KPU Tandatangani Desain Surat Suara Bersama Tim Pemenangan Calon

Setelah secarah bersama sama menandatangani  dan menyepakati  desain surat suara dan nanti KPU NTB akan melelang surat suara dalam waktu dekat untuk cetak

MATARAM.lombokjournal.com — Komisi pemilihan Umum Daerah ( KPUD ) NTB menggelar pertemuan dengan masing- masing Tim pemenangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur 2018, Kamis (12/04) di Kantor KPUD NTB.

Pertemuan ini merupakan bentuk lanjutan dari rangkaian Pilkada yakni penandatangan Desain Surat suara yang dilakukan oleh masing-masing Tim Pemenangan Calon.

“Kita undang masing-masing tim pemenngan Calon Gunernur dan wakilnya agar mereka mengetahui bagaimna desain dari surat Suara, ukuran serta Warna dari dan Foto masing-masing calonnya,” ujar  Ketua KPUD NTB,  L. Aksar Ansori.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB tanda tangan desain surat suara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan maju dalam pilkada NTB,” jelasnya.

Penandatangan desain surat suara tersebut dilakukan antara KPU NTB dengan empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yang maju dalam pilkada serentak 27 Juni mendatang  diwakili oleh masing masing tim penghubung.

“Desain surat suara tersebut terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan yang terlebih dahulu diteliti nama dan gelar  dari masing masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebelum nantinya akan dilakukan pencetakan surat suara,” tegasnya.

Lalu Aksar Ansori mengatakan, nanti  setelah secarah bersama sama menandatangani  dan menyepakati  desain surat suara dan nanti KPU NTB akan melelang surat suara dalam waktu dekat untuk cetak.

“Jumlah surat suara yang akan dicetak nantinya sesuai dengan jumlah DPT ditambah dengan 2,5 persen,” ucapmya dalam acara penandatangan desaen surat suara calon gubernur dan wakil gubermur NTB,Kamis (12/4) pagi.

Menurutnya, kenapa proses desain hingga  nanti setelah adanya pemenang lelang kembali akan meminta persetujuan dari pasangan calon karena sebagai penyelenggara tidak ingin ada persoalan dibelakang hari terkait dengan surat suara.

“Setelah proses lelang dan ada pemenangnya kami akan minta persetujuan dari tim dan calon kerena tentu hal hal ini menjadi perhatian kami sebagai penyelenggara. Kami tidak ingin sepihak dan tidak ingin ada persoalan belakangan hari setelah pencetak surat suara karena jika ada masalah maka sangat tinggi resikonya terkait dengan anggaran,” terangnya di depan tim penghubung masing masing  pasangan calon dan komisioner Bawaslu NTB.

Sementara itu Komisioner KPU NTB Divisi Lgistik, Hesty Rahayu mengatakan, ukuran surat suara yang nantinya akan digunakan pada pilgub NTB dengan ukuran 36 cm x 23 cm dengan warna dan jenis tulisan serta desainnya sudah diatur dan aturannya langsung dari KPU pusat.

AYA




Kerajinan Ketak Tembus Pasar Asia Eropa

Beberapa pengrajin mmegakui, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan

MATARAM.lombokjournal.com — Kerajinan ketak tak hanya dikenal masyarakat NTB. Dan pasaran kerajinan khas NTB satu ini sudah menasional bahkan mendunia.

Seperti kerajinan ketak yang berada di Dusun Peresak Timur Desa Karang Bayan, Lingsar, Lombok Barat ini. Resellernya pun bahkan berasal dari negara di Asia dan Eropa. Terutama dari Negeri Sakura atau Jepang.

Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) bernama UD Nusa Indah Awidi menuturkan, kerjainan berbahan baku ketak ini sudah masuk ekspor di beberapa negara Asia dan Eropa.

Salah satunya adalah Jepang yang bisa melakukan impor kerajinan ketak sebanyak tiga kali dalam setahun. Sekali order sebanyak 2.000 pcs kerajinan ketak.

“Sudah 10 tahun kami mengirim ke Jepang,” ujarnya, Rabu (11/04)

Ia mengungkapkan, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, dalam sehari ia bisa memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Mengerjakan aneka kerajinan ketak, ia menggandeng 341 perajin dari dua desa,  yakni Desa Batu Mekar dan Desa Karang Bayan.

