Akan Dikaji Keamanan Jalur Pendakian, Dan Dampak Pendakian

Akan diberlakukan kuota pengunjung per hari serta pemberlakuan sistem booking online

MATARAM.lombokjournal.com – Seluruh jalur pendakian sejak 29 Juli ditutup untuk kegiatan pendakian,  sampai waktu belum ditentukan.

Pihak Dirjen  Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan penelitian dan pengkajian terhadap keamanan jalur pendakian, jalur pendakian alternatif evakuasi, prediksi pola kegempaan dan letusan serta dampak pendakian.

“Pengkajian itu akan dilakukan oleh tim pakar-praktisi terpadu, hasilnya akan dilaporkan ke publik,” kata Ir  Wiratmo, M.Sc, Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (01/07) melalui siaran persnya.

Dijelaskan,  rencana perbaikan manajemen pendakian ke depan akan dilakukan, dengan memberlakukan sistem booking online. Ini merupakan bagian dari perbaikan manajemen pengunjung, pelaku wisata dan jasa usaha.

Selain itu akan diberlakukan kuota pengunjung per hari.  Dan lebih jauh, dilakukan manajemen sampah melalui system pack in-pack out untuk menuju zero waste atau sampah pendaki.

Untuk melakukan monitoring pendaki akan diberlakukan kembali operasionalisasi  CCTV.

Lebih jauh akan diberlakukan tagging pendaki dengan sistem Radio Frequency Identification agar pergerakan pendaki dapat dimonitor.

Ke depan, dalam mengantisipasi dan menangani bila terjadi bencana pendakian,  dengan merancang jalur evakuasi dan system evakuasi. Dan akan dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait kebencanaan.

BACA JUGA ;

Pasca Gempa 1226 Dievakuasi, Pendaki Asal Makassar Meninggal Tertimpa Batu Longsoran

Lebiih jauh, akan diselenggarakan Diklat SAR bagi petugas dan pelaku wisata (trek Organizer, guide dan porter).

Re




Pasca Gempa 1226 Dievakuasi, Pendaki Asal Makassar Meninggal Tertimpa Batu Longsoran

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, TimTanggap Bencana di kawasan TNGR bersiaga hingga 6 Agustus

MATARAM.lombokjournal.com – Sebanyak 1.226 orang pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak akibat longsor pasca gempa bumi Lombok, 29 Juli,  berhasil dievakuasi tim evakuasi, Selasa (31/07) pukul 19.50 Wita.

Jumlah pendaki yang dievakuasi itu  terdiri dari WNA atau wisatawan yang berasal dari Thailand 358 orang, Perancis 68 orang, Belanda 43 orang, Jerman 25 orang dan Swiss 21 orang. Selebihnya, selain guide dan porter merupakan pendaki WNI  dari berbagai daerah  di Indonesia.

Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup, Ir  Wiratmo, M.Sc mengirimkan siaran pers pada media, Rabu (01/08).

Seorang pendaki berasal dari Makassar, Moh Ainul Taksim, 26, meninggal dunia akibat kena batu longsoran di kM 10 jalur pendakian Sembalun. Pihak  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KEMENLHK) diwakili Sekretaris Jenderal , telah menyerahkan jenazah kepada keluarganya, dan diberangkatkan ke Makassar, Selasa (31/07). Jenasah tiba di Makassar 1 Agustus 2018 pukul 02.00 Wita.

Penyelamatan pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani  (TNGR) tersebut d bawah kendali Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).  Anggota tim itu terdiri dari Balai TNGR 23 orang, Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 8 orang, Balai Konservasi Sumberdaya Alam NTB 8 orang, BASARNAS 49 orang, KOPASSUS 40 orang, KOREM 162 WIRABHAKTI, KORAMIL SEMBALUN 20 ORANG,  BRIMOB POLDA NTB, SABHARA dan DALMAS Polres Lombok TIMUR 19 ORANG, Tim MEDISEdelweis Medical Health Center 6 orang, dan GRAHAPALA UNRAM 18 orang.

