Survey OMI Memenangkan Zul-Rohmi Cermin Harapan Rakyat NTB

Orang kemudian mengasosiasikan pemimpin atau pengganti TGB itu harus lebih baik atau minimal sama dengan TGB

Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :   Hasil survey terbaru Olat Maras Institute (OMI) yang menempatkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) disambut sukacita masyarakat NTB terutama para pendukungnya.

Zul-Rohmi menempati posisi teratas yakni 28 persen, unggul dari Suhaili Amin 21,6 persen, Ahyar Mori 17,7 persen, dan Ali Sakti 12,6 persen, serta tidak menjawab 20,1 persen.

Hasil survey ini memenuhi harapan mereka dalam mencari pemimpin ideal dan sepadan, pengganti TGB (Tuan Guu Bajang) M. Zainul Majdi MA—Gubernur NTB dua periode.

Tokoh Masyarakat Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si yang ditemui , Selasa (12/06) mengatakan, hasil survey OMI yang dilakukan 3—12 Juni 2018 ini, mencerminkan harapan atau selera masyarakat terhadap pemimpin NTB.

Sebab masyarakat NTB menginginkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan daya saing yang tinggi baik secara nasional maupun internasional, karena mereka sudah merasakan kepemimpinan TGB.

Menurut Sambirang—akrab mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa disapa, great NTB relatif terus meningkat. Orang kemudian mengasosiasikan pemimpin atau pengganti TGB itu harus lebih baik atau minimal sama dengan TGB.

Dan ini ada pada diri Doktor Zulkiflimansyah—Calon Gubernur nomor urut 3 yang diusung PKS dan Demokrat.

“Jadi ada semacam harapan masyarakat bahwa NTB ini harus dipimpin orang yang berkapasitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Menurut saya survey itu mencerminkan itu terutama bagi orang Sumbawa bahwa ini adalah momentum.Sebagaimana kata orang “momentum itu adalah sahabat terbaik seorang pemimpin,” ulasnya.

Pilgub NTB ini, ungkap Sambirang, merupakan momentum bagi Doktor Zul yang memiliki kapasitas besar yang diketahui dan disadari rakyat NTB khususnya Kabupaten Sumbawa untuk menjadi pemimpin di NTB.

Dengan menjadi pemimpin NTB, Doktor Zul diharapkan bisa membawa NTB ini lebih cepat berkembang melalui kekuatan networking (jaringan), kapasitas pribadi dan ide-ide yang dikemukakan Zul-Rohmi saat debat kandidat yang disiarkan langsung TV One.

“Saat debat, paparan Zul-Rohmi jauh lebih kongkrit dan simple, bisa dipahami dengan baik oleh public bagaimana membawa NTB ke depan, dengan membangun industri pengolahan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui lembaga-lembaga pendidikan. Saya kira ini jauh lebih kongkrit dan mengena dalam upaya meningkatkan daya saing NTB,” pungkasnya.

Me (*)




Tujuh Indikator Kemenangan Zul-Rohmi Di Bima!

Salah satu indikator adalah kerinduan masyarakat Bima khususnya dan Pulau Sumbawa pada umumnya pada kepemimpinan Putra Pulau Sumbawa, tidak dapat dibendung lagi

Zul bersama Tim Pemenangan di Bima

lombokjournal.com —

BIMA  ;  Optimisme kemenangan Paslon Gubernur-Wakil Gubernur NTB nomor 3, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) muncul dari berbagai kalangan. Setidaknya ada tujuh indikator yang menguatkan kemenangan Zul-Rohmi di Kota-Kab. Bima.

Alasan pertama,  Dr. H. Zulkieflimansyah sangat aktif blusukan di Kota-Kab. Bima. Telah bertemu langsung dengan puluhan ribu Warga.

Hampir semua kelurahan di Kota Bima, dan seluruh kecamatan di Kabupaten Bima, telah di kunjungi Dr. Zul.  Bahkan menginap di rumah-rumah warga.

Menurut Dewan Pembina Tim Pemenangan Zul-Rohmi Daerah Kota-Kab. Bima,  Ir.  HM. Rum,  masyarakat Bima sangat berbudaya, dan mengapresiasi silaturrahim.

“Dr H. Zulkieflimansyah telah berhasil mengetuk langsung, bukan lagi pintu rumah warga Bima.  Tapi lebih dari itu,  dengan sosoknya yang tawadhu’,  sederhana,  santun,  dan cerdas, Dr. Zul telah berhasil mengetuk hati dan sanubari masyarakat Bima,” ujar mantan Sekda Kota Bima ini.