“Dari 341 perajin ini terdiri dari 15 pengepul se kecamatan Lingsar,” sambungnya.

Awidi melanjutkan, ada beragam jenis kerajinan ketak yang dihasilkan. Namun salah satunya yang saat ini tengah buming yaitu tas roda.

Tas ini biasa dikenal dengan tas Raisa. Disebut tas Raisa dikarenakan tas ketak bundar ini pernah diunggah di Instagram milik selebritis tanah air tersebut.

Hal tersebut membuat Awidi kebanjiran orderan. Hingga para pengrajin kewalahan, dengan banyaknya permintaan tas Raisa ini.

“Semua perajin kita kewalahan dengan permintaan tas ini,” akunya.

Ramainya pemesanan terlihat dari jumlah pesanan yang ia dapatkan. Dalam seminggu ia dapat menerima orderan hingga 1.000 pcs. Saat ini yang order sudah sampai ke Jepang, India dan Turki serta beberapa negara Eropa lainnya. Tapi kalau yang Turki di ekspor langsung.

“Untuk pemesanan Jepang dan India ia bermitra dengan agen di Jakarta dan Jawa Barat,” pungkasnya.

Ia mengatakan, untuk pemasaran internasional lebih banyak berasal dari Jepang. Pemesanannya pun beragam jenis kerajinan ketak. Mulai dari tas Raisa, tempat sendok, tempat roti dan lain-lainya. Sementara untuk pemasaran nasional, resellernya telah tersebar di Indonesia.

“Sampai ke wilayah Aceh,” ungkapnya.

Sementara untuk harga, setiap kerajinan di patok dengan harga berbeda. Harganya berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta. Kerajinan ketak ini merupakan kerajinan yang tidak kalah kualitasnya dengan bahan lainnya. Salah satu kelebihan dari ketak yaitu anti rayap dan tahan lama.

“Itu yang membuatnya banyak dimintai,” pungkasnya.

AYA




Zul-Rohmi, Pasangan Berpendidikan Tinggi Namun Rendah Hati

Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi

lombokjournal.com–

MATARAM ;  Pepatah semakin padi berisi semakin merunduklah tangkainya, kiranya tepat disematkan pada sosok Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB dalam Pilgub 2018.

Meski mengenyam dan mampu menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi, turut berkiprah membangun pendidikan, dan menjabat di sejumlah posisi strategis, pasangan Zul-Rohmi tetap menunjukan sikap yang sangat rendah hati.

Setidaknya, hal itu dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), baik di Lombok maupun di Sumbawa, yang sempat dikunjungi Zul-Rohmi Dalam tiap kampanye blusukan keduanya di tengah masyarakat sepanjang masa kampanye ini.

Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi. Bahasa yang mereka sampaikan saat memapar visi dan misi kinerja kepemimpinan pun dengan bahasa sehari-hari yang merakyat.

“Bahasa yang disampaikan sangat sederhana, seperti masyarakat biasasaja, sehingga kami pun mudah memahami. Ini yang membuat kami merasa lebih dekat, merasa lebih mengenal dan juga dikenal oleh pak Zul dan bu Rohmi. Program-programnya sangat cerdas,” kata Mustaan, warga Bayan, Lombok Utara.

Perpaduan Hobi Menulis Dan Membaca

Dari sisi pendidikan, pasangan Zul-Rohmi memang calon pimpinan yang sangat mumpuni. Bukan hanya berpendidikan tinggi, kepedulian keduanyauntuk sektor pendidikan pun tak bisa diragukan.

Ibarat sudah ditakdirkan, pasangan Zul-Rohmi juga memiliki hobby yang berbeda namun saling melengkapi. Dr Zul yang hobby menulis, dan Dr Sitti Rohmi sangat suka membaca.

Dr H Zulkieflimansyah Ph.D atau akrab disapa Bang Zul, lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Pendidikan dasar hingga SMA ditempuhnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, hingga tamat SMA pada 1989.

Selepas SMA, Zulkieflimansyah mengambil S1 Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta. Gelar Sarjana Ekonomi diperolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3.

Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK).

Pada tahun 1997 memperoleh gelar MSc in International marketing dari Department of Marketing. Tahun 1998 mengikuti program Master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department ofEconomics dan selanjutnya menyelesaikan program Doktoralnya di Departemen yang sama pada tahun 2001.