Tim Penyelamat juga mendapat dukungan operasional  dari Balai TNGR (transportasi, alat komunikasi dan logistik), BASARNAS (tramsportasi,alat komunikasi dan logistik), BNPB (heliKopter), PT Amman MINERAL NTB (helikopter), Rudy Trackker dan relawan dari Sembalun.

BACA JUGA ;

Akan Dikaji Keamanan Jalur Pedakian, alternatif Evakuasi, Dan Dampak Pendakian

TimTanggap Bencana di kawasan TNGR bersiaga hingga 6 Agustus, dan bila keadaan darurat agar menghubungi Call Centre Balai TNGR Rinjani nomor 0811283939.

Re   




Wagub Minta, Kunjungan Komisi VII Mampu Menyerap Aspirasi  NTB

Kedatangan Komisi VII DPR RI diharap jadi wujud perhatian akan usaha pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat NTB

MATARAM,lombokjournal.com — Kunjungan Komisi VII Bidang Energi dan Sumber daya Mineral, Riset, Tekhnologi dan Dikti, Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan dapat  menampung dan meneruskan aspirasi di daerah ke pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M. Si saat menyampaikan sambutan kunjungan Komisi VII di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa (31/07).

Wagub menegaskan, kunjungan reses ini  diharapkan menangkap aspirasi masyarakat dan kebutuhan pembangunan di NTB. Kemudian aspirasi itu diwujudkan dalam Undang-Undang yang mampu menjembatani hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah, dalam mengatasi berbagai hambatan pembangunan.

“Saat kami sedang dilanda musibah, yang berdampak belasan korban dan harta benda serta menyebabkan ribuan orang mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua. Kedatangan saudara merupakan wujud perhatian akan usaha pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat NTB,” jelas Wagub Amin.

Ketua rombongan yang diwakili Kurtubi  mengatakam, maksud  dan tujuan kunjungan kerja komisi VII DPR RI ke Provinsi NTB memang untuk  menyerap aspirasi, termasuk penyelarasan data.

“Kedatangan kami adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai permasalahan, solusi dan dukungan dari Mitra terkait pasokan energi dan sumber daya mineral (gas, BBM, dan listrik) di Provinsi NTB,” ucap Kurtubi.

AYA




Kantor Imigrasi Di Mataram Siap Fasilitasi, 3 WNA Malaysia Yang Paspornya Hilang  

Pihak Imigrasi di Mataram juga  terus memonitor keberadaan dan kegiatan  warga negara asing  yang disinyalir menjadi korban gempa, dengan membentuk tim  Satgas penanganan warga negara asing

Azhan Miraza

MATARAM.lombokjoournal.com — Gempa berkekuatan 6.4 SR  yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur pekan lalu, tak hanya menimbulkan korban jiwa serta menimbulkan ratusan bangunan rusak.

Para wisatawan yang tengah berkunjung di Lombok juga terdampak.  sejumlah wisatawan asing  yang tengah berada di lokasi gempa, baik di Sembalun maupun di Gunung Rinjani  ada yang kehilangan paspor.

Menyikapi hal ITU, Kantor  Imigraai kelas 1 Mataram siap membantu secara  maksimal dari sisi keimigrasian, dan ijin  tinggl khusus bagi WNA yang mengalami Kehilangan Dokumen, seperti Paspor.

Kepala Informasi dan Komunikasi (Insarkom) Kantor Imigrasi  Kelas Satu Mataram,  Azhan Miraza menyampaikan itu pada media.

“Info yang kami dengar, ada 3 warga negara Malasya yang kehilangan paspornya. Kami selaku Pihak imigrasi akan memfasilitasi WNA yang pada saat terjadi gempa i kehilangan paspor,” ujarnya pada media, Selasa (31/07)

Azhan mengatakan,  proses penggantian  dokumen keimigraain milik ketiga  WNA asal Malaysa yang hilang dilokasi  gempa bumi, akan secepatnya di urus oleh imigrasi

“Imgrasi berkomitmen  membantu secara maksimal dari sisi keimigrasian dan ijin tinggal khusus warga negara  asing,” ungkapnya.

Azhan menmbahkan, pihak Imigrasi mataram juga  terus memonitor keberadaan dan kegiatan  warga negara asing  yang disinyalir menjadi korban gempa, dengan membentuk tim  Satgas penanganan warga negara asing.

