Mandi Di Pantai, Remaja Asal Mataram Meninggal Terseret Arus

Korban mendapat pertolongan dari warga melayan yang ada di lokasi kejadian, namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — I Made Nugraha (17), seorang remaja Asal Karang Bedil Mataram ditemukan tewas tenggelam, Rabu (4/7).

Korban diduga terseret arus laut saat mandi di pantai Setangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, menceritakan, kronologi kejadian berawal saat korban bersama 5 orang temannya datang berlibur di kawasan pantai Setangi.

“Ya benar, korban meninggal saat mandi di pantai Setangi sekitar pukul 09.00 Wita. Diduga korban tidak bisa menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam. Temannya sempat menolong, tapi terlanjur terseret ke tengah,” katanya, Rabu (4/7).

Metria menambahkan, korban akhirnya mendapat pertolongan dari warga melayan yang ada di lokasi kejadian, namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Petugas yang mendapat informasi langsung ke lokasi melakukan evakuasi. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Nipah. Petugas sudah periksa saksi-saksi, tapi keluarga korban menolak untuk otopsi,” tutupnya.

DNU




List Menu Best Seller Hotel Golden Palace Di Mataram

Selain menu best seller, juga menerima pesanan menu di luar yang ada, misalnya pemesanan menu Pindang Iga. Namun pemesanan tersebut tidak bisa dadakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Menu-menu Traditional Food, Asian Food, Western Food, dan berbagai menu menarik lainnya, tiap hari tersaji ala carte dan promo di Hotel Golden Palace yang berlokasi di jalan Sriwijaya No 38.

Dan menu yang tersaji tersebut tidak hanya untuk tamu yang menginap. Namun juga untuk umum yang ingin mencicipi tanpa harus menginap.

“Ada banyak menu best seller kita,” ujar Executif Chef Golden Palace Hotel Lombok Muchlis Affandi, Rabu (04/07).

Menu best seller yang dimaksud yakni Pizza Ayam Taliwang, Sapi Lada Hitam, ikan Goreng Lada Garam, Udang Goreng Sereal, Oriented Fried Rice with Peking Duck, Nasi Goreng Kampung, Chicken Golden Pasta, Ayam Taliwang Geprek Keju, Spagetti Carbonara, dan Capcay Seafood.

Menu Best seller ini masuk dalam kategori ala carte dan promo.

“Bahannya lokal langsung ambil dari pasar,” sambungnya.

Pengambilan bahan lokal tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan industri kecil. Contohnya seperti peternak dan petani tambak lokal.

Seperti menu Oriented Fried Rice with Peking Duck menggunakan daging bebek local, langsung dari peternaknya. Begitu juga dengan udang yang digunakan langsung berasal dari petani tambaknya.

“Sesuai dengan tujuan kita memberdayakan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Selain bahan, peralatan penyajian yang digunakan juga merupakan produk lokal. Yakni peralatan saji dari beragam produk gerabah Banyumulek.

Contohnya pada sajian Nasi Goreng Kampung yang menggunakan piring dan mangkuk gerabah.

“Kita punya industri unggulan di Banyumulek, jadi mengapa tidak kita gunakan,” katanya.

Di antara semua menu best seller yang ada, Sapi Lada Hitam dan Pizza Ayam Taliwang paling banyak diminati. Sapi Lada Hitam sendiri sebenarnya merupakan menu buffet atau menu untuk kegiatan-kegiatan besar.

Namun menu ini sangat disukai para tamu dan pengunjung hotel meskipun bukan saat kegiatan-kegiatan besar.

“Bukan menu ala carte, tapi bisa juga dipesan jika mau,” kata Marketing Communication Golden Palace Hotel, Ida Ayu Nyoman Sri Utami.

Sementara Pizza Ayam Taliwang semula merupakan menu promo pada tiga tahun yang lalu. Namun kuliner satu ini ternyata sangat diterima penikmat kuliner asal luar Lombok.

Mau tidak mau pihaknya harus menjadikan menu Pizza Ayam taliwang ini sebagai menu tetap.

Menu yang masuk kategori promo adalah Chicken Golden Pasta, Oriented Fried Rice with Peking Duck, dan Ayam Taliwang Geprek Keju. Harganya hanya Rp 45 ribu sudah nett yang artinya termasuk pajak. Sementara Pizza Ayam Taliwang seharga Rp 60 ribu sudah nett.