Sederet prestasi telah diukir Dr Zul sejak kanak-kanak. Berbagai perlombaan dan prestasi di menangkannya di Sumbawa Besar, tempat dimana ia dibesarkan.

Puncaknya ia terpilih mewakili propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.

Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis Outback Freight Business Service memungkinkan dirinya mengenal Australia sangat dalam sampai ke pedalaman dan berinteraksi dengan suku asli aborigin yang mengesankan.

Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi Pemenang pertama lomba menulis Mahasiswa bidang ekonomi tingkat Nasional.

Bang Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa  dalam Bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di Tingkat Nasional.

JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian Industrial System. Bang Zul tak hanya bergulat dengan buku di kampus, tapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus.

Periode 1994-1995 Bang Zul dipercaya oleh  Mahasiswa UI sebagai KetuaSenat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI).

“Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas,”kata Bang Zul.

Selain degree programme yang ditempuhnya di Glasgow, Bang Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland).

Saat ini, Bang Zul sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA. Ilmu tak dipendam sendiri. Bang Zul membagikan keilmuannya dengan menjadi dosen terbang di sejumlah perguruan tinggi nasional, bahkan beberapa diantaranya di luar negeri.

Ia juga mendedikasikan ide, pemikiran, dan biaya serta tenaga untuk membangun UTS di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sebuah perguruan tinggi yang sejak beberapa tahun lalu mulai mencetak sumber daya manusia NTB yang andal dan berdaya saing.

Karir bang Zul semakin moncer sejak 2004. Pria ramah dengan senyum khas ini masuk ke panggung Politik Senayan sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepercayaan publik padanya sangat kuat, ia bahkan menjadi anggota DPR RI selama tiga periode.

Bagi bang Zul, pendidikan menjadi sektor yang penting, karena ini akan berkaitan dengan akselerasi pengembangan sektor lainnya. Jika sumber daya manusia suatu daerah sudah maju dan mampu bersaing di tingkat global, maka bisa dipastikan kemajuan daerah itu akan sangat pesat.

NTB sebagai daerah yang secara natural sudah sangat kaya dengan sumber daya alam, akan semakin maju juga dengan didukung SDM yang berdaya saing untuk mengelolanya.

Menurut Zul, NTB sangat banyak potensi SDA-nya, dan kelak pasti pembangunan dan investasi di berbagai bidang akan masuk ke sini.

“Kami bertekad agar masyarakat jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri, sehingga pendidikan juga menjadi hal utama yang harus terus didorong untuk meningkatkan SDM di NTB,” kata Bang Zul, dalam sebuah kesempatan blusukan di Lombok Utara.

Me (*)




Puncak Acara Festival Pesona Tambora Memikat Wisatawan

Ke depan Puaun Sumbawa agar menyiapkan destinasi sebaik-baiknya, seindah-indahnya, dan juga menyiapkan event wisata

DOMPU.lombokjournal..com —- Puncak acara Festival Pesona Tambora (FPT) 2018 berlangsung meriah. Mengambil lokasi di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (11/4), FPT yang sudah memasuki tahun keempat ini menarik animo masyarakat dan juga wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisman) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Ajang FPT 2018 disemarakan dengan Tari Nggahi Rawi Pahu, dan juga penampilan Anang, Ashanti, dan Aurel.

Sekretaris Daerah Pemprov NTB, Rosiady Sayuti mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat mensukseskan acara FPT 2018.

Rosiady yang mewakili Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi berpesan kepada Pemkab Dompu, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Pulau Sumbawa untuk menata destinasi wisata dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, Pulau Sumbawa memiliki potensi wisata yang tidak kalah

“Ke depannya agar menyiapkan destinasi sebaik-baiknya, seindah-indahnya, dan juga menyiapkan event wisata,” ujar Rosiady saat membuka puncak acara FPT 2018 di Doro Ncanga, Dompu, NTB, Rabu (11/4).

Rosiady menilai, ketiga hal tersebut menjadi faktor utama dalam menggaet wisatawan untuk berkunjung ke Sumbawa. Diharapkannya, FPT 2018 memberikan kesan dan pengalaman yang berharga bagi para wisatawan yang sudah datang.

