Penerimaan CPNS 2018 Resmi Dibuka, Ini Formasinya

Proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

MATARAM.lombokjournal.com — Kabar gembira bagi pencari kerja, bulan ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018.

Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi  (KemenPANRB) di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (06//09).

Melalui keterangan resmi yang dimuat di portal BKN, pendaftaran CPNS akan dibuka 19 September 2018 mendatang.

Total formasi yang tersedia untuk diperebutkan oleh pelamar berjumlah 238.015 yang terdiri dari 51.271 Instansi Pusat (76 Kementerian/lembaga) dan 186.744 (525 Instansi Daerah).

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Seleksi Nasional CPNS menyampaikan, sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh Instansi.

Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Lebih rinci Kepala BKN menguraikan,BKN mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa mencapai 5 hingga 6 Juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta.

Berdasarkan review seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar. Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga siap.

Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018, hingga saat ini akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing Instansi sedang menginput seluruh formasi.

Dengan demikian, portal BKN akan difungsikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan persyaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai dengan 18 September 2018.

“Perihal syarat administrasi pendaftaran, Kepala BKN mengimbau seluruh Instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar,” jelas Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.

Persyaratan seperti akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), harus disesuaikan dengan indeks prestasi di wilayah masing-masing,

Harry




Cerita ‘Bule Gila’ Asal Polandia Jadi Relawan Gempa Lombok

Bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara bukan hanya menimbulkan derita, namun juga memunculkan benih perasaan cinta dan solidaritas kemanusiaan yang tinggi

MATARAM.lombokjournal.com —

Merah putih bendera Indonesia dan putih merah bendera Polandia melampaui “simbol warna”. Keduanya menemukan titik terang di atas tanah Lombok Utara, cinta dua bendera berkibar  pasca gempa melanda bumi Lombok.

Rosa tak pernah menyangka, bencana akan membawanya pada petualangan kemanusiaan  dan  pengalaman rasa di Lombok Utara.

“Saya harus melakukan sesuatu. Saya harus berjalan menemukan banyak hal, bertemu banyak orang dan memberikan manfaat,” ungkap perempuan asal negara Polandia ini.

Rosa memutuskan untuk terbang ke Lombok, terjun langsung menjadi relawan dan membersamai masyarakat terdampak bencana.

“Saya tahu apa yang saya lakukan. Banyak yang mencibir dan melarang, mereka bilang buat apa saya ke Lombok? Hanya mencari bahaya. Tapi saya mencari bahagia, saya mencari arti hidup dengan berbagi dengan sesame,” ungkapnya penuh keyakinan

Rosa mengaku sudah dua minggu lebih berada di Lombok, kemudian ia pun melakukan penggalangan dana di negaranya selain bergabung untuk menjadi relawan bersama Tim Sekolah Relawan di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

“Saya bule gila! Saya kuat!” ungkapnya pada kawan-kawan relawan. Keramahan Rosa dan keunikan tingkahnya membuat kawan-kawan relawan terkagum karena energi positif dan semangatnya yang membara.

“Saya sangat kagum dan mengapreasiasi solidaritas masyarakat. Semua orang datang dari berbagai pulau untuk bersatu menolong Lombok. Unite for humanity. Bersinergi tanpa ada diskriminasi..” ungkap Rosa setelah mengikuti aksi distribusi bantuan bersama Sekolah Relawan.

Tak hanya solidaritas para relawan yang membuatnya kagum, ketegaran dan senyuman para penyintas gempa pun membuat Rosa tak berhenti bersyukur bisa ikut menjadi bagian dari barisan kebaikan.

“Saya tak bisa membayangkan, orang-orang disini sangat tegar dan kuat. Mereka kehilangan banyak hal namun tetap kuat dan tersenyum. Tak ada kata terpuruk, semuanya mencoba untuk bangkit,” katanya

Rosa merasa tersentuh saat ia dan Tim Relawan melakukan distribusi bantuan logistik ke Dusun Pansor Daya. Seorang nenek memberikannya ciuman dan pelukan tulus. Rosa tak bisa menahan haru, cinta dan ketulusan bisa terbangun begitu dekat dan cepat karena satu hal, nilai kemanusiaan.

“Tak ada alasan untuk tidak peduli. Menjaga pikiran positif dan melakukan sesuatu yang berharga untuk sesama adalah keharusan bagi saya. Lombok Utara membuat saya merasa seperti di rumah,” ungkap perempuan yang selalu bangga menyebut dirinya sebagai Bule Gila ini.

