Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Bencana gempa bumi yang berlanjut dengan penderitaam warga Lombok dan Mataram yang kembali diguncangan gempa berkekuatan 7 skala Richter, Minggu (19/08/2018) lalu, mengundang keprihatinan mendalam pemerintah.
Ungkapan empati serta untuk memberikan dukungan moril kepada korban terdampak gempa, Menteri Sosial Idrus Marham kembali bertolak menuju Lombok, Selasa (21/08/2018) pagi.
Dalam kunjungan bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, dan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Mensos dan Wapres dijdwalkan akan menggelar rapat koordinasi rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa.
Setelah itu, Mensos juga diagendakan akan menyapa pengungsi di Lombok Barat dan Lombok Utara. Di Lombok Barat, Mensos dan rombongan akan menyapa pengungsi di lokasi pengungsian Dusun Kakait, Kampung Bandung, Kecamatan Gunumgsari, Kabupaten Lombok Barat.
Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
Untuk meringankan beban para korban, Mensos juga akan menyerahkan santunan kepada ahli waris bagi korban yang meninggal. Untuk membantu penanganan dampak bencana, Mensos juga menyerahkan mobil truk serbaguna.
Menjelang siang, Mensos dan rombongan bergerak menuju lapangan Menggala, Kecamatan Pemenang, untuk meninjau layanan dapur umum. Di sini, Mensos juga dijadwalkan menuju lokasi pendistribusian santunan ahli waris dan menyaksikan proses pencairan PKH di kantor Kecamatan Pemenang.
Mensos dijadwalkan masih akan berada di NTB sampai besok, Rabu (22/08). Besok, Mensos giliran akan menyapa para pengungsi di Lombok Utara.
Kegiatan Mensos direncanakan akan diawali dengan merayakan Hari Raya Iedul Adha dengan sholat Ied bersama masyarakat di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.
AYA
Tim Medis BAGUNA PDIP Beri Layanan Kesehatan Secara Berkala
BAGUNA PDIP DPP kembali buka dapur umum di Pemenang, Lombok Utara
pengobatan berkala
lombokjournal.com —
MATARAM ; Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana ( Baguna) PDIP tetap memberikan layanan kesehatan secara berkala kepada masyarakat korban gempa, baik di Lombok Utara , Lombok Barat maupun di Lombok Timur .
Ketua Tim Tanggap Darurat Baguna DPP PDIP , Dewi Kencana mengatakan, metode layanan kesehatan yang dilakukan BAGUNA dengan cara jemput bola, yakni mendatangi konsentrasi camp pengungsi , khususnya di titik pengungsi yang medannya sulit terjangkau.
“Agar masyarakat korban gempa yang belum tersentuh tersebut bisa mudah dicek kondisi kesehatan maupun psykologinya oleh Tim Medis BAGUNA PDIP,” ungkap Dewi Kencana di kantor DPD PDIP, Senin (20/08)
Selain memberikan layanan kesehatan secara terpadu, Tim BAGUNA PDIP membuka dapur umum lagi, yakni di wilayah Desa Pemenang Lombok barat. Dapur Umum BAGUNA di Pemenang dilengkapi dengan tim medis yang dipimpin oleh dr Bayu dari BAGUNA DPD PDIP Jawa Timur.
“Motto Baguna Tertawa dan Menangis bersama Rakyat inilah yang menjadi spirit Baguna untuk tetap mendampingi korban gempa, dengan cara bergotong royong meringankan penderitaan antar sesama ,” tukas Dewi Kencana yang didampingi tim dokter Baguna , dr Riyo Kristian Utomo, MH.Kes, CH. dr Edi Faizar dan dr Louis .
Dewi Kencana menginformasikan selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Gempa di Lombok akan melaporkan semua pekerjaan selama menangani korban gempa kepada Ketua Baguna DPP PDIP yakni ibu Ciptaning termasuk need assessment yang perlu selanjutnya.
“Nanti DPP PDIP akan melakukan evaluasi dan kajian dengan melihat perkembangan dilapangan tentunya,” ucapnya .
Menurut Dewi Kencana, bhakti sosial yang dilakukan PDIP ini semata-mata karena panggilan moral dan kemanusiaan dengan luasnya dampak kerusakan yang ditimbulkannya Gempa di KLU.