“Untuk memonitor semuanya, kami sudah membentuk Tim di Sembalun untuk memudahkan kami disini mendapatkan info yang valid tentang WNA di lokasi bencana. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak Dinas pariwisata dan dinas Komuniksi dan informasi,” terangnya.

Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram telah  berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, perihal memfasilitasi pertemuan dengan warga negara malasya  korban gempa

“Kita masih tetap berkoordinasi dengan kedaulatan Malasya terkait hal tersebut,” ujar Azhan.

Jika memang ada paspor WNA Malasya yang hilang, pihak Imigrasi di Mataram meminta  pihak kedutaan Malasya akan  mengeluarkan  emergency  paspor  bagi warga  negara Malasya yang kehilangan dokumennya.

“Dimana emergency pasopr itu merupakan paspor yng digunakan hanya untuk sekali perjalanan,”pungkas Azham.

AYA




Karman Dan Athar Ajak Pemuda Nonton Bareng  Film 22 Menit

Meminimalisir ajaran radikalisme dan terorisme merasuki generasi milenial, diperlukan edukasi yang konstruktif dan terintegrasi secara sistematis dalam pola  pembelajaran

Athar dan Karman (baju putih) nonton bareng

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Film 22 Menit adalah film dokumentasi peristiwa Teror di perempatan Sarinah, jalan Thamrin Jakarta beberapa tahun lalu. Teror itu ditangani secara cepat oleh aparat kepolisian.

Kapolda  Metro Jaya waktu itu dipimpin oleh Jenderal Moh. Tito Karnavian, yang sekarang adalah Kapolri.

Sebagai bentuk apresiasi dan edukasi terhadap nilai-nilai patriotisme yang terkandung dalam Film 22 Menit ,       mantan Ketua DPP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Karman BM, mengajak nonton bareng sejumlah elemen pemuda, di Studio XXI Epicentrum Mall, Kamis (26/07) .

Karman mengatakan, tujuan utamanya mengajak para pemuda  nonton bareng film 22 menit agar generasi muda bisa meresapi dan menghayati ending dari film tersebut.

“Pemuda NTB tidak boleh terjebak kedalam ideologi terorisme yang tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Karman yang saat ini menjadi caleg DPR RI dapil NTB 2 (Lombok) dari Partai Perindo menambahkan, lewat film 22 Menit  ini akan dipertontonkan betapa cepat dan tanggapnya kesatuan Kepolisian RI, khususnya Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh Tito Karnavian meringkus dan mengamankan para pelaku teror bom Sarinah dalam tempo 22 Menit.

“Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya begitu cepat mengatasi aksi teror tersebut dan memulihkan keadaan,” tukasnya.

Karman melanjutkan, sebagai generasi muda cinta NKRI , dirinya mengaku kagum melihat cara kerja aparat keamanan, khususnya kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman untuk semua warga masyarakat NKRI,

“Kita harus objektif, di balik citra negatif akibat prilaku banyak oknum Polisi yang menyimpang, Kepolisian Indonesia di bawah Tito menunjukkan banyak perbaikan dan semakin mendapatkan simpati yang luas dari publik bersama TNI yang tetap setia menjaga ideologi bangsa dan NKRI,”  imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI NTB, Lalu Athari Fathullah, SE yang ikut mendampingi Karman nonton bareng film 22 Menit mengatakan, ia sangat mengapresiasi dan kagum dengan taktik dan strategi penanganan terorisme bom Sarinah tersebut.

“Aparat keamanan begitu responsif dan cerdik melumpuhkan terorisme itu,” ungkap Athari yang juga Bakal Caleg Propinsi Dapil 8 Lombok Tengah dari Partai Perindo .

Athari menambahkan, generasi muda NTB hendaknya menjauhi ajaran-ajaran radikalisme yang tidak sesuai dengan ideologi negara maupun kaidah agama.

“Perilaku Radikalisme itu berawal dari sikap  dan cara pandang yang tidak toleran terhadap perbedaan,” tambah Bacaleg Muda dapil Lombok Tengah asal Partai Perindo ini.