“FPT 2018 semoga masuk dalam ingatan para pelancong, baik lokal maupun mancanegara,” kata Ros menambahkan.

AYA




Dr Zul Kembali Sisir Kota Mataram, Misinya Perubahan Perempuan NTB

Zul-Rohmi sudah  menyapa sebagian besar  dusun dan desa di NTB dalam tiga  bulan, rata-rata masyarakat memberikan atensi dan sambutan baik, karena  baru pertama kali seumur hidupnya disambangi Calon Gubernur

lombokjournal.com —

MATARAM —  Dr. H. Zulkieflimansyah bersilaturahim dengan menyisir  di beberapa titik kecamatan di Kota Mataram,  Rabu  (11/4)

Cagub muda lulusan Amerika Serikat ini tidak pernah lelah menyapa masyarakat ke kampung dan dusun-dusun yang ada di NTB.

Di beberapa lingkungan di Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya Mataram  menjadi titik pertama yang dikunjungi Rabu pagi. Seperti di banyak titik kunjungan yang sudah dilakukan, masyarakat  antusias menyambut kedatangannya.

Mahsun, salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Selagalas misalnya, kaget didatangi Doktor Zul. Ia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya  merasa terharu sekaligus  bangga.

Menurut Mahsun, kedatangan Dr Zul yang mendadak ini merupakan  tamu terhormat di lingkungannya. “Suatu kehormatan bisa  bertatap muka langsung dengan Calon Gubernur NTB 2018. Mudah-mudahan Zul Rohmi menang dalam Pilgub NTB.  Ini merupakan penghargaaan terbesar bagi kami,”  ungkapnya.

“Dimana bumi dipijak disanalah langit di junjung. Sekarang ini hati nurani kita yang berbicara. Luar biasa, didatangi Cagub,  bertemu langsung. Kami warga masyarakat di lingkungan ini  bisa bertemu calon gubernur 2018-2023, ini luar biasa,”  lanjutnya.

Dikatakan, figur-figur semacam ini, figur bermasyarakat. Walaupun awalnya yang dikunjungi tidak tanda, karena yang datang bajunya lebih bagus. Bertemu langsung merupakan suatu kehormatan bagi tuan rumah.

Zul-Rohmi dinilsi pasangan yang terwakili semuanya. Kalau pimpinan dalam keluarga tidak ada Ibu bagaimana jadinya. “Nomor 3 ini lengkap ada Bapak ada Ibu. Mudah-mudahan pertemuan ini berkesinambungan terus setelah jadi gubernur nanti,” jelasnya.

Dr Zul  menyampaikan maksud kedatangannya bersilaturahim, memohon do’a dan dukungan masyarakat.

“Sekarang ini jarang sekali pemimpin datang menyapa  masyarakat ke kampung dan dusun-dusun. Kami kesini untuk bersilaturahmi, mohon do’a dan dukungan. Mudah-mudahan  pasangan nomor 3 Zul Rohmi dapat memenangkan Pilgub 27 Juni nanti,” ungkapnya.

Zul-Rohmi sudah  menyapa sebagian besar  dusun dan desa di NTB dalam tiga  bulan. Rata-rata masyarakat memberikan atensi dan sambutan baik karena  baru pertama kali seumur hidupnya disambangi calon gubernur.

“Permintaan mereka cuma satu, mudah-mudahan kebiasaan menyapa seperti ini tetap harus dilakukan setelah menjadi gubernur nanti,” kata Dr Zul yang tetap terlihat  energik dan sehat segar ini.

Selanjutnya Doktor muda  lulusan kampus ternama di Inggris ini menjelaskan,  ia maju berpasangan dengan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saudara kandung TGB  karena meyakini banyak permasalahan sosial di NTB karena ketiadaan ibu-ibu.

“Buk Rohmi mengerti betul suasana batin perempuan di NTB. Dan bisa mengakomodir suara perempuan NTB,” imbuh Dr Zul

Banyak permasalahan sosial karena ketiadaan Ibu-Ibu di NTB. Menurutnya kenapa harus pilih Buk Rohmi, karena bu Rohmi mengerti betul keadaan perempuan di NTB.

Banyak yang karena kemiskinan, karena tidak adanya pilihan, menjadi TKW ke luar negeri, ke Malaysia, Saudi, China, dan lain-lain. Akibatnya anak-anaknya kurang kasih sayang.

