinenya, kini semua ada dalam genggaman,” ucap Rina sambil tersenyum.

ay/yn/JAMKESNEWS




 Anaknya Tertolong Saat Sakit, Giliran Sariani Bantu Peserta JKN-KIS Lain

Sarian mengimbau masyarakat jangan berhenti membayar iuran tiap bulannya, sebab iuran yang dibayarkan akan sangat membantu sesama yang sedang membutuhkan

lombojournal.com –

JAMKESNEWS  ;  Seorang ibu pasti akan menjaga keluarganya untuk tetap sehat. Hal ini yang dilakukan Sariani (43) warga Kelurahan Batu Urip, yang mengaku memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ketika anaknya menderita sakit usus buntu.

Saat ditemui di warung tempat usahanya, Senin (28/01), Sariani yang terdaftar di kelas III ini awalnya tidak membayangkan akan menggunakan kartu JKN-KIS.

Awalnya ia mengaku ragu menggunakan BPJS Kesehatan. Tapi karena anaknya merasa kesakitan sejak tiga hari, Sariani jadi takut kalau terjadi sesuatu pada anaknya

“Jadi kami memberanikan diri menggunakan kartu itu untuk berobat. Memang sebelumnya kalau sakit biasa kami tahan jangan ke dokter. Kami takut biayanya besar,” ungkap Sariani.

Sariani mengaku tidak pernah merasakan menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat keluarganya. Ia hanya mendengar cerita dari orang lain di sekitarnya yang sudah menggunakan kartu tersebut.

Keluarganya baru menggunakan waktu anaknya sakit. Ketika menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat anaknya, barulah Sariani sadar pentingnya perlindungan jaminan kesehatan ini.

“Kalau boleh dibilang keberatan atau tidak, rasanya ya saya tidak keberaran untuk bayar Rp 150.000,- per bulan. Saya tidak keberatan karena keluarga kami sudah merasakan manfaatnya. Bayangkan saja kalau kami tidak terdaftar jadi peserta JKN-KIS yang dikelola BPJS kesehatan, pasti sudah jutaan yang harus kami bayarkan untuk berobat. Kalaupun tidak digunakan, saya ikhlas iuran saya untuk membantu orang yang sakit,” tutur Sariani yakin.

Ia pun mengimbau masyarakat jangan berhenti membayar iuran setiap bulannya. Sebab iuran yang dibayarkan akan sangat membantu sesama yang sedang membutuhkan.

Sariani sendiri awalnya mengaku agak malas membayar iuran setiap bulan. Dulu ia berpikir, kalau nggak sakit untuk apa dibayar.

“Tapi sejak anak saya sakit, barulah sayasadar ternyata iuran yang saya dan orang lain bayar akan berguna untuk yang sedang sakit. Kalau tidak sakit pasti akan ada yang membutuhkan bantuan iuran kami. Saya sudah dibantu oleh orang lain yang menjadi peserta JKN-KIS, kini giliran saya balik membantu mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Sembari menutup pembicaraan, Sariani berharap ke depannya pelayanan BPJS Kesehatan lebih baik, termasuk pelayanan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.

“Walapun sekarang sudah bagus, semoga ke depan pelayanan BPJS Kesehatan bisa lebih bagus lagi,” harapnya.

RW/na/jamkesnews

Narasumber : Sariani

 




Setelah Masuk Rawat Inap, Baru Mulai Daftar JKN-KIS

Pentingnya Program JKN-KIS, di sinilah peran negara benar-benar nampak nyata dalam membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik

lombokjournal.com —

JANKESNEWS ;  BPJS Kesehatan senantiasa melakukan segala upaya agar amanat menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dapat terselenggara dengan baik.

Upaya yang diakukan BPJS Kesehtan antara lain, senantiasa berkoordinasi dengan mitra BPJS Kesehatan, baik dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS.

Rohana (41) merupakan peserta JKN-KIS yang telah merasakan kebaikan Program JKN-KIS.

Ibu dari Inara Ayudia Taqinah Ramadhani (2) ini mengaku bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS. Rohana merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sala satu Sekolah Menengah Pertama.