“PDIP sebagai satu satunya Parpol yang memiliki Tim tanggap bencana langsung menerjunkan Baguna untuk menangani korban gempa sejak gempa pertama di Lombok Timur tanggal 29 Juli silam,” bebernya
Penyakit Menular
Terpisah Tim Dokter BAGUNA, dr Riyo Kristian Utomo menambahkan, saat ini di tenda pengungsian rata-rata terjangkit ISPA , diare , Asma/Alergi , Hipertensi/Hipotensi. Kondisi ini dipicu oleh lingkungan maupun pola konsumsi selama di tenda pengungsian.
“Faktor cuaca dan daya tubuh juga berpengaruh terhadap ketahanan kesehatan para pengungsi,” ujar dokter muda yang juga salah satu putera dari Ketua Baguna PDIP,’ kata Ciptaning .
Dokter Ahli Hypnotherapy ini menambahkan, kondisi ketahanan tubuh masing-masing juga berbeda ketika hidup didalam tenda pengungsian.
Hal ini terkait dengan perbedaan daya imunitas pengungsi , termasuk faktor lain juga berpengaruh yakni psykologis, pikiran , dll bisa memicu munculnya gangguan kesehatan selama di pengungsian.
“Secara umum anak -anak dan balita yang sangat rentan terserang penyakit jika hidup terlalu lama di pengungsian . Belum lagi kondisi sanitasi lingkungan pengungsi yg tidak higienis makin memicu timbulnya penyakit menular ,” ungkapnya.
Tim Medis BAGUNA PDIP , lanjut dr Riyo Kristian Utomo sudah berupaya secara maksimal memberikan layanan medis ke puluhan titik pengungsi berminggu-minggu tanpa kenal lelah, termasuk membantu evakuasi korban gempa.
“Tim Medis BAGUNA satu paket selain membantu pasien , trauma healing juga membagikan dropping ratusan nasi bungkus kesetiap titik pengungsi ,” kata dr Riyo
Selanjutnya Riyo Kristian Utomo mengatakan setiap tim medis BAGUNA PDIP kelapangan tetap melapor terlebih dahulu kegiatannya di puskesmas terdekat untuk berkoordinasi.
“Ini untuk mengantisipasi apabila ada pasien yg dilapangan dirujuk lebih lanjut penanganannya baik di puskesmas atau RS lainnya,” tukasnya
Terakhir sebagai kader ideologi PDIP , dr Riyo menambahkan, bhakti sosial yang dilakukan Baguna ini tidak memiliki motif politik apapun selain faktor kemanusiaan dan persaudaraan semata.
“BAGUNA PDIP akan tetap hadir memberikan bantuan kemanusiaan dimana pun dan kapan pun bencana itu terjadi di wilayah NKRI sesuai arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri , yakni menangis tertawa bersama rakyat ,” ungkapnya .
Sementara itu Bendahara DPD PDIP NTB , Edi Sukmono memastikan, BAGUNA tetap akan beroperasi di wilayah yang terdampak gempa meskipun tanggap darurat dari pemerintah berakhir.
Hal ini terkait dengan masih adanya titik-titik pengungsi yang kurang maksimal mendapatkan bantuan kemanusiaan.
“Dapur Umum Baguna di kantor DPD PDIP NTB hingga hari ini (Selasa (21/8) tetap melakukan droping nasi bungkus rata-rata 2000 per hari , khusus utk pengungsi di wilayah Lombok Barat ,” pungkasnya.
Me
Jusuf Kalla Janji Bangun Sekolah Dan Rumah Tahan Gempa
Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla (JK) didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa bumi di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, (21/08).
Turut dalam rombongan, Menteri PUPR, Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan RI. JK menyapa anak-anak yang berada di tenda pengungsian. Dihadapan para anak-anak yang rata-rata masih sekolah itu, orang nomor dua di Indonesia itu berjanji akan segera membangun sekolah dan rumah warga yang rusak akibat gempa 7 SR yang melanda Lombok, NTB.
JK menegaskan, fasilitas sekolah merupakan sarana yang paling utama harus dibangun, agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa di sekolah, tidak belajar di dalam tenda lagi.
“Pemerintah melalui Menteri Pendidikan akan segera membangun sekolah, agar anak-anak bisa belajar lagi dengan baik dan nyaman di sekolah,” kata JK.
Sedangkan terkait dengan rekonstruksi rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan, JK berjanji akan membantu masyarakat.