“Sementara Sapi Lada hitam harganya diatas Rp 50 ribu namun untuk porsi 4 orang,” pungkasnya.

Selain menu best seller, Dayu mengatakan jika pihaknya juga menerima pesanan menu diluar yang ada. Misalnya pemesanan menu Pindang Iga. Namun pemesanan tersebut tidak bisa dilakukan secara dadakan. Tamu yang datang harus memesan dua hari atau sehari sebelumnya.

Untuk reservasi atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi di (0370) 6170000.

AYA (*)




Wapres Jusuf Kalla Akan Kunjungi Desa Stunting Di Dakung, Lombok Tengah

Program PKT merupakan prioritas Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan antara Desa dan Kota, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting di Desa

Persiapan lokasi kedatangan Wapres Jusuf Kalla

MATARAM.lombokjournal.com –  Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla akan mengunjungi lokasi pelaksanaan program Padat Karya Tunia ( PKT) Desa Stunting di Desa Dakung, Kec. Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (05/07).

Untuk menyiapkan kunjungan itu, hari ini Rabu (04/07) dilakukan Monev Lokasi PKT Desa Stunting di Kabupaten Lombok Tengah itu oleh Kasubdit Perencanaan dan Pembangunan Partisipatif, Bito Wikanto, Kasi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa, Weldon Jones, didampingi Satker P3MD Provinsi NTB, Aris Priyadi, Konsultan Nasional P3MD, Sukoyo dan Arwani.

Kunjungan Wakil Presiden, Jusuf Kalla akan didampingin Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo.

Dalam kesempatan itu, Bito berharap, Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung program PKT (Padat Karya Tunai) Desa.

Program ini merupakan prioritas Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan antara Desa dan Kota, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting di Desa.

Bito juga berharap, agar DD yang telah disalurkan ke Desa Dakung sejak tahun 2015 sebesar Rp. 312.793.908, tahun 2016 sebesar Rp. 659.589.000, tahun 2017 sebesar Rp. 868.015.000,00, dan tahun 2018 sebesar Rp. 1.013.332.000, benar-benar digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana.

Yakni berupa Jalan Desa, Irigasi, Paud, Poskesdes, sumur dan air bersih, pembinaan kemasyarakatan dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita untuk mengurangi angka stunting.

Ditambahkan Bito, pelayanan sosial dasar berupa pendidikan, sosial dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat Desa yang perlu didukung oleh semua pihak.

Sebab, Presiden Jokowi sangat concern pada masalah kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa

“Sehingga Dana Desa sangat bermanfaat bagi mereka,” kata Bito.

Pemanfaatan DD bagi pengurangan angka stunting di Desa tersebut, berupa pelayanan kesehatan bagi Ibu hamil dan Balita.

Jumlah ibu hamil selama satu tahun sdebanyak 67 orang, dan telah melahirkan sebanyak 66 orang, dengan kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis) berjumlah 3 orang.

Satu orang di antaranya berasal dari luar desa yakni Desa Kerembong Kec. Janapria, dan Bufas yang ada sebanyak 64 orang, dan  usia PUS yang ada sebanyak 482 orang, serta partisipasi KB aktif berjumlah 260.

Sementara itu, Kasi PKMD  (Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa) , Weldon berharap,  agar proses pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh pendamping desa selama ini, perlu didorong oleh semua pihak.

“Agar secara bertahap masyarakat mampu mandiri dalam mengatasi masalah kebutuhan dasar mereka dalam bidang pendidikan, sosial dan kesehatan,” ujar Weldon..

“Pendamping Desa itu bertugas fasilitasi Desa dan masyarakat untuk melahirkan kader-kader Desa, terutama bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan pelayanan sosial dasar”, katanya.

Re




Program Jaminan Kesehatan Di Indonesia Tumbuh Paling Pesat Di Dunia

Program JKN-KIS di Indonesia telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammmad Ali mengatakan,  jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat.

Muhammad Ali mengatakan itu usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kabupaten Lombok Utara, Selasa (03/07). Kegiatan yang dilakukan pimpinan BPJS Cabang Mataram itu sebagai rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50.

Selain itu, dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik

Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen populasi penduduk.

BACA JUGAJajaran Pimpinan BPJS Kesehatan Langsung Layani Masyarakat Yang Datang Berkunjung

Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99 persen populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen populasi penduduk.