Rosa adalah bukti bahwa kemanusiaan mampu menghancurkan segala sekat perbedaan. Di atas tanah Lombok Utara, cinta dua bendera berkibar bersama.

Rosa berharap, kehadirannya bisa memberi warna, menyatukan banyak warna yang berbeda. “Ayo, Lombok, bangkit kembali,” katanya.

“Give me any activities. I am strong,” kata  Rosa, bule asal Polandia ini.

Dia bergabung di pos relawan sejak kemarin, dan dia senang mengakui bahwa dirinya bule gila, tutur Dony Aryanto, Kamis (06/09)

Kepada awak media Journal Lombok, Direktur Sekolah Relawan ini mengungkapkan kekagumannya tentang semangat Rosa saat sejak pertama kali bergabung menjadi relawan di lembaga yang dikepalainya itu.

Harry




 Kata Kepala Dishub, Nama Bandara ZAM Tidak Bisa Dirubah Lagi

Mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat, Kepala Dishub menjelaskan, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, atau Pelabuhan Gilimas

Lalu Bayu Windya

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya menanggapi berbagai macam penolakan, terkait perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), nama pahlawan nasional asal NTB.

“Itu sudah sah, tidak bisa rubah lagi. Bagi yang menolak, apa alasan, silahkan tanya langsung kepada bersangkutan, ” ungkapnya di Mataram, Kamis (06/09).

Penamaan Bandar Udara itu sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018. Penetapkan nama Bandar Udara Internasional Nasional Zainuddin Abdul Madjid, juga dengan  persetujuan dari DPRD NTB, Gubernur NTB, Majelis Adat Sasak (MAS), serta Keputusan Presiden nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional.

“Inget itu putusan Menhub, yang prosesnya ada usulan dari daerah, Gubernur, DPRD, ada komunitas masyarakat termasuk Masyarakat Adat Sasak (MAS),” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, saat pengusulan iitu yang diajukan hanya satu nama yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.  Dan mestinya, masyarakat harus bangga memiliki pahlawan nasional.

“Kalau ada yang bilang tidak pernah sosialisasi, itu salah. Jelas kita pernah FGD soal usulan, kemudian sosialisasi dengan berbagai pihak, ada work shop juga libatkan masyarakat Lombok Tengah, ” jelasnya.

Mengenai  kode booking tidak ada yang beruban, tetap LOP.  Perubahan itu hanya nama saja, yang rencananya akan diresmikan pasca kegiatan Sail Moyo Tambora.

Mantan Kepala Bakesbagpoldagri NTB itu menjelaskan, adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat.  Menurut Bayu, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, Pelabuhan Gilimas.

Bayu menjelaskan, saat pengusulan hanya satu nama yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.  Mestinya, masyarakat harus bangga memiliki pahlawan.

“Kalau ada yang bilang tidak pernah sosialisasi, itu salah. Jelas kita pernah FGD soal usulan, kemudian sosialisasi dengan berbagai pihak, ada work shop juga libatkan masyarakat Lombok Tengah, ” ujarnya.

Bagaimana dengan kode booking? Bayu menegaskan, tidak ada yang beruban alias tetap LOP,  yang berubah hanya nama saja. Kemungkinan, pasca kegiatan Sail Moyo Tambora akan diresmikan.

Mantan Kepala Bakesbagpoldagri NTB itu menambahkan, mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat. Bagi dia, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, atau Pelabuhan Gilimas

“Tinggal diusulkan nama saja, nanti akan diproses,” jelasnya.

Nama ZAM itu bukan Bandara di Lombo Tengah, tapi juga nama eks bandara Selaparang Mataram juga ZAM. Itu merupakan penghargaan dari Panglima TNI.

Bayu berharap, dengan disetujuinya  usulan nama tokoh pahlawan nasional asal NTB, berarti tidak menutup kemungkinan banyak pahlawan nasional ke depan karena sudah tahu caranya.

“Tapi itu kebijakan Disos,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati, H Moh Sih FT tidak setuju terhadap pergantian nama bandara internasional itu. Sehingga berencana akan menggelar istigosah di Masjid Bandara bersama ASN dan masyarakat Lombok Tengah bentuk penolakan.

“Ini sepihak, saya secara pribadi dan masyarakat Lombok Tengah tidak setuju nama Bandara itu diganti. Ini juga sangat melecehkan masyarakat Lombok Tengah,” ungkap Suhaili, Kamis (06/09).

