Cari Berkah, IHGMA Lombok Bagi 1.500  Takjil di Bulan Yang Penuh Berkah

Sebanyak 30 orang General Manager (GM) hotel terlibat dalam kegiatan bagi-bagi

MATARAM.lombokjournal.com —  Momentum bulan suci Ramadan penuh berkah menjadi saat yang tepat untuk bersilaturahmi serta menggelar bhakti sosial.

Tidak ketinggalan para pelaku industri pariwisata Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), membagikan sebanyak 1.500 takjil gratis kepada pengendara motor maupun mobil yang melintasi ruas Jalan Catur Warga, Kota Mataram tepatnya di Barat hotel Aston Inn Mataram.

“Takjiil on The Road ini merupakan dampak peduli kami IHGMA kepada sesama untuk turut berbagi, terutama dalam rangka dibulan Ramadan, yaitu dengan cara berbagi takjil di jalan karena mereka kami rasa berhak sebab mereka adalah musafir,”, kata Yoshie Sukendar Anwar, Ketua Komisi Corporate Social Responsibility (CSR) IHGMA di Mataram, Senin (04/06).

Menurut Yoshie, mereka yang sedang berpergian di bulan Ramadan, dengan  maksud bekerja cari nafkah, atau benar-benar sedang melakukan perjalanan jauh yang membutuhkan takjil ini untuk berbuka puasa.

“Tujuannya untuk memudahkan para pengendara agar bisa berbuka puasa saat masih di jalan,” ucapnya.

Yoshie menuturkan, meskipun image atau  latar belakang profesi sebagai GM hotel yang sibuk hanya di hotel, tapi ternyata para GM hotel tersebut mampu memperlihatkan sisi kepeduliannya kepada sesama dengan turun ke jalan dalam kegiatan ini.

“Buktinya ada kurang lebih  30 orang General Manager (GM) hotel terlibat terlihat dalam kegiatan ini, dan  kami juga mencoba menggugah beberapa organisasi insan pariwisata lainnya atau organisasi profesi lainnya untuk bisa turut serta  turun kejalan dengan  kegiatan yg serupa,” paparnya.

Dengan kegiatan ini, sambung Yoshie,  diharapkan semua pelaku industri  pariwisata di Lombok, tidak hanya peduli dengan parwisata, tapi juga turut peduli dengan sesama.

“Dengan begitu kami selalu terasa dekat dengan masyarakat yang mungkin mereka tidak menyangka kalau kami juga siap menyapa mereka, bertemu mereka di jalan, juga untuk berbagi,”  tuturnya.

AYA




Mudik Lebaran, Peserta JKN-KIS Dihimbau selalu Bawa Kartu BPJS Kesehatan

Selama libur lebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan  pusat  care center 1500-400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari libur

MMATARAM.lombokjournal.com — Para peserta JKN-KIS yang sedang mudik lebaran, dihimbau untuk selalu membawa Kartu BPJS-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram,  Muhammad Ali menjelaskan, penting diketahui pelayanan kesehatan hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS  dengab status kepesertaan aktif.  Karena itu, para peserta harus memastikan telah membayar iuran dan disiplin  membayar iuran.

Muhammad Aii mengatan itu, terkait program BPJS Kesehatan mengenai  persiapan  mudik nyaman bersama BPJS Kesehatan di Mataram, Senin (04/06).

Dalam keterangan pada media itu dihadiri oleh Kabid Yankes Dikes Kesehatan NTB, Rohmi Khoiriyati, Wadir Diklat RSUP NTB, Dr Agus Pracoyo.

“Agar status kepesertaannya selalu aktif, untuk mengecek iuran peserta dapat dilakukan melalui  aplikasi Mobile  JKN. Dalam Mobile JKN,  peserta  dapat melihat daftar fasilitas kesehatan yang tetdekat yang bisa dikunjungi  membutuhkan pelayanan kesehatan,” jelasnya

Untuk memastikan kelancaran peserta dalam memperoleh  pelayanan kesehatan yang diperlukan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis  di Google Play Store untuk perangkat Android.

Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor kesehatan BPJS Kesehatan dan fasilitas  Kesehatan mitra BPJS,tanya jawab BPJS kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-tempat yang penting, dan media sosial  BPJS Kesehatan.

Selama libur lebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan  pusat  care center 1500-400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari libur.

Peserta  dapat  memperoleh informasi  mulai dari melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayajan admimistrasi peserta JKN KIS  (mutasi dan aktivitas), pendaftaran peserta JKN-KIS,  pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBI APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.

