Deflasi  NTB Bulan Agustus 0,10 Persen, Lebih Besar Dari Angka Nasional

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Agustus 2018 sebesar 2,06 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Agustus 2017 sebesar 1,60 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Bulan Agustus 2018, Nusa Tenggara Barat  (NTB) mengalami deflasi sebesar 0,10 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,69 pada bulan Juli 2018 menjadi 132,56 pada bulan Agustus 2018.

Badan Pusat Statistik ( BPS ) NTB merilis itu pada media hari Senin. “Angka ini lebih besar dibandingkan angka deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,05 persen” Ujar Suntono selaku Kepala BPS NTB Senin (03/09).

Ia menyatakan Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,21 persen.

Deflasi Nusa Tenggara Barat bulan Agustus 2018 sebesar 0,10 persen terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 1,79 persen dan Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,04 persen. Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,42 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,35 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,27 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,22 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,01 persen.

Sedang laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Agustus 2018 sebesar 2,06 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Agustus 2017 sebesar 1,60 persen.

“Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Agustus 2018 sebesar 3,42 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Agustus 2017 sebesar 3,89 persen,” pungkasnya

AYA

 

 




Kaya Inovasi, Desa Saribaye Ingin Juara Provinsi

“Hal yang luar biasa adalah desa ini inovatif. Walau usianya baru 7 tahun, banyak terobosan yang diciptakannya.”

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Di ujung masa tugasnya, Kepala Desa Saribaye Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Sarawan Sukandani, ingin desa yang dipimpinnya menoreh prestasi.

“Kami ingin seperti orang tua kami (Desa Lingsar,  red) bisa menuju Istana,” ujar Sarawan yang hari ini Senin (03/09) terhitung menjadi akhir tugasnya selaku Kepala Desa untuk periode 2012-2018.

Desa Saribaye ini sedang mengikuti ajang Lomba Desa Terintegrasi Tingkat Provinsi NTB untuk Tahun 2018. Dengan menyisihkan 9 desa lain se- Lobar, Saribaye akan berkompetisi dengan 7  desa lain se Provinsi NTB.

Untuk diketahui, sebelumnya Desa Lingsar yang merupakan desa induk dari Desa Saribaye pernah meraih juara nasional di ajang yang sama tahun lalu. Karena juara, Kepala Desa Lingsar berkesempatan menghadiri undangan dan mengikuti upacara 17 Agustus 2017 di Istana Negara.

“Hal yang luar biasa adalah desa ini inovatif. Walau usianya baru 7 tahun, banyak terobosan yang diciptakannya,” ujar Bupati Lobar H. Fauzan Khalid sambil mendorong pihak penilai bisa objektif memberikan penilaian.

Walau masih muda, desa ini bisa disebut sebagai desa kreatif dan mandiri. Dalam paparannya, Sarawan banyak mengungkapkan potensi desa yang telah mereka manfaatkan guna menarik investor (pihak ketiga, red) menggalakkan ekonomi warga.

“Kami memberdakan potensi untuk menjadi desa wisata. Di sini banyak orang melakukan kegiatan outbound dan rafting,”  papar Sarawan sambil menuturkan akan bekerja sama dengan pihak lain dari Jogjakarta.

Desa ini pun sedang mengkonservasi Hutan Irup sebagai satu-satunya hutan yang ada di wilayah tersebut. Hutan yang ia maksud adalah lahan hutan seluas 36 are lebih, namun masih menyimpan keragaman hayati.

Menurut salah seorang warga, di Hutan Irup masih banyak pepohonan besar dengan diameter lebih dari 1,7 meter dan termasuk jenis pohon langka seperti pohon ara, dao, banyak rimbunan pepohonan bambu.

“Di sana pun masih banyak jenis pohon paku yang besar dan langa,” tutur warga tersebut.

Selain hutan irup, Sarawan pun menggalakkan lorong sayur di setiap gang pemukiman warganya dan saat ini sedang menggalakkan budi daya madu trigona.

Sarawan berangan-angan, madu trigona yang dikembangkan desanya mampu menghasilkan obat-obatan.