Suhaili mengatakan, mekanisme dan proses perubahan nama bandara dinilai tidak pro masyarakat, malah terkesan ini dipaksakan karena dari keputusan sepihak.

Pejabat Pemprov NTB tidak tidak pernah mensosialisasikannya apalagi mengajak berkomunikasi.

AYA




Sambangi Korban Gempa, Prabowo Urung Salat Berjamaah

Prabowo juga mengungkapkan akan memberikan bantuan, namun demikian sumbangan yang akan diberikan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihaknya saat ini

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto,  datang menyambangi warga korban gempa di posko pengungsian Lombok Barat, Rabu (05/09).

Kedatangan Prabowo kali ini ke posko pengungsian di Dusun Dopang Tengah, Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat disambut antusias oleh warga setempat.

Prabowo bersama rombongan tiba di Desa Dopang sekitar pukul 12.30 Wita. Sebelumnya ia menyempatkan diri berkunjung ke desa sebelah di posko pengungsian Desa Guntur Macan.

“Kita datang untuk menyatakan rasa solidaritas dan rasa prihatin ingin berbuat untuk meringankan beban bapak ibu,” ungkap Prabowo di hadapan warga.

Prabowo juga mengungkapkan akan memberikan bantuan, namun demikian sumbangan yang akan diberikan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihaknya saat ini.

Setelah dari Desa Guntur Macan, Prabowo tiba di posko Desa Dopang di tenda halaman tenda Pondok Pesantren Ishlahussibyan.

Kehadirannya yang telah lama dinanti walaupun hanya sekadar singgah sebentar dan memberikan sambutan atas kedatangannya. Prabowo menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warga yang dilanda bencana gempa bumi.

Seperti diketahui, Desa Dopang dan Guntur Macan merupakan dua desa yang sangat terdampak. Rumah warga banyak yang rusak akibat guncangan gempa bumi yang terus menerus terjadi sejak skala magnitudo 6,4 pada 29 Juli lalu.

“Sekitar 80 sampai 90 persen rumah warga di sini rusak. Saya kira Pak Prabowo akan lama di sini. Pas dia datang, saya sedang salat berjamaah di masjid darurat, Baiturrahman. Tapi pas saya selesai salat, ternyata Pak Prabowo sudah pergi,” tutur Abdullah (48) kepada Lombok Journal, Rabu.

Informasi yang disampaikan Master of Ceremony (MC) saat acara kedatangan Prabowo juga sempat diagendakan untuk ikut salat berjamaah. Namun urung dilakukan sebab kondisi warga yang kurang kondusif karena terlalu antusias menyambut kedatangannya.

Usai memberikan sambutan, bersama rombongan Prabowo pun pamit sambil menyalami warga dan beranjak masuk ke dalam mobil kemudian pergi meninggalkan lokasi.

Hari




Operasi PAsar Bahan Pokok Dan Bahan Bangunan Di KLU, Hari Kamis

Warga  yang rumahnya rusak ringan bisa membeli bahan bangunan, agar bisa segera memperbaiki rumahnya

Hj. Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Perdagangan NTB akan melaksanakan Operasi Pasar Bahan Pokok dan Bahan Bangunan di Lombok Utara pada, Kamis (06/09).

“Ini beraitan dengan masyarakat KLU yang terkena gempa, diputuskan tanggl 6 akan dilakukan Operasi Pasar bapok dan bahan bangunan” ujar Hj. Putu Selly Andayani, hari Rabu (05/09).

Selly  menyatakan, kegiatan Operasi pasar ini merupakan tindak lanjut dari adanya berita hoax terkait adanya Harga Bapok (bahan pokok) dan bahan bngunan yng melonjak tinggi pasca gempa.

Pemerintah harus hadir, yakni Satgas bahan Bapok dan bangunan ikut turun dalam Operasi pasar (OP), lokasi  OP ini di depan pasar Tanjung.

“Pemerintah KLU menyiapkan tempat 200 meter untuk lokasi OP ini,” ujarnya.

Selly menambahkan, untuk bahan bangunan permintaan bahan bangunan akan diacatat terlebih dahulu baru di bawa ke lokasi OP.

“Dicatat  dulu, setelah dicatat baru besok diantarakan. Jadi apa yang diminta harus habis karena disna tidak ada tempat penyimpanan bahannya,” katanya.