Baik Karman maupun Athari, sepakat untuk meminimalisir ajaran radikalisme dan terorisme merasuki generasi milenial diperlukan edukasi yang konstruktif dan terintegrasi secara sistematis dalam pola  pembelajaran.

“Tidak ada salahnya materi  Pendidikan Moral Pancasila dan Penataran  P4 dihidupkan lagi yang disesuaikan kurikulum pendidikan saat ini,” lanjut Athar

Terakhir Karman juga menyampaikan terima kasih Kepada jajaran  Polda NTB yang mensupport acara nonton bareng film 22 Menit.

“Polda NTB turut mensupport acara nonton bareng ,” pungkasnya.

Me




Presiden Jokowi  Serahkan Sertifikat Tanah Di Sumbawa

Untuk Ntb, tahun 2018 tanah yang disertifikasi sebanyak 175 ribu bidang, tahun yang akan datang ditingkatkan menjadi sekitar 200 ribu bidang

BIMA.lombokjournal.com – Presiden RI, Joko Widodo didampingi Gubernur NTB, DR TGH M zainul Majdi, secara simbolis menyerahkan seritifkat tanah pada 12 warga dari kabupaten/kota se pulau Sumbawa di Gedung Olah Raga Mampis Rungan, Kabupaten Sumbawa, Senin (30/07).

Penyerahan sertifikat usai peresmian Bendungan Tanju, di Kabupaten Dompu itu, bertujuan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah mereka.

Hal itu juga merupakan upaya pemerintahan Jokowi untuk mengejar sertifikasi terhadap 7 juta bidang tanah milik rakyat tahun 2018. Tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah disertifikasi.

Untuk NTB, tahun 2018 tanah yang disertifikasi sebanyak 175 ribu bidang. Sedang tahun yang akan datang ditingkatkan menjadi sekitar 200 ribu bidang.

Presiden Jokowi menilai, seritifikat tanah untuk rakyat ini sangat perlu. Disamping untuk kepastian hukum, sertifikat tanah tersebut untuk menghindarkan masyarakat dari berbagai sengketa tanah. Bahkan sengketa itu bisa terjadi antara anak dan orang tua.

“Kalau sUdah punya sertifikat ini, siapa yang berani menggugat, siapa yang berani sengketa,’ kata presiden.

Jumlah sertifikat tanah yang diserahkan berjumlah 14 ribu sertifikat se pulau Sumbawa, diwakili 1037 warga. Pemerintah menargetkanpada tahun 2018 sebanyak 7 juta seritifikat tanah akan diselenggarakan. Dan tahun 2019, sebanyak 9 juta sertifikat.

Turut mendampingi juga saat itu Menteri  Pertahanan, Sofyan Djalil, Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Gubernur NTB terpilih, DR Zulkieflimansyah dan bupati Sumbawa, Husni Djibril.

AYA  




Pelaku Pariwisata Di NTB Tangani Wisatawan Korban Gempa

PHRI ( Persatuan Hotrl dan Restaurant) NTB memberikan fasilitas penginapan gratis di lima hotel yang ada di Mataram bagi wisatawan asal Malaysia yang selamat

MATARAM.lombokjournal.com —  Adanya 18 wisatawan asal Malaysia yang menjadi korban dari gempa tektonik tersebut,  satu orang di antaranya meninggal dunia, stakehorder pariwisata di NTB bergerak cepat.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata telah menyatakan sudah mengevakuasi korban meninggal dunia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan itu saat jumpa pers di hotel Golden Palace, Senin (30/07).

“Korban meninggal dunia atas nama Siti Nur Lesmawida Ismail (30). Sekarang posisi jenazah ada di rumah sakit provinsi, karena akan ada proses-proses lanjutan dari keimigrasian dan kedutaan yang akan datang ke Lombok,” ujar Faozal.

Faozal menuturkan, Pemerintah Provinsi NTB dan juga para pelaku pariwisata di NTB juga telah menyiapkan beberapa fasilitas kepada wisatawan asal Malaysia yang menjadi korban dari gempa ini.

“Kami telah menyiapkan peti jenazah untuk yang meninggal dunia. Dan mobil ambulan yang membawa jenazah dari lokasi gempa merupakan sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ucapnya.