Alasan kedua, dukungan totalitas dari Walikota Bima, HM. Qurais H abidin (HMQ),  yang merupakan Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kota Bima. Kemenangan dua periode Walikota Bima, dan berbagai capaian pembangunan dan penghargaan nasional,  menunjukkan kuatnya pengaruh HMQ di Kota Bima.

“Bukan hanya di Kota Bima,  HMQ juga memiliki pengaruh besar di Kabupaten  Bima. Karena beliau asli Kecamatan Belo, dan trah KAE (Palibelo,  Belo,  Woha, Monta) selalu terjaga komunikasinya dengan HMQ. Banyak bantuan HMQ pada keluarga besarnya di Kab Bima.  Jauh sebelum beliau menjabat Walikota Bima,” ujar Drs. H Tajuddin Umar, tokoh kharismatik Sape-Lambu, yang juga mantan Sekda Kota Bima ini.

Alasan ketiga, diungkapkan oleh Ketua Pemuda NW, Agus Salim,  S. Pd.I. Menurutnya, TGB Effeck juga menjadi pendongkrak kekuatan Zul-Rohmi.

“Bagaimanapun loyalis Gubernur TGB yang  saat ini masih menjabat, juga mendongkrak suara Zul-Rohmi di Bima. Terutama dari kalangan pejabat provinsi dan kaum religius. Terlebih Calon Wakil Gubernur,  Dr. Sitti Rohmi Djalilah adalah kakak kandung Gubernur TGB,” ujar Agus Salim.

Sementara Ketua Relawan The Man Gemilang, Gufran, SE. mengungkapkan massifnya gerakan team Relawan dengan multi gerbong di bawah koordinasi Hadi Santoso,  ST, MM, menjadi alasan keempat penentu kemenangan Zul-Rohmi.

“Zul-Rohmi seolah menjadi magnet, bagi berbagai gerbong Relawan dari kalangan aktivis/organisatoris serta para tokoh dari berbagai back ground, yang memiliki basis massa riil. Sampai saat ini sudah terdaftar 32 gerbong relawan. Dengan total relawan lebih dari 10.000. Belum termasuk simpatisan, ” tegas mantan Ketua Umum HMI Cabang Bima ini

Alasan kelima, kerinduan masyarakat Bima khususnya,  dan Pulau Sumbawa pada umumnya, pada kepemimpinan Putra Pulau Sumbawa, tidak dapat dibendung lagi.

Ini bukan sekedar sentimen emosional. Tapi lebih dari itu, kehadiran Paslon Zul-Rohmi yang mewakili dua figur dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok,  menguatkan citra bahwa NTB adalah Provinsi yang terbuka.

“Menunjukkan kebesaran hati Masyarakat NTB bahwa siapapun dia,  jika layak memimpin, tak peduli berasal dari wilayah manapun, masyarakat NTB tetap menerima dengan lapang dada,” ujar Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima,  Imam Suhadi,  SH.

Dua mesin Partai Koalisi yang solid merupakan faktor keenam kuatnya Paslon Zul-Rohmi di Bima. Militansi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, sudah sangat teruji.

“Militansi dua partai koalisi pendukung Zul-Rohmi, membuat gerakan Partai Koalisi menjadi sangat lincah dan massif bergerak menentukan kemenangan Zul-Rohmi,” tandas Imam Suhadi

Faktor ketujuh, bukti kenaikan hasil survey dari berbagai lembaga independen. Terjadi kenaikan signifikan Paslon Zul-Rohmi hari demi hari. Dan selalu menempatkan Paslon Zul-Rohmi di peringkat teratas/pertama.

“Bahkan, menarik untuk disimak,  hasil survey oleh pihak kompetitor atau Paslon lain. Di awal-awal dulu, menempatkan posisi Zul-Rohmi di posisi buntut. Sekarang Zul-Rohmi ditempatkan pada urutan kedua. Itu bukti nyata kuatnya dukungan Zul-Rohmi. Tentu saja, survey pesanan Paslon lain tidak mungkin menempatkan Zul-Rohmi di posisi teratas,” pungkas Imam Suhadi.

Me (*)




Survey OMI, Zul-Rohmi Pemenang, Disusul Suhaili-Amin, Ahyar-Mori dan Ali -sakti

Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang

lombokjournal.com —

Direktur OMI, Miftahul Arzak

SUMBAWA BESAR :   Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menempati posisi tertinggi dari pasangan calon lainnya dengan raihan 28 persen suara.

Hal ini terungkap dari hasil survey Olat Maras Institute (OMI) yang dilakukan dalam rentang waktu dari 3 Juni sampai 12 Juni 2018.