Harga yang diberikan adalah harga pabrik dan akan mendapatkan diskon 5 persen untuk bahan bangunan.

Permakluman sudah disampaikan ke Pemerintah KLU, akan ada OP Bahan Bangunan. Jadi warga  yang rumahnya rusak ringan bisa membeli bahan bangunan, agar bisa segera memperbaiki rumahnya.

Rencana Operasi asar ini akan dilaksanakn  selama satu hingga dua bulan sesuai permintaan.

“Intinya bahah yang diperlukan harus dicatat,  lalu dihadirkan di tempat,” pungkasnya.

AYA




Begini Tips Perbaikan Rumah ala Kades Meninting

Pasca gempa bumi yang mengguncang Lombok sejak 29 Juli lalu, sejumlah wilayah di NTB terdampak. Lima ratusan lebih korban jiwa tewas. Sementara ribuan bangunan roboh dan rusak berat akibat kerasnya magnitudo gempa

Tembok retak menganga

Iskandar

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Warga Desa Meninting, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), NTB tak mau larut bersedih, meski rumahnya banyak yang retak menganga akibat diguncag gempa besar termasuk gempa susulan ribuan kali.

Selain tak ingin banyak bergantung dari bantuan pemerintah pusat, mereka pun punya cara tersendiri untuk memperbaiki dinding rumah yang retak.

Kepala Desa Meninting, Iskandar berhasil memeperbaiki rumah yang retak dengan caranya sendiri, dan swadaya. Setelah berhasil mencoba, Kades Meninting berinisiatif menularkan ara yang ditemukannya itu mengajak warganya ‘menjahit’ sendiri dinding tembok rumahnya.

Tentu, menjahit dinding bukan pakai jarum benang, tapi menggunakan besi beton seukuran 3 jengkal. Cara ini lumayan efektif untuk memperbaiki rumah rusak ringan. Kriteria dinding tembok yang bisa dijahit adalah yang sekedar menganga dan tidak sampai bergoyang.

“Kita perbaiki sendiri saja dulu dengan apa yang ada. Insya Allah cara ini kuat kalau sekadar tembok menganga yang masuk kategori rusak ringan dan sedang,” katanya, Rabu (05/08).

Kepada Journal Lombok dikatakannya, untuk perbaikan semacam itu tidak membutuhkan biaya banyak. Dia mencontohkan untuk kerusakan di rumahnya saja yang menganga lebih dari 2 meter, hanya butuh besi beton ukuran 6 sebanyak kurang dari setengah lonjor ditambah beberapa kilogram semen.

“Semennya ndak banyak, sekitar setengah sak. Jadi dah,” ujarnya.

Dia kemudian menjelaskan cara menjahit tembok rumah tersebut. Pertama, bagian kiri kanan yang menganga ini dibor dulu. Ukurannya sekitar sejengkal di kiri, sejengkal di kanan. Jumlah yang dibor menyesuaikan dengan ukuran tembok yang menganga. Makin banyak makin bagus.

Kedua, lanjutnya, antara lubang kiri dan kanan dikaitkan dengan besi beton yang sudah dibengkokkan berbentuk letter U. Agar besi beton tidak nampak, maka ada baiknya dicocor temboknya yang akan dilalui oleh besi beton tersebut. Besi beton ini nantinya berada di dalam tembok dan setelah itu ditutup oleh plesteran agar tidak nampak.

Cara menjahit yang diapatkannya dari youtube itu ditularkan kepada warga Desa Meninting yang rumahnya mengalami kerusakan serupa. Sebab menurutnya, kalau menunggu dana dari pemerintah, tentu akan lama.

“Bagi yang ingin cepat, ayo pakai cara ini. Kami dari pihak desa akan siapkan materialnya,” ujarnya.

Dengan cara itu, lanjut Iskandar, warga pengungsi yang rumahnya rusak ringan, akhirnya berani pulang dan menempati rumahnya lagi.

“Kalau sebagian sudah berani pulang, maka tugas pihak desa bisa lebih ringan. Kita tinggal menjaga pengungsi yang memang tidak bisa pulang karena rumahnya rusak berat,” ujarnya.

Laporan sementara, Iskandar mencatat, sebanyak 650 unit dengan model kerusakan bervariasi. Karena itu dalam waktu dekat ini ia akan segera menyasar rumah-rumah warga di Desa Meninting yang dinding temboknya mengalami kerusakan ringan.