Selain sektor ekonomi, Desa Saribaye pun menggalakkan sektor pendidikan. Mereka menghimpun kelompok penyumbang dari warga desa untuk bisa membiayai pendidikan warganya yang kurang mampu. Program tersebut ia beri nama Bismilah yang merupakan akronim dari Bina Insan Saribaye Melalui Ilmu dan Amal Solah.

“Saat ini kami baru mampu memberi beasiswa kepada 6 orang ke perguruan tinggi,” paparnya.

Melihat inovasi yang dilakukan desa ini, Bupati Lobar memberi apresiasi.

“Program tetap harus berjalan. Kita tidak ingin dikatakan lumpuh karena gempa,” pungkas Fauzan sambil meminta desa lain mencontoh semangat yang disuarakan oleh Sarawan.

Di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTB, H.  Azhari menyambut baik terobosan yang dipaparkan Kepala Desa tersebut.

“Luar biasa terobosan yang dilakukan desa ini. Saya kira bisa menjadi nilai tambah dalam penilaian,” ujar Azhari.

Azhari pun menambahkan 3 hal pokok yang merupakan tugas desa yang akan dinilai, yaitu aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

“Tim juri akan mengkonfrontir seluruh temuan dan administrasi dengan tiga aspek tugas itu,” pungkasnya.

Hari




Putri Cantik Lahir Di Tenda Pengungsian, Di Hari Kemerdekaan

Tiap ibu ingin proses persalinannya berjalan normal, dan dalam situasi aman, tenang, dan kondusif. Namun manusia hanya mampu mengangankannya. Di tengah gempa yang susul menyusul, ibu itu melahirkan putri cantiknya di tenda pengungsian

Balita di pengungsian

MATARAM.lombokjournal.com —  Ibu Fitriani (23) harus menjalani persalinan dengan dibayangi kekhawatiran guncangan bumi yang terus menerus terjadi.

Dengan dibantu oleh Bidan Sifa’iyyah, Fitriani melahirkan anak keduanya di tenda darurat milik Puskesmas Penimbung, di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Fitriani didampingi suaminya, Ari Susanto (34), melahirkan tepat pada pukul 03.30 di hari Jum’at Tanggal 17 Agustus 2018 lalu. Bayi perempuan itu beratnya 3 kilo gram dan panjang 50 centi meter. Bayi itu adalah anak kedua dari pasangan Ari – Fitri, diberi nama Cantika. Bayi itu cantik secantik namanya.

Kini bayi itu harus hidup di bawah buaian sang ibu di pengungsian. Bersama ayah, abang, dan para tetangga lainnya, Cantika kecil harus mendiami tenda terpal ukuran 2,5 x 6 m.

Saat ditemui di Pos Pengungsian Desa Gelangsar, bayi itu sedang menangis kedinginan. Suara lengkingan kerasnya memaksa sang ibu untuk membaluti tubuh mungilnya dengan kain sarung seadanya.

Menurut Kepala Desa Gelangsar, Abdurrahman, setidaknya ada lima bayi yang lahir di tenda dan saat ini, terpaksa hidup seadanya di pengungsian.

“Rumah mereka sudah hancur. Awalnya cuma rusak ringan, tapi gempa yang terakhir (Ahad, 19 Agustus, red) membuat rumah mereka hancur,” tutur Abdurrahman.

Di Desa Gelangsar, paling sedikit 821 rumah rusak akibat gempa. Rumah-rumah tersebut sudah tidak mungkin mereka perbaiki seadanya lagi karena rusak berat. Sisanya kurang dari seribu rumah masih bisa diperbaiki karena hanya rusak ringan atau sedang.

Hal tersebut terkuak saat Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengunjungi pos pengungsian di bawah bukit itu. Ia hadir sambil membawa beberapa buah tangan yang dibutuhkan para pengungsi.

Cantika dengan 4 bayi lainnya di Desa Gelangsar tidak sendirian. Ada 6.119 bayi lainnya saat ini terpaksa mendiami tenda-tenda terpal yang dibangun orang tuanya dengan seadanya. Angka tersebut menjadi lebih besar lagi bila diakumulasi dengan jumlah balita yang sebanyak 25.290 balita.

Angka tersebut akan semakin bertambah karena saat ini menurut data Dinas Kesehatan Lobar, ada 3.510 ibu hamil yang sedang mengungsi.

Kondisi tersebut membuat Bupati Lobar sangat prihatin.