“Mudah-mudahan, hadirnya Doktor Rohmi akan banyak kesempatan yang diberikan kepada perempuan NTB untuk bisa berdaya. Akan banyak program-program Zul-Rohmi yang bersahabat dengan perempuan,” ungkapnya.

Hadirnya Zul-Rohmi, diharapkan bisa mewujudkan NTB yang Gemilang.

Me (*)




Pra Rembuk Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial Di NTB

Kolaborasi Kantor Staf Presiden Dan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS)

lombokjournal.com

MATARAM – NTB ;  Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasioanal (ATR/BPN), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menyelenggarakan “Pra-Rembuk Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial” di 9 (Sembilan) Provinsi Prioritas.

Penyelenggaraan itu untuk memastikan penyelesaian usulan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial dari masyarakat dan mitra pembangunan, sebagai persiapan Rembuk Nasional Reforma Agraria dan Pehutanan Sosial Untuk Keadilan Sosial.

Dan penyelenggaraan pra rembuk merupakan salah satu upaya percepatan Program Prioritas Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS0.

Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan dukungan dan kesiapan kolaborasi untuk percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

“Bentuk komitmen ini berupa pembentukan Gugus Tugas Reforma Agaria yang telah disampaikan kepada Bapak Gubernur” ungkap Dr. H. Agus Patria, SH. MH, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. NTB pada Pra Rembuk Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial di Ruang Rapat Utama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Selasa (10/04).

Gubernur NTB juga membentuk  Tim Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan, dengan SK Gubernur untuk mempercepat penyelesaian kawasan hutan. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemberian Izin dengan skema Perhutanan Sosial atau pemberian Hak (Reforma Agraria) kepada masyarakat.

“Dengan kolaborasi pusat, daerah dan masyarakat ini diharapkan bisa mendorong masyarakat agar semakin  aktif mengusulkan RA atau PS dan model pemberdayaanya untuk ditindaklanjuti ATR/BPN, KLHK dan Kemendes yang telah hadir bersama kita disini,” kata Agung Hardjono, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dalam pembukaan dan pemberian arahan dalam Pra-rembuk;

Pra Rembuk ini dipandu oleh Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, dihadiri oleh Kementerian ATR/BPN diwakili oleh Reny Widiawati, Sesditjen Penataan Agraria,  Eri Indrawan dan Sigit Nugroho mewakili Ditjen Planologi dan PSKL Kementerian Lilngkungan Hidup dan Kehutanan, Suprapedi dan Dudi Nugraha mewakilil Kementerian Desa PDDT, dan OPD Provinsi,

Selain itu, juga dhadiri kelompok mitra pembangunan antara lain perwakilan Serikat Petani Indonesia, Samanta, Konsepso, Koslata, Gema Alam, Mitra Samya, Transform, WALHI, WWF, Serikat Tani dan Forum Komunikasi Petani Dompu.

Secara khusus Wakil Sekjend PBNU, Imam Pitudu menyampaikan, jajaran NU Pusat dan Daerah siap mendukung bahkan menjadi ujung tombak percepatan Program Prioritas Presiden Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

“Hukum menghidupkan tanah yang mati adalah wajib. Fiqih-nya wajib dikelola tanpa atau dengan izin pemerintah. Dengan adanya Program RAPS ini maka pemerintah sudah menjalankan fiqih,” kata Imam.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup NTB, Ir. Madani Mukarrom, saat ini capaian Perhutanan Sosial yang telah diserahkan kepada masyarakat meliputi Hutan Kemasyarakatan (HKm): Penetapan Areal Kerja (PAK) HKm di NTB seluas 31.220,50 Ha, IUPHKm : 20.049,6 Ha, Penetapan Areal Kerja (PAK) HTR: 4.396 Ha, IUPHHK- HTR: 3.152,88 Ha, Kemitraan Kehutanan/KK 11.604  Ha dan MoU KK seluas 3.821 Ha.

Sebelumnya tanggal 27 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan 5750 Sertifikat Tanah bagi masyarakat NTB.

Pra Rembuk ini mengindentifikasi, masih ada beberapa daerah yang sudah dikelola masyarakat selama puluhan tahun namun berstatus dalam kawasan hutan.