“Dalam proses pembangunan nanti Kemeterian PU akan memberikan pelatihan kepada masyarakat, bagaimana membangun rumah tahan gempa sampai kekuatan 9 SR,” ungkapnya.
Terkait dengan status gempa, wapres mengatakan, status gempa di NTB walaupun tidak berstatus nasional, namun sesungguhnya penanganannya sudah berskala nasional.
Bagi Wapres tidak ditetapkannya bencana gempa lombok sebagai skala nasional, karena pemerintah daerah dan pusat masih mampu menangani dampak dari gempa bumi di NTB.
“Status bencana nasional itu apabila pemerintah tidak bisa berbuat apa apa, sehingga bantuan dari luar negeri kita butuhkan, kalau kita masih mampu tidak perlu jadi bencana nasional,” terang JK.
Dalam kesempatan kunjungan di lokasi pengungsian tersebut, Wapres juga menyerahkan dana santunan bagi keluarga yang meninggal dunia masing-masing sebesar Rp. 15 juta.
Selain itu, bantuan satu unit kendaraan Truk dari Kementerian sosial, diterima langsung Gubernur NTB sebagai kendaraan operasional untuk distribusi bantuan bagi para korban gempa yang berada di tempat-tempat terpencil yang tidak bisa dijangkau.
Di akhir sambutannya Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik.
“Lombok, bangun kembali,” kata JK memberi semangat.
AYA/hms NTB
Mendikbud Muhajir Efendi Minta Ibu-ibu Dorong Anaknya Kembali Belajar
Tenda-tenda kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah, bila halaman sekolah juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Para orang tua korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Diminta mendorong anak-anaknya agar tetap belajar meski dalam kondisi yang serba sulit.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Efendi menyampaikan itu saat mengunjungi warga di pengungsian Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (21/08).
“Ibu-ibu, kerasan tinggal di tenda?” tanya Muhajir kepada warga di pengungsian Kekait. Sontak ibu-ibu dan warga di pengungsian menjawab tidak.
“Berarti harus segera bangun rumah yah,” lanjut Muhajir.
Khusus untuk para pelajar yang berada di pengungsian, ia meminta tetap belajar meski sekolah-sekolah yang ada sudah rusak. Kemendikbud, akan terus melakukan pemasangan tenda untuk kegiatan belajar mengajar.
Muhajir mengatakan, hingga saat ini Kemendikbud telah memasang 30 tenda untuk kegiatan belajar mengajar di pengungsian. Rencananya, 50 tenda lainnya akan segera menyusul.
Nantinya, tenda-tenda untuk kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah. Namun, bagi sekolah yang halamannya juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian.
“Saya mohon putra putri didorong belajar, tidak boleh berhenti belajar dalam keadaan apa pun, kalau terlalu lama berhenti belajar nanti kembali sekolahnya susah. Kita juga akan mengirim guru-guru konsultasi trauma dan guru untuk bimbingan kegiatan belajar mengajar,” jelas Muhajir.
AYA
Bantuan Pakan Ternak Untuk Ternak, Bukan Untuk Dikonsumsi Korban Gempa
Kementan melalui Ditjen PKH memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan
LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Utara meluruskan dugaan sejumlah pengungsi, yang menduga bantuan pakan ternak diperuntukkan para pengungsi korban gempa.
Hal itu terkait viralnya penolakan sejumlah pengungsi korban gempa bumi yang mendapatkan bantuan pakan ternak yang disampaikan relawan Jokowi.
Tim dari Disnak KLU pun langsung terjun ke lapangan dan bertemu dengan sejumlah pengungsi yang mendapatkan bantuan ternak tersebut.
Kepala Bidang Peternakan KLU, Adi Wibawa mengatakan, pakan ternak tersebut bukan berasal dari relawan Jokowi melainkan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).
Kementan melalui Ditjen PKH, ujar Adi, pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Posko Peduli Gempa NTB. Dan memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan.
Bahkan untuk mempercepat penerimaan bantuan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menginstruksikan Ditjen PKH untuk membentuk Tim Aksi Peduli Gempa yang terdiri dari Ditjen PKH (Pusat dan UPT), Dinas PKH Provinsi Bali, Dinas Kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.
Tim tersebut telah bertugas di lapangan sejak terbentuk pada 5 Agustus 2018, sampai dengan saat ini.