“Ini salah satu alasan kenapa kita butuh huntara (hunian sementara, red),” ujar Fauzan sambil mengeluhkan respons Pemerintah terhadap usulannya tentang huntara yang belum diterima.

“Bayi-bayi ini yang paling rentan terhadap cuaca,” pungkas Fauzan.

Hari




Selain Bantuan Rutin, NU Peduli Mulai Bantu Penyediaan Sarana Layanan Kesehatan Dan Pendidikan

Untuk penanganan korban gempa, tim NU Peduli Lombok membuat enam klaster, meliputi klaster pendidikan, kesehatan, logistik, litbang, pengungsian dan perlindungan, serta sarana dan prasarana

MATARAMlombokjornal.com — Tim Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Lombok melalukan sejumlah upaya penanganan bencana di Lombok, NTB. Selain rutin menyalurkan bantuan, NU Peduli juga mulai membantu penanganan pasca bencana termasuk penyediaan sarana layanan kesehatan dan pendidikan.

Koordinator NU Peduli Lombok, Baiq Mulyana, mengatakan, tim NU telah terjun ke lokasi sehari pascagempa pada Ahad (29/09), di sejumlah titik terparah yang ada di Kecamatan Sambelia dan Sembalun di Lombok Timur, serta Kecamatan Bayan di Lombok Utara.

“Masifnya kerusakan dan kondisi gempa yang terus bersusulan membuat NU mendirikan posko NU Peduli Lombok atas arahan PBNU pada 10 Agustus 2018,” kata Baiq Mulyana, dalam jumpa pers, Senin (3/9) di Posko NU Peduli, jalan Pendidikan, Kota Mataram.

Turut hadir dalam jumpa pers, Wakil Ketua PWNU NTB, Jumarin Umar Maya, Rurid  Rudianto (LPBI Pusat), Yulis Setianto (LPBI Pusat), Korlap NU Peduli, Yeq Agif Al Qadri, Bendahara NU Peduli, Solikhin.

Baiq Mul menjelaskan, Universitas NU NTB dipilih menjadi posko bagi tim NU Peduli Lombok dalam pengorganisasian logistik hingga perencanaan bantuan kepada korban gempa.

Dikatakan, bantuan yang didistribusikan kepada korban terdampak gempa berasal dari donasi warga Nahdliyin di seluruh Indonesia dan juga cabang NU di luar negeri. Donasi yang diterima tim NU Peduli Lombok bersifat uang, barang, hingga sumber daya manusia (SDM).

“Bantuan ada yang berbentuk uang, dan banyak juga yang barang, mungkin kalau ditetapkan sekitar Rp 3 miliar, dan masih akan terus bergerak,” jelasnya.

Untuk penanganan korban gempa, tim NU Peduli Lombok membuat enam klaster, meliputi klaster pendidikan, kesehatan, logistik, litbang, pengungsian dan perlindungan, serta sarana dan prasarana.

Untuk klaster pengungsian dan perlindungan, NU Peduli telah mendistribusikan kebutuhan mendesak seperti terpal, selimut, hingga tikar yang sangat dibutuhkan pada masa tanggap darurat.

Di klaster logistik, NU Peduli telah mendistribusikan berbagai sembako ke 150 titik di seluruh Pulau Lombok, dan juga Sumbawa Barat.

Sedangkan untuk aspek kesehatan, NU Peduli melakukan pelayanan kesehatan kepada 2.800 korban gempa oleh 52 tim medis.

“Namun, antarklaster ini juga saling berkaitan, semisal klaster pendidikan juga berkaitan dengan klaster sarana dan prasarana seperti pada pembangunan sekolah darurat,” katanya.

NU Peduli telah membangun lebih dari 20 mushala darurat dan delapan sekolah darurat lengkap dengan tim untuk melalukan trauma healing.

Bangun Rumah Hunian

Tim Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Lombok juga akan membangun sedikitnya seribu hunian sementara (huntara) bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia (LPBI) NU, Rurid Rudianto mengatakan, keberadaan huntara menjadi prioritas dalam penanganan korban gempa, mengingat masih banyaknya warga yang tinggal di pos pengungsian.

Sedangkan, bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah masih memerlukan waktu.