Menguntit di belakangnya, pasangan calon H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir SH—Muh. Amin SH M.Si (Suhaili—Amin) 21,6 persen, H. Ahyar Abduh—H. Mori Hanafi (Ahyar—Mori) 17,7 persen dan H. Moch. Ali Bin Dachlan—TGH Lalu Gede Sakti MA (Ali—Sakti) memperoleh 12,6 persen, serta tidak menjawab 20,1 persen.

Menurut Direktur OMI, Miftahul Arzak,  Selasa (12/6), survey ini menggunakan metodologi Multistage Random Sampling, dengan Margin of Error 2,6 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen dengan responden 1.200 yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB.

Survey yang dilakukan saat ini, ungkap Miftah, berbeda dengan survey pertama yang dilakukan pada Februari 2018 lalu. Survey yang dimunculkan saat itu adalah pertanyaan “jika pilkada dilaksanakan hari ini”. Jawaban yang dihasilkan adalah suara yang pasti dan suara yang belum menentukan sikap.

Terungkap ada 35 persen suara yang belum menentukan sikap atau belum memberikan jawaban. Tingginya persentase ini karena masih banyak masyarakat yang akan mencoblos belum mengetahui dan akan memilih siapa.

Ini disebabkan berbagai faktor di antaranya jajaran KPU yang belum menyebar ke seluruh pelosok untuk melakukan sosialisasi, terutama pelosok desa, kaki gunung dan lainnya. Kemudian tidak adanya calon yang menyambangi mereka.

Karena itu, untuk metode survey kedua yang dilakukan OMI, ungkap Miftah, adalah pendalaman terhadap suara (35 persen) yang belum menentukan sikap, dengan cara melakukan wawancara ulang, wawancara surveyor, dan analisis lokasi.

Hasilnya yang belum menentukan sikap tersisa 14,9 persen karena 20,1 persen sudah menyebar ke beberapa calon.

Dan dari keseluruhan survey, Zul-Rohmi unggul dari calon lainnya dengan perolehan 28 persen. Sebab dari survey yang dilakukan, calon yang massif bergerak dan selalu diliput media massa hanya Doktor Zul.

Sebab 35 persen suara yang belum menentukan sikap ini hanya bisa dikejar dan diraih oleh calon yang bergerak massif. Ada beberapa daerah yang dilokalisir OMI yang masyarakat menyatakan akan memilih calon yang mendatangi mereka.

Bahkan ada salah satu kabupaten yang bupatinya mendukung Paslon tertentu yang tidak direspon masyarakat. Sebab yang mereka inginkan bukan timses melainkan calon sendiri yang datang menemui mereka.

“Ini baru Doktor Zul yang bisa melakukannya dengan mendatangi langsung masyarakat, sehingga tidak heran suaranya lebih unggul dari calon-calon lainnya,” tandas Miftah.

Keunggulan lain yang diraih Zul-Rohmi sebagaimana hasil survey OMI yang juga bekerjasama dengan beberapa lembaga survey lainnya, sebut Miftah, karena ada tiga hal. Pertama, mampu memimpin. Kedua, ketokohan yakni didukung para ulama, tuan guru dan lain-lain. Ketiga, faktor keluarga.

Dari ketiga hal ini, semuanya ada pada Doktor Zul (Zul-Rohmi).

Memang diakui Miftah, Ali BD, Suhaili dan Ahyar berpengalaman menjadi pemimpin karena pernah menjadi Bupati atau walikota. Namun sayangnya tidak ada yang menyebarkan informasi mengenai pengalaman itu ke bawah.

Berbeda dengan Doktor Zul, berbagai pengalaman yang dimilikinya disampaikan langsung dan didengar masyarakat karena kerap turun ke bawah melakukan blusukan.

Untuk ketokohan, Doktor Zul didukung TGB—Gubernur dua periode yang merupakan pemimpin organisasi terbesar di NTB, serta didukung para tuan guru, alim ulama dan lainnya. Demikian dengan keluarga, ketika turun masif ke bawah, yang ditemui Doktor Zul bukan hanya masyarakat melainkan keluarga dan orang tua.

Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, ujar Miftah, dapat dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang.

“Jadi kami selalu katakan bahwa hasil survey OMI hari ini adalah final. Artinya hasil survey hari ini kecenderungan terjadi pada 27 Juni nanti. Ini jika tidak ada money politic, tidak ada serangan fajar, dan gerakan para calon masih seperti kondisi saat ini,” tegasnya.

Me (*)




Zul-Rohmi Diprediksi Menangkan Pilkada NTB

Hasil terakhir Survei Pilgub NTB 2018 oleh Olat Maras Institut (OMI), menempatkan paslon nomor urut 3 Zul-Rohmi di posisi puncak

Syawaluddin

lombokjournal.com —

MATARAM  :   Pemilihan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023 tinggal 14 hari lagi, berbagai upaya untuk meraih dukungan masyarakat telah dilakukan semua paslon. Blusukan ala kampanye yang diterapkan.