Adi membantah bila bantuan pakan ternak tersebut untuk di konsumsi pengungsi korban gempa, dan disalurkan oleh relawan Jokowi. Ia menegaskan, bantuan tersebut murni sebagai kepedulian terhadap peternak.
“Tidak benar kalau bantuan ini oleh relawan Jokowi. Ini dari kementerian. Sebagai daerah penghasil sapi dan daerah peternakan, bantuan ini untuk mensuplai kebutuhan pakan ternak bukan untuk di konsumsi masyarakat,” ujar Adi.
Minta maaf
Bandi korban gempa yang memberikan keterangan pada video tersebut mengaku, tidak mengetahui bantuan tersebut berasal dari kementerian.
Iapun meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah dituding tidak memperhatikan pengungsi dengan memberi pakan ternak.
“Saya tidak tahu kalau ini bantuan khusus untuk peternak, saya kira kita dikasi pakan untuk di konsumsi, saya pribadi minta maaf kepada bapak presiden Jokowi atas ketidaktahuan saya,” ujarnya menyesal.
Bantuan pakan ternak dan obat obatan ini di berikan kepada kelompok tani ternak di empat kecamatan diKabupaten Lombok Utara (KLU) yaitu Tanjung, Pemenang, Gangga, Kahyangan, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berada di 3 Kecamatan, yaitu Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya.
Ada 9 Kelompok Tani Ternak (KTT) yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak gempa antara lain:
KTT Sri Datu dengan jumlah sapi sebanyak 295 ekor;
KTT Mekar Sari dengan jumlah sapi sebanyak 142 ekor;
KTT Baru Sadar + Pade Angen dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
KTT Makmur Jaya dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
KTT Pade Angen dengan jumlah ternaknya 300 ekor;
KTT Bina Karya jumlah ternaknya 300 ekor;
KTT Maju Sejahtera jumlah ternakya 70 ekor;
KTT Tanjung Tilah dengan jumlah ternak sebanyak 50 ekor;
KTT Telaga Gedong jumlah ternaknya sebanyak 50 ekor.
AYA (*)
Pelabuhan Laut Kayangan, Lombok Timur, Tak Ada Penyeberangan
Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan
MATARAM.lombokjournal.com — Akibat gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) di 30 kilometer (km) arah timur laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kedalaman 10 km, Minggu (19/08) pukul 22:56 Wita, Pelabuhan penyeberangan laut Kayangan di Lombok Timur mengalami rusak berat.
Kurang 1 jam berikutnya, 3 gempa susulan kembali menerjang dengan kekuatan bervariasi antara 5.0 hingga 5.8 SR. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski dapat dirasakan kuat getarannya di beberapa kota dan kabupaten sekitar lokasi kejadian.
“Akibat gempa semalam, Pelabuhan Kayangan rusak berat dan akibatnya tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi melalusi rilisnya ke media, Senin (20/08) pagi.
Budi Setiyadi menyatakan, kerusakan infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur meliputi causeway dan trestle di dermaga 2 mengalami penurunan dan dalam keadaan retak, sementara lapangan parkir yang berada dekat dermaga 1 mengalami retak sebagian.
Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan, jelas Budi mengenai kondisi terkini di Pelabuhan Kayangan.
“Oleh karena itu sejak gempa terjadi tadi malam tidak ada layanan pelayaran di Pelabuhan Kayangan,” kata Budi.
Untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Kayangan hanya sebatas bongkar muatan dari Pelabuhan Poto Tano. Karena masih ada guncangan kecil akibat gempa yang masih terasa pagi ini, maka kondisi terkini pelabuhan akan tetap dipantau.
“Semoga kerusakan yang ada dapat segera diperbaiki dan dapat beroperasi dengan normal kembali,” tutup Dirjen Budi sembari berharap kondisi di Pelabuhan Kayangan maupun lokasi terdampak gempa lainnya segera pulih dan membaik.
HS/PTR.
Merasa Didzolimi, Khairudin Adukan Anggota Bawaslu RI ke DKPP
Kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu
Khairudin M. Ali
lombokjournal.com —
KOTA BIMA ; Keputusan Bawaslu RI terkait hasil akhir seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB, dipersoalkan.
Pasalnya, sejumlah peserta dengan ranking tertinggi hasil kerja panjang Tim Seleksi, tidak diluluskan oleh Bawaslu RI.Salah satu peserta yang mempersoalkan itu adalah Khairudin M. Ali, calon anggota Bawaslu Kota Bima.
