Destinasi Wisata Di Lombok Jadi Lintasan Kirab Obor

Ada 17 pelari yang berkesempatan membawa obor secara bergantian, 9 dari 17 pelari merupakan atlet NTB yang dianggap berprestasi, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun

MATARAM.lombokjournal.com —  Api obor Asian Games 2018 akan menyapa masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (25/07).

Intan Narulita dari Ceremony Department Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), mengatakan obor Asian Games akan tiba di Bandara Internasional Lombok pada Rabu (25/07) pagi, dan akan dibawa menuju Pantai Kuta Mandalika.

Obor tersebut akan berada sekira satu jam di Pantai Kuta Mandalika sebelum kembali diberangkatkan menuju Kota Mataram untuk menjalani prosesi kirab.

“Pelari VVIP dari pusat yang sudah konfirmasi itu Pak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Luhut) dan juga ada Pak Gubernur NTB (Tuan Guru Bajang Zainul Majdi) yang akan membawa obor,” ujar Intan saat jumpa pers persiapan kirab obor di Media Center Pemprov NTB, Selasa (24/07).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Husnanidiaty Nurdin mengatakan, sejumlah prosesi acara disiapkan, mulai dari penerimaan obor oleh Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin di Bandara Internasional Lombok pada pukul 07.20 Wita.

“Awalnya kita berharap saat menuju ke Kuta bisa singgah ke Desa Adat Sade tapi tidak bisa,” kata perempuan yang akrab disapa Eni.

Eni melanjutkan, obor Asian Games akan disambut berbagai macam kesenian dan budaya daerah seperti presean dan gendang beleq. PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika dan Bupati Lombok Tengah Suhaili akan menerima obor tersebut.

Eni menambahkan, kirab obor di Kota Mataram sendiri akan berlangsung pada 14.35 Wita dengan titik awal di kawasan Kota Tua Ampenan menuju perempatan Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, Mataram sejauh lima kilometer.

“Nanti dilepas Pak Wali Kota Mataram di Kota Tua Ampenan dan diterima Pak Gubernur NTB dengan juga berlari,” lanjutnya.

Eni menyampaikan, sejumlah kesenian hingga hiburan rakyat juga akan disiapkan guna memeriahkan kirab obor tersebut. Ada juga komunitas sepeda onthel dan komunitas lari yang siap ikut memeriahkan acara.

Rencananya, kata dia, ada 17 pelari yang berkesempatan membawa obor secara bergantian. 9 dari 17 pelari merupakan atlet NTB yang dianggap berprestasi, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Sisa pelari lainnya berasal dari Inasgoc dan juga sponsor.

Eni menyampaikan, kirab obor Asian Games sangat bermanfaat bagi citra dan promosi pariwisata NTB. Pasalnya, obor Asian Games akan melintasi sejumlah destinasi wisata di Lombok, mulai dari Desa Adat Sade, Desa Adat Ende, KEK Mandalika, Kota Tua Ampenan, hingga Islamic Center NTB yang menjadi ikon wisata religi NTB.

Kepala Bagian Pengendalian Operasional  Polda NTB AKBP Jolmadi menyampaikan, jajaran Polda NTB siap mengawal perjalanan prosesi kirab obor. Ratusan personel akan dikerahkan guna menjaga kelancaran acara sejak obor tiba hingga diberangkatkan kembali keesokan harinya.

“Ada 750 personil yang melakukan pengawalan, patroli, dalam perjalanan, serta penyambutan di titik-titik yang telah ditentukan sampai finish, bahkan sampai besok harinya ke bandara untuk kembali terbang ke Papua,” kata Jolmadi.

AYA




TGB, Gentlement Secara Politik

TGB tentu sudah mengkalkulasi secara cerdik konsekwensi politik atas pilihan sikap yang diambilnya ini

Bambang Mei F (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com — Mundurnya  TGB dari Demokrat merupakan cerminan sikap politik gentlement atau kesatria menyambut kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ini sebagai konsekwensi politik rasional yang diperlihatkan TGB yang  tidak ingin terbelenggu ikatan politik yang bisa mengganggu ekpektasi politiknya.

TGB menyadari, apa yang  dilakukan hari ini haruslah terbebas dari kepentingan  politik yang tidak segaris dengan  cita-cita politiknya mewarnai ajang Pilpres 2019.

Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei F kepada media, Selasa (24/07)

Selain itu nawaitu politik TGB sebagai salah satu tokoh the rising star dari Sunda Kecil, ingin membuktikan komitmen moral dan politik kepada Jokowi harus memastikan bahwa  langkah politik yang dilakukan  paralel dengan kepentingan politik Jokowi.

TGB ingin pula  menghormati pilihan politik Demokrat,  seandainya kelak dalam pilpres 2019 Partai Demokrat tidak  beriringan jalan dengan Jokowi.

Menurut Bambang Mei yanf akrab disapa dodu, TGB tentu sudah mengkalkulasi secara cerdik konsekwensi politik atas pilihan sikap yang diambilnya ini.

“TGB tentu sudah berhitung secara matang plus minusnya dengan mendeklair mundur dari Demokrat,” ujar Didu., Selasa.

Dalam perspektif politik, lanjut Didu, TGB ingin memberikan pesan bahwa dirinya clear dan clean dari berbagai  kepentingan politik yang tidak sejalan pemerintahan Jokowi.”

“TGB sadar bahwa akan ada imbas politik, tentu  TGB sudah punya cara mengantisipasinya dengan elok,” lanjut Didu.

Didu menambahkan, salah satu antisipasi politik yang telah dilakukan TGB jauh hari sebelumnya  yakni dengan melakukan safari dakwah keliling nusantara dan mengunjungi tokoh tokoh penting nasional dalam kerangka memperkenalkan diri juga untuk memperkuat elektabilitas politik TGB dimata publik.

“Lewat safari dakwah dan silaturahmi dengan tokoh nasional, TGB ingin merangkul semua komponen bangsa mohon doa dan restu ,” ungkapnya.

Me




Konferensi Internasional Moderasi Islam, Kedua Kalinya Berlangsung Di Mataram

Konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017, yang  memaparkan, dan akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai

MATARAM.lombokjournal —  Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) kembali akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat untuk yang kedua kalinya.

Kegiatan yang mengambil tema Moderasi Islam dalam Perspekif Ahlussunah Wal Jamaah tersebut, akan dilaksanakan di Islamic Center NTB, Kota Mataram, tanggal  26 – 29 Juli.

Ketua pantia KIMI, TGH Fauzan Zakaria mengatakan, kegiatan konferensi ini terselenggara atas kerjasama Pemprov NTB dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.

“Nantinya ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama konfrensi ini, diantaranya adalah seminar dan diskusi tentang pemahaman Islam moderat,” katanya, saat jumpa pers di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Selasa (24/07).

Fauzan menjelaskan, tujuan diadakannya konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017. Ia memaparkan, dalam konferensi ini akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai, seperti tercermin dalam Wasathiyyat Islam dalam rangka menangkal pahal radikalisme.

Lebih jauh dikatakan, tujuan konferensi ini akan menghadirkan konsep Wasathiyyat Islam dan implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selain itu konferensi ini mempunyai tujuan untuk mengukuhkan pandangan Ahlussunah Wal Jamaah yang bercirikan moderat dalam pemikiran dan sikap keberagamaan,” paparnya.

Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) di NTB ini akan dihadiri oleh 400 orang, dari 21 negara, diantaranya Indonesia, Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Malaysia, Aljazair, Negeria, India, Pakistan, Rusia, Brunei Darusalam, Ukraina, Rusia, Timor Leste, Thailand serta Singapura.

AYA




Gubernur NTB: Perkokoh Sinergitas Untuk Tangkal Radikalisme & Terorisme

Radikalisme dan terorisme dapat ditangkal atau dicegah dengan memperkokoh sinergitas, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi didampingi Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH., M.Si menerima Silaturrahmi Sekretaris Utama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. Asep Andang Supriyadi, ST., MM bersama 36 Kementerian/Lembaga, di Pendopo Gubernur NTB, Senin, (23/07).

Silaturrahim tersebut digelar untuk terus menyatukan presepsi, sekaligus memperkuat hubungan kerja antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dalam hal penanganan permasalahan terorisme dan radikalisme.