Kantor Cabang BPJS  Kesehatan tertentu juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018 dari 08.00.12.00 wita.

Sementara itu, BPJS Kesehatan juga membuka posko Mudik di 8 (delapan) titik padat pemudik yaitu  Terminal Pulo Gebang Jakarta, Rest Area I KM 57 Cikampek, Stasiun Yogyakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta. Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Gilimanuk Bali, dan Merak Banten

Posko Mudik BPJS Kesehatan yang digelar pada 9-14 Juni 2018  tersebut menyediakan pelayanan kesehatan, obat obatan, fasilitas relaksasi, hingga pemberian  program informasi program jaminan kesehatan kepada para pemudik.

AYA




Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan

Peserta yang berada di luar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan  di Fasilitas Tingkat Pertama (FKTP), meskipun peserta  tidak terdaftar  di FKTP di wilayah tersebut

MATARAM.lombokjournal.com —  Peserta JKN  KIS tetap berhak untuk atas jaminan pelayanan kesehatan selama  hari libur Idul Fitri.  Dengan prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekena sama dengan BPJS Kesehatan, tentu bagi peserta JKN KIS yang menjalani mudik.

Karena itu, peserta Jaminan Kesehain Nasional – Kartu Indonesia  Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir saat libur lebaran tahun 2018, tepatnya, sejak  H-8 sampai H+8  atau 7.23 Juni 2018,

Bila peserta membutuhkan  pelayanan kesehatan pada Fasiltas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)  yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, akan dilayani walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad Ali menjelaskan primsip portabilitas pada Program JKN-KIS, yang dapat dirasakan saat-saat mudik lebaran, sesuai dengan peraturan perundangan dan yang selama ini sudah berjalan.

Peserta yang berada di luar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan  di Fasilitas Tingkat Pertama (FKTP), meskipun peserta  tidak terdafrar  di FKTP tersebut.

“Hal tersebut juga telah menjadi bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan Faskes, dan faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan,” kata Muhammad Ali  dalam konferensi pers bertema Mudik Nyaman Bersama BRUS Kesehatan, Senin (04/06) di Mataram.

Dalam keterangan pada media itu dihadiri oleh Kabid Yankes Dikes Kesehatan NTB, Rohmi Khoiriyati, Wadir Diklat RSUP NTB, Dr Agus Pracoyo.

Muhammad Ali menambahkan, kewajiban melayani peserta luar wilayah  saat libur lebaran juga berlaku bagi FKTP non puskesmas (Klinik Pratama dan Dokter Praktek Perorangan), yang membuka praktek  pelayanan kesehatan.

Bila tidak terdapat  FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran  di wilayah tersebut,  atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP,  maka peperta dapat dilayani di IGD rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis besar.

Dijelaskan Muhammad Ali, pada keadaan kegawatdaruratan seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan, wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peaerta JKN-KIS, selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Maka akan dijamin dan dilayani serta fasilitas  kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya dari peserta, ” himbau Muhammad Ali.

AYA




Inflasi NTB Bulan Mei 2018

Inflasi Nusa Tenggara Barat bulan Mei 2018 sebesar 0,28 persen terjadi karena adanya penurunan harga

MATARAM.lombokjournal.com — Bulan Mei 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami deflasi sebesar 0,28 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,21 pada bulan April 2018 menjadi 130,84 pada bulan Mei 2018.

Badan Pusat statistik ( BPS ) NTB merillis itu pada media di Mataram, Senin (04/06).

“Angka deflasi ini berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,21 persen,” ujar Kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Senin.

Endang menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,38 persen.

Inflasi Nusa Tenggara Barat bulan Mei 2018 sebesar 0,28 persen terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,21 persen dan Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,46 persen.

Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,29 persen.

“Kelompok Sandang sebesar 0,23 persen Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,11 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,07 persen dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,02 persen,” ujarnya.

Sementara itu, laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Mei 2018 sebesar 0,74 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Mei 2017 sebesar 1,60 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Mei 2018 sebesar 2,82 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Mei 2017 sebesar 3,89 persen.

AYA




BPS NTB, Penumpang Datang dan Pergi Dengan Angkutan Laut Turun

Penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan April 2018 naik sebesar 2,50 persen dari bulan Maret 2018

MATARAM.lombokjournal.co — Badan Pusat statistik (BPS) NTB merislis, jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan angkutan laut pada bulan April 2018 turun dibandingkan bulan Maret 2018, masing-masing sebesar 34,08 persen dan 58,33 persen. \

Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih menjelaskan pada media jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan angkutan laut, Senin (0 4/06) di Mataram.