Syawaluddin tokoh penting yang menjabat Ketua Divisi Kampanye Zul-Rohmi, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Politisi PKS itu menyampaikan kemenangan Zul-Rohmi semakin jelas.

“Ini bukan ucapan ngawur. Ini berdasar,” katanya penuh keyakinan saat buka bersama, kemarin (12/06).

Syawal menyebut, keyakinan ini berdasarkan rilis data terbaru.  Hasil terakhir Survei Pilgub NTB 2018 oleh Olat Maras Institut (OMI), menempatkan paslon nomor urut 3 Zul-Rohmi di posisi puncak.

Urutannya, Zul-Rohmi 28 persen, menyusul Suhaili-Amin 21,6 persen,  Ahyar-Mori meraih 17,7 persen, dan Ali-Sakti 12,6 persen.

Survei ini menggunakan multistage random sampling, Margin of Error 2,6 persen, tingkat kepercayaan 95 persen dengan responden 1200 yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB. Surveinya mulai 3- 12 Juni 2018.

“Zul-Rohmi akan menang pada Pilkada 27 Juni mendatang, dan saya harus mengatakan, kemenangan itu semakin nyata!,” tandasnya.

“Insya Allah, Zul-Rohmi menang! Mohon doa dan dukungan semua pihak, agar Pilkada kali ini berjalan dengan baik dan lancar,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan awak media tentang kesiapan Tim Zul-Rohmi dan semua perangkatnya termasuk persiapan saksi-saksi di masing-masing TPS Seluruh NTB, Syawal menyampaikan proses itu telah  diselesaikan, saksi-saksi, dan relawan TPS sudah terdata semua.

Kami percayakan seribu persen pada panitia penyelenggara, dalam hal ini KPU maupun Bawaslu. Kita pasti bisa berdemokrasi yang baik tanpa ada kecurangan-kecurangan yang bisa dilakukan oleh pihak manapun,” tukasnya.

Me (*)

 




Ini Kepedulian Sitti Rohmi Bagi Para PRT

Sitti Rohmi  mengimbau agar masyarakat yang mempekerjakan PRT bisa memahami hak-hak para PRT itu  sebagai pekerja

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR  :  Beragam aktivitas sosial masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri, memang menarik dicermati.

Mulai yang sibuk mengurusi persiapan mudik, hingga yang mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk baju baru dan persiapan menyambut hari kemenangan nanti.

Calon Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah justru tertarik mengamati nasib para pembantu rumah tangga atau lebih formalnya Asisten Rumah Tangga (ART) menjelang lebaran ini.

Ya, sebuah profesi mulia yang selama ini masih dipandang sebagai pekerjaan kelas bawah dan rentan diekspoitasi tenaganya serta rentan pula tidak dipenuhi hak-haknya.

Padahal hampir secara umum, para PRT ini bekerja tak kenal batas waktu, dan menanggung segala beban kerja dan tetek bengek urusan rumah tangga.

Mulai dari mengurusi kebersihan rumah dan halaman, menjaga anak-anak majikan, menyiapkan hidangan makan, hingga mencuci baju plus seterika.

“Biasanya, saat menjelang lebaran, para pembantu rumah tangga akan minta libur pulang kampung beberapa hari. Nah di situlah kita baru merasakan beratnya pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka selama ini, menjadi tanggung jawab assisten rumah tangga kita,” kata Calon Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, Senin (11/06).

Membicarakan nasib PRT menjelang lebaran, Rohmi yang merupakan satu-satunya wakil perempuan dalam Kontestasi Pilgub NTB ini, seakan mengajak kita semua untuk “memanusiakan” PRT.

Rohmi menyadari permasalahan PRT harus dilihat secara komprehensif , tidak dari satu sisi sudut pandang. Namun ia mengimbau agar masyarakat yang mempekerjakan PRT bisa memahami hak-hak para PRT itu  sebagai pekerja.

Imbauan-imbauan itu bisa dilakukan dengan cara-cara sosialisasi dan edukasi melalui kelompok-kelompok wanita, majlis taklim dan sebagainya.

“Sebab, umumnya yang bersentuhan langsung dengan urusan PRT adalah para ibu rumah tangga,” ungkapnya .

Bukan hanya itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang bekerja sebagai PRT juga perlu dilakukan, terutama terkait hak-hak mereka juga sebagai pekerja.

Perhatian kakak kandung Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) ini terhadap nasib wong cilik, terutama dari kaum perempuan memang sangat tinggi.

Sitti Rohmi  juga merupakan salah satu tokoh yang menganjurkan dihentikannya pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri.