Faozal menyatakan, seluruh biaya perawatan korban di tanggung oleh Pemprov, baik yang luka-luka maupun yang meninggal. Termasuk 17 korban selamat wisatawan asal Malaysia itu diberikan penginapan gratis.

saat ini 17 wisatawan asal Malaysia tersebut sudah berada di Kota Mataram.

“Saat ini teman-teman dari PHRI ( Persatuan Hotrl dan Restaurant) NTB juga memberikan fasilitas penginapan gratis di lima hotel yang ada di Mataram bagi wisatawan asal Malaysia tersebut.  Mereka tersebar di hotel Golden Palace, hotel Lombok Raya, hotel Lombok Plaza, hotel Puri Indah dan hotel Santika,” papar Kadispar NTB.

Sebelumnya, gempa tektonik dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, pada Minggu (29/07) pukul 05.47 WITA.

AYA




I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST : Kemenangan Zul Rohmi Beri Spirit Caleg Muda

Dalam politik itu tidak ada yang tidak mungkin, jika strategi pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara memahami kondisi wilayah tersebut

I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Momentun Pilgub NTB, Pilwakot Bima maupun Pilbup Lotim, harus dimanfaatkan oleh para caleg jelang Pemilihan Legislatif 2019, sebagai aspirasi rakyat yang memilih perubahan pemimpin di daerahnya.

Spirit perubahan akan berimbas kuat pada Pemilu Legislatif 2019, rakyat diduga akan menjatuhkan pilihan kepada para wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasinya.

Menurut Calon Legislatif kota Mataram dapil Cakranegara dari Partai Berkarya, I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST, kemenangan Zul – Rohmi dalam Pilgub NTB menyemangati dan menjadi spirit buat dirinya untuk mendekatkan diri dengan konstituennya.

“Saya akan meniru cara-cara pendekatan ke masyarakat seperti yang dilakukan oleh Zul-Rohmi,” ungkapnya, Senin (30/07)

Bagi I Gusti Nyoman Agung Sugantha, 35 tahun,  meskipun dirinya baru pertama kali menjadi Caleg, tapi tak membuatnya berkecil hati bersaing dengan sejumlah incumben didapilnya.

“Buktinya, siapa sangka Zul-Rohmi bisa menang di Pilgub NTB padahal Paslon yang tidak diunggulkan,” tambahnya .

Caleg Muda yang berprofesi sebagai Arsitek ini mengatakan,  akan berusaha yang terbaik dan berbuat maksimal untuk membesarkan Partai Berkarya yang telah memberikan kepercayaan menjadi Calegnya.

“Saya akan menjaga kepercayaan Partai Berkarya menjadi Caleg yang bisa meraih dukungan pemilih,” ujar Agung Sugantha yang saat ini  menempuh studi di Fakultas Hukum di Unizar .

Agung Sugantha ingin banyak menimba ilmu tentang tehnik dan strategi melakukan pendekatan kepada konstituen.

“Saya pribadi ingin berdialog dan berdiskusi dengan tim Zul Rohmi , bagaimana meraih simpati rakyat dengan benar ,” tuturnya .

Spirit kemenangan Zul-Rohmi , kata Agung Sugantha, setidaknya telah membuka mata hati semua caleg muda atau pemula seperti dirinya.

Dalam politik itu ternyata  tidak ada yang tidak mungkin, semuanya serba mungkin terjadi. Jika strategi pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara memahami kondisi wilayah tersebut.

“Sebagai orang awam dalam politik , saya akan memperdalam pengetahuan saya tentang  blusukan yang efektif,” tambah Sugantha.

Dengan latarbelakang Arsitektur, I Gusti Nyoman Agung Sugantha ingin berbuat banyak untuk berbagi pengetahuan dengan konstituennya agar bisa saling membesarkan.

“Jurusan Arsitektur kurang diminati karena persepsi warga masyarakat kurang clear. Padahal menjadi arsitek saat ini sangatlah prospektif,” pungkasnya.