Menurut Endang, jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan April 2018 turun 15,12 persen dari bulan Maret 2018. Adapun barang yang dimuat naik tajam sebesar 327,59 persen.

Diungkapkannya, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan April 2018 sebanyak 172.911 orang, naik sebesar 2,50 persen dari bulan Maret 2018.

“Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional juga naik sebesar 14,04 persen menjadi sebanyak 16.708 orang,” terangnya

Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan April 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 165.710 orang, meningkat sebesar 5,57 persen dibandingkan bulan Maret 2018.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga meningkat sebesar 5,89 persen dari 13.152 orang menjadi 13.926 orang.

“Jumlah barang yang dibongkar pada bulan April 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 675.677 Kg, menurun sebesar 1,15 persen dari bulan Maret 2018. Sedangkan barang yang dimuat pada bulan April 2018 meningkat sebesar 9,23 persen dari bulan  sebelumnya,” pungkasnya.

AYA

 

 

 




Rohmi Ingin Ada Kampung Bahasa Asing

Bagaimana di kampung tersebut, dari mulai anak kecil, pedagang, pegawai, sampai petani percakapannya dengan bahasa Inggris

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Bahasa asing masih menjadi kendala utama masyarakat NTB. Padahal, penguasaan bahasa asing penting menopang pariwisata NTB yang menggeliat.

Cawagub NTB nomor 3, Hj Sitti Rohmi Djalilah ingin tiap kabupaten/kota di NTB memiliki kampung bahasa asing.

“Jadi konsepnya bukan seperti kursus. Pola pengembangan bahasa asing dengan membuat komunitas,” katanya, Senin (04/06).

Rohmi menjelaskan, komunitas ini yang kemudian membuat semacam kampung bahasa asing. Percakapan sehari-hari memakai Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan bahasa asing lainnya.

“Karena menjadi kebutuhan komunikasi sehari-hari, maka kampung bahasa asing ini akan cepat berkembang,” sambungnya.

Pola kampung bahasa asing ini, sambung Rohmi, seperti yang dikembangkan kampung Inggris, di Pare, Jawa Timur. Bagaimana di kampung tersebut, dari mulai anak kecil, pedagang, pegawai, sampai petani percakapannya dengan bahasa Inggris.

“Beda kalau kita menggunakan model kursus. Tanpa diaplikasikan, susah berkembang,” imbuhnya.

Rektor Universitas Hamzanwadi ini menyebut, akan membentuk kampung bahasa asing di masing-masing kabupaten/kota. Bagi masyarakat NTB yang ingin memperdalam bahasa, cukup tinggal disana beberapa waktu, akan cepat menguasai bahasa asing.

“Kita ini kurang mau belajar bahasa asing, karena belum menganggap sebagai kebutuhan,” ucap kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini.

Lebih jauh, Rohmi membeberkan, hadirnya kampung bahasa asing akan menyokong SDM warga NTB. Pasalnya, NTB saat ini menjadi destinasi wisata unggulan nasional. Jumlah wisatawan asing yang datang kian banyak.

“Tidak mungkin bisa memberi pelayanan yang baik bagi orang asing, sementara bahasa mereka kita tidak tahu,” terangnya.

Adanya kampung bahasa asing ini, tambah Rohmi, juga bisa dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa memperdalam pengetahuan mengenai bahasa asing. Jika selama ini hanya mendapat teori di kelas, begitu masuk kampung bahasa asing bisa langsung praktik

“Tentu hadirnya kampung bahasa asing tidak bisa seperti sulapan. Kita harus susun instrumennya, di awal satu daerah bisa jadi pilot project,” ucapnya.

Rohmi yakin warga NTB memiliki SDM yang baik asalkan diarahkan. Adanya kampung bahasa asing akan membuat kendala bahasa asing terpecahkan. Dengan begitu, ketika masuk ke berbagai sektor pekerjaan tidak lagi terganggu dengan bahasa asing.

“Ya, intinya buat kami (Zul-Rohmi) SDM menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Me  (*)




BPJS Kesehatan Ikut Ramaikan Bazar Murah

BPJS Kesehatan di bazar tersebut memberikan seluruh informasi terkait Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

MATARAM.lombokjournal.com — BPJS Kesehatan ikut ambil bagian dalam kegiatan bazar murah Forum Komunikasi Lembaga Jaminan Keuangan Daerah (FK-LJKD) NTB, di Lapangan Banjar Kelurahan Banjar, Sabtu (02/06).