Saat itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan tindakan radikalisme dan terorisme dapat ditangkal atau dicegah dengan memperkokoh sinergitas, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

NTB jelas TGB, merupakan salah satu daerah dari sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki pola sinergi paling kuat dalam menyikapi fenomena radikalisme dan terorisme.

Untuk itu, ia berharap silaturrahmi BNPT dengan pemerintah daerah Provinsi NTB, akan memperkokoh sinergitas antara program-program aksi pemerintah pusat dan derah, terutama dalam menghadapi fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia, termasuk apabila terjadi di NTB.

Selain itu, dukungan dari pusat melalui perangkat Negara TNI, Polri dan Binda dalam mengelola permasalahan radikalisme dan terorisme sampai saat ini di NTB berjalan dengan cukup baik.

Sebagai kepala daerah, Gubernur menyadari memiliki peran sangat penting bersama stakeholder di daerah dalam menjaga konstitusi, terutama pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Oleh karena itu tugas pemerintah daerah adalah mengutamakan hal-hal yang paling penting dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ke depan, pesan Gubernur, dalam proses penindakan terhadap paham radikalisme dan terorisme di NTB harus dilakukan sistimatis dengan melibatkan masyarakat.

Setiap penindakan harus dilakukan mitigasi dampaknya terhadap masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat yang berdampak terhadap keamanan dan ketentraman masyarakat di NTB.

Fenomena Radikalisme, baik di NTB maupun di daerah lain disebabkan oleh faktor yang cukup beragam. Maka, ketika paham radikalisme itu disebabkan oleh kesalah pahaman terhadap agama, maka yang diturunkan untuk menyelesaikannya adalah para da’I atau tokoh agama.

Kalau radikalisme tersebut disebabkan karena kurangnya tingkat kesejahteraan, maka yang diturunkan adalah TNI dan lembaga-lembaga terkait lainnya. Sedangkan kalau radikalisme tersebut disebabkan kurangnya rasa keadilan, maka penanggulangannya adalah pemerintah menghadirkan keadilan yang merata.

“NTB dengan daerah mayoritas muslim, mari kita bangun kanalisasi untuk mencegah terjadinya sentiment agama, jadikan keberagaman yang ada sebagai modal sosial yang cukup besar dalam membangun daerah,” pintanya.

Oleh karena itu, Gubernur memberikan apresiasi  kepada BNPT atas silaturrahmi dengan pemerintah daerah provinsi NTB.

Ia berharap kedepan dapat terus untuk ditingkatkan, karena dengan adanya sinergitas antara pusat dan daerah yang berjalan dengan baik, maka banyak hal permasalahn yang akan dapat didiskusikan terutama permasalahan radikalisme dan terorisme.

“Semoga silaturrahim ini mendatangkan manfaat untuk Indonesia terutama NTB khususnya dalam hal penaggulangan radikalisme dan terorisme,” harapnya.

Sementara itu, Sestama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. Asep Andang Supriyadi, ST., MM, menjelaskan tujuan dari silaturrahim dengan pemerintah daerah NTB adalah untuk memperkuat sinergitas BNPT yang telah terjalin dengan baik di NTB. Terutama dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme di Indonesia khususnya di NTB.

Andang menjelaskan, selain NTB silaturrahmi juga akan dilakukan dengan pemerintah daerah Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini sesuai amanat dari Menkopolhukam RI untuk mensinergikan program BNPT bersama 36 kementerian lembanga untuk menyesun program aksi di masing-masing daerah yang ada.

“NTB dan Sulteng sebagai sasaran program prioritas, kami berharap dukungan pemerintah daerah agar kegiatan BNPT di Kabupaten dapat berjalan dengan baik”, jelasnya.

Ia mengungkapkan, ke depan BNPT akan membangun pos di NTB untuk melakukan koordinasi terkait program sinergitas agar singkron antar daerah dan pusat. Untuk itu, ia juga berharap dukungan dari Pemkab Bima agar mendukung kegiatan positif untuk kemudian diimplementasikan di lapangan melalui rencana aksi.

“Kami harap Bupati Bima mendukung kegiatan yang positif ini, untuk kemudian diimplementasikan dengan rencana aksi di lapangan,” harapnya.

AYA/humas ntb




Kepala OPD Diminta Fokus Bekerja

Kepala OPD juga diminta mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama, Senin (23/07), mengingatkan  seluruh Kepala OPD tetap fokus melaksanakan tugas.