Dikatakannya, saat ini program JKN-KIS di Indonesia telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution.

“Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Ali.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi.

Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik.

Rr (*)




Jajaran Pimpinan BPJS Kesehatan Langsung Layani Masyarakat Yang Datang Berkunjung

Direksi dan senior leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum

lombokjournal.com —

MATARAM :  Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah lebih empat tahun  dikelola BPJS Kesehatan berjalan.

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi BPJS Kesehatan, para Deputi Direksi dan Kepala Cabang di seluruh Indonesia terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan dan Kantor Kabupaten.

Tak hanya itu, mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS.

“Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram dr. Muhammad Ali usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kabupaten Lombok Utara, Selasa (03/07).

BACA JUGA : Program Jaminan Kesehatan Di Indonesia Tumbuh Paling Pesat

Dalam kesempatan tersebut, para Direksi dan senior leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Ali.

Rr (*)




Sail Moyo Tambora 2018, Direncanakan Sejak 2015

Sail Moyo Tambora optimis akan berlangsung sukses kalau merujuk keberhasilan NTB menggelar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) beberapa waktu lalu

MATARAM.lombokjournal.com — Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rapat pemantapan Sail Moyo Tambora 2018.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto mengatakan, Sail Moyo Tambora sudah lama direncanakan, tepatnya sejak 2015, namun baru bisa terealisasi pada tahun 2018 ini.

“Ini surprise bagi kita semua, bukan proyek dadakan tapi memang sudah lama direncanakan,”ujarnya

Agus menyampaikan, rapat ini dimaksudkan guna memantapkan kesiapan jelang acara puncak Sail Moyo Tambora yang akan digelar pada 9 September mendatang. Ia menjelaskan, penyelenggaraan Sail Moyo Tambora akan terintegrasi dengan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah.

“Sebelum rapat dilakukan, sudah diadakan survei untuk Sail Moyo Tambora kalau kegiatan terintegrasi akan //low cost//, dan juga akan lebih semarak, fokus dan pemerintah juga akan lebih serius dengan prioritas,”

Dalam rapat ini, Agus menilai, hampir semua persiapan sudah dilakukan secara maksimal. Memang masih ada beberapa hal yang perlu membutuhkan akselerasi, antara lain infrastruktur dalam kawasan untuk menunjang pengembangan pada akses dan investasi dari Pelindo III yaitu dermaga dan jalan sekitar 400 meter.

“Karena ke depan, fungsi itu biaa dimanfaatkan untuk cruise port dan hub untuk dermaga umum penumpang dam barang, enggak serta merta kalau dilengkapi hanya untuk kegiatan sail saja,”

Agus optimistis Sail Moyo Tambora yang akan dipusatkan di kawasan Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora (Samota) di Pulau Sumbawa akan berlangsung sukses. Ia merujuk pada keberhasilan NTB menggelar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) pada 4-9 Mei lalu.

“MNEX yang melibatkan 35 negara, 55 kapal perang, dan 5.300 prajurit asing, ini luar biasa. Saya apresiasi sampai sekarang, zero complaint dan zero accident,masyarakat juga menerima dan antusias,”

Ia meyakini ajang Sail Moyo Tambora juga akan memberikan nuansa baru dibandingkan dengan sail-sail sebelumnya. Menurutnya, NTB memilih pariwisata sebagai inti dari penyelenggaraan Sail Moyo Tambora yang banyak memberikan aktivitas menarik bagi para pelancong nantinya.

AYA




ASEAN dan Australia Bahas Isu Keimigrasian

 Dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian

MATARAM.lombokjournal.com —  Kerjasama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri.

Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.

“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” kata Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaidi, ketika membuka kegiatan 3 Supplementary Activities under DGICM +  Australia Consultation di Hotel Santika Mataram, NTB, Selasa (3/7).

Acara akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia.

Acara dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.

Alif Suadi mengatakan, petemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa.

“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” imbuh Alif Suadi seraya menambahkan, jumlah WNA yang datang ke Indonesia saat ini sudah mencapai 12 juta orang per tahun.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Alif Suaidi, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia.

“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” pungkasnya.