Ia juga selalu aktif menyuarakan pemberdayaan perempuan, antara lain dengan peningkatan skill perempuan, agar bisa produktif menciptakan kerja di negeri sendiri.

“Memberi  gaji atau upah maupun jam kerja yang layak  bagi pembantu rumah tangga, juga bagian untuk mencegah perempuan bekerja di luar negeri sebagai pekerja unskill,”  kata Rohmi.

Me (*)




Fiddin Peduli Nasib Tenaga Kesehatan

Ada yang akan dilakukan untuk memperbaiki nasib tenaga kesehatan di Lotim, salah satunya meningkatkan postur pembiayaan dalam APBD untuk bidang kesehatan

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati No 4 H Syamsul Luthfi-H Najamuddin (Fiddin), menyoroti  status tenaga kesehatan di Lombok Timur yang belum jelas.  Banyak tenaga kesehatan dengan honor kecil dan status tidak jelas.

Luthfi mengatakan, tenaga kesehatan terdiri dari perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya. Belum merasakan kesejahteraan.  Bahkan Surat Keputusan (SK) pun mereka tak punya.

“Ini kan warga kita juga, tak boleh diabaikan,” kata Syamsul Luthfi, Senin (11/06)

Menurutnya, yang lebih memprihatinkan, ada tenaga kesehatan yang sudah mengabdi belasan tahun, mengorbankan jiwa dan tenaga untuk warga Lotim.

“Agak timpang manakala ada yang baru masuk dapat SK. Nah, kenapa bisa begitu?” tanya Luthfi.

Fiddin jelas tak akan tinggal diam terhadap nasib tenaga kesehatan.  Pasalnya, peran para tenaga kesehatan ini vital. Utamanya yang berada di puskesmas.

“Kalau dikatakan karena di APBD kosong anggarannnya, jadi tidak berani memberi SK, tentu tidak tepat,” tandasnya.

Politisi Partai Demokrat Lombok Timur  ini menyebut, sesuai dengan perbincangan dengan para tenaga kesehatan yang belum memiliki SK honor yang diterima memang seadanya.  Ada yang berbulan-bulan tak menerima gaji.

“Karena statusnya pun diabaikan. Ini harus ditata dengan baik,” imbuhnya.

Kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini mengurai, ada dua hal yang akan dilakukan untuk memperbaiki nasib tenaga kesehatan di Lotim. Pertama, meningkatkan postur pembiayaan dalam APBD untuk bidang kesehatan.

“Di antaranya untuk mendukung pemberian gaji bagi tenaga kesehatan,” ujarnya.

Kedua, lanjut Luthfi, menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah dan puskesmas menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Perubahan ini akan ikut memberi keuntungan bagi tenaga kesehatan.

“Karena nanti pendapatan dapat digunakan langsung. Belanja bisa lebih fleksibel,” imbuhnya.

Selain itu, ketika surplus pemasukan bisa digunakan tahun berikutnya, manakala defisit bisa dimintakan dari APBN. Dengan begitu, pengelolaan akan berjalan lebih profesional.

“Nanti semua akan dikembalikan juga untuk peningkatan fasilitas kesehatan (faskes),” tukasnya.

Me (*)

 




Zul -Khair Berkomitmen, Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji Hingga Guru Tidak Tetap Yayasan

Zul-Khair akan  mengalokasikan anggaran yang berbasiskan kebutuhan dan kinerja agar tepat sasaran peruntukannya

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT :  Calon Wakil Bupati Lombok Barat No 1 TGH. Khudari Ibrahim, Minggu (10/06) menegaskan  komitmen  Zul-Khair  untuk meningkatkan kesejahteraan segenap perangkat penggerak masyarakat desa  di Lombok Barat

“Perangkat itu di antaranya guru ngaji, bidan desa, guru honorer, guru tidak tetap yayasan/guru tetap yayasan, tenaga kesehatan dan lain sebagainya,” Kata TGH Khudari

Komitmen tersebut, papar Khudari yang juga salah satu pengasuh pondok pesanteren Al-Islahudiny Kediri ini, disampaikan saat Safari Ramadhan di Lombok Barat.

Dalam dialog bersama warga desa di Kecamatan Narmada beberapa waktu lalu misalnya,  ada tokoh pemuda setempat, Abdurachman menanyakan komitmen pasangan Zul-Khair terhadap kesejahteraan guru ngaji.