Terutama, tugas atau program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti pembenahan infrastruktur yang menyangkut pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi.

“Kalau ada satu program yang bisa kita masukkan di sana, yaitu program untuk membenahi sarana air bersih atau irigasi, maka cukup satu itu saja. Kalau itu sudah tertangani, maka hal-hal positif, akan terbangun di sana,” tegas Gubernur.

Selain fokus menyelesaikan tugas-tugas yang ada, Gubernur yang akrab dipanggi TGB (Tuan Guru Bajang) itu minta seluruh Kepala OPD untuk mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah.

Dengan memperhatikan itu, lanjut TGB, maka pelaksanaan program pembagunan bagi kesejahteraan masyarakat akan berjalan lancar dan sukses.

Termasuk tidak adanya potensi kerawanan sosial yang menyebabkan terjadinya kamandekan pembagunan, yang pada akhirnya masyarakat sendiri yang dirugikan.

“Termasuk memasukkan kapan itu dilaksanakan. Sehingga ada faktor kompensasinya yang dapat meringankan hal-hal yang menimbulkan kerawanan sosial,” ungkap TGB.

Ditegaskannya, Kepala OPD lah yang akan terus menjadi pelaksana program pembagunan di masa yang akan datang.

Rapim dengan agenda Realisasi keuangan dan fisik per OPD. Secara umum, Gubernur mendapat laporan bahwa realisasi keuangan sampai dengan Bulan Juni 2018, sebesar 45,83 persen, dengan proges fisik sebesar 49,42 persen.

Hal ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, pada bulan yang sama dengan realisasi keuangan 40,14 persen dan progres fisik sebesar 42,48 persen.

Dalam Rapim itu hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si dan Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D.

Dalam arahannya juga, Gubernur NTB dua periode tersebut meminta Kepala OPD untuk memastikan penyelesaian seluruh kerjasama, atau kewajiban-kewajiban dengan berbagai pihak di luar pemerintah atau pihak ketiga, terhadap berbagai kegiatan dan program daerah yang telah dilaksanakan.

Sebab, pihak-pihak lain seperti media, telah memberikan kontribusi bagi terlaksananya pembangunan di NTB. Termasuk saat ini, NTB telah dikenal luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai daerah yang mengalami kemajuan pesat.

“Kita tahu bahwa kerjasama itu telah mendatangkan banyak manfaat bagi daerah, yaitu tereksposenya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi daerah, bahkan untuk bangsa,” tegas TGB.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada seluruh Kepala OPD yang telah bekerja sungguh-sungguh bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita bekerja ini untuk NTB,” pungkas Gubernur.

AYA/hms ntb




Masih Banyak Pekerjaan Rumah Di Sektor Pariwisata

Diharapkan, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi

MATARAM.lombokjournal.com – Masih banyak persoalan-persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah Sektor Pariwisata yang harus segera diselesaikan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengungkapkan, meski Sektor Pariwisata tumbuh sangat signifikan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) namun sejumlah pekerjaan rumah masih perlu menjadi perhatian bersama.

Yang menjadi sorotan pertama yaitu pembenahan tata kelola destinasi. Dicontohkan, adanya wisatawan yang tidak dapat menyeberang ke Gili Trawangan dari Pelabuhan Bangsal karena alasan cuaca.

Alasan cuaca buruk memang harus dipatuhi karena menyangkut keselamatan. Yang menjadi persoalan, tidak adanya kompensasi bagi wisatawan tersebut akibat pembatalan.

Pembenahan tata kelola juga dia harap dilakukan pada sejumlah Pura (tempat persembahyangan umat Hindhu, red) yang menyimpan nilai sejarah dan budaya, seperti Pura Narmada, Pura Suranadi, dan Pura Lingsar di Kabupaten Lombok Barat.

Seperti di Bali, Faozal memandang, sejumlah Pura yang ada di Lombok juga memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata.

“Namun kita lihat, apa parkirnya sudah tersedia, sentra kuliner, dan oleh-olehnya apakah sudah terpadu,” ujar Faozal saat membuka Rapat Koordinasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bertajuk “Halal Tourism sebagai Strategi Mencapai Empat Juta Wisatawan di Hotel Astoria, Mataram, NTB”, Senin (23/07).