Rumah warga yang masih agak baik akan ditangani terlebih dahulu dengan talangan dana desa dan akan memberdayakan tukang-tukang di desa setempat.

Hari

 

 

Foto dinding bangunan retak




Wakil Ketua DPRD Lobar Anggap Pemerintah Lamban Tangani Korban Gempa Lombok

BNPB selaku wakil Pemerintah Pusat dan pemangku kebijakan diminta lebih adil dan lebih cepat merespons  kebutuhan pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, Sulhan Mukhlis Ibrahim, menilai Pemerintah Pusat masih lamban menangani korban gempa Lombok.

“Sudah satu bulan lebih bencana gempa bumi melanda, masih banyak masyarakat yang belum mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat,” ungkap Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Barat itu, Selasa (04/09).

Sulhan menyoal data yang disampaikan pihak Pemkab Lombok Barat yang tidak segera direspons Pemerintah Pusat.

Seperti dimaklumi, kedatangan Jokowi ke Lombok untuk ke-3 kalinya kemarin adalah untuk melaunching bantuan rumah.  Sayangnya, dengan data rumah rusak yang lebih dari 57 ribu, Lombok Barat hanya kebagian 359 rumah.

“Tindak lanjut sisanya, kapan?” tanya Sulhan.

Bahkan menurutnya, skema dan besaran bantuan itu sendiri belum jelas sama sekali. Bagaimana proses verifikasinya, input datanya, dan skema penggunaan uangnya.

Sulhan mengaku pernah mengikuti Rapat Koordinasi tanggal 31 Agustus lalu, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat belum memahami skema dan jumlah bantuan ke korban atau ke pemerintah kabupaten,” tuturnya.

Bagi dia, BNPB selaku wakil Pemerintah Pusat dan pemangku kebijakan juga harus lebih adil dan lebih cepat merespons  kebutuhan pengungsi.

Ia memberi contoh, kasus wabah malaria yang melanda pengungsi. Saat ini jumlah pengungsi yang terjangkit malaria sudah lebih dari 40 orang di satu wilayah kerja Puskesmas Penimbung Gunungsari.

“Apalagi kondisi sekarang mendekati musim hujan tentu kebutuhan masyarakat akan hunian sementara, tenda yang layak huni, maka BNPB harus segera meresponsnya untuk mengantisipasi dengan memberikan kelambu, selimut, penyediaan MCK, dan air bersih,” ujarnya.

Sulhan yakin tidak sendiri dalam pandangan semacam itu. Masih banyak lagi masyarakat Lombok Barat yang berharap agar para korban dapat ditangani dengan segera dan cepat.

Harapan tentang kedatangan Presiden Jokowi, mestinya kembali mendorong pihak berwenang untuk melakukan terobosan dan percepatan penanganan buat para korban.

 

Sebelumnya Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid menyuarakan harapannya, agar kedatangan Presiden Jokowi bisa mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa.

“Alhamdulillah beliau menyempatkan diri hadir di pos pengungsian di wilayah Lobar. Semoga dengan kehadiran beliau, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dipercepat. Tentu tidak hanya rumah-rumah yang rusak, tapi juga fasilitas umum, sosial, terutama destinasi wisata kita yang terkena imbas,” ujar Fauzan sesaat menyambut kedatangan Jokowi di Pos Pengungsian Desa Kekait,Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat..

Hari




Peringati HUT Pasar Modal, OJK Lakukan Donor Darah

Palang Merah Indonesia (PMI) NTB sering  kekurangan pendonor untuk memenuhi kebutuhan darah bagi yang membutuhkan

Farid Faletehan

MATARAM.lombokjournal.com — Memperingati Hari Ulang Tahun Pasar Modal yang ke 41, Selasa (04/09), Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  NTB menggelar kegiatan donor darah.

Kegiatan tersebut dilakukan bermaksud berbagi kepada sesama yang membutuhkan, terlebih untuk korban gempa Lombok .

“Kami menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati HUT Pasar Modal,” ujar Kepala OJK Farid Faletehan

Farid menargetkan 150 kantong dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Pihaknya mengundang seluruh karyawan industri keuangan Serta pihak seperti Bank dan Asuransi untuk berpartisipasi.

“Kita mengundang 200 orang lebih dari pihak jas keuangan untuk melakukan  donor, karena kami menargetkan 150 kantong,” ujarnya

Farid menambahkan, saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) NTB sering  kekurangan pendonor untuk memenuhi kebutuhan darah bagi yang membutuhkan. Terlebih dengan adanya bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, sudah pasti banyak korba gempa membutuhkan darah.