Khususnya, para guru-guru di pondok pesantern terutama mereka yang mengabdi di wilayah desa-desa terpencil dan pedalaman di Lombok Barat

“Program Zul-Khair sangat bagus dan kami mengapresiasi itu. Tapi kira-kira ke depan Pak Khudori dan H. Izzul  bagaimana untuk honor guru ngaji dan para guru di honorer baik itu Guru Tidak Tetap /Guru Tetap Yayasan? Karena kami di desa sangat butuh guru ngaji dan guru di madrasah untuk anak-anak kecil,” kata Abdurachman disambut seruan takbir oleh masyarakat yang hadir.

Dengan lugas Khudari,  menjawab pertanyaan tokoh pemuda itu.  Zul-Khair memiliki kepedulian dan atensi khusus  untuk  kesejahteraan guru ngaji dan guru tidak tetap sudah menjadi atensi khususnya .

Khudari menekankan, Zul-Khair tak ingin sekadar bikin janji bombastis atau sekadar berjanji untuk gagah-gagahan.

“Kita bisa menggaji semua perangkat penggerak masyarakat  dengan memperhatikan struktur anggaran yang ada. Itu tidak bisa sendiri, tapi harus satu hati dengan DPRD Di Lombok Barat,” ungkapnya

Untuk menuju hal tersebut, lanjut  Khudari,  Zul-Khair akan  mengalokasikan anggaran yang berbasiskan kebutuhan dan kinerja agar tepat sasaran peruntukannya.

“Yang kedua, Zul Khair  akan melakukan sinkronisasi program dengan  pemerintah propinsi agar jangan sampai double anggaran,” imbuhnya .

Selanjutnya  Khudari menambahkan, Zul-Khair  akan memperjuangkan dan mengawal, agar  ada nomenklatur mata  anggarannya untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan perangkat penggerak masyarakat desa

Ia menegaskan, Zul-Khair tidak ingin menjual mimpi dengan program yang muluk ke tengah masyarakat.

“Zul Khair tidak ingin berjanji  kampanye  kepada masyarakat bahwa program kami A, B, C, dan seterusnya. Tapi yang jelas Zul-Khair mengkampayekan program yang bisa dilaksanakan,” bebernya.

Sementara itu TGH Khudari Ibrahim maju mendampingi Calon Bupati Lombok Barat HM.Izzul Islam diusung gabungan partai PKB dan PDIP yang memiliki 9 kursi di parlemen Lombok Barat .

Me (*)




Alumni FKMM/FMN Selenggarakan Reuni dan Buka Puasa Bersama

Alumni FKMM/FMN berencana menjadikan agenda rutin sebagai upaya melakukan konsolidasi internal dan untuk menghindari mis persepsi  sesama aktivis

lombokjournal.com —

MATARAM  :  — Alumni Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram ( FKMM) dan Forum Mahasiswa Nasional (FMN) dari berbagai  generasi dan angkatan, Sabtu (09/06) mengadakan reuni dan buka puasa bersama di Lesehan Dapoer Sasak Kawasan, Jl Udayana Mataram.

Menurut Budi Wawan dan Buyung, reuni dan buka puasa bersama diadakan untuk silaturahmi sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama aktivis pergerakan.

“Saat ini alumni FKMM/FMN  banyak tersebar diberbagai profesi dan kehidupan lainnya,” kata Budi Wawan, politisi muda Partai Gerindra Lombok Timur dan Pengusaha Muda .

Buyung  juga menginginkan agar pertemuan semacam ini bisa rutin dilakukan minimal 6 bulan sekali agar tidak saling kehilangan kontak.

“Temu   alumni FKMM/FMN secara berkala  penting untuk menjaga spirit juang agar tidak pernah padam,” ungkapnya yang saat ini menjadi pengusaha sukses.

Wahidjan mengatakan, sebagai alumni dan pernah berjuang bersama  FKMM, dirinya tidak pernah melupakan kisah – kisah heroik  perjuangannya dalam melakukan advokasi bersama rakyat.

“Ada kenangan indah saat bersama FKMM ,” ungkap Wahidjan yang juga Mantan Ketua Presidium FKMM 1996/1998 .

Ketua DPC PDIP Lombok Tengah, Suhaimi mengungkapkan dirinya tidak pernah melupakan kisah perjuangannya sebagai aktivis pergerakan FKMM/FMN  meskipun telah menjadi politisi.

“Spirit juang  saat  aktivis itulah yang menjadi kekuatan bagi diri saya tetap melayani rakyat,” ujarnya .

Beberapa alumni aktivis FMN seperti Amri Nuryadi, DA Malik, Herman Saputra , Ismail , Saparwadi, Dagoel,  Hendro dan puluhan aktivis lainnya sepakat jika ajang kumpul alumni FKMM/FMN dapat dijadikan agenda rutin sebagai upaya melakukan konsolidasi internal dan untuk menghindari Miss Persepsi sebagai sesama aktivis.