Dia mengaku heran dengan keputusan akhir Bawaslu setelah mereka melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test aatu FPT), pada 9 dan 10 Agustus 2018 lalu.
‘’Kok bisa, kami dengan ranking tertinggi di sejumlah Kabupaten Kota di NTB, dibuang begitu saja,’’ ujarnya dengan nada heran, Minggu (19/08).
Khairudin menyebutkan, hasil itu diperoleh dengan susah payah setelah mengikuti proses seleksi selama hampir sebulan. Hasil akhir kerja Tim seleksi sama sekali tidak menjadi pertimbangan Bawaslu dalam menentukan kelulusan calon.
“Satu-satunya kewenangan mereka adalah dengan melakukan fit and proper test. Awalnya saya berpikir akan dilakukan wawancara mendalam, untuk menggali kapasitas, pengetahuan, kepatuta , serta kelayakan seseorang untuk bisa menjadi anggota Bawaslu. Eh tahunya Cuma menonton kami yang disuruh berdiskusi. Apa yang mereka bisa simpulkan dari diskusi semacam? Ini hanya akal-akalan Bawaslu saja,’’ protesnya.
Khairudin mengaku, awalnya tidak ingin mengikuti seleksi calon anggota Bawaslu, karena pada seleksi tahun 2017 lalu juga mengaku diperlakukan tidak adil.
“Saat itu saya tidak protes. Karena saya pikir mungkin saya belum diberikan kesempatan untuk menjadi pengawas Pemilu. Tetapi pada seleksi kali ini, sejumlah peserta lain di Kota Bima datang ke rumah saya untuk mengajak saya ikut lagi. Alasannya, karena mereka belum memiliki rasa percaya diri untuk menjadi anggota bawaslu dengan kewenangan yang demikian besar. Supaya ada yang bisa diandalkan,’’ kata Khairudin.
Ditambahkan, selain mengajak, mereka juga meyakinkan bahwa proses seleksi kali ini lebih transparan karena menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Ujian tertulis dengan model online menggunakan komputer itu, memungkinkan setiap peserta langsung mengetahui nilainya begitu selesai tes dan menutup program CAT.
‘’Alhamdulillah nilai CAT saya 60 dan itu ranking 4 se NTB. Saya berpikir nilai itu rendah, tetapi ternyata nilai CAT rata-rata peserta seleksi calon anggota Bawaslu se Indonesia rata-rata antara 47. Sedikit sekali yang nilainya di atas 50,’’ tambahnya.
Herannya, kata Khairudin, nilai CAT, Psikotest, Tes Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta wawancara oleh Tim seleksi yang menempatkannya padan ranking 1, tidak sedikit pun menjadi bahan pertimbangan Bawaslu untuk menentukan kelulusan seseorang calon.
‘’Bawaslu dengan sewenang-wenang menentukan kelulusan seseorang dengan cara yang dzalim, tidak jujur, tidak terbuka, tidak memiliki standar penilaian yang jelas, serta tidak profesional,’’ ujarnya.
Selain itu, Khairudin juga mempertanyakan dasar hukum Baswaslu memperlakukan beda dan berperilaku diskriminatif antara peserta yang baru ikut seleksi dengan anggota Panwaslu yang sedang bertugas.
Padahal katanya, tidak ada dasar hukum untuk tindakan berbeda itu, selain hanya tidak dilakukan wawancara oleh Tim seleksi.
‘’Mereka itu bukan Bawaslu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun tahun 2017. Petahana yang dimaksud adalah Bawaslu, bukan Panwaslu. Harus mereka diperlakukan sama dan tetap dibuka seluruh hasil CAT, Psikotest, Res Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta tes lainnya. Konyol benar Bawaslu ini,’’ sesalnya.
Khairudin menghargai kerja Tim Seleksi yang telah profesional dalam penilaian. Karena diakuinya bagi calon yang jatuh pada nilai ujian tertentu, rankingnya langsung dikoreksi. Ini menunjukan bahwa Tim Seleksi sudah bekerja baik.
‘’Tetapi mengapa Bawaslu dengan seenaknya saja tidak mehargai kerja Tim Seleksi? Panwaslu lama hampir semua dipertahankan. Ini benar-benar-tidak mencerminkan prinsip Penyelenggara Pemilu sebagaimana diatur pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, dan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017,’’ jelas mantan Ketua panwaslu Kota Bima ini.