Caleg Muda Berkarya ini dikenal juga sebagai pengusaha muda/ owner Alam Mimpi Hotel Batu Layar dan Tepi Sawah Hotel Lingsar, sekaligus Direktur CV Agung AmerthaJaya Kontraktor.

Me




Presiden Jokowi Membagikan Sembako Di Sambelia

Presiden dan masyarakat korban bencana sepakat, masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta

Jokowi dan TGB bagi-bagi buku

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo bersama Istri Hj. Iriana  didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Istri, Hj. Erica Zainul Majdi, mengunjungi lokasi dan posko Tagana Gempa Bumi 6,4 SR di Desa Madiyan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin, (30/07).

Di lokasi bencana, Presiden Jokowi bersama gubernur TGB membagikan buku kepada anak-anak terdampak gempa bumi di Desa Madyan. Selain itu, juga membagikan  sembako sekaligus meninjau salah satu rumah yang rusak berat akibat gempa.

Presiden Jokowi juga menyempatkan berdialog dengan masyarakat di tenda pengungsian. Dialog tersebut  menghasilkan kesepakatan tentang besarnya bantuan bagi pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat.

“Masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta. Pembangunan dan supervisi akan dibantu oleh TNI, sedangkan untuk pengawasan dilakukan oleh Gubernur, Bupati dan perangkat yang lain,” ujar Jokowi.

Di akhir kunjungannya Presiden Jokowi kembali mengingatkan seluruh masyarakat utk tetap waspada.

“Kita harus sadar bahwa negara kita berada di ring of fire. Jadi, masyarakat kita harus siap menghadapi setiap bencana yang mungkin saja bisa terjadi kapanpun seperti gempa, banjir dan sebagainya,” ujar Jokowi kepada media.

AYA




Reliji dan Komando, Serahkan Bantuan Korban Gempa Lotim

Bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata, Masyarakat diimbau untuk peduli dan meringankan derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Relawan Indonesia Jokowi (RELIJI) dan Pengurus Koalisi Muda Perindo (KOMANDO) NTB dan Lombok Timur, Minggu  (28/07), secara sigap dan  spontan menggalang donasi internal  yang langsung disumbangkan untuk korban gempa bumi di Lombok timur.

Sumbangan yang diberikan Reliji dan Komando  kurang dari 6 jam paska Gempa Bumi yang melanda Lombok Timur itu, berupa air minum, lilin dan Indomie. Bantuan itu  diserahkan langsung  di posko Induk di Kantor Desa Belanting, Minggu.

Menurut Karman,  pimpinan Rombongan yang juga Dewan Penasehat DPP Komando,  sengaja bergerak secara spontan melakukan penggalangan sumbangan untuk korban bencana Lombok Timur di internal Reliji dan Komando.

“Kami prihatin dan turut berduka terhadap semua korban bencana bumi tadi ,’ ungkapnya .

Menurut Karman, kepedulian Reliji dan Komando  tidak berhenti disini saja.  Pihaknya berjanji akan datang dengan membawa bantuan lagi untuk meringankan beban derita warga korban gempa bumi.

“Reliji dan Komando akan menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Lombok Timur,” ungkap Karman yang juga Caleg DPR RI dapil 2 NTB dari Partai Perindo .

Bagi Karman bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata. Masyarakat di imbau untuk peduli dan meringankan derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana.

“Ini momentum yang tepat untuk menggalang aksi solidaritas sosial antar sesama untuk saling berbagi beban ,” ungkap Karman .

Lebih lanjut Karman mengatakan, bencana gempa bumi di Lombok Timur tidak perlu diratapi tapi yang paling penting bagaimana meringankan penderitaan warga .

“Makin banyak elemen warga NTB yang terlibat aksi sosial semakin mempercepat masa tanggap darurat bencana,” ujarnya.

Reliji merupakan relawan yang didirikan beberapa mantan ketua OKP, seperti Karman GPII, Chrisman Damanik GMNI, Beni Pramula IMM, Mulyadi HMI dan lain lain.

Sedangkan Komando adalah organisasi sayap Partai Perindo. Komando dan RELIJI bisa   bareng bergerak aksi sosial ini  karena kedua organisasi tersebut  mengusung Jokowi untuk Pilpres 2019.

Me