“Untuk itu kami menggelar donor ini untuk membantu stok darah di NTB ,Serta agar bisa darah- darah ini disalurkan ke orang yang mrmbutuhkannya,” pungkasnya.

AYA




Konversi Dari Minyak Tanah Ke Elpiji di Pulau Sumbawa Bulan Oktober

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sudah ditunggu sejak 2011. Padahal konversi elpiji di NTB sudah dimulai tahun 2011 lalu, tapi hanya khusus dilakukandi  Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com — Program konversi dari minyak tanah (Mitan) ke penggunaan gas elpiji 3 kilo di pulau Sumbawa segera diterapkan. Diperkirakan program tersebut dapat dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 mendatang,

Sales Executive Elpiji Pertamina IX Wilayah Lombok, Firdaus Sustanto mengatakan, konversi gas elpiji 3 kg subsidi estimasi Oktober 2018 sudah dapat mulai dilakukan. jumlah penerima gas elpiji di Sumbawa sebanyak 254 ribu.

“Sekitar 254 ribu paket perdana dan itu untuk seluruh Kabupaten Kota di Pulau Sumbawa,” tutur Firdaus, Senin (03/09) malam. .

Ia menyatakan,  penyaluran untuk gas elpiji 3 kg tersebut, ada beberapa tahapan. Direncanakan bisa diselesaikan secepatnya, agar seluruh warga Sumbawa bisa berhemat dengan menggunakan gas dibandingkan dengan minyak tanah yang harganya lebih mahal..

“Nanti ada tahapannya, rencana diselesaikan dalam waktu 1 bulan,” terangnya.

Sementara itu  ,Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) Zainal Abidin menuturkan,  program ini akan terealisasi setelah tender yang dilakukan  selesai dan  proses verifikasi ulang data penerima tabung gas elpiji.

“Setelah tender langsung dibagikan yang tahap pertama sekitar 70 ribuan,” katanya

Dijelaskannya, dilakukan verifikasi ulang data tersebut sebelum paket tabung gas elpiji dibagikan, karena mungkin datanya tidak tepat sasaran. Jika terdapat calon penerima yang sudah menggunakan tabung gas elipiji 12 kilo, maka secara otomatis mereka akan dihapus dari daftar penerima.

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sudah ditunggu sejak 2011. Padahal konversi elpiji di NTB sudah dimulai tahun 2011 lalu, tapi hanya khusus dilakukandi  Pulau Lombok.

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sering tertunda. Smula direncanakan tahun  2017 lalu. Namun baru sekarang  tahapannya telah selesai.  Dan harga jualnya pun berbeda dengan di Lombok.

“Pasti berbeda harganya di Lombok dengan  di Sumbawa, tetapi belum dipastikan harganya. Nanti Pertamina akan menetapkan,” jelasnya.

Dipastikan Zainal, untuk harganya tidak akan ada kenaikan karena ini merupakan produk dari pemerintah.

“Kalau yang produk pemerintah tidak ada yang naik,” pungkasnya.

AYA




Statistik Transportasi NTB, Bulan Juli 2018

Jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional naik sebesar 73,73 persen dari 12.317 orang menjadi 21.398 orang

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada bulan Juli 2018 turun sebesar 27,70 persen dibandingkan bulan Juni 2018. Sedangkan jumlah penumpang berangkat naik 8,58 persen.

“Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Juli 2018 naik 12,25 persen dari bulan Juni 2018. Demikian halnya dengan barang yang dimuat juga naik yaitu sebesar 41,01  persen,” ungkap Kepala BPS NTB Suntono Senin (03/09).

Ia menyatakan, Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Juli 2018 sebanyak 200.079 orang, naik sebesar 6,10 persen dari bulan Juni 2018.

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik sebesar 13,55 persen menjadi sebanyak 17.131 orang.

Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Juli 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 206.164 orang, naik sebesar 25,22 persen dibandingkan bulan Juni 2018.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional naik sebesar 73,73 persen dari 12.317 orang menjadi 21.398 orang.

Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Juli 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 790.103 Kg, naik sebesar 38,70 persen dari bulan Juni 2018. Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan Juli 2018 naik sebesar 19,77 persen dari bulan  sebelumnya.

“Sedangkan barang yang dimuat di terminal internasional pada bulan Juli 2018 turun 60,98 persen dibanding Juni  2018,” pungkasnya.

AYA