“Proses transisi enam bulan ada persoalan dari pengungsian, mereka mau tinggal di mana sebelum dibangun, jadi ini pekerjaan rumah lembaga nonpemerintah karena pemerintah tidak menyediakan (huntara),” katanya.

Ia menjelaskan, NU Peduli Lombok menargetkan seribu huntara, 100 MCK, 500 sekolah darurat, dan 100 masjid darurat yang ditargetkan rampung pada satu sampai dua bulan ke depan.

Nantinya, proses pembangunan huntara maupun fasilitas umum darurat akan melibatkan masyarakat terdampak.

“Ada dialog, warga maunya seperti apa, kan kondisi Lombok ada yang dataran rendah dan tinggi. Kita dorong juga warga memanfaatkan potensi lokal dengan sisa-sisa bangunan,” katanya.

Me (*)




Presiden Jokowi Tinjau SMP Di Mataram,  Bernyanyi Bersama Siswa

Proses belajar mengajar tetap berjalan baik, meskipun seluruh proses belajar mengajar dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tenda

Berbincang bersama Walikota Mataram, H AHYAR ABDUH

MATARAM.lombokjournal.com — Selepas Apel Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi NTB di Desa Kekait Lombok Barat, Presiden RI Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya di di SMP Negeri 6 Mataram, Senin (03/09).

Tiba Sekolah yang berlokasi di Jalan Udayana itu, Presiden  didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M.Zainul Majdi langsung berkeliling meninjau kelayakan gedung sekolah. Serta menemui para siswa dan guru, untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan baik dan lancar.

Meskipun, sudah beberapa minggu, sejumlah ruang bangunan tidak dapat dipergunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar, akibat gempa bumi.

Namun, proses belajar mengajar tetap berjalan baik. Meskipun, seluruh proses belajar mengajar tersebut dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tenda.

Usai berkeliling sekolah, Presiden disambut siswa-siswi yang saat itu serentak menyanyikan yel yel bernada seperti lagu tema Asean Games “Meraih Bintang”.

Isi lagu menceritakan doa dan harapan seluruh siswa, agar gempa bumi yang melanda Lombok, dapat segera berakhir.

Suasana menjadi meriah, karena Presiden langsung ikut bernyanyi dan berjoget dayung, seperti yang berulangkali dilakukannya saat menyaksikan pembukaan dan penutupan Asean Games, yang viral di sosial media.

Usai mengunjungi SMP 6, Presiden Jokowi melanjutkan peninjauan ke RSUD Mataram yang juga terdampak gempa.

AYA




Ali BD Berakhir Masa Jabatan,  Lalu Syafii Penjabat Bupati Lotim

Penjabat yang baru dilantik diminta lebih fokus menyelesaikan proses rekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak gempa di Lombok Timur

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., M. Si secara resmi  mengambil sumpah dan melantik Penjabat Bupati Lombok Timur, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur, Senin (03/09).

Penjabat yang dilantik adalah Drs. H. Lalu Syafii, MM, Kepala Kesbangpoldagri Prov. NTB. Pelantikan tersebut sesuai SK Menteri Dalam Negeri No. 131.52-5784 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Lombok Timur Prov. NTB.

Pelantikan dilaksanakan sehubungan dengan telah berkahirnya masa jabatan Ali Bin Dahlan sebagai Bupati Lombok Timur dan H. Khaerul Waritsin sebagai Wakil Bupati Lombok Timur periode Tahun 2013 – 2018 pada tanggal 30 Agustus 2018.

Didampingi Sekretaris Daerah Prov. NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D., Wagub Amin menyampaikan ucapan selamat kepada H. Lalu Syafii atas pelantikannya hari ini. ” Semoga dapat bekerja lebih serius dan tetap memberikan pengabdian terbaik dalam rentan waktu yang tidak terlalu lama selama menjabat di Lombok Timur,” pesannya.

Wagub Amin kembali mengajak semua yang hadir untuk merenung dan mengambil hikmah dari musibah gempa yang melanda masyarakat NTB saat ini. Ia menegaskan, terdapat  pelajaran berharga untuk dipetik bagi kemaslahatan daerah ke depan.

Wagub kelahiran Sumbawa itu juga menekankan agar Penjabat yang baru dilantik dapat lebih fokus menyelesaikan proses rekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak gempa di Lombok Timur selain menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan lainnya.