AYA (*)

 




Bahas Isu Keimigrasian, 11 Negara Berkumpul Di Kota Mataram, Lombok

Kerja sama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian diperkuat seiring makin mudahnya bepergian ke luar negeri. Ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia

MATARAM.lombokjournal.com – Negara-negara dari Asia Tenggara dan Australia menggelar pertemuan imigrasi se-ASEAN dan Australia dalam acara Supplementary Activitiies DGICM+Australia Consultation dengan pembahasan kerjasama-kerjasama tentang keimigrasian di ASEAN dan Australia di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (03/07).

Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaidi mengatakan, pertemuan ini membahas beberapa hal kerja sama Asean dalam imigrasi, meliputi masalah-masalah keimigrasian khususnya dalam perlintasan orang antarnegara.

Alif menyampaikan, Lombok menjadi salah satu destinasi tujuan wisata. Ia menilai, perlu adanya perhatian dari imigrasi dalam memastikan wisatawan mancanegara yang datang telah sesuai prosedur dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Artinya sekarang lalu lintas dari Indonesia keluar cukup besar, saya belum tahu kalau di di Lombok ini,” ujar Alif saat jumpa pers di Hotel Santika, Mataram, NTB, Selasa (03/07).

Ia menyebutkan, setiap tahunnya Indonesia kedatangan orang asing sekitar 11 juta sampai 12 juta. Ia berharap, kunjungan orang asing, dalam hal ini wisman terus meningkat.

Alif menyampaikan, persoalan keimigrasian yang juga menjadi perhatian ialah adanya potensi yang terkait dengan terorisme,  penyelundupan manusia, TKI ilegal atau nonprosedural yang harus mendapat pencegahan sedini mungkin.

Alif menambahkan, kerja sama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.

“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” katanya.

lif mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa.

“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Alif Suaidi, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia.

“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” ucap Alif.

Acara ini akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia.

Acara dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.

AYA (*)




Dr Zul Kunjungi Ulama Sepuh Kharismatik NU, TGH L M  Turmudzi Badarudin, Dipuji Netizen

Silaturahmi Dr Zul ini harus dimaknai sebagai upaya menjalin kebersamaan semua komponen untuk membangun NTB lebih baik.

lombokjournal.com —

MATARAM :  Menjaga silaturrahim dan merangkul semua pihak menjadi komitmen Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd.

Pasca kemenangan berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survey dan Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengganti TGB yang mengusung jargon “NTB Gemilang” ini menemui sejumlah tokoh di berbagai daerah.

Sebab disadarinya, kesuksesan dan kelanjutan pembangunan di NTB harus dilakukan secara bersama.

Seperti yang dilakukan Doktor Zul—sapaan Gubernur terpilih yang pada Pilgub lalu diusung PKS dan Demokrat ini. Dr Zul mendatangi kediaman L Tajir Syahroni Ketua Tim Pemenangan Ali Sakti bersama tokoh-tokoh di Lombok Tengah, Senin (02/07).

Selain itu Dr. Zul sowan ke  TGH. L. M. Turmudzi Badarudin di Ponpes  Qamarul Huda-Bagu Lombok Tengah.

“Boleh berbeda tapi harus tetap memelihara silturrahmi. Persaudaraan jauh lebih penting dari sekedar persoalan siapa menang dan siapa kalah,” ucap Dr. Zul.

Demikian ketika bersilaturahmi dan mengunjungi TGH Turmuzy Badaruddin di Ponpes Qamarul Huda-Bagu Lombok Tengah.

“Jangan ditafsirkan macam-macam ya. Ini murni silaturahmi. Sebagai orang yang lebih muda wajar saya mohon nasehat atau petunjuk kepada beliau sebagai ulama sepuh NU yang sangat dihormati,” ungkap Dr Zul ketika ditanya media yang terkesan tiba-tiba berkunjung ke Ponpes Qamarul Huda.

Dimintai tanggapannya, Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH mengatakan, silaturahmi Dr Zul ini harus dimaknai sebagai upaya menjalin kebersamaan semua komponen untuk membangun NTB lebih baik.

“Sebagai pemimpin baru NTB wajar Dr Zul bersilaturahmi dan mohon doa restu dan dukungan untuk memajukan NTB lima tahun ke depan,” ujar Didu—sapaan pengamat politik low profile ini.

Sementara itu upaya yang dilakukan Dr. Zul pasca kemenangan di Pilgub NTB mendapat pujian dari para netizen. Upaya ini diharapkan dapat diterima dengan legowo oleh kandidat yang belum beruntung.