“Saat ini alumni FKMM/FMN banyak yang jadi orang, hebat dan tetap menjaga semangat corp’s de esprite,” tutup Herman Saputra  yang berprofesi sebagai advokat muda.

Me

 




Dr Zul Minta Generasi Millenial Buat Peta Masa Depan

Saat ini tingginya sekolah tidak menjamin bisa punya uang lebih banyak karena zamannya berbeda

lombokjournal.com –

MATARAM :  Seminar Motivasi Nasional yang dilaksanakan oleh DPD Wirausaha Muda Nusantara NTB, Jumat (08/06), di Ballroom Hotel Grand Legi Mataram, menghadirkan Motivator Nasional Muda Safii Efendi.

Acara seminar yang pesertanya mencapai 1.050 oang itu berlangsung meriah. Selain dihadiri motivator nasional, kegiatan ini mengundang tokoh muda NTB yang juga Calon Gubernur NTB nomo3, yang bertindak sebagai Keynote Speaker, Dr H Zulkieflimansyah.

Ketua DPD Wimnus NTB,  Lalu Athar menyampaikan, sukses itu tidak mengenal waktu. Sukses itu tidak mengenal berapa lama dia bekerja, dan sukses itu milik siapa saja.

Athar kemudian membeberkan cerita sukses Ketua Umum Wimnus Safii Efendi dan Calon Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

Nurhandini Eka Dewi, MPH, Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan yang mewakili Gubernur NTB, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia Penyelenggara Seminar Motivasi Nasional yang bertemakan membangun kemandirian secara mental, keuangan dan wawasan.

“Bahwa di era millineal saat ini anak muda harus terus berpacu untuk mengembangkan jati dirinya dalam rangka menyambut persaingan bebas, kegiatan seminar motivasi ini tentu akan memberikan dampak positif bagi generasi Muda NTB, untuk berfikir kreatif menjadi wirausaha,” kata Eka.

Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah merasa bahagia bisa hadir dan menjadi Keynote Speaker dalam seminar tersebut.

Menurutnya, waktu mudanya dulu tidak ada yang memberikan motivasi seperti sekarang. Waktu mudanya bagaimana agar anak muda NTB sekolah setinggi mungkin, tidak diajar untuk jadi orang kaya atau jadi wirausaha.

Tapi bagaimana sekolah setinggi mungkin di Universitas terkenal, untuk kemudian dapat pekerjaan bagus di Ibukota.

“Jalan itu yang saya tempuh waktu muda,” katanya.

Menurutnya, saat ini tingginya sekolah tidak menjamin bisa punya uang lebih banyak karena zamannya berbeda. Paradigma lama, salah satu adagium yang disepakati, kalau kita bukan anak orang kaya, kalau kita bukan anak pengusaha, kalau kita berada di negara berkembang, salah satu cara untuk memperoleh akses ekonomi adalah melalui dunia politik. Ini merupakan paradigma lama.

“Zaman sekarang dengan revolusi teknologi tidak membuat teori seperti tadi kekal adanya. Sehingga anak siapapun kita, apapun background kita, kalau opportunity itu ada, Insya Allah kita punya kesempatan yang sama untuk menjadi wirausaha yang sukses di masa yang akan datang. Apapun pilihan kita, mau jadi politisi, mau sekolah ke luar negeri, maka kita perlu punya peta jalan menuju masa depan,” ungkapnya.

“Nggak peduli peta itu benar atau salah, yang penting peta itu bisa memancing dan meng-incurred kita untuk bergerak, Insya Allah kita akan menemukan jawabannya sendiri,” tambahnya.

Dahulu ketika Zul kuliah, ia sudah membuat peta hidup masa depan seperti apa. Jelas dan lancar saja menggapainya.

“Sekarang buatlah peta jalan hidup Anda menuju masa depan. Tidak penting petanya benar atau salah, yang penting peta itu akan membuat kita bersemangat untuk menjalani sisa-sisa usia kita,” tutupnya.

Motivator muda yang meraih dua kali Rekor Muri,  dan penulis tujuh Buku Safii Efendi ini dalam penyampaiannya di hadapan peserta, generasi millenial akan menjawab semua tantangan kedepan.

“Syaratnya adalah merela harus berani merubah nasib dari sekarang,  dan berani mengambil keputusan untuk jadi orang sukses di masa muda. Dengan meninggalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif,” katanya.