Dinas Pariwisata NTB mencoba beberapa kali untuk membenahi tata kelola Pura, namun belum menemukan kesepakatan dengan pengelola Pura. Faozal berharap, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi.

Poin kedua, terkait penguatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting karena faktor ini bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata.

Faozal menginginkan adanya revitalisasi paket agar lebih menarik, baik dari segi atraksi maupun budget. Memang, kendala terbesar dalam pariwisata, terutama untuk Pulau Sumbawa terletak pada aspek transportasi.

“Kemarin saya tanya sama salah satu agen travel, paket dua hari tiga malam ke Sumbawa itu Rp 6 juta. Paling tinggi cost-nya pada transportasi,” lanjutnya.

Poin ketiga ialah penguatan peran seluruh sektor, baik perangkat pemerintah maupun industri wisata. Ia meminta seluruh pihak juga bersama-sama memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat di sekitar destinasi wisata dalam mendukung tata kelola destinasi.

AYA




BFI Finance Perluas Layanan Digital Melalui Tokopedia

Calon konsumen yang tertarik menjadi bagian dari keluarga besar BFI Finance mengajukan pembiayaan via Tokopedia. Anda dapat mengajukan pembiayaan untuk motor, mobil, rumah atau ruko

MATARAM.lombokjournal.com — PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) memperluas layanan pembiayaan melalui Tokopedia, terhitung dari April silam.

Berkat kerja sama ini, masyarakat dapat dengan mudah mengajukan pembiayaan dan konsumen melakukan angsuran pembiayaan BFI Finance melalui saluran digital yang dimiliki Tokopedia.

“Kami menggandeng Tokopedia, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, sebagai mitra bisnis strategis perusahaan, untuk memberikan layanan dan kemudahan yang lebih baik lagi bagi para konsumen BFI Finance,” ujar Sutadi, Marketing Director BFI Finance, Sabtu (21/07).

Beragam produk pembiayaan BFI Finance seperti mobil, motor dan rumah atu ruko dapat diakses oleh masyarakat, berikut dengan beragam keuntungan lain seperti promo cash back menarik dari Tokopedia.

Untuk setiap pembayaran angsuran dengan berbagai macam metode pembayaran yang memudahkan konsumen bertransaksi kapanpun dan dimanapun.

“Jumlah nominal tagihan yang muncul pun sudah sesuai dengan kewajiban konsumen sehingga tidak perlu lagi mengingat jumlah angsuran. Jadi, kami betul-betul memperhatikan bagaimana cara supaya konsumen dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan BFI Finance,” tambah Sutadi.

Calon konsumen yang tertarik menjadi bagian dari keluarga besar BFI Finance juga dapat mengajukan pembiayaan via Tokopedia. Caranya juga tak kalah mudah dari membayar angsuran. Anda dapat mengajukan pembiayaan untuk motor, mobil, rumah atau ruko.

Dari halaman depan Tokopedia, pengunjung situs dapat menemukan menu dengan kategori “Produk Digital”, lalu pilih “Pinjaman Online”.

Selanjutnya, pilih lagi box BFI Finance di antara mitra-mitra Tokopedia. Setelah masuk ke laman BFI Finance, calon konsumen akan diarahkan untuk memilih jenis pengajuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Layanan digital ini memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan solusi keuangan di seluruh nusantara, salah satunya di Kota Mataram. Selain di Mataram, BFI Finance hadir meluas hingga ke Kabupaten Sumbawa untuk Provinsi NTB.

“Pasar kami di Mataram terus tumbuh, bahkan cukup signifikan dengan pertumbuhan kontrak per 31 Maret 2018 sebesar sebelas persen. BFI Finance di Mataram sendiri telah mencatat jumlah kontrak sebanyak hampir 6.000 dan telah meraih pencapaian 99,3 persen dengan target booking untuk Mataram sekitar Rp40 miliar,” papar Sutadi.

Secara nasional, BFI Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan (booking) Perusahaan sebesar Rp 4,2 triliun atau mencapai 24% dari target 2018 sebesar Rp17,2 triliun. Pencapaian pembiayaan tersebut juga lebih tinggi 31% dari periode yang sama di 2017.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di daerah-daerah.