“Kondisi masyarakat saat ini harus kita perhatikan dengan serius karena musibah gempa yang kita alami, selain menimbulkan kerugian materi juga yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah kondisi psikologisnya,” pungkas Wagub

Hadir juga dalam pelantikan itu Sekretaris Daerah Kab. Lotim dan sejumlah Kepala OPD Provinsi NTB.

AYA/Hms




Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rumah Selesai Sebelum Musim Hujan

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik

MATARAM.lombokjournal – Presiden RI, Ir H Joko Widodo berharap, pembangunan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi,  dapat selesai sebelum musim hujan tiba.

Selain itu, Presiden RI sudah menegaskan rumah yang dibangun, adalah rumah tahan gempa, sebab NTB termasuk daerah dalam Ring Of Fire atau garis cincin api.

Arahan itu disampaikan Presiden Joko Widodo,saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi NTB, di Lapangan Sepakbola Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Senin (03/09) pagi.

Didampingi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Presiden Jokowi saat menyampaikan arahan, meminta agar para relawan bekerja membantu proses percepatan rekonstruksi.

“Saya ingin titip kepada saudara semua agar masyarakat dibantu baik dalam pembersihan, dan pembangunan kembali karena kita berkejaran dengan waktu,” ungkap Jokowi.

Presiden mengingatkan, tahapan tanggap darurat telah berlalu. Maka, sekarang masuk pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk itu, sejumlah tahapan yang nantinya akan ditempuh adalah pembangunan fasilitas publik seperti pasar, puskesmas, sekolah, masjid/mushalla sudah mulai dikerjakan.

Untuk memastikan semua tahapan berjalan lancar, Presiden mengatakan perlu terjun langsung ke lapangan. Termasuk menyerahkan bantuan bagi rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

Meskipun baru 5.293 rumah yang telah diberikan, dari dari jumlah keseluruhan sekitar 71.000, Presiden menjanjikan akan bergerak cepat, meski membutuhkan waktu.

Terkait pembangunan rumah, nantinya akan didampingi dan dikawal oleh Kementerian PUPR yang dibantu ratusan insinyur muda dan mahasiswa teknik untuk membangun rumah anti gempa atau tahan gempa,

“Jika rumah itu nantinya oleh pemiliknya ingin rumah tembok ya silakan, kalau ingin memilih pake kayu silakan juga, kalau dr bambu juga silakan tapi diarahkan agar konstruksinya adalah konstruksi tahan gempa”, tambahnya.

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik. Jokowi menyampaikan apresiasinya atas partisapasi seluruh masyarakat terhadap solidaritas untuk NTB.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah menyumbang tenaga dan pikirannya kepada saudara-saudara di NTB yang tertimpa musibah. Seperti, para relawan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pemerintah Daerah Provinsi NTB, serta jajaran Pegawai Negeri Sipil.

Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono, menyampaikan apel siaga ini diikuti oleh pendamping dan pelaksana rehabilitasi rekonstruksi yang berjumlah 2.250 orang. Peserta terdiri dari unsur masyarakat NTB, TNI/POLRI, insinyur muda CPNS Kementerian PUPR, BNPB, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di NTB, BUMN Karya dan relawan.

Dalam rangka pelaksanaan Inpres Nomor  5 Tahun 2018, hingga saat ini sudah dilaksanakan verifikasi 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit, terdiri dari 41 unit sekolah, 4 unit rumah ibadah (masjid mushalla), 3 unit pasar, dan 8 unit rumah sakit dan puskesmas.

Untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang berjumlah 125.000 unit telah dilakukan verifikasi untuk 32.800 unit rumah yang terdiri atas 11.400 rumah rusak ringan, 3.600 rusak sedang, dan 17.800 rusak berat. U

nit rumah contoh dengan teknologi RISHA yang tahan gempa telah dibangun di 20 titik lokasi sebagai contoh bagi masyarakat.

Depo-depo bangunan di tingkat kecamatan akan segera dibuka untuk kemudahan distribusi material konstruksi sejak minggu ini dalam jumlah yang cukup banyak dan harga terjangkau yang dikoordinir oleh Kadin NTB.

Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan, dengan cara swakelola bergotong royong, didampingi oleh para relawan dan fasilitator, insinyur muda dan mahasiswa teknik.

Sedangkan untuk fasilitas publik akan diserahkan dan dikerjakan oleh BUMN Karya bekerja sama dengan kontraktor lokal.

AYA




Fauzan Berharap, Kehadiran Presiden Percepat Rehabilitasi Dan Rekonstruksi

Dalam kondisi seperti sekarang saat musim hujan akan tiba dan rekonstruksi rumah warga belum dimulai, Pemerintah bisa membangunkan hunian sementara yang sederhana

MATARAM.lombokjournal.com – Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang ikut mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu (02/09) sore, mengaku sangat gembira menyambut kedatangan di lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah beliau menyempatkan diri hadir di pos pengungsian di wilayah Lobar,” kata Fauzan.

Bupati Lobar itu berharap,  kehadiran Presiden akan mempercepat seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi. Tentu tidak hanya rumah-rumah yang rusak, tapi juga fasilitas umum, sosial, terutama destinasi wisata kita yang terkena imbas.

Ia beralasan, bagaimana pun pariwisata di NTB bukan lagi hanya andalan regional, tapi juga nasional.

“Senggigi, tiga gili dan destinasi lainnya harus segera direkonstruksi dan dipulihkan. Kita siapkan event untuk promosinya,” papar Fauzan.

Fauzan juga berharap, Jokowi bisa terbuka hatinya untuk menyetujui usulan Pemkab Lobar untuk pembangunan Huntara (hunian sementara).

Fauzan beralasan, dalam kondisi seperti sekarang saat musim hujan akan tiba dan rekonstruksi rumah warga belum dimulai, Pemerintah bisa membangunkan hunian sementara yang sederhana.

“Murah saja, toh bahan bakunya sangat banyak tersedia,” ujar Fauzan menyebutkan beberapa material sederhana yang sudah digunakan oleh para pengungsi.

Hunatara bisa saja menggunakan terpal yang sudah ada, bambu, dan bahan lainnya. Jadi sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat yang menyediakan bahan baku.

Sementara itu, dalam kunjungan di Desa Kekait, Jokowi tampak akrab bercengkrama bersama pengungsi. Sesudah bercengkrama dengan anak-anak, Jokowi pun beralih ke tanah lapang untuk menonton bersama pengungsi acara Penutupan Asian Games dari Stadion GBK Jakarta.

Prfesiden Jokowi tampak sangat menikmati berkumpul bersama warga pengungsi. Melalui layar televisi,  Jokowi menyapa para peserta Asian Games XVIII dan mengutarakan kegembiraannya atas prestasi atlet Indonesia pada event terbesar Benua Asia itu.

Hari

 

 

 

 

 




Presiden Jokowi Serahkan Dana Rekonstruksi 5.293 Rumah Yang Sudah Diverifikasi Di Lombok Utara

Presiden menggelar nonton bareng penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat bersama pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Lombok, Minggu (02/09) pagi disambut Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Kunjungan yang ketiga pasca gempa bumi Lombok, presiden mengunjungi lokasi bencana di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Sumbawa.

Di Lombok Utara, Presiden Jokowi meyerahkan secara sombolis buku tabungam dana stimulan rekonstruksi rumah sebanyak 5.293 yang telah selesai diverifikasi, di Lapangan Masjid di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Minggu siang.

Tabungan tersebut merupakan tabungan khusus dana pembangunan kembali rumah korban bencana alam gempa yang rusak. Seperti di beritakan sebelumnya korban bencana alam gempa bumi mendapatkan bantuan dana senilai 15 juta hingga 50 juta untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak

Ikut mendampingi Presiden dalam penyerahan bantuan itu Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Kepala BNPB. Saat itu Presiden Jokowi menegaskan, tidak boleh ada pemotongan dana rekonstruksi rumah oleh pihak manapun.

“Sepeser pun tidak boleh dipotong,” tegas Presiden. Presiden Jokowi sempat memantau langsung proses rehabilitasi dan penanganan pasca bencana.

Ada yang menarik dalam perjalanan rombogan Presiden dari Lombok Utara menuju  Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Di Pusuk, perjalanan rombongan berhenti, dan Presiden Jokowi keluar dari mobil kepresidenan dan membeli buah di pinggir jalan.