Dalam kegiatan bazar tersebut, BPJS Kesehatan menggelar sosialisasi terkait program dan pengenalan produk BPJS Kesehatan pada masyarakat Keluarahan Banjar.

“Kita ingin memperkenalkan produk BPJS Kesehatan,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Muhammad Ali

Ia menuturkan, pihaknya memperkenal produk BPJS Kesehatan melalui beberapa media. Mulai dari selebaran hingga booklet. Selain itu, stan BPJS Kesehatan di bazar tersebut memberikan seluruh informasi terkait Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Masyarakat yang datang juga diperkenalkan dengan aplikasi mobile JKN.

“Kita juga sekaligus menerima pembayaran iuran bagi peserta mandiri,” sambungnya.
Ia melanjutkan, aplikasi JKN KIS ini sangat mempermudah masyarakat baik yang sudah menjadi peserta JKN-KIS maupun yang belum terdaftar.

Dalam aplikasi Mobile JKN terdapat berbagai macam kemudahan bagi peserta.

Di antaranya kemudahan membayar dan mengubah data peserta, dan kemudahan mengetahui informasi data peserta dan keluarga. Selanjutnya kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran, kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, kemudahan menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS.

“Ini yang kita perkenalkan pada masyarakat di sini,” pungkasnya.

Pengguna Mobile JKN juga dapat mengecek lokasi jaringan fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan. Selain itu juga mengetahui lokasi kantor BPJS Kesehatan yang berbasis GPS.

Masyarakat yang akan mendaftarkan diri dan anggota keluarganya juga tidak perlu repot lagi untuk ke kantor BPJS Kesehatan, cukup mengunduh aplikasi ini sudah bisa melakukan pendaftaran Program JKN-KIS.

Ali menambahkan, keikutsertaan BPJS Kesehatan dalam bazar tersebut dinilai sangat penting. Sebab BPJS Kesehatan bisa melakukan kontak langsung dengan masyarakat. Terutama masyarakat yang belum masuk terdaftar sebagai pemegang kartu JKN-KIS.

Dalam kegiatan bazar tersebut seluruh anggota FLJK juga memperkenalkan produk dari masing-masing lembaga.

“Kami pun menginformasikan kembali mengenai manfaat JKN KIS bagi masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan di bazar tersebut juga menjadi bagian BPJS Kesehatan mengejar Universal Health Coverage (UHC). Khususnya di area kerja BPJS Kesehatan cabang Mataram. Yakni Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

Sementara Kabupaten Lombok Utara sudah mencapai UHC dan menyabet UHC Award dari Presiden Joko Widodo dan Mendagri belum lama ini.

“Mungkin saja ada warga yang belum paham tentang JKN KIS bisa dapat informasi dari sini,” tandasnya.

AYA




Gagasan Cemerlang Zul-Rohmi Untuk Kesetaraan Gender di Era Milineal

Zul-Rohmi akan memberikan kesempatan yang luas bagi para perempuan untuk mengisi jabatan strategis di Pemprov NTB

lombokjournal.com —

Lombok Timur  – Pasangan Cagub dan Cawagub NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menilai kesetaraan gender di era Milineal harus dilaksanakan dalam pembangunan NTB ke depan.

Pada jajaran birokrasi Pemprov NTB, pasangan Zul-Rohmi akan mendorong porsi perempuan dalam jabatan untuk memenuhi porsi yang tepat.

“Kaum perempuan juga harus diberi keleluasaan yang besar untuk turut berkontribusi membangun daerah ini di segala bidang,” kata Cawagub, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (SRD).

Menurutnya, Zul-Rohmi akan memberikan kesempatan yang luas bagi para perempuan untuk mengisi jabatan strategis di Pemprov NTB jika kelak Zul-Rohmi terpilih sebagai pemimpin NTB.

“Jika para perempuan punya kompetensi untuk itu, tentu mereka juga bisa mengisi formasi  jabatan-jabatan penting. Jadi tidak ada lagi yang

mengatakan atau merendahkan perempouan di bawah laki-laki. Tapi semua akan dilihat berdasarkan kompetensinya,” kata Sitti Rohmi, Minggu 3/6/2018  di Lombok Timur .