“Alhamdulillah, semoga bisa diterima dengan legowo oleh kandidat yang belum beruntung. Selamat dan sukses untuk  Zul Rohmi, semoga amanah,” tulis Sun Asir. “Alhamdulillah, selamat semoga bisa menjadi pemimpin yang adil,” ujar Al Bahri Pembelajar Hati.

 

Andi Joe melalui akunnya menyatakan, dia tidak salah pilih dan saatnya mendukung penuh program-program Zul Rohmi agar kemajuan NTB semakin hebat.

“Itu yang kita harapkan bersama semoga persaudaraan tetap terjalin. Kami dari Kecamatan Brang Ene KSB sungguh sangat senang dengan tokoh seperti ini. Selamat pak DR Zul DR Rohmi,” ucap akun bernama Samson Gapopktan Mura.

Demikian dengan akun Jarot Granta yang menilai langkah Dr. Zul sangat luar biasa karena merupakan pendidikan politik yang sangat berharga bagi konstituen bagaimana menghargai sebuah perbedaan.

“Luar biasa kita patut bangga punya pemimpin seperti beliau karena beliau bukan lagi milik salah satu kelompok tapi milik seluruh masyarakat NTB,” timpal Gede Wenten.

Ed Ahmad Rosyiddin menulis “Layak dikatakan lanjutkan ikhtiar TGB, saya melihat sosok pribadi Bang Zul Zulkieflimansyah tidak ambisi untuk merebut kekuasaan dan yang tidak ambisi itu luwes untuk melakukan interaksi sosial politik. Beda hal dengan calon yang lain kalaupun menang kemungkinan sedikit kita akan lihat bersilaturahmi seperti ini. Ini hanya layak dilakukan oleh pemimpin muda seperti Pak Doktor. Luar biasa”.

Hal senada diungkapkan Ahmad Abusyauki melalui akun FB-nya,untuk menjadi baik awali dengan hal yang baik. Yaitu menjalin komunikasi dan silaturrahmi yang baik maka segala hal akan baik baik saja

“Memang kita tidak sama, rambut kepala boleh beda warna tapi kerjanya otak pasti ada titik temunya.

Itu semua karena komunikasi dan silaturrahmi yang baik untuk NTB yang gemilang,” tuturnya.

Me (*)




Komisi I Akan Panggil Dikpora KLU Terkait Guru Yang Dipecat

Sarbiniwati yang sudah mengabdi sejak 13 tahun itu mengaku pernah beberapa kali mengadukan ke Dikpora dan UPTD setempat, namun tidak kunjung mendapatkan solusi

Ketua Komisi I DPRD KLU. Ardianto.(Foto Danu)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Komisi I DPRD KLU berencana akan memanggil Dikpora terkait pemecatan Sarbiniwati, seorang guru honorer di SDN 3 Anyar oleh Kepala Sekolahnya beberapa waktu lalu.

“Jika nanti ternyata belum ada solusi, kita akan panggil Dikpora dan UPTD, termasuk guru yang dipecat (Sarbiniwati-red),” kata Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, Senin (02/07).

Ardianto, menambahkan, pihaknya meminta Sarbini tetap masuk mengajar sampai dengan keluarnya SK pemberhentian. Karena secara administrasi ia masih tercatat sebagai guru honorer di sekolah tersebut.

“Semestinya persoalan ini bisa diselesaikan diinternal UPTD, sehingga status bu Sarbini tidak menggantung dan bisa mendapatkan hak-haknya,” tukasnya lagi.

Sebelumnya, Sarbiniwati mengaku dipecat secara lisan oleh Kepala Sekolah pada tanggal 7 Juni lalu, setelah menolak ditunjuk sebagai guru agama.

“Hanya pemecatan lisan, belum ada secara tertulis. Saya awalnya guru kelas, dan menolak sebagai guru agama karena itu bukan bidang saya. ” tukasnya.

Perempuan yang sudah mengabdi sejak 13 tahun lalu itu juga mengaku pernah beberapa kali mengadukan persoalan ini ke Dikpora dan UPTD setempat, namun tidak kunjung mendapatkan solusi.

“Honor selama tiga bulan sebelumnya juga belum dibayarkan. Saya berharap bisa kembali mengajar,” harapnya.

Sarbiniwati tercatat sebagai guru honorer di SDN 3 Anyar Kecamatan Bayan sejak tahun 2013 lalu, setelah sebelumnya mengajar di SDN 1 Loloan.

DNU