Dari 352 outlet tersebut, empat di antaranya terdapat layanan pembiayaan syariah yang telah resmi diluncurkan oleh Perusahaan pada pertengahan triwulan I 2018 ini. Outlet tersebut kini baru berada di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38% dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non- performing financing) di angka 1 %).

AYA




Memberi Ruang Para Penyandang Difabel

Selama ini para penyandang difabel kurang mendapatkan perhatian. Dalam acara ini, Kantor Imigrasi Mataram memperkenalkan Ruang Ramah HAM

Dudy Iskandar

MATARAM.lombokjournal.com —  Sosialisasi Ramah HAM diselenggarakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram saat Car Free Day ( CFD ) di Udayana, Minggu (22/07).

Ramah HAM merupakan terobosan Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram untuk memberikan kesempatan pelayanan atau ruang pada para penyandang difabel di NTB, khususnya dalam pengurusan paspor .

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahamn kepada semua pihak tentang Ramah HAM yang ada di Kantor imigrasi Mataram, dengan melibatkan para difabel dan memberikan ruang untuk beraktivitas berkreasi di CFD,” ujar Kepala Kantor Imigrasi  Kelas I Mataram, Dudi Iskandar, minggu (22/07).

Dudi mengungkapkan, selama ini para penyandang difabel kurang mendapatkan perhatian. Sebab itu dalam acara ini, Imigrasi Mataram memperkenalkan Ruang Ramah HAM.

Yakni memprioritaskan atau memudahkan  para penyandang difabel membuat paspor. Mereka bisa mengurusnya dengan nyaman.

“Mereka (pra difabel) bisa bernyanyi dan berolahraga walaupun dalam keterbatasan. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka ini tidak mau dipandang sebelah mata. Sebab itu kita berikan Ruang di CFD ini, ” sambungnya.

Sementara itu salah satu penyandang difabel bernama Jhon “kursi roda” sangat mengharapkan perhatian pemerintah. Mereka ingin diperhatikan secara real dan merata.

“Tidak boleh ada pembatas  atau pembeda antara difabel yang satu dengan lainnya” harapnya.

Jhon berharap, yang tidak kalah penting dari sosialisasi ini yaitu para difabel juga mendapatkan pemberdayaan yang merata dalam semua bidang. Termasuk dalam mendapatkan pelayanan bagi penyandang difabel.

“Tidak hanya mengurus paspor, tapi juga yang lainnya,” tandasnya.

AYA




Dasawarsa KLU, Momentum Evaluasi Pelayanan Publik

Beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari dokter desa, ambulan desa, Jubah, saber drop out, hingga saber gebuk

Parade HUT KLU ke 10

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Peringatan hari jadi Kabupaten Lombok Utara ke-10, Sabtu (21/07) 2018, dijadikan momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan pelayanan publik.

“Ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan 10 tahun KLU. Tentu banyak kekurangan-kekurangan, dan itu menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik,” kata Bupati KLU, H.Najmul Akhyar, dalam sambutannya saat upacara peringatan HUT Dasawarsa KLU, di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung, Sabtu (21/7).

Dikatakannya, berbagai raihan prestasi dan penghargaan yang telah diraih Lombok Utara selama ini, tidak terlepas dari kerjasama semua elemen yang ada, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat          hingga media.

“Kita patut bersyukur kepada Allah                                                                                 SWT, di tengah keterbatasan sebagai Semarak ibu-ibu                                                    daerah otonomi baru, yang memiliki                                                                                 kapasitas viskal yang kecil, tapi banyak prestasi yang sudah ditorehkan. Ini kado buat masyarakat KLU,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Najmul juga menyampaikan beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari dokter desa, ambulan desa, Jubah, saber drop out, hingga saber gebuk.

Pringatan Dasawarsa KLU dihadiri Wakil Gubernur NTB. H. Moh Amin, Kepala Daerah se -NTB, Mantan bupati KLU pertama, H.Johan Sjamsu, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh adat.

Diakhir acara, masyarakat juga disuguhkan dengan berbagai hiburan, mulai dari atraksi seni bela diri pelajar asal Korea Selatan, pawai budaya dan potensi desa.