Hal yang sama juga pernah ditekankan SRD, saat menjawab pertanyaan pakar tentang kesetaraan gender yang proporsional, dalam debat terbuka kandidat calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB 2018, yang digelar KPU Provinsi NTB beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika dipercaya memimpin NTB maka Zul Rohmi akan menempatkan perempuan pada porsi yang pas.

“Kami berikan keleluasaan yang sangat besar bagi para perempuan untuk mengekspresikan kompetensinya dan mengaktualisasikan dirinya,” kata SRD.

SRD mengatakan, jika bicara tentang kesetaran gender, maka harus diingat bahwa perempuan adalah Madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Dengan demikian, peran perempuan sangat besar dalam pembangunan.

Selain akan memberikan porsi yang tepat dan keleluasaan yang besar bagi para perempuan untuk mengekspresikan kompetensinya di segala bidang pembangunan, pasangan Zul-Rohmi juga akan meningkatkan  pemberdayaan perempuan di NTB.

“Beberapa caranya melalui bantuan modal (usaha), pelatihan, pembinaan dan pendampingan. Sehingga ke depan perempuan NTB akan menjadi makin religius, mandiri, dan berkualitas,” tegas SRD.

Pasangan Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) merupakan pasangan Cagub dan Cawagub NTB dengan nomor urut 3, yang maju dalam kontestasi Pilkada NTB ini diusung Partai Demokrat dan PKS.

Zulkieflimansyah sebelumnya menjabat anggota DPR RI. Pria akrab disapa Doktor Zul ini juga merupakan pendiri Universitas Teknik Sumbawa (UTS) di pulau Sumbawa.

Sementara, Sitti Rohmi Djalilah (SRD) merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur dan menjabat Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur.

Satu-satunya calon yang mewakili perempuan ini, juga merupakan kakak kandung Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), sekaligus cucu dari Pahlawan Nasional pendiri organisasi Nahdlathul Wathan (NW), Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

Maju dalam kontestasi Pilgub NTB tahun ini, pasangan Zul-Rohmi mengangkat jargon lanjutkan ikhtiar TGB untuk NTB yang Gemilang.

Me (*)

 

 

 

 

 




Tingkatkan Kualitas SDM, Fiddin Siapkan Program Gema Ampuh

Program jaring pengaman  GEMA AMPUH ini anggarannya dirancang bersumber melalui pembiayaan “Three Partied”, yaitu  penyediaan anggaran melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,  dana CSR perusahaan swasta dan Partisipasi wali murid

lombokjournal.com —

SELONG, LOMBOK TIMur :  Kabupaten Lombok Timur kaya potensi alam, wisata, kelautan, pertanian maupun perkebunan. Namun, selama ini sumber daya alam dan hayati tersebut belum dikelola secara maksimal untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Calon Bupati Lombok Timur No 4,  HM. Syamsul Luthfi bertekad  meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga  Lombok Timur .  Ke depan, Pemda Lotim mampu mengelola dan memanfaatkan  kekayaan alam untuk kemaslahatan dan kemajuan daerah dengan SDM warga Lotim yang terampil di berbagai bidang kehidupan .

“Sebenarnya Lombok Timur ini daerah yang kaya akan potensi. Hanya saja, kita masih belum bisa memaksimalkan potensi itu dengan baik untuk kemajuan daerah karena keterbatasan SDM. Untuk itu, peningkatan kualitas SDM akan kita lakukan,” kata Syamsul Luthfi kepada awak media di sela-sela kampanye dialogis, Minggu (03/06).

Menurut Luthfi,  banyak cara untuk meningkatkan SDM yang akan dilakukan pasangan Fiddin.  Salah satunya adalah menggulirkan Renstra Fiddin bidang pendidikan, yakni  Program GEMA AMPUH (Gerakan Masyarakat Antisipasi Murid Putus Sekolah).

Lebih jauh Luthfi menjelaskan  program jaring pengaman  GEMA AMPUH ini anggarannya dirancang bersumber melalui pembiayaan “Three Partied”, yaitu  penyediaan anggaran melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,  dana CSR perusahaan swasta dan Partisipasi wali murid.

“Ada semacam cross subsidi antara murid yang mampu dan yang tidak mampu,” jelas Luthfi.

Program ini, lanjut Luthfi  didesign untuk  meningkatkan kualitas dan kapasitas  tenaga pengajar agar dapat memberikan pendidikan yang baik kepada pelajar.