Nonton Bareng

Kegiatan Presiden Jokowi di Desa Kekait, Lombok Barat juga mengunjungi lokasi yang terdampak bencana. malam harinya agenda Presiden menggelar nonton bareng (Nobar) bersama pengungsi penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat.

Menkominfo sebelumnya telah menyediakan segala kebutuhan acara nonton bareng tersebut.

Seorang pengungsi dari desa Sandik Kecamatan Gunung sari Lombok Barat, Fahrain (46) datang bersama keluarganya mengaku senang menonton acara penutupan Asian Games 2018 live bersama Presiden.

“Saya senang pak, apalagi ada pak Jokowi. Ia rela tidak hadir penutupan di Jakarta, namun hadir di tengah pengungsi untuk memberikan semangat kepada kami,” ujarnya.

Presiden bersama rombongan menginap di tenda di lokasi pengungsian.

Hadir mendampingi Presiden, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, bersama Kepala BNPB dan Menteri PUPR.

Arahan Presiden untuk penggunaan dana rekonstruksi rumah:

  1. Uang betul-betul semua dipakai untuk pembangunan rumah.
  2. Rumah yang dibangun harus benar-benar Rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa rumah tidak ada masalah lagi. Untuk itu dalam proses pembangunan nanti akan didampingi pihak Kementrian PUPR, para Insinyur dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ahli bangunan di Indonesia.
  3. Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, presiden menyarankan untuk bisa dipakai.Sehingga dana yang diberikan betul-betul cukup untuk membangun.
  4. Proses pembangunan harus cepat, karena akan segera memasuki musim penghujan, sehingga rumah bisa dipakai sebelum musim hujan datang.
  5. Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya presiden mempersilahkan dipakai untuk kebutuhan yang lain.

“Tapi prioritas utama untuk rumah, karena akan dicek nanti bahwa uang harus benar-benar untuk bangun rumah,” kata Presiden.

Hari Senin (3/9) Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi SMPN 6 Mataram dan RSUD Kota Mataram untuk meninjau proses belajar mengajar, serta meninjau rumah sakit lapangan yang di bangun di halaman rumah sakit.

Selanjutnya Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan menuju Sumbawa untuk mengunjungi korban gempa di Alas,  Sumbawa.

AYA

 

 

 

 




Homyped Peduli Dan MUI Tangerang Serahkan Sepatu Sekolah Dan Sandal Untuk Korban Gempa

Dukungan Homyped Peduli untuk tahapan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok, mengajak anak-anak kembali masuk sekolah

MATARAM.lombokjournal.com — Homyped Peduli bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang menyerahkan bantuan sepatu sekolah dan sandal untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (01/09).

Bantuan diberikan langsung oleh General Manager PT Dwinaga Sakti Abadi, produsen Homyped, Raymon Richart bersama MUI Tangerang, Drs H. Amin Munawar kepada TGH Muhtar dari MUI Mataram di Jl. Dr Sutomo No. 7B, Karang baru Kota Mataram.

Bantuan berupa 2.160 pasang sepatu sekolah dan sandal ini adalah dukungan Homyped Peduli untuk tahapan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok, di antaranya mengajak anak-anak kembali masuk sekolah.

“MUI Mataram akan menyalurkan bantuan kepada anak-anak dan warga Lombok yang menjadi korban gempa di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram.” ungkap TGH Muchtar

GM Homyped mengatakan, Pulau Lombok yang terus menerus mengalami gempa bumi sejak 29 Juli 2018 hingga saat ini. Gempa terbesar 7,0 SR pada Minggu (05/08) dan rentetan gempa sebelumnya menyebabkan 555 orang meninggal, 1416 orang luka-lika dan 390.529 orang mengungsi serta 76.000 rumah dan 1.200 fasilitas umum dan tempat ibadah rusak.

“Homyped adalah produsen sepatu dan sandal Indonesia, melalui Homyped Peduli akan mendukung proses pemulihan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat.” pungkasnya

Hadir pada kesempatan ini dari Homyped Peduli, Ade Agung dan Miskam selaku Tim desain Produk Development, Ketua MUI Mataram Tgh Muchtar

AYA (*)