Mantan Ketua PWI Bima dua periode ini mengaku, aduan yang dilayangkan ke DKPP, untuk menguji prinsip Penyelenggara Pemilu. Apakah mereka sudah melanggar atau tidak.
Karena kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu.
“Ini yang mau saya uji di sidang DKPP. Saya akan menghadapi sendirian kesombongan Bawaslu ini,’’ tegas mantan Redaktur Lombok Lombok Post ini.
Ditanya diskusi seperti apa saat fit ad proper test oleh Bawaslu NTB, dia mengatakan tidak ada yang luar biasa.
‘’Saya sendiri mendapat lot dengan pertanyaan soal Caleg Korupto. Saya kemudian menulis di atas kertas dalam waktu tujuh menit. Dan bahan ini kemudian didiskusikan saat saya menjadi moderator. Dalam pemaparan saya, terkait Caleg Koruptor, sebagaimana yang dilarang oleh PKPU Nomor 20 tahun 2018, tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Tidak boleh Peraturan KPU bertentangan dengan Undang-Undang di atasnya yaitu Undang-Undang Nomo 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bagaimana mungkin hak politik seseorang dihapus oleh PKPU? Jika karena semangat ingin memberantas korupsi, yang harus dilakukan oleh KPU adalah mengusulkan agar hal itu diatur dalam Undang-Undang,’’ ujarnya.
Menurut Khairudin, pendapatnya itu sejalan dengan hasil putusan sengketa adjudikasi yang diajukan caleg yang dicoret KPU ke Bawaslu di sejumlah daerah. Bahkan anggota Bawaslu RI Fritz Edward pada saat diwawancara CNN Indonesia, sejalan dengan sikap dan pandangan dirinya.
‘’Lalu di sisi mana hasil fit and proper test sebagai alasan bagi Bawaslu untuk mencoret saya dan mempertahankan dua anggota Panwaslu lama? Bagian mana juga kehebatan calon dengan dua jenjang di bawah saya, kemudian diluluskan oleh Bawaslu. Mereka harus buka ini semua. Kalau tidak dibuka, jelas melanggar prinsip Terbuka sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP maupun Undang-Undang,’’ jelasnya.
Dia juga mengaku mendapat banyak dukungan dati peserta yang tidak lolos. Namun diakuinya, tidak ingin melibatkan mereka dalam masalah ini, Tetapi jika ingin mengadukan juga atau ingin menjadin pihak terkait, Khairudin tidak keberatan.
‘’Ada anggota Timsel yang menghubungi saya dan meminta maaf atas hasil akhir di luar kewenangannya itu. Ini tidak profesional, Ketau dan Anggota Bawaslu RI dan Bawaslu NTB harus bertanggungjawab,’’ katanya.
Me (*)
Gempa Susulan 6,5 SR, Tapi Dilaporkan Tidak Ada Korban
Fase gempa susulan merupakan fenomena menuju stabil
MATARAM.lombokjournal. – Gempa susulan dengan maknitudo 6,5 kembali mengguncang wilayah Lombok Tiimur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/08), sekitar pukul Pkl. 11:10:22 WIB. Lokasi: 8.24 LS 116.66 BT (32 km ) timurLaut Lombok Timur, NTB, pusat gempa berada di kedalaman 10 km, namun tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban terkait gempa tersebut. Namun di Gn. Anak Dara, Pergasingan, Telaga di Ds. Sembalun Longsor.
Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati menjelaskan, gempa tersebut dirasakan di beberapa wilayah tapi tidak merusak.
Sebelumnya, di Lombok Utara terjadi gempa berkekuatan 7,0 magnitudo pada 5 Agustus lalu. Gempa tersebut diikuti gempa susulan yang cenderung terus melemah, namun fluktuatif.
Misalnya, yang selama inii terjadi mulai dengan gempa dengan kekuatan sekitar 4 kemudian muncul gem sekitar 5 sr dan yang terakir 6,5 SR, selanjutnya gempa susulan lainnya yang cenderung melemah.
Dwi Korita menghimbau masyarakat jangan lari di wilayah lereng atau pegunungan, karena batuan yang rapu akibat gempa sebelumnya.
‘‘Paling aman menuju di tanah lapang atau tempat pengngsian. Kalau ada guncangan segera lari ke tempat lapang, merunduk dan lindungi kepala dengan tenang, jangan lari ke gunung, ‘‘ katanya sambil menambahkan, fase gempa susulan merupakan fenomena menuju stabil.
Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakana. Ia juga menformasikan adanya longsor di lereng Rinjani, karena pusat gempa di Lombok Timur.
Sampai saat ini Taman Nasional Gunung Rinjani TNGR (Taman NasionaL Gunung Rinjani), masih ditutup. Saat ini di kawasan TNGR dalam keadaan kosong. Dilaporkan ada kedatangan wisatawan di bandara internasional Lombok yang akan ke Rinjani tapi masih belum diijinkan.
Rr
IJTI NTB Serahkan Bantuan Ke Awak Media dan Warga Terdampak Gempa
Giat Peduli Gempa IJTI NTB yang bertema “Recovery For Humanity” diharapkan sedikit mengobati kepiluan para korban gempa sekaligus memberikan dorongan semangat untuk tetap survive dalam menghadapi bencana alam seperti saat ini
LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Gerakan kemanusiaan meringankan beban korban gempa Lombok yang merupakan bagian dari respon gerakan tanggap bencana perkumpulan media televisi melalui Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nusa Tenggara Barat, akhirnya direalisasikan Jumat (18/08) dengan mengunjungi sejumlah tempat untuk menyalurkan bantuan.
Gerakan kemanusiaan diinisiasi para pengurus IJTI NTB, dengan mengumpulkan donasi berupa dana dan barang kebutuhan pengungsi tersebut , awalnya memang khusus diperuntukkan kepada awak media yang terdampak gempa secara langsung.
Namun di lapangan, tak hanya para awak media, para warga pengungsi pun akhirnya mendapatkan penyaluran bantuan dari perkumpulan para jurnalis televisi.
Sasaran pertama, bantuan diarahkan kepada salah seorang anggota IJTI Adi Hendry (Metro TV) dengan memberikan sejumlah dana dan barang kebutuhan seperti sembako. Titik berikutnya adalah 3 orang Jurnalis KLU yang juga diberikan bantuan berupa sembako, alas tidur, kebutuhan bayi untuk meringankan beban mereka selama mengungsi.
Selain menyasar awak media, penyaluran bantuan yang terkumpul dari para pengurus daerah IJTI Se nusantara dan IJTI NTB tersebut juga diarahkan ke sejumlah titik pengungsian warga di daerah terdalam yang minim bantuan.
Salah satunya adalah di Dusun Dasan Lekong, Desa Sigar Penjalin kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara serta di Posko Pengungsian di Lapangan Tanjung Lombok Utara.
Giat Peduli Gempa IJTI NTB yang bertema “Recovery For Humanity” tersebut diharapkan mampu sedikit mengobati kepiluan para korban gempa sekaligus memberikan dorongan semangat untuk tetap survive dalam menghadapi bencana alam seperti saat ini.
“Ini adalah bagian dari fungsi pokok organisasi untuk menanamkan kepekaan dan jiwa sosial kepada para anggota, agar peka dan tanggap berpartisipasi dalam kejadian post major bencana al seperti yang terjadi saat ini,” ujar Riadis Sulhi Ketua IJTI NTB yang turut mengawal proses penyaluran bantuan Jumat (18/08).
Selain memberikan sedikit uang saku hasil urunan anggota dan titipan dari kolega yang peduli dengan gempa bumi di Lombok, Tim Peduli gempa IJTI NTB juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, air mineral, kebutuhan anak dan wanita, alas tidur, mainan, buku tulis dan juga tas sekolah.
“Harapannya agar bantuan tersebut bisa berguna bagi para korban baik dari rekan media sendiri maupun para korban umumnya,” lanjut Riadi.
Inisiasi membentuk tim Peduli Gempa IJTI Nusa Tenggara Barat kedepannya diharapkan akan mampu meningkatkan kepekaan sosial anggota khususnya dan juga turut mengawal, serta bisa menjembatani penyaluran bantuan gempa kepada masyarakat terdampak secara langsung tanpa perantara.
“Kita menyalurkan langsung selain sebagai langkah mengecek langsung kondisi para korban, juga bagian dari proses pembentukan jiwa sosial anggota kedepan agar lebih tanggap dan peka dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Penyaluran bantuan kepada korban gempa oleh IJTI NTB rencananya akan terus dilakukan hingga dua bulan ke depan dengan membuka donasi secara khusus dan secara regular sebagai salah satu sarana menyalurkan bantuan secara cepat kepada korban yang membutuhkan.