Me (*)




Dwi Tunggal JOKOWI-TGB Dideklarasikan Sekber Reklawan Jokowi

TGB dinilai sebagai akademisi yang cerdas, birokrat yang bersih dan tangguh serta sosok ulama yang menjadi pengayom banyak kelompok bahkan memiliki jiwa toleransi yang kuat antar kelompok dan agama

Para tokoh Sekber Relawan Jokowi NTB

lombokjournal.com —

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari Projo NTB,  Seknas Jokowi NTB,  GK Jokowi NTB dan Kawan Jokowi NTB melakukan DeKLARASI CaPres/CawaPres Jokowi – TGB yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di Hotel Golden Palace Mataram, Sabtu (09/06)

Deklarasi berlangsung meriah karena dihadiri oleh ratusan simpatisan  dan 4 Pimpinan Sekber Relawan Jokowi NTB yakni  Ketua Kawan Jokowi NTB, Ir HL. Winengan , Ketua Projo NTB, Imam Sofian SH.MH, Ketua Seknas Jokowi NTB, Drg. Lalu Fatahillah, SKG.MM, CRMP, QRMO dan Ketua Galang Kemajuan (GK) Jokowi NTB , Dr Iwan Harsono.

Dalam orasi politiknya Ketua Kawan Jokowi NTB, Ir HL Winengan mengatakan paket  Capres- Cawapres  Jokowi TGB ini sebagai upaya untuk menggalang dukungan dan pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Kami  bertekad  memenangkan Dwi Tunggal  Nasionalis Religius Jokowi – TGB dalam Pilpres 2019 demi kemajuan dan kejayaan NKRI ,” ungkap Winengan  sembari mengatakan  keduanya adalah kombinasi ideal sebagai pemimpin nasional ke depan.

Menurut Winengan yang juga Sekretaris PW NU NTB menambahkan,  Sekber Relawan Jokowi TGB  akan bergerak di wilayah NTB maupun di luar wilayah NTB, dan akan terus berikhtiar dan berjuang untuk memuluskan jalan politik JOKOWI-TGB di Pilpres 2019.

Ketua Projo NTB, Imam Sofian, SH.MH dalam pidato politiknya mengatakan   kami akan terus ikhtiarkan poros dwi tunggal Jokowi TGB.

“Kami yakin TGB sangat layak dampingi pak Jokowi karena TGB trerbukti sebagai leader yang tangguh dan bersih,  beliau pro rakyat dan terbukti dgn pesatnya pembangunan di ntb,” tambahnya .

Ketua Seknas Jokowi NTB , Lalu Fatahillah  menambahkan, Paket Jokowi-TGB   dinilai memiliki persamaan kemistri dan banyak kelebihan prestasi yang membuatnya layak maju di Pipres.

TGB punya prestasi yang sangat banyak saat memimpin NTB dalam dua periode.

“TGB adalah seorang leadership yang ulung dan tangguh sehingga ratusan prestasi dan piagam penghargaan di berikan pemerintah pusat  di era pemerintahan Jokowi,” ungkapnya .

Setelah para pimpinan Sekber  Jokowi NTB selesai menyampaikan  pidato politik nya, Ketua Gerakan Kemajuan (GK) NTB , Dr Iwan Harsono didaulat membacakan naskah Deklarasi Capres dan Cawapres Jokowi – TGB.

Isi deklarasi itu antara lain,  TGB sebagai  individu Islami tulen, seorang ulama dan hafidz Al-Quran yang memiliki citra kuat sebagai sosok yang nasionalis-religius. Sehingga secara personifikasi sangat tepat dukungan  ditujukan untuk TGB.

TGB dinilai sebagai akademisi yang cerdas, birokrat yang bersih dan tangguh serta sosok ulama yang menjadi pengayom banyak kelompok bahkan memiliki jiwa toleransi yang kuat antar kelompok dan agama.

“Kami dari Tim Relawan Jokowi di NTB merasa yakin TGB sangat tepat sebagai pendamping Pak Joko Widodo dalam kontestasi politik Pilpres 2019 mendatang. Apalagi konsep geopolitik gabungan Jawa-luar Jawa dan perspektif Nasionalis Religius dinilai layak dipertimbangkan dalam pengusungan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 2019,” kata Iwan Harsono .

Ditambahkan oleh Iwan Harsono,  pertimbangan  faktual hasil survei nasional nama TGB  masuk sejumlah survei. Lembaga survei KedaiKOPI, yang menggelar survei pada 19-27 Maret 2018, menunjukkan elektabilitas TGB Zainul Majdi sebesar 6,2 persen dalam bursa cawapres.

Sedangkan survei Median pada 24 Maret-6 April 2018 menunjukkan elektabilitas TGB sebesar 2,5 persen dari total 1.200 responden yang ditanya mengenai pilihan cawapres.

“Alasan-alasan faktual inilah yang meyakinkan kami dengan sepenuh hati mendukung pasangan DWI TUNGGAL, Nasional Religius JOKOWI-TGB,” ungkapnya.

Me (*)