Untuk itu diperlukan percepatan pelaksanaan Perpres 88/2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTHK)  melalui Tim Inver yang telah dibentuk oleh Gubernur, kolaborasi dengan  Akademisi, dan masyarakat sipil.

Perwakilan masyarakat dan mitra pembangunan yang hadir diminta agar menyampaikan data subjek dan objek dalam kawasan kepada Tim Inver untuk ditindaklanjuti dan diproses melalui mekanisme PPTHK.

Penyampaian usulan usulan TORA dalam waktu dekat disampaikan kepada Gugus Tugas Reforma Agraria NTB yang akan disahkan oleh Gubernur, simultan dapat disampaikan LAPOR! (lapor.go.id) untuk diteruskan dan dikawal kepada Kementerian teknis terkait.

Sebagai penutup, Abetnego Tarigan menyampaikan, akselerasi Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial harus berbarengan dengan penyelesaian Konflik Agraria.

“Jangan sampai banyak sertifikat yang dibagi oleh Presiden tapi semakin banyak juga konflik yang terjadi. Kami mengawal akselerasi RAPS simultan dengan penyelesaian konflik,” kata Abetnego.

Me




Hati-Hati, Ada Longsor Di Pusuk

Untuk sementara arus lalu lintas dikawasan tersebut diberlakukan buka tutup, mengingat material longsor masih menutupi sebagian badan jalan

ILUSTRASI> Masyarakat yang hendak melintas di Pusuk untuk tetap waspada(Foto: Ist)

LOMBOKUTARA. lombokjournal.com — Hujan deras yang mengguyur kawasan hutan Pusuk Desa Menggala, Kecamatan Pemenang Lombok Utara, pada Senin (09/04) menyebabkan longsor di kilometer 3 kawasan tersebut.

Kepala Badan Prnanggulagan Bencana Daerah (BPBD) KLU, Iwan Maret Asmara, mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 15.25 Wita. setelah hujan lebat turun Senin siang.

“Kejadian tadi (longsor,red) pertama kali diinformasikan oleh seorang warga ke Sektor Pemenang kemudian diteruskan ke BPBD,” katanya Senin (09/04).

Mendapatkan informasi itu, lanjut Iwan, tim langasung turun ke lokasi melakukan evakuasi dibantu anggota Polsek Pemenang.

“Tidak ada korban jiwa. Kita harapkan masyarakat yang hendak melintas di kawasan Pusuk untuk tetap waspada. Itu daerah rawan longsor,” katanya lagi.

Iwan menambahkan, untuk sementara arus lalu lintas dikawasan tersebut diberlakukan buka tutup, mengingat material longsor masih menutupi sebagian badan jalan.

DNU 




Dewan Soroti Program BUMDes Mart Lombok Utara

Di BUMDes Mart tidak ansih mengakomodir semua produk lokal, juga akan menerima atau menjual produk luar yang memang dibutuhkan masyarakat Lombok Utara

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Utara, angkat bicara terkait program BUMDesa Mart yang memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat.

“Memang persentasi produk yang terakomodir di BUMDes Mart mash tergolong kecil, hanya 10 persen. Ke depan kita harapkan bisa lebih banyak,” harap Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima, Senin (09/04).

Salah satu upaya untuk itu, menurut Tusen, pemerintah daerah melalui SKPD terkait lebih banyak memberikan pelatihan dan pembinaan guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Misalnya soal kemasan, olahan yang higienis, kode produksi, tanggal kadaluarsa dan beberapa standarisasi lainnya,” paparnya.

Lebih jauh, Tusen juga menilai jika program ini sejalan dengan program WUB pemda KLU. Artinya produk-produk yang dihasilkan bisa juga masuk mengisi BUMDes Mart yang ada.

Sebelumnya, Kepala Dinas BP2KBPMD KLU. H.Kholidi Khalil, mengatakan Kementrian Desa memberikan peluang kepada daerah untuk memperkuat Struktur ekonomi di desa.

“Kalau di Kabupaten ada BUMD, sementara di desa ada BUMDes Mart, guna mendukung meningkatnya perekonomian masyarakat desa,” paparnya.

Di BUMDes Mart, sambung Kholidi, tidak ansih mengakomodir semua produk lokal. Tapi tentu juga akan menerima atau menjual produk luar yang memang dibutuhkan masyarakat Lombok Utara.