DNU




Pengundian Nasional BFI Finance,  Mengapresiasi Kepercayaan Masyarakat

Beragam hadiah mulai dari laptop, smart TV 32 inch, AC, lemari es, kamera digital, smartphone, mesin cuci, sepeda lipat sampai dengan sepeda motor, disediakan untuk masyarakat di tiap-tiap region yang telah setia menggunakan layanan pembiayaan BFI Finance

MATARAM.lombokjournal.com – Pengundian nasional periode satu BFI Finance yang diselenggarakan di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/07), merupakan ungkapan terima kasih BFI Finance kepada masyarakat yang telah memilih dan mempercayainya sebagai mitra solusi keuangannya.

Pelaksanaan pengundian itu, pihak Dinas Sosial Provinsi NTB, Notaris, serta Kepolisian setempat hadir menyaksikan dan mengesahkan nama-nama konsumen dari beragam domisili di seluruh Indonesia yang keluar sebagai pemenang pengundian.

PT BFI Finance Indonesia Tbk., (BFI Finance) memanjakan konsumen setianya dengan hadiah istimewa berupa satu unit Honda CRV 7-Seater, satu unit Mitsubishi Xpander, satu unit Yamaha NMAX dan lima buah logam mulia sebesar 10 gram.

Hadiah-hadiah spesial tersebut ditujukan kepada para konsumen beruntung yang memiliki kontrak pembiayaan dari 1 Januari – 30 Juni 2018 lewat pengundian nasional program UBER Milyaran 2018 periode satu.

Acara bertema “Langkah Awal Menggapai Mimpi” ini berlangsung semarak dengan sederet hiburan dari siang hingga malam harinya. Mulai dari mengajak masyarakat bergembira sambil berolahraga zumba, talkshow bersama salah satu digital partner BFI Finance, yaitu Tokopedia.

Talkshow  membahas seputar layanan digital BFI Finance, kompetisi doodle art (seni menggambar abstrak yang tampak seperti coretan tidak beraturan), sampai penampilan dari bintang tamu Alie Band, band pop lokal Mataram, dan penyanyi Andrea Lee.

UBER Milyaran

UBER Milyaran merupakan salah satu program yang dibentuk sejak 2015, untuk mengapresiasi dan ungkapa terima kasih BFI Finance kepada masyarakat, yang memilih dan mempercayai BFI Finance sebagai mitra solusi keuangannya.

“BFI Finance berterima kasih kepada semua masyarakat di seluruh Indonesia yang telah mempercayai produk pembiayaan kami sebagai mitra solusi keuangannya. Apa yang kami berikan hari ini adalah bentuk apresiasi kami yang sebesar-besarnya bagi Anda semua,” kata Marketing Director BFI Finance, Sutadi, dalam sambutannya.

Sebelumnya, pengundian regional UBER Milyaran 2018 periode satu telah digelar di enam kota, yaitu Cirebon, Tanjung Pinang, Makassar, Jambi, Jakarta, dan Surabaya.

Beragam hadiah mulai dari laptop, smart TV 32 inch, AC, lemari es, kamera digital, smartphone, mesin cuci, sepeda lipat sampai dengan sepeda motor, disediakan untuk masyarakat di tiap-tiap region yang telah setia menggunakan layanan pembiayaan BFI Finance.

“Setelah menyelenggarakan pengundian secara regional, arih ini kami melaksanakan pengundian secara nasional dengan mengikutsertakan konsumen BFI Finance di seluruh penjuru Indonesia. Kami mengundi  lebih dari 300.000 kupon undian,”Sutadi menambahkan.

UBER Milyaran 2018 ini akan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2018. Mengusung konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini sistem pengundian dibagi dalam dua periode, yaitu 2 kali periode regional dan 2 kali periode nasional.

“Sistem pengundian tersebut membuka kesempatan konsumen untuk menang lebih besar. Jadi, untuk masyarakat yang belum beruntung di pengundian regional, akan kami sertakan di pengundian nasional. Jika sudah menang di periode regional dan memiliki kontrak baru di bulan selanjutnya setelah pengundian, maka dapat diikutsertakan ke dalam pengundian nasional,”ujar Sutadi.

Terus bertumbuh dan berkembang, BFI Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 20 persen dari total pembiayaan di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp14,3 triliun melalui penambahan 40 jaringan baru di seluruh Indonesia.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional Perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di berbagai daerah.

Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38%

dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non-performing financing) di angka 1 persen.

Untuk Kota Mataram sendiri, perusahaan mencatat pertumbuhan kontrak sebelas persen.

AYA (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BFI Finance Hadir Setiap Saat,

Perluas Layanan Digital via Tokopedia

 

MATARAM- PT BFI Finance Indonesia Tbk., (BFI Finance) terus memanjakan konsumen setianya dengan memberikan hadiah istimewa berupa satu unit Honda CRV 7-Seater, satu unit Mitsubishi Xpander, satu unit Yamaha NMAX dan lima buah logam mulia sebesar 10 gram. Hadiah-hadiah spesial tersebut ditujukan kepada para konsumen beruntung yang memiliki kontrak pembiayaan dari 1 Januari – 30 Juni 2018 lewat pengundian nasional program UBER Milyaran 2018 periode satu.

Pengundian nasional periode satu ini diselenggarakan di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 21 Juli. Pihak Dinas Sosial Provinsi NTB, Notaris, serta Kepolisian setempat hadir menyaksikan dan mengesahkan nama-nama konsumen dari beragam domisili di seluruh Indonesia yang keluar sebagai pemenang pengundian.

Acara yang bertemakan “Langkah Awal Menggapai Mimpi” ini berlangsung semarak dengan sederet aktivitas dan hiburan dari siang hingga malam harinya. Mulai dari mengajak masyarakat bergembira sambil berolahraga zumba, talkshow bersama salah satu digital partner BFI Finance yaitu Tokopedia yang membahas seputar layanan digital BFI Finance, kompetisi doodle art (seni menggambar abstrak yang tampak seperti coretan tidak beraturan), sampai penampilan dari bintang tamu Alie Band, band pop lokal Mataram, dan penyanyi Andrea Lee.

UBER Milyaran merupakan salah satu program yang dibentuk sejak 2015 untuk mengapresiasi dan mengungkapkan terima kasih BFI Finance kepada masyarakat yang telah memilih dan mempercayai BFI Finance sebagai mitra solusi keuangannya.

“BFI Finance berterima kasih kepada semua masyarakat di seluruh Indonesia yang telah mempercayai produk pembiayaan kami sebagai mitra solusi keuangannya. Apa yang kami berikan hari ini adalah bentuk apresiasi kami yang sebesar-besarnya bagi Anda semua,” Marketing Director BFI Finance, Sutadi, menyampaikan dalam sambutannya.

Sebelumnya, pengundian regional UBER Milyaran 2018 periode satu telah digelar di enam kota, yaitu Cirebon, Tanjung Pinang, Makassar, Jambi, Jakarta, dan Surabaya. Beragam hadiah mulai dari laptop, smart TV 32 inch, AC, lemari es, kamera digital, smartphone, mesin cuci, sepeda lipat sampai dengan sepeda motor, disediakan untuk masyarakat di tiap-tiap region yang telah setia menggunakan layanan pembiayaan BFI Finance.

“Setelah menyelenggarakan pengundian secara regional, arih ini kami melaksanakan pengundian secara nasional dengan mengikutsertakan konsumen BFI Finance di seluruh penjuru Indonesia. Kami mengundi  lebih dari 300.000 kupon undian,”Sutadi menambahkan.

UBER Milyaran 2018 ini akan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2018. Mengusung konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini sistem pengundian  dibagi dalam dua periode, yaitu 2 kali periode regional dan 2 kali periode nasional. “Sis pengundian tersebut membuka kesempatan konsumen untuk menang lebih besar. Jadi, untuk masyarakat yang belum beruntung di pengundian regional, akan kami sertakan di pengundian nasional. Jika sudah menang di periode regional dan memiliki kontrak baru di bulan selanjutnya setelah pengundian, maka dapat diikutsertakan ke dalam pengundian nasional,”ujar Sutadi.

Terus bertumbuh dan berkembang, BFI Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 20% dari total pembiayaan di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp14,3 triliun melalui penambahan 40 jaringan baru di seluruh Indonesia.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional Perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di berbagai daerah. Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38%  dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non-performing financing) di angka 1%.

Untuk Kota Mataram sendiri, Perusahaan mencatat pertumbuhan kontrak sebelas persen. Pertumbuhan kontrak tersebu