“Kita akan buka ini sampai dua bulan kedepan, sebagai giat peduli dan responsive tanggap korban gempa,” pungkasnya.
AYA (*)
IKA Unram Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa
Hingga saat ini IKA Unram setiap hari akan menyerahkan bantuan korban gempa ke titik-titik pengungsi yang luput dari donasi pihak lain
MATARAM.lombokjournal.com — Wujud pengamalan nilai-nilai Tri Darma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat , Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Mataram (PP IKA Unram) berserta IKA Unram Jawa Timur dan Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri ( Himpuni), mengadakan Bhakti sosial dan pemberian sumbangan kepada korban gempa dipuluhan titik di Lombok Barat maupun KLU sejak Sabtu (11/08) .
Ketiga Lembaga tersebut mendatangi para korban gempa guna menyerahkan sejumlah sumbangan seperti biskuit , terpal , susu bayi, pempers , pembalut wanita , nasi bungkus , dan lain-lain..
Hingga Jumat ( 17/8) , IKA Unram sudah menyerahkan donasi untuk korban gempa di 25 titik baik di Lombok Barat maupun KLU.
Sekretaris Umum PP IKA Unram, Drs Cukup Wibowo MMPd mengatakan, bhakti sosial yang dilakukan IKA Unram sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Lombok umumnya dan masyarakat Lombok Utara khususnya.
Dampak maupun ekskalasi yang ditimbulkan bencana gempa tersebut begitu dahsyat dan menggetarkan.
“Sebagai wujud keprihatinan bersama, PP IKA Unram akan tetap menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Lombok yang terdampak,” ujar Cukup Wibowo di sela-sela penyerahkan paket bantuan gempa di desa Sesela , kecamatan Gunung Sari, Kamis (16/08) sore.
Cukup menambahkan, hingga saat ini IKA Unram setiap hari akan menyerahkan bantuan korban gempa ke titik-titik pengungsi yang luput dari donasi pihak lain. IKA Unram pun menyadari karena luasnya wilayah kerusakan daerah gempa tidak mudah menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Disinilah peran penting relawan kemanusiaan mem-back up sisi yang belum dijamah oleh bantuan pemerintah daerah ,”bebernya .
Diakui Cukup, IKA Unram tidak mungkin bisa mengcover semua kebutuhan hidup para pengungsi. Meskipun demikian, IKA Unram akan tetap concern dan peduli terhadap penderitaan korban gempa.
“Insya Alloh IKA Unram akan tetap menyalurkan bantuan ini secara adil,” tukasnya .
Donasi Himpuni dan IkA Unram Jatim
Bendahara Umum PP IKA Unram Nasiva menginfokan, hingga saat ini pihaknya sudah membelanjakan bantuan korban gempa dalam bentuk barang dan makanan hampir 30 jutaan yang bersumber dari Kas PP IKA Unram Himpuni dan IKA Unram Jatim.
“Pendek kata pengurus IKA Unram akan tetap mendistribusikan bantuan gempa ini dalam tempo yang tidak ditentukan ,” tambah Nasiva .
Dia pun menambahkan, IKA Unram di bawah komando Ketum PP IKA Unram, Sirra Prayuna ,kelak apa yang sudah dilakukan IKA Unram ini bisa menjadi spirit atau penyemangat organisasi alumni lain untuk bergerak meringankan derita warga KLU.
“IKA Unram mendorong para donatur lainnya membantu sesama yang tertimpa musibah ini agar bisa segera pulih kehidupannya ,” imbuhnya.
Sementara itu pengurus PP IKA Unram lain seperti Amri Nuryadi , Lahmudin maupun Lalu Athari Fathullah mengimbau agar para pedagang tidak menaikkan harga untuk kebutuhan para pengungsi seperti terpal , tenda ataupun makanan.
“Kami menemukan indikasi ada kenaikkan harga barang yang tidak wajar,” ujar Amri Nuryadi yang juga seorang lawyer muda.
Untuk itu IKA Unram , lanjut Lahmudin mengajak para pedagang untuk berempati terhadap bencana ini dengan cara tidak menaikkan harga barang kebutuhan untuk pengungsi secara sepihak.
“Masyarakat pasti akan mencatat setiap perilaku pedagang yang ambil untung tidak wajar disaat bencana ,” pungkasnya .