“Kita juga sudah melakukan identifikasi, salah satunya dengan menggelar pameran untuk menyeleksi produk-produk yang ada, layak atau tidak masuk di BUMDes Mart,” tutupnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, dari total produk lokal yang ada di KLU, baik olahan maupun kerajinan kreatif, hanya 10 persen saja yang diakomodir dalam BUMDes Mart. Selebihnya masih didatangkan dari luar KLU.

DNU




Portal Suara Nusa Ramaikan Belantika Media di NTB

Menaruh perhatian lebih pada isu-isu lingkungan hidup, dan kelestarian alam, termasuk mengenai flora dan fauna di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Perkembangan media tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Demikian pula  media daring (online) yang mulai bermunculan dengan sejumlah gagasan dan warnanya.

Yang terbaru ialah Suara Nusa, yang hadir dengan portal www.suaranusa.com. Mengusung konsep media yang menawarkan gagasan baru sebagai penyampai informasi di NTB, Suara Nusa resmi mengenalkan diri kepada masyarakat NTB.

Direktur Suara Nusa Hans Bahanan mengatakan, Suara Nusa merupakan sebuah gagasan baru bagi media daring bagi dunia media di provinsi berjuluk Bumi Gora tersebut.

Hans berharap, Suara Nusa bisa berkembang seperti menjadi media besar lainnya yang juga berasal dari skala kecil.

“Kita berandai andai bisa besar seperti media lainnya,” ujar Hans saat sambutan soft launching Suara Nusa di Warung Jangkuk, Mataram, NTB, Senin (09/04) malam.

Meski masih baru, lanjut Hans, Suara Nusa sudah menyiapkan sejumlah fasilitas, mulai dari kantor media, hingga para wartawan yang bertugas di sejumlah sektor untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat NTB.

Hans menyebutkan, untuk awal-awal berdiri, Suara Nusa banyak mengupas tentang perkembangan Pilkada NTB 2018, karena momentum Pilkada yang sedang berjalan saat ini.

Ke depannya, Suara Nusa ingin menaruh perhatian lebih pada isu-isu lingkungan hidup, dan kelestarian alam, termasuk mengenai flora dan fauna di NTB.

Sementara itu Riadis Sulhi Ketua IJTI NTB menyampaikan  apreseasi atas launcing ny media Suara Nusa di NTB. Dirinya menuturkan soal Suara Nusa punya makna tersendiri. karena Suara Nusa itu nama koran saya 2006 saat rambah dunia jurnalistik di Bali, alhamdulillah saya apresiasi, Hans ini rekan perjuangan, dan punya inovasi inovasi.

Kalau kita melirik fenomena hari ini menjamurnya dunia media, baik tv, siber, radio ini bukti di NTB dinamika pertumbuhan media secara kuantitas sudah mulai ramai dan bersaing.

saya berharap ke depan perkembangan media 94 ribu media siber di Indonesia terus menjadi warna positif bagi iklim jurnalistik nasional maupun regional.

alhamdulillah bertambah pesat media online, ke depan kita berharap tidak hanya sekedar bertumbuh secara kuantitas, tapi harus prospektif secara kualitas jg, perkembangan media yg pesat harus diiringi dengan Peningkatan SDM dan kualitas insan mediany agar terus maju.

Saya percaya  Hans  bisa melewati tantangan itu karena sudah malang melintang di dunia persilatan. Saya percaya ke depan media di NTB bisa berkolabirasi dan berkembang sinergis dan dinamis seiring dengan penguatan SDM, jangan bangga jadi media hanya berkotak2 dan berfikiran sempit, media itu harus berintegritas.

Jurnalis itu bagaimana seni kreasi kita kembangkan ide dan gagasan, bukan hanya gaya-gayaan. mari kita berkreasi dan memberikan hak informasi publik. Suara Nusa kita berharap terus berjaya ke depannya.

AYA (*)




Polda NTB Serahkan Dana Pengamanan Kampanye Ke Danrem 162/WB

TNI – Polri siap mengamankan pelaksanaan kelanjutan Pilkada NTB

MATARAM.lombokjournal.com  —  Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si menyerahkan dana pengamanan Pilkada 2018 ke TNI yang langsung diterima oleh Danrem 162/WB, Kolonel Inf Farid Makruf, MA, Senin (09/04) .