“Pelan-pelan, metode ini nanti akan dilaksanakan pada SMA Negeri dan Swasta. Siswa/siswi akan dididik untuk menjadi calon-calon pemimpin agar dapat mengabdikan dirinya untuk daerah dan rakyat Lombok Timur,” ungkapnya .

Cabup Lombok Timur nomor 4  ini  menyadari ,  seiring dengan kemajuan jaman, maka  kehidupan akan terus berputar. Karena hal itu, Pemerintah Daerah harus menyiapkan generasi penerus untuk masa depan.

“Dunia ini kan berputar. Kalau tidak kita siapkan saat ini, mau bagaimana nasib Lombok Timur kedepan?” kata kakak dari Dr. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal TGB itu.

Bidang pendidikan, ungkap Luthfi, akan menjadi prioritas pembangunan di Lombok Timur ke depan. Masyarakat sebagai motor pembangunan harus mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas akan taraf kehidupan rakyat semakin baik dimasa yang akan datang.

“Kalau kita punya potensi tapi orang lain yang menggarapnya buat apa? Rakyat akan semakin sengsara,” tutup Luthfi.

Me (*)




Dr Zul Jadi Khotib Jumat di Masjid Raya Bima

Menjadi khotib atau berdakwah bukan hanya kewajiban para ulama dan muballigh, karena dakwah adalah kewajiban asetiap individu muslim dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing

lombokjournal.com —

KOTA BIMA :   Kunjungan  Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc di Kota Bima dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat.

Doktor Zul—sapaan akrab calon bernomor urut 3 ini yang melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Raya Bima, Jum’at (01/06), disambut masyarakat begitu hangat dan meriah. Bahkan jamaah setempat meminta Doktor Zul menjadi khotib.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah terbiasa menjadi khotib ini langsung bersedia. Dalam khutbahnya, Doktor Zul yang mengenakan baju koko putih tersebut menekankan pentingnya memaknai kata “Taqwa” sebagai muara akhir dari ibadah puasa.

Menurutnya, taqwa adalah kesadaran dan perasaan dekat dengan Allah SWT. “Ramadhan adalah instrumen luar bisa agar kita dekat dan cinta kepada Allah SWT,” kata Doktor Zul.

Dicegat usai sholat Jumat, tokoh kelahiran Sumbawa Besar tanggal 18 Mei 1972 ini, mengatakan bahwa menjadi khatib baginya bukan hal yang baru. Sejak menjadi mahasiswa sudah biasa dan rutin menjadi khotib di Universitas Indonesia (UI).

Bahkan pernah menjadi Imam di Masjid Arif Rahman Hakim UI Salemba Jakarta Pusat. Ketika kuliah di luar negeri pun juga sering tampil menjadi khotib dan imam sholat Jumat maupun sholat-sholat fardu berjamaah.

Menjadi khotib atau pendakwah bukan hal yang luar biasa, itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan menjadi khotib secara tidak langsung telah menyebarkan kebaikan dan sarana untuk menyampaikan kebenaran dari ayat-ayat Allah maupun anjuran Rasulullah yang harus diikuti oleh umatnya.

Menjadi khotib atau berdakwah sambung Doktor Zul, bukan hanya kewajiban para ulama dan muballigh. Karena dakwah adalah kewajiban atas setiap individu muslim dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

“Tugas dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Setiap pribadi muslim yang telah baligh dan berakal, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban untuk mengemban tugas dakwah. Berdakwah adalah tugas mulia dalam pandangan Allah, sehingga dengan dakwah atau menjadi seorang khatib Allah menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baik umat) kepada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam,” ujarnya.

Usai Sholat Jumat, figur enerjik ini kembali melakukan rutinitasnya menyapa masyarakat dan bersilaturahim dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah komunitas.

Doktor Zul berkesempatan bersama Walikota Bima, H. Qurais H Abidin dan Sekda Bima di Masjid Terapung, serta menemui dua mantan Sekda Kota Bima, Usman AK dan Roem.

Selanjutnya Dr Zul bersilaturahim dengan Forum Kerukunan Ummat Beragama Kota Bima, lalu Ketua Majelis Ulama Kota Bima. Setelah itu Pimpinan Pondok Pesantren Al Husaeny Kota Bima.

Doktor Zul juga tidak melewati waktu untuk menemui para pengusaha di Bumi Maja Labo Dahu ini. Seperti Abah Najid pemilik PO Jawa Baru, dan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Kepada para tokoh-tokoh yang ditemui ini, Dr. Zul menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungannya.

Me (*)