Semua anggota keluarganya merupakan peserta JKN-KIS dari sektor Peserta Penerima Upah

“Kemarin Inara demam tinggi, sampai kami panik. Langsung ke rumah sakit nggak pikir-pikir lagi. Yang penting masuk dulu, dapat perawatan dulu. Soal biaya nggak khawatir lagi kan ada JKN-KIS,” ujar Rohana.

Rohana menjelaskan, sebelumnya anaknya tiba-tiba demam tinggi hingga nyaris mencapai 40 derajat. Padahal sebelumnya tidak ada hal-hal aneh yang membuat anak bungsunya tersebut tiba-tiba terserang demam tinggi.

Bersama keluarga langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Siapa sangka jika ternyata Inara didiagnosa menderita infeksi paru yang menyebabkannya harus mendapatkan pelayanan rawat inap.

Rohana dan keluarga pun mengaku sempat shock dengan diagnosa atas putri bungsunya tersebut.

Awalnya Rohana juga nggak percaya waktu dokter bilang begitu, tapi bisa apa lagi. Jalan satu-satunya adalah dengan pengobatan.

”Dan syukurnya ada Program JKN-KIS. Kemarin saja setelah dari IGD langsung dapat ruangan. Ruangannya bagus dan nyaman. Jadi keluarga yang menjaga ataupun keluarga yang membesuk merasa nyaman. Dokternya juga rajin visit. Perawatnya juga ramah-ramah. Semua berkas-berkas administrasi yang dibutuhkan juga sudah bantu diurus sama perawat-perawatnya. Jadi kami nggak susah-susah lagi,” tutur Rohana..

Rohana menjelaskan, dia sadar akan pentingnya Program JKN-KIS ini. Menurutnya, di sinilah peran negara benar-benar nampak nyata dalam membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik.

“Rasanya bersyukur sekali, jika dibandingkan dengan potongan gaji setiap bulan itu rasanya nggak akan cukup untuk membantu pengobatan Inara. Bagi peserta JKN-KIS, jangan lupa bayar iurannya ya, biar bisa bantu masyarakat yang membutuhkan. Siapa tahu besok-besok giliran kita yang perlu. Pokoknya jangan sampai sakit dulu, baru ingat daftar JKN-KIS,” tutur Rohana sambil tersenyum.

RW/ds/jamkesnews

Narasumber : Rohana

 

 




Sudah Dapat Layanan Enak, Bayar Iuran Jangan Nunggak

Agus menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS jangan menunggu sakit dan jangan lupa selalu rutin membayar iuran

 lombokbokjournal.com —

JAMKESNEWS ;  Sudah lima tahun BPJS Kesehatan hadir untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Sudah banyak masyarakat yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang memanfaatkan pelayanan kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Seperti halnya dengan Agus Suparman (54) bersama dengan istri dan anaknya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2015. Dia menyampaikan bahwa selama ini membayar iuran rutin setiap bulan sebelum tanggal sepuluh sejumlah 153.000 rupiah.

“Saya dan keluarga berupaya untuk selalu membayar secara rutin setiap bulan dan tidak pernah menunggak, karena saya selalu berpikir apabila nunggak akan memberatkan iuran bulan berikutnya. Apalagi sakit tidak bisa ditebak kapan datangnya,” kata Agus saat ditemui tim Jamkesnews, Minggu (27/01).

Agus menyampaikan, istrinya pernah sakit dan harus rawat inap di rumah sakit. Waktu itu malam hari badannya panas, kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan diterima dengan baik.

“Waktu istri saya dibawa ke UGD langsung ditangani oleh sejumlah perawat dan dokter, dan hari itu juga mondok di kelas II sesuai dengan kelas yang saya pilih,” katanya.

Selama dirawat Agus merasakan semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun.

Hal ini disebabkan karena KIS milik Agus dan keluarga selalu aktif. Dia menyampaikan bahwa banyak kabar bahwa pelayanan selama rawat inap katanya dibeda-bedakan tetapi dia tidak menemui hal tersebut.