Penyerahan itu berlangsung pada acara Analisa dan Evaluasi Operasi Mantap Praja (ANEV OMP) Gatarin 2018 dan penyerahan dukungan Dana Pengamana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB Tahun 2018, di Rupatama Mapolda NTB,

Dalam sambutannya, Farid Makruf mengajak seluruh jajaran TNI untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB 2018 dan siap untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Kami dari TNI sudah sangat siap dalam mengamankan kelanjutan dari pilkada ini,” ucap Farid saat sambutan.

Untuk diketahui penyerahan Dana pengamanan Pilkada NTB 2018 ke TNI tersebut sejumlah Rp4.401.000.000, dana tersebut sama jumlahnya dengan dana pengamanan Polda NTB.

Kapolda NTB dalam sambutannya, mengajak seluruh jajaran Polri Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, untuk mengutamakan netralitas.

“Netralitas yang paling utama,” ucap Kapolda NTB

Hadir dalam penyerahan Dana Pengamanan Kampanye Pilkada NTB 2018, yakni Kapolda NTB, Wakapolda NTB, Danrem 162/WB, Irwasda, Danlanal, Danlanud, PJU, Para Kapolres mengikutsertakan Kabag Ops, Perwakilan personel berpangkat AKBP, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Kakan Kesbangpoldagri, Para Dandim, Kasi Ops Korem 162/WB, Para Pasi Ops Korem 162/WB.

Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si menegaskan, anggaran untuk kempanye  yang sudah diseragahkan Rp4,4 milia. Dana itu merupakan penyeraha tahap awal,  dari keseluruhann anggaran Rp4,8 Miliar,

“Ini kita serahkan anggaran tahap kempanye,”ujarnya usai penyerahan dukungan anggaran Pilgub NTB 2019 di Polda NTB,

Anggaran tersebut merupakan seperti tertuang dalamm Naskah Hibah Provinsi terkait pengamanan pilkada, dan itu sudah langsung disalurkan ke TNI sesuai dengan permohonan kebutuhan orang,  jumlah orang, dan volume indeks.

Apa yang diterima oleh Polisi jumlah indeks orang per orang per hari itu sama dengan indeksnya TNI. Tidak ada perbedaan jumlah harinya, yang  juga sama mulai 15 Februari sampai dengan tanggal 23 Juni.

Firli berharap  tidak ada penyimpangan, dan harus memberikan pertanggungjawaban admistratif agar pilkada bisa berintegritas dengan menjaga integritas.

Ia juga mengharapkan bisa  berkerja dengan aparat TNI di desa, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama juga harus berperan berperan.

“Masih akan ada debat publik,  masih akan ada rapat umum terbuka sehingga kami betul-betul merapatkan barisan. untuk mensukseskan seluruh rangkain pilkada ini,” tambah Firli..

Danrem  162 Wirabhkti Kolonel Inf Farid Makruf mengatakan, untuk jumlah tahapan kampanye yang diserahkan anggaran sebesafr Rp4.861.800.000 dengan rincian tahapan kempanye PAM Rp 4.394.880.000, minops Rp. 6.120.000 dengan total Rp. 4.401.000.000.

“Yang diserahkan adalah anggaran tahap kempanye sebesar 4.401.000.000,”ujarnya.

Sedangkan untuk sisanya yang 4,861.800.000 itu tahapan masa tenang Rp 43.200.000, pungut suara Rp 144.000.000 Tahap hitung Suara dan rekap Rp 172.800.000, Tap paslon terpilih Rp 80.400.000, tahap pelantikan paslon terpilih Rp 14.400.000.

“Kami selalu siap kondisi apapun, kami siap mensukseskan pengamanan Pilkada, apalagi hari ini Pak kapolda  sudah mengucurkan dananya untuk TNI terima kasih,”ucapnya.

Menurutnya, cipta kondisi sudah didilakukan oleh kapolda NTB mulai dari ketemu parpol, Paslon dan semuanya sehingga NTB ini adem.

“Jadi ya saya mengamankan itu hanya mendampingi saja, yang jelas intinya kita siap amankan pilkada NTB ini,” pungkas Makruf.

AYA