“Pada saat datang di UGD sampai dengan selesai rawat inap semuanya lancar, proses administrasi tidak berbelit-belit. Selama rawat inap seluruh dokter dan perawat melayani dengan ramah dan cepat, tidak betul kalau antara pasien JKN-KIS yang dijamin BPJS Kesehatan dan pasien umum dibeda-bedakan. Saya sendiri telah merasakan pelayanan tersebut,” tambahnya.

Untuk itu Agus menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS jangan menunggu sakit dan jangan lupa selalu rutin membayar iuran. Menurutnya, bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, segeralah mendaftar untuk menjadi peserta JKN-KIS.

“Karena dengan menjadi peserta JKN-KIS dapat membantu orang lain yang sedang sakit dan manfaatnya tidak terbatas. Selain itu, kalau sudah dapat layanan yang enak, ya jangan nunggak. Kasihan peserta lain yang membutuhkan. Manfaat JKN-KIS itu harus dirasakan bergantian secara adil,” tutup warga asal Kabupaten Magelang ini menutup pembicaraan.

ma/wt/jamkesnews

Narasumber : Agus Suparman

 

 




Mudah Dan Menguntungkan Daftar Melalui MOBILE JKN

Aplikasi Mobile JKN ini sangat bermanfaat dan memudahkan, dengan menggunakan aplikasi itu  tidak perlu mengantri di kantor BPJS Kesehatan tetapi cukup dengan aplikasi Mobile JKN dan setelah peserta melakukan pembayaran, kartu pun langsung dikirimkan ke rumahnya

Lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;  Marwah adalah peserta JKN-KIS yang terdaftar dalam segmen kepesertaan PBPU atau mandiri. Ia menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan, sehingga ia juga ingin mendaftarkan kedua orang tuanya sebagai peserta JKN-KIS.

Dituturkannya, suatu saat ia datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Kendari untuk mendaftarkan kedua orang tua menjadi peserta JKN.

“Sambil menunggu antrian, salah seorang pegawai BPJS Kesehatan memberikan sosialisasi aplikasi Mobile JKN, dan menyampaikan bahwa pendaftaran saat ini juga dapat dilakukan pada aplikasi tersebut,” tutur Marwah.

Setelah sosialisasi aplikasi Mobile JKN selesai, Marwah kemudian mengunduh dan memanfaatkan fitur pendaftaran pada aplikasi tersebut.

Dan setelah berhasil mendaftar lewat Mobile JKN, Marwah pun pulang dan tidak jadi mendaftar pada loket pelayanan Kantor BPJS Kesehatan.

“Pendaftaran untuk menjadi peserta JKN sekarang sudah sangat mudah, cukup mengunduh aplikasi Mobile JKN, semuanya bisa dilakukan dalam satu aplikasi,“ Kata Marwah.

Aplikasi Mobile JKN ini sangat bermanfaat dan memudahkan, dengan menggunakan aplikasi itu  tidak perlu mengantri di kantor BPJS Kesehatan tetapi cukup dengan aplikasi Mobile JKN dan setelah peserta melakukan pembayaran, kartu pun langsung dikirimkan ke rumahnya.

Marwah juga menambahkan, saat ini menjadi peserta JKN sudah sangat mudah, aplikasi Mobile JKN adalah solusinya.

Manfaat yang diperoleh saat menjadi peserta juga sangat banyak. Cukup dengan rutin bayar iuran tiap bulan, manfaat kepesertaan sudah dapat dirasakan di fasilitas kesehatan.

“Setelah melakukan pendaftaran pada bulan Agustus kemarin dan telah rutin bayar iuran, saat orang tua memeriksakan kesehatan di faskes, tidak ada biaya yang kami keluarkan dan pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan juga sangat baik, yang terpenting bagi kami adalah pelayanan yang diberikan itu lancar,” cerita Marwah.

Marwah berharap keluarga senantiasa diberi kesehatan, sehingga dengan rutin bayar iuran, dapat ikut bergotong royong membantu peserta JKN yang sakit.

Marwah juga berharap agar BPJS Kesehatan dapat terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga manfaat kepesertaan JKN-KIS dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS.

In/jamkesnews

Narasumber : MARWAH, Peserta Segmen PBPU